Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Koramil 421-09/Tjb Bersinergi dengan Polsek dan Kecamatan Tanjung Bintang Bagikan Masker kepada Masyarakat

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, Koramil 421-09/Tanjung Bintang bersama Polsek dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Bintang melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat, Senin (7/9/2026).

Danramil 421-09/Tjb bersama Kapolsek Tjb dan Camat menyampaikan bahwa kegiatan  tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah preventif dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan dalam melindungi masyarakat dari potensi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan tidak hanya membagikan masker, tetapi juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat Tanjung Bintang juga diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan abu vulkanik secara langsung, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

Danramil 421-09/Tanjung Bintang Kapten Inf Tarekat menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat tetap aman dan terlindungi dalam menghadapi potensi dampak bencana.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kesiapsiagaan dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh unsur dalam menghadapi situasi kebencanaan. Ucap Kompol Edi Qorinas. S. H.

“Bersama menjaga keselamatan masyarakat Tanjung Bintang, meningkatkan kesiapsiagaan, serta melindungi masyarakat dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.” “Camat Heri Purnomo menegaskan”

Biddokkes Polda Lampung Bagikan 500 Masker, Lindungi Masyarakat dari Dampak Abu Erupsi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Biddokkes Polda Lampung bersama Polresta Bandar Lampung membagikan 500 masker kepada masyarakat di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif Polri dalam melindungi masyarakat dari dampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut dipimpin Wakapolresta Bandar Lampung dan melibatkan Kasi Dokkes Polresta Bandar Lampung, personel Polresta, Bhayangkari Polresta, serta Tim E Keslap Biddokkes Polda Lampung.

Selain membagikan masker, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan terhadap paparan debu.

Kabiddokkes Polda Lampung AKBP dr. Sigit Lesmonojati, M.H., mengatakan pembagian masker merupakan langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya apabila kondisi udara kurang baik akibat paparan debu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa jajaran Polda Lampung terus mengedepankan langkah preventif dan pelayanan langsung kepada masyarakat dalam menghadapi situasi tersebut.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan informasi yang tepat. Kami mengimbau masyarakat tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, serta menggunakan masker sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan,” ujar Yuni.

Menurutnya, sinergi antara fungsi kesehatan dan jajaran kewilayahan merupakan bagian dari komitmen Polda Lampung untuk memberikan rasa aman sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Apabila membutuhkan bantuan atau mengalami gangguan kesehatan, segera manfaatkan layanan kesehatan terdekat,” pungkasnya.

Biddokkes Polda Lampung bersama jajaran akan terus melakukan pelayanan kesehatan lapangan serta memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan perlindungan dan pelayanan di tengah masyarakat.

Babinsa Kodim 0410/KBL Bergerak Cepat Hadapi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah, jajaran Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung bergerak cepat membantu masyarakat. Pada hari Minggu (6/9/2026), personel Babinsa dikerahkan ke berbagai titik, termasuk kawasan rawan seperti Pasir Gintung dan sejumlah masjid, untuk melaksanakan pembersihan abu, memberikan himbauan keselamatan, serta membagikan masker guna melindungi warga dari dampak kesehatan .

Letusan yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam ini mengakibatkan hujan abu vulkanik yang menyelimuti Kota Bandar Lampung, mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kualitas udara . Menyadari situasi darurat ini, Babinsa langsung bertindak. “Kami turun untuk memastikan masyarakat terlindungi. Abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi saluran pernapasan dan mata karena mengandung silika seperti serpihan kaca,” ujar seorang perwira di lapangan, mengacu pada peringatan para ahli .

Di kawasan rawan banjir dan pemukiman padat seperti Pasir Gintung, Babinsa bersama pihak kelurahan dan Linmas memberikan sosialisasi langsung kepada warga . Mereka mengimbau agar warga tetap berada di dalam rumah, menutup rapat ventilasi, serta segera membersihkan abu yang menempel menggunakan air untuk mencegah penyebaran lebih lanjut . Selain itu, Babinsa turut bergotong royong membersihkan area masjid dan fasilitas umum yang tertutup abu agar tetap layak digunakan untuk ibadah.

