Aksi Nyata Babinsa Kelurahan Langkapura Sertu Rikman, Monitoring Pembersihan KDKMP Bersama Koramil 410-05/TKP

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat, Babinsa Kelurahan Langkapura, Sertu Rikman, kembali menunjukkan keteladanan dan kepeduliannya. Pada hari Sabtu (02/05/2026), Sertu Rikman memonitor langsung sekaligus turut menyukseskan kegiatan pembersihan yang dilaksanakan oleh anggota Koramil 410-05/Tanjung Karang Pusat (TKP) di titik KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah putih) yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, RT 08 LK 02, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bukanlah sekadar gotong royong biasa. Di bawah monitoting ketat Babinsa Sertu Rikman, sejumlah anggota Koramil 410-05/TKP bahu-membahu melakukan pembersihan menyeluruh. Sasaran yang dibersihkan meliputi pemerataan halaman parkir yang sebelumnya tidak rata, pengepelan lantai keramik area gerai hingga mengkilap, serta pembersihan sampah sisa pekerjaan yang menumpuk di gudang.

Kehadiran Sertu Rikman menjadi kunci suksesnya kegiatan tersebut. Beliau tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan arahan teknis dan memastikan setiap anggota bekerja dengan maksimal serta menjaga sikap ramah terhadap warga sekitar. “Kebersihan adalah bagian dari pengabdian kami kepada rakyat. Dengan lingkungan yang bersih, semangat warga untuk beraktivitas dan berusaha juga akan meningkat,” ujar Sertu Rikman di sela-sela kegiatan.

Kegiatan karya bakti ini turut dihadiri langsung oleh Danramil 410-05/TKP beserta Batu Tuud dan seluruh anggota Koramil 410-05/TKP. Berkat koordinasi yang solid dan peran aktif Babinsa, seluruh rangkaian pembersihan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Peran Sertu Rikman sebagai Babinsa kembali membuktikan bahwa TNI hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pokok pertahanan, tetapi juga dalam hal-hal kecil yang berdampak besar bagi kesejahteraan bersama. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari ‘Kodim 0410/KBL (TNI Manunggal Membangun Desa) yang terus digaungkan jajaran Kodim 0410/KBL.

Hardiknas di Sukajadi, Dansatgas TMMD Letkol Ardha Tanam Nilai dan Harapan untuk Generasi Bangsa

PURWAKARTA -(deklarasinews.com)- Mentari pagi merangkak perlahan di ufuk timur, menyinari hamparan sawah Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam. Di atas pematang yang masih basah oleh embun, langkah-langkah kecil anak-anak berpadu dengan derap sepatu prajurit TNI. Di tempat sederhana itu, harapan sedang ditanam bukan hanya melalui pembangunan, tetapi juga lewat sentuhan nilai dan teladan.

Di sela kegiatan monitoring pipanisasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0619/Purwakarta, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letkol Inf Ardha Carirova Pariputra tampak menyatu dengan warga dan anak-anak yang ia sebut sebagai “mutiara bangsa”. Kehadiran mereka bukan sekadar menyaksikan, melainkan menjadi bagian dari cerita perubahan.

“Setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari perubahan besar di masa depan. Kita tidak boleh lelah membimbing dan mendidik anak bangsa agar mampu menggapai cita-citanya,” ujar Ardha, di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Sabtu (2/5/2026).

Bagi Ardha, TMMD bukan hanya tentang membangun jalan atau menarik pipa air. Lebih dari itu, TMMD adalah ruang pembelajaran terbuka tempat nilai-nilai kehidupan ditanamkan secara nyata. Di Desa Sukajadi, program ini menggabungkan pembangunan fisik dan nonfisik secara seimbang: dari infrastruktur hingga pembinaan mental dan wawasan kebangsaan.

