Senyum Warga Mengembang: TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo Rehabilitasi 9 Unit RTLH

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Dinding-dinding bata yang dulunya kusam dan lapuk kini perlahan bersolek. Bau adukan semen segar dan suara cangkul yang bersahutan menjadi irama keseharian warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sejak bergulir pada 15 Juli 2026 lalu, program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat ini tak hanya membawa material bangunan, tetapi juga meniupkan asa baru bagi masyarakat setempat.

Salah satu fokus utama gerakan terpadu lintas sektoral ini adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak 9 unit rumah milik warga kurang mampu di Desa Kesongo kini tengah dipugar secara intensif oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat melalui semangat gotong-royong.

Mengusung konsep skema Aladin (Atap, Lantai, Dinding), para prajurit TNI bahu-membahu mengganti atap yang bocor, memplester dan mengecat dinding, serta memasang keramik bersih menggantikan lantai tanah.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan, esensi dari kegiatan ini adalah menghadirkan negara dan TNI di tengah-tengah kesulitan masyarakat.

“TNI terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, bahagia dan sejahtera,” ungkapnya, Kamis (30/7/2026).

Tak hanya menyasar hunian warga, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro juga mendedikasikan energinya untuk perbaikan sarana pendidikan dengan merehabilitasi 4 ruang kelas di SDN Kesongo 1.

Langkah ini diambil agar anak-anak desa dapat menuntut ilmu dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Menurut Dansatgas, sarana prasarana pendidikan yang memadai merupakan pondasi krusial bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Kami meyakini, dengan lingkungan belajar yang kondusif bakal memicu semangat para siswa untuk meraih prestasi dan menjadi SDM yang produktif di masa depan,” kata Letkol Inf Dedy.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas hadirnya prajurit Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di wilayahnya.

Menurutnya, program TMMD ke-129 tahun 2026 benar-benar menjawab kebutuhan riil infrastruktur desa.

Selain renovasi rumah dan sekolah, program TMMD kali ini mengeksekusi berbagai pembangunan infrastruktur vital, di antaranya adalah pembangunan jalan cor beton di dua dusun untuk memperlancar aksesibilitas warga.

“Kemudian pembuatan sumur bor dan jaringan perpiaan, guna memastikan ketersediaan air bersih, pembangunan drainase dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir serta mendukung pengairan lahan pertanian,” ungkap Kusnadi.

Menariknya, program TMMD ini juga mencatatkan sasaran fisik over prestasi berupa perbaikan Jembatan Brang Etan serta pembangunan Kawasan Rest Area Terpadu.

Rest area terpadu ini dirancang ramah pengunjung dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan maupun wisatawan yang melintas.

Di dalamnya akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti MCK, musholla, lapak UMKM masyarakat lokal, hingga area parkir yang luas.

“Kami ingin kehadiran kawasan Rest Area Terpadu ini nantinya tidak hanya memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” tutur Kusnadi optimistis.

Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin erat di Desa Kesongo, TMMD ke-129 tidak sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan, memulihkan roda ekonomi, dan merajut masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.

Presisi di Setiap Sudut: Rajut Masa Depan Lewat Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro di Kedungpandan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik kokohnya setiap meter jalan cor beton yang kelak menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, ada dedikasi, keringat dan kecermatan tingkat tinggi yang dicurahkan sejak tahap paling awal.

Pemandangan itulah yang menyelimuti Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.

Program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini bukan sekadar mengaduk semen dan menuangkan material, anggota Satuan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga setempat bahu-membahu memfokuskan perhatian pada detail krusial yaitu pemasangan bekisting (cetakan cor).

Bagi mereka, bekisting bukan sekadar kayu papan penahan, melainkan pondasi utama penentu presisi dan ketahanan.

Jalan beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Kedungpandan ini dirancang untuk bertahan dalam rentang waktu yang lama demi melayani mobilitas warga, mengangkut hasil panen, hingga mengantar anak-anak pergi menuntut ilmu.