Gerakan ini sejalan dengan instruksi Pemerintah Kota Bandar Lampung yang memerintahkan BPBD dan Damkarmat melakukan penyemprotan jalan protokol serta pendataan wilayah terdampak . Dalam aksinya, Babinsa Kodim 0410/KBL bahu-membahu dengan jajaran Pemkot, memberikan contoh nyata sinergi aparat dalam menghadapi bencana. “Pembersihan ini kami lakukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman, sambil terus mengimbau penggunaan masker, terutama bagi yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan,” tambahnya .

Hingga siang ini, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terpantau, namun intensitas abu vulkanik dilaporkan mulai menurun . Babinsa Kodim 0410/KBL memastikan akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk meminimalisasi dampak lanjutan dari bencana ini.(Red)

Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik menyusul perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang terpantau mencapai sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.

Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 150 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik, yang ditetapkan di Bandar Lampung pada 6 September 2026.

Melalui surat edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan di Provinsi Lampung, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB, diminta mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring (online) dari rumah.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026, dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan serta hasil pemantauan dan rekomendasi dari instansi teknis yang berwenang.

Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan dan perlindungan untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik sekaligus mengurangi potensi paparan abu vulkanik terhadap peserta didik dan warga satuan pendidikan.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pengalihan KBM menjadi pembelajaran daring tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan.

Kepala satuan pendidikan dan guru tetap melaksanakan tugas dari sekolah, serta memastikan proses pembelajaran berlangsung secara efektif melalui platform digital yang tersedia.

Satuan pendidikan juga diminta memastikan seluruh materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta didik selama pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Sementara itu, orang tua atau wali peserta didik diminta memberikan pengawasan dan pendampingan selama kegiatan pembelajaran daring berlangsung serta memastikan peserta didik tetap mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Keselamatan dan Kesehatan Menjadi Prioritas

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi kondisi lingkungan akibat sebaran abu vulkanik.

Masyarakat, khususnya siswa, guru dan orang tua, diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama terdapat paparan abu vulkanik.

Apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai guna mengurangi risiko terpapar abu vulkanik.

Pemprov Lampung juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.(Red)

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berhenti, Polisi Tetap Waspadai Aktivitas Vulkanik

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, berhenti pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Meski demikian, aktivitas kegempaan gunung api tersebut masih terekam hingga pagi.

Berdasarkan hasil monitoring Polres Lampung Selatan yang mengacu pada laporan MAGMA-VAR Kementerian ESDM melalui PVMBG, erupsi menerus GAK berhenti pada pukul 00.04 WIB.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas vulkanik masih tercatat. Kondisi ini menunjukkan sistem vulkanik Gunung Anak Krakatau masih aktif.

PVMBG mencatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 46 milimeter dan durasi 30 detik. Selain itu, terjadi dua kali gempa hembusan, 14 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa hybrid/fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 8-45 milimeter dan dominan pada 15 milimeter.

Kondisi visual Gunung Anak Krakatau pada periode tersebut belum dapat dipantau secara optimal karena tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Asap kawah tidak teramati, sedangkan CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif.

Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut, dengan suhu udara 26-27 derajat Celsius dan kelembapan 78-80 persen.

Meski erupsi menerus berhenti, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki diminta tidak mendekati gunung dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan kepolisian terus melakukan pemantauan dan patroli di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat, nelayan maupun wisatawan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” ujar Yuni.

Polda Lampung juga meminta pengelola kapal wisata, nelayan dan masyarakat tidak membawa atau mengarahkan wisatawan ke kawasan yang dilarang.

“Personel di lapangan akan terus melakukan patroli untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki zona berbahaya,” katanya.

Selain potensi erupsi susulan, paparan abu vulkanik juga menjadi perhatian. Abu dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta memakai pelindung mata ketika kondisi udara berdebu.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu, menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah serta melindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik.

Pengendara kendaraan diminta lebih berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

“Polda Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya melalui informasi resmi pemerintah maupun instansi terkait,” tandas Kabid Humas.(Red)

Krakatau Beraktivitas, Kodam XXI/Radin Inten Siagakan 605 Personel

BANDARA LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Kodam XXI/Radin Inten bergerak cepat dengan menyiagakan 605 personel beserta berbagai sarana pendukung untuk membantu masyarakat sekaligus mengantisipasi setiap perkembangan situasi di wilayah terdampak.

Kesiapsiagaan tersebut disampaikan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han) di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Langkah ini merupakan bentuk respons cepat Kodam XXI/Radin Inten dalam memastikan kesiapan personel dan dukungan operasional apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh Kodam XXI/Radin Inten di lapangan,” ungkap Pangdam.

