Sinergi Membangun Desa: TMMD 129 Bojonegoro Bekali Warga Kesongo Ilmu Kelola Keuangan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat membangun tidak melulu soal mengaduk semen dan menata batu. Di tengah deru mesin integrasi program TMMD ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, sebuah langkah strategis untuk memperkuat “fondasi SDM” desa pun digulirkan.

Senin (3/8/2026), Balai Desa Kesongo menjadi saksi bisu dari antusiasme para pilar desa. Mereka perangkat desa, anggota BPD, RT/RW, kader PKK, hingga tokoh masyarakat berkumpul bukan untuk membahas teknis pengecoran jalan, melainkan untuk mengasah kemampuan dalam memanajemen tata kelola keuangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diinisiasi oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro.

Hadir langsung untuk membuka kegiatan, Sekretaris BPKAD Kabupaten Bojonegoro, Vevi Rahmanawati, menegaskan esensi penting dari Bimtek ini.

Bagi Vevi, pemahaman yang utuh mengenai tata kelola keuangan, khususnya yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa, adalah kunci untuk melahirkan pembangunan yang sehat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pengelolaan keuangan desa semakin baik, pembangunan dapat dipertanggungjawabkan, dan laporan keuangannya tersusun sesuai ketentuan,” ujar Vevi.

Di tengah keterbatasan anggaran, Vevi menitipkan pesan kuat tentang pentingnya akuntabilitas.

“Walaupun anggaran terbatas, jika dikelola dengan benar, maka manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti materi dengan serius demi kepentingan bersama.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Desa Kesongo. Mewakili Kepala Desa Kusnadi, Sekretaris Desa Sumari mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian besar Pemkab Bojonegoro.

Baginya, program TMMD bukan sekadar “proyek fisik,” tetapi sebuah paket lengkap yang juga membawa pencerahan bagi warganya.

“Kesempatan seperti ini sangat berharga. Sejak TMMD dimulai, masyarakat terus mendapatkan tambahan wawasan melalui berbagai pelatihan dan sosialisasi. Selain pembangunan fisik, masyarakat juga memperoleh ilmu dan pengetahuan yang nantinya bisa diterapkan dalam pengelolaan desa,” kata Sumari penuh syukur.

Sentimen positif ini pun disambut baik oleh Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo.

Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat warga Kesongo kepada personel Satgas TMMD dan berharap kemanunggalan ini terus terjaga.

“Tujuan TMMD adalah membantu mempercepat pembangunan desa agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Kami berharap seluruh pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang,” harap Lettu Ckm Purnomo.

Memasuki sesi materi teknis, suasana menjadi lebih serius. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BKK Desa BPKAD Kabupaten Bojonegoro, Etha Yulian Restanti, membedah habis mekanisme pengelolaan dana dari tahap perencanaan hingga pelaporan.

Tahun 2026 ini, Desa Kesongo menerima amanah besar berupa alokasi BKK sebesar Rp 2,4 miliar. Dana fantastis ini akan difokuskan untuk menyokong sasaran fisik TMMD ke-129, yaitu pembangunan jalan desa dan saluran drainase.

Dengan lugas, Etha mengingatkan agar dana tersebut dikelola dengan prinsip kehati-hatian.

“BKK adalah berkah bagi desa, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar. Seluruh pelaksanaan harus sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya, sembari mengingatkan bahwa setiap rupiah akan menjadi objek pemeriksaan.

Etha juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak bisa digantungkan pada pundak pemerintah desa semata. Diperlukan pengawasan aktif dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Warga didorong untuk ikut memantau jalannya pekerjaan fisik agar sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati.

Bimtek yang merupakan bagian tak terpisahkan dari program non-fisik TMMD ke-129 ini menjadi lumbung harapan bagi masa depan Desa Kesongo.

Pemkab Bojonegoro berharap, melalui bekal ilmu ini, tata kelola keuangan di Desa Kesongo akan semakin profesional.

Sinergi antara pembangunan fisik yang dikerjakan TNI-warga dan penguatan kapasitas SDM ini diharapkan mampu benar-benar mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan menjadi warisan berharga dari program TMMD.

