Bapenda Palembang Genjot Realisasi PBB 2025, Target Rp264 Miliar Dikejar Lewat Program Pemutihan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Dalam upaya mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang menggelar Rapat Kerja Koordinasi dan Evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2025, bertempat di Kantor Bapenda, Rabu, 12 November 2025.

‎‎Rapat dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, yang menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran pemerintah kota, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat hingga lurah, dalam mendorong peningkatan PAD melalui sektor pajak.

‎‎“Kita harus terus mengevaluasi, membuat terobosan, dan bekerja dengan ikhlas. Jika tidak ada komitmen bersama untuk membangun Palembang, maka visi dan misi RDPS tidak akan terwujud,” tegas Aprizal.

‎‎la juga mengajak seluruh aparatur memperkuat kolaborasi dan mempercepat Capaian target PBB yang hingga kini masih memiliki potensi besar untuk digenjot.

‎‎Dari data Bapenda, jumlah wajib pajak di Kota Palembang mencapai 374.826 SPT, dengan target realisasi PAD dari PBB sebesar Rp264 miliar.

‎‎“Kita masih punya waktu sekitar 40 harian untuk mengejar target ini. Dengan strategi yang tepat, seperti program pemutihan, saya optimistis target bisa tercapai,” tambahnya. Sementara itu,

‎‎Sementara itu Kepala Bapenda Kota Palembang, Marhaen, SH., M.Si. terus menggenjot realisasi penerimaan pajak daerah menjelang akhir tahun 2025. Hingga 11 November 2025, capaian pajak daerah telah menembus angka 72,5 persen dari total target sebesar Rp1,8 triliun, dengan nilai realisasi mencapai Rp1,035 triliun.

‎‎Marhaen menjelaskan, dari 14 jenis pajak daerah yang dikelola, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan capaian Rp246 miliar, atau sekitar 74,57 persen dari target yang ditetapkan.

‎‎“Kita masih punya waktu sekitar 40–50 hari hingga akhir tahun. Dengan sisa waktu tersebut, kami tetap optimistis target pendapatan daerah bisa tercapai,” ujar Marhaen.

‎‎Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mendorong peningkatan realisasi pajak adalah program penghapusan denda (pemutihan) PBB. Program ini berlaku untuk periode pajak 2002–2024, dengan rincian:

‎‎- Untuk tahun 2002–2019, penghapusan dilakukan 100 persen atas pokok dan denda.

‎- Untuk tahun 2020–2024, wajib pajak cukup membayar 50 persen dari pokok pajak, dengan syarat telah melunasi PBB tahun berjalan (2025).

‎‎“Program ini sangat membantu masyarakat. Selain meringankan beban wajib pajak, juga berkontribusi besar terhadap peningkatan penerimaan daerah,” kata Marhaen.

‎‎Bapenda juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu.

‎‎“Kami berharap masyarakat Palembang dapat memanfaatkan program penghapusan denda ini, karena kesempatan seperti ini jarang ada. Semakin banyak yang memanfaatkan, semakin besar pula dampaknya bagi pembangunan kota,” pungkasnya. (Ning)

‎Tak Sekadar Turnamen, Garuda Cup Jadi Wadah Emas Cetak Bintang Muda Indonesia

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Komunitas sepak bola usia dini Football Community Garuda Anak Nusantara (GAN) Sumatera Selatan kembali menggelar ajang bergengsi bertajuk Garuda Cup Sumsel Series 2025: Road to Milo National Championship 2025. Turnamen ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (8–9 November 2025), di Stadion Jasdam II/Sriwijaya, Jalan Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Palembang.

‎‎Koordinator GAN untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan meliputi Sumsel, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, dan Bengkulu, Hanief Djohan, menjelaskan bahwa Football Community Garuda Anak Nusantara merupakan wadah pembinaan sepak bola usia dini berskala nasional yang telah berdiri sejak tahun 2012.

‎‎Menurut Hanief, turnamen Garuda Cup 2025 diselenggarakan di 24 regional dari total 38 provinsi di seluruh Indonesia. Nantinya, setiap tim juara di masing-masing regional akan melaju ke Kejuaraan Nasional yang digelar pada awal tahun 2026.

‎‎“Setiap tahun, kejuaraan nasional Garuda Cup selalu dilaksanakan pada bulan Januari. Karena itu, babak kualifikasinya digelar di tahun sebelumnya untuk menentukan tim-tim terbaik yang berhak tampil di tingkat nasional,” ungkap Hanief.

