Gubernur Sumsel Ingatkan Bahaya Karhutla dan Perubahan Iklim di Festival Kehutanan UIN Raden Fatah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat memberikan sambutan pada Festival Kehutanan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyoroti semakin langkanya berbagai jenis kayu khas Sumatera Selatan yang dahulu mudah ditemukan di kawasan pedesaan. Ia menyebut kayu jelutung, merawan, hingga merbau kini mulai sulit dijumpai akibat menyusutnya kawasan hutan alami.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini menjadi salah satu faktor yang membantu mengurangi penggunaan kayu dalam pembangunan. Material seperti rangka baja ringan, kusen aluminium, dan aluminium composite panel (ACP) dinilai mampu menekan penebangan pohon secara besar-besaran.

“Kalau dulu hampir semua bangunan memakai kayu, sekarang sudah banyak alternatif. Ini salah satu bentuk kemajuan teknologi yang membantu menjaga hutan,” ujarnya.

Herman Deru mengatakan Festival Kehutanan menjadi momentum penting dalam meningkatkan literasi lingkungan bagi generasi muda. Ia optimistis semangat mahasiswa dalam menjaga lingkungan akan terus tumbuh melalui kegiatan edukasi dan penanaman pohon yang dilakukan secara simbolis.

Gubernur juga menegaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki kawasan gambut yang luas dan sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan terbuka.

Ia mengingat kembali peristiwa kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumsel yang sempat menjadi perhatian negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Karena itu, Herman Deru meminta masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.

Selain ancaman karhutla, Herman Deru juga menyoroti fenomena perubahan iklim yang kini semakin sulit diprediksi. Menurutnya, pola cuaca saat ini berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu ketika musim hujan dan kemarau masih dapat diperkirakan dengan jelas.

“Sekarang iklim sudah anomali. Sudah hampir Juni tapi masih hujan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan pentingnya peran akademisi dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan. Ia berharap kampus dapat menjadi pusat edukasi dan pelopor gerakan pelestarian alam di Sumatera Selatan.

Festival Kehutanan yang digelar di Kampus UIN Raden Fatah Palembang itu mengangkat semangat pelestarian lingkungan melalui edukasi, penanaman pohon, dan kampanye menjaga hutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan kampus serta pameran bertema kehutanan.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Adil Jamil, menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan visi kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang hijau dan berkelanjutan. (Ning)

Cik Ujang Tegaskan Guru Tak Tergantikan oleh AI di Seminar Hardiknas 2026

PALEMBANG -(deklarasinews.com)—  Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, menegaskan bahwa peran guru tidak akan tergantikan oleh perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Seminar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertema “Apa Kabar Guru? Sejahtera, Perlindungan Nyata dan Pendidikan Berkualitas” yang diselenggarakan Sumatera Ekspres di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/5/2026).

Seminar tersebut turut dihadiri Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Khusus Direktorat Jenderal GTK Kemendikdasmen RI Arif Jamali Mu’is, General Manager Sumatera Ekspres H. Iwan Irawan, S.Hum., para guru, serta peserta seminar dari berbagai daerah di Sumsel.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut sebagai ruang diskusi dan upaya mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi guru saat ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel meyakini pembangunan pendidikan tidak akan berhasil tanpa keberpihakan nyata kepada guru.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meyakini bahwa pembangunan pendidikan tidak akan pernah berhasil tanpa keberpihakan nyata kepada guru,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, guru bukan sekadar pelaksana kurikulum, melainkan arsitek peradaban yang melahirkan generasi penerus bangsa.

“Dari tangan seorang guru lahir pemimpin, ilmuwan, birokrat, pengusaha, tokoh agama, hingga generasi penerus bangsa,” katanya.

Cik Ujang menilai kesejahteraan dan perlindungan guru harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, guru yang sejahtera akan mampu mengajar dengan tenang dan bermartabat.

“Guru yang sejahtera akan mengajar dengan tenang. Guru yang terlindungi akan bekerja dengan bermartabat. Dan guru yang kuat akan melahirkan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari pemerataan kualitas pendidikan, transformasi digital, hingga adaptasi terhadap perkembangan AI.

