Gubernur Herman Deru Tekankan Kader NU Harus Solutif dan Menjaga Toleransi Saat Pembekalan PD-PKPNU Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Sumsel agar mampu melahirkan kader yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam materi pembekalannya, Herman Deru mengaku memiliki kedekatan panjang dengan NU. Ia menyebut telah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel dan banyak mendapatkan pelajaran dari organisasi tersebut.

“Saya sudah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel. Saya sendiri mendapat banyak ilmu dan kita yakini bahwa organisasi ini memiliki hirarki yang jelas,” katanya.

Menurut Herman Deru, suasana NU saat ini terasa semakin hidup dan universal. Ia menilai perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta perubahan kultur masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi para kader NU.

“Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini NU memiliki peran besar di Sumsel dan para kader harus mampu menjadi aktor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus perubahan.

“Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” katanya.

Menurut Herman Deru, di era keterbukaan informasi saat ini masyarakat tidak bisa lagi membendung arus informasi, baik di sektor umum maupun keagamaan. Karena itu, moderasi dan sikap bijak menjadi sangat penting.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik yang rendah meskipun memiliki masyarakat multikultural.

“Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur. Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat menjadi modal sosial yang kuat bagi Sumsel dalam menjaga persatuan dan toleransi.

“Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang dinilai semakin mendorong sikap individualistis di masyarakat, terutama pascapandemi Covid-19.

“Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan pembangunan tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan moral.

“Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah NU yang terus bergerak dalam pembangunan sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” katanya.

Di akhir pembekalan, Herman Deru menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki kader NU, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan.

“3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.

Ia berharap Lakpesdam NU Sumsel dapat terus berkembang dan memiliki tempat tersendiri di tingkat nasional.

“Terima kasih atas waktunya. Mudah-mudahan Lakpesdam mendapatkan tempat tersendiri secara nasional dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., M.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan kader NU perlu terus bergerak dan mendapatkan pelatihan agar mampu menjalankan organisasi dengan baik.

“Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya acara ini, termasuk kepada Pemprov Sumsel atas dukungannya,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari para instruktur selama mengikuti pelatihan.

“Mudah-mudahan peserta dapat menyerap ilmu dari instruktur dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Herman Deru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Herman Deru yang juga merupakan Mukhtasar PBNU Sumsel turut memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” ujarnya. (Ning)

Perkuat Kepedulian Sosial, FJB Berbagi Hewan Kurban

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Forum Jurnalis Berbagi (FJB) menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut melibatkan para jurnalis, relawan, serta masyarakat sekitar.

Hewan kurban yang telah disembelih kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Kota Palembang.

Ketua Forum Jurnalis Berbagi, M. Andrian (Andre), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat solidaritas antarjurnalis sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

“Melalui momentum Iduladha ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan.

Semoga daging kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Andre juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jeddi S.I.K serta stakeholder yang telah memberikan dukungan dan perhatian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan Forum Jurnalis Berbagi.

Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan kurban tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial antara insan pers dan masyarakat.

Acara berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan dengan tetap mengedepankan nilai gotong royong serta kebersamaan antaranggota Forum Jurnalis Berbagi dan warga sekitar. (Ning)

Pesan Mendalam di Balik Kurban Kiyai Jamak: Taat, Ikhlas, dan Peduli Sesama

PALEMBANG –(deklarasinews.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan Direktur Utama PT Pengamanan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, SH untuk berbagi kepada masyarakat melalui ibadah kurban. Tradisi tahunan tersebut rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada sesama.

Pada Idul Adha tahun 2026 ini, pria yang akrab disapa Kiyai Jamak tersebut menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Selain itu, panitia juga menyiapkan sebanyak 120 kupon pembagian daging kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar, anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta anggota dan karyawan PT PAB.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di kawasan Jalan Nila Kandi, Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu (27/5/2026). Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai proses pelaksanaan kurban yang turut melibatkan warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kiyai Jamak menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan semata, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi umat Islam.

Menurutnya, makna pertama dari ibadah kurban adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih putranya menjadi simbol kepatuhan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Kurban mengajarkan bahwa cinta dan ketundukan kepada Allah harus berada di atas segalanya. Kita belajar untuk ikhlas mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah,” ujar Kiyai Jamak.