Pekerjaan pengukuran, perataan, dan penyetelan papan bekisting dilakukan dengan sangat teliti.

Waterpass dan benang ukur menjadi saksi betapa kecermatan diutamakan agar ketebalan serta kemiringan jalan cor berada pada standar optimal.

“Kalau cetakannya (bekisting) tidak presisi dan kokoh, hasil coran bisa melebar atau tidak rata. Kita tidak mau asal jadi, Jalan ini dibeli dari harapan warga, jadi kualitasnya harus yang terbaik,” ujar Dan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, Jum’at (31/7/2026).

Sentuhan humanis begitu terasa di sepanjang pengerjaan. Canda tawa hangat menyelingi deru alat pertukangan.

Anggota TNI yang terbiasa dengan disiplin militer berbaur tanpa sekat bersama warga desa yang lugu namun penuh semangat.

Dari ketelitian memasang pasak hingga merapikan sudut cetakan, kemanunggalan TNI dan rakyat terpancar nyata di bawah terik matahari Bojonegoro.

Dusun Kedungpandan yang sebelumnya menghadapi kendala akses jalan kini menatap masa depan dengan optimisme baru.

Pembangunan jalan sepanjang 550 meter ini diproyeksikan akan memangkas waktu tempuh warga, mempermudah distribusi hasil pertanian ke pasar, serta menggiatkan roda perekonomian lokal secara signifikan.

Langkah demi langkah, papan demi papan bekisting yang terpasang rapi kini siap menyambut tumpaian beton berkualitas.

Di balik kesederhanaan proses pengerjaannya, tersimpan kerja keras bersama yang membuktikan bahwa ketika ketelitian teknis berpadu dengan ketulusan gotong royong, jalan menuju kesejahteraan warga bukan lagi sekadar impian.

Rabat Beton Jalan Nangka Dua Permudah Aktivitas dan Dongkrak Perekonomian Warga

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL mengerjakan pembangunan rabat beton di Jalan Nangka 2 Gang Alpukat II RT 04 sepanjang 210 meter dengan lebar 2 meter (30/7/2026).

Pembangunan jalan tersebut dilakukan guna memperlancar mobilitas masyarakat yang sebelumnya terkendala kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim hujan.

Dansatgas TMMD Kolonel Arm Roni Hermawana menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jalan yang baik akan mempermudah akses pendidikan, kesehatan, distribusi hasil usaha, dan aktivitas sosial warga.

Masyarakat menyampaikan apresiasi atas pembangunan tersebut karena diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitar.

Renovasi Musala Jadi Wujud Kepedulian TMMD terhadap Sarana Ibadah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL melaksanakan renovasi musala di Kelurahan Pinang Jaya sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah masyarakat (30/7/2026).

Renovasi dilakukan pada beberapa bagian bangunan agar lebih nyaman, aman, dan representatif bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah maupun kegiatan keagamaan.

Kolonel Arm Roni Hermawana menyampaikan bahwa pembangunan sarana ibadah merupakan bagian dari upaya membangun karakter masyarakat yang religius sekaligus mempererat persatuan antarwarga.

Dengan renovasi tersebut, musala diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan masyarakat. (Red)

Satgas TMMD Bangun MCK di Jalan Nangka 1 untuk Wujudkan Lingkungan Sehat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Pembangunan MCK berukuran 3 x 2,5 meter di Jalan Nangka 1 menjadi salah satu sasaran fisik Program TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL (30/7/2026).

Fasilitas tersebut dibangun guna meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan lingkungan sehat dan bebas dari pencemaran.

Dansatgas TMMD Kolonel Arm Roni Hermawana menegaskan bahwa pembangunan MCK merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga serta menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong sehingga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.(Red)

RTLH Milik Bapak Siswanto Dibangun Melalui Program TMMD Ke-129 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Program TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL kembali memberikan manfaat nyata melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Siswanto di Jalan Nangka, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung (30/7/2026).