Menurutnya, masih banyak guru yang menghadapi tekanan administratif, keterbatasan sarana, hingga persoalan hukum dan sosial di lapangan.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pendidik dan tenaga kependidikan,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sumsel terus mendorong peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan pendidikan karakter yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pemprov Sumsel juga berkomitmen memperkuat perlindungan profesi guru melalui koordinasi lintas sektor, penguatan regulasi, dan pembangunan ekosistem pendidikan yang aman serta manusiawi.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang menekankan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan tidak dapat menggantikan sentuhan kemanusiaan seorang guru.

“Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi keteladanan guru tidak dapat digantikan oleh mesin. Kecerdasan Buatan dapat menjawab pertanyaan, tetapi tidak dapat menggantikan empati, ketulusan, dan sentuhan kemanusiaan seorang guru,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Cik Ujang mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Sumsel untuk bersama-sama membangun pendidikan yang maju, namun tetap berakar pada nilai kemanusiaan dan budaya bangsa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Sumsel atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu, General Manager Sumatera Ekspres, H. Iwan Irawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, yang telah memfasilitasi sekaligus menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wagub Sumsel yang telah memfasilitasi dan hadir dalam kesempatan hari ini,” ujar Iwan.

Ia mengatakan seminar tersebut digelar dalam rangka memperingati Hardiknas sekaligus menjadi ruang diskusi terkait tantangan yang dihadapi guru saat ini.

Menurutnya, guru merupakan tulang punggung pendidikan, namun dalam praktiknya masih sering berhadapan dengan persoalan hukum dan kerap disalahkan dalam menjalankan tugas.

“Padahal menjadi guru sangat sulit dengan pola generasi dan pola pendidikan yang terus berubah,” katanya.

Karena itu, Sumatera Ekspres menghadirkan berbagai pihak terkait dalam seminar tersebut agar tercipta dialog dan solusi bagi dunia pendidikan.

“Kami berharap 400 peserta dapat berdialog dan menemukan solusi, termasuk memahami batasan-batasan yang harus diketahui guru agar tidak berdampak pada persoalan hukum,” tambahnya. (Ning)

Tak Hanya Cari Juara, LKS Sumsel 2026 Cetak Generasi Siap Kerja dan Siap Bersaing

PALEMBANAG –(deklarasinews.com)– Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2026 resmi digelar di SMK Negeri 2 Palembang pada 19 hingga 21 Mei 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu wadah strategis untuk menjaring siswa-siswa SMK terbaik dari berbagai bidang keahlian yang nantinya dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan turut ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Tidak hanya menjadi arena unjuk kemampuan, LKS juga dinilai sebagai sarana penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya lulusan SMK agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun persaingan industri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan,  Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd.,- mengatakan, pelaksanaan LKS bukan sekadar perlombaan antar siswa, melainkan bagian dari upaya membangun kompetensi, karakter, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia industri yang semakin kompetitif.

Menurutnya, melalui ajang tersebut diharapkan lahir siswa-siswa terbaik yang mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional.

“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan kita mendapatkan murid-murid terbaik yang nantinya akan mewakili Sumatera Selatan di tingkat nasional. Biasanya siswa yang berhasil menjadi juara langsung dilirik bahkan direkrut oleh perusahaan sesuai bidang keahlian mereka masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Sumatera Selatan berhasil menunjukkan perkembangan positif dalam ajang kompetensi tingkat nasional. Sejumlah cabang lomba bahkan mampu menembus jajaran terbaik nasional dan membawa pulang prestasi membanggakan.

Keberhasilan tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa kualitas siswa SMK di Sumatera Selatan memiliki daya saing yang semakin baik.

“Artinya kompetensi siswa SMK kita berada pada jajaran yang berkualitas. Setelah menjadi juara, mereka tentu akan mendapatkan pembinaan lanjutan baik dari sekolah maupun Dinas Pendidikan sebagai persiapan menuju tingkat nasional,” tambahnya.

