Patroli Malam Kodim 0506/Tangerang Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan

TANGERANG -(deklarasinews.com)– Kodim 0506/Tangerang kembali menggelar patroli malam sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di wilayah binaan. Kegiatan  tersebut melibatkan personel Koramil 02/Batuceper dan Koramil 03/Serpong. Kamis malam (30/7/2026).

Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Herru Santoso mengatakan Patroli malam dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan rasa aman melalui kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 0506/Tangerang dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif melalui patroli rutin dan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat, tegasnya.(Nan)

Dalam Hitungan Jam, Polisi Berhasil Ungkap ABG Pelaku Curas

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Tim URC Satreskrim Polres Lampung Selatan dan  Polsek Kalianda berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang disertai aksi penusukan terhadap seorang perempuan di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Pelaku yang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH) berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc. membenarkan pengungkapan tersebut. Ia mengatakan, pelaku berinisial P.G. alias D. (15), warga Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil diamankan pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB setelah tim gabungan melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan korban dan para saksi.

“Pelaku berhasil kami identifikasi dari ciri-ciri yang disampaikan saksi, kemudian tim bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Saat diperiksa, pelaku mengakui seluruh perbuatannya,” ujar Stefanus.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 01.30 WIB di rumah LM, warga Way Muli, Kecamatan Rajabasa. Saat itu pelaku diduga masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok belakang. Namun aksinya dipergoki korban ketika hendak menuju kamar mandi.

Korban yang menyadari keberadaan pelaku langsung berteriak meminta pertolongan. Panik karena aksinya diketahui, pelaku kemudian menyerang korban menggunakan sebilah pisau. “

“Korban mengalami satu luka tusuk di dada kiri, satu luka tusuk di punggung kiri, tiga luka sayatan di tangan kanan, serta empat luka tusuk di bagian kepala sebelah kanan. Akibat luka-luka tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda.”kata Stefanus.

Dengan bantuan masyarakat, pelaku akhirnya berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Rajabasa pada sore hari. Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan disertai penusukan terhadap korban.

“Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau bergagang kayu, satu potong daster warna hijau toska milik korban yang terdapat bercak darah, serta satu potong jaket warna putih kombinasi hijau milik korban yang juga terdapat bercak darah. ,” tegas Stefanus.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Karena pelaku masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH), proses penyidikan dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). (*/Cak Ton)

Timsus Anti Narkoba Polres Asahan Bongkar Jaringan Sabu, 63,67 Gram Disita

KISARAN -(deklarasinews.com)- Gencar memberantas peredaran gelap narkotika, Tim Khusus (Timsus) Anti Narkoba Polres Asahan kembali mencatatkan keberhasilan. Satu orang tersangka berinisial Z.A.P. (42) alias A diamankan di Jalan Kuini, Lingkungan I, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kamis (30/7/2026).

Penangkapan bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas transaksi narkotika di salah satu rumah warga setempat. Berdasarkan informasi itu, tim yang dipimpin Ipda Kameda segera turun melakukan penyelidikan. Saat tiba di lokasi, petugas langsung mendapati pergerakan yang mencurigakan, sehingga segera melakukan penyergapan terhadap pria yang berada di teras rumah.

Penggeledahan yang dilakukan petugas membuahkan hasil signifikan. Ditemukan 38 plastik klip kecil dan 2 plastik klip berukuran sedang berisi sabu dengan berat keseluruhan mencapai 63,67 gram. Selain itu, turut diamankan uang tunai Rp1.590.000, timbangan digital, pipet skop, plastik klip kosong, serta meja kayu yang diduga digunakan untuk mengemas barang haram tersebut.