Rumah berukuran 6 x 6 meter tersebut dibangun sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kualitas pekerjaan serta semangat gotong royong.

Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawana, menyampaikan bahwa setiap sasaran fisik TMMD dirancang agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan rumah layak huni bukan hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program TMMD Ke-129 diharapkan mampu mempercepat pembangunan di wilayah, meningkatkan kesejahteraan warga, serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam membangun Indonesia dari daerah.(Red)

TMMD 129 Bojonegoro: Satgas dan Warga Kompak Rehab Rumah Mbah Kardo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Nuansa gotong royong kental terasa di Dusun Bekatul RT.014 RW.007, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

Satgas TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga bahu-membahu dalam pekerjaan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) milik Mbah Kardo (86).

Rehabilitasi ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, Satgas TMMD dan warga tidak hanya menyumbangkan tenaga, namun juga semangat kebersamaan yang tinggi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya TMMD ini. Rumah Mbah Kardo yang sebelumnya tidak layak huni, sekarang sedang direhab agar menjadi lebih nyaman dan sehat,” ujar Kusnan, warga Dusun Bekatul.

Rehabilitasi rumah Mbah Kardo mencakup perbaikan dinding, atap, lantai, dan pembuatan sanitasi yang memadai.

Dengan kerja keras Satgas TMMD dan warga, pengerjaan rehabilitasi ditargetkan selesai tepat waktu sehingga Mbah Kardo dapat segera menikmati hunian yang lebih layak.

Rehabilitasi RTLH merupakan wujud kepedulian TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terhadap kesejahteraan warga, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Melalui program TMMD, TNI untuk membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan meningkatkan pembangunan di pedesaan.

TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini juga mencakup berbagai sasaran fisik lainnya, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan sarana prasarana umum lainnya.

Selain itu, terdapat juga sasaran non-fisik, seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pembinaan mental spiritual.

“TMMD ini merupakan bukti nyata sinergitas antara TNI dan rakyat dalam membangun bangsa. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya,” kata Lettu Ckm Purnomo, Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. Melalui TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, diharapkan nilai-nilai gotong royong ini semakin kuat dan terpatri dalam sanubari setiap elemen masyarakat.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di wilayah pedesaan melalui sinergitas antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Hadirkan Harapan Baru: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Poloskan Dinding Rumah Ibu Jasmiati

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Dinding-dinding bata ringan (hebel) yang tadinya dingin dan tak beraturan kini perlahan berganti rupa.

Di bawah jemari teliti para prajurit TNI, lapisan pelamir dihaluskan dengan cermat.

Langkah kecil ini bukan sekadar urusan estetika tukang bangunan, melainkan simbol hadirnya kenyamanan dan harapan baru bagi Ibu Jasmiati (48), warga RT.009 RW.003, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pemandangan hangat tersebut mewarnai pelaksanaan program peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) dalam ajang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar di Desa Kesongo, Kamis (30/7/2026).

Memasuki tahap akhir pengerjaan, para personel Satgas TMMD tampak sigap meratakan lapisan pelamir ke seluruh sudut permukaan dinding.

Ketelitian menjadi kunci agar saat tahap pengecatan dimulai nanti, hasilnya tak hanya rapi dipandang mata, tetapi juga kokoh serta tahan lama menghadapi cuaca.

Tak berhenti di situ, beberapa anggota prajurit lainnya bersama warga tampak bergotong-royong mengaduk adonan semen dan memasang keramik lantai.

Begitu polesan cat dasar mulai melapis dinding, kesan suram dan rapuh seketika sirna. Rumah sederhana tersebut kini mulai memancarkan aura yang lebih bersih, cerah, dan hangat.

Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa dalam setiap tahapan rehabilitasi, kualitas pengerjaan selalu menjadi prioritas utama.

TNI ingin memastikan rumah yang diperbaiki benar-benar aman dan layak untuk dihuni dalam jangka panjang.

