TMMD 129 Bojonegoro: Srikandi Kesongo Bikin Olahan Pisang Jadi “Renjana” Renyah

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik deru alat berat yang meratakan jalan dan palu yang menempa bangunan fisik, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menyisipkan sentuhan humanis yang tak kalah “membangun.”

Di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, geliat pembangunan itu terasa berbeda—penuh canda tawa, aroma khas, dan gelora kreativitas ibu-ibu PKK yang sedang “diuji nyali” mengolah potensi lokal.

Pada Selasa (28/7/2026), fokus TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, beralih sejenak dari semen dan batu menuju peningkatan kapasitas manusia.

Bukti nyatanya adalah pelatihan dan praktik pembuatan keripik pisang, sebuah langkah strategis untuk memberdayakan ekonomi rumah tangga desa.

Kodim 0813 Bojonegoro tidak “main-main” dalam kegiatan nonfisik ini; mereka menghadirkan langsung “Ratu Olahan” dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih, atau yang akrab disapa Bu Kristin Gading.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mengiris pisang. Bu Kristin membedah tuntas “anatomis” keripik pisang bermutu, mulai dari seleksi bahan baku berkualitas tinggi, memilih pisang yang pas tingkat kematangannya, hingga teknik pengolahan yang krusial.

Rahasia di balik renyah yang sempurna namun tidak berminyak, serta metode pengemasan yang estetis, higienis, dan memiliki nilai jual di pasar digital dibagikan tanpa sisa.

Suasana Balai Desa berubah menjadi laboratorium kewirausahaan yang hangat. Para peserta tidak hanya duduk manis sebagai penyimak.

Mereka para Srikandi Desa Kesongoterlibat langsung. Tangan-tangan mereka lincah mempraktikkan teori, mendiskusikan teknik pengupasan, bertukar kiat lama, dan mencoba setiap tahapan produksi dengan bimbingan ketat namun ramah dari Bu Kristin.

Tidak ada sekat, hanya semangat untuk belajar dan berkembang. Targetnya jelas, mengubah pisang yang selama ini hanya dijual mentah atau dikonsumsi sederhana, menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menjadi pilar pendapatan baru bagi keluarga.

Desa Kesongo punya pisang yang melimpah, yang mereka butuhkan adalah “sentuhan tangan” kreatif ini.

“TMMD bukan hanya membangun jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga membangun manusianya,” tegas Lettu Ckm Purnomo, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bagi Purnomo, tolak ukur keberhasilan TMMD bukan sekadar bangunan fisik yang selesai, melainkan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat pasca-kegiatan fisik usai.

Melalui pelatihan ini, harapan lahirnya unit-unit UMKM baru di Desa Kesongo menjadi semakin nyata.

Pakar kuliner, Bu Kristin, juga memberikan perspektif penuh harap. “Potensi pisang di desa ini sangat besar. Jika diolah dengan teknik yang benar dan dikemas secara menarik, keripik pisang memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia juga memberikan tantangan kepada peserta untuk tidak berhenti di sini. “Teruslah berinovasi dengan varian rasa, tingkatkan kualitas, dan mulailah memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tambanya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro dan P4S Bu Kristin atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini.

“Harapan kami, keterampilan ini benar-benar diterapkan sehingga mampu melahirkan UMKM baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadikan keripik pisang sebagai salah satu produk unggulan Desa Kesongo,” kata Kusandi.

Pelatihan pembuatan keripik pisang ini adalah bukti bahwa program TMMD hadir dengan visi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, TMMD mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Dengan bekal keterampilan ini, Ibu-Ibu PKK Desa Kesongo kini bukan lagi sekadar penonton pembangunan, melainkan aktor utama motor penggerak ekonomi mikro.

Ke depan, ‘renjana’ renyah dari Desa Kesongo diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi mampu menjadi identitas produk unggulan desa yang berdaya saing tinggi dan, yang terpenting, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro membuktikan, pembangunan fisik dan pembangunan manusia bisa dan harus berjalan seiring.

TMMD 129 Bojonegoro: Hadirkan Senyum Kebahagiaan Mbah Kasiman

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Garis-garis keriput di wajah Mbah Kasiman (70), tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaan yang membuncah dari matanya.

