The Robin Perkenalkan Karya Perdana ke Media, Langkah Serius ke Industri Musik

PALEMBANG -‎(deklarasinews.com)– Band asal Palembang, The Robin, yang telah eksis sejak 2006/2007, kini bersiap melangkah lebih serius ke industri musik dengan menggelar kegiatan media gathering di Rooftop Club House Privilege Palembang, Jalan Masjid Az Zikra, Sabtu (25/04/2026).

‎‎Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi The Robin untuk memperkenalkan diri secara lebih luas kepada publik. Melalui pertemuan bersama awak media, band yang digawangi Ryoga sebagai keyboardist dan synth player, Dika sebagai vokalis, serta Derga sebagai bassist, berharap dapat memperluas jangkauan eksistensi sekaligus mengenalkan karya musik mereka kepada masyarakat, tidak hanya di Palembang tetapi juga secara nasional.

‎‎Dalam agenda tersebut, The Robin mengungkapkan secara lengkap identitas band, mulai dari formasi personel, arah bermusik, hingga rencana peluncuran karya perdana.

‎‎Derga, yang mewakili band, menegaskan bahwa kegiatan media gathering ini menjadi titik awal untuk tampil lebih profesional di industri musik.

‎‎“Ini langkah awal kami untuk benar benar g0 public secara serius. Kami membutuhkan dukungan dari rekan rekan media agar karya kami bisa dikenal luas, tidak hanya di Palembang tetapi juga di tingkat nasional,” ujar Derga.

 

‎‎Langkah ini menunjukkan keseriusan The Robin dalam membangun fondasi karier yang lebih matang, sekaligus menempatkan diri sebagai band yang siap bersaing di tengah dinamika industri musik Indonesia.

‎‎Media gathering ini dikemas dalam suasana santai namun tetap terstruktur dengan tiga agenda utama yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai karakter musik The Robin.

‎‎Agenda pertama adalah sesi perkenalan personel, di mana masing masing anggota berbagi latar belakang serta peran mereka dalam proses kreatif band.

‎‎Agenda kedua berupa showcase eksklusif, yakni penampilan live lagu andalan yang memungkinkan para jurnalis merasakan langsung karakter musik yang diusung The Robin. Melalui sesi ini, band ingin menunjukkan kualitas aransemen serta kekuatan musikalitas yang mereka miliki.

‎‎Agenda ketiga adalah sesi tanya jawab, yang membuka ruang bagi awak media untuk menggali lebih dalam terkait proses kreatif, strategi pemasaran, hingga rencana perjalanan karier ke depan.

‎‎Pemilihan Rooftop Club House Privilege Palembang sebagai lokasi acara dinilai tepat karena memiliki kualitas akustik yang mendukung serta suasana yang nyaman untuk diskusi bersama media.

‎‎Tidak ingin hanya dikenal sebagai band lokal, The Robin menargetkan langkah yang lebih besar dengan mempersiapkan peluncuran karya secara digital di berbagai platform musik.

‎‎Ryoga menyebutkan bahwa band ini membawa warna baru dalam industri musik dengan menonjolkan kekuatan pada lirik dan aransemen yang matang.

‎‎“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Setelah ini kami akan merilis karya secara digital di berbagai platform. Karena itu, kami mengundang media agar gaungnya bisa langsung terasa sejak awal,” jelas Ryoga.

‎‎Langkah menuju distribusi digital ini dinilai sebagai strategi penting untuk memperluas jangkauan pendengar serta meningkatkan visibilitas karya musik mereka di era digital.

‎‎Di akhir kegiatan, Derga kembali menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung perjalanan karier musik The Robin ke depan.

‎‎Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara musisi dan masyarakat luas.

‎‎“Kami percaya media adalah corong paling efektif. Dengan bantuan media, karya kami bisa hidup dan sampai ke banyak orang” tutupnya.

