MALANG -(deklarasinews.com)– SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar kegiatan penerimaan rapor tengah semester gasal tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi hasil belajar siswa, tetapi juga diisi dengan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini dan pentingnya melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
Mengusung tema “Remaja Sehat, Sekolah Kuat, Masa Depan Hebat”, kegiatan tersebut berlangsung di SMPN 3 Satap Pagak, Jalan Giri Nomor 38, Desa Sumberkerto, Kecamatan Pagak. Acara dihadiri para wali murid serta perwakilan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ekamas Fortuna, Adi Y dan Ariesa.
Keterlibatan PT Ekamas Fortuna yang berlokasi di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda, khususnya dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini.
Manager Public Affairs and License PT Ekamas Fortuna, Afif Nur Rokhman, mengatakan edukasi tentang pernikahan dini penting diberikan sejak usia sekolah. Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu memahami pentingnya pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan secara matang.
Afif menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga mempertimbangkan kondisi sosial di lingkungan masyarakat sekitar. Pihak perusahaan berupaya menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan pernikahan dini yang menjadi perhatian pihak sekolah.
“Jadi, kami menyesuaikan dengan fenomena yang ada di sekitar. Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, memang di daerah sini cukup banyak terjadi hal seperti itu,” ujar Afif.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting untuk menimba ilmu, membangun keterampilan, dan mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, para siswa perlu mendapatkan pemahaman yang cukup agar tidak terburu-buru mengambil keputusan besar yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Afif berharap, melalui sosialisasi tersebut, para siswa semakin menyadari pentingnya menyelesaikan pendidikan hingga tuntas dan tidak kehilangan kesempatan untuk meraih cita-cita.
“Harapan kami, adik-adik ini bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik sampai selesai dan tidak putus sekolah,” katanya.senin 12/10/2026.
Ia menambahkan, upaya mencegah pernikahan dini tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Peran orang tua, masyarakat, tenaga kesehatan, serta dunia usaha juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.
Sementara itu, dokter Hanifah berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menekan angka pernikahan dini di lingkungan sekitar sekolah.
Menurut Hanifah, edukasi kepada remaja perlu dilakukan dengan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami. Dengan begitu, pesan yang disampaikan tidak sekadar menjadi informasi, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam merencanakan masa depan.
“Dengan adanya sosialisasi ini, harapannya bisa menurunkan angka pernikahan dini. Kalau nanti diminta untuk berlanjut, mungkin kita bisa membuat materi yang lebih seru lagi,” ujar Hanifah.
Ia menilai, respons peserta terhadap kegiatan tersebut sudah cukup baik. Apabila sosialisasi serupa kembali dilaksanakan, materi edukasi dapat dikembangkan agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan para siswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pendidikan dan pencegahan pernikahan dini. Sinergi antara sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, dan pihak perusahaan diharapkan mampu mendorong generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berpendidikan, serta lebih siap menghadapi masa depan.(KYT)