TMMD 129 Bojonegoro: Ibu-ibu Kesongo ‘Tancap Gas’ Olah Pisang dan Waluh Jadi Cuan berkelas

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Ada tawa renyah, aroma harum adonan kue, dan semanat juang yang kental di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Itulah suasana penutupan pelatihan UMKM yang penuh energi, digelar oleh Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Senin (3/8/2026).

Setelah lima hari penuh inspirasi, dari 27 hingga 31 Juli, ibu-ibu tangguh dari kelompok PKK setempat kini resmi memegang kunci untuk membuka pintu kemandirian ekonomi keluarga. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan tonggak penting bagi Desa Kesongo.

Ibu-ibu di sini kini telah dipersenjatai dengan keterampilan berharga untuk menyulap bahan baku sederhana seperti pisang dan labu kuning (waloh) menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Selama lima hari, para peserta tidak hanya diberi teori yang membosankan. Mereka langsung terjun ke meja praktik.

Mereka belajar bagaimana memilih pisang dan waloh terbaik, mengolahnya dengan teknik higienis, hingga teknik penyajian yang menarik dan estetis.

Antusiasme terlihat jelas di mata mereka, setiap gerakan tangan meniru panduan Kristin Gading, narasumber ahli dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading.

Kristin, dengan sabar dan pengalaman yang luas, membimbing para ibu dari nol. Ia memahami betul bahwa kesuksesan sebuah produk tidak hanya pada rasa, tapi juga pada tampilan.

“Kami mengajarkan cara packaging yang menarik, agar produk mereka tidak kalah saing dengan produk pabrikan. Ilmu ini akan sia-sia jika tidak terus dipraktikkan. Harapan saya, ini adalah awal dari lahirnya produk UMKM unggulan dari Desa Kesongo,” kata Kristin.

Bagi para peserta, seperti Anita, pelatihan ini adalah jembatan menuju mimpi mereka. “Saya sangat senang bisa ikut. Sebelumnya saya bingung bagaimana cara mengolah pisang yang berlebihan di kebun. Sekarang saya tahu, bisa dibuat kue lapis yang cantik, banana bread, sampai keripik yang renyah,” ujar Anita dengan senyum mengembang.

Mata Anita berbinar saat berbicara tentang masa depan. “Kami berharap ilmu ini bisa jadi bekal untuk memulai atau mengembangkan usaha. Dengan begitu, kami bisa membantu ekonomi keluarga,” tambahnya. Kisah Anita adalah cerminan semangat juang perempuan-perempuan tangguh Desa Kesongo yang ingin mandiri dan berdaya.

TMMD ke-129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, seperti jalan atau jembatan, tetapi juga sangat perhatian pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pelatihan UMKM ini adalah salah satu wujud nyata sasaran non fisik TMMD untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pemberdayaan UMKM, khususnya kelompok perempuan, adalah kunci untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa. Dengan keterampilan baru ini, ibu-ibu di Desa Kesongo tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi desa mereka,” ungkap Lettu Ckm Purnomo, Dan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Selesainya pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi ibu-ibu PKK Desa Kesongo.

Tawa mereka yang tulus, aroma lezat kue-kue mereka, dan semangat yang terpancar dari mata mereka adalah bukti bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari dampak positif yang dirasakan oleh hati dan ekonomi masyarakat.

Desa Kesongo kini telah menyalakan lilin kemandirian ekonomi, dan lilin itu akan terus menyala terang, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.

 

Menembus Terik Demi Pelosok Desa: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Wujudkan Drainase Bebas Banjir

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari yang menyengat di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tidak melunturkan semangat puluhan prajurit Kodim 0813 Bojonegoro dan warga setempat.

Berbekal cangkul, ember, dan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu merangkai harapan baru melalui pembangunan saluran drainase sepanjang 330 meter.

Pembangunan drainase ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129. Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan telah mencapai 70 persen.

Bagi warga Dusun Krebet, kehadiran saluran drainase yang layak bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan solusi nyata atas persoalan lingkungan yang selama ini mereka hadapi.