‎‎Melalui kegiatan media gathering ini, The Robin berharap dapat membangun hubungan yang kuat dengan insan media sekaligus memperkenalkan identitas musikal mereka secara lebih luas. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa band asal Palembang tersebut siap melangkah menuju panggung nasional dengan semangat baru dan visi yang lebih besar. (Ning)

Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional, Kantongi Insentif Rp2 Miliar dari Inovasi Pembiayaan Daerah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Setelah melalui proses penilaian panjang dan ketat dalam mengukur kemampuan daerah mengelola pembiayaan secara inovatif, Kabupaten Lampung Selatan akhirnya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Daerah ini meraih peringkat kedua kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam acara yang digelar di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sabtu malam (25/4/2026).

Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan detik.com ini menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu menerapkan konsep entrepreneur government, yakni pendekatan inovatif dalam menggali serta mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.

Dalam kategori kabupaten, posisi pertama diraih Kabupaten Bintar, disusul Kabupaten Lampung Selatan di posisi kedua, dan Kabupaten Batu Bara di peringkat ketiga. Sementara di tingkat kota, Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama, diikuti Kota Medan dan Kota Palembang. Adapun penghargaan tingkat provinsi diraih oleh Sumatera Utara.

Selain penghargaan, para pemenang juga memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai stimulus daerah. Juara kedua seperti Lampung Selatan berhak atas bantuan sebesar Rp2 miliar, sementara juara pertama mendapatkan Rp3 miliar dan juara ketiga Rp1 miliar.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan instrumen untuk mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah.

“Penghargaan ini menjadi metode untuk mendorong kinerja pemerintah daerah agar lebih optimal. Tantangan kepala daerah tidak mudah, sehingga capaian positif perlu dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas,” ujar Tito.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media arus utama dalam menjaga kredibilitas ajang penghargaan tersebut.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari wakil bupati, sekda, perangkat daerah, hingga masyarakat di tingkat desa. Penghargaan ini kami persembahkan untuk Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Red)

Gubernur Herman Deru: Saatnya Putra Daerah Bersatu Bangun Sumbagsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan, Dr.H. Herman Deru, menegaskan pentingnya kolaborasi putra daerah sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan wilayah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Griya Agung, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Herman Deru yang mewakili lima gubernur di wilayah Sumbagsel menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan ini memiliki nilai strategis karena mampu menyatukan tokoh-tokoh penting asal Sumbagsel.

“Pertemuan ini bukan untuk unjuk kekuatan, melainkan memperkuat silaturahmi dan kebersamaan dalam memajukan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyebut Sumatera Selatan merasa terhormat menjadi tuan rumah pertemuan perdana ini. Herman Deru berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat sinergi antar daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang dibangun tidak perlu muluk-muluk, melainkan fokus pada penajaman program yang sudah ada dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah proyek strategis seperti pembangunan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat, Tol Palembang–Jambi, serta Tol Palembang–Bengkulu.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk menghimpun para pemangku kebijakan agar dapat berkontribusi bagi negara dan daerah.

Menurut Tito, pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk para menteri koordinator. Ia menekankan pentingnya kehadiran lima gubernur Sumbagsel dalam merumuskan program prioritas ke depan.

“Silaturahmi seperti ini sudah lama tidak terjadi. Kita ingin berbuat sesuatu untuk Sumbagsel. Ini hal yang wajar di negara besar, ketika putra daerah ingin memberikan solusi bagi wilayahnya,” kata Tito.

Ia juga mencontohkan sejumlah proyek strategis, seperti pengembangan kawasan Tanjung Carat yang dinilai dapat direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, percepatan konektivitas, termasuk jalan tol Trans Sumatera, dinilai masih perlu dioptimalkan untuk membuka akses pariwisata antarwilayah.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam sambutannya secara virtual menegaskan pentingnya memperkuat persaudaraan dan kerja sama antar daerah di Sumbagsel.

“Kita ingin menyatukan kekuatan daerah Sumbagsel dalam bidang ekonomi dan sumber daya manusia, serta mendukung program pemerintah. Ini bukan soal kedaerahan sempit, tetapi membangun kekuatan bersama seperti masa kejayaan Sriwijaya,” ujarnya.

