Gubernur Herman Deru Resmikan CFD Jembatan Ampera

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi melaunching Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera, Minggu (14/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1343 Kota Palembang.

Peluncuran CFD tersebut menghadirkan ruang publik baru yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat budaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan pelaksanaan CFD merupakan hasil dari berbagai tahapan uji coba dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kota Palembang bersama Forkopimda serta para pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, menghadirkan sebuah program yang menyentuh kepentingan publik secara luas bukanlah hal mudah. Karena itu, berbagai aspek mulai dari manfaat, dampak, keamanan, hingga kenyamanan masyarakat terus dievaluasi sebelum akhirnya diluncurkan secara resmi.

“Tidak mudah untuk melaunching kegiatan ini. Pak Wali Kota selalu meng-update kondisi di lapangan. Kami terus mencari kesesuaian, apa manfaatnya dan apa mudaratnya. Ternyata progresnya selalu menunjukkan hasil yang baik,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan bahwa manfaat CFD tidak hanya menghadirkan ruang olahraga dan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang ada di Kota Palembang.

“Yang lebih penting lagi adalah tumbuhnya rasa memiliki. Bukan lagi disebut aset pemerintah, tetapi aset kita bersama. Ketika rasa memiliki itu tumbuh, masyarakat akan ikut menjaga fasilitas yang ada sehingga tingkat keamanan dan kenyamanan semakin baik,” katanya.

Menurut Herman Deru, kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum kini semakin meningkat. Hal itu terlihat dari berkurangnya kerusakan maupun kehilangan sarana publik yang didukung oleh penguatan sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV di berbagai titik kota.

Ia juga menyoroti capaian Kota Palembang dalam menjaga kualitas lingkungan. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara secara real time, Palembang saat ini memiliki kualitas udara yang lebih baik dibandingkan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

“Kota Palembang hari ini memiliki Air Quality Index atau Indeks Standar Pencemaran Udara yang sangat baik. Angkanya berada di kisaran 44. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan kebijakan yang dijalankan mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Herman Deru menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat HUT ke-1343 Kota Palembang dan berharap kota tertua di Indonesia tersebut terus berkembang menjadi kota yang sehat, nyaman, maju, dan membanggakan bagi seluruh warganya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa mengatakan CFD merupakan hasil dari proses panjang yang telah melalui berbagai tahapan uji coba dan evaluasi.

“Ketika ribuan warga berjalan kaki, berolahraga, bersepeda, dan menikmati udara segar di kawasan kebanggaan kita, sesungguhnya yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah kegiatan mingguan. Yang sedang kita bangun adalah budaya hidup sehat, budaya peduli lingkungan, budaya kebersamaan, dan budaya mencintai kota sendiri,” tegasnya.

Menurut Ratu Dewa, CFD diharapkan menjadi ruang publik yang mampu memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkokoh identitas Palembang sebagai kota modern yang humanis dan berwawasan lingkungan. (Ning)

Dari Palembang untuk Sumsel: Herman Deru Siapkan Revolusi Pendidikan Lewat Guru Berkualitas

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Sumatera Selatan melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya tenaga pendidik yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat meresmikan operasional SMA Negeri Hayza Nur Ilmi dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Jumat (12/6/2026). Perubahan status sekolah yang sebelumnya dikelola yayasan menjadi sekolah negeri dinilai sebagai momentum penting untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang unggul dan mampu mencetak lulusan berkualitas serta berdaya saing tinggi.

Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana. Menurutnya, faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan adalah keberadaan guru yang mampu membimbing, mendidik, dan mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel segera melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik serta kualitas guru yang ada di seluruh daerah. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan asesmen dan seleksi terbuka guna menjaring guru-guru terbaik.

“Anak-anak yang sebelumnya berstatus siswa yayasan kini menjadi siswa sekolah negeri. Ini harus menjadi sekolah yang istimewa. Keberhasilan siswa sangat ditentukan oleh peran guru. Karena itu, saya minta data kebutuhan dan kualitas guru segera disampaikan agar kita bisa membuka asesmen dan seleksi terbuka,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membuka kesempatan secara luas dan objektif bagi para guru dari seluruh kabupaten dan kota untuk mengikuti seleksi tersebut. Langkah ini bertujuan memastikan setiap sekolah mendapatkan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki kompetensi terbaik.

