Juara 1 Nasional Lomba Cyber, Yulius, Mahasiswa Teknik Informatika Kampus Unggul Darmajaya Kembangkan Ilmunya di DCSC

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di kancah nasional. Kali ini, Yulius Wijaya, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Kompetisi Cyber Security IFEST 2026 kategori Capture The Flag (CTF).

Dalam kompetisi yang diikuti puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Yulius tergabung dalam tim LCTF x Anak Magang bersama mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, dimulai dari babak penyisihan yang digelar secara daring pada 12 September 2026. Tim yang berhasil lolos kemudian melanjutkan perjuangan ke babak final pada 26 September 2026. Puncaknya, pengumuman pemenang dilaksanakan pada 3 Oktober 2026.

Keberhasilan tersebut semakin membanggakan karena tim Yulius mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Menariknya, Yulius mengaku tidak memasang target menjadi juara ketika mengikuti kompetisi tersebut. Baginya, mengikuti perlombaan merupakan kesempatan untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan, sekaligus menambah pengalaman dalam bidang keamanan siber.

“Awalnya tidak ada target harus juara. Tujuan ikut lomba lebih untuk berpartisipasi, menambah wawasan, dan mengasah kemampuan. Jadi ketika diumumkan juara pertama, rasanya biasa saja, tidak terlalu kaget,” ungkap Yulius.

Meski menjadi kompetisi pertamanya sebagai mahasiswa pada 2026, dunia keamanan siber bukanlah hal baru bagi Yulius. Ketertarikannya terhadap bidang cyber security telah tumbuh sejak duduk di bangku SMA Bodhisattva.

Ia menceritakan bahwa perkenalannya dengan dunia keamanan siber bermula dari ajakan seorang teman yang telah dikenalnya sejak SMP dan kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dari pertemanan tersebut, Yulius mulai belajar dan mendalami berbagai aspek keamanan siber hingga tertarik mengikuti kompetisi.

“Awalnya diajak teman untuk belajar cyber security. Dari situ mulai tertarik dan terus belajar. Waktu SMA juga sudah pernah mengikuti perlombaan, jadi cukup terbiasa dengan suasana kompetisi,” tuturnya.

Semangat Yulius dalam mengembangkan kemampuan juga tidak terlepas dari lingkungan akademik di IIB Darmajaya. Ia turut mengembangkan minatnya melalui Darmajaya Cyber Security Club (DCSC), komunitas yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari dan mengasah keterampilan di bidang keamanan siber.

Yulius juga merupakan salah satu penerima Beasiswa Yayasan Alfian Husin. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tersebut dimanfaatkannya untuk terus meningkatkan kompetensi dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Setelah berhasil meraih gelar juara nasional, Yulius tidak ingin berhenti berkompetisi. Ia telah mempersiapkan diri menghadapi sejumlah perlombaan keamanan siber lainnya di tingkat nasional.

Akhir Oktober 2026, Yulius berencana mengikuti kompetisi Recursion 2.0 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin, Makassar, bersama Evans dan I Gede Arkana. Baginya, mengikuti kompetisi tidak semata-mata tentang mengejar gelar juara, melainkan menjadi sarana untuk terus belajar, memperluas jejaring, serta mengukur kemampuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi keamanan informasi.

Prestasi Yulius Wijaya sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa IIB Darmajaya memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Capaian ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengembangkan potensi diri, berani mengikuti kompetisi, serta menghasilkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. (**)

Tinggalkan Balasan