Gubernur Herman Deru Terima Sertifikat HPL Mozaik 5 dan 6, Dorong Percepatan Tata Ruang dan Digitalisasi Pertanahan

PALEMBANG -(deklarasinews.com )— Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru resmi menerima Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) Mozaik 5 dan Mozaik 6 atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel. Penyerahan dilakukan di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (18/03/2026).

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sumsel sebagai bagian dari proyek strategis nasional di sektor pertanahan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) ATR/BPN Sumsel, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., QRMO., CODP., C.Med, menjelaskan bahwa masing-masing sertifikat memiliki luas 88 hektare dan 81 hektare.

“Ini merupakan sertifikat tanah dalam kerangka proyek strategis nasional,” ujarnya.

Dalam paparannya, ia memaparkan gambaran umum pertanahan di Sumsel. Total luas wilayah Sumsel mencapai 9.476.775 hektare, terdiri atas daratan seluas 8.677.168 hektare dan perairan 799.607 hektare.

Dari luas tersebut, kawasan hutan mencakup sekitar 3.338.222 hektare atau 35,23 persen, sementara area penggunaan lain mencapai 5.338.946 hektare atau 56,34 persen.

Jumlah bidang tanah di Sumsel diperkirakan lebih dari 4,7 juta bidang. Namun, sebagian masih belum terpetakan atau tersertifikasi secara optimal.

Ia juga menyampaikan bahwa proses digitalisasi pertanahan terus berjalan, termasuk alih media dari peta manual ke sistem digital, meskipun belum merata.

Selain itu, ATR/BPN Sumsel tengah melaksanakan pengadaan tanah untuk sejumlah proyek strategis nasional, di antaranya:

Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung

Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi

Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1

Pembangunan interchange di wilayah Ogan Komering Ilir

“Sejumlah proyek tersebut masih dalam tahap identifikasi, inventarisasi, validasi pembayaran, hingga penyelesaian administrasi,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah kendala di lapangan masih dihadapi, seperti tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan, persoalan administrasi sertifikat, serta ketidaksesuaian data teknis.

Sementara itu, Gubernur Herman Deru menegaskan pentingnya percepatan penataan ruang guna mendukung pembangunan daerah.

Ia menyoroti belum adanya keseragaman kelembagaan di tingkat kabupaten/kota yang berkaitan langsung dengan Kementerian ATR.

“Di kabupaten/kota belum ada OPD yang secara khusus menangani urusan pertanahan seperti di Kementerian ATR. Akibatnya, persoalan yang muncul menjadi beragam,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai kendala seperti persoalan batas wilayah, koordinasi dengan legislatif, serta belum adanya pendelegasian kewenangan menjadi hambatan dalam percepatan pembangunan.

Ia juga menyoroti persoalan batas wilayah di sejumlah daerah, seperti Ogan Komering Ilir (OKI), OKU Selatan, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin, yang kerap berubah akibat faktor alam.

“Perubahan batas wilayah bisa mencapai luasan tertentu karena dipengaruhi kondisi alam,” katanya.

Untuk itu, ia meminta ATR/BPN Sumsel memperkuat sistem peta digital agar perubahan wilayah dapat dipantau secara akurat.

“Ke depan, saya minta peta digital diperkuat, sehingga kita bisa melihat perbedaan kondisi wilayah dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti masih minimnya digitalisasi sertifikat tanah, khususnya sertifikat lama yang masih berbentuk peta merah.

“Alih media dari manual ke digital masih sangat terbatas,” ujarnya.

Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami kepemilikan tanah secara pasti, termasuk titik koordinat lahannya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sumsel juga menerima sertifikat elektronik atas lahan aset milik pemerintah provinsi yang akan mendukung pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat.

Gubernur mengapresiasi langkah ATR/BPN dalam mempercepat sertifikasi aset daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih. Ini merupakan langkah maju yang akan kami tindak lanjuti secara cepat,” katanya.

Saat ini, tercatat tiga mozaik yang menjadi bagian dari pengelolaan tata ruang di Sumsel.

