Danlanal Lampung Membagikan Masker untuk Mengantisipasi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bandar Lampung -(deklarasinews.com)- Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP bersama jajaran turun langsung membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aksi tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu dan abu vulkanik, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu dan abu vulkanik. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran TNI AL dalam melindungi masyarakat di wilayah Lampung.

Danlanal Lampung mengimbau warga untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi paparan abu vulkanik, menjaga kesehatan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi.

Lanal Lampung hadir dan peduli untuk melindungi masyarakat.

Polres Tanggamus Gerak Cepat Bersihkan Abu Vulkanik Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau

TANGGAMUS -(deklarasinews.com)- Polres Tanggamus bergerak cepat melakukan pembersihan abu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Kegiatan tersebut dilakukan personel Satuan Samapta dengan menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), Senin (7/9/2026).

Pembersihan dilakukan di sekitar Mako Polres Tanggamus hingga ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Penyemprotan menggunakan AWC dilakukan untuk mengurangi endapan abu vulkanik yang menempel di jalan dan fasilitas umum.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah cepat jajaran kepolisian untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat setelah terjadinya erupsi.

Selain membersihkan endapan abu, penyemprotan juga bertujuan mengurangi debu yang kembali beterbangan akibat angin maupun kendaraan yang melintas. Langkah ini diharapkan dapat menjaga jarak pandang serta mendukung keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, kepolisian terus melakukan langkah-langkah responsif di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas dapat berjalan dengan baik. Pembersihan abu vulkanik ini merupakan bentuk respons cepat jajaran di lapangan untuk mengurangi dampak erupsi terhadap masyarakat dan pengguna jalan,” ujar Yuni.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang, serta menggunakan masker apabila berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi udara berdebu, gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan,” tambahnya.

Kegiatan pembersihan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Polres Tanggamus memastikan personel tetap bersiaga untuk membantu masyarakat menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Koramil 04/Cikupa Bagikan Masker Dan Sembako Kepada Petani, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau

KAB. TANGERANG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dampak abu vulkanik akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau, Koramil 04/Cikupa, Kodim 0510/Trs melaksanakan program “Jaga Jakarta On The Spot” melakukan pembagian masker dan Sembako kepada para petani sayur mayur di Kampung Talaga, Desa Talaga Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, Senin (07/09/206).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Mayor Cke Sutisna Danramil 04/Cikupa di dampingi para Babinsa anggota Koramil 04/Cikupa. Dalam kegiatan tersebut, Danramil Cikupa bersama Babinsa langsung membagikan masker dan Sembako sebanyak 50 paket kepada para petani, ratusan masker disiapkan dan dibagikan sebagai bentuk langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan debu atau abu vulkanik yang berpotensi terbawa angin hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.

Selain membagikan masker dan Sembako, Danramil 04/Cikupa Mayor Cke Sutisna juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.

“Saya himbau Masyarakat untuk memperhatikan informasi dan imbauan resmi dari instansi berwenang serta menggunakan masker apabila kondisi lingkungan terdampak debu atau abu vulkanik,” ujar Mayor Cke Sutisna Danramil 04/Cikupa.

Sutisna juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Koramil 04/Cikupa dalam melaksanakan komunikasi sosial sekaligus memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi dampak bencana alam.

“Pembagian masker dan Sembako ini merupakan langkah preventif untuk membantu masyarakat, khususnya para kelompok tani binaan Koramil 04/Cikupa, agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih aman apabila terjadi paparan abu atau debu vulkanik,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan apabila terjadi penyebaran abu vulkanik.

Antusiasme masyarakat terlihat saat menerima masker dan Sembako dukungan dari PT. Subafood Pangan Jaya yang dibagikan oleh personel Koramil. Melalui kegiatan Komsos tersebut, Koramil 04/Cikupa menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama.

Kodim 0510/Trs melalui jajaran Koramil akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas Anak Gunung Krakatau,” ucapnya.

Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Korem 043/Gatam Bagikan Masker dan Bersihkan Sekolah di Metro

METRO -(deklarasinews.com)- Menyikapi dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat Kota Metro, Lampung. Sejumlah langkah konkret dilakukan, mulai dari pembagian masker hingga gotong royong membersihkan fasilitas umum, Senin (7/9/2026).

Tampak sejumlah prajurit Korem 043/Gatam tersebar di titik-titik keramaian seperti kawasan pasar dan persimpangan lampu merah. Mereka secara aktif membagikan masker kepada pedagang, pengendara, serta warga yang sedang beraktivitas.

Selain memberikan bantuan fisik, personel juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap tenang namun waspada. Warga dihimbau untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara terasa berdebu akibat paparan abu vulkanik.

Danrem 043/Gatam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian TNI terhadap keselamatan warga.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara berdebu,” ujar Danrem dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pengerahan personel juga difokuskan untuk membersihkan fasilitas umum agar aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman.

Prioritas Lokasi Ramai

Kasi Ops Kasrem 043/Gatam menjelaskan bahwa distribusi masker diprioritaskan di area dengan mobilitas tinggi. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan perlindungan bagi sebanyak mungkin warga.

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu memberikan perlindungan. Masker kami bagikan di pasar dan lampu merah karena di lokasi tersebut mobilitas warga cukup tinggi,” jelasnya.

Tak hanya berhenti di pembagian masker, para prajurit juga terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih. Bersama elemen masyarakat, mereka bergotong royong menyapu debu dan abu vulkanik yang menempel di lingkungan sekolah dan tempat ibadah.

Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak sekolah dan jemaah ibadah dapat beraktivitas dalam lingkungan yang lebih higienis dan sehat.

“Kami juga membantu membersihkan sekolah dan tempat ibadah agar anak-anak dan jemaah dapat beraktivitas dengan lebih aman, bersih, dan nyaman,” tambah Kasi Ops.

Imbauan Tetap Waspada

Kolonel Inf A. Wakhid Dedy Setiawan, Kasi Ops Kasrem 043/Gatam, kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan tanpa disertai kepanikan. Ia menekankan peran informasi resmi dalam menghadapi situasi ini.

“Gunakan masker apabila kondisi udara berdebu atau terdapat paparan abu vulkanik. Yang paling penting, ikuti terus informasi serta arahan resmi dari instansi yang berwenang,” pesannya.

Hingga berita ini diturunkan, Korem 043/Gatam berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi. Mereka akan berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat kali ini bukan sekadar simbolis, melainkan bukti nyata upaya bersama dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan warga Kota Metro di tengah ancaman bencana alam.

Lima Tahun Terungkap, Polda Sumsel Bongkar Kasus Pembunuhan Dua Bersaudara di Banyuasin

BANYUASIN -(deklarasinews.com)- Kepolisian Resor Banyuasin jajaran Polda Sumatera Selatan mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap dua bersaudara di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Pengungkapan ini menjadi titik terang setelah keberadaan kedua korban yang dilaporkan hilang sejak 2021 akhirnya terungkap melalui penemuan kerangka manusia dan rangka sepeda motor pada Minggu, 6 September 2026.

Kedua korban diketahui berinisial RM (18) dan AM (13), kakak-beradik yang dilaporkan hilang setelah berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor pada Rabu, 27 Oktober 2021. Sejak sore hari, keluarga kehilangan kontak dengan keduanya dan telah melakukan pencarian secara mandiri, namun keberadaan korban tidak ditemukan.

Titik terang kasus tersebut muncul ketika seorang warga yang sedang mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, menemukan rangka sepeda motor di dalam sebuah parit. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat.

