Hidupkan Asa dari Gemericik Air: Satgas TMMD 129 Kodim Bojonegoro Bangun Sumur Bor untuk Masa Depan Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari yang menyengat di kawasan pedesaan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tawa dan peluh menyatu, Kamis (30/7/2026).

Sejumlah prajurit TNI bersama warga bahu-membahu menancapkan pipa, memutar kunci teknis, dan memastikan setiap sambungan mesin penyedot air terpasang sempurna.

Pemandangan hangat ini menjadi bukti nyata hadirnya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Bukan sekadar mengejar target fisik semata, TMMD kali ini menghadirkan “kehidupan baru” melalui pembangunan sumur bor di kawasan rest area Desa Kesongo.

Pembangunan sarana air bersih ini tercatat sebagai over prestasi sasaran fisik yang dirancang khusus untuk menyentuh langsung nadi kehidupan dan perekonomian warga lokal.

Lokasi sumur bor ini dipilih secara strategis, yakni berada tepat di kawasan rest area yang berbatasan langsung dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kesongo.

Selama ini, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga, tempat singgah pengguna jalan, hingga wadah bagi para pelaku UMKM desa untuk berkembang.

Namun, tanpa ketersediaan air bersih yang memadai, sebuah fasilitas umum ibarat jantung tanpa aliran darah.

Kehadiran sumur bor ini menjadi kunci agar seluruh potensi infrastruktur yang telah terbangun dapat beroperasi maksimal dan memberikan kenyamanan penuh bagi setiap pengunjung maupun pedagang kecil setempat.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan, setiap tetes air dari sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian TNI yang berorientasi pada kemanfaatan jangka panjang.

“Sumur bor ini kami bangun agar kebutuhan dasar air bersih di kawasan rest area dapat terpenuhi secara mandiri. Ketika pasokan air memadai, fasilitas pendukung lainnya bisa difungsikan secara optimal. Dampaknya bukan hanya kenyamanan singgah, tetapi juga geliat ekonomi warga dan pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya di sini,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela pengerjaan.

Langkah responsif Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi mendalam dari pemerintah desa serta masyarakat Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi Kusnadi dan warganya, keberadaan sumur bor ini adalah dorongan besar bagi kemandirian Desa Kesongo.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro. Sumur bor ini adalah penunjang vital bagi operasional kawasan rest area dan KDKMP Kesongo. Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu kita dalam jangka panjang,” ungkap Kusnadi penuh haru.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo memang tidak hanya berfokus pada pengerasan jalan, pembuatan drainase, atau rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi bukti holistiknya pendekatan TNI dalam membangun desa.

Melalui gemericik air bersih yang kini siap mengalir dari sumur bor rest area Kesongo, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan jati dirinya, hadir mengabdi, merawat asa, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dari pelosok desa secara berkelanjutan.

Lewat Smes dan Sorak Sorai: TMMD 129 Bojonegoro Hidupkan Kebersamaan di Desa Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Cahaya matahari sore yang hangat memayungi lapangan tanah di depan Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

Suara debukan bola voli yang dipukul kencang beradu dengan riuh sorak-sorai warga yang memadati pinggir lapangan.

Semarak pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tak hanya cerita tentang deru mesin, adukan semen, atau pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga kisah hangat tentang kebersamaan warga.

Melalui turnamen bola voli antardusun yang digelar setiap sore, Desa Kesongo mendadak punya panggung hiburan baru yang selalu dinanti.

Tim-tim terbaik dari seluruh dusun tampil penuh semangat, menghadirkan pertandingan kompetitif sekaligus syarat akan nilai sportivitas.

Di tengah riuhnya suasana, para prajurit TNI dan warga membaur tanpa sekat. Ada yang bermain mengenakan kaos olahraga bermotif loreng khas TNI, ada pula pemuda desa yang tampil enerjik.

Di tepi lapangan, berdiri Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, dengan ban lengan merahnya yang khas, memantau jalannya pertandingan sembari tersenyum melihat antusiasme masyarakat.