Gubernur menegaskan, pemerintah harus menjadi contoh dalam hal sertifikasi tanah guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas lahan.

“Pemerintah harus menjadi contoh. Untuk sertifikasi tanah, jangan ditunda lagi,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja ATR/BPN yang dinilai telah meningkatkan pelayanan serta tertib administrasi pertanahan.

“Terima kasih atas kerja cepat dan tepat waktu, sehingga kita dapat segera melaksanakan tahapan pembangunan berikutnya,” pungkasnya. (Ning)

Sumsel Siap Jadi Contoh Nasional, Herman Deru Dukung Program MBG Berbasis Pangan Lokal

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut ditegaskan Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, saat menghadiri Rapat Konsolidasi Program MBG bersama kasatpel, mitra, dan yayasan se-Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/02/2026).

Herman Deru menilai Program MBG sejalan dengan komitmen Pemprov Sumsel dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menekan angka stunting. Ia menyebut, Sumsel saat ini menjadi provinsi dengan prevalensi stunting nomor dua terkecil setelah Jawa Barat.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kebijakan kemandirian pangan yang telah dibangun sejak beberapa tahun terakhir melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Program ini lahir saat pandemi Covid-19 dan tekanan inflasi mendorong banyak daerah bergantung pada pasokan dari luar.

“Kalau semua daerah mendatangkan bahan dari luar, akan terjadi rebutan dan harga makin tidak terkendali. Karena itu, kita perkuat kemandirian pangan,” ujarnya.

Melalui dukungan CSR perbankan, termasuk Bank Mandiri, Pemprov Sumsel mengembangkan sektor peternakan ayam, ikan air tawar, belut, serta bantuan bibit cabai dan bawang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Gerakan yang dicanangkan pada November 2021 itu terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Sumsel bahkan meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) selama lima tahun berturut-turut.

Ia menegaskan, saat Program MBG mulai berjalan, Sumsel tidak mengalami kekhawatiran kekurangan bahan pangan karena fondasi kemandirian sudah terbentuk. Telur, daging ayam, dan ikan air tawar tersedia dalam jumlah cukup sehingga ekosistem ekonomi tetap stabil.

Herman Deru juga membuka peluang bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengadopsi GSMP sebagai model nasional guna mendukung keberhasilan MBG di berbagai daerah.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa sekitar 2.000 orang di Sumsel terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, bahan baku Program MBG berasal dari petani dan produsen lokal, sehingga tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Program MBG sendiri bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah. Selain menekan angka stunting dan malnutrisi, program ini juga mendorong peningkatan kualitas SDM serta pemberdayaan UMKM, petani, dan peternak lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva HD, Sekretaris Daerah Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, perwakilan Forkopimda, serta Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. (ning)

Hidayat: H. Alex Noerdin Sosok Tokoh dan Mentor Bagi Kader Partai Golkar

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Ketua DPRD Kota Palembang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kota Palembang, M. Hidayat,S.E.,M.Si menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya H. Alex Noerdin. Hidayat mengenang almarhum sebagai sosok tokoh sekaligus mentor bagi kader Partai Golkar Kota Palembang (25/2/ 2026).

‎‎“Atas nama pribadi dan keluarga besar Partai Golkar Kota Palembang, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Alex Noerdin. Beliau bukan hanya tokoh besar bagi Sumatera Selatan, tetapi juga mentor pada masanya yang banyak memberikan inspirasi dan arahan bagi kami,” ujar Hidayat dalam keterangannya.

‎‎Diketahui, Alex Noerdin merupakan Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode, yakni 2008–2013 dan 2013–2018. Dalam masa kepemimpinannya, ia dikenal aktif mendorong pembangunan daerah serta berbagai program strategis seperti Berobat Gratis dan Pendidikan Gratis  dan lainnya yang berdampak pada kemajuan provinsi tersebut.

‎‎Menurut Hidayat, dedikasi dan pengalaman almarhum dalam dunia pemerintahan maupun politik menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus, khususnya kader Partai Golkar Kota Palembang.

‎‎Ia juga mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” katanya.