Sebelum adanya drainase ini, genangan air sering kali menjadi pemicu ketidaknyamanan warga saat musim hujan tiba.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas kehadiran program TMMD di desanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Melalui program TMMD ini, apa yang menjadi kerinduan dan kebutuhan dasar masyarakat Desa Kesongo akhirnya dapat terwujud secara nyata,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Saluran drainase ini nantinya tidak hanya memperlancar aliran air hujan, tetapi juga menjaga sanitasi serta kerapian kawasan pemukiman warga agar lebih sehat dan tertata.

Di lapangan, Senin (3/8/2026), pemandangan hangat tersaji saban hari. Seragam loreng prajurit TNI membaur tanpa sekat dengan kaos sederhana para petani dan pemuda desa.

Ada yang sibuk memasang uditch (beton drainase), mengaduk semen, memindahkan material pasir, hingga mengoperasikan alat berat.

Semangat gotong royong yang kian langka di era modern ini justru menyala terang di Desa Kesongo.

Tawa canda sesekali pecah di tengah peluh yang bercucuran, menjadi penawar lelah bagi para pekerja di lapangan.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa seluruh personel terus memaksimalkan pengerjaan agar target waktu dan kualitas tetap terjaga dengan baik.

“Kami di lapangan bekerja pantang menyerah. Target kami bukan hanya selesai tepat waktu, tapi juga memastikan kualitas bangunan kokoh dan bermanfaat dalam jangka panjang. Kemanunggalan bersama warga adalah energi utama kami,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Kolaborasi harmonis antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan warga lokal dalam TMMD ke-129 menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya milik kawasan perkotaan.

Sinergi ini menghadirkan senyum dan optimisme baru bagi masyarakat pedesaan.

Dengan terselesaikannya drainase ini nantinya, Desa Kesongo siap menyambut musim hujan dengan lebih tenang, aman dari genangan, serta memiliki lingkungan permukiman yang jauh lebih asri dan sehat.

Mengukir Bakti di Tapak Perbatasan: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Menyatu Membangun Rumah Doa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari perbatasan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dan Sukorame, Lamongan, deru semangat tak kunjung surut.

Suara sekop membalik pasir dan ketukan alunan kerja gotong royong menjadi irama khas yang menghidupkan kawasan Rest Area Terpadu setempat.

Memasuki hari ke-20 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Senin (3/8/2026), potret kemanunggalan TNI dan rakyat terpampang jelas tanpa sekat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, prajurit TNI dan warga lokal bahu-membahu merampungkan pembangunan Mushola yang kelak menjadi oasis spiritual bagi para musafir maupun masyarakat sekitar.

Sejak pagi, puluhan personel Satgas TMMD bersama warga sudah berbagi tugas. Di salah satu sudut, tampak prajurit TNI dengan telaten mengayak pasir demi mendapatkan adonan semen terbaik.

Di sudut lain, pemandangan menyentuh hati terlihat di perancah kayu, seorang prajurit berseragam loreng berdiri berdampingan dengan tukang lokal dan warga, meratakan adonan pelamir di dinding luar mushola demi mengejar target penyelesaian.

Tak sekadar mengejar fisik bangunan, para prajurit juga sigap menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi proyek agar proses pembangunan tetap aman, rapi, dan nyaman.

Kolaborasi harmonis ini membuktikan bahwa keberhasilan TMMD tak hanya diukur dari kokohnya beton yang berdiri, tetapi dari eratnya tali persaudaraan yang terjalin.

Komandan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pembangunan Mushola di kawasan Rest Area Terpadu ini merupakan salah satu sasaran fisik yang krusial dan berjangka panjang.

“Mushola ini kami harapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sarana silaturahmi masyarakat, khususnya bagi warga Desa Kesongo serta para pengguna jalan yang melintas di perbatasan Bojonegoro–Lamongan. Semangat gotong royong yang terbangun selama TMMD ini adalah nilai luhur yang harus terus kita pertahankan,” ungkap Dansatgas.

Dampak dan kepedulian nyata dari para prajurit Kodim 0813 Bojonegoro ini memantik rasa haru dan bangga dari Pemerintah Desa Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Bapak Kusnadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan oleh personel TNI.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro. Kepedulian TNI benar-benar menyentuh hati warga. Kami siap bergotong royong mendukung apa pun kebutuhannya, sampai bangunan ini tuntas dan bisa dimanfaatkan bersama,” tutur Kusnadi penuh semangat.