Ketua RT yang menindaklanjuti informasi tersebut kemudian memeriksa sebuah rumah kosong yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan rangka sepeda motor. Di dalam rumah kosong tersebut ditemukan kerangka manusia. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Talang Kelapa untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., kemudian memerintahkan Kapolsek Talang Kelapa AKP Mukhlis, S.H., M.H., bersama Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Shandy Kharisma, S.T., M.H., untuk memimpin proses penyelidikan. Tim opsnal yang dipimpin Panit 3 Reskrim IPDA Joko Prakoso, S.H., bergerak melakukan pendalaman guna mengidentifikasi korban serta mengungkap pihak yang diduga terlibat.

Dari hasil penyelidikan dan pengembangan keterangan, polisi berhasil mengidentifikasi tersangka pertama berinisial RS (27). Tersangka kemudian ditangkap di wilayah Kenten, Kecamatan Talang Kelapa.

Pengembangan berikutnya mengarah kepada tersangka kedua berinisial AD alias D (25). Tim opsnal kemudian menangkap tersangka tersebut di kawasan Sungai Sedapat, Kecamatan Talang Kelapa. Kedua tersangka selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut, di antaranya perlengkapan dan seragam sekolah milik kedua korban, dua tas berisi buku pelajaran, sepatu, serta sejumlah perhiasan berupa kalung, gelang dan cincin. Rangka sepeda motor yang diduga digunakan korban saat berangkat sekolah turut diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa jajaran Polres Banyuasin terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan peran masing-masing tersangka. Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban setelah kasus tersebut belum menemukan titik terang selama bertahun-tahun.

Kedua tersangka diproses atas sangkaan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 KUHP atau pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 KUHP. Penyidik masih terus mendalami motif serta peran masing-masing tersangka dalam peristiwa tersebut.

Pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumatera Selatan bersama Polres Banyuasin tetap memberikan perhatian terhadap perkara yang belum terselesaikan dan terus melakukan pendalaman berdasarkan setiap informasi serta temuan baru yang diperoleh di lapangan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menuntaskan setiap perkara sesuai fakta dan alat bukti yang ditemukan dalam proses penyidikan.

“Jajaran Polda Sumsel akan terus mengusut setiap bentuk kejahatan, termasuk perkara yang sudah berlangsung cukup lama. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap aktif menjaga kamtibmas dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” ujar Nandang.

Saat ini proses hukum terhadap kedua tersangka terus berjalan. Penyidik melakukan pemberkasan dan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum sesuai tahapan hukum yang berlaku, sementara pendalaman terhadap motif dan peran masing-masing tersangka masih dilakukan.

Polda Sumatera Selatan memastikan proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti. Pengungkapan kasus ini diharapkan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat. (Rls/Ags).

Langgar Kode Etik Dua Personel Polres Pagar Alam Di-PTDH

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)- Polres Pagar Alam melaksanakan pembacaan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personel Polres Pagar Alam. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Pagar Alam Kompol M. Roy Zulisirin, S.H., M.H., sebagai bagian dari pelaksanaan keputusan pimpinan sekaligus bentuk komitmen institusi dalam menegakkan disiplin dan kode etik profesi.

Dalam kegiatan tersebut, dibacakan keputusan PTDH terhadap personel berinisial Bripka ES dan Briptu WP. Berdasarkan Keputusan Kapolda Sumatera Selatan Nomor KEP/376/VII/2026, Bripka ES diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Polri terhitung mulai tanggal 31 Juli 2026. Sementara berdasarkan Keputusan Kapolda Sumatera Selatan Nomor KEP/377/VII/2026, Briptu WP juga diberhentikan tidak dengan hormat terhitung mulai tanggal yang sama.

Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses penegakan aturan yang berlaku di lingkungan Polri. Dalam keputusan Kapolda Sumatera Selatan, PTDH terhadap Bripka ES merujuk pada Pasal 13 ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003 juncto ketentuan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Polri.

Sedangkan terhadap Briptu WP, keputusan PTDH juga merujuk pada Pasal 13 ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003 juncto ketentuan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Polri, sebagaimana tercantum dalam keputusan Kapolda Sumatera Selatan.