Bagi warga setempat, turnamen ini bukan sekadar urusan menang atau kalah. Huda, salah seorang warga Desa Kesongo, mengaku hampir tak pernah absen menonton setiap sore.

“Setiap sore saya datang menonton karena pertandingannya seru. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, turnamen ini juga membuat warga semakin kompak dan suasana desa menjadi lebih hidup,” ungkap Huda dengan wajah sumringah.

Bagi Huda dan warga lainnya, kehadiran turnamen ini membawa warna baru di sela rutinitas harian.

Lapangan Balai Desa menjadi titik kumpul hangat yang mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai dusun yang sebelumnya mungkin jarang bertegur sapa.

Lettu Ckm Purnomo menegaskan bahwa kegiatan olahraga ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD ke-129 untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui turnamen ini kami berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga mampu memperkuat persatuan dan semangat gotong royong yang menjadi tujuan utama TMMD,” ujar Lettu Ckm Purnomo di sela-sela tugas pengawasannya.

Di saat pengerjaan fisik seperti pembukaan jalan, rehabilitasi rumah tak layak huni, hingga pembangunan drainase terus berjalan cepat, kegiatan olahraga ini hadir memberi napas kehangatan.

TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa membangun desa bukan hanya tentang menata tanah dan batu, melainkan juga merajut rasa kekeluargaan, merawat kebahagiaan, dan memperkokoh persatuan warga.

TMMD 129 Bojonegoro: Perkuat Benteng Hukum dan Kesejahteraan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan desa sejatinya tak hanya merawat jalan, membangun jembatan, atau memoles fasilitas umum.

Di balik deru alat berat, ada benteng lain yang tak kalah krusial untuk diperkuat, yaitu kesadaran hukum dan pemahaman masyarakat demi keberlangsungan pembangunan itu sendiri.

Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan program terpadu lintas sektoral TMMD ke- 129 Tahun 2026 di Desa Kesongo Kecamtan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro gelar sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang cukai di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kamis (30/7/2026).

Mendatangkan lintas instansi mulai dari Bea Cukai Bojonegoro, Bappeda, Forkopimcam Kedungadem, hingga jajaran TNI dan Polri, kegiatan ini berfokus mengedukasi warga agar paham betul akan bahaya rokok ilegal sekaligus tergerak menjaga ekosistem ekonomi daerahnya.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Bojonegoro, Yoppy Rahmat Wijaya, menegaskan pentingnya edukasi ini agar warga tak mudah tergiur harga murah yang ditawarkan sales tidak jelas.

Pemahaman mendasar tentang perbedaan rokok legal dan ilegal menjadi kunci agar warga tidak terjebak dalam rantai pelanggaran hukum.

Hal senada ditekankan Camat Kedungadem, Sahlan. Mengingat Kedungadem merupakan salah satu wilayah lumbung tembakau terbesar di Bojonegoro, keberadaan industri tembakau yang legal adalah urat nadi perekonomian lokal.

“Kami imbau pemilik toko dan warung lebih selektif. Jangan tergiur tawaran rokok murah tanpa pita cukai. Selain itu, mari jaga etika dengan tidak menjual rokok kepada anak-anak serta menjauhkan asap rokok dari balita dan ibu hamil,” imbau Sahlan.

Di tengah atmosfer musim kemarau, Sahlan juga menyisipkan pesan humanis agar warga senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran lahan akibat pembakaran sampah yang sembarangan.

Dari perspektif pertahanan dan keamanan, Bati Tuud Koramil 0813/08 Kedungadem Peltu Lasuri (mewakili Danramil), menjelaskan bahwa cukai adalah instrumen penting negara dalam mengendalikan barang-barang tertentu.

“Beli rokok ilegal, bukan sekadar merugikan penerimaan negara, tetapi juga membahayakan kesehatan karena produknya tidak melalui kontrol kualitas,” ucapnya.

Dukungan juga mengalir dari Kapolsek Kedungadem AKP Mat Suiswanto yang mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif, baik dalam mematuhi hukum maupun saling menghargai sesama warga demi mewujudkan lingkungan yang sehat.

