Logistik Cinta dan Ketulusan Hati Warga, Tercipta di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Deru mesin pengaduk semen dan hantaman material besi di Dusun Mundu Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tidak terdengar gersang.

Di sela-sela debu semen pembangunan jalan cor beton program TMMD ke- 129 tahun 2026, ada tawa yang renyah dan aroma kopi hangat yang menyerbak.

Program percepatan pembangunan infrastruktur yang merata, dan berkelanjutan ini nyatanya tidak sekadar meletakkan batu dan semen di atas tanah.

Lebih dari itu, TMMD ke- 129 tahun ini berhasil merajut kembali rajutan mulia yang mulai langka di era modern yaitu gotong royong dan kemanunggalan yang lahir murni dari hati.

Setiap hari, lokasi proyek jalan beton ini selalu berubah menjadi panggung kehangatan. Tanpa ada instruksi, tanpa ada kertas jadwal yang ditempel di mading desa, warga Dusun Mundu bergantian datang.

Ada yang membawa teko berisi kopi hitam pekat, es teh manis yang menyegarkan, aneka jajanan pasar, hingga sebungkus nasi hangat.

Makanan dan minuman itu, digelar di atas pembatas beton yang baru jadi. Di sanalah, para personel Satgas TMMD dan warga melepas lelah bersama.

Duduk setara, mengobrol, dan menikmati hidangan sederhana yang terasa sangat mewah karena dibumbui rasa syukur.

Kepala Dusun Mundu, Hariyono, yang setia mengawal warganya di lokasi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Antusiasme ini adalah sinyal tak terbantahkan bahwa jalan yang sedang dibangun adalah impian yang sudah lama dinanti.

Menurut Haryono, setiap hari selalu ada warga yang datang mengantar kopi, es, jajanan bahkan nasi. Mereka datang bergantian tanpa harus diminta.

“Hari ini saja ada tujuh orang yang mengantar makanan. Ini menunjukkan masyarakat Dusun Mundu sangat senang dan mendukung penuh pembangunan jalan melalui TMMD,” ungkap Hariyono, Rabu (29/7/2026).

Bagi Hariyono, kebersamaan ini adalah investasi sosial yang mahal. Ia berharap, setelah beton-beton jalan ini mengeras dan program TMMD usai, semangat saling bantu antarwarga ini tidak akan pernah luntur.

Bagi warga setempat, memberi makanan dan minuman bukanlah sebuah beban, melainkan utang budi yang coba dibayar dengan ketulusan.

Seperti yang dikatakan, Panidi, seorang warga RT.017 RW.008 Dusun Mundu, berjalan kaki menuju lokasi kerja hanya untuk mengantarkan beberapa gelas kopi dan camilan.

“Saya bersyukur ada kegiatan TMMD di desa kami. Apa yang saya antar ini hanya sebagian kecil dari rasa terima kasih saya kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja membangun jalan untuk masyarakat,” tutur Panidi tulus.

Bagi para petani dan warga Dusun Mundu, akses jalan yang layak ini merupakan urat nadi perekonomian.

Mengirimkan segelas kopi, adalah cara terjujur mereka untuk mengapresiasi peluh keringat para prajurit TNI yang sedang membuka akses jalan menuju kesejahteraan desa mereka.

Perhatian kecil dari warga ini ternyata berdampak besar bagi mental para prajurit.

Sementara itu, Dan SST-2 SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu M. Syarif, mengakui bahwa keramahan warga Dusun Mundu adalah obat lelah paling mujarab bagi personelnya.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Dusun Mundu. Dukungan berupa makanan, minuman maupun semangat yang diberikan warga menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan jalan beton dengan hasil terbaik. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membangun desa,” tegas Peltu M. Syarif.

Ketika proyek ini selesai, Dusun Mundu tidak hanya akan memiliki jalan beton yang kokoh sepanjang sekian meter untuk memperlancar transportasi ekonomi.

Lebih dari itu, jalan cor beton tersebut akan menjadi saksi bisu sebuah cerita humanis tentang bagaimana pertahanan terbaik bangsa yaitu kedekatan TNI dan rakyat dirawat melalui secangkir kopi dan sepotong jajanan pasar.

