‎Tak Hanya Dampingi Suami, IIDI Palembang Fokus Edukasi Kesehatan dan Cegah Stunting ‎

PALEMBANG-(deklarasinews.com)- ‎Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Palembang berlangsung khidmat, penuh makna, dan sarat semangat pengabdian. Kegiatan ini digelar di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Az-Zahra, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (28/01/2026).

‎‎Momentum peringatan HUT kali ini menjadi lebih istimewa karena tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, namun juga menegaskan komitmen IIDI sebagai organisasi perempuan yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan, khususnya dalam mendampingi para dokter sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

‎‎Acara tersebut dihadiri Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan, Lidyawati Cik Ujang, Direktur RSUD Siti Fatimah Az-Zahra dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG., MARS., CHRA, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Selatan, Ketua IDI Kota Palembang, Ketua Ikatri DPRD provinsi Sumsel serta perwakilan berbagai organisasi perempuan yang ada di Sumatera Selatan.

‎‎Kehadiran sejumlah tokoh perempuan dan pemangku kepentingan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap eksistensi dan peran strategis IIDI, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan.

‎‎Dalam sambutannya, Ketua BKOW Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas bertambahnya usia IIDI yang kini memasuki tahun ke-71. Ia berharap IIDI Cabang Palembang semakin solid, terus berkembang, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

‎‎“Selamat ulang tahun ke-71 untuk IIDI Cabang Palembang. Semoga persatuannya semakin kuat dan kokoh, serta semakin bermanfaat bagi masyarakat. Teruslah mendampingi para suami dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, sehingga karier mereka di tengah masyarakat semakin berjaya dan para istri pun semakin disayangi,” ujar Lidyawati.

‎‎Lidyawati menegaskan, dari sekitar 50 organisasi perempuan yang tergabung dalam BKOW Sumsel, IIDI memiliki posisi yang sangat strategis karena bergerak langsung di bidang kesehatan. Menurutnya, peran tersebut menjadi kekuatan besar apabila dibarengi dengan sinergi yang kuat bersama pemerintah daerah dan organisasi perempuan lainnya.

‎‎Ia juga mendorong IIDI untuk terus berinovasi dalam merancang program-program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah pelosok Sumatera Selatan yang masih membutuhkan perhatian serius dalam pelayanan dan edukasi kesehatan.

‎‎“Teruslah berinovasi dalam program-program kesehatan, terutama untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Jaga selalu kekompakan, karena kekompakan adalah kunci utama keberhasilan sebuah organisasi,” tegasnya.

‎‎Menutup sambutannya, Lidyawati berharap IIDI Cabang Palembang dapat terus berkembang dan konsisten dalam mendukung tugas para dokter demi terwujudnya masyarakat Sumatera Selatan yang sehat dan sejahtera.

‎‎Peringatan HUT ke-71 IIDI ini sekaligus menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen organisasi dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan.

‎‎IIDI dinilai memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mendukung para dokter, sekaligus sebagai agen edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

‎‎Sementara itu, Ketua IIDI Cabang Palembang, drg. Budi Asri Kawuryani, MM, yang diwakili Wakil Ketua IIDI Cabang Palembang, Imelda Irwan, S.T., M.Eng.Sc., memaparkan berbagai program unggulan yang telah dan sedang dijalankan oleh organisasi tersebut.

‎‎Imelda menjelaskan, pada periode sebelumnya IIDI Cabang Palembang fokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting pada anak. Program ini sejalan dengan agenda nasional dalam menekan angka stunting guna mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

‎‎“Pada periode saat ini, fokus utama kami diarahkan pada kesehatan remaja. Hal ini sesuai dengan lirik hymne dan mars IIDI, sehingga kami mengadakan seminar dan edukasi kesehatan bagi siswa-siswi di Kota Palembang,” jelasnya.

‎‎Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-71, IIDI Cabang Palembang juga menjalin kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pada Rabu (07/01/2026) menggelar kegiatan edukasi pencegahan bullying di sekolah bagi siswa kelas VII SMP IT Harapan Mulia Palembang.

‎‎Tak hanya itu, pada Rabu (21/01/2025), IIDI Cabang Palembang bersama IDI melakukan kunjungan ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC).