Menurut Kapolsek Kedungadem, masih banyak warga yang belum menyadari ke mana perginya uang cukai yang dikumpulkan negara.

Kasubag Keuangan Bappeda Bojonegoro, Umi Rahmawati, membeberkan nyata kebermanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“DBHCHT itu kembali lagi ke panjenengan semua. Mulai dari pembiayaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pembangunan jalan usaha tani, sumur pertanian, pelatihan keterampilan, hingga BLT bagi buruh pabrik rokok dan kegiatan edukasi seperti hari ini,” terang Umi.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bojonegoro, Deby Qosim, memaparkan secara rinci bentuk pelanggaran cukai: tanpa pita cukai (polos), pita cukai palsu, pita cukai bekas, atau penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan.

Ciri utamanya sangat mudah dikenali yakni harganya sangat murah, kemasannya sederhana, dan menggunakan merek yang tidak lazim.

“Pelanggaran di bidang cukai memiliki sanksi tegas, yakni ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda berlipat. Dampaknya merembet ke mana-mana: merugikan negara, merugikan petani tembakau lokal, hingga memangkas anggaran pembangunan daerah,” tegas Deby.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Ia menyampaikan apresiasi mendalam karena warganya terutama para pemilik warung kini mendapatkan pembekalan hukum yang sangat berharga.

Lewat paduan pembangunan fisik dan edukasi hukum pada TMMD ke-129 ini, Desa Kesongo tak hanya berbenah secara tampilan, namun juga semakin kokoh secara mandiri, sadar hukum, dan siap mendukung pembangunan Bojonegoro yang berkelanjutan.

Gelak Tawa Anak-Anak di Atas Jalan Mulus TMMD 129 Bojonegoro: Merangkul Harapan di Pelosok Desa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Gelak tawa dan langkah kaki mungil meramaikan sore di Dusun Kedungpandan Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro

Senyum sumringah terpancar jelas dari wajah anak-anak setempat, saat mereka berjalan santai berdampingan dengan anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Menariknya, keceriaan tersebut berlangsung di atas jalan cor beton yang baru saja selesai dibangun oleh prajurit TNI bersama masyarakat setempat.

Jalan yang dulunya sulit dilalui kini telah bertransformasi menjadi akses yang mulus, kokoh, dan nyaman.

Dengan merangkul pundak para remaja desa tersebut, prajurit TNI tampak begitu hangat dan menyatu tanpa sekat.

Momen kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik semata, tetapi juga merajut kemanunggalan TNI dengan rakyat hingga ke pelosok desa.

Personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Simon Kirene Lanbeka, mengungkapkan, pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter ini merupakan langkah strategis untuk membuka isolasi wilayah dan mempermudah mobilitas warga masyarakat.

“Pembangunan jalan beton ini dilakukan untuk memperlancar jalur transportasi warga dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Jalan baru ini juga memberikan dampak positif bagi anak-anak desa,” ucapnya, Kamis (30/7/2026).

Kini, mereka memiliki akses jalan yang aman dan nyaman untuk berangkat sekolah, bermain, maupun beraktivitas sehari-hari tanpa perlu khawatir dengan kubangan lumpur di musim hujan.

Kehadiran para prajurit TNI yang humanis dan ramah ini memberikan kesan mendalam, serta inspirasi tersendiri bagi anak-anak Dusun Kedungpandan.

Di atas jalan beton yang baru, terukir harapan baru bagi masa depan generasi penerus di pelosok Bojonegoro.

Senyum Warga Mengembang: TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo Rehabilitasi 9 Unit RTLH

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Dinding-dinding bata yang dulunya kusam dan lapuk kini perlahan bersolek. Bau adukan semen segar dan suara cangkul yang bersahutan menjadi irama keseharian warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sejak bergulir pada 15 Juli 2026 lalu, program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat ini tak hanya membawa material bangunan, tetapi juga meniupkan asa baru bagi masyarakat setempat.

Salah satu fokus utama gerakan terpadu lintas sektoral ini adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak 9 unit rumah milik warga kurang mampu di Desa Kesongo kini tengah dipugar secara intensif oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat melalui semangat gotong-royong.

