Sensasi Bebek Super 6-Speed! Honda Supra GTR 150 Diskon Jutaan Rupiah di Jaya Sakti Motor

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Bagi pecinta kecepatan yang menyukai karakter motor bebek bertransmisi manual 6-percepatan, Honda Supra GTR 150 menjadi pilihan tak tertandingi. Selama bulan Juli 2026, CV Jaya Sakti Motor Kotabumi menghadirkan diskon khusus hingga Rp1,5 juta untuk pembelian bebek sport bertenaga ini.

Supervisor Sales CV Jaya Sakti Motor Kotabumi mengulas performa gahar motor bebek ini.”Supra GTR 150 dirancang untuk pengendara yang menginginkan performa motor sport namun dalam wujud motor bebek yang praktis. Promo Juli ini memangkas harga jualnya cukup signifikan. Konsumen bisa datang dan langsung menjajal performanya di Jalan Alamsyah RPN No. 110, Kota Gapura,” ungkapnya.

 

Beli Motor dari Genggaman Handphone, Nikmati Diskon Tambahan Transaksi Digital di Jaya Sakti Motor

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Bertransaksi kendaraan kini semakin praktis mengikuti perkembangan teknologi digital. CV Jaya Sakti Motor Kotabumi memberikan tambahan diskon senilai ratusan ribu rupiah bagi konsumen yang melakukan pendaftaran pemesanan unit motor Honda secara online melalui aplikasi resmi atau layanan pesan digital sepanjang Juli 2026 yaitu MOTORAN

Supervisor Sales Jaya Sakti Motor Kotabumi menerangkan kemudahan kemitraan digital ini.

“Konsumen cukup mendaftar via sistem digital kami dari rumah, dan saat verifikasi di dealer tinggal mengambil voucher potongan tambahan. Prosesnya aman, cepat, dan transparan. Informasi lengkapnya bisa ditanyakan langsung ke dealer kami di Jalan Alamsyah RPN No. 110, Kota Gapura,” tuturnya.

 

Semangat Gotong Royong Menyala di Kesongo: Satgas TMMD 129 dan Warga Bahu-Membahu Pasang Atap Rumah Mbah Kardo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sengatan terik matahari pertengahan tahun, tak menyurutkan langkah prajurit TNI dan warga Desa Kesongo.

Tawa renyah dan peluh yang menetes justru menjadi saksi bisu hadirnya harapan baru bagi Mbah Kardo (86), seorang warga Dusun Bekatul RT.014 RW.007 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-1 29 Kodim 0813 Bojonegoro, rumah Mbah Kardo yang sebelumnya tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini mulai bersolek anggun.

Memasuki hari Kamis (30/7/2026), proses renovasi telah mencapai tahap krusial, yakni pemasangan genteng dan atap rumah.

Pemandangan penuh kehangatan terlihat jelas di lokasi pembangunan. Tanpa canggung, prajurit loreng Satgas TMMD bersama warga setempat membentuk rantai manusia estafet memindahkan genteng satu per satu dari bawah hingga ke atas kerangka atap kayu.

Tampak prajurit dengan tangkas memanjat tangga bambu, sementara warga dengan sigap menerima dan menata setiap keping genteng di atas kayu usuk.

Kerja sama yang rapi dan alami ini memperlihatkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat desa.

Bagi Mbah Kardo, setiap keping genteng yang terpasang bukan sekadar peneduh dari hujan dan panas, melainkan pilar harapan baru untuk kehidupan yang lebih layak, sehat, dan aman.

Dan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan, seluruh sasaran fisik program TMMD terus dipacu agar penyelesaiannya tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.

“Progres pembangunan RTLH terus berjalan dengan baik. Saat ini rumah Mbah Kardo telah memasuki tahap pemasangan atap. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pekerjaan di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program rehabilitasi RTLH dalam TMMD ke- 129 bukan sekadar proyek pembangunan fisik atau sekadar mendirikan dinding dan atap.