‎‎Kegiatan ini turut dihadiri Duta Literasi yang juga anggota DPD RI Dapil Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M.,

‎‎Dalam kesempatan tersebut, IIDI, IDI, dan Duta Literasi memberikan bantuan berupa sejumlah dana untuk renovasi ruangan YPAC guna menunjang proses belajar mengajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

‎‎“IIDI Cabang Palembang fokus membangun dan membimbing kesuksesan anak melalui kunjungan, penyuluhan, dan bantuan ke sekolah-sekolah,” ujar Imelda.

‎‎Selain itu, IIDI Cabang Palembang juga aktif memberikan edukasi kesehatan pranikah kepada pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya menjaga kesehatan sebelum menikah sebagai langkah preventif mencegah stunting sejak dini.

‎“Kami turun langsung ke SMA untuk memberikan edukasi kesehatan pranikah. Tujuannya agar pencegahan stunting dapat dilakukan sejak sebelum anak dilahirkan,” tambahnya.

‎‎Tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, IIDI Cabang Palembang juga menjangkau sekolah-sekolah negeri di daerah pinggiran dan wilayah perbatasan Kota Palembang dengan kabupaten lain. Langkah ini dilakukan agar akses informasi dan edukasi kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

‎‎“Kami ingin memastikan tidak ada anak-anak yang tertinggal dalam mendapatkan informasi kesehatan, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat kota,” tutup Imelda.

‎Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IIDI Cabang Palembang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi mitra strategis pemerintah, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang lebih sehat dan sejahtera. (Ning)

BOT ke-8 Resmi Dibuka, Atlet SMP Hingga Juara Dunia Unjuk Gigi di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-
Kota Palembang kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu tuan rumah ajang olahraga berskala nasional. Kali ini, Palembang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Brotherhood of Toxophilites (BOT) ke-8, sebuah kompetisi panahan berkuda bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Kejuaraan yang mengusung tema Legasi Parameswara – Ado Olah Ado Oleh tersebut resmi dibuka pada Minggu (18/01/25) di D’Sultan Stable, Palembang. Pembukaan dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM, Edison, S.Sos., M.Si, yang hadir mewakili Wali Kota Palembang. Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Ketua Umum Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI), Dr. Akhmad Mustain, S.STP., M.Si.

‎Dalam sambutannya, Edison menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Palembang sebagai tuan rumah Kejurnas BOT ke-8. Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dan prestasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antaratlet dari berbagai daerah.

‎“Alhamdulillah, Kota Palembang dipercaya untuk melaksanakan kejuaraan nasional Brotherhood of Toxophilites yang ke-8. Diharapkan para peserta dapat menguji bakat dan prestasi yang dimiliki. Namun yang tak kalah penting, seluruh atlet tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kalah dan menang adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah silaturahmi, apalagi diikuti peserta dari 22 provinsi. Ini luar biasa,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua Umum KPBI, Dr. Akhmad Mustain, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini diikuti sebanyak 480 atlet panahan berkuda putra dan putri. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga klub-klub panahan dari luar Kota Palembang dan luar Provinsi Sumatera Selatan, yang mewakili 22 provinsi di Indonesia.

‎Menurut Mustain, kejuaraan BOT ke-8 ini menjadi ajang kompetisi yang sangat kompetitif. Pasalnya, sejumlah atlet yang berlaga merupakan peraih prestasi hingga tingkat dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa para peserta lainnya tidak perlu merasa minder atau takut bersaing.

‎“Memang ada beberapa peserta yang sering menjuarai kejuaraan tingkat dunia. Namun peserta lain tidak perlu khawatir. Selama intensitas latihannya baik dan dilakukan secara serius, semua punya peluang yang sama untuk bersaing. Kondisi lapangan, cara pandang, dan seberapa besar intensitas latihan sangat menentukan. Bagi peserta baru, ini justru menjadi tantangan tersendiri untuk bertanding langsung dengan para juara dunia,” jelasnya.

‎Mustain menambahkan, kejuaraan ini hanya mempertandingkan dua kategori, yakni putra dan putri, dengan batas usia minimal 14 tahun. Dalam panahan berkuda, jarak tembak menjadi salah satu indikator kemampuan atlet. Peserta yang mampu menembus jarak lebih dari 50 meter diperbolehkan mengikuti kompetisi, asalkan memenuhi syarat usia.

