Gubernur Herman Deru Resmikan Masjid Al-Hikmah, Tegaskan Pentingnya Keswadayaan Umat

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan Masjid Al-Hikmah di Kecamatan Sukarami, Palembang, dalam rangkaian Safari Jumat, Jumat (26/9/2025). Kehadiran masjid baru ini menjadi bukti nyata kebersamaan masyarakat dalam memperkuat syiar Islam.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi mendalam atas keswadayaan masyarakat yang berhasil mewujudkan pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, inisiatif itu mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap tempat ibadah.

“Masjid ini dibangun murni dari swadaya masyarakat. Ini contoh yang patut ditiru, bagaimana umat berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah di lingkungannya,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan, keberadaan masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan Islam. Karena itu, lanjutnya, pengelolaan dan pengembangannya harus terus diperhatikan.

Meski bangunan Masjid Al-Hikmah tampak megah, Herman Deru mengingatkan pentingnya penyempurnaan fasilitas. Ia menyebut perlunya perluasan lahan agar jamaah lebih nyaman, termasuk penyediaan area wudhu, parkir, dan ruang pendidikan.

“Perluasan lahan sangat diperlukan, demi kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah. Mari kita jaga masjid ini bersama-sama,” tambahnya.

Untuk mendukung kelanjutan pembangunan, Gubernur memberikan bantuan dana guna melengkapi sarana dan prasarana masjid. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat realisasi penyempurnaan fasilitas yang dibutuhkan.

Sementara itu, Ketua Masjid Al-Hikmah, Muhammad Karimin, menjelaskan bahwa masjid ini awalnya merupakan mushola. Seiring pertumbuhan jumlah penduduk, masyarakat bersepakat mengubahnya menjadi masjid agar mampu menampung jamaah yang semakin banyak.

“Alhamdulillah, berkat musyawarah tokoh masyarakat dan dukungan warga, Masjid Al-Hikmah kini berdiri kokoh. Semua ini hasil swadaya masyarakat dan wakaf,” ungkap Karimin.

Meski pembangunan telah mencapai 90 persen, pihaknya mengakui masih ada beberapa fasilitas yang perlu disempurnakan. Hal ini mencakup ruang TPA, perluasan area wudhu, serta lahan parkir.

Karimin berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terus berlanjut agar masjid dapat berfungsi maksimal, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan.

Dengan diresmikannya Masjid Al-Hikmah, diharapkan warga Sukarami semakin giat beribadah dan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam di lingkungan setempat. (ning)

Didampingi Gubernur Herman Deru, Wapres Gibran Tinjau Pasar 16 Ilir, Serap Aspirasi Pedagang dan Nikmati Pempek Tumpah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-  Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang, Kamis (25/9/2025). Agenda pertama yang dijalani orang nomor dua di Indonesia ini adalah meninjau langsung aktivitas ekonomi masyarakat di Pasar 16 Ilir.

Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, yang antusias menyapa Wapres Gibran. Dalam kesempatan itu, ia berinteraksi dengan pedagang serta mendengarkan berbagai aspirasi mengenai kondisi perdagangan di pasar tradisional terbesar di Palembang tersebut.

Didampingi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Wapres Gibran tampak akrab menyapa pedagang. Tidak hanya sekedar meninjau, ia juga menyempatkan diri mencicipi kuliner khas Palembang, yaitu pempek tumpah, yang disuguhkan langsung oleh pedagang setempat.

Momen santai menikmati pempek bersama Gubernur Herman Deru dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjadi perhatian warga. Suasana penuh keakraban itu menunjukkan sisi humanis seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa kunjungan Wapres Gibran ke pasar tradisional bukan hanya sekedar seremonial, melainkan juga bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap perekonomian rakyat. Menurutnya, Pasar 16 Ilir merupakan salah satu pusat perdagangan vital yang menopang ekonomi Palembang.

“Ini momentum penting untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kehadiran langsung Pak Wapres, banyak hal bisa kita dorong, termasuk sektor perdagangan dan infrastruktur pendukung,” jelas Herman Deru.