Wakapolres Pagar Alam Kompol M. Roy Zulisirin, S.H., M.H. menegaskan, “Pelaksanaan PTDH ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga marwah, integritas dan profesionalisme Polri. Setiap anggota Polri dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi aturan, disiplin dan kode etik profesi serta menjaga nama baik institusi dalam setiap pelaksanaan tugas. Jadikan hal ini sebagai pembelajaran bagi seluruh personel agar semakin disiplin, bertanggung jawab dan profesional dalam menjalankan tugas.”

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Riyanto, S.E., M.M. menyampaikan bahwa Polres Pagar Alam akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat (**#)

Antisipasi Karhutla, Tim Penyuluh Kodim 0421/LS Dari Mabes TNI Tinjau Perkebunan PTPN I Regional VII Kebun Kedaton

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Peninjauan Penyuluh Karhutla wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan melaksanakan peninjauan sekaligus koordinasi di Perkebunan PTPN I Regional VII Kebun Kedaton, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (8/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus memperkuat koordinasi antara tim penyuluh, pihak perkebunan, pemerintah kecamatan, dan unsur TNI dalam upaya pencegahan karhutla.

Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan koordinasi terkait rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan karhutla yang akan digelar di wilayah perkebunan PTPN I Regional VII Kebun Kedaton.

Rombongan Tim Peninjau terdiri dari Kolonel Adm Muhammad Sukirno, Kolonel Kes Heru, Letkol Laut (PM) Arie Tiyanto, Manager PTPN I Regional VII, Asisten Umum, Camat Tanjung Bintang, Kapten Inf Khaerudin, Kapten Inf Rahmat Hidayat, Kapten Inf Tarekat, Pasi Ops Kodim 0421/LS, serta Tim BKO.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi lintas sektor guna meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan perkebunan.

Melalui kegiatan penyuluhan nantinya, masyarakat maupun pengelola lahan diharapkan semakin memahami bahaya karhutla serta pentingnya melakukan pencegahan secara bersama-sama.

Kegiatan peninjauan dan koordinasi berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk terus memperkuat langkah pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

 

Brimob Polda Lampung Kerahkan Unit AWC Guna Kurangi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Personel Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung melaksanakan aksi cepat tanggap dengan melakukan penyemprotan jalan menggunakan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) pada Senin (7/9/2026). Langkah strategis ini diambil guna meminimalisir dampak sebaran abu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti sejumlah ruas jalan protokol di wilayah hukum Polda Lampung.

Kegiatan pembersihan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB yang diawali dengan apel pengecekan personel serta perlengkapan di bawah pimpinan Wadanki Iptu Nondang N Sinabang. Setelah seluruh kesiapan dipastikan mantap, unit AWC langsung dikerahkan untuk menyisir jalanan yang terdampak debu vulkanik guna memastikan jalur transportasi utama kembali bersih dan aman bagi masyarakat.

Adapun rute penyemprotan meliputi area strategis yang dimulai dari Markas Komando (Mako) Batalyon, melintasi Jalan Soekarno Hatta, menuju Jalan Ryacudu arah Mapolda Lampung, hingga akhirnya berputar kembali ke titik awal. Fokus utama petugas adalah membersihkan lapisan abu vulkanik yang menebal di permukaan aspal, karena kondisi tersebut berpotensi mengganggu pernapasan warga serta membahayakan keselamatan pengendara akibat jalan yang menjadi licin dan berdebu.

Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung Kompol Yonny Kamuda menyampaikan bahwa pengerahan unit AWC ini merupakan bentuk nyata kehadiran Brimob di tengah masyarakat dalam situasi tanggap bencana. Pihaknya menegaskan bahwa upaya mitigasi sperti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas publik dan memastikan kesehatan warga tetap terjaga dari paparan partikel abu vulkanik yang berbahaya.

Keseluruhan kegiatan penyemprotan dilaporkan berjalan dengan aman dan lancar hingga selesai. Melalui aksi ini, diharapkan kualitas udara di sepanjang jalur utama Kota Bandar Lampung dapat segera membaik, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kesehatan masyarakat akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dapat ditekan seminimal mungkin.

