Jembatan Perintis Kodam XXI/RI Pulihkan Akses Warga Lampung Timur

LAMTIM –(deklarasinews.com)- Setelah hampir satu dekade terkendala akibat pembangunan jembatan yang mangkrak sejak 2016, masyarakat Desa Kali Pasir, Kecamatan Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (18/07/2026), kini segera menikmati akses yang lebih aman dan layak. Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, Kodam XXI/Radin Inten menghadirkan jembatan gantung sebagai solusi nyata untuk memulihkan konektivitas, memperlancar mobilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Kali Pasir merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan. Program ini dilaksanakan oleh Kodam XXI/Radin Inten sebagai bentuk komitmen menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Program Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu prioritas strategis Kodam XXI/Radin Inten. Di seluruh Provinsi Lampung, program ini menargetkan pembangunan sebanyak 64 jembatan yang terdiri atas 30 jembatan gantung, 24 jembatan armco, dan 10 jembatan beton. Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses menuju pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Kali Pasir diawali dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 1 April 2026. Kini, jembatan gantung sepanjang 120 meter dengan lebar 2 meter telah berdiri dan menjadi simbol kolaborasi antara prajurit TNI Angkatan Darat, tenaga teknisi, serta masyarakat setempat yang bergotong royong selama proses pembangunan.

Dalam kunjungannya ke lokasi, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian fasilitas tersebut agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, menginformasikan bahwa pembangunan jembatan di Way Bungur telah terbengkalai sejak tahun 2016. Beliau memastikan bahwa jembatan darurat di lokasi tersebut akan selesai dibangun dalam waktu dua minggu.

Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mengembalikan akses yang selama ini terputus, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kali Pasir dan wilayah sekitarnya.

Melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, Kodam XXI/Radin Inten bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendukung pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung. (Red)

Polsek Air Batu Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pria Diamankan

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Polsek Air Batu berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (18/7/2026) di sebuah rumah yang terletak di Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

Dua pria berinisial S (25) dan SG (25) berhasil diamankan dari lokasi tersebut. Pengungkapan bermula dari informasi yang diterima pihak kepolisian dari masyarakat, yang menyebut rumah itu kerap dijadikan tempat transaksi sekaligus konsumsi narkotika.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas segera melakukan penggerebekan dan mengamankan kedua terduga yang saat itu berada di dalam rumah. Proses penggeledahan disaksikan oleh perangkat desa. Petugas menemukan dua paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di sisi dinding rumah dan di atas lemari dapur.

Selain barang bukti berupa dua paket sabu, turut disita satu unit timbangan digital, plastik klip kosong berbagai ukuran, satu kaca pireks, dua unit telepon genggam, serta dompet berisi uang tunai sebesar Rp290.000 yang diduga merupakan hasil transaksi peredaran narkotika.

Dari hasil pemeriksaan, salah satu terduga mengakui barang tersebut diperoleh dari seseorang di wilayah Tanjung Balai, yang rencananya akan digunakan sendiri sekaligus diperjualbelikan.

Saat ini, kedua terduga beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Asahan untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kasat Reserse Narkoba Polres Asahan, AKP Gunawan Effendi, S.H., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar jaringannya. Ia juga mengajak masyarakat agar berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya.(Doni)

 

TMMD 129 Bojonegoro, Bukti Kolaborasi Nyata bagi Kemajuan Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong terus berkobar pada pelaksanaan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Program kolaboratif yang resmi dibuka Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, pada 15 Juli 2026 beberapa waktu yang lalu itu akan berlangsung hingga 13 Agustus mendatang.

TNI Manunggal Membangun Desa, adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan di daerah pedesaan.

Kolaborasi dalam program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini difokuskan pada pemerataan pembangunan fisik (infrastruktur), perbaikan ekonomi warga masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan sosial.

Selain berfokus membangun fisik, program TMMD ini juga berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk memberikan penyuluhan, pelatihan dan pelayanan langsung kepada warga masyarakat.

Kegiatan program TMMD ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah daerah, TNI, kepolisian dan masyarakat berjalan beriringan.

Masyarakat, serta Pemerintah Desa Kesongo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program dari TNI dan Pemkab Bojonegoro ini sangat bermanfaat, mempererat gotong-royong serta membuahkan sinergi yang positif bagi masyarakat Desa Kesongo.

Pemilihan Desa Kesongo sebagai lokasi kegiatan program TMMD bukan tanpa alasan. Ternyata, karena karakter warganya yang kuat dalam bergotong royong dan solidaritas. Teruji dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan sosial.

