BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sabtu Malam Minggu, 11 Maret 2023 Ketua PCNU Kota Bandar Lampung menghadiri acara Haul Hadiyu Lampung yang ke 14. Acara berlangsung di Halaman TPA Baetul Quran Way Kandis Kecamatan Tanjung Senang.

Hadiyu sendiri adalah majelis dzikir tariqah yang berpusat di Babakan Cirebon Jawa Barat, di Provinsi Lampung diketuai oleh Kyai Sujud Syuhada yang juga merupakan rois syuriyah MWC NU Tamjung Senang. Turut hadir pada acara Haul tersebut diantatanya, Mursid Hadiyu KH. Zamzamin Amin dari Cirebon, Walikota Bandar Lampung yang diwakili oleh ketua Baznas Kota, perwakilan Kemenag Kota Bandar Lampung, camat dan unsur Uspika kecamatan Tanjung Senang, ketua MWC NU Tanjung Senang  Makhsun, beserta jajaranya, serta seluruh pengurus ranting NU se Kecamatan Tanjung Senang.

Pada kesempatan Sambutannya Ketua PCNU Kota Bandar Lampung menyampaikan ucapan selamat dan senantiasa siap mensuport majelis Hadiyu di Kota Bamdar Lampung agar terus Berkembang dan membawa kemaslahatan utamanya bagi umat.

Selanjutnya Ichwan Adji Wibowo, juga mewanti-wanti kepada nahdliyin yang hadir, “saya ingatkan kepada nahdliyin Kota Bandar Lampung, hati-hati, tahun depan kita akan memasuki tahun politik, jangan pernah mau, kita dibenturkan satu sama lain, biasanya menjelang tahun politik ada saja pihak yang membawa identitas keagamaan (politik identitas) hanya untuk tujuan politik praktis, jika itu dilakukan jangan sampai politik kemudian membuat kita saling membenci, tentu itu bertentangan dengan tujuan agama.” ungkap Adji sapaan ketua PCNU kota Bandar Lampung.

“Seringkali ada dua kelompok yang saling menarik dukungan mayoritas umat, pertama kelompok yang mengutamakan akidah dan identitas keagamaan tetapi mengabaikan toleransi dan kebinekaan, sementara ada kelompok yang kedua yakni yang mengutamakan toleransi dan kebinekaan tetapi mengabaikan akidah dan identitas keagamaan”.

“Tugas NU, meluruskan dan menjaga pendulum agar umat islam yang mayoritas tidak terjebak pada tarikan salah satunya, kita menghendaki islam di Indonesia itu islam yang berkarakter wasatiyah atau moderat. Seperti yang diajarkan para ulama kita, bahwa kita tidak bisa memisahkan hubungan antara keislaman dan nasionalisme, antara keagamaan dengan kebangsaan, kedua-duanya harus saling menguatkan, diejawanyahkan dalam satu tarikan nafas.” Pungkas Adji mengakhiri sambutannya.

Acara diakhiri dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh mursid tariqah KH. Zamzamin Amin dari Cirebon.(novis)