‎‎Hanief juga menjelaskan bahwa Garuda Cup tahun 2025 mengalami perubahan regulasi penting dalam hal kategori usia peserta. Jika pada tahun-tahun sebelumnya (2015–2024) turnamen mempertandingkan kategori U-10 dan U-12, maka tahun ini berubah menjadi U-9 dan U-11.

‎‎Perubahan ini dilakukan karena pertimbangan usia kompetitif di tingkat nasional. “Kalau anak U-12 ikut kejuaraan nasional di awal tahun berikutnya, usia mereka sudah 13 tahun. Itu sudah masuk kategori usia besar, bukan festival lagi. Karena itu, kami sesuaikan agar U-11 nanti ketika tampil di final nasional sudah pas berusia 12 tahun,” jelasnya.

‎‎Dengan perubahan tersebut, pihak penyelenggara berharap pembinaan dan pengukuran kemampuan pemain usia dini dapat berlangsung lebih optimal dan sesuai standar pembinaan internasional.

‎‎Hanief mengakui, jumlah peserta dari Zona Sumatera Selatan pada tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, Sumsel menjadi salah satu wilayah dengan peserta terbanyak di luar Pulau Jawa, mencapai 32 tim penuh.

‎‎Namun, karena perubahan kategori usia, jumlah peserta kini menjadi 24 tim untuk U-11 dan 10 tim untuk U-9. Meski demikian, Hanief menegaskan bahwa penurunan jumlah peserta tidak memengaruhi kualitas kompetisi. Sebaliknya, tingkat antusiasme dan semangat para peserta justru semakin tinggi karena mereka ingin menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa lolos ke tingkat nasional.

‎‎Garuda Cup, menurut Hanief, memiliki peran penting dalam memberikan wadah kompetitif bagi anak-anak pecinta sepak bola di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

‎‎“Selama ini, pembinaan usia dini di dunia sepak bola Indonesia belum tersentuh langsung oleh PSSI. Karena itu, komunitas seperti GAN hadir untuk mengisi ruang tersebut, menjadi mitra pembinaan yang membantu anak-anak berkembang sejak dini,” jelasnya.

‎‎Hanief menambahkan, turnamen seperti Garuda Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan pemain muda. Tanpa adanya turnamen semacam ini, anak-anak hanya akan berlatih tanpa tahu sejauh mana peningkatan mereka.

‎‎“Event seperti ini sangat penting. Ini tempat mereka menguji hasil latihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menambah jam terbang. Jadi, perkembangan mereka bisa terlihat secara nyata,” imbuhnya.

‎‎Dalam kesempatan itu, Hanief juga memberikan pesan khusus bagi para peserta dan orang tua mereka. Kepada para pemain muda, ia berpesan agar tidak takut untuk mengikuti turnamen apa pun dan tetap semangat bertanding.

‎‎“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Dari situ, kalian bisa belajar banyak hal tentang kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya memberi semangat.

‎‎Sedangkan bagi para orang tua, Hanief menekankan pentingnya memberi kebebasan bagi anak-anak untuk bermain dan berekspresi di lapangan tanpa intervensi.

‎‎“Biarkan anak-anak bermain dengan hati nurani mereka. Jangan di-remote dari pinggir lapangan. Kami ingin mereka berkembang secara alami,” tegasnya.

‎‎Untuk menjaga sportivitas dan kenyamanan, panitia juga memberlakukan aturan ketat. Orang tua tidak diperbolehkan mendampingi anak-anak di pinggir lapangan. Hanya pelatih yang diizinkan berada di area pertandingan. Bila ada orang tua yang melanggar, pertandingan akan dihentikan sementara hingga mereka naik ke tribun penonton.

‎‎“Kami ingin menciptakan suasana yang sehat, di mana anak-anak bisa bermain bebas tanpa tekanan. Kami juga memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan mulai dari lapangan yang layak, tim medis profesional, hingga wasit berlisensi,” tutup Hanief. (Ning)

‎Ratusan Bocah SD Berlaga di Liga Merah Putih Regional Palembang, Siapa yang Melaju ke Bandung?

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda kembali menggema di Kota Palembang. Melalui ajang Kejuaraan Liga Merah Putih Regional Palembang antar SD/MI, ratusan anak usia dini menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Kompetisi bergengsi ini digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9 November 2025), bertempat di Adofo Mini Soccer, Jalan Seduduk Putih, Palembang.