Dalam dialog singkatnya, beberapa pedagang menyampaikan harapan agar pemerintah memperhatikan stabilitas harga bahan pokok, memperbaiki fasilitas pasar, dan mendukung usaha kecil. Aspirasi ini langsung dicatat oleh Wapres Gibran sebagai bahan evaluasi kebijakan.

Setelah menikmati kuliner khas, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau progres pembangunan Jembatan Musi V. Jembatan ini merupakan bagian dari sistem konektivitas Jalan Tol Keramasan–Musi Landas–Betung, yang diharapkan dapat memperlancar arus transportasi barang dan jasa.

Pemerintah pusat, melalui kehadiran Wapres Gibran, ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan berjalan sesuai target. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah.

Selain Gubernur Herman Deru, tampak hadir sejumlah kepala OPD serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel yang mendampingi kunjungan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Sumatera Selatan.

Kunjungan kerja Wapres Gibran ini juga menjadi kesempatan emas bagi Pemprov Sumsel untuk memperjuangkan percepatan realisasi sejumlah proyek strategis nasional, termasuk Pelabuhan Tanjung Carat. Proyek ini dinilai krusial dalam memperkuat sektor logistik dan perdagangan di kawasan Sumsel.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Wapres Gibran menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memastikan pembangunan berjalan seimbang di seluruh daerah. (ning)

Program Rumah Tahfidz Dongkrak Sumsel Masuk Finalis Tiga Besar Pesantren Award 2025

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Upaya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dalam memajukan pendidikan Islam melalui pesantren kembali menuai hasil positif. Sumsel berhasil masuk tiga besar kandidat penerima Pesantren Award 2025 untuk kategori Kepala Daerah Peduli Pesantren.

Ajang penghargaan ini menilai kepala daerah yang memiliki perhatian khusus terhadap pesantren. Selain Sumsel, dua provinsi lain yang masuk kandidat adalah Aceh dan Jawa Timur.

Dalam sesi wawancara dan presentasi virtual di hadapan dewan juri, Rabu (24/9/2025). Gubernur Herman Deru menjelaskan berbagai kebijakan strategis yang telah diterapkan di Sumsel. Salah satunya program unggulan “Satu Desa, Satu Rumah Tahfidz”.

Program tersebut berhasil mencetak 4.963 rumah tahfidz dalam lima tahun terakhir, tersebar di 3.258 desa se-Sumsel. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan generasi Qur’ani.

“Rumah tahfidz adalah wadah mencetak generasi religius. Dari desa hingga kota, masyarakat menyambutnya dengan penuh semangat,” ungkap Gubernur.

Selain program, Herman Deru menegaskan komitmennya lewat berbagai regulasi. Tahun 2022, Pemprov Sumsel menerbitkan Perda Penyelenggaraan Pesantren. Disusul Pergub Nomor 37 tentang Fasilitasi Pesantren, serta Keputusan Gubernur tentang juknis hibah.

Langkah ini memberi kepastian hukum bagi pesantren dalam menjalankan peran strategisnya. Pemprov juga menyalurkan bantuan hibah sebesar Rp11 miliar guna mendukung pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi pesantren.

Sumsel saat ini memiliki 670 pondok pesantren yang tersebar hampir merata di seluruh kabupaten dan kota. Pesantren berperan sebagai benteng moral sekaligus penggerak ekonomi umat.

“Dengan topografi yang beragam dan jumlah penduduk sekitar sembilan juta jiwa, pesantren menjadi wadah perekat sosial masyarakat Sumsel,” ujar Herman Deru.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi. Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Kementerian Agama dan forum pesantren untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan keagamaan.

Masuknya Sumsel dalam tiga besar Pesantren Award 2025, menurut Herman Deru, adalah bentuk penghargaan atas kerja kolektif semua pihak. “Ini bukan semata prestasi pemerintah, tetapi hasil kerja sama dengan masyarakat dan pesantren,” tegasnya.

Dengan capaian ini, Sumsel diharapkan dapat melaju lebih jauh dan meraih gelar juara, sekaligus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam membangun kebijakan berbasis pesantren. (Ning)

Dorong Good Governance, Gubernur Herman Deru Perintahkan OPD Perkuat Pengawasan Internal

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dalam arahannya saat Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2025 di Graha Bina Praja, Selasa (23/9/2025), Herman Deru meminta OPD menjadikan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sebagai mitra kerja utama.