Cerita persaudaraan yang indah ini, dipastikan akan terus mengakar di sanubari warga Kedungadem dalam waktu yang sangat lama.

Sentuhan Humanis Satgas TMMD 129 Bojonegoro: Rajutan Asa Baru di Dinding Rumah Ibu Tini

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Deru mesin adukan semen dan ketukan sendok semen pada dinding bata ringan memecah keheningan Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Terlihat, di dalam sebuah bangunan yang sedang bersolek, tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam loreng tampak bahu-bahu bekerja

Satu personel di antaranya berdiri di atas perancah kayu, dengan cekatan meratakan semen pada dinding komunal yang mulai halus.

Mereka adalah personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 Kodim 0813 Bojonegoro.

Hari itu, misi mereka bukan di medan laga, melainkan merajut asa dan membangun dinding masa depan bagi Ibu Tini (52), seorang warga kurang mampu yang kini menjadi pusat perhatian dan kasih sayang korps loreng tersebut.

Program peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang digulirkan di Desa Kesongo ini perlahan namun pasti mengubah wajah hunian Ibu Tini.

Rumah yang dulunya rentan dan membutuhkan banyak perbaikan, kini bertransformasi menjadi bangunan kokoh yang menjanjikan kenyamanan.

Bagi Ibu Tini, kehadiran para prajurit TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di rumahnya bak sebuah mimpi di siang bolong.

Dengan mata berkaca-kaca penuh keharuan, ia tidak henti-hentinya mengucap syukur menyaksikan setiap jengkal rumahnya yang kini berubah drastis.

Ia mengaku sangat senang dan bersyukur, serta mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan warga yang telah membantu memperbaiki rumahnya.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami menjadi jauh lebih baik. Terima kasih, bapak-bapak TNI yang sudah bantu memperbaiki rumah saya,” tutur Ibu Tini, Rabu (29/7/2026).

Menurut ibu Tini, bantuan itu bukan sekadar perbaikan struktur bangunan fisik. Bagi keluarga kecilnya, setiap tumpukan bata ringan dan polesan semen dari tangan-tangan kekar prajurit tersebut adalah simbol hadirnya harapan baru untuk hidup yang lebih layak dan bermartabat.

Di lokasi pengerjaan rehabilitasi RTLH ini, peluh yang bercucuran di dahi para prajurit tidak menyurutkan semangat mereka.

Prada Servasius Nyaman Ndao, salah satu anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang terlibat langsung dalam pembangunan, menjelaskan, proses rehabilitasi rumah Ibu Tini berjalan sangat positif dan sesuai dengan target yang dicanangkan.

“Saya juga ikut senang bisa terlibat membantu Ibu Tini. Saat ini progres pekerjaan renovasi rumahnya, sudah sekitar 70 persen. Tinggal menyelesaikan plester lantai, pemasangan keramik, dan jendela agar rumah segera selesai,” jelasnya.

Melihat dinding-dinding yang sudah berdiri tegak, sisa pekerjaan kini berfokus pada detail interior dan fungsionalitas agar rumah tersebut benar-benar siap, aman, dan nyaman untuk segera ditempati oleh Ibu Tini beserta keluarga.

Rehabilitasi RTLH pada program TMMD ke- 129 di Kabupaten Bojonegoro ini menjadi bukti otentik bahwa TNI selalu hadir di baris terdepan dalam mengatasi kesulitan rakyat.

Kehadiran para prajurit TNI di pelosok desa tidak hanya mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang merata, tetapi juga mengidupkan kembali roh asli bangsa Indonesia yakni gotong royong.

Melalui kedekatan humanis dan kerja nyata di lapangan, TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah sekadar slogan di atas kertas.

Di Desa Kesongo, sinergi ini telah menjelma menjadi fondasi kokoh, jendela ruang tamu yang hangat, dan lantai yang bersih bagi kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

TMMD 129 Bojonegoro: TNI Membangun Infrastruktur, Sekaligus Menanam Karakter

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)-  Keceriaan memancar dari wajah Alfian Dimas Winata (11), saat melangkah memasuki halaman sekolahnya di SD Negeri Kesongo 1, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Siswa kelas V ini tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya melihat ruang kelas tempatnya menimba ilmu kini tampak jauh lebih kokoh, rapi, dan nyaman.