Lewat TMMD ke- 129, Desa Kesongo bukan hanya mendapat bangunan mushola baru di jalur strategis perbatasan, melainkan juga mematri kembali nilai-nilai gotong royong yang menjadi fondasi kekuatan bangsa.

Kebersamaan antara prajurit TNI dan rakyat ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan kawasan desa yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.

Sinergi Tanpa Batas: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Kebut Pembangunan MCK Rest Area Terpadu

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong memancar kuat di ujung timur Kabupaten Bojonegoro. Di tengah teriknya matahari, komitmen Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas sarana publik dan keagamaan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, terus berjalan pesat dan menunjukkan hasil nyata.

Salah satu fokus utama yang kini tengah dikebut pengerjaannya adalah pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang representatif, Senin (3/8/2026).

Fasilitas ini berlokasi strategis di Kawasan Rest Area Terpadu jalur lintas perbatasan yang menghubungkan Desa Kesongo, Bojonegoro, dengan wilayah Sukorame, Lamongan.

Kehadiran sarana sanitasi yang layak di jalur sibuk ini diprediksi akan menjadi ‘angin segar’ bagi para pengguna jalan yang membutuhkan tempat istirahat nyaman sejenak, sekaligus mendukung kegiatan ibadah bagi warga maupun musafir yang singgah.

Melihat langsung ke lokasi, denyut pembangunan terasa begitu bertenaga. Berkat kolaborasi apik antara personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dan warga setempat, pengerjaan struktur utama dan penataan sanitasi kini telah memasuki capaian mengesankan, yakni mencapai 70 persen.

Semangat “kemanunggalan” benar-benar tergambar jelas dari aktivitas tanpa lelah tim di lapangan. Di satu sudut, terlihat personel TNI dan warga bahu-membahu dalam tahap penyiapan material halus.

Dengan penuh ketelitian, mereka menyaring pasir menggunakan ayakan, memastikan kualitas bahan campuran terbaik untuk plesteran dinding.

Dedikasi dan keahlian teknis para prajurit TNI sangat terasa dalam setiap tahap pembangunan.

Kehangatan interaksi antara TNI dan masyarakat juga terekam kuat saat proses pengecatan dinding luar bangunan.

Saling berbagi tugas dan tawa, sinergi ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan.

Sementara itu, untuk detail interior, fokus pengerjaan saat ini mengarah pada penataan instalasi dan estetik.

Seorang personel Satgas dengan telaten tampak merendam keramik lantai atau dinding di dalam ember berisi air sebelum dipasang, sebuah teknik krusial untuk memastikan perekat semen menempel sempurna dan keramik tidak mudah lepas di kemudian hari.

Langkah-langkah presisi seperti ini terus dipastikan agar fasilitas ini nantinya tahan lama dan nyaman digunakan.

Setelah menyelesaikan tahap krusial mulai dari fondasi, dinding utama, hingga penataan saluran septic tank, saat ini tim di lapangan sedang berfokus pada pemasangan atap, plesteran dinding, serta persiapan akhir instalasi pemipaan air bersih.

Semua pengerjaan dilakukan paralel, dengan ritme yang terjaga demi mencapai target penyelesaian tepat waktu.

Merespons perkembangan positif ini, Kepala Desa Kesongo, Bapak Kusnadi, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan terima kasihnya yang mendalam.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian nyata TNI terhadap kebutuhan dasar warganya.

“Pembangunan MCK ini merupakan bantuan yang sangat berharga bagi kami. Dengan progres yang sudah mencapai 70 persen ini, atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Kepedulian TNI benar-benar menyentuh hati warga. Kami siap terus bergotong royong mendukung TNI, apa pun kebutuhannya, sampai bangunan ini selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan bersama,” tegas Kusnadi dengan penuh semangat.

Harapan besar kini menggantung pada sinergi yang terus terjaga antara TNI dan warga Kesongo.