‎“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Bahkan ada peserta yang masih duduk di bangku SMP, namun sudah mampu menembus jarak lebih dari 50 meter. Itu menunjukkan potensi besar yang perlu terus dibina,” katanya.

‎Lebih lanjut, Mustain mengungkapkan bahwa atlet-atlet yang berhasil meraih prestasi terbaik pada Kejuaraan Brotherhood of Toxophilites ke-8 ini akan diproyeksikan untuk mengikuti kejuaraan tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Saat ini, kata dia, sudah ada calon kandidat atlet putra dari Sumatera Barat dan atlet putri dari Lampung yang dinilai memiliki peluang besar.

‎Untuk memastikan kesiapan atlet yang akan diberangkatkan ke level internasional, pihak KPBI akan melakukan evaluasi lanjutan. Para atlet terpilih nantinya diminta mengirimkan video latihan rutin serta laporan progres peningkatan nilai latihan mereka. Jika telah memenuhi ambang batas yang ditetapkan, maka atlet tersebut akan diberangkatkan.

‎“Untuk Kota Palembang sendiri, atlet putrinya ada yang meraih juara tiga. Itu sangat memungkinkan untuk diberangkatkan ke kejuaraan internasional, tentu setelah melalui evaluasi,” tambahnya.

‎Ia pun berharap melalui kejuaraan ini, geliat olahraga panahan berkuda di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan, semakin berkembang dan diminati masyarakat. Menurutnya, semakin banyak event yang digelar, maka akan semakin terlihat bahwa minat terhadap olahraga panahan dan berkuda terus meningkat dari waktu ke waktu. (Ning)

Ratu Dewa: Sudah Saatnya PMII Berkolaborasi dan Berkontribusi Nyata untuk Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Selatan Periode 2025–2027 resmi dilantik di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ketua Umum PB PMII Mohammad Shofiyulloh Cokro, Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, Ketua Pembina PKC PMII Sumsel Ramlan Holdan, Ketua PW IKA PMII Sumsel Dr. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I, Ketua IKA PMII Palembang Sutami, unsur Dir Intelkam Polda Sumsel, serta para tokoh dan senior PMII.

Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan PKC PMII Sumsel di bawah kepemimpinan Syaidina Ali.

Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Sudah saatnya PMII mewarnai semua sektor yang ada. Saya mengajak kader PMII untuk berkolaborasi dengan organisasi dan elemen lainnya,” ujar Ratu Dewa.

Ia menegaskan bahwa PMII memiliki karakter khas sebagai organisasi pergerakan yang dinamis, mahasiswa yang beridealisme, serta memiliki komitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Ratu Dewa juga mendorong kader PMII Sumsel untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan menyiapkan nilai jual di tengah tantangan zaman.

“Jangan terlena hanya di organisasi. Kesuksesan tidak datang tanpa perjuangan, kerja keras, dan doa orang tua,” pesannya.

Selain itu, ia meminta agar konsolidasi internal segera dilakukan, kaderisasi diperkuat, serta pengembangan cabang PMII di perguruan tinggi, baik negeri, swasta, maupun kampus umum di Sumsel, menjadi prioritas. Program organisasi diharapkan realistis dan memberikan manfaat nyata bagi kader maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Mohammad Shofiyulloh Cokro mengucapkan selamat kepada pengurus PKC PMII Sumsel yang baru dilantik. Ia menilai kehadiran banyak senior dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi PMII Sumsel untuk lebih produktif dan kolaboratif.

“Pelantikan ini bukan akhir, tetapi awal untuk membawa PMII menjadi lebih produktif, bermartabat, dan berdaulat,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa PMII saat ini memiliki sekitar 300 cabang, 30 koordinator wilayah, dan lebih dari 5.000 komisariat di tingkat kampus. Hampir seluruhnya memiliki sekretariat, baik permanen maupun sewa.

Cokro juga menekankan pentingnya sistem kaderisasi PMII yang berjenjang, mulai dari penerimaan anggota baru hingga pelatihan kader nasional. Menurutnya, kader harus memantaskan diri agar layak dipercaya menempati peran strategis.