Herman Deru menilai masih banyak guru berkualitas di daerah yang belum teridentifikasi secara optimal. Bahkan, sejumlah guru dinilai memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik dalam mengelola lingkungan pendidikan, namun belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang lebih luas.

“Kita kadang tidak mengetahui bahwa di daerah ada guru-guru hebat yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengelola sekolah. Semua potensi itu harus didata. Kita akan membuka seleksi terbuka dengan penilaian independen agar guru terbaik dapat mengisi kebutuhan di sekolah-sekolah,” katanya.

Program seleksi terbuka tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Herman Deru menargetkan seluruh sekolah tingkat SMA, SMK, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Selatan memiliki standar kualitas yang setara.

“Saya ingin suatu saat nanti lulusan SMA, SMK, dan SLB di Sumsel memiliki kualitas yang sama. Tidak ada lagi kesenjangan mutu pendidikan antarsekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, menjelaskan bahwa SMA dan SLB Hayza Nur Ilmi sebelumnya merupakan SMA Karya Ibu dan SLB Karya Ibu yang dikelola oleh Yayasan Dharma Wanita dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Sumsel.

Menurutnya, yayasan telah menyerahkan seluruh aset dan pengelolaan sekolah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sehingga kini resmi berstatus sekolah negeri.

“Yayasan telah menyerahkan aset dan pengelolaan sekolah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sehingga kini resmi menjadi sekolah negeri,” ujar Mondyaboni.

Ia menjelaskan, proses perubahan status tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang hingga akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 232/KPTS/2026 tanggal 22 April 2026.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Masagus H. Siddik, S.Pd., M.Si, mengungkapkan bahwa kompleks pendidikan tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 3,5 hektare. Dari total luas tersebut, dua hektare diperuntukkan bagi SMA Negeri Hayza Nur Ilmi, sedangkan 1,5 hektare digunakan untuk SLB Negeri Hayza Nur Ilmi.

Saat ini, SMA Negeri Hayza Nur Ilmi memiliki sekitar 200 siswa, sementara SLB Negeri Hayza Nur Ilmi menampung sekitar 264 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, pihak sekolah menerapkan kebijakan khusus dengan mengalokasikan lebih dari 50 persen kuota bagi jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Kebijakan ini sesuai arahan Bapak Gubernur agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas seperti siswa lainnya,” jelasnya.

Selain memberikan akses pendidikan yang lebih luas, sekolah juga akan menerapkan kurikulum yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Pihak sekolah berharap kehadiran SMA Negeri dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Sumatera Selatan dalam mendapatkan layanan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi masa depan. (Ning)

JE Institute of Law Gelar Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik, Dorong Perda Berkualitas dan Berbasis Kajian Ilmiah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Komitmen dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel terus dilakukan oleh JE Institute of Law. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik (NA) yang mengusung tema “Naskah Akademik Berkualitas sebagai Instrumen Reformasi Peraturan Daerah.”

Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi hukum terkemuka, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum., FCB.Arb., FII.Arb., yang juga menjabat sebagai Managing Partner JE Institute of Law.

Saat ditemui di Kantor JE Institute of Law di Jalan Alamsyah Ratuprawiranegara, Musi II, Palembang, Kamis (11/6/2026), Prof. Joni Emirzon menjelaskan bahwa Naskah Akademik memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, Naskah Akademik tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pelengkap dalam penyusunan regulasi, tetapi menjadi landasan ilmiah yang memberikan argumentasi rasional mengenai urgensi pembentukan suatu peraturan.

Melalui kajian akademis yang mendalam, Naskah Akademik mampu mengidentifikasi persoalan hukum yang berkembang di masyarakat sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi yang dapat diterapkan melalui kebijakan daerah.

“Penyusunan Naskah Akademik yang baik dan berkualitas akan membuat proses legislasi berjalan lebih terarah, transparan, serta memiliki dasar pertanggungjawaban yang kuat,” ujar Prof. Joni.