‎‎Ketua Pelaksana Liga Merah Putih Regional Palembang, Aulia Septian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Liga Merah Putih yang diadakan di 26 regional kabupaten/kota se-Indonesia. Dari setiap regional, juara pertama dan kedua akan mewakili daerahnya untuk berlaga di tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 6–7 Desember 2025 nanti.

‎‎“Liga ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tapi lebih kepada bagaimana anak-anak belajar berproses, berkarakter, dan menjunjung nilai sportivitas,” ujar Aulia.

‎‎Ia menambahkan, kompetisi ini dibagi berdasarkan kategori usia, yaitu usia 10 tahun maksimal di kelahiran 2015 dan usia 12 tahun maksimal di kelahiran 2013.

‎‎Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Palembang, yang melihat Liga Merah Putih sebagai sarana penting untuk membina dan menumbuhkan potensi siswa sejak dini. Aulia menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari dinas terkait, sekaligus berharap agar di tahun-tahun berikutnya dukungan dari Pemerintah Kota Palembang semakin kuat.

‎‎“Kompetisi ini diikuti oleh anak-anak sekolah dasar se-Kota Palembang. Kami berharap ke depan, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan mendapat perhatian lebih luas, karena selain meningkatkan kemampuan teknis anak-anak, juga membentuk karakter dan mental juara,” tambahnya.

‎‎Lebih jauh, Aulia menekankan bahwa esensi utama dari Liga Merah Putih bukan semata-mata pada hasil akhir atau trofi yang diraih, melainkan pada proses pembelajaran dan pembentukan sikap.

‎‎“ Menjadi juara itu hanyalah bonus. Yang paling penting, anak-anak bisa menikmati proses, belajar kerja sama tim, dan tumbuh dengan karakter yang baik. Kami ingin mereka berkembang menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan punya semangat pantang menyerah,” ujarnya.

‎‎Ajang Liga Merah Putih Regional Palembang ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia, di kancah nasional maupun internasional.

‎‎Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak tidak hanya dilatih dalam keterampilan bermain sepak bola, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas, yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

‎‎Aulia menegaskan, pembinaan usia dini harus terus digalakkan agar anak-anak memiliki ruang untuk mengasah bakatnya. “Kami ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain, bahwa pembinaan karakter dan prestasi bisa berjalan seiring. Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah dan orang tua, bukan tidak mungkin Palembang akan melahirkan bintang sepak bola masa depan,” tutupnya. (ning)

Sidak Komisi III DPRD Palembang ke Koat Coffee Ungkap Dugaan Pelanggaran Perizinan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Koat Coffee, kafe bergaya modern yang berlokasi di pusat Kota Palembang, ternyata beroperasi tanpa satu pun izin resmi. Temuan ini mencuat usai sidak yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Palembang pada Selasa (4/11/2025).

‎Hasil pemeriksaan menunjukkan, kafe tersebut tidak memiliki izin usaha, izin mendirikan bangunan (IMB), maupun tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

‎Ketua Komisi III DPRD Palembang, Rubi Indiarta, S.H., menilai kasus ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan koordinasi antarinstansi di lingkungan Pemkot Palembang.

‎“Koat Coffee bisa berdiri dan beroperasi tanpa izin apa pun. Ini tanda ada kebocoran dalam sistem pengawasan kita,” kata Rubi saat ditemui usai sidak.

‎Rubi menegaskan, pihaknya telah meminta Satpol PP untuk segera menutup sementara operasional Koat Coffee hingga seluruh izin dipenuhi.

‎“Hari ini kami minta Pol PP kirimkan SP3. Kalau besok belum ada perubahan, penyegelan harus dilakukan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Manager Store Koat Coffee, Wahyu P. Pradana, mengatakan urusan perizinan bukan kewenangannya.

‎“Kapasitas saya hanya di bagian operasional dan hospitality. Tim legal kami di Yogyakarta yang mengurus perizinan,” ujarnya singkat.

‎Sikap tersebut dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi antara manajemen pusat dan pelaksana di daerah.

‎Kasus Koat Coffee kini menjadi daftar panjang pemerintah Kota Palembang untuk  segera menindak tegas pelanggaran tersebut. (ning).

 

‎Akhirnya! Palembang Pecah Rekor Setelah 23 Tahun Puasa Gelar Sepak Bola

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎ Euforia kemenangan membuncah di Kota Palembang pada Senin (3/11/2025) sore. Suara klakson kendaraan berpadu teriakan penuh sukacita dari ratusan masyarakat dan atlet sepak bola yang mengarak piala serta medali emas keliling kota. Momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan penutup penantian panjang selama 23 tahun tanpa gelar cabang olahraga (cabor) sepak bola pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan.