“Dukungan senior itu bonus. Yang utama kader harus menyiapkan diri menjadi pribadi yang mampu dan layak,” ujarnya.

Ketua PKC PMII Sumsel Syaidina Ali menyatakan kesiapan jajarannya untuk selaras dengan PB PMII dan menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saat ini terdapat 12 cabang PMII di Sumsel. Kami akan memaksifkan kaderisasi, tidak hanya di kampus Islam tetapi juga di kampus umum,” katanya.

Ketua PW IKA PMII Sumsel Dr. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I berpesan agar pengurus dan kader PMII menjadi tokoh terbaik di zamannya. Ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, sinergi dengan pemerintah, serta pemberdayaan umat.

“IKA PMII siap mengakomodir penguatan kaderisasi dan mendorong alumni menempati posisi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

“Untuk sekretariat permanen, kami menyiapkan lahan dan mengoptimalkan potensi alumni,” ungkapnya.

Ketua Majelis Pembina (Mabinda) PKC PMII Sumsel, Drs. Ramlan Holdan, berharap kepengurusan baru dapat bekerja maksimal dan menjaga persatuan serta kerukunan sebagai organisasi kepemudaan.

Ramlan juga menyebut rencana pembangunan sekretariat permanen telah dibahas bersama para senior.

Ketua Pelaksana kegiatan, Evan, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi bukti PMII masih solid dan eksis sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak dalam diskusi, tetapi juga aksi nyata.

Pada kesempatan tersebut, PKC PMII Sumsel juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh inspiratif Sumatera Selatan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima penghargaan Top Performance Leader atas kinerja pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Hernoe Roespianji (tokoh kepemimpinan visioner), Hermanto Sayuti (tokoh disruptive entrepreneur), M. Oktaviansyah (tokoh legislator penggerak pemuda), Zainal Abidin, S.H., M.H. (tokoh pionir transparansi legislatif), Kiki Subagio (tokoh legislator penggerak pembangunan daerah), Dra. Masuryati (tokoh pemberdayaan perempuan), Firdaus Basuni (tokoh inspirasi lintas generasi), Sungi Riswanto (tokoh stabilitas organisasi), Sutami Ismail, S.Ag. (tokoh terafirmasi leader), Dr. Syafitri Irwan (tokoh moderasi modern), serta Drs. Ramlan Holdan (tokoh inspiratif). (Ning)

Ratusan Pejabat Dilantik, Gubernur Sumsel Tekankan Kinerja dan Integritas ASN

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru kembali melakukan perombakan besar-besaran di tubuh birokrasi Pemerintah Provinsi Sumsel. Sebanyak ratusan pejabat eselon II, III, dan IV resmi dilantik dalam sebuah upacara yang digelar di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Bukit Besar, Palembang, Kamis (15/1/2026).

‎Pelantikan ini menjadi salah satu agenda strategis Pemprov Sumsel di awal tahun 2026, sekaligus menandai langkah serius pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola birokrasi. Rotasi dan pengisian jabatan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai penyegaran organisasi, melainkan juga sebagai ujian nyata konsistensi pelaksanaan reformasi birokrasi yang selama ini terus digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.

‎Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang harus dilakukan secara objektif dan terukur. Ia menegaskan, setiap pejabat yang dilantik harus mampu menunjukkan kinerja nyata, loyalitas terhadap tugas, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah besar yang harus dijawab dengan kerja keras, integritas, dan inovasi. Saya berharap pejabat yang dilantik mampu bekerja cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Herman Deru.

‎Perombakan struktur birokrasi ini diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) agar semakin adaptif menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks. Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan terciptanya birokrasi yang profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

‎Salah satu pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Maha Resitama, yang dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumsel. Usai dilantik, Maha Resitama menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur Herman Deru.

‎“Terima kasih tentu saja kepada Bapak Gubernur yang telah mempercayai kami untuk memimpin Satpol PP Sumsel. Ini adalah tanggung jawab besar yang akan kami jalankan sebaik mungkin,” ujar Maha Resitama kepada awak media.

‎Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum, Satpol PP Sumsel akan tetap berpegang pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Selain itu, ia berkomitmen untuk menghadirkan berbagai karya dan inovasi guna meningkatkan kinerja serta citra institusi Satpol PP di mata masyarakat.