Lebih dari itu, program ini berfokus pada sentuhan humanis untuk meningkatkan derajat dan kualitas hidup masyarakat perdesaan.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah program ini selesai, Mbah Kardo beserta keluarga dapat menghuni rumah yang tidak hanya kokoh, tetapi juga sehat, nyaman, dan memberikan rasa aman,” tambahnya.

Kehadiran Satgas TMMD ke-129 di Kecamatan Kedungadem telah menghidupkan kembali roh gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Dukungan penuh serta swadaya tenaga dari warga Desa Kesongo menjadi energi tambahan bagi para prajurit untuk memberikan hasil terbaik.

Dengan capaian progres positif pada pengerjaan rumah Pak Kardo serta sasaran fisik lainnya, warga optimistis manfaat dari TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro ini dapat segera dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Kesongo.

Dorong Kemandirian Ekonomi Kaum Perempuan: TMMD 129 Bojonegoro Gandeng P4S Latih Ibu PKK Kesongo Buat Roti

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di tengah geliat pembangunan fisik yang sedang berlangsung dalam program TMMD ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, terekam sebuah momen hangat yang penuh inspirasi.

Di teras Balai Desa Kesongo, kebersamaan antara TNI dan warga tak hanya terjalin dalam adukan semen, namun juga dalam adonan roti manis.

Kamis (30/7/2026), suasana Balai Desa Kesongo berbeda dari biasanya. Aroma harum ragi dan tepung yang sedang difermentasi menguar, mengundang rasa ingin tahu.

Ternyata, para personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dan ibu-ibu PKK Desa Kesongo sedang asyik mengikuti praktik pembuatan roti.

Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Kristin, seorang narasumber yang terampil dari P4S, yang dengan sabar berbagi ilmu tentang dunia perotian.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membuat roti, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang pemilihan bahan baku yang tepat.

Teknik mengolah adonan yang benar, agar roti terasa empuk dan lembut, serta proses fermentasi yang krusial untuk menghasilkan roti yang berkualitas.

“Kami diajarkan bahwa untuk menghasilkan roti yang enak, tidak hanya soal resep, tapi juga soal perhatian dan kasih sayang saat mengolah adonan,” kata Tari, seorang peserta dengan antusias.

Selain materi teknis, Ibu Kristin juga memberikan tips-tips berharga tentang pemasaran produk roti yang dihasilkan.

Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam pengemasan dan branding agar roti buatan rumahan mampu bersaing di pasar.

“Jangan takut untuk mencoba dan berinovasi. Roti yang unik dan memiliki ciri khas akan lebih mudah menarik perhatian konsumen,” ujarnya.

Dan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Pelatihan keterampilan seperti ini adalah bentuk nyata dari sasaran nonfisik TMMD, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan UMKM dan meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.

Kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga dalam pelatihan pembuatan roti ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tak hanya berbagi tugas dalam mengolah adonan, mereka juga saling bertukar cerita dan canda, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Semangat pemberdayaan yang terpancar dari wajah-wajah peserta menjadi harapan baru bagi kemajuan ekonomi di Desa Kesongo.

Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu membuka peluang usaha rumahan yang mandiri dan berkelanjutan.

Aroma harum roti manis di Balai Desa Kesongo tak hanya membawa kebahagiaan saat ini, tetapi juga menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi warga Desa Kesongo, terutama bagi kaum perempuan yang siap berdaya.

Keran Kebahagiaan Mulai Mengalir: Cerita Gotong Royong Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Bekatul

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Air adalah kehidupan, dan bagi warga Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, hadirnya aliran air bersih hingga depan halaman rumah adalah sebuah impian yang kini berubah menjadi kenyataan.

Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro, semangat membangun negeri tercermin nyata di balik galian tanah dan pemasangan instalasi pipa.

Tak hanya sekadar membangun fisik desa, momen ini menghadirkan kembali hangatnya nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, Jum’at (31/7/2026).

Di sudut RT.015 RW.007 Dusun Bekatul, pemandangan hangat tersaji saban hari. Personel Satgas TMMD berkaos loreng tampak bahu-membahu bersama warga setempat. Dengan sekop, cangkul, dan adukan semen di tangan, mereka memicu ritme kerja yang harmonis.