Ia juga menuturkan bahwa kurban merupakan sarana untuk menumbuhkan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Hewan yang dikurbankan merupakan sesuatu yang bernilai bagi pemiliknya, sehingga ibadah ini melatih seseorang untuk melepaskan sifat egois dan kikir.

“Yang dinilai Allah bukan hanya dagingnya, tetapi ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang berkurban,” tambahnya.

Selain itu, ibadah kurban juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa, dinilai mampu mempererat solidaritas sosial dan menghadirkan kebahagiaan bersama di hari raya.

“Kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Kiyai Jamak menyebut bahwa ibadah kurban juga menjadi simbol pembersihan diri dari berbagai sifat buruk seperti keserakahan, kesombongan, iri hati, dan egoisme. Melalui kurban, umat Islam diingatkan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan, kata “kurban” sendiri berasal dari bahasa Arab qurban yang berarti mendekat. Dengan berkurban, umat Islam diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ketakwaan dan amal ibadah.

“Secara garis besar, Idul Adha mengajarkan tiga hal utama, yaitu taat, ikhlas, dan berbagi,” ungkapnya.

Kiyai Jamak berharap kegiatan kurban yang dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat membawa keberkahan, kesehatan lahir dan batin, serta semakin melapangkan rezeki sehingga ke depan dapat terus meningkatkan jumlah hewan kurban dan penerima manfaatnya.(Ning)

Sekdaprov Sumsel Tekankan Pentingnya Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Saat Hadiri Asistensi SAKIP

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri kegiatan Asistensi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut turut diikuti peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi maupun kabupaten/kota se-Sumsel secara daring.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang telah memberikan asistensi, arahan, serta penguatan kepada perangkat daerah di Sumsel.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PANRB yang berkenan memberikan asistensi, arahan, dan penguatan kepada perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan asistensi tersebut sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Edward, birokrasi saat ini menghadapi situasi yang penuh tantangan dan perubahan yang bergerak cepat. Mulai dari berkembangnya opini publik di media sosial hingga dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai membawa tantangan baru bagi birokrasi.

Edward menyebut, perkembangan AI saat ini turut menimbulkan disrupsi karena ada pihak di luar birokrasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk hal-hal yang merugikan masyarakat maupun pemerintahan.

Selain itu, situasi geopolitik global juga dinilai turut memengaruhi tata kelola birokrasi dan pelayanan pemerintahan.

Karena itu, ia menekankan implementasi SAKIP tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan harus benar-benar dijalankan secara cepat, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“SAKIP tidak hanya soal laporan, tetapi bagaimana setiap rupiah yang digunakan birokrasi pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat dan jelas penggunaannya,” katanya.

Edward juga menyinggung pentingnya pembangunan zona integritas di lingkungan birokrasi. Menurutnya, integritas harus dimulai dari pimpinan dan menjadi budaya kerja di seluruh jajaran pemerintahan, bukan sekadar slogan.

“Zona integritas dimulai dari pimpinan yang memberikan contoh dan menjadi budaya seluruh jajaran. Integritas ini harus diperjuangkan sebagai penggerak birokrasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

“Fungsi dan tugas jangan sampai digunakan untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edward berharap asistensi tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih perlu dibenahi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-OPD, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun instansi vertikal demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Terakhir, semuanya bermuara pada pelayanan publik yang baik. Karena itu, ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kementerian PANRB turut memaparkan perkembangan reformasi birokrasi, SAKIP, dan zona integritas di wilayah Sumsel.

Para peserta dari OPD provinsi maupun kabupaten/kota tampak menyimak evaluasi serta arahan yang disampaikan tim pembina PANRB selama kegiatan berlangsung. (Ning)

Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Siapkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026, Panitia Kurban Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo Palembang memastikan persiapan pelaksanaan salat Iduladha hingga penyembelihan hewan kurban telah hampir rampung.

Hingga Selasa siang (26/05/2026), jumlah hewan kurban yang telah terkonfirmasi mencapai 12 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan penyembelihan yang dijadwalkan berlangsung usai salat Iduladha pada Rabu (27/05/2026).