‎‎Keluarga besar Partai Golkar Kota Palembang, lanjut Hidayat, merasa kehilangan atas kepergian salah satu tokoh yang telah banyak berkontribusi bagi daerah dan partai. Nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan diharapkan dapat terus menjadi motivasi dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. (Ning).

Direktur PT PAB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Jalan Sunan, Palembang ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Direktur PT Pengamanan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, SH, yang akrab disapa Kiyai Jamak. Bersama jajaran manajemen perusahaannya, ia turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Jalan Sunan, Pasar Sungki, Kecamatan Kertapati, Palembang, Selasa (17/2/2026).

‎‎H. Jamak Udin SH yang dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus pengusaha dermawan di Kota Palembang ini menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Menurutnya, kehadiran PAB di lokasi kebakaran bukan sekadar menyerahkan bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral agar para korban tetap kuat dan tidak merasa sendirian.

‎‎“Alhamdulillah, hari ini kami dari PT PAB bisa hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran di RT 47 RW 01. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi mereka,” ujar H. Jamak Udin SH.

‎‎Ia menegaskan, musibah merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran dan ketabahan. Oleh karena itu, pihaknya berharap para korban tetap optimistis dan yakin bahwa di balik setiap cobaan pasti ada hikmah.

‎‎“Rezeki, jodoh, dan maut itu semua dari Allah. Ketika hari ini kita mendapat cobaan, maka yang terpenting adalah tetap tabah dan semangat. Kami datang ke sini untuk memberi support, agar saudara-saudara kita tidak merasa sendiri. Banyak orang di luar sana yang peduli dan siap membantu,” tuturnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, PT PAB menyalurkan berbagai bentuk bantuan kebutuhan pokok, di antaranya beras, mi instan, air mineral cup, serta paket sembako lainnya yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para korban dalam beberapa hari ke depan.

‎Selain memberikan bantuan, H. Jamak Udin SH juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dalam penggunaan listrik maupun peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti kompor dan instalasi listrik.

‎‎“Mudah-mudahan ke depan kita semua lebih berhati-hati, baik soal listrik maupun penggunaan api di rumah. Semoga kejadian kebakaran seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

‎Sementara itu, di lokasi yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kertapati, Rifandi Saputra, ST, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh H. Jamak Udin SH dan PT PAB.

‎‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Jamak Udin SH beserta PT PAB atas bantuannya. Ini sangat berarti dan mampu meringankan beban para korban kebakaran di wilayah RT ini,” ungkap Rifandi.

‎‎Ia menjelaskan dalam kebakaran tersebut ada 16 Kepala Keluarga yang kehilangan tempat tinggal dengan tidak ada korban jiwa, ia juga menyampaikan pesan kepada para korban agar tetap sabar dan tabah dalam menghadapi ujian, serta tidak kehilangan harapan akan masa depan yang lebih baik.

‎‎“Seperti yang disampaikan Pak H. Jamak Udin SH, semoga musibah ini ke depan diganti Allah dengan yang lebih baik. Yang terpenting saat ini adalah tetap kuat, saling mendukung, dan bangkit kembali,” pungkasnya.(Ning)

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-
‎Wyndham Opi Hotel Palembang menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah dengan acara berbuka puasa dengan keindahan yang terinspirasi dari arsitektur Masjid Cheng Ho Palembang dipadukan dengan gaya Asia, mencerminkan harmoni budaya.

‎Seluruh area lobi hingga 9Rivers Restaurant di Wyndham Opi Hotel Palembang menampilkan suasana khas Ramadan dengan alunan musik khas Timur Tengah untuk menambah kehangatan acara yang memiliki tema “Red Lantern- AYCE Iftar Buffet”.

‎Iftar yang diadakan hotel berkonsep All You Can Eat dengan menu yang diubah setiap harinya selama Bulan Ramadan.

‎Beragam hidangan khas Nusantara dan internastional akan disajikan mulai dari domba panggang dengan gulai ayam, pempek, nasi biryani, beef shawarma, chicken Punjab, dan teriyaki beef untuk menemani waktu berbuka puasa.

