Ribuan Jamaah Sumsel Terancam Gagal Berangkat Umrah Juni 2026 Akibat Kenaikan Harga Tiket Pesawat

PALEMBANG- (deklarasinews.com)- Forum Lintas Asosiasi Umrah & Haji Khusus Sumsel menyampaikan keprihatinan serius terkait lonjakan harga tiket pesawat umrah menjelang musim Umrah 1448 Hijriah yang diperkirakan berdampak langsung terhadap keberangkatan jamaah asal Sumatera Selatan pada Juni 2026.

Dalam release yang diterima redaksi Sabtu (9/5/26) malam, oleh gabungan asosiasi travel umrah dan haji khusus seperti AMPUH Sumsel, SAPUHI Sumsel, ASPHIRASI Sumsel, HIMPUH Sumsel, serta AMPHURI Sumsel, mereka menyatakan keberatan atas kenaikan harga tiket yang dinilai sangat signifikan dan memberatkan calon jamaah.

Ketua dan perwakilan asosiasi menyebutkan bahwa tiket pesawat merupakan komponen biaya terbesar dalam paket perjalanan umrah. Kenaikan harga yang terjadi saat ini dinilai berpotensi membuat ribuan calon jamaah gagal berangkat, khususnya untuk keberangkatan bulan Juni 2026.

“Kami sangat mengkhawatirkan dampak dari kenaikan harga tiket tersebut terhadap antusiasme ibadah umrah 1448 H. Tanpa adanya intervensi dan kebijakan khusus, biaya paket umrah akan melonjak tajam,” demikian isi pernyataan resmi forum asosiasi tersebut.

Forum lintas asosiasi juga meminta maskapai penerbangan yang melayani rute umrah agar mempertimbangkan kembali kebijakan harga tiket demi menjaga keberlangsungan keberangkatan jamaah Indonesia, khususnya dari wilayah Sumatera Selatan.

Selain itu, asosiasi menilai kondisi ini menjadi situasi krusial karena banyak jamaah yang telah melakukan pembayaran dan persiapan keberangkatan jauh hari sebelumnya. Jika harga tiket terus mengalami kenaikan tanpa solusi, maka travel penyelenggara maupun jamaah akan menghadapi tekanan finansial yang besar.

“Kami tetap berkomitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Umrah 1448 H, namun efisiensi biaya menjadi kunci utama agar niat suci para jamaah tidak terhambat oleh kendala finansial yang bersifat teknis,” tulis forum tersebut dalam pernyataannya.

Forum lintas asosiasi Sumsel, berharap pemerintah, regulator penerbangan, serta maskapai dapat segera mencari solusi terbaik agar harga tiket penerbangan umrah kembali stabil dan terjangkau, sehingga ribuan jamaah asal Sumatera Selatan tetap dapat berangkat menunaikan ibadah umrah sesuai jadwal yang telah direncanakan. (Ning)

Polda Sumsel Hadiahkan 50 Sumur Air Bersih untuk Rakyat Jelang Hari Bhayangkara

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Polda Sumatera Selatan menandai rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan menghadirkan program sosial berskala besar berupa pembangunan dan renovasi 50 sumur bor yang tersebar di 17 Polres dan Polrestabes jajaran di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Program tersebut menjadi salah satu gerakan sosial terbesar jajaran kepolisian daerah di Indonesia dalam mendukung akses air bersih masyarakat dan penguatan ketahanan pangan berbasis kebutuhan riil warga.

Peresmian terpusat dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman, Jalan Rimbo Mulyo, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Jumat, 8 Mei 2026, dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., serta dirangkaikan dengan bakti kesehatan, pembagian bantuan sosial, dan dialog kamtibmas bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel, seluruh Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forkopimcam Sukarami, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang Ir. Teddy Andrian, S.T., IPM., ASEAN Eng., yang menjadi mitra strategis dalam pembangunan sumur bor.

Melalui sambungan virtual, Kapolda Sumsel juga berinteraksi langsung dengan jajaran Polres Musi Rawas, Polres PALI, Polres Muara Enim, dan Polres OKU yang turut melaksanakan pembangunan sumur bor di wilayah masing-masing.

Program 50 sumur bor tersebut telah selesai dibangun seluruhnya dan langsung dapat dimanfaatkan masyarakat. Distribusinya tersebar merata di berbagai daerah, meliputi masjid, musala, pondok pesantren, sekolah, kawasan permukiman, hingga area pertanian yang membutuhkan sumber air bersih dan irigasi.