‎Menurut Maha Resitama, pendekatan humanis akan menjadi salah satu kunci utama dalam pelaksanaan tugas Satpol PP. Meski demikian, ketegasan tetap akan dikedepankan dalam menegakkan aturan demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan di tengah masyarakat.

‎“Satpol PP harus bekerja dengan semangat yang tinggi, mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas. Penegakan perda tidak boleh menimbulkan ketakutan, tetapi harus menghadirkan rasa aman dan keadilan,” jelasnya.

‎Dalam waktu dekat, Maha Resitama mengungkapkan akan segera melakukan konsolidasi internal bersama seluruh jajaran Satpol PP Sumsel. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyamakan persepsi, merumuskan program kerja, serta memastikan seluruh kegiatan yang dijalankan sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah.

‎“Program ke depan tentu akan kami konsolidasikan terlebih dahulu. Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumsel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.‎(Ning)

Gubernur Herman Deru Lantik Ratusan Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemprov Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru kembali melakukan langkah strategis dengan merombak struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

‎‎Ratusan pejabat eselon II, III, dan IV resmi dilantik dalam sebuah upacara yang berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Bukit Besar, Palembang, Kamis (15/1/2026).

‎‎Pelantikan ini menjadi salah satu agenda besar Pemprov Sumsel di awal tahun 2026, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.

‎‎Perombakan dan rotasi jabatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penyegaran organisasi, tetapi juga sebagai upaya konkret untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur sipil negara. Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan penguatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih efektif, adaptif, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis.

‎‎Melalui pelantikan ini, Gubernur Herman Deru berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta menghadirkan terobosan dan inovasi dalam pelaksanaan tugas.

‎‎Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat, seiring tuntutan pelayanan publik yang kian tinggi.

‎‎Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru dalam pelantikan tersebut adalah M. Al-Fajri Zabidi, yang resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel. Usai pelantikan, Al-Fajri menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya serta menegaskan komitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

‎‎“Semua ini tentu atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Bapak Gubernur. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya, dengan menjadikan berbagai tantangan ke depan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan,” ujar Al-Fajri.

‎‎Ia menambahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing serta mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah. Oleh karena itu, Al-Fajri menegaskan kesiapan seluruh jajarannya untuk bekerja secara solid dan berkontribusi aktif dalam mendukung program-program pembangunan kepemudaan dan olahraga di Sumatera Selatan.

‎‎Menurutnya, penguatan pembinaan pemuda dan atlet tidak hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga harus mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun pembentukan karakter generasi muda.

‎‎” Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, sektor kepemudaan dan olahraga di Sumsel dapat terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.( Ning)

Sultan Iskandar Hadiri Dzikir dan Haul Akbar ke-125 Datuk Kiai Marogan di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dalam acara Dzikir dan Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125 tahun yang berlangsung di Masjid Lawang Kidul, Palembang, Minggu (11/1/2026).

Datuk Kiai Marogan atau Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud merupakan salah satu tokoh Islam ternama yang pernah belajar kepada ulama besar seperti Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Syekh Ahmad Khatib Sambas. Beliau juga memiliki hubungan persahabatan erat dengan tokoh agama lainnya seperti Syekh Nawawi Al-Bantani, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Syekh Mahfudz At-Tarmasi.

“Kita lihat sambutan yang begitu meriah dari masyarakat kota Palembang yang nilai-nilai agamisnya begitu tinggi dan mengenali sejarah napak tilas bagaimana Kiai Marogan menyebarkan dan mendirikan pejuang Islam baik itu di kota Palembang maupun di luar Palembang Sumatera Selatan,” ujar Sultan Iskandar saat diwawancarai usai acara.

Sultan mengajak generasi saat ini untuk meneladani sosok Kiai Marogan, terutama di era digital yang membuat banyak orang sibuk dengan kemajuan zaman dan media sosial. “Jangan lupakan nilai-nilai agama, adab, budaya dan tetap berpedoman kepada kitabullah dan hadist Rasulullah,” tegasnya.