Kasat Reserse Narkoba Polres Asahan, AKP Gunawan Effendi, S.H., menyebutkan bahwa dalam pemeriksaan awal pelaku mengakui kepemilikan barang bukti serta uang tunai yang merupakan hasil transaksi. Namun demikian, pihaknya masih menggali lebih dalam keterangan tersebut guna melengkapi berkas perkara.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke kantor Satres Narkoba Polres Asahan untuk penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga berjanji tidak akan berhenti sampai membedah jaringan yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi kewaspadaan warga. Sinergi seperti inilah yang sangat kami butuhkan untuk menciptakan Asahan yang benar-benar bersih dari narkoba. Kami mengimbau masyarakat jangan ragu melapor jika melihat hal yang mencurigakan,” tegas Gunawan Effendi, Jumat (7/8/2026).(Doni)

 

Disambut Hangat Forkopimda Pagar Alam, Kapolda Perkuat Sinergi dalam Suasana Penuh Keakraban

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. bersama Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. serta para Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan tiba di Kota Pagar Alam pada Rabu malam, 29 Juli 2026. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Walikota H. Ludi Oliansyah, ST, Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., Wali Kota Pagar Alam, Ketua DPRD Kota Pagar Alam, Pabung, Kejaksaan, dan unsur Forkopimda lainnya di Villa Seganti Setungguan, kawasan Gunung Dempo.

Di Villa Seganti Setungguan, Kapolda Sumsel dan Wakapolda Sumsel melaksanakan pertemuan santai bersama jajaran Forkopimda Kota Pagar Alam. Dalam suasana penuh keakraban, berbagai hal dibahas, mulai dari situasi kamtibmas, sinergi antarlembaga, hingga potensi wisata dan pembangunan yang dimiliki Kota Pagar Alam.

Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan menuju Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam. Sesampainya di lokasi, Kapolda Sumsel dan Wakapolda Sumsel disambut hangat oleh Wali Kota Pagar Alam beserta istri dan jajaran Forkopimda. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, sambutan Wali Kota yang memaparkan potensi Kota Pagar Alam sebagai daerah wisata dan pertanian, serta jamuan makan malam bersama.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pagar Alam dan Forkopimda. Menurutnya, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan bahwa “kunjungan Kapolda Sumsel dan Wakapolda Sumsel menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Polda Sumatera Selatan, Polres Pagar Alam, Pemerintah Kota Pagar Alam, dan Forkopimda demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif”.

Kasi Humas Polres Pagar Alam AKP Yohan Wiranata, S.H. menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB berlangsung aman, tertib, dan lancar. Setelah agenda di Rumah Dinas Wali Kota selesai, Kapolda Sumsel beserta rombongan kembali menuju Villa Seganti Setungguan untuk melanjutkan agenda selanjutnya. (*)

TMMD 129 Bojonegoro: Satgas dan Warga Kompak Rehab Rumah Mbah Kardo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Nuansa gotong royong kental terasa di Dusun Bekatul RT.014 RW.007, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

Satgas TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga bahu-membahu dalam pekerjaan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) milik Mbah Kardo (86).

Rehabilitasi ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, Satgas TMMD dan warga tidak hanya menyumbangkan tenaga, namun juga semangat kebersamaan yang tinggi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya TMMD ini. Rumah Mbah Kardo yang sebelumnya tidak layak huni, sekarang sedang direhab agar menjadi lebih nyaman dan sehat,” ujar Kusnan, warga Dusun Bekatul.

Rehabilitasi rumah Mbah Kardo mencakup perbaikan dinding, atap, lantai, dan pembuatan sanitasi yang memadai.

Dengan kerja keras Satgas TMMD dan warga, pengerjaan rehabilitasi ditargetkan selesai tepat waktu sehingga Mbah Kardo dapat segera menikmati hunian yang lebih layak.

Rehabilitasi RTLH merupakan wujud kepedulian TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terhadap kesejahteraan warga, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Melalui program TMMD, TNI untuk membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan meningkatkan pembangunan di pedesaan.

TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini juga mencakup berbagai sasaran fisik lainnya, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan sarana prasarana umum lainnya.

Selain itu, terdapat juga sasaran non-fisik, seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pembinaan mental spiritual.