“Desa Kesongo memerlukan perhatian lebih dari infrastruktur, dan pemberdayaan sosial. Sehingga, hadirnya TMMD ini menjadi bukti nyata kolaborasi. TMMD merupakan refleksi kekuatan yang besar, kemajuan tidak lahir dari satu pihak, melainkan dari segenap komponen bangsa,” kata Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, Sabtu (18/7/2026).

Ia pun berharap, hasil pembangunan melalui program TMMD ke-129 tahun 2026 ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo, yang sekaligus juga mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat.

Sementara itu, Komandan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengatakan, keberhasilan TMMD ini tidak lepas dari partisipasi aktif dari masyarakat khususnya warga Desa Kesongo.

Menurutnya, program TMMD telah mengukir jejak pembangunan yang akan terus diraskan manfaatnya, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

“Kerjasama yang solid antara TNI, pemerintah daerah dan rakyat, adalah kunci keberhasilan program ini. TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” pungkas Letkol Dedy.

Keceriaan Anak-Anak Warnai Kegiatan Satgas TMMD 129 Bojonegoro di Balai Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Disela rangkaian kegiatan program TMMD ke-129 tahun 2026 yang berlangsung di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tampak momen hangat antara Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dengan anak-anak warga setempat.

Seorang prajurit terlihat menggendong seorang anak kecil dengan penuh kehangatan, sementara anak-anak lain turut berkumpul di sekitarnya, menciptakan suasana penuh keceriaan ditengah padatnya agenda kegiatan hari itu.

Momen sederhana ini terjadi di halaman Balai Desa Kesongo, lokasi yang juga menjadi pusat sejumlah kegiatan TMMD ke-129, seperti penyuluhan dan peningkatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Meski agenda utama hari itu berlangsung formal dan berfokus pada pemberian edukasi bagi warga dewasa, kehadiran anak-anak yang ikut menyaksikan kegiatan turut menghadirkan warna berbeda, sekaligus membuka ruang interaksi santai antara prajurit dan generasi termuda di Desa Kesongo.

Bagi anak-anak setempat, kehadiran personel TNI di lingkungan mereka bukan lagi sekadar sosok berseragam yang terlihat gagah, melainkan figur yang ramah dan mulai terasa dekat dengan mereka.

Seorang prajurit yang menggendong anak kecil dalam momen ini menjadi gambaran nyata bagaimana kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat dapat terjalin bahkan dalam momen-momen kecil yang tidak direncanakan, di luar agenda resmi kegiatan.

Momen keceriaan semacam ini turut memperkaya makna pelaksanaan kegiatan program terpadu dan lintas sektoral di Desa Kesongo, yang tidak melulu soal capaian fisik pembangunan atau agenda formal semata.

Interaksi tulus antara prajurit dan anak-anak warga menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat mampu menyentuh sisi yang lebih personal dan hangat, membangun kesan mendalam yang akan dikenang warga jauh setelah program TMMD ke-129 ini usai dilaksanakan.

Rangkaian kegiatan di Balai Desa Kesongo sendiri menjadi bagian dari sasaran TMMD ke-129, yang turut mencakup penyuluhan, peningkatan kapasitas Satlinmas, hingga berbagai agenda pemberdayaan masyarakat lainnya.

Di balik seremonial dan agenda formal tersebut, momen-momen sederhana seperti keceriaan bersama anak-anak inilah yang justru memperlihatkan wajah paling tulus dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Satgas TMMD 129 Bojonegoro Tingkatkan Kualitas Rumah Milik Samijan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro terus berjalan, sekaligus menunjukkan progres nyata.

Salah satu sasaran fisik yang kini memasuki tahap penting adalah peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) milik bapak Samijan, warga Dusun Kerebet RT.013 RW. 007 Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Pada pekerjaan tahap awal pembangunan, personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat mulai melaksanakan pengecoran pondasi rumah.

Pekerjaan tersebut menjadi fondasi utama, sebelum proses pembangunan dinding dan bagian rumah lainnya dilakukan.

Semangat gotong royong terlihat begitu kuat di lokasi, anggota Satgas TMMD dan warga bahu-membahu menyiapkan material, mengaduk adonan semen, hingga menuangkan beton ke pondasi agar konstruksi rumah lebih kokoh dan tahan lama.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Adi Yuniarto, mengatakan bahwa pembangunan RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.