Semangat gotong royong yang menjadi napas TMMD ke-129 diharapkan mampu menuntaskan fasilitas MCK di rest area terpadu ini dengan kualitas terbaik, sehingga dapat segera memberikan dampak positif langsung, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana penunjang kegiatan ibadah dan kenyamanan bagi setiap pelintas di jalur perbatasan ini.

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL Percepat Pembangunan Jalan Rabat Beton dan Renovasi Mushola Baitul Saudah Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Ke-129 Kodim 0410/KBL terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Berbagai sasaran fisik dikerjakan secara maksimal oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat sebagai bentuk nyata sinergi TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Salah satu sasaran utama yang saat ini terus dipercepat adalah pembangunan jalan rabat beton di Jalan Nangka 2 Gang Alpukat II RT 04 dengan ukuran panjang 210 meter dan lebar 2 meter. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan yang kuat dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Sejak pagi hingga sore hari, personel Satgas TMMD bersama warga tampak bergotong royong melakukan pengecoran, perataan material, hingga proses penyempurnaan badan jalan. Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi cerminan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi roh utama pelaksanaan TMMD.

Keberadaan jalan rabat beton tersebut nantinya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar aktivitas sehari-hari, akses jalan yang sebelumnya belum memadai akan berubah menjadi lebih aman, nyaman, dan mudah dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Jalan ini juga akan mempercepat mobilitas warga menuju permukiman, sekolah, tempat ibadah, serta memperlancar distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjadi pendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi pelayanan sosial dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Dengan akses jalan yang semakin baik, kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut juga diyakini akan semakin meningkat.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD. Kehadiran masyarakat yang secara sukarela turut membantu pekerjaan membuktikan bahwa program TMMD telah menjadi milik bersama dan memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.

Smash Hangat Turnamen Voli TMMD 129 Bojonegoro Rajut Kebersamaan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro tak hanya menghadirkan deretan pembangunan fisik seperti jalan dan drainase.

Di sela-sela cucuran keringat pengerjaan infrastruktur, hadir kehangatan sosial yang menyatukan hati warga melalui turnamen bola voli antar dusun.

Setiap sore menjelang matahari terbenam, lapangan voli tepat di depan Balai Desa Kesongo mendadak disesaki ratusan warga.

Anak-anak, pemuda, hingga para tetua desa berbondong-bondong tumpah ruah di pinggir lapangan.

Mereka hadir bukan sekadar mencari hiburan gratis, melainkan membawa gelora kebanggaan demi mendukung tim dari dusunnya masing-masing.

Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini mengubah arena desa menjadi panggung penuh riuh dan semangat.

Kompetisi yang diikuti perwakilan seluruh dusun di Desa Kesongo ini berlangsung sengit namun sarat akan nilai sportivitas.

Para pemain tampil all-out melancarkan smash dan aksi penyelamatan bola demi mengharumkan nama dusun.

Diiringi sorak-sorai penonton yang tak henti membahana, atmosfer pertandingan terasa begitu hidup layaknya kejuaraan tingkat kabupaten.

Agar seluruh rangkaian turnamen berjalan aman, nyaman, dan tertib, personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro diterjunkan langsung untuk mengawal jalannya acara, Minggu (2/8/2026).

Dipimpin oleh Komandan SSK Satgas TMMD, Lettu Ckm Purnomo, para prajurit dengan ramah dan sigap berjaga setiap sore di sekitar arena.

Lettu Ckm Purnomo menegaskan bahwa turnamen bola voli ini merupakan sarana efektif untuk merekatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mengokohkan persaudaraan warga.

“Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kami ingin membangun kebersamaan dan kekompakan warga. Karena itu, kami juga memastikan seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat bisa menikmati setiap laga dengan nyaman,” ujar Lettu Ckm Purnomo.

Ia menambahkan, melonjaknya animo masyarakat menjadi bukti nyata bahwa keberadaan TMMD tak sekadar mengubah wajah fisik desa, tetapi juga mampu menghidupkan kembali denyut sosial yang mempererat jalinan tali silaturahmi.