“TMMD ini merupakan bukti nyata sinergitas antara TNI dan rakyat dalam membangun bangsa. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Kesongo dan sekitarnya,” kata Lettu Ckm Purnomo, Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. Melalui TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, diharapkan nilai-nilai gotong royong ini semakin kuat dan terpatri dalam sanubari setiap elemen masyarakat.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di wilayah pedesaan melalui sinergitas antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Hadirkan Harapan Baru: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Poloskan Dinding Rumah Ibu Jasmiati

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Dinding-dinding bata ringan (hebel) yang tadinya dingin dan tak beraturan kini perlahan berganti rupa.

Di bawah jemari teliti para prajurit TNI, lapisan pelamir dihaluskan dengan cermat.

Langkah kecil ini bukan sekadar urusan estetika tukang bangunan, melainkan simbol hadirnya kenyamanan dan harapan baru bagi Ibu Jasmiati (48), warga RT.009 RW.003, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pemandangan hangat tersebut mewarnai pelaksanaan program peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) dalam ajang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar di Desa Kesongo, Kamis (30/7/2026).

Memasuki tahap akhir pengerjaan, para personel Satgas TMMD tampak sigap meratakan lapisan pelamir ke seluruh sudut permukaan dinding.

Ketelitian menjadi kunci agar saat tahap pengecatan dimulai nanti, hasilnya tak hanya rapi dipandang mata, tetapi juga kokoh serta tahan lama menghadapi cuaca.

Tak berhenti di situ, beberapa anggota prajurit lainnya bersama warga tampak bergotong-royong mengaduk adonan semen dan memasang keramik lantai.

Begitu polesan cat dasar mulai melapis dinding, kesan suram dan rapuh seketika sirna. Rumah sederhana tersebut kini mulai memancarkan aura yang lebih bersih, cerah, dan hangat.

Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa dalam setiap tahapan rehabilitasi, kualitas pengerjaan selalu menjadi prioritas utama.

TNI ingin memastikan rumah yang diperbaiki benar-benar aman dan layak untuk dihuni dalam jangka panjang.

“Tahap pelamiran ini merupakan bagian penting sebelum proses pengecatan dimulai. Kami tidak ingin sekadar mengejar target waktu selesai cepat, tetapi juga mengutamakan hasil yang berkualitas tinggi. Kami ingin rumah ini benar-benar memberikan kenyamanan dan rasa aman yang layak bagi pemiliknya,” tegasnya.

Sentuhan kepedulian prajurit loreng ini disambut haru oleh sang pemilik rumah, Ibu Jasmiati. Matanya berkaca-kaca menatap hunian impiannya yang kini hampir rampung secara keseluruhan.

“Saya sangat bersyukur dan tidak sanggup berkata apa-apa lagi selain mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak-bapak TNI Satgas TMMD. Mereka bekerja luar biasa dari pagi sampai sore tanpa lelah. Rumah saya yang tadinya kurang layak, sekarang jadi begitu bagus dan nyaman,” tutur Ibu Jasmiati penuh haru.

Program RTLH yang menjadi bagian integral dari TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro ini menjadi bukti nyata hadirnya kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Lewat tetesan keringat, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial, TNI tidak hanya merenovasi bangunan fisik, tetapi juga membangun kembali asa dan kualitas hidup masyarakat di pelosok desa.

Senyum Ceria Anak-Anak Kesongo, Menyusuri Jalan Baru Hasil TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Tawa riang anak-anak sekolah mengudara di sepanjang jalan cor beton Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo Kabupaten Bojonegoro.

Dengan balutan seragam olahraga hijau-kuning dan sepeda yang mereka kayuh penuh semangat, wajah-wajah polos itu kini memancarkan kebahagiaan tanpa beban.

Tidak ada lagi ketakutan terpeleset, atau sepeda mogok akibat jalan berdebu dan berlubang yang dulu menjadi pemandangan sehari-hari.

Semua berkat rampungnya pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di wilayah Bojonegoro.

Jalan yang dulunya merupakan akses paving banyak yang rusak, berbatu dan terjal kini telah bertransformasi menjadi lintasan cor beton yang kokoh dan mulus.

Perubahan ini membawa dampak nyata yang langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari harus mengandalkan akses tersebut untuk menuntut ilmu.