Selain itu, Sultan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Sumsel, Walikota Palembang, Forkopimda, Pangdam II/Swj yang diwakili Kasdam , Kapolresta Palembang ,unsur Forkompimda  serta Masyarakat atas kehadiran dan dukungannya terhadap acara yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Merupakan suatu kehormatan telah hadir dalam menyemarakkan acara tersebut ucapnya.”

Dari kegiatan ini, Sultan menjelaskan terdapat hikmah penting yang dapat diambil. “Kita dapat mengambil hikmah apa yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup kita ke masa yang akan datang. Kita semua akan mati, maka kita harus berbuat baik, beramal sholeh dan bertaqwa kepada Allah SWT untuk mendapatkan surga Allah dan dapat bertemu dengan Allah dan Nabi Muhammad Rasullah junjungan kita,” tutup Sultan Iskandar. (Ning)

‎Sejarah Hidup Kembali! Ribuan Jemaah Ikuti Haul Kiai Marogan Lewat Jalur Sungai Musi

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Ribuan jemaah memadati rangkaian puncak Dzikir dan Haul Akbar Kiai Marogan ke-125 yang digelar khidmat di Kota Palembang, Minggu (11/1/2026). Kegiatan sakral ini diawali dengan napak tilas dakwah melalui perairan Sungai Musi, melibatkan sebanyak 125 kapal ketek yang dikawal sejumlah kapal pendukung dari berbagai instansi.

‎‎Prosesi napak tilas dimulai dari Masjid Lawang Kidul, yang terletak di Kelurahan 5 Ilir, kemudian berlanjut menuju Masjid Kiai Marogan di kawasan Kertapati, Palembang. Rangkaian ini menjadi simbol perjalanan dakwah Kiai Marogan pada masanya, yang dikenal aktif menyebarkan ajaran Islam melalui jalur sungai.

‎Ketua Panitia Haul sekaligus Kepala Pelaksana Masjid Kiai Marogan, Ismail, mengungkapkan bahwa antusiasme jemaah pada pelaksanaan haul tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ribuan jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Palembang, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

‎‎“Antusiasme jemaah tahun ini sangat luar biasa. Mereka datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi agenda wisata religi tahunan di Sumsel,” ujar Ismail.

‎‎Ia menjelaskan, puncak Haul Kiai Marogan ke-125 ini diisi dengan sejumlah rangkaian ibadah, seperti pembacaan Arbain, surat-surat Al-Qur’an di antaranya Al-Fatihah dan Yasin, serta tahlil. Rangkaian doa tersebut diawali di Masjid Lawang Kidul, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan kapal ketek, tronton, dan kapal jemaah menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan.

‎‎Menurut Ismail, konsep napak tilas dakwah melalui jalur sungai ini bertujuan untuk mengenang metode dakwah Kiai Marogan yang pada masa hidupnya menggunakan sampan kayu sebagai sarana menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat pesisir Sungai Musi.

‎‎“Tahun 2026 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selama ini haul tidak dilakukan melalui jalur sungai. Untuk tahun depan, kami rencanakan akan melibatkan hingga 1.000 kapal ketek untuk mengiringi para jemaah,” jelasnya.

‎‎Ia menambahkan, penggunaan perahu di perairan Sungai Musi bukan sekadar simbol historis, tetapi juga diharapkan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Selain melestarikan nilai sejarah dan dakwah ulama besar daerah, kegiatan ini diyakini mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Palembang.

‎‎“Dulu Kiai Marogan berdakwah menggunakan sampan kayu. Inilah yang ingin kita hidupkan kembali. Ini bisa menjadi ikon Sumatera Selatan dan mengundang wisatawan datang ke Palembang,” tuturnya.

‎‎Ismail juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan gebrakan demi menyukseskan haul yang digelar di atas perairan Sungai Musi tersebut. Ia berharap program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi agenda unggulan daerah.

‎‎“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. mereka minta di setiap tahun Haul Kiai Marogan selalu dirayakan. Ke depan, kami berharap pelaksanaannya bisa semakin baik dan lebih besar lagi,” pungkasnya.‎(Ning)

Adhaffa Ridhana Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Karang Taruna Ilir Barat Satu

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Ketua Harian Karang Taruna Kota Palembang yang juga Camat Ilir Barat Satu, Alexander, S.IP.,M.Si  membuka kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Ilir Barat Satu Tahun 2025. Acara berlangsung di Aula Kecamatan Ilir Barat Satu Palembang, Kamis (18/12/25).