“Proses pengecoran pondasi, menjadi langkah awal yang sangat penting dalam pembangunan rumah ini. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga rumah milik Bapak Samijan segera dapat ditempati dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan program terpadu dan lintas sektoral TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Kolaborasi yang terjalin selama proses pembangunan menjadi modal penting dalam mempercepat penyelesaian setiap sasaran fisik,” kata Letda Inf Adi Yuniarto.

Program peningkatan kualitas RTLH dalam kegiatan TMMD ke-129 di Bojonegoro ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadirkan lingkungan hunian yang lebih sehat, aman dan layak bagi keluarga penerima manfaat.

“Dengan dimulainya pengecoran pondasi ini, semoga harapan bapak Samijan untuk memiliki rumah yang lebih kokoh dan nyaman kini semakin dekat menjadi kenyataan,” pungkas Letda Inf Adi Yuniarto.

Pembangunan RTLH tersebut menjadi bukti nyata bahwa kegiatan program TMMD tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan masa depan masyarakat di Desa Kesongo.

Permudah Akses Masyarakat, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bangun Jembatan Dusun Mundu

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar bagi masyarakat.

Kali ini, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro mulai mengerjakan perbaikan jembatan di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, sebagai bagian dari sasaran fisik program yang berlangsung hingga 13 Agustus 2026.

Perbaikan jembatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat.

Selama ini, jembatan menjadi jalur penghubung yang vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari menuju lahan pertanian, mengangkut hasil panen, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan publik.

Sejak pekerjaan dimulai, personel Satgas TMMD bersama masyarakat tampak bergotong royong menyiapkan material dan mengerjakan setiap tahapan pembangunan.

Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi pemandangan yang mewarnai pelaksanaan proyek tersebut. Perbaikan jembatan dilakukan agar konstruksi menjadi lebih kokoh, aman dan mampu menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengaku bersyukur karena usulan perbaikan jembatan akhirnya dapat direalisasikan melalui program terpadu dan lintas sektoral tahun ini dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak, sangat penting karena menjadi akses utama bagi warga masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Jembatan tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, terutama bagi para petani yang setiap hari melintas membawa hasil panen.

Kepala Desa Kesongo mengucapkan terima kasih kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan seluruh pihak yang telah mewujudkan pembangunan ini. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Kusnadi.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengataka, kegiatan TMMD tidak hanya memberikan perubahan pada infrastruktur desa, tetapi juga membangkitkan semangat gotong royong masyarakat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.

Program ini merupakan bagian dari komitmen TMMD ke-129 dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur jalan, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain perbaikan jembatan, TMMD ke-129 di Desa Kesongo juga mengerjakan berbagai sasaran fisik lainnya, seperti pembangunan jalan cor beton, drainase, rehabilitasi Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasi ruang kelas sekolah, hingga normalisasi saluran afvoer.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” program ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, serta masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Dengan rampungnya perbaikan jembatan nanti, masyarakat Dusun Mundu diharapkan dapat menikmati akses yang lebih aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Lettu Ckm Purnomo.

Kehadiran infrastruktur yang semakin baik diyakini akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat kesejahteraan warga Desa Kesongo.

Bentuk Karakter Sejak Dini, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Latih Baris Berbaris Siswa SD Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Bojonegoro melatih baris-berbaris (PBB) siswa-siswi SDN Kesongo 1. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari sasaran non-fisik program dengan fokus pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa sejak usia dini.

Pagi itu, halaman SDN Kesongo 1 tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih rutinitas belajar di dalam kelas, puluhan siswa dari berbagai tingkatan berbaris rapi di lapangan sekolah, mengenakan seragam sekolah lengkap dengan antribut pramuka merah putih dan tanda pengenal yang tergantung di leher masing-masing, menambah suasana kegiatan semakin khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam pelatihan tersebut, personel TNI langsung turun ke lapangan, memberikan instruksi dan mencontohkan gerakan-gerakan dasar baris-berbaris kepada para siswa yang berbaris dalam beberapa kelompok.

Suasana latihan berlangsung tertib namun tetap akrab, dengan sesekali diselingi arahan tegas khas militer yang justru disambut antusias oleh anak-anak yang mengikuti setiap instruksi dengan semangat, sesekali diiringi gelak tawa kecil ketika ada siswa yang keliru mengambil arah saat gerakan hadap kanan maupun hadap kiri.

“Pelatihan dasar PBB dipilih sebagai salah satu metode efektif untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab kepada siswa sejak dini,” ungkap Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Adi Yuniarto, Jum’ at (17/7/2026).