Senada, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai potensi Sumbagsel sangat besar, baik dari sisi sumber daya manusia, budaya, maupun ekonomi. Namun, ia mengingatkan pentingnya sinergi dan pemetaan potensi agar tidak tertinggal dibanding wilayah lain.

“Silaturahmi ini harus menjadi kebutuhan bersama untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Kita ingin pemerataan pembangunan dan kemajuan di Sumbagsel,” katanya.

Acara ini turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal Yandri Susanto, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, serta tokoh nasional Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie.

Turut hadir para gubernur di wilayah Sumbagsel, yakni Rahmat Mirzani Djausal, Helmi Hasan, Al Haris, dan Hidayat Arsani.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun langkah konkret dan kolaboratif untuk mendorong kemajuan Sumbagsel tanpa mengesampingkan kepentingan nasional. (Ning)

Bidik Emas! 8 Atlet Taekwondo Sumsel Siap Guncang Kejurnas 2026 di Samarinda

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menunjukkan optimisme tinggi dengan mematok target prestasi maksimal pada dua kejuaraan bergengsi tingkat nasional yang akan berlangsung berdekatan.

Delapan atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Cadet dan Junior 2026 yang akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, pada tanggal 22 hingga 26 April 2026.

‎‎Tidak hanya itu, kontingen Sumsel juga akan turun tangan di ajang Kejuaraan Laskar Pelangi Sport Tourism Taekwondo Challenge yang berlangsung di Kepulauan Bangka Belitung pada 24 April 2026.

‎‎Ketua Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pemilihan atlet telah dilakukan secara selektif. Total ada delapan atlet andalan yang diturunkan untuk mewakili daerah di ajang resmi yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Taekwondo Indonesia tersebut.

‎‎“Agenda utama dalam rapat komisi hari ini adalah finalisasi pemberangkatan delapan atlet ke Samarinda. Karena ini merupakan ajang resmi dari PB TI, kami menargetkan medali emas sebagai indikator capaian prestasi ke depan,” tegas Meilinda saat ditemui di kantor DPRD Provinsi Sumsel, Senin (20/04/2026).

‎‎Berikut adalah daftar delapan atlet yang akan membela harum nama Sumatera Selatan:

‎ ‎- Ridho Ahmad Maulana Raditya (Kategori Junior U-48)

‎- Muhammad Arya Raditya (Kategori Junior U-51)

‎- Saddam Muda Putra Lubay (Kategori Junior U-55)

‎- Abdul Zaky Arshavin (Kategori Junior U-59)

‎- Kimi Damar Umi Hermawan (Kategori Cadet U-41)

‎- Laras Marsyahira (Kategori Junior U-52)

‎- Christian Lie (Kategori Recognized Poomsae Junior Individual Putra)

‎- Habil Al Rasyid (Kategori Junior U-68)

‎‎Seluruh atlet ini akan didampingi langsung oleh pelatih Dwi Andriyan Fathorozi selama periode pertandingan berlangsung.

‎‎Sementara itu, Sekretaris Pengprov TI Sumsel, Charli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si., menambahkan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan pilihan terbaik dari kelompok usia Cadet (di bawah 14 tahun) dan Junior (di bawah 17 tahun). Mereka dinilai telah memenuhi standar kompetisi nasional, baik dari segi kemampuan teknis maupun mentalitas bertanding.

‎‎“Seluruh atlet yang kami turunkan sudah teruji performanya dan memiliki jam terbang yang cukup,” ujar Carli

‎‎Selain fokus ke Samarinda, Pengprov TI Sumsel juga mengirimkan delegasi khusus ke Belitung untuk mengikuti Kejuaraan Piala Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal yang sama, 24 April 2026. Untuk event ini, sebanyak empat atlet dan satu pelatih diturunkan dengan misi yang tidak kalah berat.