“Di sini ada generasi penerus yang harus kita bekali dengan karakter, cinta tanah air, dan jiwa nasionalisme. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Suasana hangat terlihat saat Ardha berinteraksi dengan anak-anak di pematang sawah. Canda ringan dan sapaan sederhana menjadi jembatan yang mendekatkan sosok prajurit dengan generasi masa depan. Dari interaksi itu, terselip pesan kuat bahwa membangun bangsa tidak cukup dengan beton dan baja, tetapi juga dengan nilai dan kepedulian.

Sementara itu, pembangunan jaringan pipanisasi menjadi salah satu fokus utama TMMD ke-128 di wilayah tersebut. Pipa sepanjang lebih dari satu kilometer yang mengalir dari wilayah Bojong menuju Sukajadi diharapkan mampu mengatasi krisis air bersih yang selama ini dirasakan warga, terutama saat musim kemarau.

Bagi masyarakat, proyek ini adalah jawaban atas kebutuhan mendasar. Namun lebih dari itu, proses pembangunannya juga menjadi simbol kuat semangat gotong royong di mana TNI dan warga bahu-membahu demi tujuan bersama.

“Keberhasilan TMMD sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Ini bukan hanya program TNI, tapi milik kita bersama,” tegas Ardha.

Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus terlibat, menjaga hasil pembangunan, dan merawat semangat kebersamaan yang telah terbangun.

Di tengah hamparan sawah Sukajadi, di antara pipa-pipa yang mulai tersusun dan tawa anak-anak yang mengalun ringan, TMMD menghadirkan lebih dari sekadar pembangunan. Ia menjadi jembatan harapan mengalirkan air bagi kehidupan, sekaligus menyemai nilai bagi masa depan bangsa. (DR)

Polisi Bekuk Dua Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Tanjung Karang Barat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Unit Reskrim Polsek Tanjung Karang Barat membekuk dua pelaku pencuri spesialis bongkar rumah kosong.

Keduanya yakni TM (21), warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat dan AR (17), warga Kelurahan Kelapa Tiga, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Ono Karyono mengatakan bahwa pengungkapan berawal dari tertangkapnya pelaku TM (21), pada Minggu (26/4/2026).

“Hasil pengembangan yang kami lakukan ternyata TM ini juga pernah melalukan pencurian di sejumlah rumah kosong bersama AR (17),” Kata AKP Ono Karyono, Sabtu (2/5/2026).

Pencurian dilakukan keduanya di sebuah rumah yang terletak di Jalan Blora, Gang Jaya, Kelurahan Segala Mider, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, pada Sabtu (4/4/2026).

Di rumah tersebut, kawanan ini berhasil mencuri 1 buah mesin pompa air dan kabel instalasi.

“Mereka ini memanjat tembok kemudian masuk dengan membuka genteng rumah dan merusak plafon,” Kata Kapolsek.

Kawanan ini kerap melakukan hunting atau jalan terlebih dahulu kemudian memantau target curian, jika dirasa rumah tersebut tidak berpenghuni barulah keduanya beraksi.

“Yang diincar sama mereka ini kebanyakan rumah yang kosong atau tidak berpenghuni, satu dua hari mereka memantaunya,” kata AKP Ono.

Kedua pelaku kini ditahan di rutan Polsek Tanjung Karang Barat.

“Kita duga masih ada TKP lain, ini yang masih terus kami dalami,” Jelas AKP Ono.

Inovasi Batik Tapis Filosofi Dalam Sentuhan Modern

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ditengah derasnya arus modernisasi kain tapis Lampung tetap berdiri sebagai simbol edintitas budaya yang tak lekang oleh waktu lebih dari sekedar busana adat, Tapis adalah cerminan nilai spiritual, status sosial, dan hubungan harmonis masyarakat Lampung dengan Alam.

Kain Tapis Lampung tak hanya indah secara visual, tapi juga memperdayakan perempuan dan ekonomi kreatif daerah: Kain Tenun Tradisional ini mencerminkan status sosial, nilai spiritual, serta hubungan harmonis antara manusia dengan alam sekitarnya.