Turnamen voli ini menjadi salah satu program nonfisik TMMD ke-129 yang paling berkesan dan disambut hangat oleh warga Kesongo.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, riuh sorak sore di Desa Kesongo ini berhasil menyemai kembali semangat gotong royong, persatuan, dan kebersamaan ruh sejati kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Menjaga Napas Jalan Baru: Dedikasi Satgas TMMD 129 Bojonegoro Merawat Impian Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suara gemericik air yang disiramkan dari ember-ember plastik memecah keheningan pagi di Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Bagi sebagian orang, pekerjaan meratakan semen dan merampungkan pengecoran adalah akhir dari sebuah proyek pembangunan.

Namun, bagi prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, selesainya pengecoran justru menjadi awal dari babak baru yaitu menjaga kualitas karya agar bertahan melintasi zaman.

Di bawah terik matahari pedesaan Bojonegoro, Minggu (2/8/2026), para personel Satgas TMMD bersama warga setempat tampak bahu-membahu menyiram permukaan jalan cor beton yang baru selesai dibangun.

Langkah yang sepintas terlihat sederhana ini merupakan proses teknis vital yang dikenal sebagai curing atau perawatan beton.

Penyiraman rutin dilakukan untuk memastikan jalan cor tetap berada dalam kondisi lembap selama masa pengerasan (hydration process).

Secara teknis, jika permukaan beton mengering terlalu cepat akibat sengatan matahari, jalan rentan mengalami retak rambut (hairline cracks) yang kelak dapat mengurangi kekuatan strukturnya.

Komandan SST-1 Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa tahap perawatan ini adalah komitmen moral Satgas agar fasilitas publik yang dibangun memiliki kualitas terbaik.

“Perawatan beton melalui penyiraman sangat penting agar proses pengerasan berlangsung maksimal. Dengan begitu, kualitas jalan tetap terjaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, kesempurnaan sebuah infrastruktur tidak hanya ditentukan saat adonan semen ditumpahkan, melainkan dari konsistensi pengawalan hingga fisik jalan benar-benar matang dan siap dilintasi.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya ditentukan saat proses pengerjaan, tetapi juga dipengaruhi oleh perawatan setelah konstruksi selesai. Karena itu, kami terus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar teknis,” tegasnya.

Dedikasi tak setengah-setengah yang ditunjukkan jajaran Kodim 0813 Bojonegoro ini menuai simpati dan apresiasi mendalam dari pemerintah desa maupun warga lokal.

Jalan cor yang dulunya mungkin sulit dilalui kini tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga dirawat bak milik pribadi oleh para prajurit.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengungkapkan rasa bangganya atas keseriusan dan ketelitian para prajurit TNI yang memperhatikan hingga detail terkecil dalam proses pembangunan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD yang tidak hanya membangun, tetapi juga merawat hasil pekerjaannya. Harapan kami, jalan ini nantinya bisa bertahan lama dan semakin mempermudah aktivitas serta mobilitas perekonomian warga,” tutur Kusnadi dengan senyum mengembang.

Aksi melempar air dari ember ke permukaan beton ini menjadi simbol persatuan dan ketulusan.

Di Dusun Kedungpandan, jalan cor baru itu bukan sekadar hamparan semen dan batu, melainkan rajutan kemanunggalan TNI dan rakyat yang dibangun dengan ketelitian, keringat, serta kepedulian demi masa depan desa yang lebih sejahtera.

Sentuhan Warna Baru untuk Impian Pak Koko: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Pacu Finishing RTLH di Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari di bawah langit cerah Dusun Krebet tak menyurutkan semangat kebersamaan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Hari itu, Minggu (2/8/2026), goresan kuas cat putih mulai menghiasi dinding-dinding kokoh rumah milik Bapak Koko Margono, warga RT.013 RW.006.

Rumah yang dulunya jauh dari kata layak kini berdiri tegap, memasuki babak akhir dari proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Memasuki tahap finishing, suasana bahu-membahu antara personel Satgas TMMD dan warga setempat kian terasa hangat.

Tak hanya merias tampilan luar melalui pengecatan dinding bagian depan, prajurit TNI bersama masyarakat juga merampungkan pengecoran kuda-kuda dan ring balok penyangga atap.

Langkah ini dilakukan guna memastikan hunian tak sekadar estetik, tetapi juga memiliki struktur konstruksi yang aman, kokoh, dan tahan lama untuk jangka panjang.