Bagi anak-anak Dusun Kedungpandan, jalan baru ini bukan sekadar hamparan beton semen. Ini adalah “jalan impian” yang membuat perjalanan pergi dan pulang sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Terlihat empat anak sekolah melintasi jalan beton baru tersebut dengan gembira. Ada yang mengayuh sepeda kecil berkeranjang pink, ada pula yang berboncengan di atas sepeda lipat sembari mengacungkan jempol sebuah simbol kepuasan sederhana atas perubahan besar di dusun mereka.

“Dulu kalau lewat sini jalannya susah, apalagi kalau musim hujan licin sekali. Sekarang jalannya sudah bagus, mulus, naik sepeda ke sekolah jadi lebih cepat dan tidak takut jatuh lagi,” ungkap Fajar, dengan senyum lebar, Rabu (29/7/2026).

Dampak dari program TMMD ke-129 tahun anggaran 2026 di Desa Kesongo ini tidak hanya mengukir senyum di wajah anak-anak, tetapi juga membawa angin segar bagi perekonomian warga Desa Kesongo.

Pembangunan infrastruktur jalan ini mempermudah mobilitas hasil pertanian, memperlancar akses layanan kesehatan, serta mempercepat konektivitas antardesa.

Akses jalan yang memadai adalah kunci utama kesejahteraan. Kolaborasi manunggal antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan semangat gotong royong warga setempat terbukti berhasil menghadirkan solusi nyata bagi wilayah yang membutuhkan.

Jalan cor beton di Dusun Kedungpandan kini berdiri bukan hanya sebagai fisik bangunan, melainkan sebagai fondasi harapan baru.

Di atas beton yang kokoh inilah, masa depan anak-anak Desa Kesongo dikayuh semakin mantap menuju cita-cita yang lebih tinggi.

TMMD 129 Bojonegoro: Setitik Air, Harapan Baru Petani Tembakau Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah naungan langit terik pertengahan musim kemarau, deretan hijau daun tembakau di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, menyajikan pemandangan yang menyimbolkan ketangguhan sekaligus kecemasan.

Bagi masyarakat setempat, tembakau bukan sekadar komoditas tanam, melainkan “daun emas” penyambung napas ekonomi keluarga.

Namun, di balik hijaunya dedaunan muda itu, tersimpan rintihan klasik petani pedesaan, dahaga air yang saban tahun mengancam produktivitas.

Persoalan krusial inilah yang menggugah perhatian Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Di sela-sela agenda peninjauan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, perwira menengah berpangkat dua melati tersebut tak segan melangkahkan kakinya menyusuri pematang sawah.

Didampingi Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto membongkokkan badan, memeriksa langsung helaian daun tembakau muda serta kondisi struktur tanah yang mulai mengering.

Kunjungan yang hangat dan tanpa sekat ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap langsung keluh kesah para pahlawan pangan lokal.

Dalam perbincangan akrab di tepi petakan sawah, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, membeberkan realita pahit yang kerap dialami warganya.

Menurut Kusnadi, siklus kemarau selalu menjadi periode paling krusial bagi para petani tembakau di Dusun Bekatul.

Saat masa tanam membutuhkan pasokan air yang stabil untuk menjaga kelembapan tanah, debit air sumur dangkal warga justru merosot tajam.

“Keterbatasan pasokan air bersih dan irigasi menjadi kendala paling berat yang langsung berdampak pada penurunan produktivitas serta kualitas panen tembakau warga kami,” ujar Kusnadi, Rabu (29/7/2026)

Menjawab kekhawatiran masyarakat, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menegaskan bahwa program TMMD ke-129 hadir bukan sekadar membawa proyek fisik seremonial, melainkan solusi konkret atas problem fundamental warga.

Salah satu sasaran fisik prioritas yang tengah digarap adalah pembangunan sarana sumur bor.

Dandim menjelaskan, keberadaan sumur bor ini dirancang secara terpadu untuk memberikan manfaat ganda (double impact), menjamin ketersediaan air bersih harian bagi pemukiman warga sekaligus memasok kebutuhan irigasi lahan pertanian di saat kemarau melanda.