‎‎Rombongan konvoi memulai perjalanan dari Kantor Askot PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Dua unit mobil pick-up menjadi panggung kemenangan para punggawa tim sepak bola Palembang. Mereka berdiri gagah sambil mengangkat trofi dan medali emas, menunjukkan prestasi yang membanggakan kepada masyarakat.

‎‎Arakan itu kemudian melintasi rute protokol kota: Jalan A. Rivai, Jalan Merdeka dan singgah sejenak di halaman kantor Wali Kota Palembang, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Masjid Agung, lalu kembali ke Kantor Askot PSSI Palembang. Sepanjang perjalanan, masyarakat yang melihat turut melambaikan tangan, merekam momen, dan meneriakkan yel-yel dukungan.

‎‎Kemenangan ini seolah menegaskan kembali identitas Palembang sebagai kota olahraga, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan sepak bola “Wong Kito” yang sempat redup di level provinsi.

‎‎Harapan yang tertunda selama lebih dari dua dekade akhirnya terwujud. Tim sepak bola Palembang mengakhiri dahaga gelar setelah bekerja keras sepanjang turnamen Porprov XV di Musi Banyuasin (Muba).

‎‎“Ini bukan hanya kemenangan biasa. Ini simbol kebangkitan sepak bola Palembang,” ujar Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David dalam sambutannya.

‎‎David menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja sama banyak pihak—pemerintah kota, para pelatih, pemain, hingga dukungan masyarakat. “Medali emas ini sudah sangat kita nantikan selama 23 tahun. Akhirnya, Palembang kembali menunjukkan dominasinya, bukan hanya di Sumsel, tapi juga menjadi modal untuk bersaing di level nasional,” tuturnya.

‎‎Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan sepak bola Palembang sedang berada di jalur tepat. Banyak talenta muda kota yang kini berani bermimpi besar, bercita-cita meneruskan prestasi putra-putra terbaik daerah di lapangan hijau.

‎‎Perayaan kemenangan itu juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara Askot PSSI Palembang dan Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa, yang juga merupakan mantan Presiden PS Palembang.

‎‎David menyebut dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor kunci di balik keberhasilan ini. “Ini kolaborasi. Dalam pemerintahan Pak Ratu Dewa, kita melihat komitmen nyata terhadap pembinaan atlet. Beliau turun langsung memberikan motivasi, hadir di lapangan, dan mendukung para pemain bertanding,” ungkapnya.

‎‎Langkah pemerintah bukan hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut mengawal perkembangan sepak bola sejak level akar rumput. Program pelatihan, kompetisi usia dini, hingga dukungan fasilitas menjadi prioritas dalam beberapa tahun terakhir dan hasilnya kini mulai terlihat.

‎‎Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim sepak bola Palembang. Ia menyebut moment ini sebagai “awal kebangkitan” olahraga paling populer di kota ini.

‎‎“Sebagai Wali Kota, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, official, Askot PSSI, Dispora, dan tentu para orang tua atlet yang telah mendukung penuh. Ini bukan akhir, ini justru awal dari kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

‎‎Ratu Dewa bahkan memberikan tali asih senilai Rp20 juta sebagai bentuk apresiasi pribadi atas perjuangan tim. Gestur ini mendapat sambutan meriah dari para pemain, memperlihatkan kedekatan emosional antara pemimpin kota dan para atlet kebanggaan daerah.

‎‎Sebagai figur yang pernah merasakan dinamika kompetisi sepak bola dari dekat saat memimpin PS Palembang, Ratu Dewa memahami betul beratnya proses menuju prestasi. “Saya tahu betul suka dukanya. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.

‎Meski kemenangan ini terasa istimewa, baik pemerintah maupun Askot PSSI menegaskan bahwa prestasi ini bukan garis finis. Target lanjutan sudah menanti: menjaga konsistensi, memperkuat pembinaan usia dini, serta membawa Palembang lebih maju pada kompetisi tingkat nasional.

‎‎“Kita tidak boleh puas. Tantangan sejati adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” pungkas David.

‎‎Ratu Dewa pun menambahkan, “Kita akan terus perkuat fasilitas olahraga, penyaringan bakat muda, dan penyediaan kompetisi rutin. Palembang harus kembali menjadi barometer sepak bola Sumsel dan Indonesia.”