Mengusung konsep skema Aladin (Atap, Lantai, Dinding), para prajurit TNI bahu-membahu mengganti atap yang bocor, memplester dan mengecat dinding, serta memasang keramik bersih menggantikan lantai tanah.

Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan, esensi dari kegiatan ini adalah menghadirkan negara dan TNI di tengah-tengah kesulitan masyarakat.

“TNI terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, bahagia dan sejahtera,” ungkapnya, Kamis (30/7/2026).

Tak hanya menyasar hunian warga, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro juga mendedikasikan energinya untuk perbaikan sarana pendidikan dengan merehabilitasi 4 ruang kelas di SDN Kesongo 1.

Langkah ini diambil agar anak-anak desa dapat menuntut ilmu dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Menurut Dansatgas, sarana prasarana pendidikan yang memadai merupakan pondasi krusial bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Kami meyakini, dengan lingkungan belajar yang kondusif bakal memicu semangat para siswa untuk meraih prestasi dan menjadi SDM yang produktif di masa depan,” kata Letkol Inf Dedy.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas hadirnya prajurit Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di wilayahnya.

Menurutnya, program TMMD ke-129 tahun 2026 benar-benar menjawab kebutuhan riil infrastruktur desa.

Selain renovasi rumah dan sekolah, program TMMD kali ini mengeksekusi berbagai pembangunan infrastruktur vital, di antaranya adalah pembangunan jalan cor beton di dua dusun untuk memperlancar aksesibilitas warga.

“Kemudian pembuatan sumur bor dan jaringan perpiaan, guna memastikan ketersediaan air bersih, pembangunan drainase dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir serta mendukung pengairan lahan pertanian,” ungkap Kusnadi.

Menariknya, program TMMD ini juga mencatatkan sasaran fisik over prestasi berupa perbaikan Jembatan Brang Etan serta pembangunan Kawasan Rest Area Terpadu.

Rest area terpadu ini dirancang ramah pengunjung dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan maupun wisatawan yang melintas.

Di dalamnya akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti MCK, musholla, lapak UMKM masyarakat lokal, hingga area parkir yang luas.

“Kami ingin kehadiran kawasan Rest Area Terpadu ini nantinya tidak hanya memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” tutur Kusnadi optimistis.

Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin erat di Desa Kesongo, TMMD ke-129 tidak sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan, memulihkan roda ekonomi, dan merajut masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.

Presisi di Setiap Sudut: Rajut Masa Depan Lewat Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro di Kedungpandan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik kokohnya setiap meter jalan cor beton yang kelak menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, ada dedikasi, keringat dan kecermatan tingkat tinggi yang dicurahkan sejak tahap paling awal.

Pemandangan itulah yang menyelimuti Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.

Program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini bukan sekadar mengaduk semen dan menuangkan material, anggota Satuan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga setempat bahu-membahu memfokuskan perhatian pada detail krusial yaitu pemasangan bekisting (cetakan cor).

Bagi mereka, bekisting bukan sekadar kayu papan penahan, melainkan pondasi utama penentu presisi dan ketahanan.

Jalan beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Kedungpandan ini dirancang untuk bertahan dalam rentang waktu yang lama demi melayani mobilitas warga, mengangkut hasil panen, hingga mengantar anak-anak pergi menuntut ilmu.

Pekerjaan pengukuran, perataan, dan penyetelan papan bekisting dilakukan dengan sangat teliti.

Waterpass dan benang ukur menjadi saksi betapa kecermatan diutamakan agar ketebalan serta kemiringan jalan cor berada pada standar optimal.

“Kalau cetakannya (bekisting) tidak presisi dan kokoh, hasil coran bisa melebar atau tidak rata. Kita tidak mau asal jadi, Jalan ini dibeli dari harapan warga, jadi kualitasnya harus yang terbaik,” ujar Dan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, Jum’at (31/7/2026).