Warga RT.020 RW.008 Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro ini tak pernah menyangka, di usia senjanya, ia bakal menyaksikan rumah yang puluhan tahun dihuninya bertransformasi menjadi hunian yang kokoh, bersih, dan nyaman.

Perubahan besar dalam hidup Mbah Kasiman, merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan oleh Kodim 0813 Bojonegoro.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo, tak hanya berfokus pada pembangunan fisik makro seperti pengaspalan dan perbaikan jalan desa.

Lebih dari itu, program ini merangkul sisi humanis masyarakat melalui rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Rumah Mbah Kasiman yang dulunya memprihatinkan, dan rentan bocor kini disulap oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat yang bahu-membahu secara gotong royong.

Dinding yang kini rapi dipelester serta lantai keramik yang bersih menaungi masa tua Mbah Kasiman dengan rasa aman dan hangat.

“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu membangun rumah saya. Dulu rumah ini kondisinya kurang layak, sekarang menjadi jauh lebih baik. Program ini sangat membantu masyarakat kecil seperti saya,” ungkap Mbah Kasiman, Rabu (29/7/2026).

Dampak positif TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini juga dirasakan betul oleh pemerintah desa setempat. Kepala Dusun Mundu, Hariono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0813 Bojonegoro beserta seluruh Satgas yang bertugas.

“Program TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain pembangunan jalan yang mempermudah akses ekonomi dan mobilitas masyarakat, program RTLH ini sangat membantu warga kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang layak. Kami mengucapkan terima kasih mendalam kepada TNI yang telah bekerja keras membangun desa kami,” papar Hariono.

Sementara itu, Dan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Melalui program RTLH ini, kami berharap masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih layak, aman, dan sehat. TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun harapan. Semangat gotong royong antara TNI dan warga adalah kunci utama keberhasilan seluruh sasaran TMMD,” tegas Letda Inf Ady Yuniarto.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo terus bergerak dinamis menyinergikan kekuatan TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.

Berbagai sasaran fisik maupun non-fisik digarap terpadu guna mengakselerasi pembangunan desa sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bagi Mbah Kasiman dan keluarga, hadirnya Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bukan sekadar proyek perbaikan bangunan biasa, melainkan simpul kasih sayang dan awal dari lembaran kehidupan baru yang lebih layak dan bermartabat.

Logistik Cinta dan Ketulusan Hati Warga, Tercipta di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Deru mesin pengaduk semen dan hantaman material besi di Dusun Mundu Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tidak terdengar gersang.

Di sela-sela debu semen pembangunan jalan cor beton program TMMD ke- 129 tahun 2026, ada tawa yang renyah dan aroma kopi hangat yang menyerbak.

Program percepatan pembangunan infrastruktur yang merata, dan berkelanjutan ini nyatanya tidak sekadar meletakkan batu dan semen di atas tanah.

Lebih dari itu, TMMD ke- 129 tahun ini berhasil merajut kembali rajutan mulia yang mulai langka di era modern yaitu gotong royong dan kemanunggalan yang lahir murni dari hati.

Setiap hari, lokasi proyek jalan beton ini selalu berubah menjadi panggung kehangatan. Tanpa ada instruksi, tanpa ada kertas jadwal yang ditempel di mading desa, warga Dusun Mundu bergantian datang.

Ada yang membawa teko berisi kopi hitam pekat, es teh manis yang menyegarkan, aneka jajanan pasar, hingga sebungkus nasi hangat.

Makanan dan minuman itu, digelar di atas pembatas beton yang baru jadi. Di sanalah, para personel Satgas TMMD dan warga melepas lelah bersama.

Duduk setara, mengobrol, dan menikmati hidangan sederhana yang terasa sangat mewah karena dibumbui rasa syukur.

Kepala Dusun Mundu, Hariyono, yang setia mengawal warganya di lokasi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Antusiasme ini adalah sinyal tak terbantahkan bahwa jalan yang sedang dibangun adalah impian yang sudah lama dinanti.

Menurut Haryono, setiap hari selalu ada warga yang datang mengantar kopi, es, jajanan bahkan nasi. Mereka datang bergantian tanpa harus diminta.

“Hari ini saja ada tujuh orang yang mengantar makanan. Ini menunjukkan masyarakat Dusun Mundu sangat senang dan mendukung penuh pembangunan jalan melalui TMMD,” ungkap Hariyono, Rabu (29/7/2026).

