Peduli Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan, IPAL SPPG Way Gelam Tambahkan Biotank

CANDIPURO LAMSEL -(deklarasinews.com)- Untuk memastikan Istalasi pengelolahan air limbah (IPAL) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Way Gelam Kecamatan Candipuro kabupaten Lampung Selatan berfungsi dengan baik penyempurnaan terus dilakukan.

Hal itu dilakukan sehingga IPAL yang ada pada SPPG Way Gelam dapat menjaga kesehatan lingkungan, tidak merusak kualitas tanah dan sumber air warga yang ada disekitar lokasi SPPG.

Seperti diketahui bahwa fungsi dan pentingnya IPAL pada SPPG menyaring dan mengolah limbah cair /bekas cucian beras, sayur, panci dan sisa kuah makanan dari zat berbahaya, deterjen serta minyak /Jelantah.

Selain itu fungsi IPAL yakni memisahkan minyak dan lemak yang dilengkapi dengan Grease Trap untuk menangkap minyak dan lemak sisa memasak agar saluran air tidak mampet dan tidak mencemari tanah.

Selanjutnya yakni untuk menetralisir bau dan mencegah genangan air limbah yang menumpuk, busuk yang menimbulkan bau tidak sedap yang akhirnya menjadi salah satu sarang penyakit disekitar area memasak (Dapur SPPG).

Untuk menyempurnakan peran dan fungsi IPAL yang ada di SPPG Way Gelam Kecamatan Candipuro kini telah terpasang Biotank oleh penyelenggara program MBG didesa ini.

Kepala SPPG Way Gelam Hariska Putra S.I.Kom , Rabu (16/9/2026) sore saat ditemui diruanganya kepada media ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penyempurnaan dalam pengelolahan air limbah pada dapur SPPG yang dipimpinya,

“Benar pak, kami baru saja memasang komponen berupa Biotank untuk penyempunaan IPAL yang ada di SPPG Way Gelam ini, ”

Hal itu dilakukan semata-mata untuk menjaga dan merawat lingkungan yang sehat disekitar area SPPG ini, ” ujar Hariska Putra.

Hariska juga menjelaskan bahwa ada 4 fungsi pokok Biotank terhadap pengelolaan SPPG khususnya di Way Gelam ini, ” tambahnya.

Yang pertama fungsi Biotank adalah untuk mengurai limbah organik larut. Jadi kalau Gr ease Trap pada Bak 1-2 untuk menangkap minyak dan padatan yang terlihat. Tetapi pada Biotank yang tidak terlihat seperti kuah, gula, protein ayam, bumbu, santan, maka bakteri Anaerob yang ada pada Biotank akan melahap semuanya.

Kedua menurunkan BOD-COD, TSS sampai lolos baku mutu. Limbah BOD nya bisa 800-1500 mg/L, jika tanpa Biotank sehingga sehingga aliran air keruh, bau dan ikan mati. sedangkan baku mutu yang boleh dibuang hanya 100 mg/Liter . Dengan adanya Biotank BOD turuh hingga 80-100 dan pasti akan lolos uji DLH.

Ketiga Biotank dapat mengurangi lumpur dan bau. Hal itu karena bakteri pada Biotank mengubah 70% lumpur menjadi gas CO2 + cair, sehingga penyedotan bisa dilakukan 6 bulan sekali.

Keempat Biotank dapat menjadi rumah bakteri karena didalmnya terdapat media Bioball/Bio-ring 500-809 buah bioball, 1 bioball = rumah jutaan bakteri yang hidup selama 24 jam dan bekerja keras mengurai limbah selama air diam didalam Biotank selama 24 jam, ” urai Heriska Putra menutup keterangnya.

Dari informasi dan data dan fakta yang dihimpun dilapangan media ini, maka dengan terpasangnya/penambahan komponen Biotank IPAL SPPG Way Gelam ini dapat dipastikan akan segera menerima sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) mengingat standart Higiene dan sanitasi sudah terpenuhi . (Cak Ton)

Tinggalkan Balasan