Menurutnya, tanpa pengawasan internal yang kuat, cita-cita good governance dan clean government sulit diwujudkan. “APIP harus diposisikan sebagai partner strategis, bukan sekadar pengawas. Mereka hadir untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Herman Deru.

Gubernur juga menyampaikan bahwa dalam entry meeting dengan Tim Korsup KPK, isu yang disorot adalah penertiban aset daerah. Ia menilai, percepatan sertifikasi aset menjadi hal mendesak agar pengelolaan barang milik daerah lebih tertib dan terhindar dari penyalahgunaan.

“Ini pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Saya minta APIP dan inspektorat benar-benar serius menanganinya,” katanya.

Lebih jauh, Herman Deru mengingatkan agar OPD fokus pada pelaksanaan program sesuai RPJMD. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran harus diarahkan ke program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, gubernur mengimbau agar setiap OPD membangun budaya anti-fraud. Hal ini dilakukan dengan penerapan SPIP, manajemen risiko fraud, serta pemberian sanksi tegas terhadap pegawai yang terbukti melakukan kecurangan.

“Budaya anti-fraud harus hidup di setiap instansi. Jangan hanya berhenti pada slogan, tetapi terapkan dalam tindakan nyata,” ujar Herman Deru.

Kasatgas KPK Wilayah II, Untung Wicaksono, yang hadir dalam acara itu, juga mengingatkan OPD agar tidak takut untuk jujur dan berani menyampaikan fakta apa adanya. Menurutnya, kerja birokrasi harus selalu berlandaskan integritas.

Untung menambahkan, masih banyak OPD yang keliru memandang APIP hanya sebagai pihak yang mencari kesalahan. “Itu salah besar. APIP justru membantu kita agar tidak salah jalan,” katanya.

Ia mendorong agar sinergi OPD dan APIP terus ditingkatkan, baik dalam penyusunan kebijakan maupun pelaksanaannya. Dengan demikian, risiko penyimpangan bisa ditekan sejak dini.

Acara ini dihadiri Sekda Sumsel Drs. H. Edward Candra, PIC Korsup Sumsel Norce Martauli Sitanggang, serta seluruh kepala OPD Pemprov Sumsel.

Melalui penguatan pengawasan internal, Sumsel diharapkan mampu menjadi contoh provinsi dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi.(ning)

Haornas 2025: Sumsel Luncurkan Sriwijaya Gold, Program Cetak Atlet Dunia ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 tahun 2025 di Kota Palembang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi titik balik penting bagi dunia olahraga Sumatera Selatan.

‎‎Dalam momentum yang penuh makna itu, Pemprov Sumsel secara resmi meluncurkan program pembinaan atlet unggulan bertajuk Sriwijaya Gold—sebuah langkah strategis untuk mencetak atlet masa depan berkelas nasional hingga internasional.

‎‎Program ini diresmikan bertepatan dengan rangkaian Haornas yang mengusung tagline “Olahraga Satukan Kita”. Ketua Panitia Haornas sekaligus Kadispora Sumsel, Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos, menegaskan bahwa Sriwijaya Gold adalah investasi jangka panjang, bukan program instan.

‎‎“Ini bukan sekadar seremonial. Sriwijaya Gold hadir untuk memastikan Sumsel kembali melahirkan atlet emas yang mampu mengibarkan Merah Putih di panggung dunia,” ujar Rudi dengan penuh optimisme.

‎‎Menurutnya, program ini akan dirancang secara komprehensif. Mulai dari pencarian bibit atlet sejak usia dini, pendampingan melalui jalur pendidikan, hingga pembinaan menuju prestasi tertinggi. Integrasi metode pelatihan modern, dukungan infrastruktur olahraga, serta kerja sama dengan komunitas dan lembaga pendidikan juga akan menjadi bagian penting dari program ini.

‎‎“Dengan Sriwijaya Gold, atlet tidak hanya dibina dari sisi teknik, tetapi juga ditempa secara mental dan karakter. Kami ingin menghasilkan atlet yang berprestasi sekaligus berkepribadian kuat,” tambah Rudi.