‎‎Arak-arakan pun ditutup dengan doa bersama di halaman Kantor Askot PSSI, sebagai bentuk syukur dan harapan untuk masa depan sepak bola Palembang. (Ning)

Langit Palembang Diselimuti Asap Pemusnahan Barang Ilegal, Gubernur Deru Apresiasi Tindakan Tegas Bea Cukai

PALEMBANG- (deklarasinews.com)– ‎Langit Palembang hari ini Rabu (29/10/25) tampak berasap bukan karena pembakaran lahan, melainkan dari kobaran api yang melahap jutaan batang rokok ilegal hasil sitaan. Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur (SUMBAGTIM) memusnahkan sebanyak 12,9 juta batang rokok, 8.700 liter minuman keras (miras), dan berbagai jenis pakaian bekas ilegal dengan total nilai mencapai Rp19,32 miliar.

‎‎Aksi pemusnahan yang berlangsung serentak di tiga lokasi yakni di Lapangan Parkir KPPBC TMP B Palembang, Lapangan Hoktong, serta KPPBC TMP C Tanjung Pandan (Belitung) menjadi bukti komitmen Bea Cukai Sumbagtim dalam menegakkan hukum dan menjaga perekonomian nasional dari serbuan barang-barang ilegal.

‎‎Ribuan botol minuman keras dihancurkan menggunakan eskavator, sementara jutaan batang rokok tanpa pita cukai dibakar hingga tak bersisa. Langkah ini dilakukan tidak hanya sebagai bentuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai peringatan keras bagi para pelaku bisnis gelap yang berupaya merusak stabilitas ekonomi dan moral bangsa.

‎‎Kepala Kanwil DJBC Sumbagtim, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa hasil penindakan tersebut mampu menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp10,44 miliar. Jumlah itu dihitung dari nilai cukai dan pajak yang seharusnya dibayarkan para pelaku usaha bila rokok dan miras tersebut beredar secara legal.

‎‎“Rokok ilegal ini sebagian berasal dari impor dan sebagian lagi dari produksi dalam negeri, terutama dari Pulau Jawa mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Madura yang diselundupkan ke wilayah Sumatera,” ungkap Agus.

‎‎Menurut Agus, rokok impor ilegal biasanya masuk melalui jalur laut, sedangkan rokok ilegal produksi dalam negeri disita dari operasi pasar dan jalur distribusi di wilayah kerja Sumatera Selatan serta Bangka Belitung. Bea Cukai Sumbagtim, kata dia, gencar melakukan operasi pengawasan baik di pintu masuk pelabuhan maupun jalur darat untuk menutup celah peredaran barang ilegal.

‎‎Agus menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada penyitaan barang semata. Penindakan hukum juga terus dilakukan dengan menyasar aktor di balik rantai peredaran ilegal tersebut.

‎‎“Untuk beberapa kasus, importirnya kami kejar. Sementara produsennya, kami minta kantor bea cukai di wilayah asal untuk segera membekukan izin produksi mereka,” tegas Agus.

‎‎Ia menjelaskan bahwa modus operandi peredaran rokok ilegal semakin beragam dan kompleks. Ada yang tidak menggunakan pita cukai sama sekali, ada pula yang memakai pita cukai palsu, menggunakan pita cukai tidak sesuai peruntukan, atau memasang pita cukai dengan tarif lebih rendah dari semestinya.

‎‎“Untuk saat ini, ada empat kasus rokok ilegal yang sedang kami proses hukum. Tiga di antaranya masih dalam tahap penyidikan, sementara satu kasus telah berstatus P21 (berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan). Masing-masing kasus melibatkan sekitar dua hingga tiga orang tersangka,” beber Agus.

‎‎Tidak hanya fokus pada pelaku eksternal, Agus juga menegaskan bahwa pembersihan internal menjadi prioritas utama Bea Cukai. Ia tidak menampik adanya laporan masyarakat terkait oknum yang terlibat dalam praktik kotor tersebut.

‎‎“Ada beberapa informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum internal, dan semuanya sudah kami tindak lanjuti. Mereka yang terbukti bersalah telah dijatuhi sanksi disiplin hingga pemecatan. Bahkan ada yang telah diperiksa oleh Inspektorat Bidang Investigasi (IBI),” ungkapnya.

‎‎Agus pun mengimbau masyarakat agar tidak segan melapor bila menemukan indikasi penyalahgunaan wewenang atau praktik curang di lingkungan Bea Cukai.

‎‎“Kalau ada informasi tentang oknum yang bermain, silakan laporkan langsung. Kami tindak tegas!” tegasnya.