Tak ada sekat antara prajurit TNI dan rakyat. Canda tawa mengiringi proses penggalian jalur pipa hingga pemasangan meteran air (flow meter) di depan rumah-rumah warga.

Keringat yang menetes terbayar tuntas oleh harapan akan akses air bersih yang tak lagi sulit didapat.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-129 yang dirancang khusus untuk memperluas akses sanitasi dan air bersih.

Dengan hadirnya jaringan pipa langsung ke pemukiman, warga kini tak perlu lagi bersusah payah menampung atau mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci. Kebutuhan dasar mereka kini terpenuhi secara lebih mudah, aman, dan berkelanjutan.

Rasa haru dan syukur tak mampu disembunyikan oleh Kepala Dusun Bekatul, Waridi. Bagi Waridi dan seluruh warga Dusun Bekatul, kehadiran fasilitas air bersih ini adalah kabar paling menggembirakan yang telah lama ditunggu-tunggu.

“Program ini benar-benar sangat membantu warga kami. Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro yang sudah bekerja keras membawa air bersih langsung ke rumah-rumah warga. Semoga manfaatnya terus dirasakan hingga anak cucu kami nanti,” tutur Waridi dengan nada haru.

Penyediaan sarana air bersih ini menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan kepedulian nyata terhadap hal paling mendasar dalam kehidupan warga.

Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menjelaskan, program TMMD sengaja didesain secara holistik.

Pembangunan fisik tidak hanya berkutat pada pengerasan jalan atau perbaikan fasilitas umum, tetapi juga menyentuh aspek-aspek yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Pemasangan instalasi pipa dan flow meter ini kami harapkan bisa langsung menyentuh kehidupan harian warga. Kami ingin hasil kerja keras TMMD ini benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Melalui tetesan air bersih yang siap mengalir ke rumah-rumah warga Dusun Bekatul, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali mempertegas perannya sebagai jembatan pembawa perubahan di pedesaan.

Program terpadu ini tidak hanya berhasil mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, tetapi juga merawat roh kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Di Kesongo, pipa-pipa air yang tertanam di dalam tanah tak hanya mengalirkan kehidupan, tetapi juga mengunci erat ikatan persaudaraan antara prajurit dan warga.

Setetes Air, Sejuta Asa: Kala Satgas TMMD 129 Bojonegoro Hadir Penawar Dahaga Warga Krebet di Musim Kemarau

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari musim kemarau mulai menyengat tanah Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kamis (30/7/2026).

Di saat sumur-sumur warga perlahan mengering dan debit air kian menyusut, deru mesin truk tangki putih berlogo Kodim 0813 Bojonegoro hadir bagai penyejuk di tengah gerah.

Kepedulian nyata ditunjukkan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun anggaran 2026.

Tak hanya fokus mengoperasikan alat berat untuk pembangunan fisik, para prajurit TNI ini bergerak sigap menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai terdampak kekeringan.

Senyum lega dan antusiasme warga membuncah saat armada air bersih tiba di pemukiman mereka.

Bagi masyarakat Dusun Krebet, bantuan ini bukan sekadar aliran air, melainkan sambungan napas untuk kehidupan sehari-hari.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan bahwa aksi sosial ini adalah komitmen moral TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.

Pembangunan infrastruktur desa seperti jalan, drainase, hingga rehabilitasi rumah memang penting, namun keselamatan dan kesejahteraan warga adalah yang utama.

“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga Dusun Krebet yang saat ini mulai mengalami kesulitan air akibat musim kemarau. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Serka Lasmidi di lokasi distribusi.

Serka Lasmidi menambahkan, Satgas TMMD akan terus memantau dinamika di lapangan bersama pemerintah desa.

Jika dampak kekeringan meluas, pendorongan bantuan air bersih akan kembali digencarkan sesuai kemampuan dan kapasitas yang ada.