Sebanyak 605 personel yang disiagakan diperkuat dengan berbagai kendaraan dan perlengkapan, meliputi truk, sepeda motor, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan dapur lapangan, ambulans, tenda serbaguna, perlengkapan listrik, alat kesehatan, genset, drone, serta dukungan logistik.

Pangdam XXI/Radin Inten menjelaskan, selain menyiagakan kekuatan personel dan sarana pendukung, Kodam XXI/Radin Inten juga terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi setiap kemungkinan perkembangan situasi, sekaligus menjamin kecepatan respons apabila masyarakat membutuhkan bantuan.

Di sisi lain, langkah antisipatif juga diarahkan langsung kepada masyarakat. Melalui para Babinsa di wilayah, Kodam XXI/Radin Inten terus menyampaikan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Pangdam juga mengingatkan seluruh anggota Kodam XXI/Radin Inten untuk tidak lupa menggunakan masker, terutama personel yang sedang berdinas dan mengenakan seragam saat berada di luar ruangan atau di area terbuka. Penggunaan masker merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan melindungi personel dari paparan debu atau material vulkanik apabila kondisi lingkungan terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Kodam XXI/Radin Inten bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus memonitor perkembangan situasi. Kepada seluruh anggota, saya juga mengingatkan agar jangan lupa menggunakan masker, terutama bagi personel yang sedang berdinas dan berseragam saat berada di luar ruangan terbuka,” tutup Pangdam.

Kesiapsiagaan ini menjadi wujud nyata komitmen Kodam XXI/Radin Inten untuk hadir di tengah masyarakat—siap bergerak, siap membantu, dan siap merespons setiap perkembangan situasi demi keselamatan masyarakat.(Red)

Lanal Lampung Bersama Masyarakat, Wujudkan Semangat “Aku Cinta Laut”

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI AL Tahun 2026, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung menggelar kegiatan bersih-bersih pantai bertema “Aku Cinta Laut” Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” di Pantai Kunyit, Kota Bandar Lampung. Minggu (6/9/2026).

Kegiatan diisi dengan aksi bersih-bersih pantai, bakti kesehatan, bakti sosial, makan gratis, penyuluhan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Heimlich Manuver, serta launching Program Remala Tangguh (Remaja Maritim Bandar Lampung  Tanggap Aktif Nyata Aksi Gotong Royong Generasi Unggul Hebat Inovasi) hasil kolaborasi Lanal Lampung bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Melalui aksi bersih pantai, personel Lanal Lampung bersama seluruh unsur yang terlibat bahu-membahu membersihkan sampah sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.

Selain itu, penyuluhan BHD dan Heimlich Manuver diberikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat.

Mengusung semangat “Aku Cinta Laut”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergitas TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga laut serta meningkatkan kepedulian terhadap wilayah pesisir.

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga laut sebagai warisan bagi generasi mendatang.(Red)

5.000 Warga Tumpah Ruah di Taman Kota Metro, Danrem Gatam: Kebersamaan Kekuatan Kita

METRO -(deklarasinews.com)– Sebanyak 5.000 warga tumpah ruah memenuhi kawasan Taman Kota Metro, Minggu (6/9/2026) pagi.

Ribuan masyarakat tersebut mengikuti senam massal dan jalan sehat dalam rangka memeriahkan HUT ke-79 Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) Tahun 2026.

Mengusung tema “Mengabdi Sepenuh Hati, Mengawal Lampung Adil dan Makmur”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Sejak pukul 06.00 WIB, peserta dari berbagai kalangan mulai memadati Taman Kota Metro. Prajurit TNI, anggota Polri, ASN, pelajar hingga masyarakat umum tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian olahraga.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han. mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi ajang olahraga dan menjaga kebugaran.

Menurutnya, senam dan jalan sehat juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta membangun kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang sehat. Ini momentum kita mempererat kebersamaan. TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat harus satu barisan. Dengan kebersamaan, kita kuat menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Lampung,” tegas Danrem.

Ia menambahkan, pengabdian TNI kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan.

Lebih dari itu, TNI harus terus hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan, serta menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan harmonis.

Danrem juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan, kerukunan, dan saling menghargai.