Tidak hanya menghadirkan perlombaan kompetensi keahlian, tahun ini panitia juga menggelar lomba inovasi yang melibatkan seluruh siswa SMK se-Sumatera Selatan.

Kegiatan itu diharapkan mampu mendorong lahirnya ide-ide kreatif, inovatif, dan solusi teknologi dari generasi muda. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun menargetkan peningkatan prestasi pada ajang nasional mendatang.

“Mudah-mudahan tahun ini prestasi Sumatera Selatan semakin meningkat dan pada tingkat nasional nanti kita bisa kembali berjaya membawa banyak medali emas,” katanya optimistis.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Palembang, Suparman berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa nama baik daerah ketika dipercaya menjadi wakil Sumatera Selatan di tingkat nasional.

Menurutnya, target besar yang ingin dicapai bukan hanya sekadar berpartisipasi, tetapi mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.

“Siapapun yang menjadi pemenang dan mewakili Provinsi Sumatera Selatan harus mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Minimal kita bisa masuk lima besar nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan capaian membanggakan Sumatera Selatan pada ajang sebelumnya, termasuk prestasi cabang robotik di Surabaya pada tahun 2024 yang berhasil meraih juara dua nasional.

Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta agar terus meningkatkan kemampuan dan percaya diri menghadapi persaingan nasional.

“Kita memang tidak harus mengikuti semua cabang, tetapi bagaimana cabang yang kita ikuti benar-benar mampu bersaing dan meraih prestasi nasional. Semangat itulah yang terus kita bangun kepada para siswa,” tutupnya. (Ning)

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Pimpin Apel Kedisiplinan di Rutan Kelas I Palembang, Berikan Reward kepada Petugas Berprestasi

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan memimpin apel kedisiplinan pegawai di Rutan Kelas I Palembang pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan disiplin, integritas, dan komitmen jajaran pegawai Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Kelas I Palembang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan profesionalisme dan penguatan pengamanan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah menekankan pentingnya menjaga disiplin, loyalitas, integritas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Seluruh pegawai juga diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah memberikan apresiasi sekaligus reward kepada salah satu pegawai Rutan Kelas I Palembang, yakni Dewi Sartika, atas keberhasilannya menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang berupa handphone yang dibawa oleh pengunjung ke dalam lingkungan Rutan.

Pemberian reward tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, ketelitian, dan komitmen petugas dalam menjalankan tugas pengamanan serta mendukung program zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan Pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi contoh positif bagi seluruh jajaran agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi demi menjaga marwah institusi Pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, menyampaikan bahwa kegiatan apel kedisiplinan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kerja serta meningkatkan tanggung jawab seluruh pegawai dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

“Disiplin dan integritas merupakan pondasi utama dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Seluruh jajaran diharapkan terus menjaga profesionalisme dan menjauhi segala bentuk pelanggaran,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan komitmen jajaran Rutan Kelas I Palembang dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, aman, dan berintegritas.(ning)

Perkuat Pengawasan Internal, Kanwil Ditjenpas Sumsel Gelar Sidak di Rutan Kelas I Palembang

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Dalam upaya memperkuat pengawasan internal serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan, Kepala Bidang Pengamanan dan Intelijen (Kabid Patnal) bersama anggota Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Rutan Kelas I Palembang pada Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait penguatan pengawasan dan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan UPT Pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaan sidak, tim melakukan pengecekan kehadiran seluruh pegawai guna memastikan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap jam kerja. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan badan dan barang bawaan pegawai sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Rutan.

Pemeriksaan berlangsung secara humanis, tertib, dan sesuai prosedur dengan tetap mengedepankan prinsip pengawasan dan keamanan. Tim Patnal juga memberikan arahan kepada seluruh pegawai agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan disiplin kerja, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi Pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung program zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan Pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh jajaran semakin meningkatkan kedisiplinan, integritas, serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan sidak ini menjadi bentuk nyata penguatan pengawasan internal sekaligus komitmen jajaran Rutan Kelas I Palembang dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan bebas dari peredaran barang-barang terlarang. (Ning)

Gubernur Sumsel Usulkan Skema Dukungan Fiskal Daerah Lewat Obligasi Daerah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, didampingi Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, mengusulkan penguatan pembiayaan pembangunan daerah melalui penerbitan obligasi daerah dan dukungan fiskal dari pemerintah pusat sesuai kemampuan APBD masing-masing daerah.

