BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Career Center Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui Pelatihan Soft Skill dan Pembekalan Dunia Kerja kepada calon wisudawan/ti bertempat di Aula Rektorat Lantai III Gedung H. Alfian Husin pada Rabu, (29/7/26).
Kegiatan ini menghadirkan praktisi dari berbagai perusahaan nasional untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan nonteknis, strategi menghadapi proses rekrutmen, hingga kesiapan memasuki dunia profesional.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen kampus dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.
“Darmajaya menghadirkannya bukan sekadar memenuhi kewajiban atau hanya agar mahasiswa memperoleh sertifikat sebagai syarat kelulusan. Tujuan kami jauh lebih besar, yakni agar lulusan Darmajaya mampu diserap oleh masyarakat, baik sebagai tenaga profesional maupun menjadi pengusaha,” ujarnya.
Menurut Muprihan, keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik, tetapi juga oleh kemampuan interpersonal dan karakter. Berdasarkan berbagai kajian, porsi penilaian dunia kerja terhadap soft skill kini semakin besar.
“Dulu komposisinya sekitar 60 persen soft skill dan 40 persen hard skill. Sekarang bahkan menjadi 70 persen berbanding 30 persen. Sehebat apa pun kompetensi seseorang, apabila tidak memiliki soft skill yang baik, akan sulit berkembang di lingkungan kerja,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mulai memperhatikan jejak digital sejak dini. Menurutnya, media sosial kini menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan perusahaan saat proses rekrutmen.
“Ketika perusahaan melakukan seleksi berkas, jejak digital juga menjadi perhatian. Jika media sosial menunjukkan hal-hal yang kurang baik, tentu akan menjadi catatan bagi perusahaan. Karena itu, mulai hari ini bangun citra diri yang positif,” pesannya.
Sementara itu, Senior Technical Operations Studies Specialist PT Bukit Asam Tbk, Satria, menyampaikan materi mengenai pentingnya growth mindset dan leadership skill dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
Menurutnya, perusahaan saat ini lebih mengutamakan sikap dan karakter dibandingkan sekadar kemampuan teknis.
“Orang yang pintar tetapi tidak memiliki attitude yang baik biasanya sulit berkembang di perusahaan karena tidak mampu mendukung visi organisasi. Dunia kerja saat ini lebih menghargai mereka yang memiliki kemauan belajar, mampu bekerja sama, dan terus berkembang,” ungkapnya.
Satria menjelaskan enam kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan saat ini, yakni critical thinking dan problem solving, leadership, AI literacy dan big data, emotional intelligence, kemampuan beradaptasi, serta pola pikir berkembang (growth mindset).
Ia mengajak mahasiswa meninggalkan pola pikir tetap (fixed mindset) dan mulai membiasakan diri untuk terus belajar.
“Berhentilah menyalahkan orang lain. Skill bisa dilatih, sedangkan soft skill dibentuk dari kebiasaan. Mulailah dari diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dari kampus menuju karier, kuasai enam skill yang akan membuat Anda tidak tergantikan,” tuturnya.
Pada sesi berikutnya, Dhanawa Rylla Insani dari HR Supervisor PT Tunas Dwipa Matra (TDM) Honda membekali peserta mengenai teknik menghadapi wawancara kerja menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result).
Ia menjelaskan bahwa pewawancara umumnya menggali pengalaman masa lalu pelamar untuk mengetahui bagaimana mereka menyelesaikan tantangan di tempat kerja maupun organisasi.
“Jawablah setiap pertanyaan dengan struktur yang jelas melalui pendekatan STAR agar pengalaman yang dimiliki dapat tersampaikan secara sistematis dan meyakinkan,” jelasnya.
Sementara itu, Area Marketing Associate Manager PT. Nutrifood Indonesia Dr. Dian Vio Septiana, S.Si., M.M. memberikan materi mengenai persiapan memasuki dunia kerja, mulai dari kesiapan mental hingga penyusunan curriculum vitae (CV) yang sesuai dengan perkembangan proses rekrutmen digital.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami perbedaan antara CV berbasis Applicant Tracking System (ATS) dan CV kreatif. Saat ini, sekitar 98 persen perusahaan besar telah menggunakan sistem ATS untuk menyaring dokumen pelamar.
“Pastikan CV menggunakan kata kunci yang sesuai dengan posisi yang dilamar agar dapat terbaca oleh sistem ATS. Selain itu, optimalkan profil LinkedIn sebagai personal branding profesional karena menjadi salah satu referensi perusahaan dalam mengenal calon karyawan,” jelasnya.
Melalui pelatihan tersebut, IIB Darmajaya berharap mahasiswa tidak hanya siap menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki mental, karakter, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi proses rekrutmen di era digital.
Pelatihan Soft Skill dan Pembekalan Dunia Kerja ini menjadi bagian dari upaya IIB Darmajaya dalam mewujudkan lulusan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha, dunia industri, maupun masyarakat luas. (**)