‎‎“Targetnya tentu juara umum. Kami menurunkan atlet yang sudah matang secara fisik dan mental,” jelas Charli.

‎‎Dalam upaya menjaga performa atlet, Charli mengungkapkan bahwa dukungan pembinaan terus digencarkan. Para atlet mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari uang pembinaan rutin hingga masuk dalam program unggulan seperti Sriwijaya Gold dan pembinaan di bawah naungan Balai Pelatihan Olahraga Pelajar (BPLP).

‎ ‎“Dukungan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi dan peningkatan prestasi mereka,” tambahnya.

‎‎Namun, pihaknya menyadari bahwa saat ini basis pembibitan atlet masih terpusat di Kota Palembang. Oleh karena itu, ke depannya Pengprov TI Sumsel berkomitmen kuat untuk memperluas jangkauan pembinaan ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan.

‎‎“Kami berharap ke depan tidak hanya Palembang yang mendominasi, tetapi daerah lain juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tutup Charli. (Ning)

Open House IPEKA Palembang “A Fun Family Day”! Bentuk Murid Cerdas & Berkarakter

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sekolah Kristen Iman Pengharapan dan Kasih (IPEKA) Palembang menghadirkan suasana penuh kehangatan dalam kegiatan Open House bertajuk “A Fun Family Day” yang digelar pada Sabtu (18/4/2026). Acara ini menjadi ajang interaktif bagi keluarga untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah sekaligus sistem pembelajaran yang diterapkan.

‎Kegiatan yang terbuka untuk umum ini berhasil menarik ratusan pengunjung, mulai dari orang tua hingga anak-anak. Beragam aktivitas edukatif dan hiburan disuguhkan melalui sejumlah booth tematik seperti Science, Art, dan Music. Tak sekadar melihat-lihat fasilitas, para pengunjung juga diberi kesempatan merasakan langsung metode belajar yang digunakan di IPEKA.

‎Di area Science, pengunjung diajak menjelajahi laboratorium serta mencoba eksperimen sederhana yang menarik. Sementara itu, booth Art menampilkan berbagai karya kreatif hasil tangan murid, dan area Music dimeriahkan dengan penampilan live band serta pertunjukan yang menunjukkan bakat seni para siswa.

‎Keseruan acara semakin terasa dengan berbagai aktivitas interaktif lainnya, mulai dari permainan basket 3-point shooting, permainan matematika berbasis konsep edukatif, hingga tantangan seru yang mengasah kemampuan anak.

‎Pengunjung juga dapat mengikuti program stamps collection yang dapat ditukar dengan souvenir menarik. Selain itu, tersedia pula area bazar yang menawarkan beragam kuliner, produk anak, serta layanan edukasi.

‎Head of School IPEKA Palembang, Tjong Leng Jie atau yang akrab disapa Ling Er, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.

‎“Melalui Open House ini, kami ingin menciptakan ruang kebersamaan yang hangat bagi keluarga, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang proses pembelajaran di IPEKA. Kami juga ingin menunjukkan perkembangan murid, baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa IPEKA mengusung konsep pendidikan holistik, yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, serta nilai-nilai spiritual.

‎“Harapannya, murid tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan pengenalan akan Tuhan, sehingga mampu menemukan panggilan hidupnya di masa depan,” tambahnya.

‎Direktur Sekolah Internasional IPEKA, Yuliana, menjelaskan bahwa pendekatan holistik tersebut diterapkan secara konsisten di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Nursery hingga Senior High School.

‎Hal ini didukung oleh fasilitas lengkap seperti laboratorium fisika, biologi, komputer, serta program pengembangan minat baca dan kemandirian siswa.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa IPEKA memiliki jaringan sekolah di sejumlah kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bekasi, Tangerang, Balikpapan, Makassar, dan Palembang. Untuk menjaga kualitas pembelajaran, jumlah murid di setiap kelas dibatasi.

‎“Pendidikan holistik membutuhkan perhatian lebih intensif, sehingga kami memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan optimal,” jelasnya.

‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Open House sekaligus Wakil Kepala SMP IPEKA Palembang, Kurjini Gayami Simatupang, menilai antusiasme masyarakat Palembang terhadap IPEKA terus mengalami peningkatan.

‎“Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan IPEKA semakin tinggi,” ungkapnya.

‎Dalam proses pembelajaran, IPEKA menerapkan sistem full day school dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, serta dilengkapi dengan program bahasa Mandarin untuk memperkaya kemampuan komunikasi siswa.

‎Saat ini, IPEKA Palembang juga membuka pendaftaran murid baru untuk Tahun Pelajaran 2027/2028, dengan berbagai penawaran menarik seperti potongan uang sumbangan dan program beasiswa.

‎Melalui konsep pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik, karakter, dan spiritualitas, IPEKA Palembang optimistis dapat terus berperan dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ning)

Sinergi Warga dan Pemerintah Menguat, Forum RT/RW dan LPMK Sako Resmi Dikukuhkan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– ‎Momentum kebersamaan pasca-Idulfitri dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Sako untuk mempererat kolaborasi antara warga dan pemerintah.

‎‎Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pelantikan Forum RT/RW serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sako. Acara tersebut digelar di Gedung Ismawardani, Kecamatan Sako, Palembang, pada Sabtu (17/4/2026), dan dihadiri unsur pemerintah serta tokoh masyarakat setempat.

‎‎Camat Sako, H. Rakhman Hidayat Pane, S.STP, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun sinergi yang lebih kuat di tingkat kelurahan. Ia menyebut, seluruh pengurus yang dilantik mulai dari ketua, sekretaris hingga bendahara akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan.

‎‎“Sebanyak 163 orang resmi dikukuhkan hari ini, termasuk 20 pengurus LPMK. Kami berharap mereka mampu bekerja sama dan berperan aktif dalam mendukung program Pemerintah Kota Palembang demi terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

‎‎Menurut Rakhman, keberadaan Forum RT/RW dan LPMK memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Peran tersebut dinilai krusial dalam menampung aspirasi warga sekaligus mendorong percepatan pembangunan di tingkat kelurahan.

‎‎Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎‎Di kesempatan yang sama, Ketua LPMK Sako, M. Juharman SH, menegaskan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan seluruh pengurus RT dan RW. Ia menilai pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

‎‎“Dengan jumlah 141 RT yang ada, koordinasi harus semakin diperkuat. Harapannya, setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya.

‎‎Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menandai komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang lebih maju, responsif, dan berdaya saing di Kelurahan Sako.

‎‎Sementara itu, Ketua Forum RT/RW Kelurahan Sako, Sahirin, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat fungsi RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan dan penyerap aspirasi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah usulan prioritas telah diajukan, salah satunya terkait perbaikan infrastruktur jalan lingkungan.

‎‎“Kami akan terus mengawal berbagai kebutuhan warga dan mendorong agar program-program prioritas dapat segera direalisasikan dengan dukungan pemerintah,” pungkasnya. (Ning)

‎NasDem Sumsel Siapkan Politisi Muda, Pelajar SMA/SMK Diajak Simulasi Jalankan Jadi Anggota Dewan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– ‎Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan resmi meluncurkan program “Remaja Bernegara”, sebuah langkah nyata untuk meningkatkan literasi politik di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–26 April 2026 di Kantor DPW NasDem Sumsel.

‎‎Program ini menjadi bagian dari sekolah politik dan pengkaderan remaja, dengan sasaran utama pelajar tingkat SMA dan SMK di Sumatera Selatan. Melalui kegiatan ini, NasDem ingin menanamkan pemahaman politik sejak dini agar para pelajar lebih mengenal proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

‎‎Sekretaris DPW NasDem Sumsel yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Sumsel, Nopianto, didampingi Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumsel Al Frenzi Panggarbesi, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami politik secara teori, tetapi juga mampu melihat langsung bagaimana sistem pemerintahan berjalan.