Sekretaris Panitia Salat Iduladha, Romi Syaiful, melalui Hari Sunanda selaku Kepala Pembagian Daging Kurban, mengatakan bahwa hewan kurban yang diterima berasal dari sejumlah pejabat, instansi, tokoh masyarakat, hingga warga umum.

Beberapa nama yang tercatat menyerahkan hewan kurban di antaranya Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, Bank Sumsel Babel, serta tokoh masyarakat seperti H Umar bin H. Halim dan masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dan para pejabat tahun ini cukup tinggi. Jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan,” ujar Hari Sunanda saat ditemui wartawan.

Untuk pendistribusian daging kurban, panitia telah menyiapkan sekitar 2.000 lembar kupon pembagian paket daging. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 hingga 800 kantong daging diprioritaskan terlebih dahulu bagi warga di dua kelurahan sekitar masjid, yakni Kelurahan 18 Ilir dan 19 Ilir.

Menurut panitia, langkah tersebut dilakukan agar distribusi daging kurban dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat di lingkungan sekitar Masjid Agung.

“Kami memprioritaskan warga di sekitar masjid agar proses pembagian daging berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran,” katanya.

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, panitia juga melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional dan bersertifikat untuk memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam serta standar kebersihan dan kesehatan.

Selain fokus pada pelaksanaan kurban, panitia juga telah menyelesaikan berbagai persiapan untuk salat Iduladha. Salat Iduladha nantinya akan dipimpin oleh ulama kharismatik Palembang, Kgs Abdul Rasyid Siddiq sebagai imam, sementara khotib Iduladha akan disampaikan oleh Ki Kgs H. M. Husni Thamrin.

Demi menjaga kenyamanan jamaah, panitia juga telah mengatur posisi salat dengan konsep pemisahan jamaah laki-laki di bagian depan dan jamaah perempuan di bagian belakang area salat.

Panitia mengimbau masyarakat Palembang untuk datang lebih awal guna menghindari kepadatan jamaah. Warga juga disarankan mengambil wudhu dari rumah serta mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia.

“Silakan datang lebih awal, ambil wudhu dari rumah, dan ikuti aturan yang sudah ditetapkan panitia. Kami juga mengimbau jamaah agar berada di area dalam pagar Masjid Agung, karena panitia hanya mengatur area tersebut. Hal ini penting untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan selama pelaksanaan salat,” tutupnya.

Pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Palembang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. (Ning)

Saat Yoga Menjadi Lifestyle: Cinematic Yoga ‘Garden of Stillness’ Kembali Hadir di ARYADUTA Palembang

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Setelah sukses dengan konsep sebelumnya yang mengusung tema Galaxy, ARYADUTA Palembang kembali menghadirkan pengalaman unik melalui program Cinematic Yoga dengan tema terbaru, “Garden of Stillness”. Acara ini akan diselenggarakan pada 13 Juni 2026, pukul 07.30 WIB, bertempat di Ballroom ARYADUTA Palembang.

Mengusung konsep yang lebih segar dan menenangkan, tema “Garden” menghadirkan suasana alami yang dipadukan dengan pengalaman yoga yang imersif, memberikan ketenangan sekaligus energi positif bagi para peserta.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern yang sehat dan seimbang.

Dalam penyelenggaraannya, ARYADUTA Palembang bekerja sama dengan berbagai brand ternama seperti HiLo, Skin+, Clemen Baby Shop, Make Over, dan Yakult, yang turut mendukung kesuksesan acara ini. Para peserta juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik serta goodie bag eksklusif sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Acara ini dapat diikuti dengan harga Rp150.000 net/pax dan Rp275.000 net/couple, menjadikannya pilihan aktivitas wellness yang terjangkau dengan pengalaman yang eksklusif.

Larasati Syahputri, Marketing Communication ARYADUTA Palembang, menyampaikan,

“Kami ingin mengubah perspektif masyarakat terhadap wellness. Yoga dan gaya hidup sehat bukanlah sebuah beban, melainkan bagian dari lifestyle yang menyenangkan dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Melalui Cinematic Yoga, kami menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan pikiran.”