Ungkapan terima kasih yang mendalam disampaikan oleh Kepala Dusun Krebet, Wargito. Mewakili warganya, ia mengapresiasi kepekaan para prajurit Kodim 0813 Bojonegoro yang merespons cepat krisis air di wilayahnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD. Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah musim kemarau yang mulai menyusutkan sumber-sumber air kami,” tutur Wargito penuh haru.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo sejatinya merajut dua dimensi penting, yakni pembangunan fisik dan sentuhan kemanusiaan.

Mulai dari pembangunan jalan, perbaikan drainase, pembuatan sumur bor, hingga aksi bakti sosial penyaluran air bersih seperti hari ini.

Lewat tetesan air bersih yang mengalir ke wadah-wadah warga, kemanunggalan TNI dan rakyat tak sekadar menjadi slogan, melainkan bukti nyata persaudaraan yang menguat di tengah tantangan musim kemarau.

Hidupkan Asa dari Gemericik Air: Satgas TMMD 129 Kodim Bojonegoro Bangun Sumur Bor untuk Masa Depan Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari yang menyengat di kawasan pedesaan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tawa dan peluh menyatu, Kamis (30/7/2026).

Sejumlah prajurit TNI bersama warga bahu-membahu menancapkan pipa, memutar kunci teknis, dan memastikan setiap sambungan mesin penyedot air terpasang sempurna.

Pemandangan hangat ini menjadi bukti nyata hadirnya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Bukan sekadar mengejar target fisik semata, TMMD kali ini menghadirkan “kehidupan baru” melalui pembangunan sumur bor di kawasan rest area Desa Kesongo.

Pembangunan sarana air bersih ini tercatat sebagai over prestasi sasaran fisik yang dirancang khusus untuk menyentuh langsung nadi kehidupan dan perekonomian warga lokal.

Lokasi sumur bor ini dipilih secara strategis, yakni berada tepat di kawasan rest area yang berbatasan langsung dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kesongo.

Selama ini, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga, tempat singgah pengguna jalan, hingga wadah bagi para pelaku UMKM desa untuk berkembang.

Namun, tanpa ketersediaan air bersih yang memadai, sebuah fasilitas umum ibarat jantung tanpa aliran darah.

Kehadiran sumur bor ini menjadi kunci agar seluruh potensi infrastruktur yang telah terbangun dapat beroperasi maksimal dan memberikan kenyamanan penuh bagi setiap pengunjung maupun pedagang kecil setempat.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan, setiap tetes air dari sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian TNI yang berorientasi pada kemanfaatan jangka panjang.

“Sumur bor ini kami bangun agar kebutuhan dasar air bersih di kawasan rest area dapat terpenuhi secara mandiri. Ketika pasokan air memadai, fasilitas pendukung lainnya bisa difungsikan secara optimal. Dampaknya bukan hanya kenyamanan singgah, tetapi juga geliat ekonomi warga dan pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya di sini,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela pengerjaan.

Langkah responsif Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi mendalam dari pemerintah desa serta masyarakat Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi Kusnadi dan warganya, keberadaan sumur bor ini adalah dorongan besar bagi kemandirian Desa Kesongo.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro. Sumur bor ini adalah penunjang vital bagi operasional kawasan rest area dan KDKMP Kesongo. Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu kita dalam jangka panjang,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo memang tidak hanya berfokus pada pengerasan jalan, pembuatan drainase, atau rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi bukti holistiknya pendekatan TNI dalam membangun desa.

Melalui gemericik air bersih yang kini siap mengalir dari sumur bor rest area Kesongo, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan jati dirinya, hadir mengabdi, merawat asa, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dari pelosok desa secara berkelanjutan.

Lewat Smes dan Sorak Sorai: TMMD 129 Bojonegoro Hidupkan Kebersamaan di Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Cahaya matahari sore yang hangat memayungi lapangan tanah di depan Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

Suara debukan bola voli yang dipukul kencang beradu dengan riuh sorak-sorai warga yang memadati pinggir lapangan.

Semarak pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tak hanya cerita tentang deru mesin, adukan semen, atau pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga kisah hangat tentang kebersamaan warga.

Melalui turnamen bola voli antardusun yang digelar setiap sore, Desa Kesongo mendadak punya panggung hiburan baru yang selalu dinanti.