‎Sebagai pembuka, tamu juga dapat menikmati aneka takjil, seperti es campur, kolak, dan wedang ronde. Perayaan unik ini menandai dua momen penting yang terjadi pada bulan ini, yaitu Ramadan dan Tahun Baru Imlek.

‎” Kami ingin menunjukkan bahwa momen ini bermakna, serta bagaimana keberagaman budaya menjadi fondasi kehidupan,” ujar Jumin Hidayat, Hotel Manager Wyndham Opi Hotel Palembang. Kamis (12/02/25)

‎Tamu dapat menikmati sajian berbuka puasa ini dengan harga Rp268.000 per orang dengan potongan hingga 20 persen bagi pemegang kartu kredit Bank BCA dan Bank Mandiri.

‎Wyndham Opi Hotel Palembang juga menawarkan paket Menginap Iftar di Deluxe room yang memiliki pemandangan indah kota, serta sudah termasuk sahur dan iftar untuk dua orang dengan harga Rp1.288.000 per malam dan dapat dipesan mulai 19 Februari hingga 19 Maret 2026.

‎Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, tamu dapat menghubungi Festive Team kami di (0711) 5541777 atau mengunjungi akun Instagram resmi @wyndhamopi.  (Ning)

AHY dan Cik Ujang Soroti Dampak ODOL Terhadap Kerusakan Infrastruktur Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Masalah kendaraan Over Dimensi Overload (ODOL) kembali menjadi sorotan serius pemerintah, menyusul berbagai kerusakan infrastruktur yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Penertiban kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih tersebut menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang digelar di Mapolda Sumatera Selatan, Selasa (10/2/2026).

‎Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang.

‎Hadir pula jajaran kepolisian, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumsel, serta unsur terkait lainnya yang memiliki peran strategis dalam pengawasan dan penegakan hukum di sektor transportasi dan infrastruktur.

‎‎Pertemuan ini digelar sebagai respons atas semakin masifnya dampak negatif kendaraan ODOL terhadap kondisi jalan dan jembatan. Salah satu kasus yang menjadi perhatian utama adalah ambruknya Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat, yang diduga kuat disebabkan oleh kendaraan bermuatan melebihi kapasitas.

‎‎Ambruknya jembatan tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi serta memperlihatkan lemahnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan angkutan barang.

‎Dalam rapat tersebut, AHY menekankan bahwa persoalan ODOL tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, kendaraan yang membawa muatan berlebih secara sistematis akan mempercepat kerusakan infrastruktur, meningkatkan risiko kecelakaan, serta membebani anggaran negara akibat biaya perbaikan yang terus berulang.

‎‎“ODOL bukan hanya masalah di Sumsel, tapi persoalan nasional. Dampaknya sangat luas, mulai dari keselamatan masyarakat hingga keberlanjutan pembangunan infrastruktur,” ujar AHY.

‎Ia mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kendaraan ODOL. Pemerintah pusat terus mendorong kebijakan yang konsisten dan terintegrasi agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dan tidak cepat rusak akibat pelanggaran muatan.

‎‎AHY juga menegaskan pentingnya tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang terbukti. Kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan harus dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, tanpa kompromi.

‎‎“Penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten. Ini bukan semata soal menghukum, tetapi memberikan efek jera dan menciptakan kepastian hukum bagi semua pihak,” tegasnya.

‎Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menyampaikan bahwa penanganan ODOL harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dengan razia di lapangan, tetapi juga melalui penelusuran tanggung jawab hingga ke tingkat pemilik usaha.

‎Ia mengingatkan bahwa Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, sebelumnya telah mengeluarkan instruksi tegas terkait larangan angkutan batubara melintas di jalan umum. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus melindungi infrastruktur publik dari kerusakan.

‎‎“Ini adalah komitmen pemerintah daerah. Jalan umum bukan untuk angkutan berat yang tidak sesuai aturan. Jika terus dibiarkan, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Cik Ujang.