Perubahan besar ini merupakan buah manis dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 program kolaborasi TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan masyarakat.

Program terpadu lintas sektoral yang dipusatkan di Desa Kesongo ini membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur desa, tetapi juga menyentuh hati dan masa depan generasi penerus bangsa melalui sektor pendidikan.

Bagi Alfian dan kawan-kawannya, kehadiran para personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di sekolah mereka memberikan warna baru yang sangat berkesan.

Di sela-sela kesibukan merehabilitasi ruang kelas yang sebelumnya rusak, para prajurit TNI ini meluangkan waktu untuk berinteraksi erat dengan para siswa.

Lebih dari sekadar memperbaiki atap dan dinding yang rapuh, para tentara yang ramah ini juga turun langsung ke lapangan untuk mengajarkan tata upacara bendera dan pelatihan baris-berbaris (PBB).

Uniknya, latihan yang biasanya terkesan kaku justru dikemas dengan suasana yang menyenangkan, penuh tawa, dan keakraban, tanpa menghilangkan nilai-nilai kedisiplinan.

“Saya senang sekali ruangan sekolah diperbaiki oleh bapak-bapak TNI yang sangat ramah. Terima kasih karena sekolah kami jadi lebih bagus dan nyaman untuk belajar,” ungkap Alfian, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi kelas yang baru ini melecut semangat dan motivasinya bersama teman-teman untuk belajar lebih giat.

Mereka juga berkomitmen untuk menjaga bangunan tersebut bersama-sama agar tetap awet hingga dapat digunakan oleh adik-adik kelas mereka kelak.

Apresiasi mendalam turut mengalir dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Menurutnya, langkah TNI bersama Pemkab Bojonegoro yang memasukkan fasilitas pendidikan ke dalam sasaran fisik TMMD adalah sebuah investasi kemanusiaan yang sangat bernilai.

“Kami atas nama Pemdes Kesongo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI. Rehabilitasi SD Negeri Kesongo 1 ini adalah manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh anak-anak kami. Ini adalah fondasi penting untuk melahirkan generasi emas yang lebih berkualitas dari desa ini,” ujar Kusnadi penuh syukur.

Rehabilitasi 4 ruang kelas di SD Negeri Kesongo 1 ini menjadi bagian integral dari serangkaian sasaran fisik program yang mengusung tema ‘TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa’.

Selain merehabilitasi 4 ruang kelas gedung sekolah, kemanunggalan TNI dan warga di Desa Kesongo juga diwujudkan melalui pembangunan jalan beton untuk kelancaran akses ekonomi, pembuatan sistem drainase guna mencegah genangan air.

Peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) bagi warga prasejahtera, penyediaan sumur bor untuk sumber air bersih komunal, serta penyuluhan sosial dan kesehatan bagi masyarakat luas.

Melalui pendekatan yang humanis, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro berhasil membuktikan bahwa esensi sejati dari program ini bukan sekadar mengaduk semen atau menyusun bata.

Jauh di dalam setiap jengkal pembangunan fisik tersebut, ada semangat gotong royong yang dihidupkan kembali dan benih-benih nasionalisme yang ditanamkan ke dalam sanubari anak-anak desa.

Kini, dengan ruang kelas baru yang representatif dan cerita inspiratif dari para prajurit loreng, siswa-siswi SD Negeri Kesongo 1 siap melangkah lebih mantap demi menggapai cita-cita mereka untuk bangsa.

Sinergi Satgas TMMD 129 dan DPMD Bojonegoro ‘Upgrade’ Peran Kader Posyandu Lewat Bimtek 6 SPM

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya soal adukan semen, jalan beton, atau perbaikan rumah warga. Lebih dari itu, TMMD juga menyentuh aspek vital pembangunan manusia di garis terdepan.

Melalui kolaborasi hangat antara Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, puluhan kader Posyandu di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, dibekali wawasan baru lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung guyub di Balai Desa Kesongo ini menegaskan satu hal bahwa peran Posyandu di era modern kini telah bertransformasi pesat.

Jika dulu Posyandu identik dengan penimbangan balita dan pemberian imunisasi, kini fungsinya jauh lebih luas.

Mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu 6 SPM yang mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, hingga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).

Bendahara Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro dari DPMD, Eka Endang Sri Riyanti, memaparkan betapa pentingnya peran kader sebagai garda terdepan desa.

“Posyandu sekarang menjadi mitra pemerintah desa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Tugas kader tak hanya memantau tumbuh kembang anak, tetapi juga ikut mengedukasi PAUD, mendata rumah tidak layak huni, mengawal sanitasi dan air bersih, hingga menjangkau warga rentan penerima bantuan sosial,” jelas Eka.

Tak kalah penting, Eka mengingatkan peran vital kader dalam menekan angka stunting melalui edukasi gizi seimbang.

Bahkan, ia menyelipkan imbauan humanis bagi para ibu agar membiasakan anak makan tanpa ketergantungan pada gawai (gadget).

Di balik program non-fisik ini, ada cerita dedikasi yang menyentuh hati dari para prajurit TNI. Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, tak hanya bertugas mengawal jalannya penyuluhan TMMD yang berlangsung pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus tersebut.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, Lettu Ckm Purnomo, membuka pintu layanannya setiap hari untuk mengobati warga desa tanpa dipungut biaya. Lansia yang rentan menjadi tamu langganannya setiap hari.

“Saya bersyukur bisa membantu masyarakat selama bertugas di Desa Kesongo. Apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan tidak bisa datang ke lokasi, kami siap mendatangi rumah warga langsung (door to door),” ungkap Purnomo tulus.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya atas pengabdian tiada henti para kader serta dukungan dari TNI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (DPMD).

Di tengah ramainya Desa Kesongo yang kini juga menjadi lokasi TMMD dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa, ia berharap momentum ini memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Tugas kader saat ini semakin kompleks, namun Pemerintah Desa akan terus memberikan dukungan. Kami mengimbau para kader untuk terus aktif berkoordinasi jika menemukan persoalan kesehatan di lapangan,” harap Kusnadi.

Melalui Bimtek Posyandu 6 SPM ini, TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro membuktikan komitmennya bahwa membangun desa bukan sekadar menghadirkan fisik jalan yang mulus, melainkan melatih dan memberdayakan manusia di dalamnya agar pelayanan publik desa tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Berantas Narkoba, Seorang Pria Dengan 35 Saset Sabu Diamankan

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Polres Morowali kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Morowali. Seorang pria berhasil diamankan Satresnarkoba atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika golongan I jenis sabu di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali. Rabu (29/7/2026)

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., melalui Kasat Narkoba Polres Morowali, IPTU Lukman, S.H., M.H., mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil tindak lanjut cepat atas informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian dikembangkan melalui serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan secara intensif. Dari hasil penyelidikan tersebut, kami berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku inisial I, ( 25 Thn ) beserta barang bukti berupa 35 ( tiga puluh lima ) saset narkotika jenis sabu dengan berat bruto 13,94 gram, serta sejumlah barang bukti lainnya,” ujar IPTU Lukman

Ia menegaskan, Satresnarkoba Polres Morowali akan terus berkomitmen melakukan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Morowali, Melalui penindakan yang tegas serta langkah-langkah pencegahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Polres Morowali berkomitmen unruk memberantas peredaran narkotika jenis sabu, Kami juga mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah diberikan dan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi sekecil apapun kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam mewujudkan Kabupaten Morowali yang aman dan bebas dari peredaran narkoba,” tutup kasat narkoba

Adapun barang bukti yang diamankan :

1). 35 (tiga puluh lima) saset narkotika jenis sabu dengan berat Bruto 13,94 gram.

2). 1 (satu) unit Handphone android

Merk Oppo warna hitam

3). 1 (satu) buah wadah plastik berwarna merah

4). 1 (satu) buah dompet kecil berwarna hitam coklat

  1. ⁠1 (satu) buah timbangan berwrana hitam

6). 1 (satu) buah alat hisab shabu jenis bong

7). 1 (satu) buah pirex

Pasal yang dipersangkakan yakni

Pasal 609 Ayat (2) huruf a undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHPidana dan/atau Pasal 114 ayat (2) undang-undang RI tahun 2009 tentang narkotika

Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Morowali guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Rpdm

 

Simak Detail Ketegasan Pangdam XXI/RI Terhadap Narkoba dan Street Crime

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Komitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah kembali ditegaskan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) dengan menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika dan senjata api ilegal di Lapangan Polda Lampung, Rabu (29/7/2026). Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten ini menjadi representasi sinergi TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat langkah nyata memberantas peredaran narkoba serta menekan berbagai bentuk kejahatan jalanan demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat.