Bagi Hariyono, kebersamaan ini adalah investasi sosial yang mahal. Ia berharap, setelah beton-beton jalan ini mengeras dan program TMMD usai, semangat saling bantu antarwarga ini tidak akan pernah luntur.

Bagi warga setempat, memberi makanan dan minuman bukanlah sebuah beban, melainkan utang budi yang coba dibayar dengan ketulusan.

Seperti yang dikatakan, Panidi, seorang warga RT.017 RW.008 Dusun Mundu, berjalan kaki menuju lokasi kerja hanya untuk mengantarkan beberapa gelas kopi dan camilan.

“Saya bersyukur ada kegiatan TMMD di desa kami. Apa yang saya antar ini hanya sebagian kecil dari rasa terima kasih saya kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja membangun jalan untuk masyarakat,” tutur Panidi tulus.

Bagi para petani dan warga Dusun Mundu, akses jalan yang layak ini merupakan urat nadi perekonomian.

Mengirimkan segelas kopi, adalah cara terjujur mereka untuk mengapresiasi peluh keringat para prajurit TNI yang sedang membuka akses jalan menuju kesejahteraan desa mereka.

Perhatian kecil dari warga ini ternyata berdampak besar bagi mental para prajurit.

Sementara itu, Dan SST-2 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu M. Syarif, mengakui bahwa keramahan warga Dusun Mundu adalah obat lelah paling mujarab bagi personelnya.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Dusun Mundu. Dukungan berupa makanan, minuman maupun semangat yang diberikan warga menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan jalan beton dengan hasil terbaik. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membangun desa,” tegas Peltu M. Syarif.

Ketika proyek ini selesai, Dusun Mundu tidak hanya akan memiliki jalan beton yang kokoh sepanjang sekian meter untuk memperlancar transportasi ekonomi.

Lebih dari itu, jalan cor beton tersebut akan menjadi saksi bisu sebuah cerita humanis tentang bagaimana pertahanan terbaik bangsa yaitu kedekatan TNI dan rakyat dirawat melalui secangkir kopi dan sepotong jajanan pasar.

Cerita persaudaraan yang indah ini, dipastikan akan terus mengakar di sanubari warga Kedungadem dalam waktu yang sangat lama.

Sentuhan Humanis Satgas TMMD 129 Bojonegoro: Rajutan Asa Baru di Dinding Rumah Ibu Tini

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Deru mesin adukan semen dan ketukan sendok semen pada dinding bata ringan memecah keheningan Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Terlihat, di dalam sebuah bangunan yang sedang bersolek, tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam loreng tampak bahu-bahu bekerja

Satu personel di antaranya berdiri di atas perancah kayu, dengan cekatan meratakan semen pada dinding komunal yang mulai halus.

Mereka adalah personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 Kodim 0813 Bojonegoro.

Hari itu, misi mereka bukan di medan laga, melainkan merajut asa dan membangun dinding masa depan bagi Ibu Tini (52), seorang warga kurang mampu yang kini menjadi pusat perhatian dan kasih sayang korps loreng tersebut.

Program peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang digulirkan di Desa Kesongo ini perlahan namun pasti mengubah wajah hunian Ibu Tini.

Rumah yang dulunya rentan dan membutuhkan banyak perbaikan, kini bertransformasi menjadi bangunan kokoh yang menjanjikan kenyamanan.

Bagi Ibu Tini, kehadiran para prajurit TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di rumahnya bak sebuah mimpi di siang bolong.

Dengan mata berkaca-kaca penuh keharuan, ia tidak henti-hentinya mengucap syukur menyaksikan setiap jengkal rumahnya yang kini berubah drastis.

Ia mengaku sangat senang dan bersyukur, serta mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan warga yang telah membantu memperbaiki rumahnya.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami menjadi jauh lebih baik. Terima kasih, bapak-bapak TNI yang sudah bantu memperbaiki rumah saya,” tutur Ibu Tini, Rabu (29/7/2026).

Menurut ibu Tini, bantuan itu bukan sekadar perbaikan struktur bangunan fisik. Bagi keluarga kecilnya, setiap tumpukan bata ringan dan polesan semen dari tangan-tangan kekar prajurit tersebut adalah simbol hadirnya harapan baru untuk hidup yang lebih layak dan bermartabat.

Di lokasi pengerjaan rehabilitasi RTLH ini, peluh yang bercucuran di dahi para prajurit tidak menyurutkan semangat mereka.