‎Lebih lanjut, Cik Ujang menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya menyasar pihak paling lemah di lapangan, seperti sopir atau pemilik kendaraan. Menurutnya, pihak yang paling bertanggung jawab justru harus dicari hingga ke level pemilik tambang atau pemilik usaha.

‎“Jangan sampai yang menjadi tersangka justru sopir atau pemilik kendaraan, sementara pemilik tambang atau pemilik usaha yang mendapat keuntungan justru bebas dari tanggung jawab,” tegasnya.

‎‎Ia menilai, tanpa keberanian menindak aktor utama di balik praktik ODOL, maka penertiban hanya akan bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

‎‎Dalam konteks ini, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum diharapkan dapat bekerja bersama dalam satu garis kebijakan yang tegas, adil, dan berkelanjutan.

‎Koordinasi yang intensif dinilai sangat penting agar tidak terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum. Setiap pelanggaran harus ditindak secara objektif, transparan, dan sesuai prosedur.

‎Melalui langkah terpadu ini, pemerintah berharap praktik ODOL di Sumatera Selatan dapat ditekan secara signifikan.

‎Upaya tersebut bukan hanya demi menjaga infrastruktur tetap layak pakai, tetapi juga untuk melindungi keselamatan masyarakat serta memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.‎(ning)

ARYADUTA Palembang Gelar Ramadan Gathering “The Harmony Table” dan Perkenalkan “Harmony of Peranakan”

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ARYADUTA Palembang menggelar acara Ramadan Gathering bertajuk “The Harmony Table” yang akan diselenggarakan pada Jumat, pukul 16.00 WIB, bertempat di The Kitchen Restaurant, ARYADUTA Palembang.

‎Acara ini dihadirkan sebagai momen silaturahmi dan apresiasi kepada para klien serta partner, sekaligus menjadi ajang eksklusif untuk memperkenalkan konsep dan menu Ramadan ARYADUTA Palembang tahun ini.

‎‎Melalui tema Harmony of Peranakan, ARYADUTA Palembang menghadirkan pengalaman berbuka puasa dengan sentuhan cita rasa Asia Peranakan yang harmonis, autentik, dan kaya warisan budaya. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan rasa dan kualitas bahan.

‎Selama bulan Ramadan, tamu dapat menikmati sajian All You Can Eat dengan harga Rp299.000 net/pax, yang disiapkan langsung oleh chef  profesional ARYADUTA Palembang.

‎‎Beragam menu khas Asia Peranakan akan disajikan, mulai dari Chinese Beef Marinating Roasted yang disajikan dengan Chinese bun, sayuran, dan saus khas chef, Chinese Chicken Shawarma, Chinese Chicken & Vegetables Kebab Roll, hingga Nasi Campur yang terdiri dari Ginger Rice, Roasted Chinese Chicken, dan Hainan Chicken.

‎Menu lainnya seperti Gohyong Ayam, aneka dim sum goreng, serta steamed dim sum juga melengkapi ragam hidangan yang dihadirkan, menciptakan pengalaman berbuka puasa yang berkesan bagi seluruh tamu.

‎‎General Manager ARYADUTA Palembang, Emmy Yunarti menyampaikan bahwa konsep Ramadan tahun ini dihadirkan untuk merayakan kebersamaan dalam balutan kekayaan rasa.

‎ “Melalui The Harmony Table, kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadan yang bukan hanya tentang bersantap, tetapi juga tentang kebersamaan, kehangatan, dan keharmonisan. Harmony of Peranakan kami hadirkan sebagai simbol perpaduan budaya dan cita rasa yang dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

‎‎Tak hanya menghadirkan pengalaman kuliner, ARYADUTA Palembang juga kembali memperkenalkan hampers Ramadan eksklusif bertajuk “Harmony Royale” dengan harga Rp488.000. Hampers ini dirancang sebagai pilihan hadiah istimewa untuk keluarga, sahabat, maupun relasi bisnis, berisi Coffee Machine, Coffee cup, Exclusive coffee ARYADUTA, serta  Pinneple Tart yang dikemas secara elegan.