Di sela kegiatan, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan dukungan penuh Kodam XXI/Radin Inten terhadap kebijakan pemerintah dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi prajurit TNI yang terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika merupakan pelanggaran serius yang tidak hanya mencoreng kehormatan institusi, tetapi juga merusak moral keprajuritan serta berpotensi mengancam keamanan nasional. Dan setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain pemberantasan narkotika, Pangdam juga menegaskan komitmen Kodam XXI/Radin Inten dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif melalui patroli rutin di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terhadap aksi street crime, seperti begal, perampokan, pencurian dengan kekerasan, dan berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.

Patroli tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan oleh satuan jajaran Kodam XXI/Radin Inten sebagai langkah preventif sekaligus bentuk nyata kehadiran TNI dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

Pangdam XXI/Radin Inten turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan kepada aparat TNI maupun aparat keamanan terdekat apabila mengetahui atau menemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Ditegaskannya bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, termasuk menjaga keamanan lingkungan dari ancaman narkoba dan kejahatan jalanan.

Melalui sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kodam XXI/Radin Inten optimistis upaya pemberantasan narkotika dan penanggulangan street crime  dapat berjalan semakin efektif sehingga stabilitas keamanan di wilayah Lampung dan Bengkulu tetap terjaga demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain didampingi Asintel Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., S.T., M.Tr. (Han), Danpomdam XXI/RI Kolonel Cpm David Medion, S.I.P., M.H.I., dan Kapendam XXI/RI Letkol Inf Ranoviandy Chairul, S.Sos., M.M., M.Han., turut hadir juga bersama Pangdam XXI/RI dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Kabinda Lampung Suryono, S.S., Jaksa Fungsional Kejati Lampung, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Lampung,  Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Danlanud Pangeran M. Bun Yamin dan Danbrigif 4 Mar/BS.

 

Pangkalan TNI AL Lampung Hadir untuk Masyarakat Pesisir Melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mempererat Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat maritim sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kodaeral III, Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Dermaga Bom, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (30/7).

Kegiatan bakti sosial diwujudkan melalui penyerahan paket sembako kepada masyarakat pesisir sebagai bentuk kepedulian TNI AL terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, kegiatan bakti kesehatan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada masyarakat maritim, penjaga pantai, dan para siswa di wilayah Kalianda, Lampung Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Selatan beserta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh agama serta tokoh masyrakat yang menunjukkan sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan serta kualitas kesehatan masyarakat.

Komandan Lanal Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP. berharap dapat terus memperkuat kemanunggalan TNI AL dengan rakyat, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir melalui aksi sosial dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

 

Sambut HUT RI ke-81, Personel Koramil 1311-09/Bahodopi Laksanakan Pembenahan Pangkalan

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, personel Koramil 1311-09/Bahodopi yang dipimpin langsung oleh Danramil Kapten Inf. Amiruddin melaksanakan kegiatan pembenahan pangkalan di Makoramil 1311-09/Bahodopi, Kamis (30/07/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pembersihan lingkungan, penataan fasilitas pangkalan, serta perawatan area sekitar markas guna menciptakan suasana yang bersih, rapi, dan nyaman.

Danramil 1311-09/Bahodopi Kapten Inf. Amiruddin mengatakan bahwa pembenahan pangkalan merupakan salah satu bentuk kesiapan dan semangat personel Koramil dalam menyambut peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air dalam menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia,” ujar Danramil.

Selain untuk memperindah lingkungan, kegiatan pembenahan pangkalan juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kebersihan tempat kerja sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari para prajurit.