Melalui perpaduan antara tradisi dan kreativitas, Tapis kini berkembang menjadi produk yang tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.

Asri Tapis Lampung terus mempertahankan existensi Tapis Lampung sebagai kain tenun tradisional khas Provinsi Lampung yang tidak hanya bernilai seni dan budaya, tetapi juga berdampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.

Proses pembuatan Tapis Lampung mengedepankan aspek keberlanjutan dengan menggunakan bahan pewarna alami dari tumbuhan lokal.

Para pengrajin membentangkan kain pada alat yang disebut tekang, lalu menyulamnya secara manual menggunakan Tekhnik cucuk atau tusuk khas dengan benang emas.

Karrna membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu pengerjaan yang panjang, nilai jual kain ini meningkat seiring dengan kerumitan motif yang dihasilkan.

Selain proses pembuatannya yang unik, setiap helaian kain tapis menyimpan makna mendalam melalui berbagai motifnya.

Pengerajin mengambil inspirasi dari alam, seperti motif Flora (Bunga dan Pohon). Fauna (Burung dan Gajah), hingga motif kapal yang melambangkan perjalanan hidup manusia.

Seluruh motif tersebut membuktikan filosofi hidup masyarakat Lampung yang sangat menghormati alam sebagai sumber kehidupan utama.

Seni Sulam Yang Sarat Makna.

Keunikan Produk asri Tapis terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan Tekhnik manual.

Kain dibentangkan pada alat Tradisional, lalu disulam dengan Tekhnik cucuk atau Tusuk khas menggunakan benang emas.

Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta waktu pengerjaan yang tidak singkat.

Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta waktu pengerjaan yang tidak singkat.

Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan kesabaran. Waktu pengerjaan bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tergantung tingkat kerumitan motif. Semakin rumit motif yang dibuat, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Beberapa produk juga memadukan batik dengan sulaman tapis, menghadirkan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar tradisi.

Perpaduan ini menghasilkan busana yang lebih Fleksibel – dapat dikenakan dalam acara formal maupun semi  formal.

Karena dikerjakan secara manual, setiap helai kain memiliki karakter unik dan tidak pernah benar-benar sama. Inilah yang menjadikan setiap produk bernilai eksklusif.

Pemberdayaan Perempuan Dan Ekonomi Daerah.

Harga satu lembar tapis dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kerumitan motif dan kualitas bahan.

Nilai tersebut tidak hanya mencerminkan keindahan Visual, tetapi juga waktu, ketelitian, dan makna yang terkandung didalamnya.

Melalui pengembangan UMKM, partisipasi dalam Pameran, serta inovasi desain, asri tapis Lampung turut berkontribusi dalammenggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Diera industri fesyen yang serba cepat, keberadaan Tapis menjadi pengingat bahwa nilai budaya dan keberlanjutan tetap relevan.

Proses pembuatannya yang mengedepankan Tekhnik manual serta penggunaan bahan alami menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan seiring dengan inovasi.

Dengan komitmen menjaga kualitas dan terus beradaptasi terhadap perkembangan jaman, Tapis Lampung tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi simbol masa depan ekonomi kreatif daerah.

Setiap helai kain yang dihasilkan bukan sekedar karya seni, ia adalah cerita tentang edintitas, perjuangan, dan harapan yang terus ditenun dari generasi ke generasi (red).

Dandim 0813 Bojonegoro Turun Langsung Temui Massa Ojol Sebelum Bergerak ke Disperinaker

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Aksi konvoi damai yang digelar Ojol Bojonegoro Bersatu pada Kamis pagi (1/5/2026) berlangsung dengan suasana yang sempat mengejutkan para peserta. Saat sekitar 50 pengemudi ojek online tengah bersiap memulai pergerakan menuju Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., tiba-tiba hadir langsung di tengah titik kumpul massa aksi.