Ia menilai, praktik penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan, khususnya dalam aspek metodologi penelitian, teknik penyusunan, hingga kemampuan merumuskan argumentasi akademik yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah maupun anggota DPRD menjadi kebutuhan penting agar mampu menghasilkan Naskah Akademik yang sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai teknik penyusunan Naskah Akademik secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan hukum, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

Dengan bekal tersebut, diharapkan produk hukum daerah yang dihasilkan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mengedepankan partisipasi publik, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 mengenai Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Prof. Joni berharap pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses legislasi sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, JE Institute of Law menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan produk hukum daerah yang berkualitas, efektif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta kebutuhan masyarakat di masa depan. Dengan Naskah Akademik yang kuat, setiap kebijakan yang lahir diharapkan tidak hanya memiliki kepastian hukum, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Ning)

Sambut Kepulangan Kloter Pertama Haji Embarkasi Palembang, Wagub Cik Ujang Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran Haji

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Cik Ujang menyambut kedatangan 443 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Palembang di Aula Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026).

Jemaah yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dan Kabupaten Banyuasin tersebut tiba dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pada kesempatan itu, Cik Ujang mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji di tanah air. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Semoga menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi setiap muslim. Oleh karena itu, semangat ibadah, keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, serta kebersamaan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci harus terus dijaga setelah kembali ke tanah air.

Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya tercermin saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui perilaku yang baik dan kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah haji mengajarkan banyak hal, mulai dari kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan hingga semangat kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diamalkan setelah kembali ke tanah air. Semoga pengalaman spiritual selama berhaji menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Cik Ujang juga mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk menjadikan kepulangan para jemaah haji sebagai momentum memperkuat kehidupan beragama serta mempererat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap para jemaah yang baru kembali dapat menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan agar keberkahan senantiasa hadir dalam kehidupan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cik Ujang menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelenggara ibadah haji yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.

“Terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan ke tanah air dapat berjalan dengan baik berkat dedikasi dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahidin, mengatakan proses pemulangan jemaah kloter pertama berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Ia menjelaskan seluruh unsur penyelenggara terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman hingga seluruh kloter tiba kembali di daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji kloter pertama berjalan dengan baik. Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah dan berharap kemabruran hajinya dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga.

Suasana penyambutan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Tangis syukur mewarnai pertemuan para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak lama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian para jemaah untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Ning)

Gubernur Herman Deru Dorong Pengembangan Olahraga Padel di Sumsel melalui Turnamen Ende Vol. 1

PALEMBANG -(deklarasinews. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi membuka Turnamen Padel Ende Vol. 1 yang digelar di Ende Padel, Taman Kenten, Palembang, Sabtu (30/5/2026).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan antusias dari para pecinta olahraga padel di Sumsel. Sebanyak 95 tim turut ambil bagian dalam ajang perdana yang diharapkan menjadi momentum perkembangan olahraga padel di daerah ini.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Ende Vol. 1 yang dinilainya sebagai langkah positif dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga. Menurutnya, padel merupakan salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah berkembang dan diminati berbagai kalangan.

Selain menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, Herman Deru menilai olahraga padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Selatan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dalam berolahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Herman Deru.

Ia berharap olahraga padel dapat terus berkembang di Sumatera Selatan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Ende Vol. 1 menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Gubernur Sumsel dalam pembukaan turnamen tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi komunitas padel untuk terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa Ende Padel tidak hanya disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat.

“Kami ingin Ende Padel menjadi rumah sehat bersama, tempat masyarakat dapat berolahraga, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir. Kami mohon bimbingan serta dukungannya untuk memberikan semangat kepada para padeler yang bertanding,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Ende Vol. 1, para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat jejaring persahabatan antarkomunitas olahraga. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendorong peningkatan prestasi olahraga padel sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.(Ning)

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menerima kunjungan monitoring, pengawasan, dan penguatan pasca Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yulius Sahruzah, pada Jumat (29/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan sekaligus penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di lingkungan Rutan Kelas I Palembang.

Dalam kunjungannya, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan melaksanakan peninjauan langsung terhadap Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) kebun melon yang menjadi salah satu program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Peninjauan ini dilakukan guna melihat secara langsung perkembangan program pembinaan yang dilaksanakan serta memastikan kegiatan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Selain melakukan monitoring, Yulius Sahruzah juga memberikan penguatan kepada pejabat struktural dan seluruh jajaran Rutan Kelas I Palembang di ruang Kepala Rutan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan demi mewujudkan pelayanan yang semakin baik.

Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan turut melaksanakan Sholat Jumat berjamaah bersama pejabat struktural, petugas, dan warga binaan di Masjid At-Taubat Rutan Kelas I Palembang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif serta diikuti dengan antusias oleh seluruh jajaran. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang tetap dalam keadaan aman dan kondusif. (Ning)

Gubernur Herman Deru Tekankan Kader NU Harus Solutif dan Menjaga Toleransi Saat Pembekalan PD-PKPNU Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Sumsel agar mampu melahirkan kader yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam materi pembekalannya, Herman Deru mengaku memiliki kedekatan panjang dengan NU. Ia menyebut telah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel dan banyak mendapatkan pelajaran dari organisasi tersebut.

“Saya sudah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel. Saya sendiri mendapat banyak ilmu dan kita yakini bahwa organisasi ini memiliki hirarki yang jelas,” katanya.

Menurut Herman Deru, suasana NU saat ini terasa semakin hidup dan universal. Ia menilai perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta perubahan kultur masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi para kader NU.

“Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini NU memiliki peran besar di Sumsel dan para kader harus mampu menjadi aktor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus perubahan.

“Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” katanya.

Menurut Herman Deru, di era keterbukaan informasi saat ini masyarakat tidak bisa lagi membendung arus informasi, baik di sektor umum maupun keagamaan. Karena itu, moderasi dan sikap bijak menjadi sangat penting.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik yang rendah meskipun memiliki masyarakat multikultural.

“Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur. Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat menjadi modal sosial yang kuat bagi Sumsel dalam menjaga persatuan dan toleransi.

“Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang dinilai semakin mendorong sikap individualistis di masyarakat, terutama pascapandemi Covid-19.

“Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan pembangunan tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan moral.

“Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah NU yang terus bergerak dalam pembangunan sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” katanya.

Di akhir pembekalan, Herman Deru menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki kader NU, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan.

“3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.

Ia berharap Lakpesdam NU Sumsel dapat terus berkembang dan memiliki tempat tersendiri di tingkat nasional.

“Terima kasih atas waktunya. Mudah-mudahan Lakpesdam mendapatkan tempat tersendiri secara nasional dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., M.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan kader NU perlu terus bergerak dan mendapatkan pelatihan agar mampu menjalankan organisasi dengan baik.

“Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya acara ini, termasuk kepada Pemprov Sumsel atas dukungannya,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari para instruktur selama mengikuti pelatihan.

“Mudah-mudahan peserta dapat menyerap ilmu dari instruktur dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Herman Deru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Herman Deru yang juga merupakan Mukhtasar PBNU Sumsel turut memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” ujarnya. (Ning)

Perkuat Kepedulian Sosial, FJB Berbagi Hewan Kurban

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Forum Jurnalis Berbagi (FJB) menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut melibatkan para jurnalis, relawan, serta masyarakat sekitar.

Hewan kurban yang telah disembelih kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Kota Palembang.

Ketua Forum Jurnalis Berbagi, M. Andrian (Andre), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat solidaritas antarjurnalis sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

“Melalui momentum Iduladha ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan.

Semoga daging kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Andre juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jeddi S.I.K serta stakeholder yang telah memberikan dukungan dan perhatian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan Forum Jurnalis Berbagi.

Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan kurban tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial antara insan pers dan masyarakat.

Acara berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan dengan tetap mengedepankan nilai gotong royong serta kebersamaan antaranggota Forum Jurnalis Berbagi dan warga sekitar. (Ning)

Pesan Mendalam di Balik Kurban Kiyai Jamak: Taat, Ikhlas, dan Peduli Sesama

PALEMBANG –(deklarasinews.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan Direktur Utama PT Pengamanan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, SH untuk berbagi kepada masyarakat melalui ibadah kurban. Tradisi tahunan tersebut rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada sesama.