Dengan mengusung tema “bersinergi, berintegritas, serta menjujung tinggi kesetiakawanan sosial”, diharapkan Karang Taruna mampu menjadi garda terdepan dan motor penggerak dalam membangun kepedulian terhadap sesama serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Dalam sambutannya saat membuka Temu Karya, Alexander, menyampaikan pemerintah dalam hal ini Kecamatan Ilir Barat Satu berkomitmen untuk mendukung setiap kegiatan Karang Taruna Kec.IB Satu dan berharap kegiatan temu karya yang dilaksanakan hari ini dapat menghasilkan kader-kader yang dapat berkontribusi bagi pembangunan di wilayah kecamatan IB Satu, kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepengurusan periode sebelum nya dan mengucapkan selamat berkerja kepada rekan-rekan karang Taruna Kecamatan IB Satu yang nanti akan terpilih, ungkapnya.

Sebelumnya, Sambutan Ahmad Catur Nugraha, Ketua Karang Taruna Kota Palembang yang diwakili oleh Dedi Wakil Ketua Bidang SDM menyampaikan bahwa dalam temu karya ini akan dilakukan musyawarah dan mufakat dengan formatur tunggal dalam pergantian kepengurusan Karang Taruna Kec.IB Satu, jelasnya.

Wakil Ketua Bidang OKK Amrillah S.H selaku pimpinan sidang temu karya karang taruna kecamatan Ilir Barat satu, membacakan keputusan, mengesankan dan memutuskan Ketua Karang Taruna kecamatan Ilir Barat Satu terpilih Adhaffa Ridhana, A.Md.T yang terpilih secara aklamasi melalui musyawarah mufakat dan nantinya dalam kepengurusan yang baru ini, ketua terpilih agar segera menyusun kepengurusan karang Taruna kecamatan Ilir Barat satu untuk menjalankan roda organisasi ini”, sebutnya.

Ketua Karang Taruna IB.Satu Terpilih, Adhaffa Ridhana, A.Md.T mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Ilir Barat Satu, Periode 2025-2030.

Jabatan ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi pemuda di wilayah kita, jelas Daffa.

Ke depannya, saya sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Ilir Barat Satu mengajak seluruh rekan-rekan pengurus kecamatan untuk :

  • Bersinergi : Menjalin komunikasi yang erat antara pengurus kecamatan dengan pengurus tingkat kelurahan.
  • Berinovasi: Menciptakan program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman, baik di bidang ekonomi kreatif, sosial, maupun olahraga.
  • Mengabdi: Menjadi garda terdepan dalam membantu program pemerintah kecamatan untuk kesejahteraan sosial.

Saya menyadari bahwa saya tidak bisa berjalan sendirian, saya mohon dukungan, kritik, dan saran, serta kerja sama yang solid dari seluruh rekan-rekan pengurus karang taruna Kecamatan Ilir Barat Satu. Mari kita jadikan Karang Taruna Kecamatan Ilir Barat Satu sebagai organisasi yang aktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat, ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kasi Trantib Kec.IB Satu, Perwakilan Ketua Karang Taruna Kecamatan Kota Palembang, Pengurus Karang Taruna Se-Kelurahan Ilir Barat Satu dan tamu undangan lainnya. (Ning).

Rapat Samsat dan P2DD, Gubernur Sumsel Tegaskan Pajak Bukan Sekadar Target Angka

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru membuka Rapat Tim Pembina Samsat dan Rapat P2DD Provinsi Sumsel di Ballroom Grand Atyasa, Kamis (18/12/2025), dengan penegasan bahwa pajak bukan sekadar target angka, melainkan penopang utama pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan fiskal Sumsel bertumpu pada pendapatan pajak, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara akurat, transparan, dan berkeadilan.

“Sekitar 80 persen APBD Sumsel bersumber dari pajak. Maka rapat ini sangat menentukan arah pembangunan kita,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam optimalisasi pendapatan daerah, terutama dalam era kebijakan bagi hasil pendapatan yang telah memasuki tahun kedua.

Gubernur juga kembali menekankan filosofi pelayanan Samsat yang humanis dengan menempatkan wajib pajak sebagai pihak yang harus dilayani secara maksimal.