Kehadiran Dandim yang datang tanpa agenda pemberitahuan sebelumnya sempat memunculkan tanda tanya di kalangan para driver ojol. Namun situasi yang awalnya penuh rasa penasaran perlahan mencair setelah Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto memilih berdialog secara langsung dengan para peserta aksi dan menyampaikan pesan melalui pengeras suara milik massa.

Di hadapan para pengemudi, Dandim 0813 Bojonegoro menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian aksi tetap berjalan secara tertib, damai, dan tidak mengganggu stabilitas keamanan daerah.

“Silakan menyampaikan aspirasi dengan baik, santun, dan tertib. Aspirasi adalah hak masyarakat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bersama menjaga kondusivitas Bojonegoro. Mari kita ciptakan Bojonegoro yang aman, bahagia, makmur, dan membanggakan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan masyarakat, daerah, maupun diri sendiri,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari massa aksi. Suasana yang sebelumnya sempat tegang berubah menjadi lebih tenang dan terkendali sebelum rombongan akhirnya bergerak menuju Disperinaker Bojonegoro sebagai titik awal penyampaian tuntutan.

Sementara itu, Ketua Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, akrab disapa Wio menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., di tengah massa aksi sebelum rombongan bergerak menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kehadiran Dandim menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi para pengemudi ojek online yang tengah memperjuangkan hak mereka secara damai.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Dandim yang datang langsung menemui kami. Ini menjadi bentuk perhatian yang luar biasa bagi teman-teman ojol. Kehadiran beliau membuat kami merasa didengar dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi secara baik-baik,” ujar Wio.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Dandim di lokasi sempat membuat para pengemudi terkejut, namun respons tersebut berubah menjadi rasa bangga dan senang karena sosok pimpinan TNI di Bojonegoro tersebut memilih hadir dan berdialog secara terbuka dengan massa.

“Teman-teman ojol awalnya memang kaget, tapi setelah beliau menyampaikan pesan dan berdialog langsung, kami justru merasa sangat senang. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus menenangkan suasana. Ini menunjukkan bahwa kami tidak sendiri, ada perhatian dari pimpinan daerah terhadap aspirasi yang kami perjuangkan,” tambahnya.

Wio menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga aksi tetap berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan, sebagaimana pesan yang disampaikan Dandim, agar tuntutan yang dibawa dapat diterima dengan baik oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.

Aksi yang digelar Ojol Bojonegoro Bersatu ini membawa sejumlah persoalan yang selama ini dinilai belum mendapatkan kepastian dari pemerintah daerah. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan di Disperinaker adalah terkait realisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online yang sebelumnya dijanjikan, namun hingga kini belum menunjukkan kejelasan pelaksanaan.

Usai menyampaikan aspirasi di Disperinaker, massa awalnya dijadwalkan melanjutkan aksi menuju Gedung DPRD Bojonegoro, kemudian bergerak ke Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi untuk menyuarakan persoalan terkait hak titik jemput penumpang di fasilitas publik yang selama ini masih menjadi polemik dengan keberadaan ojek pangkalan.

Namun, agenda lanjutan tersebut akhirnya dibatalkan setelah sebagian tuntutan yang disampaikan mendapat respons positif dari pihak terkait. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah persoalan titik jemput penumpang, di mana Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Welly Fritama, menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan pembangunan shelter bagi pengemudi ojek online di area Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi.

Kepada awak media, Suwito, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang dinilai telah membuka ruang dialog serta merespons aspirasi para pengemudi ojek online secara konkret.

“Alhamdulillah, akhirnya seluruh tuntutan kami bisa terealisasi. Mulai dari kepastian terkait BPJS Ketenagakerjaan, legalitas komunitas hingga komitmen ke depan untuk pembangunan shelter di Stasiun dan Terminal Bojonegoro, yang di sampaikan pak Welly. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati yang telah menerima dan menindaklanjuti aspirasi kami,” ujar Wio.