Usulan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Sarasehan Nasional MPR RI, Selasa (19/5/2026), yang membahas alternatif pembiayaan pembangunan daerah.

Menurut Herman Deru, banyak kepala daerah di Indonesia menghadapi tantangan dalam merealisasikan program pembangunan akibat keterbatasan fiskal daerah, terutama bagi kepala daerah yang baru menjabat.

“Sumsel siap menjadi role model penerbitan obligasi daerah,” ujar Herman Deru di hadapan peserta sarasehan.

Ia menjelaskan, terdapat 44 daerah di Indonesia yang dinilai memiliki kemampuan fiskal baik dan layak menerbitkan obligasi daerah. Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi solusi agar program pembangunan dan janji kampanye kepala daerah tetap dapat direalisasikan.

Selain mendorong penerbitan obligasi daerah, Herman Deru juga mengusulkan pola dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat berdasarkan porsi APBD daerah.

“Daerah yang kuat didorong lebih mandiri, sementara daerah yang masih membutuhkan tetap mendapatkan dukungan,” katanya.

Sarasehan Nasional ke-7 MPR RI tersebut mengusung tema “Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik.”

Kegiatan itu dihadiri Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Melchias Markus Mekeng, para kepala daerah se-Sumsel, ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumsel, Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, serta akademisi. Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Bumi Sriwijaya tersebut.

Dalam kesempatan itu, Melchias Markus Mekeng mengatakan bahwa wacana obligasi daerah telah dibahas sejak tahun 2000 dan hingga kini masih relevan dengan kondisi fiskal daerah.

“Agar daerah bisa maju, maka daerah dapat menerbitkan obligasi daerah. Kami dari Fraksi Golkar sedang menggodok hal ini. Saya berharap tahun ini obligasi daerah dapat menjadi undang-undang,” ujar Melchias.

Ia juga mengakui bahwa proses penerbitan obligasi daerah tidak mudah sehingga membutuhkan masukan dari berbagai pihak agar regulasi yang disusun tepat dan tidak membebani daerah.

Obligasi daerah sendiri merupakan salah satu sumber pinjaman daerah jangka menengah dan panjang yang berasal dari masyarakat. Sejumlah negara, seperti Jepang dan Senegal, telah menerapkan skema tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Kemas Umar Jaya Negara, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini di Bumi Sriwijaya,” ujarnya.

Jika regulasi obligasi daerah berhasil diselesaikan, Sumsel yang telah menyatakan kesiapan berpeluang menjadi daerah percontohan nasional dalam penerapan skema pembiayaan tersebut. (Ning)

DPRD Palembang, Pansus tentang Banjir Kota Palembang Akan di Segerakan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- DPRD Kota Palembang berencana segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Palembang. Langkah tersebut diambil menyusul banyaknya gelombang protes dan keluhan masyarakat yang disampaikan kepada DPRD Kota Palembang mengenai kondisi banjir di sejumlah wilayah 19 Mei 2026.

Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, Rubi Indiarta,SH.,MH mengatakan bahwa pihaknya mendorong agar pembentukan Pansus Banjir dapat dipercepat demi mencari solusi konkret atas persoalan yang terus berulang setiap musim hujan.

Menurut Rubi, saat ini sudah ada sejumlah fraksi yang mulai membangun komunikasi dan memiliki kesamaan pandangan terkait pentingnya pembentukan pansus tersebut. Fraksi-fraksi yang telah berkomunikasi di antaranya Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PAN, Fraksi NasDem, dan Fraksi PKS.