‎‎Selain meluncurkan Sriwijaya Gold, tahun 2025 juga menjadi periode padat agenda olahraga di Sumsel. Palembang dipastikan akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) ke-17 pada 5–11 Oktober 2025. Ajang ini akan menghadirkan lebih dari 10 ribu atlet dan ofisial dari seluruh Indonesia.

‎‎Tak berhenti di situ, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel akan digelar pada 18–31 Oktober 2025, melibatkan seluruh 17 kabupaten/kota di Bumi Sriwijaya. Kemudian pada November, Kabupaten Musi Banyuasin akan menjadi pusat kegiatan olahraga tingkat provinsi dengan skala besar.

‎‎“Agenda ini menjadi bukti kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah event besar olahraga nasional. Melalui Sriwijaya Gold, kami tidak hanya ingin sukses sebagai penyelenggara, tapi juga ingin memastikan prestasi atlet Sumsel ikut terangkat,” tegas Rudi.

‎‎Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel, Sunarto, dalam kesempatan itu menegaskan makna strategis olahraga dalam membangun bangsa.

‎‎“Olahraga bukan sekadar ajang mencari medali. Ia adalah jalan untuk membentuk generasi sehat, tangguh, dan berkarakter, sekaligus menumbuhkan jiwa patriotisme. Apalagi tahun ini Haornas bertepatan dengan 80 tahun kemerdekaan RI. Disiplin, kerja keras, sportivitas, dan solidaritas harus kita hidupkan, baik di arena olahraga maupun dalam kehidupan berbangsa,” jelasnya.

‎‎Sunarto menekankan, olahraga harus dilihat lebih luas sebagai sarana pemersatu. Kehadiran Sriwijaya Gold diharapkan bukan hanya melahirkan atlet andal, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan olahraga Sumsel yang membawa semangat persatuan dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.

‎‎Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta insan olahraga, program Sriwijaya Gold digadang-gadang akan menjadi tonggak baru olahraga Sumsel. Tidak hanya untuk mencetak prestasi, tetapi juga untuk membangun peradaban olahraga yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan persatuan.

‎‎Haornas 2025 di Palembang pun meneguhkan komitmen Sumsel: menjadikan olahraga sebagai jalan menuju prestasi, persatuan bangsa, dan kejayaan Indonesia di mata dunia. (ning)

Ikawangi Sumsel Rayakan HUT ke-5 dengan Penuh Warna Lepas Rindu Lewat Seni dan Silaturahmi ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– ‎Suasana penuh kehangatan menyelimuti Ballroom Opi Convention Hall Palembang pada Minggu (21/9/2025) ketika ratusan warga asal Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) Sumatera Selatan merayakan hari lahir ke-5 organisasi tersebut. Acara yang dikemas dalam bentuk syukuran dan silaturahmi akbar ini menjadi momentum istimewa bagi perantau Banyuwangi yang tersebar di berbagai daerah di Sumsel untuk kembali meneguhkan ikatan persaudaraan sekaligus melepas rindu terhadap kampung halaman.

‎‎Ketua Ikawangi Sumsel, H. Suroso, didampingi sekretaris Edwin menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi, melainkan juga bentuk nyata dari kerinduan warga Banyuwangi terhadap tanah kelahirannya. “Kegiatan ini kita adakan untuk mengobati rasa rindu terhadap kampung halaman. Kami juga memperkuat silaturahmi antar warga Banyuwangi di Sumatera Selatan,” ujarnya.

‎‎Dalam kesempatan itu, nuansa seni budaya Banyuwangi kental terasa. Sebanyak 108 penari dari berbagai daerah di Sumsel menampilkan tarian khas Banyuwangi yang memukau para tamu undangan. Suroso berharap keberadaan Ikawangi dapat diterima dengan baik di Sumatera Selatan serta berkontribusi terhadap pengembangan seni dan budaya, sejalan dengan misi Gubernur Sumsel Herman Deru, yakni Sumsel Maju untuk Semua, Merata, dan Berkeadilan.