Prada Servasius Nyaman Ndao, salah satu anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang terlibat langsung dalam pembangunan, menjelaskan, proses rehabilitasi rumah Ibu Tini berjalan sangat positif dan sesuai dengan target yang dicanangkan.

“Saya juga ikut senang bisa terlibat membantu Ibu Tini. Saat ini progres pekerjaan renovasi rumahnya, sudah sekitar 70 persen. Tinggal menyelesaikan plester lantai, pemasangan keramik, dan jendela agar rumah segera selesai,” jelasnya.

Melihat dinding-dinding yang sudah berdiri tegak, sisa pekerjaan kini berfokus pada detail interior dan fungsionalitas agar rumah tersebut benar-benar siap, aman, dan nyaman untuk segera ditempati oleh Ibu Tini beserta keluarga.

Rehabilitasi RTLH pada program TMMD ke- 129 di Kabupaten Bojonegoro ini menjadi bukti otentik bahwa TNI selalu hadir di baris terdepan dalam mengatasi kesulitan rakyat.

Kehadiran para prajurit TNI di pelosok desa tidak hanya mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang merata, tetapi juga mengidupkan kembali roh asli bangsa Indonesia yakni gotong royong.

Melalui kedekatan humanis dan kerja nyata di lapangan, TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah sekadar slogan di atas kertas.

Di Desa Kesongo, sinergi ini telah menjelma menjadi fondasi kokoh, jendela ruang tamu yang hangat, dan lantai yang bersih bagi kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

TMMD 129 Bojonegoro: TNI Membangun Infrastruktur, Sekaligus Menanam Karakter

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Keceriaan memancar dari wajah Alfian Dimas Winata (11), saat melangkah memasuki halaman sekolahnya di SD Negeri Kesongo 1, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Siswa kelas V ini tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya melihat ruang kelas tempatnya menimba ilmu kini tampak jauh lebih kokoh, rapi, dan nyaman.

Perubahan besar ini merupakan buah manis dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 program kolaborasi TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan masyarakat.

Program terpadu lintas sektoral yang dipusatkan di Desa Kesongo ini membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur desa, tetapi juga menyentuh hati dan masa depan generasi penerus bangsa melalui sektor pendidikan.

Bagi Alfian dan kawan-kawannya, kehadiran para personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di sekolah mereka memberikan warna baru yang sangat berkesan.

Di sela-sela kesibukan merehabilitasi ruang kelas yang sebelumnya rusak, para prajurit TNI ini meluangkan waktu untuk berinteraksi erat dengan para siswa.

Lebih dari sekadar memperbaiki atap dan dinding yang rapuh, para tentara yang ramah ini juga turun langsung ke lapangan untuk mengajarkan tata upacara bendera dan pelatihan baris-berbaris (PBB).

Uniknya, latihan yang biasanya terkesan kaku justru dikemas dengan suasana yang menyenangkan, penuh tawa, dan keakraban, tanpa menghilangkan nilai-nilai kedisiplinan.

“Saya senang sekali ruangan sekolah diperbaiki oleh bapak-bapak TNI yang sangat ramah. Terima kasih karena sekolah kami jadi lebih bagus dan nyaman untuk belajar,” ungkap Alfian, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi kelas yang baru ini melecut semangat dan motivasinya bersama teman-teman untuk belajar lebih giat.

Mereka juga berkomitmen untuk menjaga bangunan tersebut bersama-sama agar tetap awet hingga dapat digunakan oleh adik-adik kelas mereka kelak.

Apresiasi mendalam turut mengalir dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Menurutnya, langkah TNI bersama Pemkab Bojonegoro yang memasukkan fasilitas pendidikan ke dalam sasaran fisik TMMD adalah sebuah investasi kemanusiaan yang sangat bernilai.

“Kami atas nama Pemdes Kesongo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI. Rehabilitasi SD Negeri Kesongo 1 ini adalah manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh anak-anak kami. Ini adalah fondasi penting untuk melahirkan generasi emas yang lebih berkualitas dari desa ini,” ujar Kusnadi penuh syukur.

Rehabilitasi 4 ruang kelas di SD Negeri Kesongo 1 ini menjadi bagian integral dari serangkaian sasaran fisik program yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’.