Sejalan dengan perkembangan tren saat ini, dunia marketing tidak lagi sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan konsep dan pengalaman yang mampu menciptakan koneksi emosional dengan audiens. Cinematic Yoga menjadi salah satu bentuk inovasi ARYADUTA Palembang dalam menghadirkan konsep yang relevan dan menarik, sekaligus memperkuat positioning sebagai hotel yang aktif mendukung gaya hidup sehat dan modern.

Melalui program ini, ARYADUTA Palembang berharap dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati pengalaman berbeda dalam menjalani gaya hidup sehat. (Ning)

Unsri Umumkan 3.899 Peserta Lolos SNBT 2026, Tingkat Persaingan Masih Sangat Ketat

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Universitas Sriwijaya (Unsri) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, Senin (25/5/2026). Sebanyak 3.899 peserta dari 24.788 dinyatakan lolos  dan berhak melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Sumatera Selatan tersebut.

Jumlah mahasiswa yang diterima itu hanya sekitar 14 persen dari total pendaftar yang memilih Unsri pada jalur SNBT tahun ini. Tingginya persaingan menunjukkan minat calon mahasiswa untuk menembus kampus negeri favorit tersebut masih sangat besar.

Pengumuman hasil SNBT disampaikan langsung dalam konferensi pers di Ruang Prof. Djuaini Moekti, Kampus Unsri Palembang. Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si mengatakan pengumuman kelulusan resmi dapat diakses mulai pukul 15.00 WIB.

“Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini pukul 15.00 WIB  diumumkan mereka-mereka yang berhasil lulus SNBT di Universitas Sriwijaya, yang diterima sebanyak 3.899 orang. Kalau dipersentasekan, itu sekitar 14 persen dari total pendaftar,” ujarnya.

Persentase tersebut menggambarkan bahwa hanya sekitar satu dari tujuh peserta yang berhasil lolos seleksi masuk Unsri melalui jalur SNBT. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan antarpeserta dalam memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi negeri, Unsri tetap mempertahankan daya tampung sesuai kapasitas akademik, kualitas pembelajaran, serta fasilitas kampus yang tersedia.

Namun demikian, Unsri menilai tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berhenti pada proses penerimaan mahasiswa baru. Perguruan tinggi juga dituntut mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

Taufiq menegaskan, dunia pendidikan tinggi kini diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kualitas alumni yang adaptif dan kompetitif di dunia kerja.

“Perguruan tinggi sekarang diarahkan agar berdampak. Artinya, alumni harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Karena itu, kurikulum harus dinamis dan terus disesuaikan,” katanya.

Menurutnya, evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan. Penyesuaian tertentu bahkan dapat dilakukan setiap semester, sedangkan perubahan besar biasanya dilakukan dalam siklus empat tahunan atau delapan semester.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik terhadap sejumlah program studi di perguruan tinggi yang dinilai tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri modern.

Meski demikian, Unsri menilai setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan karakter masing-masing dalam pengembangan bidang keilmuan. Karena itu, pembukaan maupun keberlanjutan program studi harus mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Ada perguruan tinggi yang punya kekuatan di bidang kesehatan lingkungan, gizi, atau tata boga. Itu wajar dan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pengembangan ilmu,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Unsri juga menyoroti tingginya jumlah mahasiswa baru yang mengajukan program bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari total peserta yang diterima, lebih dari 30 persen tercatat mendaftar program tersebut.

Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa tidak seluruh pendaftar otomatis memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Unsri akan melakukan proses verifikasi ulang guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami akan cek kembali siapa yang benar-benar berhak mendapatkan KIP Kuliah. Karena memang tidak semua yang mendaftar itu eligible,” ujar Taufiq.

