Anggota Komisi 1 DPRP, Seleksi Masuk Polisi Tahun Depan dilaksanakan di Kabupaten

YAPEN – (deklarasinews.com)- Kepada media, Anggota DPR Papua Utusan wilayah Pengangkatan/ pemilihan Adat Saireri, Yonas A. Nusi yang melakukan Reses Ke-II di Kabupaten Kepulauan Yapen dan dalam mengawali kunjungan reses ini bertatap muka bersama warga masyarakat dan tokoh adat setelah Ibadah Minggu di GKI Jemaat Jerusalem Baru Wainakawini Serui, Minggu 27/06/2021.

Anggota DPR Papua, Yonas A. Nussi mengatakan bahwa reses ke 2 ke wilayah Pengangkatan/ pemilihan Adat Saireri merupakan suatu fungsi tugas selaku perwakilan rakyat untuk turun secara langsung bertemu warga masyarakat dan kali ini bisa bertatap muka dengan warga Jemaat Jerusalem Baru Wainakawini Serui ungkapnya. .

Dalam kunjungan reses ke 2 ini dimaksudkan juga untuk meninjau secara langsung program-program pemerintah yang telah ditetapkan melalui penganggaran APBD Provinsi Papua, urainya.

Program yang ditetapkan ini apakah sudah terlaksana dengan baik, ataukah masih kurang? Semua ini perlu dilihat dan perlu dikomunikasikan secara baik ke pemerintah Provinsi Papua maupun juga kepada pemerintah Kabupaten dalam hal ini ke Pemda Yapen maupun lainnya seperti ke Pemda Waropen, Biak Numfor, dan Biak Supiori dalam hal mewakili wilayah adat Saireri ke Parlemen, tutur Nusi.

Selain peninjauan terhadap program-program yang telah ditetapkan, kami juga perlu sampaikan program prinsip dalam bentuk non fisik seperti perjuangan terhadap orang Papua secara keseluruhan seperti, penerimaan calon anggota Bintara TNI, Polri maupun STPDN dan pada sekolah-sekolah kedinasan lainnya melalui jalur afirmasi khusus putra putri Papua, ini dapat kami suarakan dan perjuangkan terus melalui parlemen kepada pemerintah.

Ini perlu diperjuangankan sehingga anak-anak kita/ putra putri Papua melakukan pendaftaran kesana ada kemudahan-kemudahan yang bisa didapat. Sebagai contoh Komisi 1 Anggota DPR Papua beberapa waktu lalu ada anak-anak yang mengikuti seleksi dan tidak lolos seleksi lakukan protes dengan aksi terbuka ke DPR Papua.

Kami terima kunjungan aksi itu untuk mendengar apa aspirasi dan persoalan yang dialami oleh mereka yang kemudian kami terima guna membahas mencari solusinya urai Juru bicara Komisi 1 DPR Papua ini.

Apa yang menjadi persoalan yang membuat anak-anak ini jatuh dari proses seleksi? Kami tanyakan mereka dan mereka ceritakan kalau anak-anak ini ketika dari Kapal langsung mengikuti pendaftaran seleksi.

Ketika turun dari Kapal, pergi mengikuti pendaftaran dengan serangkaian tes, ketika mereka menunggu yang lama sehingga ada yang punya fisik lemah, dan tidak bisa konsentrasi baik. Bagaimana mungkin anak-anak ini dari Kapal langsung ke lokasi tes.

Persoalan ini kami bawah dan kami lakukan audiensi dengan Mabes Polri, dan ada kesepakatan bersama. Tentang tes itu, sebaiknya cukup dilakukan ditingkat kabupaten saja, tidak perlu lakukan sampai di provinsi. Jika di kabupaten ada kekurangan dokter maka kita perlu siapkan dokter melalui APBD untuk itu, ungkap Yonas.

Sehingga kontrol publik terkait penerimaan Polisi, TNI dan juga sekolah-sekolah kedinasan lainnya dapat dikontrol. Dengan menetapkan regulasi yang tepat untuk mengunci kedaulatan rakyat ini agar rakyat bisa merasa nyaman ketika rakyat ini melakukan aktifitas.

Sehingga anak-anak kita juga tidak merasa kecewa bahwa mereka juga punya kemampuan intelektual yang baik oleh karena ketika anak-anak mengikuti tes di kabupaten sebab ada orangtua yang mampu dan tidak.

Kami berterimakasih kepada Kapolri melalui asisten Kapolri menyepakati hal-hal yang prinsip terkait dengan penerimaan calon anggota Polri. Jadi tahun depan, kita sudah bisa berjuang untuk menetapkan dalam APBD, sehingga penerimaan tahun depan tidak akan sama lagi dengan proses penerimaan di tahun ini.

Turut hadir mendampingi kunjungan reses ini, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Kasdim mewakili Dandim 1709 Yawa, Anggota DPRD Yapen, dan Ketua KNPI Yapen, (ed.zri).

Tinggalkan Balasan