Selain merehabilitasi 4 ruang kelas gedung sekolah, kemanunggalan TNI dan warga di Desa Kesongo juga diwujudkan melalui pembangunan jalan beton untuk kelancaran akses ekonomi, pembuatan sistem drainase guna mencegah genangan air.

Peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) bagi warga prasejahtera, penyediaan sumur bor untuk sumber air bersih komunal, serta penyuluhan sosial dan kesehatan bagi masyarakat luas.

Melalui pendekatan yang humanis, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro berhasil membuktikan bahwa esensi sejati dari program ini bukan sekadar mengaduk semen atau menyusun bata.

Jauh di dalam setiap jengkal pembangunan fisik tersebut, ada semangat gotong royong yang dihidupkan kembali dan benih-benih nasionalisme yang ditanamkan ke dalam sanubari anak-anak desa.

Kini, dengan ruang kelas baru yang representatif dan cerita inspiratif dari para prajurit loreng, siswa-siswi SD Negeri Kesongo 1 siap melangkah lebih mantap demi menggapai cita-cita mereka untuk bangsa.

Sinergi Satgas TMMD 129 dan DPMD Bojonegoro ‘Upgrade’ Peran Kader Posyandu Lewat Bimtek 6 SPM

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya soal adukan semen, jalan beton, atau perbaikan rumah warga. Lebih dari itu, TMMD juga menyentuh aspek vital pembangunan manusia di garis terdepan.

Melalui kolaborasi hangat antara Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, puluhan kader Posyandu di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, dibekali wawasan baru lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung guyub di Balai Desa Kesongo ini menegaskan satu hal bahwa peran Posyandu di era modern kini telah bertransformasi pesat.

Jika dulu Posyandu identik dengan penimbangan balita dan pemberian imunisasi, kini fungsinya jauh lebih luas.

Mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu 6 SPM yang mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, hingga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).

Bendahara Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro dari DPMD, Eka Endang Sri Riyanti, memaparkan betapa pentingnya peran kader sebagai garda terdepan desa.

“Posyandu sekarang menjadi mitra pemerintah desa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Tugas kader tak hanya memantau tumbuh kembang anak, tetapi juga ikut mengedukasi PAUD, mendata rumah tidak layak huni, mengawal sanitasi dan air bersih, hingga menjangkau warga rentan penerima bantuan sosial,” jelas Eka.

Tak kalah penting, Eka mengingatkan peran vital kader dalam menekan angka stunting melalui edukasi gizi seimbang.

Bahkan, ia menyelipkan imbauan humanis bagi para ibu agar membiasakan anak makan tanpa ketergantungan pada gawai (gadget).

Di balik program non-fisik ini, ada cerita dedikasi yang menyentuh hati dari para prajurit TNI. Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, tak hanya bertugas mengawal jalannya penyuluhan TMMD yang berlangsung pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus tersebut.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, Lettu Ckm Purnomo, membuka pintu layanannya setiap hari untuk mengobati warga desa tanpa dipungut biaya. Lansia yang rentan menjadi tamu langganannya setiap hari.

“Saya bersyukur bisa membantu masyarakat selama bertugas di Desa Kesongo. Apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan tidak bisa datang ke lokasi, kami siap mendatangi rumah warga langsung (door to door),” ungkap Purnomo tulus.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya atas pengabdian tiada henti para kader serta dukungan dari TNI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (DPMD).

Di tengah ramainya Desa Kesongo yang kini juga menjadi lokasi TMMD dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa, ia berharap momentum ini memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Tugas kader saat ini semakin kompleks, namun Pemerintah Desa akan terus memberikan dukungan. Kami mengimbau para kader untuk terus aktif berkoordinasi jika menemukan persoalan kesehatan di lapangan,” harap Kusnadi.

Melalui Bimtek Posyandu 6 SPM ini, TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro membuktikan komitmennya bahwa membangun desa bukan sekadar menghadirkan fisik jalan yang mulus, melainkan melatih dan memberdayakan manusia di dalamnya agar pelayanan publik desa tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga: Satgas TMMD Bangun Fasilitas Mck Terpadu Di Pinang Jaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Ketersediaan sarana sanitasi yang higienis dan terstandar menjadi fokus utama Kodim 0410/KBL dalam mengubah pola hidup sehat warga Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling. Melalui program TMMD ke-129 TA 2026, Satgas melangsungkan pembuatan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) umum bagi masyarakat sekitar.

