PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Touring menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati komunitas sepeda motor. Selain menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota, perjalanan secara berkelompok juga membutuhkan persiapan matang, komunikasi yang baik, serta kedisiplinan agar seluruh peserta dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan GAS Ke Honda Bikers Day (HBD) 2026 yang digelar Astra Motor Sumsel di Main Dealer Astra Motor Sumsel. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 anggota komunitas Astra Honda Motor Palembang (AHMP).
Tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan mempererat hubungan antaranggota komunitas, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai agenda, mulai dari sosialisasi HBD 2026, community gathering, first aid training, hingga club management.
Dalam kesempatan itu, Astra Motor Sumsel memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan prinsip #Cari_Aman ketika berkendara secara berkelompok. Edukasi diberikan mulai dari tahap persiapan sebelum keberangkatan hingga berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama perjalanan.
Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, mengatakan koordinasi dan komunikasi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan seluruh peserta touring.
“Touring bersama komunitas membutuhkan komunikasi dan kedisiplinan dari seluruh peserta. Setiap anggota perlu memahami arahan road captain, menjaga jarak aman, serta tidak melakukan manuver secara tiba-tiba agar perjalanan tetap tertib dan aman,” ujar Fathan.
Menurutnya, keselamatan dalam touring bukan hanya menjadi tanggung jawab road captain, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh anggota rombongan. Karena itu, setiap peserta perlu memahami aturan dan pola komunikasi yang digunakan selama perjalanan.
Berikut sejumlah tips yang perlu diperhatikan saat berkendara secara berkelompok:
- Briefing sebelum keberangkatan
Sebelum perjalanan dimulai, seluruh peserta wajib mengikuti briefing. Dalam sesi ini, road captain dapat menyampaikan berbagai informasi penting, termasuk pengecekan kesiapan peserta, jumlah anggota rombongan, rute yang akan dilalui, agenda perjalanan, hingga pembagian posisi masing-masing pengendara.
Briefing juga menjadi kesempatan untuk memastikan seluruh peserta memahami aturan dan prosedur keselamatan selama touring.
- Pahami dan ikuti sinyal tangan
Komunikasi selama touring tidak selalu dapat dilakukan melalui komunikasi verbal. Karena itu, peserta perlu memahami berbagai sinyal tangan yang digunakan road captain.
Beberapa di antaranya adalah jempol kiri ke atas sebagai tanda untuk mulai berkendara, gerakan tangan ke atas atau ke bawah untuk menambah maupun mengurangi kecepatan, serta kepalan tangan sebagai tanda berhenti.
Ada pula tanda “X” menggunakan kedua tangan untuk menginformasikan agar mesin dimatikan. Selain itu, sinyal tangan dapat digunakan untuk memberikan arahan berbelok, putar balik, menunjukkan adanya hambatan, rambu lalu lintas, kondisi bermasalah, maupun perubahan formasi rombongan.
- Tetap terhubung ketika barisan terputus
Kondisi rombongan yang terpisah dapat terjadi selama perjalanan. Jika hal tersebut terjadi, peserta dapat memberikan tanda kepada pengendara di depannya agar informasi mengenai terputusnya barisan dapat diteruskan hingga road captain.
Selanjutnya, rombongan dapat mengambil tindakan dengan mengurangi kecepatan atau menepi di lokasi yang aman sehingga barisan dapat kembali terhubung tanpa membahayakan pengguna jalan lainnya.
- Tertib saat mengisi BBM
Pengisian bahan bakar juga perlu menjadi perhatian ketika touring dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Peserta diimbau mengatur antrean dengan tertib dan tidak mengganggu pengguna SPBU lainnya. Koordinasi mengenai proses pengisian maupun pembayaran juga perlu dilakukan agar aktivitas pengisian BBM berlangsung lebih cepat dan efisien.
- Perhatikan kondisi saat parkir
Setibanya di lokasi tujuan, peserta tetap perlu memperhatikan aspek keselamatan. Road captain harus memastikan area parkir yang digunakan cukup luas dan aman bagi seluruh rombongan.
Peserta kemudian mengikuti arahan yang diberikan dan menjaga formasi tanpa mendahului pimpinan rombongan hingga seluruh proses parkir selesai.
Fathan menegaskan, keberhasilan sebuah touring bukan semata-mata diukur dari kemampuan rombongan mencapai lokasi tujuan. Hal yang lebih penting adalah memastikan seluruh peserta dapat menyelesaikan perjalanan dengan aman.
“Yang terpenting bukan hanya sampai di tujuan, tetapi seluruh peserta dapat kembali dengan selamat. Karena itu, selalu utamakan keselamatan dan terapkan #Cari_Aman di setiap perjalanan,” tutup Fathan.
Melalui kegiatan GAS Ke HBD 2026 tersebut, Astra Motor Sumsel berharap para anggota komunitas tidak hanya semakin solid, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan berkendara, khususnya ketika melakukan perjalanan dalam kelompok.
Dengan persiapan yang matang, komunikasi yang efektif, serta kepatuhan terhadap aturan berkendara, touring diharapkan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus tetap mengutamakan keselamatan seluruh peserta. (Ning