‎‎Marketing Communication Executive ARYADUTA Palembang, Larasati Syahputri, menambahkan bahwa kehadiran hampers ini melengkapi rangkaian Ramadan ARYADUTA Palembang. “Harmony Royale kami hadirkan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi yang dapat dibagikan kepada orang-orang terdekat. Kami ingin setiap elemen Ramadan di ARYADUTA Palembang, baik melalui sajian berbuka maupun hampers, dapat memberikan kesan eksklusif, hangat, dan bermakna,” jelasnya.

‎‎Melalui rangkaian acara Ramadan Gathering dan peluncuran konsep Harmony of Peranakan, ARYADUTA Palembang berharap dapat menjadi destinasi pilihan untuk berbuka puasa sekaligus berbagi momen spesial selama bulan suci Ramadan. (ning)

Tak Sekadar Syukuran, Ultah Gerindra ke-18 Jadi Momentum Berbagi dan Konsolidasi Kader

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– ‎Suasana penuh kemeriahan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang digelar di Sekretariat DPD Gerindra Sumatera Selatan, Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, Sabtu (7/2/2025).

‎‎Acara syukuran tersebut berlangsung hangat dan sarat kebersamaan, dihadiri oleh jajaran pengurus partai, kader, simpatisan, serta tamu undangan dari unsur pemerintah daerah.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, bersama Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah kota dengan partai politik dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Partai Gerindra yang selama ini dinilai aktif menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah, khususnya di wilayah Kota Palembang.

‎‎Menurutnya, keberadaan Gerindra tidak hanya terasa saat momentum politik, tetapi juga melalui aksi-aksi nyata yang berkelanjutan.

‎‎Ratu Dewa juga menilai berbagai program yang dijalankan Partai Gerindra sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia menyoroti program-program yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dinilainya telah memberikan dampak langsung bagi warga, terutama dalam sektor sosial dan ekonomi.

‎‎“Selamat ulang tahun untuk Partai Gerindra. Selama ini, gerakan Gerindra untuk masyarakat sangat terasa. Program-program Pak Prabowo benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita,” ujar Ratu Dewa di hadapan para hadirin.

‎‎Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sumsel, Hj Kartika Sari Desi, yang diwakili dan didampingi Sekretaris Jenderal DPD Gerindra Sumsel, Raden Gempita, mengungkapkan bahwa peringatan usia ke-18 tahun ini tidak hanya menjadi seremoni belaka, melainkan juga momentum berbagi kepada masyarakat.

‎‎Sebagai wujud rasa syukur, DPD Gerindra Sumsel menyalurkan sebanyak 20.000 paket sembako yang didistribusikan ke berbagai panti asuhan yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Palembang.

‎‎Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok rentan, sekaligus memperkuat kehadiran partai di tengah kehidupan sosial warga.

‎‎Ia menegaskan bahwa peringatan HUT ini juga menjadi ajang konsolidasi dan penguatan solidaritas kader, mulai dari tingkat ranting hingga pengurus pusat. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam menjalankan peran politik yang berpihak kepada rakyat.

‎‎Menurutnya, fokus utama Gerindra saat ini adalah memastikan seluruh program Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan optimal hingga ke daerah. Gerindra Sumsel berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat luas.

‎“Sesuai tema, kader Gerindra harus kompak dan selalu bergerak untuk masyarakat. Kami akan selalu setia mengawal seluruh program presiden yang dicanangkan Pak Prabowo demi kemajuan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.‎(Ning)

Partai Garuda Sumsel Perkuat Soliditas dan Administrasi Menuju Pemilu 2029

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– ‎Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Garda Republik Indonesia (Garuda) menggelar kegiatan konsolidasi bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Garuda Sumatera Selatan serta seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sumatera Selatan.

‎‎Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, dan berlangsung di Pelataran Musi Cafe, Jalan Ki Gede Ing Suro, 28 Ilir, Palembang, Kamis (05/02/2026).

‎‎Konsolidasi tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus dan kader Partai Garuda di Sumatera Selatan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus menyamakan persepsi terkait langkah-langkah strategis partai ke depan, khususnya dalam menghadapi tahapan Pemilu 2029.