Polres Musi Rawas menjadi wilayah dengan pembangunan terbanyak yakni delapan sumur bor, disusul Polres Musi Banyuasin tujuh sumur, Polres OKU Timur enam sumur, Polres OKU Selatan lima sumur, serta sejumlah Polres lainnya di wilayah Sumatera Selatan.

Khusus di Masjid Ar-Rahman Talang Betutu, pembangunan sumur bor dilakukan hingga kedalaman sekitar 120 meter dengan proses teknis yang cukup kompleks mengingat kondisi geografis tanah yang sulit menemukan sumber air.

Selain peresmian sumur bor, kegiatan juga diisi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, pembagian 500 paket bantuan sosial berisi kebutuhan pokok, serta pembagian 300 nasi kotak kepada warga yang hadir dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut.

Kapolda Sumsel bersama rombongan juga melaksanakan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat dan melanjutkan kegiatan dengan Jumat Curhat, yakni forum dialog langsung antara kepolisian dan warga untuk menyerap aspirasi serta persoalan kamtibmas di lingkungan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari implementasi nyata Polri Presisi yang menempatkan pelayanan publik dan kebermanfaatan sosial sebagai prioritas utama institusi. Kehadiran sumur bor dinilai tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, BUMD, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pada hari ini telah dibangun dan direnovasi sebanyak 50 sumur bor di berbagai tempat, mulai dari masjid, sekolah, permukiman masyarakat, hingga area pertanian. Ini bukan kerja Polri sendiri, melainkan hasil kebersamaan dan kolaborasi seluruh komponen bangsa. Harapan kami, jumlah ini tidak berhenti di angka 50, tetapi terus bertambah sesuai kebutuhan masyarakat, karena Polri akan selalu hadir membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumsel juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kecelakaan lalu lintas Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara. Kapolda memastikan Polda Sumsel bersama Mabes Polri terus bekerja melakukan penanganan maksimal melalui Tim Traffic Accident Analysis dan Tim DVI Pusdokkes Polri untuk mengidentifikasi korban secara ilmiah.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa program sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Merayakan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, tetapi menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Lima puluh sumur bor, bantuan sosial, bakti kesehatan, dan dialog langsung bersama warga adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir membantu masyarakat. Semangatnya sederhana namun mendalam: Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan memastikan rangkaian kegiatan sosial Hari Bhayangkara ke-80 akan terus berlanjut hingga puncak peringatan melalui berbagai program lain seperti donor darah, bedah rumah, bantuan tempat ibadah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya di seluruh wilayah Sumatera Selatan. (Ning)

Rutan Kelas I Palembang Gelar Penggeledahan Bersama APH

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan melaksanakan kegiatan penggeledahan kamar hunian bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Jumat (08/05/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150 tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Juanda, Kasi Pengelolaan Yulian Ipantri, Kasi Pelayanan Tahanan Pandu Akbar Wijayanto, serta jajaran pejabat struktural dan petugas pengamanan Rutan Kelas I Palembang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNNP Sumatera Selatan Brigjen Pol. Hisar Sialagan, S.I.K melalui Kabag Umum BNNP Sumsel Kombes Pol. Dr. Marzuki Ismail, S.Ag., M.H., Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Komandan Rayon Militer (Danramil) 418/02 Pakjo, personel Kepolisian, TNI, serta jajaran BNNP Sumsel sebagai bentuk sinergitas dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta memberantas peredaran barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan apel bersama dan pembacaan ikrar “Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan” yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang. Dalam arahannya, Muhammad Rolan menegaskan bahwa penggeledahan rutin merupakan langkah nyata deteksi dini guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

“Komitmen bersama ini menjadi langkah tegas kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang,” ujar Muhammad Rolan.

Usai apel dan ikrar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian warga binaan. Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang dan barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian, di antaranya 5 unit handphone, 2 buah magic com, 1 buah dispenser, 3 buah pemanas air, 14 buah sikat gigi modifikasi, 4 set botol kaca, 10 alat cukur, 2 unit cutter, 1 kabel terminal listrik, 12 sendok stainless, 13 kipas angin, 9 korek api gas, serta pakaian menyerupai atribut militer.

Selain itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan press release hasil penggeledahan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan kepada publik.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Palembang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, melaksanakan penggeledahan secara rutin dan berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. (Ning)

Siaga Cegah Karhutla, Wamen Ossy Imbau Pemegang HGU Lakukan Tindakan Pencegahan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Palembang, Rabu (06/05/2026), Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengimbau para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) untuk aktif melakukan langkah pencegahan kebakaran lahan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pemegang HGU untuk wajib melakukan tindakan pencegahan kebakaran lahan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016,” tegas Ossy Dermawan.

Dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelepasan atau Pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Pakai (HP), disebutkan bahwa pemegang HGU diwajibkan mengelola dan menjaga lahannya secara bertanggung jawab.

Kewajiban tersebut mencakup memelihara kesuburan tanah, mencegah kerusakan lingkungan, menyediakan sarana pengendalian kebakaran serta sumber air, hingga memastikan tata kelola lahan tetap aman dan tidak mudah terbakar.

Wamen ATR/Waka BPN juga mendorong jajaran di daerah untuk melakukan pemantauan rutin terhadap wilayah HGU yang berpotensi mengalami kebakaran. Pengawasan dilakukan dengan membandingkan data bidang HGU dengan titik panas (_hotspot_) yang terpantau.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tidak akan ditoleransi. Pemegang HGU yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Sanksi dapat berupa peringatan, evaluasi terhadap pemanfaatan tanah, hingga langkah administratif lainnya sesuai tingkat pelanggaran dan hasil pemeriksaan lintas instansi,” ujar Wamen Ossy.

Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Kegiatan diawali dengan pemantauan pasukan Satgas Karhutla, serta dilanjutkan dengan demonstrasi pemadaman api menggunakan berbagai peralatan oleh petugas di lapangan.(Nan)

Dampingi Menko Polkam, Herman Deru dan Cik Ujang Ajak Masyarakat Sumsel Jaga Kondusivitas

PALEMBANG —(deklarasinews.com)-Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bertatap muka dengan sejumlah elemen masyarakat Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, Rabu (6/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Shandy Nugroho, sejumlah kepala daerah di Sumsel, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Forkopimda Sumsel.

Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mewujudkan kesejahteraan bersama.

Menurutnya, kekompakan dan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar berbagai tantangan di tengah masyarakat dapat dihadapi dengan baik.

“Kondisi di masyarakat menuntut Forkopimda untuk fokus dan bekerja bersama-sama agar upaya menyejahterakan masyarakat dapat berjalan lancar. Jika pemerintah daerah dan masyarakat kompak, tidak akan ada masalah. Ini adalah upaya kita bersama untuk terus menjaga itu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk fisik atau militer. Tantangan terbesar justru kerap muncul di ruang digital melalui penyebaran hoaks, narasi kebencian, maupun provokasi.

“Yang diserang bukan hanya wilayah, tetapi juga pikiran, keyakinan, dan persatuan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Djamari mengingatkan adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya memecah belah persatuan dan menciptakan gangguan keamanan di tengah masyarakat.

“Jangan lupa, ada orang dan kelompok tertentu yang ingin membuat masalah. Itu membahayakan masyarakat dan kita semua. Jika ingin menyampaikan pendapat, silakan. Demonstrasi tidak dilarang, tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak anarkis,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Menko Polkam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan bersama pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan.

“Mari kita bangun masyarakat yang sejahtera bersama-sama, bersatu padu dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (Ning)

Wagub Cik Ujang Apresiasi LCC Empat Pilar MPR RI, Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menghadiri kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dan diikuti oleh perwakilan siswa SMA, SMK, serta MA dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Lomba ini merupakan bagian dari upaya MPR RI dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MPR RI atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam menanamkan semangat nasionalisme kepada para pelajar.

“Saya selaku Wakil Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam menanamkan dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dipahami secara mendalam oleh generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan menjadi bekal penting bagi para pelajar untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi muda Sumatera Selatan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat kebangsaan, serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti lomba dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengajak para peserta menjadikan ajang tersebut sebagai sarana mengasah kemampuan sekaligus memperluas wawasan kebangsaan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas generasi muda di Sumatera Selatan,” tutupnya.

Sementara itu, Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pelaksanaan LCC Empat Pilar bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kompetisi ini terdiri atas materi wawasan Empat Pilar, sesi tematik, hingga sesi rebutan yang menuntut kecepatan dan ketepatan peserta dalam menjawab pertanyaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar Sumatera Selatan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaya saing. (Ning)

HD Tekankan Peran SOIna sebagai Ajang Penguatan Kepercayaan Diri Anak Berkebutuhan Khusus

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus memberikan perhatian ekstra kepada anak didik berkebutuhan khusus. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Kejuaraan Daerah Special Olympics Indonesia (SOIna) 2026 tingkat SLB se-Sumsel yang berlangsung di SLB Negeri Pembina, Kamis (30/04/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa para peserta merupakan anak-anak hebat yang memiliki keistimewaan tersendiri. Ia mengapresiasi panitia yang telah menyediakan wadah bagi anak-anak istimewa untuk berkompetisi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

“Kalian semua adalah anak-anak hebat. Ini sebuah keistimewaan karena ada ruang bagi kalian untuk menunjukkan kemampuan. Kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan dan sering dilaksanakan agar anak-anak istimewa semakin berani tampil,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, ajang SOIna bukan sekadar persoalan menang atau kalah, melainkan sarana silaturahmi dan membangun rasa kebersamaan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang sosial agar anak-anak berkebutuhan khusus merasa tidak sendiri serta memiliki lingkungan pertemanan yang suportif.

“Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjadikannya sebagai ajang silaturahmi. Mereka tidak sendirian, mereka punya teman dan saudara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan kesiapan Sumsel dalam menyongsong visi Indonesia Emas. Ia meminta para guru untuk terus memberikan bekal terbaik agar anak-anak berkebutuhan khusus mampu bersaing dan mandiri di masa depan.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang dengan penuh kesabaran membimbing para siswa. Menurutnya, tidak sedikit anak berkebutuhan khusus yang mampu meraih kesuksesan dalam karier profesional berkat bimbingan yang tepat.

“Pemerintah akan terus memberikan perhatian lebih, terutama dalam pelayanan pendidikan bagi anak-anak istimewa. Ke depan, kebutuhan khusus mereka akan terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Bahkan, Herman Deru mendorong agar ke depan setiap rapat paripurna DPRD dilengkapi dengan penerjemah bahasa isyarat sebagai bentuk inklusivitas bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondyaboni, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kejurda SOIna 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan ruang apresiasi dan kesetaraan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Ia melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Sumsel, dengan cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, bulu tangkis, dan lompat jauh.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka. Kehadiran Bapak Gubernur menjadi penyemangat, dan kita berharap mereka mampu berkontribusi serta mengharumkan nama daerah melalui prestasi yang dimiliki,” pungkasnya. (Ning)

Komitmen Gubernur Herman Deru Bangun Literasi Terpadu Sumsel Dapat Apresiasi Kepala Perpusnas

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Komitmen Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru dalam membangun literasi secara terpadu melalui penguatan sektor perpustakaan mendapat apresiasi dari Kepala Perpustakaan Nasional, Prof. Aminudin Aziz.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Rapat Teknis Urusan Perpustakaan se-Sumatera Selatan yang berlangsung di Hotel The Zuri Transmart Palembang, Selasa (28/4/2026).

Aminudin menilai langkah Pemerintah Provinsi Sumsel yang memiliki Dinas Perpustakaan terpisah dari Dinas Kearsipan menunjukkan keseriusan dalam memajukan dunia perpustakaan.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Gubernur Herman Deru beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel atas komitmen dalam pengembangan perpustakaan ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Perpustakaan Nasional menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan perpustakaan di Sumsel.

Ia menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang perpustakaan, dari sekadar fasilitas fisik menjadi pusat kegiatan literasi yang berdampak.

“Perpustakaan harus dilihat dari aktivitas dan dampaknya, bukan hanya bangunan, rak, dan buku,” katanya.

Herman Deru juga mengungkapkan bahwa Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Sumsel masih tergolong rendah, meskipun Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) telah menunjukkan capaian yang cukup baik. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.

“IPLM sudah cukup baik, tetapi TKM masih rendah. Ini menjadi perhatian kita bersama untuk terus menggerakkan budaya membaca,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan literasi harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh sektor, tidak hanya Dinas Pendidikan.

“Saya akan mengajak bupati dan wali kota untuk mengintegrasikan perpustakaan ke semua lini. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Herman Deru juga mengapresiasi kontribusi Bunda Literasi dan para Duta Literasi di berbagai tingkatan yang telah berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Ia berharap rapat teknis ini dapat menghasilkan solusi konkret serta langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kita memiliki tanggung jawab moral terhadap generasi muda, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana, menjelaskan kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi Terpadu untuk Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM)”.

Ia menyebutkan, kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Perpustakaan Nasional, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota dalam menyusun program kerja tahun 2027, sekaligus harmonisasi kebijakan pusat dan daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan IPLM dan TKM melalui layanan perpustakaan yang semakin berkualitas,” tandasnya.(Ning)

Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Usai LKPJ 2025 Disetujui DPRD

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang menghadiri Rapat Paripurna XXXIII (33) DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2025, Senin (27/4). Dalam rapat tersebut, DPRD secara resmi menerima dan menyetujui LKPJ Gubernur.