“Semoga dengan adanya sumur bor dari Program TMMD ini nantinya dapat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menunjang produktivitas lahan pertanian,” ujar Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur air bersih merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di pedesaan.

Dengan ketersediaan pasokan air yang memadai, hasil pertanian diyakini akan meningkat sehingga mampu mendorong kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.

Perhatian dan kehadiran langsung Komandan Kodim 0813 Bojonegoro menorehkan kesan mendalam di hati warga.

Kusnadi mengaku bangga atas sikap humanis kepemimpinan TNI yang mau turun langsung merangkul dan mendengarkan aspirasi masyarakat bawah.

“Kami merasa sangat bangga dan tersanjung. Bapak Dandim tidak hanya meninjau bangunan fisik dari kejauhan, tetapi mau turun langsung ke tanah sawah, meraba daun tembakau kami, dan mendengarkan suara hati petani.

Tembakau adalah tulang punggung keluarga di sini. Perhatian ini menjadi bahan bakar semangat baru bagi warga untuk terus meningkatkan hasil pertanian,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Kunjungan tersebut ditutup dengan raut wajah optimis dari para petani Dusun Bekatul.

Bagi masyarakat Desa Kesongo, hadirnya pembangunan sumur bor program TMMD ke-129 bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan hadirnya oase kehidupan.

Hal itu bukti nyata bahwa kolaborasi kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menyirami dahaga pembangunan, dan menumbuhkan kesejahteraan dari pelosok desa.

TMMD 129 Bojonegoro: Srikandi Kesongo Bikin Olahan Pisang Jadi “Renjana” Renyah

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik deru alat berat yang meratakan jalan dan palu yang menempa bangunan fisik, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menyisipkan sentuhan humanis yang tak kalah “membangun.”

Di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, geliat pembangunan itu terasa berbeda—penuh canda tawa, aroma khas, dan gelora kreativitas ibu-ibu PKK yang sedang “diuji nyali” mengolah potensi lokal.

Pada Selasa (28/7/2026), fokus TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, beralih sejenak dari semen dan batu menuju peningkatan kapasitas manusia.

Bukti nyatanya adalah pelatihan dan praktik pembuatan keripik pisang, sebuah langkah strategis untuk memberdayakan ekonomi rumah tangga desa.

Kodim 0813 Bojonegoro tidak “main-main” dalam kegiatan nonfisik ini; mereka menghadirkan langsung “Ratu Olahan” dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih, atau yang akrab disapa Bu Kristin Gading.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mengiris pisang. Bu Kristin membedah tuntas “anatomis” keripik pisang bermutu, mulai dari seleksi bahan baku berkualitas tinggi, memilih pisang yang pas tingkat kematangannya, hingga teknik pengolahan yang krusial.

Rahasia di balik renyah yang sempurna namun tidak berminyak, serta metode pengemasan yang estetis, higienis, dan memiliki nilai jual di pasar digital dibagikan tanpa sisa.

Suasana Balai Desa berubah menjadi laboratorium kewirausahaan yang hangat. Para peserta tidak hanya duduk manis sebagai penyimak.

Mereka para Srikandi Desa Kesongoterlibat langsung. Tangan-tangan mereka lincah mempraktikkan teori, mendiskusikan teknik pengupasan, bertukar kiat lama, dan mencoba setiap tahapan produksi dengan bimbingan ketat namun ramah dari Bu Kristin.

Tidak ada sekat, hanya semangat untuk belajar dan berkembang. Targetnya jelas, mengubah pisang yang selama ini hanya dijual mentah atau dikonsumsi sederhana, menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menjadi pilar pendapatan baru bagi keluarga.

Desa Kesongo punya pisang yang melimpah, yang mereka butuhkan adalah “sentuhan tangan” kreatif ini.

“TMMD bukan hanya membangun jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga membangun manusianya,” tegas Lettu Ckm Purnomo, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bagi Purnomo, tolak ukur keberhasilan TMMD bukan sekadar bangunan fisik yang selesai, melainkan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat pasca-kegiatan fisik usai.