‎‎Dalam kesempatan itu, Teddy Gusnaidi menyampaikan bahwa pertemuan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi forum diskusi intensif antara pengurus pusat dengan pengurus daerah.

‎‎Salah satu fokus utama pembahasan adalah terkait kesiapan administrasi partai sebagai syarat mutlak untuk dapat mendaftar dan lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

‎‎Menurut Teddy, para pengurus dan kader Partai Garuda harus benar-benar memahami mekanisme kepartaian, terutama menyangkut aspek administrasi dan regulasi yang berlaku.

‎‎Ia menegaskan, kelengkapan dan kerapian administrasi menjadi fondasi utama bagi partai politik untuk dapat berpartisipasi dalam pemilu.

‎‎“Pengurus partai harus benar-benar seorang politisi yang paham bagaimana mekanisme kepartaian, mulai dari tahap administrasi hingga memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan. Tanpa administrasi yang benar dan sesuai aturan, tidak mungkin sebuah partai bisa ikut pemilu,” ujar Teddy.

‎‎Lebih lanjut, Teddy menekankan bahwa pemahaman terhadap aturan tidak hanya penting bagi mereka yang sudah duduk di parlemen, tetapi juga bagi seluruh kader, meskipun belum menjadi anggota dewan. Menurutnya, kader partai harus mampu memahami regulasi agar bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎‎Ia juga menyoroti pentingnya peran pengurus daerah dalam menjaring kader-kader potensial. Teddy menyebut, setiap daerah memiliki karakter masyarakat yang berbeda-beda, sehingga pola rekrutmen kader tidak bisa diseragamkan.

‎‎“Pengurus di daerah tentu lebih mengenal karakter masyarakatnya masing-masing. Mereka punya cara sendiri dalam menjaring kader, menyesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat, sehingga bisa mendapatkan kader yang benar-benar sesuai dan siap berjuang,” jelasnya.

‎‎Terkait target politik, Teddy mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Partai Garuda menargetkan dapat lolos sebagai peserta Pemilu 2029. Selain itu, partai juga berharap dapat menempatkan wakilnya di parlemen serta memiliki kepala daerah yang berasal dari kader Partai Garuda.

‎‎“Target kita jelas, pertama lolos sebagai peserta pemilu, kemudian memiliki anggota dewan, dan ke depan juga memiliki kepala daerah dari Partai Garuda,” tegasnya.

‎Sementara itu, Ketua DPD Partai Garuda Sumatera Selatan, Haji Marsudi, mengaku bersyukur atas kehadiran langsung Wakil Ketua Umum DPP ke Palembang.

‎Menurutnya, kehadiran pengurus pusat memberikan motivasi sekaligus pencerahan bagi seluruh jajaran Partai Garuda di Sumsel.

‎‎Marsudi mengatakan, melalui konsolidasi ini pihaknya mendapatkan banyak arahan terkait tata kelola administrasi partai agar bisa memenuhi seluruh persyaratan KPU dan lolos sebagai peserta Pemilu 2029.

‎‎“Kami sangat berterima kasih atas arahan dari DPP. Ini menjadi bekal penting bagi kami di daerah untuk melengkapi seluruh administrasi yang dibutuhkan, sehingga Partai Garuda bisa ikut berpartisipasi dalam pemilu mendatang,” ujarnya.

‎‎Tak hanya soal administrasi, Marsudi menambahkan bahwa pihaknya juga memperoleh bimbingan mengenai strategi menjaring kader-kader potensial. Ia menekankan pentingnya merekrut kader yang tidak hanya loyal terhadap partai, tetapi juga memiliki kapasitas dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

‎‎“Tujuan kami bergabung di Partai Garuda adalah untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa, memperjuangkan aspirasi rakyat, serta membuka akses pendidikan kepemimpinan dan jaringan politik yang lebih luas,” jelas Marsudi.