‎‎Suroso menegaskan, Ikawangi Sumsel berdiri sebagai wadah sosial dan budaya, tanpa kaitan dengan organisasi politik manapun. “Kami memiliki program sosial dan seni budaya. Tidak ada kepentingan politik dalam Ikawangi, ini murni untuk mempererat persaudaraan,” tegasnya.

‎‎Acara ini juga menjadi ajang temu kangen bagi anggota Ikawangi dari berbagai kota besar di Indonesia. Perwakilan dari Jakarta, Bandung, Jambi, Lampung, hingga Riau turut hadir untuk merayakan kebersamaan sekaligus menikmati sajian seni dan budaya Banyuwangi.

‎‎Saat ini, Ikawangi Sumsel tercatat memiliki sekitar 4.000 anggota resmi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, yaitu Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU Induk, dan OKU Selatan. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring banyaknya masyarakat Banyuwangi yang merantau dan menetap di berbagai wilayah Sumsel.

‎‎“Keberadaan warga Banyuwangi di Sumsel akan terus memberi warna baru dan memperkaya khazanah budaya yang ada di sini,” jelas Suroso.

‎Menutup sambutannya, Suroso mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan lintas daerah. Ia mengutip semboyan organisasi yang penuh makna: “Sumatera ini tumpah darah kami, tetapi kami tetap cinta Banyuwangi. Dalam bahasa Banyuwangi riko dulur disun, disun dolor, rikolah sedolor selawaseh yang artinya saya saudara kamu, kamu saudara saya, kita semua bersaudara selamanya,”jelasnya. (Ning)

Sumsel Catat Rekor Dunia, Herman Deru Ukir Sejarah dengan Pelatihan AI Terbesar Guru Indonesia

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Sumatera Selatan kembali mencatatkan sejarah di kancah internasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Herman Deru, provinsi ini berhasil memecahkan rekor dunia Guinness World Records melalui pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terbesar di dunia untuk guru. Sebanyak 25.000 guru dari berbagai daerah mengikuti pelatihan ini, mayoritas berasal dari Sumsel.

Acara bertajuk Webinar Internasional 25.000 Guru dan Pemecahan Rekor Dunia Guinness World Record ini digelar pada Sabtu (20/9/2025) di Pendopo Griya Agung Palembang. Kegiatan berlangsung secara hybrid, menghadirkan peserta secara langsung maupun melalui platform Zoom Meeting.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pelatihan AI menjadi tonggak penting dalam revolusi pendidikan. Menurutnya, guru tidak boleh tertinggal dari murid yang semakin akrab dengan teknologi sejak dini. “Hari ini kita tidak hanya mendengar soal AI, tetapi benar-benar mempelajarinya. Guru harus jadi pengendali teknologi, bukan korban,” ujarnya.

Lebih jauh, Herman Deru menyampaikan bahwa pemahaman AI bukan sekadar untuk kebutuhan administrasi, melainkan juga untuk membentuk ekosistem pendidikan yang kreatif dan aman. “Kalau guru tidak paham teknologi, mereka bisa terjebak manipulasi. Kita harus menguasai, bukan dikuasai,” tambahnya.

Pelatihan ini terbagi dalam tiga sesi utama. Pertama, pemahaman dasar AI dan tantangannya dalam pendidikan. Kedua, penerapan aplikasi AI untuk administrasi, penilaian, dan media belajar. Ketiga, integrasi AI dalam perangkat ajar dengan memperhatikan etika digital.

Johannes Agus Taruna, salah satu inisiator sekaligus praktisi pendidikan, menyebut kegiatan ini sebagai “legacy besar” bagi dunia pendidikan Indonesia. Ia menilai dukungan penuh Gubernur Herman Deru menjadi faktor penting terwujudnya acara monumental ini di Sumsel.

“Antusias peserta luar biasa. Bahkan banyak guru tidak kebagian kuota karena Zoom hanya menampung 25.000 orang. Dari awal memang direncanakan di kota lain, tapi Gubernur Deru langsung menyambut inisiatif agar ini digelar di Sumsel,” ungkap Johannes.

Momentum ini diharapkan dapat melahirkan generasi emas Indonesia melalui transformasi pendidikan berbasis teknologi. Jika seluruh peserta mampu mengaplikasikan AI dalam pembelajaran, dampaknya akan dirasakan secara nasional.