Dengan semangat kemerdekaan, seluruh personel Koramil 1311-09/Bahodopi berkomitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Rpdm

Satuan Brimob Polda Lampung Amankan Pemusnahan Ratusan Senjata Api Rakitan dan Amunisi Serahan Masyarakat

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Lampung melaksanakan pengamanan  pemusnahan barang bukti berupa ratusan pucuk senjata api dan amunisi hasil penyerahan sukarela dari masyarakat di Mapolda Lampung pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan wilayah yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah guna meminimalisir penyalahgunaan senjata api ilegal di tengah masyarakat.

Proses pemusnahan ini melibatkan personel ahli dari Detasemen Gegana di bawah pimpinan Iptu Posler Sitanggang Sebelum proses penghancuran dilakukan, tim teknis melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap unit senjata untuk memastikan keamanan teknis serta menjamin tidak ada amunisi yang tersisa di dalam silinder maupun magasin. Adapun total barang bukti yang dimusnahkan secara fisik terdiri dari 140 pucuk senjata api laras pendek, 26 pucuk senjata api laras panjang, serta 114 butir amunisi berbagai kaliber.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung, di antaranya Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, serta Panglima Kodam Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sienturi. Kehadiran para pucuk pimpinan ini menegaskan sinergitas yang kuat antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Provinsi Lampung melalui tindakan preventif dan pemusnahan alat negara yang berbahaya.

Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso melalui Danden Gegana yang turut hadir mendampingi Kompol Sonep, menyatakan bahwa pelaksanaan pemusnahan ini telah sesuai dengan prosedur operasional standar dan didasari oleh surat perintah resmi. Pihaknya menegaskan bahwa setiap barang bukti yang dihancurkan dipastikan sudah dalam kondisi tidak dapat digunakan kembali demi menjamin rasa aman bagi publik. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang secara sadar dan sukarela menyerahkan senjata api tersebut kepada pihak berwajib.

Melalui kegiatan ini, Polda Lampung berharap angka kriminalitas yang melibatkan penggunaan senjata api rakitan dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. Selain itu, pemusnahan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas mengenai bahaya kepemilikan senjata api ilegal serta mendorong peran aktif warga dalam menjaga ketertiban lingkungan demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Lampung.

Menembus Terik Kedungadem: Saat Personel Satgas TMMD 129 Bojonegoro Merajut Harapan Mbah Samijan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sinar matahari siang itu terasa begitu menyengat di atas langit Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Namun, gumpalan hawa panas yang membakar kulit tak sedikit pun menyurutkan langkah prajurit TNI. Di atas kerangka atap yang belum rampung, tawa tipis dan peluh beradu dengan derap kerja cepat.

Pada Selasa (28/7/2026), suasana di RT.013 RW.006 tampak berbeda. Sejumlah anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro sibuk bahu-membahu dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Salah satu rumah yang tengah dikebut pengerjaannya adalah milik Mbah Samijan (71), warga setempat yang sudah lama merindukan hunian yang kokoh dan aman.

Dengan kehati-hatian tinggi, para personel TNI memanjat dan menyusun genteng satu demi satu. Kerja sama yang padu terlihat jelas saat prajurit di bawah dengan sigap menyerahkan kepingan genteng kepada rekannya yang bersiaga di atap.

Tak ada keluh, hanya komitmen agar atap penjelang hujan dan peneduh dari terik itu segera rampung.

Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) menjadi fokus utama timnya demi kenyamanan warga.

“Panas matahari bukan menjadi penghalang bagi anggota Satgas. Kami tetap bekerja maksimal agar seluruh sasaran RTLH dapat selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujar Lettu Ckm Purnomo dengan mantap.

Bagi Mbah Samijan, pemandangan para prajurit berseragam loreng yang bekerja tanpa kenal lelah di atas rumahnya menghadirkan rasa haru yang mendalam.

Ia mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas uluran tangan yang diterimanya.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Meski cuaca sangat panas, mereka tetap semangat bekerja. Semoga semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” tutur Samijan dengan suara bergetar menahan haru.

Melalui program TMMD ke-129 ini, TNI tidak sekadar merenovasi tembok bata ringan atau menyusun genteng tua.

Lebih dari itu, setiap helai keringat yang menetes di Desa Kesongo adalah bukti nyata hadirnya TNI di tengah kesulitan rakyat menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar jargon, melainkan ikatan nyata yang menghadirkan senyum dan harapan baru.