‎‎Dengan konsolidasi ini, Partai Garuda Sumatera Selatan optimistis dapat memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

‎‎Para pengurus berharap, soliditas dan kesiapan administrasi yang dibangun sejak dini akan menjadi modal utama bagi Partai Garuda untuk tampil sebagai kekuatan politik baru yang diperhitungkan di Pemilu 2029.(Ning)

Herman Deru Hadiri FGD Perhapi Sumsel dan Lantik Pengurus Periode 2025–2029

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Daerah Sumatera Selatan menggelar Forum Group Discussion (FGD) sekaligus pelantikan pengurus periode 2025–2029 dengan tema “Diskusi Publik: Solusi Polemik Jalan Angkut Batubara di Sumatera Selatan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Daira Palembang, Sabtu (31/1/2026) siang.

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peran strategis Perhapi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pertambangan.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menilai organisasi profesi seperti Perhapi memiliki kontribusi besar dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Bagi saya, organisasi ini sangat penting. Meski hari libur, saya tetap hadir karena ini menyangkut kepentingan daerah kita. Selamat kepada ketua dan jajaran yang dilantik. Amanah ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan memberi makna bagi organisasi maupun daerah lima tahun ke depan,” ujar Herman Deru.

Ia berharap kepengurusan Perhapi Sumsel dapat solid, baik secara internal maupun eksternal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi Sumatera Selatan yang dikenal kaya akan sumber daya alam, seperti batubara, mineral, minyak, dan gas.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tersebut harus dikelola oleh tenaga ahli yang kompeten agar memberikan manfaat optimal tanpa merusak lingkungan.

“Sumsel kaya akan SDA dan membutuhkan para ahli untuk mengelolanya. Namun, pengelolaan itu harus dilakukan secara bertanggung jawab, tidak mengganggu ekosistem lain, serta memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan negara,” tegasnya.

Terkait tema FGD, Herman Deru menilai persoalan angkutan batubara di Sumsel bukanlah polemik baru, melainkan persoalan lambatnya proses transisi menuju penggunaan jalan khusus.

“Masalahnya hanya satu, yakni lambatnya transisi ke jalan khusus. Sudah terlalu lama berada di zona nyaman menggunakan jalan umum, padahal Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 secara jelas mengatur kewajiban penggunaan jalan hauling khusus. Akibatnya, masyarakat dirugikan selama belasan tahun,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa perusahaan tambang wajib membangun dan memelihara jalan khusus angkutan batubara agar kepentingan umum tidak terganggu.

“Dalam usaha pertambangan pasti ada komponen biaya transportasi, termasuk membangun dan memelihara jalan khusus. Saya mengajak semua pihak untuk menghargai dan mematuhi undang-undang yang telah diterbitkan,” tambahnya.

Meski demikian, Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel tetap bersikap terbuka dalam penerapan kebijakan, selama terdapat itikad baik dan langkah konkret dari perusahaan.

“Jika sudah ada perencanaan pembangunan jalan khusus, proses pembebasan lahan berjalan, dan secara teknis memenuhi standar, maka tidak menutup kemungkinan diberikan toleransi dalam jangka waktu tertentu,” katanya.

Ia juga berharap Perhapi berperan aktif memberikan masukan profesional kepada perusahaan pertambangan, agar kedepan aktivitas angkutan batubara tidak lagi mengganggu masyarakat serta tetap memperhatikan aspek reklamasi dan pemulihan lingkungan pascatambang.

“Ekosistem harus kita pikirkan sejak dini. Reklamasi bukan hanya formalitas, tetapi bagaimana alam benar-benar dapat pulih kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perhapi Sudirman melalui Wakil Ketua Ir. Resvan, M.BA, menyampaikan bahwa Perhapi saat ini memiliki 24 cabang di seluruh Indonesia, dan Perhapi Sumsel termasuk salah satu perwakilan daerah yang aktif.

Dalam kesempatan tersebut, Frans Irawan resmi dilantik sebagai Ketua Perhapi Perwakilan Daerah Sumatera Selatan periode 2025–2029.

Bersama jajaran pengurus, ia akan segera menyusun struktur kepengurusan lengkap serta program kerja daerah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. (Ning)