Juru Bicara Tim Perumusan dan Penyelarasan Rekomendasi DPRD Sumsel, Elvaria Novianti, S.E., menyampaikan bahwa persetujuan diberikan setelah melalui proses kajian dan analisis terhadap LKPJ Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selama proses pembahasan.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada panitia khusus DPRD Provinsi Sumatera Selatan atas dedikasi dalam membahas dan menyusun rekomendasi sesuai bidang masing-masing,” katanya.

Dalam rekomendasinya, DPRD menekankan pentingnya inovasi peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi aset, percepatan digitalisasi administrasi dan manajemen data di lingkungan sekretariat daerah, serta peningkatan kapasitas ASN dalam penyusunan kebijakan berbasis data. Selain itu, DPRD juga mendorong digitalisasi di lingkungan legislatif guna meningkatkan transparansi dan akses dokumen.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas dukungan terhadap penyelenggaraan pembangunan daerah.

Ia menegaskan pentingnya komunikasi, kerja sama, dan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Sinergi harus terus diperkuat agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Herman Deru menyatakan bahwa berbagai masukan dan saran dari DPRD, khususnya di bidang pemerintahan, perekonomian, keuangan, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat, akan menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai target pembangunan.

Ia juga menegaskan bahwa rekomendasi DPRD memiliki nilai strategis dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran daerah ke depan.

“Kami akan memastikan seluruh rekomendasi tersebut ditindaklanjuti dan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah selanjutnya,” pungkasnya.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M., dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Sumsel Dr. Drs. Edward Candra. (Ning)

Simulasi Jadi Anggota DPRD?Ini Langkah Nyata NasDem Cetak Pemimpin Muda Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan resmi meluncurkan program Sekolah Politik dan Pengkaderan Remaja Bernegara. Kegiatan ini digelar di Sekretariat DPW NasDem Sumsel pada Minggu (26/4/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan politik di kalangan generasi muda.

‎Sekretaris DPW NasDem Sumsel, H. Nopianto, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan turunan dari agenda nasional partai yang sebelumnya telah dijalankan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kini, program itu diimplementasikan secara serentak di seluruh provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia.

‎“Program Remaja Bernegara ini bersifat berkelanjutan secara nasional. Di Sumatera Selatan, kami mengemasnya dalam bentuk sekolah politik dan pengkaderan sebagai bagian dari konsolidasi partai yang dilakukan secara terus-menerus,” ujar Nopianto.

‎Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi politik kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, agar memiliki pemahaman yang kuat tentang wawasan kebangsaan, nilai-nilai demokrasi, serta ideologi negara dan partai.

‎Sebanyak 79 peserta dari berbagai SMA dan SMK di Kota Palembang ambil bagian dalam angkatan perdana program ini. Mayoritas peserta merupakan siswa aktif dalam organisasi sekolah seperti OSIS serta pelajar berprestasi, sehingga menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan kompetitif.

‎Tak hanya menerima materi teori, para peserta juga dilibatkan dalam simulasi praktik bernegara. Mereka memainkan berbagai peran strategis, mulai dari anggota DPRD Sumsel, kepala daerah, sekretaris daerah, hingga sekretaris dewan.

‎“Peserta langsung mensimulasikan proses kerja legislatif, mulai dari inisiatif rancangan peraturan daerah (Perda), pembahasan di tingkat komisi dan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda), pembentukan panitia khusus (pansus), hingga tahap pengesahan Perda,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Nopianto menyampaikan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan awal. Para peserta akan mendapatkan pembinaan lanjutan dari Partai NasDem sebagai bagian dari proses mencetak kader muda yang siap menjadi pemimpin di masa depan.

‎Sebagai tindak lanjut, panitia juga merancang agenda kunjungan langsung ke gedung DPRD Sumsel. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat merasakan secara nyata atmosfer kerja lembaga legislatif.

‎“Setelah ini, mereka akan kami ajak ke gedung DPRD agar bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana suasana menjadi anggota dewan,” tambahnya.

‎Program ini terbuka untuk umum dengan sistem rekrutmen mandiri tanpa keterlibatan pihak sekolah. Calon peserta mendaftar secara independen dan harus melalui proses seleksi teknis yang telah ditentukan oleh panitia.

‎Di akhir keterangannya, Nopianto turut menyampaikan pesan dari Ketua DPW NasDem Sumsel. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum positif bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus mengubah stigma negatif terhadap dunia politik.

‎“Kami ingin mengikis anggapan bahwa politik itu kotor atau jahat. Melalui kegiatan ini, generasi muda bisa memahami bahwa politik adalah sarana untuk berbuat kebaikan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ning)