Melalui pelatihan ini, harapan lahirnya unit-unit UMKM baru di Desa Kesongo menjadi semakin nyata.

Pakar kuliner, Bu Kristin, juga memberikan perspektif penuh harap. “Potensi pisang di desa ini sangat besar. Jika diolah dengan teknik yang benar dan dikemas secara menarik, keripik pisang memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia juga memberikan tantangan kepada peserta untuk tidak berhenti di sini. “Teruslah berinovasi dengan varian rasa, tingkatkan kualitas, dan mulailah memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tambanya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro dan P4S Bu Kristin atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini.

“Harapan kami, keterampilan ini benar-benar diterapkan sehingga mampu melahirkan UMKM baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadikan keripik pisang sebagai salah satu produk unggulan Desa Kesongo,” kata Kusandi.

Pelatihan pembuatan keripik pisang ini adalah bukti bahwa program TMMD hadir dengan visi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, TMMD mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Dengan bekal keterampilan ini, Ibu-Ibu PKK Desa Kesongo kini bukan lagi sekadar penonton pembangunan, melainkan aktor utama motor penggerak ekonomi mikro.

Ke depan, ‘renjana’ renyah dari Desa Kesongo diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi mampu menjadi identitas produk unggulan desa yang berdaya saing tinggi dan, yang terpenting, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro membuktikan, pembangunan fisik dan pembangunan manusia bisa dan harus berjalan seiring.

TMMD 129 Bojonegoro: Hadirkan Senyum Kebahagiaan Mbah Kasiman

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Garis-garis keriput di wajah Mbah Kasiman (70), tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaan yang membuncah dari matanya.

Warga RT.020 RW.008 Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro ini tak pernah menyangka, di usia senjanya, ia bakal menyaksikan rumah yang puluhan tahun dihuninya bertransformasi menjadi hunian yang kokoh, bersih, dan nyaman.

Perubahan besar dalam hidup Mbah Kasiman, merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan oleh Kodim 0813 Bojonegoro.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo, tak hanya berfokus pada pembangunan fisik makro seperti pengaspalan dan perbaikan jalan desa.

Lebih dari itu, program ini merangkul sisi humanis masyarakat melalui rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Rumah Mbah Kasiman yang dulunya memprihatinkan, dan rentan bocor kini disulap oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat yang bahu-membahu secara gotong royong.

Dinding yang kini rapi dipelester serta lantai keramik yang bersih menaungi masa tua Mbah Kasiman dengan rasa aman dan hangat.

“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu membangun rumah saya. Dulu rumah ini kondisinya kurang layak, sekarang menjadi jauh lebih baik. Program ini sangat membantu masyarakat kecil seperti saya,” ungkap Mbah Kasiman, Rabu (29/7/2026).

Dampak positif TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini juga dirasakan betul oleh pemerintah desa setempat. Kepala Dusun Mundu, Hariono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0813 Bojonegoro beserta seluruh Satgas yang bertugas.

“Program TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain pembangunan jalan yang mempermudah akses ekonomi dan mobilitas masyarakat, program RTLH ini sangat membantu warga kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang layak. Kami mengucapkan terima kasih mendalam kepada TNI yang telah bekerja keras membangun desa kami,” papar Hariono.

Sementara itu, Dan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Melalui program RTLH ini, kami berharap masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih layak, aman, dan sehat. TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun harapan. Semangat gotong royong antara TNI dan warga adalah kunci utama keberhasilan seluruh sasaran TMMD,” tegas Letda Inf Ady Yuniarto.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo terus bergerak dinamis menyinergikan kekuatan TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.

Berbagai sasaran fisik maupun non-fisik digarap terpadu guna mengakselerasi pembangunan desa sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bagi Mbah Kasiman dan keluarga, hadirnya Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bukan sekadar proyek perbaikan bangunan biasa, melainkan simpul kasih sayang dan awal dari lembaran kehidupan baru yang lebih layak dan bermartabat.