Hingga Kamis (30/7), progres fisik pengerjaan fasilitas sanitasi umum ini bergerak pesat usai tuntasnya serangkaian persiapan bahan baku pada hari sebelumnya. Komandan Satgas TMMD ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawan, memantau langsung proses pembangunan untuk memastikan fasilitas umum ini tepat sasaran dan berdaya guna jangka panjang.

Rangkaian pengerjaan teknis pada sasaran MCK ini meliputi:

Galian dan Pemasangan Septic Tank: Memastikan sistem pembuangan limbah terisolasi rapi dan tidak mencemari lingkungan pemukiman, Pemasangan Dinding dan Sekat Ruang: Membangun bilik-bilik kamar mandi dan toilet dengan sirkulasi udara yang memadai, Pemasangan Instalasi Perpipaan: Menyediakan jalur distribusi air bersih dan pembuangan air kotor secara efisien.

“Sanitasi yang baik adalah fondasi dari masyarakat yang sehat. Lewat pembuatan MCK ini, TNI ingin membantu mengikis risiko penyakit berbasis lingkungan di wilayah Pinang Jaya,” terang Kolonel Arm Roni Hermawan.

Sentuhan Kemanunggalan Di Kediaman Ibu Nur Hayati: Satgas TMMD Bedah Rumah Di Jalan Bukit Pinang Jaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Wajah haru dan bahagia tak mampu disembunyikan oleh Ibu Nur Hayati, warga Jalan Bukit Pinang Jaya, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling. Hunian yang selama ini ia tempati bersama keluarga kini mulai berubah wajah menjadi bangunan yang kokoh dan layak huni berkat program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TMMD ke-129 TA 2026 Kodim 0410/KBL.

Memasuki agenda kegiatan pada Kamis, 30 Juli 2026, pengerjaan yang merekap hasil kerja keras sejak Rabu (29/7) ini telah menunjukkan progres signifikan. Dansatagas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, menegaskan bahwa perbaikan kediaman Ibu Nur Hayati merupakan salah satu prioritas dari total 4 sasaran RTLH yang disasar di wilayah Pinang Jaya.

Di lapangan, para Babinsa Kodim 0410/KBL bahu-membahu bersama warga setempat melakukan serangkaian pengerjaan struktur:

Pencekikan dan Pengokohan Pondasi: Memastikan struktur bawah rumah memiliki daya tumpu yang aman dan tahan lama. Pemasangan Dinding Batako/Bata: Menyusun dinding utama rumah guna menghadirkan ruang batas yang aman dan tertutup. Persiapan Rangka Atap: Mengukur dan merangkai penutup atas agar penghuni terhindar dari kebocoran saat cuaca ekstrem.

“Mewujudkan hunian yang aman dan sehat bagi warga seperti Ibu Nur Hayati adalah inti dari kemanunggalan TNI bersama rakyat. Kami memastikan seluruh proses renovasi dikerjakan dengan standar kualitas terbaik agar dapat dihuni dalam waktu dekat,” tegas Kolonel Arm Roni Hermawan di lokasi pengerjaan.(Red)

Menembus Terik Kedungadem: Saat Personel Satgas TMMD 129 Bojonegoro Merajut Harapan Mbah Samijan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sinar matahari siang itu terasa begitu menyengat di atas langit Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Namun, gumpalan hawa panas yang membakar kulit tak sedikit pun menyurutkan langkah prajurit TNI. Di atas kerangka atap yang belum rampung, tawa tipis dan peluh beradu dengan derap kerja cepat.

Pada Selasa (28/7/2026), suasana di RT.013 RW.006 tampak berbeda. Sejumlah anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro sibuk bahu-membahu dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Salah satu rumah yang tengah dikebut pengerjaannya adalah milik Mbah Samijan (71), warga setempat yang sudah lama merindukan hunian yang kokoh dan aman.

Dengan kehati-hatian tinggi, para personel TNI memanjat dan menyusun genteng satu demi satu. Kerja sama yang padu terlihat jelas saat prajurit di bawah dengan sigap menyerahkan kepingan genteng kepada rekannya yang bersiaga di atap.

Tak ada keluh, hanya komitmen agar atap penjelang hujan dan peneduh dari terik itu segera rampung.

Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) menjadi fokus utama timnya demi kenyamanan warga.