“Tahap pelamiran ini merupakan bagian penting sebelum proses pengecatan dimulai. Kami tidak ingin sekadar mengejar target waktu selesai cepat, tetapi juga mengutamakan hasil yang berkualitas tinggi. Kami ingin rumah ini benar-benar memberikan kenyamanan dan rasa aman yang layak bagi pemiliknya,” tegasnya.

Sentuhan kepedulian prajurit loreng ini disambut haru oleh sang pemilik rumah, Ibu Jasmiati. Matanya berkaca-kaca menatap hunian impiannya yang kini hampir rampung secara keseluruhan.

“Saya sangat bersyukur dan tidak sanggup berkata apa-apa lagi selain mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak-bapak TNI Satgas TMMD. Mereka bekerja luar biasa dari pagi sampai sore tanpa lelah. Rumah saya yang tadinya kurang layak, sekarang jadi begitu bagus dan nyaman,” tutur Ibu Jasmiati penuh haru.

Program RTLH yang menjadi bagian integral dari TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro ini menjadi bukti nyata hadirnya kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Lewat tetesan keringat, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial, TNI tidak hanya merenovasi bangunan fisik, tetapi juga membangun kembali asa dan kualitas hidup masyarakat di pelosok desa.

Senyum Ceria Anak-Anak Kesongo, Menyusuri Jalan Baru Hasil TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Tawa riang anak-anak sekolah mengudara di sepanjang jalan cor beton Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo Kabupaten Bojonegoro.

Dengan balutan seragam olahraga hijau-kuning dan sepeda yang mereka kayuh penuh semangat, wajah-wajah polos itu kini memancarkan kebahagiaan tanpa beban.

Tidak ada lagi ketakutan terpeleset, atau sepeda mogok akibat jalan berdebu dan berlubang yang dulu menjadi pemandangan sehari-hari.

Semua berkat rampungnya pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di wilayah Bojonegoro.

Jalan yang dulunya merupakan akses paving banyak yang rusak, berbatu dan terjal kini telah bertransformasi menjadi lintasan cor beton yang kokoh dan mulus.

Perubahan ini membawa dampak nyata yang langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari harus mengandalkan akses tersebut untuk menuntut ilmu.

Bagi anak-anak Dusun Kedungpandan, jalan baru ini bukan sekadar hamparan beton semen. Ini adalah “jalan impian” yang membuat perjalanan pergi dan pulang sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Terlihat empat anak sekolah melintasi jalan beton baru tersebut dengan gembira. Ada yang mengayuh sepeda kecil berkeranjang pink, ada pula yang berboncengan di atas sepeda lipat sembari mengacungkan jempol sebuah simbol kepuasan sederhana atas perubahan besar di dusun mereka.

“Dulu kalau lewat sini jalannya susah, apalagi kalau musim hujan licin sekali. Sekarang jalannya sudah bagus, mulus, naik sepeda ke sekolah jadi lebih cepat dan tidak takut jatuh lagi,” ungkap Fajar, dengan senyum lebar, Rabu (29/7/2026).

Dampak dari program TMMD ke-129 tahun anggaran 2026 di Desa Kesongo ini tidak hanya mengukir senyum di wajah anak-anak, tetapi juga membawa angin segar bagi perekonomian warga Desa Kesongo.

Pembangunan infrastruktur jalan ini mempermudah mobilitas hasil pertanian, memperlancar akses layanan kesehatan, serta mempercepat konektivitas antardesa.

Akses jalan yang memadai adalah kunci utama kesejahteraan. Kolaborasi manunggal antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan semangat gotong royong warga setempat terbukti berhasil menghadirkan solusi nyata bagi wilayah yang membutuhkan.

Jalan cor beton di Dusun Kedungpandan kini berdiri bukan hanya sebagai fisik bangunan, melainkan sebagai fondasi harapan baru.

