BATANG -(deklarasinews.com)- Ditengah kondisi kemarau yang melanda wilayah Indonesia khususnya Kota Batang serta meningkatnya kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodim 0736/Batang bersama seluruh elemen masyarakat menyatukan hati melalui Shalat Istisqa. Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa rahmat, kesejukan, keberkahan serta manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Shalat Istisqa digelar di Lapangan tembak pistol Paraduta Kodim 0736/Batang Di Desa Tragung Kec. Kandeman Kabupaten Batang. Senin (31/08/26).
Shalat Istisqa tersebut dihadiri Dandim 0736/Batang yang diwakili Kepala Staf Kodim 0736/Batang Mayor Inf Sariyono, bersama TNI-Polri, Pemerintah Kec. Kandeman, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud nyata terjalinnya sinergitas dan kebersamaan yang baik dalam menghadapi kondisi kemarau yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Di bawah teriknya matahari, seluruh jamaah menundukkan kepala dan bersimpuh dalam kekhusyukan, memohon pertolongan dan rahmat dari Allah SWT. Shalat Istisqa’ menjadi ikhtiar bersama masyarakat untuk memohon turunnya hujan yang bermanfaat, menyuburkan tanah, memenuhi kebutuhan air, menyejukkan udara serta membantu mengurangi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, khutbah Shalat Istisqa disampaikan H. Zaenal Iroki kepala pimpinan pondok pesantren Darul ulum Kandeman yang intinya, ia mengajak seluruh jama’ah untuk memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri serta memohon ampun kepada Allah SWT. Kondisi kekeringan dan kerusakan lingkungan hendaknya menjadi momentum bagi manusia untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus meningkatkan kepedulian dalam menjaga kelestarian alam.
Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, Jamaah mengangkat tangan, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang dapat membasahi bumi dan pepohonan, serta hujan yang bermanfaat dan tidak menimbulkan bencana.
Doa juga dipanjatkan agar hujan yang turun membawa kesejukan, keberkhahan serta dapat membantu dalam memadamkan bara karhutla yang sedang terjadi di beberapa wilayah.
Selain sebagai salah satu ikhtiar meminta hujan, Shalat Istisqa menjadi salah satu upaya guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadapi kemarau dan ancaman karhutla tidak cukup hanya dengan kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.