Melalui gerakan-gerakan sederhana seperti sikap sempurna, hadap kanan-kiri, hingga langkah tegap, anak-anak tidak hanya diajarkan keterampilan fisik, tetapi juga dilatih untuk fokus, patuh pada aturan, dan bekerja sama dalam satu barisan yang kompak.

“Nilai-nilai ini diharapkan dapat terus melekat dalam keseharian siswa, tidak hanya saat berada di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat kelak,” ucap Letda Inf Adi Yuniarto.

Kegiatan semacam ini juga menjadi momen berharga bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat sosok anggota TNI, tidak hanya sebagai pelindung negara, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Interaksi langsung antara personel TNI dan siswa selama latihan turut memperkuat kedekatan emosional yang telah terjalin sejak awal pelaksanaan TMMD di lingkungan SDN Kesongo 1, sebagaimana tercermin dari berbagai momen kebersamaan yang telah berlangsung sebelumnya di sekolah tersebut.

Pelatihan baris-berbaris ini juga sejalan dengan sasaran fisik yang tengah dikerjakan di SDN Kesongo 1, yakni rehabilitasi empat ruang kelas yang sebelumnya rusak akibat kondisi retak dan bocor.

Dengan kombinasi pembenahan fisik bangunan sekolah dan pembinaan karakter siswa melalui kegiatan seperti PBB, program TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan dapat memberikan manfaat yang menyeluruh, baik dari sisi sarana belajar maupun pembentukan karakter siswa yang lebih disiplin.

Melalui rangkaian kegiatan non-fisik seperti ini, TNI berupaya menunjukkan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak sebatas mengerjakan proyek pembangunan, tetapi juga turut ambil bagian dalam mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berkarakter kuat sejak bangku sekolah dasar.

Program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo pun menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, sekolah, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh generasi penerus bangsa.

Usai Dibongkar Paving Lama, Jalan Dusun Mundu Dicor Satgas TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, terus menunjukkan progres.

Setelah menyelesaikan tahapan pembongkaran paving lama, kini Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro mulai melaksanakan pengecoran jalan di Dusun Mundu sebagai salah satu sasaran fisik utama program.

Pembangunan jalan cor beton ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan diharapkan berubah menjadi akses yang lebih kuat, aman dan nyaman digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat Desa Kesongo tampak bergotong royong mengerjakan proses pengecoran jalan.

Semangat kebersamaan terlihat begitu kuat, mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga pelosok desa.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan ucspan terima kasih dan apresiasi tinggi atas dimulainya pengecoran jalan di Dusun Mundu tersebut.

Menurutnya, pembangunan ini merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat Dusun Mundu karena jalan tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas warga.

“Atas nama Pemerintah Desa Kesongo dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro melalui program TMMD ke-129. Pengecoran jalan ini sangat bermanfaat bagi warga, dan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aktivitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan ikut merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pengecoran jalan di Dusun Mundu merupakan bagian dari rangkaian sasaran fisik TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.

Selain pembangunan jalan beton, program ini juga mencakup pembangunan drainase, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasi ruang kelas sekolah, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi yang kuat antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, dan warga, TMMD ke-129 diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur yang berkualitas sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo secara berkelanjutan.

Refelksikan Semangat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Sambangi Warga Penerima Manfaat Program

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Rangkaian kegiatan program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro terus berjalan, tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga pendekatan sosial kepada warga penerima manfaat.

Diantaranya, seperti yang dilakukan personel TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang menyambangi langsung kediaman Tini (50), warga yang menjadi calon penerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi lapangan sebelum program rehabilitasi rumah resmi dijalankan. Personel yang datang tidak sekadar mengecek kondisi fisik bangunan, tetapi juga meluangkan waktu untuk duduk dan berbincang langsung dengan Tini di rumahnya.

Dari perbincangan tersebut, tim di lapangan dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi tempat tinggal keluarga Tini, yang sehari-hari tinggal bersama suami dan anak-anaknya, mulai dari struktur dinding dan atap yang sudah lapuk dimakan usia, hingga kebutuhan mendesak yang belum bisa dipenuhi secara mandiri oleh keluarga.

Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada capaian fisik semata, melainkan juga menempatkan interaksi sosial sebagai bagian penting dari keberhasilan program.

Dengan mendengar langsung cerita dan harapan Tini sekeluarga, TNI dapat memastikan bahwa bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil dilapangan, bukan sekadar berdasarkan data administratif di atas kertas.

