PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Universitas Sriwijaya (Unsri) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, Senin (25/5/2026). Sebanyak 3.899 peserta dari 24.788 dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Sumatera Selatan tersebut.
Jumlah mahasiswa yang diterima itu hanya sekitar 14 persen dari total pendaftar yang memilih Unsri pada jalur SNBT tahun ini. Tingginya persaingan menunjukkan minat calon mahasiswa untuk menembus kampus negeri favorit tersebut masih sangat besar.
Pengumuman hasil SNBT disampaikan langsung dalam konferensi pers di Ruang Prof. Djuaini Moekti, Kampus Unsri Palembang. Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si mengatakan pengumuman kelulusan resmi dapat diakses mulai pukul 15.00 WIB.
“Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini pukul 15.00 WIB diumumkan mereka-mereka yang berhasil lulus SNBT di Universitas Sriwijaya, yang diterima sebanyak 3.899 orang. Kalau dipersentasekan, itu sekitar 14 persen dari total pendaftar,” ujarnya.
Persentase tersebut menggambarkan bahwa hanya sekitar satu dari tujuh peserta yang berhasil lolos seleksi masuk Unsri melalui jalur SNBT. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan antarpeserta dalam memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi negeri, Unsri tetap mempertahankan daya tampung sesuai kapasitas akademik, kualitas pembelajaran, serta fasilitas kampus yang tersedia.
Namun demikian, Unsri menilai tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berhenti pada proses penerimaan mahasiswa baru. Perguruan tinggi juga dituntut mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Taufiq menegaskan, dunia pendidikan tinggi kini diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kualitas alumni yang adaptif dan kompetitif di dunia kerja.
“Perguruan tinggi sekarang diarahkan agar berdampak. Artinya, alumni harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Karena itu, kurikulum harus dinamis dan terus disesuaikan,” katanya.
Menurutnya, evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan. Penyesuaian tertentu bahkan dapat dilakukan setiap semester, sedangkan perubahan besar biasanya dilakukan dalam siklus empat tahunan atau delapan semester.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik terhadap sejumlah program studi di perguruan tinggi yang dinilai tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri modern.
Meski demikian, Unsri menilai setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan karakter masing-masing dalam pengembangan bidang keilmuan. Karena itu, pembukaan maupun keberlanjutan program studi harus mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masyarakat.
“Ada perguruan tinggi yang punya kekuatan di bidang kesehatan lingkungan, gizi, atau tata boga. Itu wajar dan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pengembangan ilmu,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Unsri juga menyoroti tingginya jumlah mahasiswa baru yang mengajukan program bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari total peserta yang diterima, lebih dari 30 persen tercatat mendaftar program tersebut.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa tidak seluruh pendaftar otomatis memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Unsri akan melakukan proses verifikasi ulang guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Kami akan cek kembali siapa yang benar-benar berhak mendapatkan KIP Kuliah. Karena memang tidak semua yang mendaftar itu eligible,” ujar Taufiq.
Verifikasi tersebut dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, program KIP Kuliah dinilai menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat ekonomi rentan.
Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unsri masih membuka kesempatan melalui seleksi mandiri yang dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat. (Ning)