“Kami akan sesegera mungkin mempercepat pembentukan Pansus Banjir di Kota Palembang. Sudah ada beberapa fraksi yang berkomunikasi dan memiliki satu pemikiran agar pansus ini segera dibentuk. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan fraksi-fraksi lainnya agar pembentukan pansus ini bisa segera direalisasikan,” ujar Rubi.

Ia menegaskan, DPRD Kota Palembang ingin persoalan banjir dapat ditangani secara serius, terutama saat musim hujan. Bahkan, pihaknya menargetkan penanganan banjir di Kota Palembang minimal dapat terselesaikan hingga 50 persen pada tahun depan.

“Kami ingin agar di musim hujan nanti persoalan banjir di Kota Palembang bisa segera teratasi. Minimal harus tuntas 50 persen pada tahun depan,” katanya.

Lebih lanjut, Rubi menyampaikan bahwa pihaknya akan mempersiapkan seluruh kebutuhan terkait pembentukan pansus, termasuk membangun komunikasi lintas fraksi dan mendorong percepatan pelaksanaan pansus tersebut.

Dengan adanya Pansus Banjir, diharapkan nantinya lahir rekomendasi, keputusan, dan aturan yang dapat segera dijalankan bersama Pemerintah Kota Palembang guna mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh di Kota Palembang. (Ning).

 

ARYADUTA Palembang Hadirkan Kembali Cita Rasa Warisan Lewat Program “SAPTA RASA”

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ARYADUTA Palembang kembali menghadirkan program kuliner unggulan bertajuk SAPTA RASA, sebuah inisiatif yang mengangkat kembali kekayaan kuliner warisan budaya Palembang ke dalam sajian modern yang dapat dinikmati oleh seluruh tamu.

Pada edisi kali ini, ARYADUTA Palembang memperkenalkan menu spesial “Nasi Minyak Cito Raso”, hidangan khas yang memiliki sejarah panjang dalam budaya Palembang.

Dahulu, nasi minyak dikenal sebagai sajian istimewa yang hanya dihidangkan untuk kalangan kesultanan serta para tamu kehormatan, menjadikannya simbol kemewahan, penghormatan, dan nilai budaya yang tinggi.

Kini, melalui program SAPTA RASA, ARYADUTA Palembang menghadirkan kembali hidangan tersebut dengan sentuhan yang lebih modern namun tetap mempertahankan keaslian rasa dan nilai tradisinya.

Nasi Minyak Cito Raso disajikan dengan pilihan lauk yang lebih beragam, yaitu Kentang Mustofa, Ayam Kecap, dan Daging Malbi, menciptakan perpaduan rasa gurih, manis, dan kaya rempah yang harmonis dalam satu hidangan.

Menu ini ditawarkan dengan harga Rp 89.000 per porsi, serta tersedia juga Paket Family untuk 4 orang dengan harga Rp 349.000, menjadikannya pilihan tepat untuk dinikmati bersama keluarga maupun dalam momen kebersamaan.

Marketing Communication ARYADUTA Palembang, Larasati Syahputri, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen hotel dalam menjaga dan melestarikan warisan kuliner daerah.

“Melalui SAPTA RASA, kami ingin menghadirkan kembali cerita dan cita rasa yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah Palembang. Nasi Minyak Cito Raso bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga warisan budaya yang kami hidupkan kembali agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi saat ini. ARYADUTA Palembang berkomitmen untuk terus menjaga agar kekayaan kuliner ini tidak hilang, melainkan terus berkembang dan relevan dengan zaman,” ujar Larasati Syahputri.

Dengan hadirnya SAPTA RASA, ARYADUTA Palembang berharap dapat memberikan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh makna budaya bagi setiap tamu yang datang. (Ning)

Gubernur dan Wagub Paparkan Capaian dan Program Strategis Sumsel pada HUT ke-80 Provinsi

PALEMBANG -(deklarasinews.com)–  Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, bersama Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (18/5/2026) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Sumsel menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Sumsel yang tangguh dan maju lebih cepat.

“Tanjak emas di kepala raja merupakan simbol kebesaran budaya kita. Selamat ulang tahun Sumatera Selatan tercinta, semoga rakyatnya semakin sejahtera,” kata Herman Deru.