‎‎Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang turut hadir dalam kegiatan pemusnahan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tegas Bea Cukai Sumbagtim. Ia menilai, penindakan semacam ini tidak hanya berfungsi menyelamatkan pendapatan negara, tetapi juga berperan besar dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya moral akibat maraknya peredaran rokok dan minuman keras ilegal.

‎‎“Saya sangat mengapresiasi kinerja Bea Cukai Sumbagtim. Ini bukan hanya soal ekonomi negara, tapi juga soal masa depan anak bangsa. Rokok dan miras ilegal bisa merusak moral serta kesehatan generasi muda kita,” kata Deru.

‎‎Deru juga mendorong agar sinergi antarlembaga semakin diperkuat. Kolaborasi dengan kepolisian, TNI, kejaksaan, dan pengadilan perlu digalakkan agar pencegahan dan pemberantasan barang ilegal berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

‎‎“Jalin kerja sama yang lebih erat lagi. Jangan beri ruang bagi para pelaku untuk beroperasi. Mereka harus dihukum berat sesuai aturan yang berlaku agar menimbulkan efek jera,” pungkasnya.(Ning)

PJS Sumsel dan Garuda Indonesia Palembang Bangun Sinergi Profesionalisme Jurnalis Digital

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Langkah konkret membangun ekosistem pers digital yang profesional dan berintegritas kembali dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sumatera Selatan. Dalam agenda safari audiensi yang digelar, PJS Sumsel bersilaturahmi dengan Garuda Indonesia Branch Office Palembang di Jalan Kapten A. Rivai No.35, Kamis (23/10/2025).

Rombongan PJS Sumsel dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Edi Triono, didampingi Wakil Ketua Oyong Khairudin, Sekretaris Wahyudi, serta anggota Irene dan Vivi Silvia. Mereka disambut hangat oleh General Manager (GM) Garuda Indonesia Branch Office Palembang, Yona Wahyuni Kemala, dalam suasana penuh keakraban namun tetap produktif.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi berlangsung serius membahas peluang sinergi antara media digital dan dunia penerbangan, khususnya dalam memperkuat peran pers sebagai mitra strategis pelayanan publik.

Ketua DPD PJS Sumsel Edi Triono menyampaikan apresiasi atas sambutan ramah pihak Garuda Indonesia. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya sebatas hubungan publikasi, melainkan juga upaya bersama membangun citra positif dan edukatif di masyarakat.

“Kolaborasi ini penting karena pers berperan sebagai jembatan informasi. Kami ingin agar media online di Sumsel tak sekadar menyampaikan berita, tetapi juga ikut membranding layanan publik dan perusahaan kepada masyarakat,” ungkap Edi Triono.

Edi juga menuturkan bahwa PJS Sumsel tengah menyiapkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 28–29 November 2025, yang akan diikuti oleh lima kelas : tiga kelas jenjang muda, satu madya, dan satu utama.

“Ini bukti komitmen kami mencetak wartawan yang terverifikasi kompetensinya,” ujarnya menegaskan.

Sejak Juli 2025, PJS resmi terdaftar di Dewan Pers, dan dalam Rakernas terakhir bersama Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba, ditargetkan pada Desember mendatang PJS akan menjadi konstituen resmi lembaga tersebut. Dengan status itu, UKW yang diselenggarakan PJS akan sah secara kelembagaan dan diakui secara nasional.

“PJS adalah satu-satunya organisasi profesi yang fokus menaungi media online. Kami ingin menjadi pelopor jurnalisme digital yang bermutu dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Dukungan dari Garuda Indonesia

Menanggapi hal itu, GM Garuda Indonesia Branch Office Palembang, Yona Wahyuni Kemala, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap langkah PJS Sumsel meningkatkan kualitas jurnalisme di Sumatera Selatan.

“Kami menyambut baik langkah PJS Sumsel, terutama dalam pelaksanaan UKW. Pers yang profesional bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk opini publik yang konstruktif serta menjadi mitra kritis dalam mengawal kebijakan publik,” ujar Yona.

Ia menjelaskan, Garuda Indonesia Palembang memiliki kantor pelayanan di Jalan Kapten A. Rivai No. 35, serta konter resmi di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM).

Selain layanan penjualan tiket, Garuda juga rutin menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) yang menawarkan berbagai promo penerbangan domestik dan internasional.

Produk unggulan lainnya meliputi layanan kabin premium, program loyalitas GarudaMiles, layanan internet dalam penerbangan, hingga akses lounge dan bagasi tambahan. Semua inovasi itu, kata Yona, membutuhkan dukungan pemberitaan yang kredibel dari media profesional agar dapat menjangkau publik secara luas.