Polda Sumsel Salurkan Logistik Pemadam X-Fire untuk Penanganan Karhutla

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Bagops Brimob Polda Sumsel mendistribusikan 100 jerigen cairan formula pemadam api khusus jenis X-Fire atau Cross Fire kepada 11 polres jajaran untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Mako Satbrimob Polda Sumsel, Senin (7/9/2026). Cairan X-Fire atau Cross Fire merupakan bahan campuran air untuk pemadaman api yang sebelumnya telah melalui proses pengujian oleh Aslog Mabes Polri sebelum diproduksi dalam skala besar dan didistribusikan ke polda serta polres jajaran.

Distribusi dilakukan langsung oleh KabagOps Brimob Polda Sumsel. Sebanyak 50 jerigen disalurkan untuk Sabhara, sedangkan 50 jerigen lainnya didistribusikan kepada 10 polres jajaran.

Rinciannya, Polres OKU menerima empat jerigen, Polres OKI enam jerigen, Polres Ogan Ilir enam jerigen, Polrestabes Palembang empat jerigen, Polres Banyuasin enam jerigen, Polres Musi Banyuasin enam jerigen, Polres OKU Timur empat jerigen, Polres Muara Enim enam jerigen, Polres Prabumulih empat jerigen, dan Polres Lahat empat jerigen.

Distribusi logistik tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional penanganan karhutla di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan. Sarana pemadaman itu digunakan untuk mendukung efektivitas personel di lapangan dalam menangani titik-titik api.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pendistribusian logistik tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel memperkuat kesiapsiagaan operasional penanggulangan karhutla di daerah.

“Dukungan sarana dan prasarana pemadaman yang telah teruji kualitasnya ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas serta efektivitas personel di lapangan. Kami memastikan seluruh jajaran terus siaga dan bergerak cepat dalam menanggulangi setiap potensi titik api guna melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya. (Rls/Ags).

 

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Kapolda Lampung Instruksikan Pembagian Masker ke Warga

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Polda Lampung memperkuat mitigasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dengan membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilaksanakan jajaran Polres Lampung Tengah, termasuk seluruh Polsek, dengan menyasar pengguna jalan di Jalan Lintas Tengah Sumatera, depan Mapolres Lampung Tengah, Minggu (6/9/2026).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Lampung sejak Sabtu (5/9/2026) malam, setelah aktivitas erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik mulai berdampak terhadap masyarakat.

“Bapak Kapolda telah menginstruksikan jajaran sejak Sabtu malam untuk melakukan langkah mitigasi, salah satunya membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,” kata Yuni, Senin (7/9/2026).

Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti jajaran kewilayahan dengan membagikan masker sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap abu vulkanik.

Tak hanya personel Polri, Bhayangkari juga turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka membagikan masker kepada PNPP serta masyarakat pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap langkah mitigasi dampak erupsi.

“Bhayangkari juga ikut bergerak membantu pembagian masker kepada PNPP dan masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik,” ujar Yuni.

Menurut Yuni, penggunaan masker menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan masyarakat, terutama ketika berada di luar ruangan atau di wilayah yang terdampak sebaran abu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Bila tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara terdampak abu,” katanya.

Yuni menegaskan, jajaran Polda Lampung akan terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat langkah mitigasi sesuai kondisi di lapangan.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat. Kami tidak ingin masyarakat panik, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan dan imbauan dari instansi berwenang harus dipatuhi,” tegasnya.

Abu Vulkanik Meluas

Sementara itu, aktivitas Anak Krakatau masih menjadi perhatian setelah abu vulkanik dilaporkan menyebar hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Kondisi tersebut menjadi alasan jajaran kepolisian terus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri, khususnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Yuni kembali meminta masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan Anak Krakatau dari sumber resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, gunakan masker dan ikuti informasi resmi. Jika ada perkembangan atau perubahan situasi, jajaran akan menyampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.