Ia menjelaskan, terdapat tiga makna utama dalam setiap peringatan hari jadi, yakni sebagai bentuk rasa syukur, sarana evaluasi pembangunan, serta momentum melakukan penyesuaian dan inovasi menghadapi perkembangan zaman.

Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan memiliki warisan sejarah besar yang harus dijadikan inspirasi pembangunan daerah, mulai dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya hingga perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

“Sejarah panjang itu bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi sumber nilai dan filosofi hidup dalam membangun masa depan Sumatera Selatan,” ujarnya.

Mengusung tema “Sumsel Tangguh, Maju Lebih Cepat”, Pemerintah Provinsi Sumsel mencatat berbagai capaian pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun 2025 mencapai 5,35 persen dan menjadi yang tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,85 persen, sementara kemiskinan ekstrem turun menjadi 0,76 persen atau lebih baik dibanding capaian nasional.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumsel juga turun menjadi 3,59 persen pada tahun 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 74,76 dan berada pada kategori tinggi selama tujuh tahun berturut-turut.

“Berbagai capaian ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan terus bergerak maju, meskipun masih ada tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Herman Deru juga menyoroti tantangan pembangunan ke depan, terutama menghadapi bonus demografi dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Untuk itu, pemerintah terus menyiapkan kebijakan strategis melalui penyediaan lapangan kerja, pendidikan vokasi, penguatan kewirausahaan, transformasi digital, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Di sisi lain, Pemprov Sumsel terus memperkuat reformasi birokrasi dan inovasi daerah. Berbagai penghargaan nasional berhasil diraih sepanjang 2025 hingga awal 2026, di antaranya Predikat Provinsi Terinovatif Nasional pada ajang Innovative Government Award (IGA), penghargaan TPID terbaik wilayah Sumatera, UHC Awards 2026, hingga penghargaan penurunan prevalensi stunting terbaik tingkat nasional.

Dalam rangka mempercepat pembangunan daerah, Pemprov Sumsel saat ini menjalankan 12 program strategis prioritas, di antaranya pembangunan New Palembang Port Tanjung Carat, Program Berkat (Berobat Gratis Ber-KTP), Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, Pendidikan Berkeadilan, Infrastruktur Tuntas Merata, Sumsel Interkoneksi, 100.000 Sultan Muda Sumsel, hingga revitalisasi pasar tradisional.

Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan Sumatera Selatan membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau bukan kita yang peduli, lalu kepada siapa kita menitipkan provinsi ini? Kalau tidak saat ini, kapan lagi kita berpartisipasi? Sumatera Selatan milik kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, SE., M.M., menyampaikan apresiasi atas berbagai kemajuan pembangunan yang telah dicapai Sumsel. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Selatan, mulai dari pengobatan gratis, jalan santai, senam bersama, kegiatan olahraga, pemberian bingkisan untuk anak usia lima tahun, lomba lagu nasional dan daerah, lomba kebersihan kantor, stan UMKM, pasar murah, bazar, penanaman pohon, bakti sosial, hingga Festival Sriwijaya.

Turut hadir sejumlah anggota DPR RI, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, serta para bupati dan wali kota se-Sumsel. (Ning)

Rutan Kelas I Palembang Musnahkan Barang Hasil Razia, Wujud Komitmen Jaga Keamanan dan Ketertiban

PALEMBANG -(deklarasinews.com)–  Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang melaksanakan kegiatan apel pagi yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang hasil razia, Senin (18/05/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang bersama jajaran pejabat struktural serta diikuti oleh seluruh pegawai. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah barang terlarang hasil razia rutin di blok hunian dimusnahkan sebagai langkah preventif guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kepala Rutan Kelas I Palembang menegaskan bahwa razia rutin dan pemusnahan barang terlarang merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk keseriusan jajaran Rutan dalam memberantas keberadaan barang-barang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam rutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan maupun petugas dapat terus menjaga disiplin serta mendukung terciptanya suasana rutan yang kondusif dan sesuai dengan aturan yang berlaku. (Ning)