“Keberadaan pers digital yang kredibel dan berkompeten sangat penting untuk melawan disinformasi di ruang publik. Kami siap berkolaborasi, baik dalam UKW, pelatihan jurnalistik, maupun kegiatan peningkatan kapasitas wartawan di Sumsel,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Pers yang Sehat

Pertemuan PJS Sumsel dan Garuda Indonesia Palembang ini menghasilkan kesepahaman strategis : profesionalisme pers dan layanan publik harus berjalan beriringan. Keduanya sepakat menjalin komunikasi berkelanjutan dan membuka ruang kerja sama konkret di masa depan.

Langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan antara organisasi profesi pers dan dunia bisnis penerbangan, tetapi juga menjadi simbol sinergi positif antara jurnalisme digital, etika pelayanan publik, dan pembangunan citra daerah.

“Kami percaya, ketika media dan dunia pelayanan publik bersatu dalam semangat profesionalisme, maka yang diuntungkan adalah masyarakat luas,” tutup Edi Triono optimistis. (Ning)

Penuh Haru, Asmi Yanti Sampaikan Apresiasi di Wisuda Poltekpar Palembang Angkatan ke-6 ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Suasana haru dan bahagia menyelimuti Convention Hall Politeknik Pariwisata Palembang pada pelaksanaan Wisuda Angkatan ke-6 Tahun 2025. Salah satu wisudawati, Asmi Yanti, S.Tr.Par, dari Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara (PKA), mengungkapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan di kampus pariwisata unggulan tersebut , 15 Oktober 2025.

‎‎Dalam kesempatan berbahagia ini, Asmi Yanti menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Civitas Akademika Politeknik Pariwisata Palembang, khususnya kepada Direktur, para Wakil Direktur, serta Ketua Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara (PKA) yang telah memberikan bimbingan dan motivasi selama masa studi. Ia juga berterima kasih kepada Dosen Pembimbing, Asisten Dosen Pembimbing, serta seluruh dosen yang telah sabar menuntun dan membagikan ilmu serta pengalaman berharga selama perkuliahan.

‎ “Terima kasih kepada seluruh jajaran kampus yang telah mendampingi kami dengan penuh dedikasi. Pengalaman belajar di Poltekpar Palembang menjadi bekal penting untuk menapaki dunia kerja yang sesungguhnya,” ungkapnya.

‎Selain itu, Asmi Yanti turut menyampaikan rasa terima kasih kepada staf administrasi, tenaga kependidikan, dan seluruh pegawai kampus yang telah berperan besar dalam membantu mahasiswa selama proses perkuliahan. Menurutnya, dukungan dan pelayanan yang diberikan menjadi bagian penting dari perjalanan akademik yang berkesan.

‎‎Tak lupa, ia juga menyampaikan rasa terima kasih terdalam kepada kedua orang tua dan keluarga besar yang selalu memberikan doa, dukungan, serta semangat tanpa henti.

‎ “Capaian ini tidak akan terwujud tanpa doa dan pengorbanan orang tua serta keluarga saya. Terima kasih atas cinta dan dukungan yang tiada henti, semoga keberhasilan ini menjadi kebanggaan bersama,” tutur Asmi Yanti haru.

‎‎Menutup pesannya, Asmi Yanti berharap agar para lulusan Poltekpar Palembang dapat terus membawa nama baik almamater di dunia industri pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). “Semoga kami dapat menjadi insan pariwisata yang profesional, beretika, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

‎‎Acara wisuda diikuti 200 lebih mahasiswa yang lulus dan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, para dosen, tamu undangan, serta keluarga wisudawan yang hadir memberikan dukungan dan kebanggaan atas prestasi para lulusan terbaik Politeknik Pariwisata Palembang tahun 2025. (Ning).

BI Sumsel Gelar Temu Responden 2025, Dorong Percepatan Digitalisasi untuk Ekonomi Daerah yang Tangguh

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Temu Responden 2025 yang berlangsung di Ballroom Hotel Arista Palembang.

‎‎Kegiatan tahunan ini merupakan wujud apresiasi Bank Indonesia kepada para responden survei Bank Indonesia atas kontribusi aktif dalam penyediaan data dan informasi ekonomi yang menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi dan keuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

‎‎Mengusung tema “Percepatan Digitalisasi Ekonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Sumatera Selatan yang Tangguh,” acara ini mencerminkan semangat untuk mendorong transformasi digital sebagai fondasi penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi daerah. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM dan pedagang pasar tradisional, untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan produktivitas.