“Kalau masyarakat sehat, rukun, dan kompak, tentu akan menjadi kekuatan besar bagi daerah. Mari kita jaga kebersamaan ini,” ujarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-79 Korem 043/Gatam, “Mengabdi Sepenuh Hati, Mengawal Lampung Adil dan Makmur.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini, S.Sos., M.M., Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K., Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), para pejabat TNI-Polri, jajaran Pemerintah Kota Metro, serta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 043 Ny. Bebi Sumarlin.

Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran ribuan masyarakat menunjukkan antusiasme sekaligus kedekatan antara TNI dan masyarakat.

“Di usia 79 tahun, Korem 043/Gatam semakin matang dan profesional. Semoga terus menjadi mitra terbaik pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Suasana kebersamaan pun terlihat sepanjang kegiatan.

Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Danrem berbaur bersama warga, personel Polri turut menyatu dengan masyarakat, sementara anak-anak tampak antusias menyambut kehadiran para prajurit.

Ribuan peserta mengikuti senam dan jalan sehat dengan penuh semangat dan suasana keakraban.

Olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Bagi Korem 043/Gatam, kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus bagian dari semangat pengabdian kepada masyarakat Lampung.

Dari Taman Kota Metro, peringatan HUT ke-79 Korem 043/Gatam menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen mengabdi sepenuh hati dan mengawal Lampung menuju daerah yang adil dan makmur.

Sebab, di tengah masyarakat, kebersamaan bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan untuk menjaga keamanan, mempererat persatuan, dan mendukung pembangunan Lampung.(Red)

Pangdam XXI/RI Imbau Warga Tetap Tenang, Siaga Pasukan Hadapi Aktivitas Anak Krakatau

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-Menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sudah berstatus Level III (siaga), Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), mengimbau masyarakat Lampung untuk tetap tenang, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, Sabtu (5/9/2026).

Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan, situasi tersebut harus disikapi masyarakat dengan tenang, waspada, dan tidak panik. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi resmi serta mematuhi setiap imbauan yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan apabila harus beraktivitas di luar agar menggunakan masker,” tegas Pangdam XXI/Radin Inten.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pangdam XXI/Radin Inten telah memerintahkan seluruh satuan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan, baik dari aspek personel maupun materiil. Satuan jajaran juga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala setiap hari.

Langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Kodam XXI/Radin Inten dalam mengantisipasi setiap perkembangan situasi serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan kondisi darurat.

Pangdam juga mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan mematuhi arahan pemerintah dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Yang paling penting adalah tetap tenang, selalu waspada, dan ikuti seluruh imbauan pemerintah. Jangan melakukan tindakan yang justru dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Kodam XXI/Radin Inten akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapan satuan jajaran sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman serta perlindungan kepada masyarakat di wilayah Lampung.(red)

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Berikan Edukasi Pencegahan Karhutla Kepada Mahasiswa STIS Darul Huda Mesuji

MESUJI -(deklarasinews.com)- Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan kunjungan sekaligus memberikan arahan dan penyuluhan tentang pencegahan serta penanggulangan Karhutla kepada mahasiswa dan mahasiswi Universitas STIS Darul Huda, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut bertempat di Aula Kampus Universitas STIS Darul Huda. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa dan mahasiswi mendapatkan arahan mengenai pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan Karhutla. Generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya edukasi dan penyebarluasan informasi mengenai bahaya Karhutla di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Laksma TNI Zulkifli Pane, Kolonel Mar Bayu Kelana Putra, Kolonel Inf M.Y. Achmad, Kolonel Sus Mulyana, Letkol Laut Mulyono, Mayor Ckm Asnawi, Mayor Inf Amirul, Mayor Inf H. Sinaga, Kapten Cpm I G. Bagus, Kapten Cps S. Sembiring, Kapten Ckm Supriyanto, Batuud Koramil 426-01/SP mewakili Danramil, serta perwakilan Babinsa Koramil 426-01/SP.

Turut hadir Ketua Yayasan Universitas STIS Darul Huda, Ibu Nyai Ervin Nur Masitoh, S.H.I., Rektor, para dosen, serta mahasiswa dan mahasiswi Universitas STIS Darul Huda.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI berharap mahasiswa dapat turut berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.45 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di lingkungan kampus menjadi bagian dari penguatan sinergi dan edukasi kepada generasi muda dalam mendukung pencegahan Karhutla di wilayah Kabupaten Mesuji.