Momen obrolan santai antara personel TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dan Tini tersebut, juga merefleksikan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi inti dari pelaksanaan kegiatan program TMMD.

Bagi keluarga yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, kehadiran personel Satgas TMMD yang datang langsung ke rumahnya turut memberikan dampak psikologis yang berarti, sebuah bentuk nyata yang dirasakan langsung, bukan sekadar janji program.

Peningkatan kualitas RTLH sendiri menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam pelaksanaan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, sejalan dengan komitmen TNI untuk turut membantu meningkatkan kualitas hunian warga yang secara ekonomi masih membutuhkan uluran tangan untuk memperbaiki rumahnya.

Melalui rangkaian kunjungan dan pendataan seperti ini, diharapkan proses rehabilitasi rumah warga penerima manfaat dan keluarganya dapat berjalan tepat sasaran begitu program TMMD resmi dimulai.

Nginap Dirumah Warga, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Anggota Satgas TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Personel TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro menempati rumah-rumah warga di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, sebagai tempat tinggal sementara selama masa pelaksanaan program TMMD berlangsung.

Seperti suasana di rumah sederhana milik Sumardi (61), warga Dusun Krebet RT.013 Desa Kesongo, kini menjadi tempat singgah para prajurit yang akan bertugas menuntaskan berbagai sasaran fisik dan non-fisik program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo dalam beberapa pekan ke depan.

Sejak awal kedatangan, suasana kekeluargaan sudah terlihat jelas antara bapak Sumardi, dan anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang baru tiba di rumahnya.

Tanpa canggung, ia menyambut para prajurit layaknya menyambut anak sendiri yang pulang ke rumah, menandakan dimulainya hubungan hangat yang akan terjalin sepanjang masa pelaksanaan program.

Momen sederhana, berupa jabat tangan dan obrolan ringan di ruang tamu rumah menjadi gambaran nyata bagaimana kedekatan antara TNI dan masyarakat yang dibangun sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan TMMD.

Menempati rumah warga seperti ini, memang menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan TMMD di berbagai daerah. Berbeda dengan penugasan militer pada umumnya, anggota Satgas TMMD tidak ditempatkan di barak atau penginapan khusus, melainkan tinggal langsung berbaur bersama warga selama masa tugas berlangsung.

Pendekatan ini bukan tanpa alasan, dengan tinggal bersama, prajurit dapat merasakan langsung kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, sekaligus membangun kepercayaan dan kedekatan emosional yang sulit didapat lewat pendekatan formal semata.

Bagi Sumardi sendiri, kehadiran para prajurit di rumahnya bukan sekadar menambah penghuni sementara, melainkan sebuah kehormatan tersendiri. Ia kini berperan sebagai orang tua asuh, siap menemani, membimbing, dan memastikan kebutuhan sehari-hari para prajurit terpenuhi selayaknya anggota keluarga sendiri selama mereka bertugas di Desa Kesongo.

Kehadiran anggota TNI, memberi warna baru dalam keseharian keluarga Sumardi di Dusun Krebet Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

“Rasanya seperti punya keluarga baru. Mereka sopan, ramah dan ringan tangan untuk membantu,” tutur Sumardi, Jum’at (17/7/2026).

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk dari sasaran non-fisik program TMMD, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan hubungan sosial antara TNI dan masyarakat melalui interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Momen berbagi tempat tinggal, meja makan, hingga cerita keseharian menjadi bagian penting dari filosofi kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi bagian tak kalah penting dari pelaksanaan TMMD disetiap wilayah sasaran,” ungkapnya.

Dengan tinggal bersama warga, anggota Satgas dapat membangun komunikasi lebih intens, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan merasakan kehidupan warga deda dari dekat.

“Kami ingin benar-benar menyatu dengan warga. Tinggal dirumah mereka, adalah wujud kebersamaan dan saling percaya,” kata Lettu Ckm Purnomo.

Sementara, pelaksanaan kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” yang berlangsung di Desa Kesongo ini dibawah Komando Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, selaku Komandan Satgas.

Ia dibantu seorang Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK), serta 3 (tiga) Komandan Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk memimpin langsung personel Satgas TMMD dilapangan selama masa penugasan.

Kehadiran personel Satgas TMMD di rumah-rumah warga, seperti di kediaman Sumardi, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat Desa Kesongo, sekaligus menjadi kenangan tersendiri bagi kedua belah pihak begitu masa tugas TMMD ke-129 rampung dan para prajurit harus kembali ke satuan masing-masing.