Tim-tim terbaik dari seluruh dusun tampil penuh semangat, menghadirkan pertandingan kompetitif sekaligus syarat akan nilai sportivitas.

Di tengah riuhnya suasana, para prajurit TNI dan warga membaur tanpa sekat. Ada yang bermain mengenakan kaos olahraga bermotif loreng khas TNI, ada pula pemuda desa yang tampil enerjik.

Di tepi lapangan, berdiri Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, dengan ban lengan merahnya yang khas, memantau jalannya pertandingan sembari tersenyum melihat antusiasme masyarakat.

Bagi warga setempat, turnamen ini bukan sekadar urusan menang atau kalah. Huda, salah seorang warga Desa Kesongo, mengaku hampir tak pernah absen menonton setiap sore.

“Setiap sore saya datang menonton karena pertandingannya seru. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, turnamen ini juga membuat warga semakin kompak dan suasana desa menjadi lebih hidup,” ungkap Huda dengan wajah sumringah.

Bagi Huda dan warga lainnya, kehadiran turnamen ini membawa warna baru di sela rutinitas harian.

Lapangan Balai Desa menjadi titik kumpul hangat yang mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai dusun yang sebelumnya mungkin jarang bertegur sapa.

Lettu Ckm Purnomo menegaskan bahwa kegiatan olahraga ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD ke-129 untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui turnamen ini kami berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga mampu memperkuat persatuan dan semangat gotong royong yang menjadi tujuan utama TMMD,” ujar Lettu Ckm Purnomo di sela-sela tugas pengawasannya.

Di saat pengerjaan fisik seperti pembukaan jalan, rehabilitasi rumah tak layak huni, hingga pembangunan drainase terus berjalan cepat, kegiatan olahraga ini hadir memberi napas kehangatan.

TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa membangun desa bukan hanya tentang menata tanah dan batu, melainkan juga merajut rasa kekeluargaan, merawat kebahagiaan, dan memperkokoh persatuan warga.

TMMD 129 Bojonegoro: Perkuat Benteng Hukum dan Kesejahteraan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan desa sejatinya tak hanya merawat jalan, membangun jembatan, atau memoles fasilitas umum.

Di balik deru alat berat, ada benteng lain yang tak kalah krusial untuk diperkuat, yaitu kesadaran hukum dan pemahaman masyarakat demi keberlangsungan pembangunan itu sendiri.

Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan program terpadu lintas sektoral TMMD ke- 129 Tahun 2026 di Desa Kesongo Kecamtan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro gelar sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang cukai di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kamis (30/7/2026).

Mendatangkan lintas instansi mulai dari Bea Cukai Bojonegoro, Bappeda, Forkopimcam Kedungadem, hingga jajaran TNI dan Polri, kegiatan ini berfokus mengedukasi warga agar paham betul akan bahaya rokok ilegal sekaligus tergerak menjaga ekosistem ekonomi daerahnya.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Bojonegoro, Yoppy Rahmat Wijaya, menegaskan pentingnya edukasi ini agar warga tak mudah tergiur harga murah yang ditawarkan sales tidak jelas.

Pemahaman mendasar tentang perbedaan rokok legal dan ilegal menjadi kunci agar warga tidak terjebak dalam rantai pelanggaran hukum.

Hal senada ditekankan Camat Kedungadem, Sahlan. Mengingat Kedungadem merupakan salah satu wilayah lumbung tembakau terbesar di Bojonegoro, keberadaan industri tembakau yang legal adalah urat nadi perekonomian lokal.

“Kami imbau pemilik toko dan warung lebih selektif. Jangan tergiur tawaran rokok murah tanpa pita cukai. Selain itu, mari jaga etika dengan tidak menjual rokok kepada anak-anak serta menjauhkan asap rokok dari balita dan ibu hamil,” imbau Sahlan.

Di tengah atmosfer musim kemarau, Sahlan juga menyisipkan pesan humanis agar warga senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran lahan akibat pembakaran sampah yang sembarangan.