Ia menegaskan, respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi harapan baru bagi para pengemudi ojek online, khususnya dalam menciptakan kepastian kerja dan kenyamanan operasional di ruang publik. Menurutnya, hasil yang dicapai dalam aksi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi secara damai mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.(red)

Antisipasi Kejahatan Pasca May Day, Babinsa Patroli Malam Bersama Komduk

TANGERANG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mengantisipasi potensi tindak kejahatan pasca peringatan May Day, personel Babinsa 06/Cibodas dan Babinsa Koramil 03/Serpong bersama Komponen Pendukung (Komduk) melaksanakan patroli malam bersama unsur Linmas dan Mitra Jaya di wilayah teritorial Kodim 0506/Tgr, Jum’at malam (01/05/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik rawan, seperti kawasan permukiman warga, jalan sepi, serta lokasi yang dinilai rawan akan Kamtibmas

Selain itu, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Heru Susanto menjelaskan, patroli gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi antara TNI dan komponen masyarakat dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, nyaman, dalam situasi apapun termasuk pasca peringatan May Day.

“Kegiatan patroli Babinsa dan Komduk merupakan langkah preventif guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujarnya.

“Kami terus meningkatkan patroli bersama unsur Linmas dan Mitra Jaya sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas. Diharapkan dengan kehadiran aparat di lapangan, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi wilayah Kodim 0506/Tgr tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif sepanjang malam.(Nan)

May Day 2026 Sumsel Damai dan Dialogis, Kapolda Sandi Nugroho Sambut Aspirasi Buruh

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho saat menghadiri kegiatan Sarasehan dan Penyampaian Aspirasi Buruh dalam rangka peringatan May Day 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat, 1 Mei 2026, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan daerah, serta perwakilan serikat buruh dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Forum ini menjadi wadah strategis dalam menyampaikan aspirasi buruh secara langsung kepada para pemangku kebijakan, termasuk jajaran kepolisian. Pendekatan sarasehan dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih konstruktif, terbuka, dan berorientasi pada solusi dibandingkan pola penyampaian aspirasi secara konfrontatif.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa Polri hadir sebagai mitra yang mendukung percepatan penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan, tanpa mengambil alih peran institusi yang telah memiliki kewenangan utama.

“Polri hadir bukan untuk mengambil alih peran lembaga yang sudah ada, tetapi untuk membantu mempercepat penyelesaian apabila terdapat hambatan dalam proses yang berjalan. Jika terdapat kendala dalam mekanisme bipartit maupun tripartit, kami siap membantu melalui Desk Ketenagakerjaan,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Lebih lanjut, Polda Sumsel telah mengoptimalkan Desk Ketenagakerjaan yang berada di bawah fungsi reserse kriminal khusus sebagai sarana percepatan penanganan laporan dan pengaduan dari pekerja maupun serikat buruh. Langkah ini merupakan implementasi dari program Presisi Polri yang mendorong peran aktif kepolisian dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

Peringatan May Day 2026 di Sumatera Selatan yang berlangsung dalam suasana damai dan dialogis memberikan dampak positif terhadap stabilitas keamanan dan hubungan industrial. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen buruh dinilai semakin solid dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap seluruh elemen buruh yang mengedepankan dialog sebagai sarana penyampaian aspirasi.

“Polda Sumsel mengapresiasi sikap dewasa seluruh serikat buruh yang memilih jalur dialog. Ini menunjukkan bahwa Polri, pemerintah daerah, dan buruh dapat berjalan bersama sebagai mitra dalam menjaga stabilitas dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang.

Polda Sumsel memastikan bahwa Desk Ketenagakerjaan terbuka bagi seluruh pekerja yang membutuhkan bantuan percepatan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan, sebagai wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Rls/Ags).

May Day 2026, PHDI Lampung Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Stabilitas Daerah

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua Majelis Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung, Dewa Kadek Arta, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026.

Dalam keterangannya, Dewa Kadek Arta menegaskan bahwa momentum Hari Buruh harus dimaknai sebagai ajang mempererat solidaritas antar pekerja dan seluruh elemen masyarakat, bukan menjadi pemicu perpecahan.

