CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dalam sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baik sangat penting.
Pasalnya IPAL yang dibangun sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk tehnis (Juknis) yakni fasilitas yang dirancang khusus untui memproses untuk membersihkan limbah cair agar aman saat dibuang disekitar lingkungannya.
Sehingga dengan adanya pembangunan IPAL khususnya di SPPG Way Gelam kandungan Zat kimia berbahaya yang berasal proses aktivitas dapur ini tidak mencemari atau merusak lingkungan hidup disekitarnya.
Selanjutnya dengan pembangunan IPAL yang sudah memenuhi Standar BGN dan Dinas terkait dapat melindungi sumber air bersih, tanah eko sistem lainya dari kerusakan akibat limbah yang beracun.
Kepala SPPG Way Gelam Harikas Putra S.I. Kom, Kamis (3/9/2026) kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya sangat komitmen dan memberikan perhatian khusus dalam pembangunan IPAL yang ada di SPPG yang dipimpinya.
Menurutnya IPAL adalah salah satu fasilitas yang cukup penting dalam sebuah dapur SPPG karena aktivitasnya yang cukup padat ini. Oleh karena itu dalam pembangunanya sudah sangat memenuhi standar yang ditetapkan berdasarkan Juklak (petunjuk pelaksanaan) atau Juknis (petunjuk tehnis) yang ditetapkan oleh BGN dan instansi lainya,
” Kami tidak main-main dengan pembangunan IPAL di SPPG Way Gelam ini, dalam pengerjaanya sudah sesuai juklak dan juknis yang ditetapkan, ”
Oleh karena itu dirinya sangat menjamin bahwa air limbah yang dihasilkan dari SPPG melalui IPAL yang ada sudah tidak tercemar yang akan mengancam kelestarian lingkungan, ” tutur Harikas Putra.
Pengelolaan IPAL di SPPG Way Gelam ini sudah melalui empat tahapan yang menjadi standar berdasarkan Juklak dan Juknis. Sehingga ketika dialirkan melalui instalasi yang ada sudah dalam keadaan bersih yang sebelumnya melalui penyaringan yang baik sesuai dengan mekanisme dan ketentuan tekhnis yang telah ditetapkan.
Perlu diketahui ujar Harikas Putra, bahwa dalam pembanguna IPAL sebelumnya pihaknya juga sudah melalui 4 tahapan sesuai dengan kentetuan yang ditetapkan model Biodigester + Grease Trap
Sehingga minyak goreng bekas, lemak, sisa makanan padat terurai dengan baik. Begitu juga dengan pengerukan pihaknya lakukan setiap duq minggu sekali. Sehingga endapan yang ada pada bak tidak tertimbun lama. Begitu juga dengan Biofilter / Anaerobik atau bakteri serta bioball, bioring, ijuk atau batu apung sangat berfungsi sekali. Sehingga air yang keluar lebih bersih dan selalu lolos sebagai SPPPG yang lolos baku mutu air limbah.
Harikas Putra juga menjelaskan bahwa untuk menyepurnakan IPAL di SPPG Way Gelam yang dipimpinnya dalam waktu dekat pihaknya akan memasang Biotank .
Menurutnya pemasangan Biotank tersebut diharapkan akan menjamin kualitas IPAL agar lebih bersih dan jauh dari kata pencemaran lingkungan yang sering kali kita dengar, ” ujar Harikas Putra.
Dengan pemasangan Biotank nantinya yang berukuran 1.5 x1.5 x 1.8 Meter diharapkan air yang keluar 70-80 % akan lebih bersih dan jernih karena penguraian BOD/COD terjadi selama 24 jam.
Adapun cara kerja Biotank diantaranya, Air dari Bak Pengendap masuk lewat INLET, kemudian Air turun melewati bioball → bakteri “makan” limbah selanjutnya Lumpur berat turun ke bawah, air yang lebih bersih naik kemudian Air keluar lewat OUTLET menuju Bak Penjernih yang siap dialirkan yang bebas/bersih, ” tutup Herikas Putra. (Cak Ton)