Dari perspektif pertahanan dan keamanan, Bati Tuud Koramil 0813/08 Kedungadem Peltu Lasuri (mewakili Danramil), menjelaskan bahwa cukai adalah instrumen penting negara dalam mengendalikan barang-barang tertentu.

“Beli rokok ilegal, bukan sekadar merugikan penerimaan negara, tetapi juga membahayakan kesehatan karena produknya tidak melalui kontrol kualitas,” ucapnya.

Dukungan juga mengalir dari Kapolsek Kedungadem AKP Mat Suiswanto yang mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif, baik dalam mematuhi hukum maupun saling menghargai sesama warga demi mewujudkan lingkungan yang sehat.

Menurut Kapolsek Kedungadem, masih banyak warga yang belum menyadari ke mana perginya uang cukai yang dikumpulkan negara.

Kasubag Keuangan Bappeda Bojonegoro, Umi Rahmawati, membeberkan nyata kebermanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“DBHCHT itu kembali lagi ke panjenengan semua. Mulai dari pembiayaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pembangunan jalan usaha tani, sumur pertanian, pelatihan keterampilan, hingga BLT bagi buruh pabrik rokok dan kegiatan edukasi seperti hari ini,” terang Umi.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bojonegoro, Deby Qosim, memaparkan secara rinci bentuk pelanggaran cukai: tanpa pita cukai (polos), pita cukai palsu, pita cukai bekas, atau penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan.

Ciri utamanya sangat mudah dikenali yakni harganya sangat murah, kemasannya sederhana, dan menggunakan merek yang tidak lazim.

“Pelanggaran di bidang cukai memiliki sanksi tegas, yakni ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda berlipat. Dampaknya merembet ke mana-mana: merugikan negara, merugikan petani tembakau lokal, hingga memangkas anggaran pembangunan daerah,” tegas Deby.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Ia menyampaikan apresiasi mendalam karena warganya terutama para pemilik warung kini mendapatkan pembekalan hukum yang sangat berharga.

Lewat paduan pembangunan fisik dan edukasi hukum pada TMMD ke-129 ini, Desa Kesongo tak hanya berbenah secara tampilan, namun juga semakin kokoh secara mandiri, sadar hukum, dan siap mendukung pembangunan Bojonegoro yang berkelanjutan.

Gelak Tawa Anak-Anak di Atas Jalan Mulus TMMD 129 Bojonegoro: Merangkul Harapan di Pelosok Desa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Gelak tawa dan langkah kaki mungil meramaikan sore di Dusun Kedungpandan Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro

Senyum sumringah terpancar jelas dari wajah anak-anak setempat, saat mereka berjalan santai berdampingan dengan anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Menariknya, keceriaan tersebut berlangsung di atas jalan cor beton yang baru saja selesai dibangun oleh prajurit TNI bersama masyarakat setempat.

Jalan yang dulunya sulit dilalui kini telah bertransformasi menjadi akses yang mulus, kokoh, dan nyaman.

Dengan merangkul pundak para remaja desa tersebut, prajurit TNI tampak begitu hangat dan menyatu tanpa sekat.

Momen kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik semata, tetapi juga merajut kemanunggalan TNI dengan rakyat hingga ke pelosok desa.

Personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Simon Kirene Lanbeka, mengungkapkan, pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter ini merupakan langkah strategis untuk membuka isolasi wilayah dan mempermudah mobilitas warga masyarakat.

“Pembangunan jalan beton ini dilakukan untuk memperlancar jalur transportasi warga dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Jalan baru ini juga memberikan dampak positif bagi anak-anak desa,” ucapnya, Kamis (30/7/2026).

Kini, mereka memiliki akses jalan yang aman dan nyaman untuk berangkat sekolah, bermain, maupun beraktivitas sehari-hari tanpa perlu khawatir dengan kubangan lumpur di musim hujan.

Kehadiran para prajurit TNI yang humanis dan ramah ini memberikan kesan mendalam, serta inspirasi tersendiri bagi anak-anak Dusun Kedungpandan.

Di atas jalan beton yang baru, terukir harapan baru bagi masa depan generasi penerus di pelosok Bojonegoro.