Sebagai puncak acara, Guinness World Records melalui Mr. Austin Clark Herzog Johnson menyerahkan sertifikat penghargaan kepada perwakilan Pemprov Sumsel, yakni Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Pendidikan. Penyerahan ini menandai pengakuan resmi dunia terhadap prestasi Sumsel.

Acara juga dihadiri unsur Forkopimda, termasuk perwakilan Kapolda, Kajati, Danrem, dan Danlanal. Selain itu, narasumber nasional seperti James Gwee dan akademisi Universitas Ciputra turut memberikan materi tentang inovasi pembelajaran berbasis AI.

Keberhasilan ini menambah deretan prestasi Sumsel di tingkat dunia. Gubernur Herman Deru menegaskan, Sumsel bukan hanya bagian dari Indonesia, tetapi juga bagian dari peta prestasi global yang membawa nama baik bangsa.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Kapolda Sumsel diwakili Dirbinmas Kombes Pol Hari Purnomo, S.IK, SH. MH, M.Han, Kajati Sumsel diwakili Asintel Totok Bambang Twidjo, SH. MH, Danrem 044/Gapo diwakili Kapenrem 044/Gapo Mayor Inf. Jauhari, Danlanal Palembang diwakili Pasminlog, Mayor Laut (P) Wagyo, Narasumber Indonesia’s Favorite Trainer and Speaker Motivator Indonesia, James Gwee, Entrepreneurship Education and Learning Design Specialist Universitas Ciputra Dwi Sunu Pebruanto, S.Pd, M.Ed, Ph.D, Head Teaching and Learning Innovation Center Universitas Ciputra, Dr  Benny Irawan S.Pd, M.Ed. (ning)

Gubernur Herman Deru Dorong Literasi Internet Murah, Sumsel Menuju Akselerasi Digital

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menekankan pentingnya literasi internet murah bagi masyarakat luas. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sumsel di ruang tamu gubernur, Jumat (19/9/2025) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh tertinggal dari derasnya arus digitalisasi. Ia mendorong APJII untuk aktif menyosialisasikan informasi bahwa internet kini bisa diakses dengan harga terjangkau.

“Pesan saya satu, tolong masifkan literasi kepada masyarakat bahwa internet ini murah. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati layanan digital tanpa merasa terbebani biaya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi seperti APJII tidak hanya bertugas menyediakan layanan, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat. Hal ini, menurutnya, bisa diwujudkan melalui pelayanan after sales yang mumpuni.

“Pengguna internet sangat membutuhkan layanan purna jual. Ini penting agar pelanggan merasa nyaman dan terus percaya pada penyelenggara jasa internet,” tegasnya.

Selain itu, Herman Deru berpesan agar APJII Sumsel menjaga kekompakan internal maupun eksternal. Ia menilai, perpecahan dalam organisasi kerap menjadi penghambat kemajuan.

“Maju tidaknya sebuah organisasi ditentukan oleh solidaritasnya. Jangan sampai ada persaingan tidak sehat di antara anggota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herman Deru mengapresiasi kontribusi APJII yang telah membantu mengurangi blank spot di sejumlah wilayah Sumsel. Menurutnya, hal ini sangat mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.

“Mudah-mudahan di bawah kepengurusan APJII Sumsel periode ini, layanan internet semakin berkembang dan dapat menjangkau seluruh masyarakat,” tambahnya.

Ketua BPW APJII Sumsel, M. Yunus Alfian, menjelaskan bahwa kedatangan mereka selain bersilaturahmi juga memperkenalkan kepengurusan periode 2024–2028 kepada Gubernur Sumsel.

Ia juga melaporkan rencana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJII yang akan digelar pada 25 September 2025. Acara itu akan dirangkai dengan Forum Business to Business (B to B), expo, dan donor darah.

“Di expo nanti, kami akan melibatkan masyarakat dan mahasiswa agar mereka bisa mengenal teknologi jaringan mutakhir yang akan diperkenalkan,” katanya.