‎‎“Program ini akan kami launching pada 25 dan 26 April sebagai bagian dari sekolah politik dan pengkaderan remaja bernegara,” ujar Nopianto saat konferensi pers di Aula DPW NasDem Sumsel, Jumat (17/4/2026).

‎‎Menurut Nopianto, konsep “Remaja Bernegara” dirancang berbeda dari kegiatan pendidikan politik pada umumnya. Para peserta nantinya tidak hanya menerima materi di dalam kelas, namun juga akan diajak untuk mensimulasikan secara langsung proses politik di tingkat daerah.

‎‎Sebanyak 79 peserta akan ambil bagian dalam program ini. Jumlah tersebut disesuaikan dengan struktur pemerintahan daerah, yang terdiri dari 75 anggota DPRD, dua kepala daerah, satu sekretaris dewan, dan satu sekretaris daerah.

‎‎Dalam simulasi tersebut, para peserta akan memerankan berbagai posisi strategis di pemerintahan daerah, mulai dari anggota DPRD hingga kepala daerah. Mereka akan diajak memahami bagaimana sebuah peraturan daerah (Perda) lahir, mulai dari tahap usulan, pembahasan, hingga pengesahan.

‎‎“Peserta akan memerankan langsung bagaimana menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, bahkan hingga kepala daerah. Mereka akan mengikuti seluruh proses lahirnya peraturan daerah, mulai dari usulan hingga pembahasan dan pengesahan,” jelasnya.

‎‎Melalui metode visualisasi dan praktik langsung tersebut, NasDem berharap para pelajar dapat memperoleh pengalaman nyata mengenai mekanisme legislasi dan sistem pemerintahan daerah, sehingga pemahaman politik tidak hanya bersifat teoritis.

‎‎Program “Remaja Bernegara” sendiri merupakan agenda nasional Partai NasDem yang sebelumnya telah dijalankan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di berbagai wilayah Indonesia. DPW NasDem Sumsel menjadi salah satu wilayah yang meneruskan program tersebut dan berencana memperluas pelaksanaannya hingga ke tingkat DPD kabupaten/kota.

‎‎“Setelah pelaksanaan di tingkat provinsi, program ini akan dilanjutkan di kabupaten dan kota dengan sasaran yang sama, yakni pelajar SMA dan SMK yang akan memasuki usia pemilih,” tambah Nopianto.

‎‎Sementara itu, Dewan Pertimbangan DPW NasDem Sumsel, Danar Dahlan, menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi pelajar yang memiliki minat serta bakat di dunia politik.

‎‎“Program ini bersifat personal dan terbuka bagi anak-anak yang memang memiliki ketertarikan untuk belajar politik. Harapannya, dari sini lahir generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan politik ke depan,” ungkap Danar.

‎‎Melalui program ini, DPW NasDem Sumsel berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih sadar politik, kritis terhadap isu kebangsaan, serta siap menjadi bagian dari pembangunan demokrasi di masa mendatang. (Ning)

Program Pembinaan Berkelanjutan, Rutan Kelas I Palembang Lanjutkan Penanaman Melon Tahap Kedua

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Setelah sukses melaksanakan peresmian serta panen perdana melon pada 4 Januari 2026, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang kembali melanjutkan program pembinaan kemandirian melalui penanaman tahap kedua bibit melon jenis Intanon. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan Sarana Edukasi Asimilasi sebagai bentuk kesinambungan program pembinaan berbasis keterampilan bagi warga binaan, Kamis (16/4/2026).

Sebanyak kurang lebih 900 bibit melon baru ditanam oleh Sub Seksi Bimbingan Kegiatan bersama staf, dengan melibatkan empat orang warga binaan yang telah memenuhi persyaratan untuk dipekerjakan. Keterlibatan warga binaan tersebut telah melalui prosedur yang berlaku, termasuk tahapan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), serta mendapatkan izin dari Kepala Rutan Kelas I Palembang, Bapak M. Roland.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan tidak hanya diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian, namun juga memperoleh upah premi dari hasil penjualan melon. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga mereka di luar.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama masa pidana, tetapi juga sebagai bekal keterampilan yang bermanfaat setelah warga binaan bebas nantinya. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para warga binaan mampu mandiri dan memiliki kemampuan untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga mereka di masa depan. (Ning)

Gubernur Herman Deru Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah sebagai Kunci Pembangunan Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci keberhasilan pembangunan di Sumsel. Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumsel di Griya Agung, Selasa (14/4/2026).