Verifikasi tersebut dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, program KIP Kuliah dinilai menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat ekonomi rentan.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unsri masih membuka kesempatan melalui seleksi mandiri yang dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat. (Ning)

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Erwedi Supriyatno Serahkan Kunci Program Bedah Rumah untuk Warga Palembang

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, bersama jajaran UPT Pemasyarakatan se-Palembang Raya melaksanakan kegiatan serah terima kunci program bedah rumah kepada Ibu Sarwinah, Senin (25/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman penerima bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Palembang Raya, Camat Ilir Barat I, Danramil, Kapolsek Ilir Barat I, Lurah setempat, serta Ketua RT dan RW. Kehadiran unsur Forkopimcam dan perangkat lingkungan tersebut menjadi simbol sinergi dan dukungan bersama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Program bedah rumah ini merupakan bagian dari implementasi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat kepedulian sosial serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, jajaran Pemasyarakatan hadir memberikan manfaat langsung dengan membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Dalam kegiatan tersebut, Erwedi Supriyatno menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada Ibu Sarwinah sebagai penerima bantuan program bedah rumah. Momentum ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antar UPT Pemasyarakatan se-Palembang Raya dalam mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Erwedi Supriyatno menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk nyata hadirnya Pemasyarakatan di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan tugas pembinaan namun juga memberikan kontribusi kemanusiaan dan kepedulian sosial. Ia juga berharap seluruh jajaran terus menjaga kekompakan, solidaritas, serta semangat gotong royong dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menegaskan komitmen jajaran Pemasyarakatan untuk terus mendukung program-program sosial yang mampu memberikan dampak positif dan memperkuat citra positif Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. (Ning)

Profesionalitas Jadi Kunci! Inkindo Sumsel Siapkan Langkah Besar Hadapi Tantangan Konstruksi Modern

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia atau Inkindo Sumatera Selatan resmi digelar di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi insan jasa konsultansi konstruksi untuk memperkuat profesionalitas organisasi sekaligus menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Inkindo 2026 yang untuk pertama kalinya akan berlangsung di Kota Palembang.

Mengusung tema “Menjaga Profesionalitas Organisasi dan Menyukseskan Munas Inkindo 2026”, Musprov XII dihadiri langsung Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, jajaran Dewan Pengurus Nasional (DPN) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Inkindo, asosiasi jasa konstruksi, akademisi, perbankan, hingga ratusan anggota badan usaha jasa konsultansi konstruksi dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menegaskan bahwa profesionalitas organisasi jasa konstruksi menjadi faktor penting di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan dinamis. Menurutnya, organisasi profesi seperti Inkindo memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 tentang pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi sebagai landasan pengelolaan sektor konstruksi di Sumatera Selatan.

“Dalam konteks pembangunan daerah, Inkindo memiliki peran yang sangat penting. Organisasi ini harus terus meningkatkan profesionalisme, tata kelola organisasi, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, dunia jasa konstruksi saat ini tidak lagi dapat berjalan dengan pola konvensional. Perkembangan teknologi, tuntutan pembangunan berkelanjutan, serta penerapan tata kelola yang bersih dan berkeadilan menjadi tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pelaku jasa konstruksi.

“Sudah saatnya organisasi dikelola secara inovatif dan kolaboratif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Cik Ujang menilai sektor jasa konstruksi memiliki peran vital dalam mendukung visi pembangunan Sumatera Selatan, mulai dari menciptakan sumber daya manusia unggul dan berakhlak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan energi, hingga menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Karena itu, ia berharap Musprov XII Inkindo Sumsel tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi semata, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar pelaku jasa konstruksi di daerah.

“Melalui musyawarah ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat jasa konstruksi di Sumatera Selatan sekaligus mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Inkindo Sumsel, Erza Sembiring, mengatakan Musprov XII memiliki makna penting karena selain membahas arah organisasi ke depan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan besar menuju Munas Inkindo 2026 di Palembang.

Ia menjelaskan, Musprov kali ini dihadiri oleh 12 DPP Inkindo dari berbagai daerah di Indonesia dan melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari asosiasi jasa konstruksi, akademisi, perbankan, hingga lembaga statistik. Sejumlah perguruan tinggi turut hadir, di antaranya Universitas Sriwijaya dan Politeknik Negeri Sriwijaya.

“Musprov ini diikuti oleh 141 badan usaha yang memiliki hak suara. Kehadiran Wakil Gubernur menjadi dukungan besar untuk mewujudkan Inkindo Sumsel yang semakin profesional dan maju,” ujarnya.

Erza juga mengungkapkan rasa bangganya karena Palembang dipercaya menjadi tuan rumah Munas Inkindo 2026. Menurutnya, hal itu menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya agenda nasional Inkindo digelar di Sumatera Selatan.