Turut hadir mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Kominfo Sumsel Rika Efianti, Koordinator TGUPP Sumsel H Syamsu Sugianto SH, Sekretaris BPW APJII Sumsel Ahmad Lutfi Assegaf, Bendahara Mercy Tantri, dan sejumlah pengurus lainnya.(Ning)

Wagub Cik Ujang Buka Operasi Pasar Murah, Tegaskan Komitmen Pemerintah Kendalikan Harga Pangan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan langkah konkret dalam menjaga kestabilan harga pangan dan pengendalian inflasi. Melalui Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar di Terminal Perumnas Sako, Palembang, Kamis (18/9/2025), masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa OPM bukan sekadar penjualan barang murah, tetapi wujud ikhtiar bersama untuk menekan gejolak harga yang dirasakan masyarakat.

“Operasi Pasar Murah ini hadir sebagai bagian dari strategi menjaga ketersediaan stok, menstabilkan harga, sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Cik Ujang juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Perum Bulog Divre Sumsel Babel, BUMN, BUMD, serta distributor yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menjadi kunci sukses program pasar murah.

“Peran semua pihak sangat penting. Tanpa kebersamaan dan gotong royong, upaya pengendalian inflasi tidak akan maksimal,” ungkapnya.

Cik Ujang juga mengingatkan pentingnya sinergi antar pemerintah, BUMN, BUMD, serta mitra usaha dalam menjaga ketahanan pangan. Sinergi ini, kata dia, akan memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka inflasi di Sumsel.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Operasi Pasar Murah resmi saya nyatakan dibuka,” tandas Cik Ujang disambut tepuk tangan masyarakat.

Lebih jauh, Wagub berharap OPM ini benar-benar dapat meringankan beban masyarakat, terutama saat harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel, Hengky Kurniawan, menjelaskan OPM kali ini berlangsung berkat kerja sama erat dengan BUMD dan Bank Indonesia. Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah menjaga daya beli masyarakat.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi, mulai dari beras SPHP, telur, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, gula pasir, ayam potong, hingga ikan beku. Semua disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Warga yang hadir sejak pagi tampak antusias membeli sembako dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Mereka menyambut positif langkah Pemprov Sumsel ini.(ning)

Astra Motor Sumsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional dengan Beragam Program Istimewa

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, Astra Motor Sumsel menghadirkan berbagai macam program apresiasi untuk pelanggan setia Honda di wilayah Sumatera Selatan. Mulai dari pembagian goodie bag, showroom event, hingga promo layanan after sales.

Sebanyak 100 goodie bag dibagikan secara langsung kepada konsumen loyal Honda pada hari Kamis (4/9) lalu di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Deretan manajemen Astra Motor Sumsel turut berpartisipasi untuk membagikan goodie bag ini.

Uniknya, goodie bag tersebut berisi produk UMKM lokal yang  bekerja sama dengan Astra Motor Sumsel, yakni Susu Kacang Ijo Ko Agus, serta merchandise eksklusif dari MotorkuX. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Astra Motor Sumsel dalam mendukung pertumbuhan UMKM di daerah. Bahkan, showroom event juga digelar di Astra Motor Plaju dengan menghadirkan bazaar UMKM, sehingga pelanggan tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga bisa menikmati berbagai produk lokal.

Tidak hanya itu, pelanggan juga dimanjakan berbagai program di seluruh dealer Astra Motor berupa:

– Diskon spesial service langsung di AHASS dengan booking service melalui aplikasi Motorku X

– Program SETIA (1–15 Septermber 2025), berupa promo gratis injector cleaner dan voucher diskon service seniali Rp30.000

– Program SOBAT! (1–20  September 2025), pelanggan berkesempatan mendapatkan merchandise ekslusif gratis lewat unggahan konten di Instagram

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momen spesial bagi kami untuk semakin dekat dengan konsumen setia Honda. Melalui rangkaian program ini, kami ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi pelanggan,” ujar Rita Kusuma selaku Customer Care Manager Astra Motor Sumsel.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan ini, Astra Motor Sumsel berharap dapat terus menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus mempererat hubungan dengan pelanggan setia Honda. Komitmen ini sejalan dengan upaya Astra Motor untuk senantiasa memberikan nilai tambah, tidak hanya melalui produk dan layanan, tetapi juga lewat dukungan nyata bagi komunitas dan UMKM lokal.(Ning)