“May Day adalah momen penting bagi para pekerja.

Namun, kami mengajak agar peringatan ini dijadikan sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas, serta disampaikan secara santun dan damai,” ujarnya.

Ia berharap peringatan May Day tahun ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja, sekaligus memperkuat iklim investasi di sektor industri di Lampung.

Menurutnya, stabilitas daerah merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik kepercayaan investor.

“Jika situasi tetap aman dan kondusif, maka dunia usaha akan berkembang, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan pekerja pun meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif maupun berita hoaks yang dapat memicu konflik sosial.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Hindari hoaks dan isu provokatif yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dewa Kadek Arta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan toleransi, serta menjadikan May Day 2026 sebagai momentum positif dalam membangun Lampung yang aman, damai, dan sejahtera.

Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesti TTKDH Provinsi Lampung, Sumarno, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan danb ketertiban menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Dalam pernyataannya, Sumarno menegaskan bahwa momentum May Day harus dijadikan sebagai sarana mempererat persatuan, bukan justru memicu potensi gangguan kamtibmas.

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya kalangan buruh, dapat menahan diri serta mengedepankan cara-cara yang lebih konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.

“May Day adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan hak dan aspirasi. Namun, kami mengajak agar hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun, melalui dialog dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban,” ujar Sumarno.

Ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat keamanan, dalam menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, kondusivitas di Lampung merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga demi keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan masyarakat.

Sumarno menambahkan bahwa dialog terbuka antara buruh, pemerintah, dan pihak perusahaan merupakan langkah yang lebih efektif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Kami percaya bahwa komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, mari kita utamakan musyawarah dan hindari tindakan yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sumarno mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

“Lampung adalah rumah kita bersama, mari kita jaga kedamaian, saling menghormati, dan tetap bersatu demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Respons Cepat Babinsa Kelurahan Campang Raya Sertu Andreswan, Genangan Air Berangsur Surut

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung pada Kamis sore (30/4) mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Kelurahan Campang Raya, Sertu Andreswan dari Koramil 410-01/PJG, dengan sigap turun ke lapangan untuk memonitor titik-titik rawan dan memastikan keselamatan warga.

Kehadiran Sertu Andreswan di tengah masyarakat menunjukkan peran aktif TNI AD dalam membantu mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Dengan curah hujan yang tinggi, saluran air/parit tidak mampu menampung debit air sehingga menimbulkan genangan setinggi rata-rata 10 sentimeter di beberapa lokasi.

“Kami segera melakukan pengecekan lapangan bersama perangkat kelurahan dan linmas. Alhamdulillah, ketika hujan reda, genangan berangsur surut. Yang terpenting, warga tetap waspada dan kami terus memantau perkembangan,” ujar Sertu Andreswan saat ditemui di lokasi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai itu dihadiri oleh Lurah Campang Raya, Ketua RT 02 Lk.2, serta anggota perlindungan masyarakat (Linmas). Adapun titik rawan genangan yang menjadi fokus utama berada di Jalan Alimudin Umar.

Danramil 410-01/PJG melalui laporan yang diterima Kodim 0410/Kota Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas respon cepat Babinsa. “Sertu Andreswan telah menunjukkan jiwa kewilayahan yang tanggap. Inilah bentuk nyata kedekatan TNI dengan rakyat, terutama dalam situasi darurat seperti banjir genangan,” ujar Dansub Koramil mewakili komando atas.

Kodim 0410/KBL mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dalam sepekan ke depan. Babinsa di semua kelurahan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan aparatur setempat untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi.

“Babinsa adalah ujung tombak kewaspadaan dini. Kecepatan informasi dan tindakan di lapangan sangat menentukan keselamatan warga,” tegas Dandim 0410/KBL dalam pesan singkat yang disampaikan melalui Kasdim.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kelurahan Campang Raya berangsur normal dan genangan air diketahui sudah mulai surut. Babinsa bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan rutin.