Sentuhan humanis begitu terasa di sepanjang pengerjaan. Canda tawa hangat menyelingi deru alat pertukangan.

Anggota TNI yang terbiasa dengan disiplin militer berbaur tanpa sekat bersama warga desa yang lugu namun penuh semangat.

Dari ketelitian memasang pasak hingga merapikan sudut cetakan, kemanunggalan TNI dan rakyat terpancar nyata di bawah terik matahari Bojonegoro.

Dusun Kedungpandan yang sebelumnya menghadapi kendala akses jalan kini menatap masa depan dengan optimisme baru.

Pembangunan jalan sepanjang 550 meter ini diproyeksikan akan memangkas waktu tempuh warga, mempermudah distribusi hasil pertanian ke pasar, serta menggiatkan roda perekonomian lokal secara signifikan.

Langkah demi langkah, papan demi papan bekisting yang terpasang rapi kini siap menyambut tumpaian beton berkualitas.

Di balik kesederhanaan proses pengerjaannya, tersimpan kerja keras bersama yang membuktikan bahwa ketika ketelitian teknis berpadu dengan ketulusan gotong royong, jalan menuju kesejahteraan warga bukan lagi sekadar impian.

Program Sumur Bor, Jembatan Merah Putih, dan Pos Kamling Polda Sumsel Dirasakan Langsung Masyarakat

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)- Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.

Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari.

“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.

Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.

Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.

“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” kata Haryanto.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.

“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera. (Rls/Ags).

Kapolda dan Walikota Pagaralam Tanam Bawang Putih Bersama

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah bersama Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan penanaman perdana bawang putih di lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, pada Kamis (30/07/2026).

Kegiatan ini merupakan dukungan Pemkot Pagar Alam terhadap program Kepolisian Negera Republik Indonesia (Polri), dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional.

Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi oleh Kapolda Sumsel dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di Kota Pagar Alam.

Wali Kota mengatakan Pemkot Pagar Alam siap mendukung penuh penanaman bawang putih ini, dengan harapan kedepan Pagar Alam bisa menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Provinsi Sumsel.

Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, menyampaikan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ketahanan pangan.

Kapolda Sumsel juga berpesan tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan produktif milik masyarakat, untuk dijadikan sebagai media tanam, sehingga dapat memperkuat kemandirian pangan di daerah.(*)

Danrem 043/Gatam Tinjau Lokasi Cetak Sawah Rakyat di Kampung Ringin Sari, Tulang Bawang

TUBA -(deklarasinews.com)- Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., didampingi Kasiter Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf M. Sofrianes Salam, S.Ag., M.Han., meninjau langsung lokasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Ringin Sari, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (30/7/2026).

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi bersama Kepala BPLIP Kelas I Palembang yang dilaksanakan sehari sebelumnya, sebagai bagian dari percepatan program cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kedatangan Danrem disambut Dandim 0426/Tulang Bawang Letkol Inf Surya Dharma, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Tulang Bawang, Pasi Teritorial Kodim 0426/TB, Danramil 04/Banjar Agung, Camat Banjar Margo, Kepala Kampung Ringin Sari, Ketua Gapoktan, serta tokoh masyarakat setempat.

Di lokasi, Danrem meninjau progres pekerjaan cetak sawah sekaligus berdialog dengan para petani dan pihak pelaksana untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan sebagai lahan tanam produktif.

Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa percepatan penyelesaian pekerjaan menjadi kunci agar lahan yang sedang dicetak dapat segera ditanami dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program cetak sawah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas lahan pertanian produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. TNI akan terus mendukung program strategis pemerintah melalui sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Danrem.

Patroli Malam Kodim 0506/Tangerang Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan

TANGERANG -(deklarasinews.com)– Kodim 0506/Tangerang kembali menggelar patroli malam sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di wilayah binaan. Kegiatan  tersebut melibatkan personel Koramil 02/Batuceper dan Koramil 03/Serpong. Kamis malam (30/7/2026).

Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Herru Santoso mengatakan Patroli malam dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan rasa aman melalui kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 0506/Tangerang dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif melalui patroli rutin dan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat, tegasnya.(Nan)