“Kalau pelayanannya baik, kepatuhan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Herman Deru menyoroti besarnya potensi kendaraan bermotor di Sumsel yang mencapai jutaan unit. Namun, ia menegaskan perlunya pemutakhiran data kendaraan secara objektif agar potensi riil dapat dipetakan dengan jelas.

“Kita tidak bicara asumsi, kita bicara data. Mana kendaraan aktif dan mana yang tidak, itu harus jelas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi digital tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa data yang benar dan valid.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru memberikan motivasi kepada jajaran Samsat yang disebutnya sebagai “tentara pendapatan daerah” dengan peran strategis menjaga keberlanjutan APBD Sumsel.

Sementara itu, Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan melaporkan kontribusi PKB dan BBNKB terhadap PAD Sumsel tahun 2025 mencapai 32,43 persen dengan realisasi pajak daerah sebesar 97,44 persen dari target.

Pemprov Sumsel juga kembali menerima penghargaan nasional P2DD Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera Tahun 2025 dari Kemenko Perekonomian RI. (Ning)

PKS Palembang Perkuat Barisan, Muhammad Toha Tekankan Militansi dan Soliditas Kader

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palembang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Palembang yang dipusatkan di Grand Atyasa Convention Center, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi agenda strategis partai dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan kepemimpinan di tingkat kecamatan untuk periode mendatang.

‎Muscab tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumatera Selatan, Muhammad Toha, S.Ag, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Palembang, serta perwakilan pengurus DPC dari seluruh kecamatan di Kota Palembang. Kehadiran unsur struktural partai dari berbagai tingkatan ini menegaskan pentingnya Muscab sebagai forum penguatan arah perjuangan PKS di daerah.

‎Dalam arahannya, Muhammad Toha menegaskan bahwa para pengurus DPC yang dikukuhkan merupakan kader-kader terpilih yang telah memenuhi standar kaderisasi PKS. Menurutnya, proses penetapan pengurus dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai dan perjuangan partai.

‎“Pengurus yang hari ini dikukuhkan adalah kader yang telah melalui proses pembinaan dan penilaian. Mereka memiliki pengalaman, kapasitas, serta komitmen perjuangan yang dibutuhkan untuk mengemban amanah partai,” ujar Toha.

‎Pada kesempatan tersebut, Toha juga memaparkan arah perjuangan PKS yang dirumuskan dalam konsep lima rumah perjuangan. Konsep ini menjadi pedoman kerja kader PKS dalam menjalankan peran politik sekaligus pelayanan sosial di tengah masyarakat.

‎Lima rumah perjuangan tersebut meliputi Rumah Tangga, yang berfokus pada penguatan institusi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat. Selanjutnya Rumah Ibadah, yang bertujuan menjaga dan meningkatkan kualitas spiritualitas kader serta masyarakat.

‎Kemudian Rumah PKS, yang menjadi wadah penguatan internal partai sekaligus pusat aktivitas pemberdayaan masyarakat. Rumah Kebangsaan dimaknai sebagai kontribusi nyata PKS dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Adapun Rumah Kemanusiaan merupakan manifestasi pelayanan publik PKS yang berlandaskan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

‎“PKS harus tampil sebagai pelopor dalam memakmurkan bangsa, mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta menghadirkan solusi kemanusiaan tanpa sekat,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Muhammad Toha berharap seluruh pengurus DPC yang baru dikukuhkan mampu menjaga dan memperkuat tiga ciri khas utama PKS. Ketiga karakter tersebut meliputi struktur organisasi yang solid, kader yang militan, serta budaya kerja kolektif yang berkesinambungan.

‎Menurutnya, ketiga pilar tersebut merupakan kekuatan utama PKS dalam menjaga konsistensi perjuangan dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat. Dengan struktur yang rapi dan solid, militansi kader yang terjaga, serta kerja kolektif yang terus berjalan, PKS diyakini mampu menghadapi tantangan sosial dan politik yang semakin kompleks.

‎“Dengan soliditas struktur, militansi kader, dan kerja kolektif yang terjaga, insya Allah PKS akan semakin kokoh dalam melayani masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi Palembang dan Indonesia,” pungkasnya.(Ning)