Menurut Herman Deru, arah pembangunan Sumatera Selatan harus selaras dengan kebijakan nasional, namun tetap responsif terhadap karakteristik dan kebutuhan daerah. Ia menegaskan, gubernur memiliki peran strategis sebagai koordinator sekaligus pembina kabupaten/kota dalam memastikan keselarasan tersebut.

“Pemprov Sumsel siap memastikan perencanaan pembangunan daerah linier dengan perencanaan nasional agar program berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, Sumsel saat ini tengah memasuki fase transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, akuntabel, dan tetap sesuai regulasi. Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sinkronisasi kebijakan.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyoroti struktur belanja daerah, khususnya belanja pegawai, yang menjadi tantangan bagi kabupaten/kota menyusul batas maksimal 30 persen pada 2027. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan tenaga PPPK agar tidak memicu peningkatan pengangguran.

“Kebijakan efisiensi harus tetap mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan pembangunan SDM,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan provinsi sangat bergantung pada kontribusi kabupaten/kota. Karena itu, integrasi dan sinergi perencanaan menjadi hal mutlak.

“Provinsi adalah bingkai dari kabupaten/kota. Kita harus mengintegrasikan seluruh kekuatan agar tidak terjadi disorientasi pembangunan,” katanya.

Herman Deru menambahkan, prioritas pembangunan Sumsel tetap berfokus pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi geografis Sumatera.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dukungan regulasi pusat agar daerah memiliki ruang inovasi yang lebih luas.

Menutup arahannya, Herman Deru meminta seluruh kepala daerah konsisten terhadap dokumen perencanaan dan tidak melakukan revisi yang berpotensi mengganggu sinkronisasi.

“Saya yakin pemerintah pusat akan memberikan perhatian lebih kepada Sumatera Selatan jika kita konsisten,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya memaparkan empat kunci sukses pembangunan nasional, yakni visi nasional lintas generasi, kemandirian nasional, pemerintahan efektif, serta kolaborasi dan inovasi.

Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi lima besar ekonomi dunia dengan dukungan bonus demografi, asalkan didukung tata kelola pemerintahan yang adaptif.

Bima Arya turut mengapresiasi capaian Sumsel dalam pengendalian inflasi dan penurunan stunting, serta menanggapi aspirasi Gubernur terkait perlunya penguatan regulasi dan sistem transfer pusat ke daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, perwakilan Bappenas, DPRD Sumsel, TNI/Polri, serta kepala daerah se-Sumatera Selatan.(Ning)

Rutan Kelas I Palembang Ikuti Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI Secara Virtual

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Rutan Kelas I Palembang turut mengikuti kegiatan kunjungan kerja Komisi XII DPR RI dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan di bidang hukum dan hak asasi manusia (HAM) secara virtual melalui Zoom, yang dilaksanakan di Aula Rutan Kelas I Palembang (13/04/2026).

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, bersama jajaran serta para Kepala UPT Pemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera Selatan, di antaranya Lapas IIB Martapura, Lapas Narkotika IIA Muara Beliti, Lapas IIB Kayuagung, dan Lapas IIB Muara Enim.

Dalam kegiatan tersebut, Komisi XII DPR RI melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pelayanan serta pemenuhan hak warga binaan. Diskusi yang berlangsung menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai capaian, tantangan, serta upaya peningkatan kualitas layanan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan jajaran pemasyarakatan. “Melalui pengawasan ini, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, khususnya di bidang hukum dan HAM,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja serta penguatan tata kelola pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Ning)