Pada Idul Adha tahun 2026 ini, pria yang akrab disapa Kiyai Jamak tersebut menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Selain itu, panitia juga menyiapkan sebanyak 120 kupon pembagian daging kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar, anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta anggota dan karyawan PT PAB.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di kawasan Jalan Nila Kandi, Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu (27/5/2026). Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai proses pelaksanaan kurban yang turut melibatkan warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kiyai Jamak menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan semata, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi umat Islam.

Menurutnya, makna pertama dari ibadah kurban adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih putranya menjadi simbol kepatuhan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Kurban mengajarkan bahwa cinta dan ketundukan kepada Allah harus berada di atas segalanya. Kita belajar untuk ikhlas mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah,” ujar Kiyai Jamak.

Ia juga menuturkan bahwa kurban merupakan sarana untuk menumbuhkan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Hewan yang dikurbankan merupakan sesuatu yang bernilai bagi pemiliknya, sehingga ibadah ini melatih seseorang untuk melepaskan sifat egois dan kikir.

“Yang dinilai Allah bukan hanya dagingnya, tetapi ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang berkurban,” tambahnya.

Selain itu, ibadah kurban juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa, dinilai mampu mempererat solidaritas sosial dan menghadirkan kebahagiaan bersama di hari raya.

“Kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Kiyai Jamak menyebut bahwa ibadah kurban juga menjadi simbol pembersihan diri dari berbagai sifat buruk seperti keserakahan, kesombongan, iri hati, dan egoisme. Melalui kurban, umat Islam diingatkan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan, kata “kurban” sendiri berasal dari bahasa Arab qurban yang berarti mendekat. Dengan berkurban, umat Islam diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ketakwaan dan amal ibadah.

“Secara garis besar, Idul Adha mengajarkan tiga hal utama, yaitu taat, ikhlas, dan berbagi,” ungkapnya.

Kiyai Jamak berharap kegiatan kurban yang dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat membawa keberkahan, kesehatan lahir dan batin, serta semakin melapangkan rezeki sehingga ke depan dapat terus meningkatkan jumlah hewan kurban dan penerima manfaatnya.(Ning)

Sekdaprov Sumsel Tekankan Pentingnya Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Saat Hadiri Asistensi SAKIP

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri kegiatan Asistensi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut turut diikuti peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi maupun kabupaten/kota se-Sumsel secara daring.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang telah memberikan asistensi, arahan, serta penguatan kepada perangkat daerah di Sumsel.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PANRB yang berkenan memberikan asistensi, arahan, dan penguatan kepada perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan asistensi tersebut sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Edward, birokrasi saat ini menghadapi situasi yang penuh tantangan dan perubahan yang bergerak cepat. Mulai dari berkembangnya opini publik di media sosial hingga dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai membawa tantangan baru bagi birokrasi.

Edward menyebut, perkembangan AI saat ini turut menimbulkan disrupsi karena ada pihak di luar birokrasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk hal-hal yang merugikan masyarakat maupun pemerintahan.

Selain itu, situasi geopolitik global juga dinilai turut memengaruhi tata kelola birokrasi dan pelayanan pemerintahan.

Karena itu, ia menekankan implementasi SAKIP tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan harus benar-benar dijalankan secara cepat, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“SAKIP tidak hanya soal laporan, tetapi bagaimana setiap rupiah yang digunakan birokrasi pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat dan jelas penggunaannya,” katanya.

Edward juga menyinggung pentingnya pembangunan zona integritas di lingkungan birokrasi. Menurutnya, integritas harus dimulai dari pimpinan dan menjadi budaya kerja di seluruh jajaran pemerintahan, bukan sekadar slogan.

“Zona integritas dimulai dari pimpinan yang memberikan contoh dan menjadi budaya seluruh jajaran. Integritas ini harus diperjuangkan sebagai penggerak birokrasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

“Fungsi dan tugas jangan sampai digunakan untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edward berharap asistensi tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih perlu dibenahi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-OPD, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun instansi vertikal demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Terakhir, semuanya bermuara pada pelayanan publik yang baik. Karena itu, ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kementerian PANRB turut memaparkan perkembangan reformasi birokrasi, SAKIP, dan zona integritas di wilayah Sumsel.

Para peserta dari OPD provinsi maupun kabupaten/kota tampak menyimak evaluasi serta arahan yang disampaikan tim pembina PANRB selama kegiatan berlangsung. (Ning)