“Panas matahari bukan menjadi penghalang bagi anggota Satgas. Kami tetap bekerja maksimal agar seluruh sasaran RTLH dapat selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujar Lettu Ckm Purnomo dengan mantap.

Bagi Mbah Samijan, pemandangan para prajurit berseragam loreng yang bekerja tanpa kenal lelah di atas rumahnya menghadirkan rasa haru yang mendalam.

Ia mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas uluran tangan yang diterimanya.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Meski cuaca sangat panas, mereka tetap semangat bekerja. Semoga semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” tutur Samijan dengan suara bergetar menahan haru.

Melalui program TMMD ke-129 ini, TNI tidak sekadar merenovasi tembok bata ringan atau menyusun genteng tua.

Lebih dari itu, setiap helai keringat yang menetes di Desa Kesongo adalah bukti nyata hadirnya TNI di tengah kesulitan rakyat menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar jargon, melainkan ikatan nyata yang menghadirkan senyum dan harapan baru.

Ukir Senyum Anak Desa Kesongo, Sisi Humanis Satgas TMMD 129 Bojonegoro Sentuh Hati Warga

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik deru alat berat, paculan tanah, dan padatnya target pembangunan fisik, ada ruang-ruang kehangatan yang terus dirawat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Lebih dari sekadar membangun akses fisik, para prajurit TNI juga aktif merajut benang-benang keakraban dengan warga, tak terkecuali generasi muda dan anak-anak desa.

Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai sela-sela kegiatan TMMD di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2026).

Saat jarum jam menunjukkan waktu istirahat, beberapa anak kecil berkaus olahraga biru tampak tanpa ragu menghampiri personel Satgas TMMD.

Ketakutan yang biasanya menyelimuti anak-anak saat melihat seragam loreng lelap seketika, berganti dengan rasa penasaran dan senyum sumringah.

Gelak tawa pecah ketika salah satu anggota Satgas, Prada Paschal Richar Imanuel Mana’o, merunduk dan menyapa mereka dengan ramah.

Di bawah peneduh pendopo desa, ia bercengkerama, mengajak mereka berbincang ringan, dan mendengarkan celoteh polos anak-anak tersebut dengan penuh perhatian.

Momen sederhana itu tak ayal menjadi pemandangan indah yang mencuri perhatian warga sekitar.

Prada Paschal Richar Imanuel Mana’o mengaku rasa lelah akibat peluh dan kerja keras seharian membangun infrastruktur serasa sirnah saat berinteraksi dengan anak-anak Desa Kesongo.

Bagi dirinya, kepolosan dan keceriaan mereka adalah “suplemen” penambah semangat yang tiada tanding.

“Senang sekali bisa bermain dan mengobrol bersama adik-adik di sini. Mereka sangat ramah, penuh semangat, dan selalu menyambut kami dengan senyuman hangat. Momen seperti ini membuat kami merasa semakin dekat dan menyatu dengan masyarakat,” tutur Prada Paschal dengan wajah berbinar.

Ia menambahkan, interaksi manis ini diharapkan dapat menjadi kenangan membekas bagi anak-anak desa menanamkan ingatan bahwa TNI adalah pengayom dan bagian dari keluarga besar mereka.

Sementara itu, Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, pendekatan humanis merupakan fondasi penting dalam setiap pelaksanaan TMMD.

Keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari berapa kilometer jalan yang dicor atau berapa unit rumah yang direnovasi, melainkan dari seberapa dalam kemanunggalan itu terpatri di hati rakyat.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung bahwa kehadiran TNI bukan hanya untuk membangun infrastruktur fisik, tetapi juga hadir sebagai saudara dan bagian dari keluarga besar mereka,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Menurutnya, interaksi wajar dan alami di lapangan menjadi sarana ampuh merawat kebersamaan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia diharapkan tumbuh kian subur lewat kedekatan emosional seperti ini.

“Bermain dan menyapa anak-anak adalah bentuk kepedulian tulus, sekaligus upaya kita menanamkan kedekatan emosional serta rasa cinta tanah air sejak dini,” pungkasnya.

Melalui tawa polos anak-anak dan kehangatan yang tercipta di Desa Kesongo, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa pengabdian terbaik seorang prajurit tidak hanya diukir di atas semen dan batu, tetapi juga dipahat indah dalam sanubari warga.