Di atas beton yang kokoh inilah, masa depan anak-anak Desa Kesongo dikayuh semakin mantap menuju cita-cita yang lebih tinggi.

TMMD 129 Bojonegoro: Setitik Air, Harapan Baru Petani Tembakau Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah naungan langit terik pertengahan musim kemarau, deretan hijau daun tembakau di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, menyajikan pemandangan yang menyimbolkan ketangguhan sekaligus kecemasan.

Bagi masyarakat setempat, tembakau bukan sekadar komoditas tanam, melainkan “daun emas” penyambung napas ekonomi keluarga.

Namun, di balik hijaunya dedaunan muda itu, tersimpan rintihan klasik petani pedesaan, dahaga air yang saban tahun mengancam produktivitas.

Persoalan krusial inilah yang menggugah perhatian Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Di sela-sela agenda peninjauan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, perwira menengah berpangkat dua melati tersebut tak segan melangkahkan kakinya menyusuri pematang sawah.

Didampingi Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto membongkokkan badan, memeriksa langsung helaian daun tembakau muda serta kondisi struktur tanah yang mulai mengering.

Kunjungan yang hangat dan tanpa sekat ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap langsung keluh kesah para pahlawan pangan lokal.

Dalam perbincangan akrab di tepi petakan sawah, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, membeberkan realita pahit yang kerap dialami warganya.

Menurut Kusnadi, siklus kemarau selalu menjadi periode paling krusial bagi para petani tembakau di Dusun Bekatul.

Saat masa tanam membutuhkan pasokan air yang stabil untuk menjaga kelembapan tanah, debit air sumur dangkal warga justru merosot tajam.

“Keterbatasan pasokan air bersih dan irigasi menjadi kendala paling berat yang langsung berdampak pada penurunan produktivitas serta kualitas panen tembakau warga kami,” ujar Kusnadi, Rabu (29/7/2026)

Menjawab kekhawatiran masyarakat, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menegaskan bahwa program TMMD ke-129 hadir bukan sekadar membawa proyek fisik seremonial, melainkan solusi konkret atas problem fundamental warga.

Salah satu sasaran fisik prioritas yang tengah digarap adalah pembangunan sarana sumur bor.

Dandim menjelaskan, keberadaan sumur bor ini dirancang secara terpadu untuk memberikan manfaat ganda (double impact), menjamin ketersediaan air bersih harian bagi pemukiman warga sekaligus memasok kebutuhan irigasi lahan pertanian di saat kemarau melanda.

“Semoga dengan adanya sumur bor dari Program TMMD ini nantinya dapat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menunjang produktivitas lahan pertanian,” ujar Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur air bersih merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di pedesaan.

Dengan ketersediaan pasokan air yang memadai, hasil pertanian diyakini akan meningkat sehingga mampu mendorong kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.

Perhatian dan kehadiran langsung Komandan Kodim 0813 Bojonegoro menorehkan kesan mendalam di hati warga.

Kusnadi mengaku bangga atas sikap humanis kepemimpinan TNI yang mau turun langsung merangkul dan mendengarkan aspirasi masyarakat bawah.

“Kami merasa sangat bangga dan tersanjung. Bapak Dandim tidak hanya meninjau bangunan fisik dari kejauhan, tetapi mau turun langsung ke tanah sawah, meraba daun tembakau kami, dan mendengarkan suara hati petani.

Tembakau adalah tulang punggung keluarga di sini. Perhatian ini menjadi bahan bakar semangat baru bagi warga untuk terus meningkatkan hasil pertanian,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Kunjungan tersebut ditutup dengan raut wajah optimis dari para petani Dusun Bekatul.

Bagi masyarakat Desa Kesongo, hadirnya pembangunan sumur bor program TMMD ke-129 bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan hadirnya oase kehidupan.

Hal itu bukti nyata bahwa kolaborasi kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menyirami dahaga pembangunan, dan menumbuhkan kesejahteraan dari pelosok desa.