‎‎Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa dalam kapasitasnya sebagai otoritas yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia senantiasa memerlukan dukungan data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam merumuskan serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada kantor pusat.

‎‎Bambang juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh responden atas kontribusi mereka dalam penyediaan data dan informasi yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa dukungan responden menjadi komponen penting dalam memperkuat efektivitas kebijakan Bank Indonesia.

‎‎Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa Bank Indonesia secara konsisten berkoordinasi dengan perbankan dan berbagai instansi vertikal seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bulog, untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan kondisi perekonomian aktual di daerah. “Kami terus bersinergi dengan BPS, Bulog, dan perbankan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tambahnya.

‎‎Ia juga menambahkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, sehingga diperlukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tersebut perlu tetap dijaga agar tidak menimbulkan tekanan inflasi. Oleh karena itu, Bambang menekankan bahwa data dan informasi yang disampaikan oleh para responden memiliki peranan yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

‎‎Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada para penyedia data terbaik dalam lima kategori:

‎- ⁠Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Liaison: PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang

‎- Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Kegiatan Dunia Usaha: PTPN IV Regional 7

‎- Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Perkembangan Properti Komersial: Opi Mall

‎- Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Penjual Eceran: Toko Sepatu Samudera

‎- Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Harga Properti Residensial: PT Sekawan Kontrindo

‎- Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Pemantauan Harga: Pak Hermansyah

‎- Mitra Strategis Terbaik dalam Penyediaan Data Ekonomi Sumatera Selatan: Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan

‎- Surveyor Terbaik: Yulia Putri (PT Sigma Research)

‎‎Acara ini turut dimeriahkan dengan seminar motivasi oleh motivational speaker nasional Andrie Wongso, yang membawakan materi bertema “Semangat Usaha di Era Digital.”

‎‎Selain itu, digelar pula talkshow inspiratif yang menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Aviliani (Ekonom Senior INDEF), Marpaleni (Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sumatera Selatan), dan Rafael Tan (Entrepreneur).(Ning)

Wagub Sumsel Ajak Lulusan Poltekpar Palembang Jadi Duta Budaya dan Pariwisata Daerah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mengajak para lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menjadi duta budaya dan pariwisata daerah. Ajakan ini disampaikannya saat mendampingi Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI) Widiyanti Putri Wardhana dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda VI Poltekpar di Convention Hall Jakabaring, Rabu (15/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 255 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan. Cik Ujang menilai, kehadiran generasi muda yang berkompeten di bidang pariwisata menjadi modal penting bagi Sumsel untuk memperkuat citra sebagai destinasi unggulan nasional.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, saya mengucapkan selamat dan sukses. Kalian bukan hanya lulusan akademik, tetapi juga duta yang membawa nama baik Palembang dan Sumatera Selatan di kancah nasional dan internasional,” ucapnya.

Menurut Wagub, Poltekpar Palembang memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan berkarakter. Ia mengapresiasi dedikasi para dosen dan tenaga pengajar yang telah mencetak tenaga profesional di sektor pariwisata dan perhotelan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi juga wahana pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, para lulusan diharapkan membawa semangat pelayanan dan cinta tanah air dalam setiap langkahnya.

“Jadikan ilmu yang kalian peroleh sebagai bekal untuk berkontribusi nyata, baik di dunia kerja maupun di tengah masyarakat. Bangun kolaborasi dan inovasi agar pariwisata Sumsel semakin dikenal luas,” imbuhnya.

Menpar Widiyanti dalam sambutannya turut menyampaikan pesan agar para lulusan tetap rendah hati, berintegritas, dan terus mengasah kemampuan. Ia menyebut, sektor pariwisata saat ini tengah bangkit dengan capaian 10,04 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari–Agustus 2025.

“Ini pencapaian tertinggi sejak pandemi. Artinya, peluang di sektor ini sangat terbuka. Namun, semua itu membutuhkan tenaga profesional yang bisa menjawab kebutuhan wisata modern,” ungkap Menpar.

Menurutnya, wisata masa depan lebih menekankan pada pengalaman otentik dan hubungan emosional antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Karena itu, penting menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai daya tarik utama.

Menpar juga menitipkan pesan agar para lulusan membawa cerita positif tentang daerah asal mereka. “Kemanapun kalian pergi, tetaplah menjadi duta Palembang dan Nusantara. Jadikan keberagaman kita sebagai kekuatan,” tuturnya.

Cik Ujang menutup sambutannya dengan harapan agar lulusan Poltekpar tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai dan mengembangkan pariwisata daerah. (ning)