“Sebanyak 17 provinsi di Indonesia telah mendukung Sumsel menjadi tuan rumah Munas. Ini kesempatan besar sekaligus momentum kebangkitan organisasi jasa konsultansi konstruksi di daerah,” katanya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Munas Inkindo 2026 di Palembang juga disampaikan Ketua DPN Inkindo, Erie Heriyadi. Ia menilai Musprov merupakan ruang strategis organisasi untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, sekaligus memilih kepengurusan baru.

Menurut Erie, Inkindo yang kini telah berusia 47 tahun harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di sektor konstruksi nasional yang terus berkembang.

“Kita mengalami banyak tantangan bertubi-tubi. Karena itu program kerja organisasi harus mengikuti dinamika strategis yang terjadi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pelaku jasa konsultansi daerah melalui regulasi yang kuat dan dukungan pemerintah daerah agar pelaku usaha lokal mampu bersaing secara sehat.

Erie menyebut keputusan pelaksanaan Munas Inkindo 2026 di Palembang merupakan hasil Rakernas dan menjadi momentum penting bagi wilayah Sumatera. Selama ini, Munas Inkindo lebih sering dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali karena faktor aksesibilitas dan biaya transportasi.

“Seluruh Sumatera bersatu mendukung Munas di Palembang karena ini kesempatan yang langka. Selama ini Munas lebih sering di Jawa dan Bali,” ungkapnya.

Di hadapan peserta Musprov, Erie juga mengingatkan seluruh kandidat yang bertarung memperebutkan posisi Ketua Inkindo Sumsel agar tetap menjaga suasana kondusif dan mengedepankan semangat kekeluargaan.

“Persaingan boleh, pertarungan boleh, tapi tetap harus mengutamakan kekeluargaan. Jangan sampai suasana tidak kondusif karena bisa berdampak pada evaluasi pelaksanaan Munas,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini Inkindo telah hadir hampir di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali beberapa wilayah baru di Papua. Karena itu, Munas Inkindo 2026 di Palembang diharapkan menjadi simbol kebangkitan dan pemerataan organisasi jasa konsultansi konstruksi nasional di luar Pulau Jawa.(Ning)

Tak Hanya Lomba Mancing, Acara PWNU dan PKB Sumsel Ini Juga Bagikan Beras dan Uang Tunai

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Ketua PWNU Sumatera Selatan, Hendra Zainuddin bersama Ketua DPW PKB Sumsel, Nasrul Halim menggelar kegiatan mancing bersama di Kolam Pemancingan Aini, Minggu (24/05/2025).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi antara Nahdlatul Ulama dan Partai Kebangkitan Bangsa di Sumatera Selatan.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban itu dihadiri kader, simpatisan, serta masyarakat sekitar. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara NU dan PKB dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, panitia turut membagikan bantuan berupa beras dan hadiah uang tunai kepada para peserta yang hadir. Pembagian bantuan tersebut mendapat sambutan hangat dan menambah semarak kegiatan yang berlangsung penuh nuansa kekeluargaan.

Ketua DPW PKB Sumsel, Nasrul Halim mengatakan bahwa kegiatan sederhana seperti mancing bersama memiliki makna penting dalam menjaga hubungan emosional dan kedekatan antara PKB dan NU.

“Ini bukan sekadar mancing, tetapi menjadi wujud nyata dalam mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi NU dan PKB untuk kemajuan Sumsel,” ujarnya.

Ia menegaskan, hubungan antara PKB dan NU harus terus dirawat melalui kegiatan yang membumi dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, silaturahmi yang terjalin dengan baik akan memperkuat kebersamaan dalam mengawal kepentingan umat dan pembangunan daerah.

“Konsolidasi NU dan PKB harus terus dijaga lewat kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Dengan kebersamaan seperti ini, kita ingin memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemajuan Sumatera Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, suasana keakraban tampak begitu terasa sepanjang acara berlangsung. Para peserta menikmati kegiatan memancing sambil bercengkerama dan berbagi cerita dalam nuansa penuh kekeluargaan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pembagian hadiah kepada peserta, meninggalkan kesan hangat dan mempererat hubungan antar kader maupun masyarakat yang hadir. (Ning)