“Setiap tahapan dikerjakan secara maksimal. Saat ini proses sudah memasuki tahap finishing berupa pengecatan, sementara pekerjaan struktur seperti pengecoran kuda-kuda juga diselesaikan agar bangunan benar-benar kuat dan siap dihuni. Harapannya rumah ini segera bisa ditempati dengan nyaman oleh keluarga Bapak Koko Margono,” ungkap Komandan SSK Satgas TMMD ke-129, Lettu Ckm Purnomo.

Beliau menegaskan bahwa keberadaan program RTLH bukan semata-mata pembangunan fisik dinding dan atap, melainkan wujud nyata kepedulian TNI dalam meningkatkan derajat serta kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui penyediaan hunian yang sehat dan layak.

Bagi Bapak Koko Margono, derap langkah para prajurit dan tetangga yang bekerja tanpa kenal lelah di rumahnya adalah wujud kebaikan yang tak terhingga.

Rasa haru dan syukur terpancar jelas saat ia melihat rumah impiannya kini hampir selesai disempurnakan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI serta semua yang telah membantu. Rumah kami kini jauh lebih baik dan nyaman untuk ditempati. Semoga seluruh personel Satgas TMMD selalu diberikan kesehatan dan kalancaran dalam bertugas,” tutur Koko Margono penuh keharuan.

Melalui goresan cat dan cucuran keringat di Desa Kesongo, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan bahwa manunggalnya TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan.

Lebih dari sekadar merenovasi bangunan, program ini telah merajut kembali tali persaudaraan, menghidupkan kembali tradisi gotong royong, dan memberikan asa baru bagi keluarga yang membutuhkan.

Ketika Seragam Loreng dan Jaket Almamater Berpadu: TMMD 129 Bojonegoro Jadi Ajang Gembleng Generasi Muda

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar Kodim 0813 Bojonegoro terbukti tak sekadar tentang adukan semen, perbaikan jalan, atau pembangunan fisik semata.

Lebih jauh dari itu, TMMD hadir sebagai wadah hangat tempat bertemunya semangat kepemimpinan, pengabdian, dan pembelajaran bagi generasi muda.

Suasana penuh keakraban itu terpancar jelas di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (2/8/2026).

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD, Lettu Ckm Purnomo, hadir di tengah-tengah para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) 01 Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk memberikan pengarahan, motivasi, sekaligus pendampingan langsung.

Dalam tatap muka yang akrab dan komunikatif tersebut, Lettu Ckm Purnomo menekankan bahwa masa KKN adalah momentum emas bagi mahasiswa untuk menyelami realitas kehidupan masyarakat desa secara langsung.

Menurutnya, pemuda adalah kunci perubahan yang mampu menyuntikkan gagasan segar dan inovasi di wilayah pedesaan.

“Jadikan KKN ini sebagai pengalaman berharga. Belajarlah dari masyarakat, hormati budaya setempat, dan berikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi desa,” tegas Lettu Ckm Purnomo di hadapan puluhan mahasiswa.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa menjaga etika, mengedepankan tanggung jawab, dan melatih kemampuan berkomunikasi dengan warga sekitar.

Selain aspek kepemimpinan, pesan utama yang ditanamkan adalah nilai gotong royong roh utama yang menjaga keberhasilan TMMD selama ini.

“Sinergi antara TNI, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar bagi pembangunan desa,” tambah Lettu Purnomo.

Amanat tersebut disambut hangat dan antusias oleh para mahasiswa KKN-TK 01 Unigoro.

Kehadiran Satgas TMMD membakar semangat mereka untuk tidak hanya menjalankan program kampus, tetapi juga aktif berkolaborasi dalam berbagai aksi sosial, pembangunan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Kesongo.

Melalui pendampingan ini, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan bahwa batas antara aparat, akademisi, dan masyarakat bisa dilebur demi satu tujuan bersama: kemajuan desa.

Kolaborasi manis antara seragam loreng TNI dan almamater mahasiswa ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tak hanya menyasar infrastruktur jalan dan fasilitas umum, melainkan juga investasi jangka panjang pada human capital mencetak generasi muda yang berkarakter, berjiwa sosial tinggi, dan siap mengabdi untuk bangsa.