Ketua BKOW Lidyawati Cik Ujang Ajak Pensiunan Terus Berkarya Pada Ulang Tahun KPPS ke-11

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kerukunan Perempuan Pensiunan Sumatera Selatan (KPPS) berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Gedung BKOW Sumsel, Palembang, Jumat (29/8/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Lidyawati menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada KPPS. Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting bagi para pensiunan untuk terus memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

“Ibu-ibu telah memiliki banyak pengalaman yang bisa dibagikan kepada generasi muda. Pensiun bukan akhir dari segalanya. Saya menghimbau anggota KPPS tetap semangat, berdedikasi, dan terus berkiprah di lingkungan masing-masing,” ujar Lidyawati di hadapan ratusan peserta.

Ia menambahkan, usia bukanlah penghalang untuk berkarya. Menurutnya, soliditas dan persatuan menjadi kunci bagi organisasi KPPS agar tetap eksis dan berkembang di masa depan.

KPPS sendiri merupakan wadah bagi perempuan pensiunan yang tidak hanya berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga BUMN, BUMD, swasta, serta istri pensiunan ASN. Keberagaman tersebut menjadikan KPPS sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka.

Pada kesempatan yang sama, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel, Zulkarnain, turut menyampaikan sambutan Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Ia menegaskan bahwa Pemprov sangat menghargai peran perempuan pensiunan yang masih konsisten berkontribusi dalam pembangunan.

“Perempuan pensiunan adalah sosok tangguh dan luar biasa. Meski sudah purna tugas, kontribusi mereka tetap terasa. Saya percaya KPPS mampu memberi nilai dan contoh positif bagi generasi penerus,” ujar Zulkarnain membacakan pesan gubernur.

Herman Deru dalam sambutannya juga menyoroti kiprah KPPS yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan budaya. Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir pengabdian, melainkan kesempatan untuk meningkatkan partisipasi dalam masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum KPPS Masnun Syahrin menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BKOW Sumsel sehingga peringatan HUT dapat berlangsung sukses. Ia berharap momentum ini semakin mempererat ukhuwah sesama anggota KPPS.

“Dengan tema ‘Milad KPPS ke-XI untuk Mempererat Ukhuwah Sesama Perempuan Pensiunan Sumsel untuk Mewujudkan Indonesia Emas’, kita harus tetap rukun dan bersatu. Pensiun tidak boleh membuat kita berhenti berkiprah bagi bangsa,” tutupnya. (ning)

HUT Gerakan Pramuka ke-64, Gubernur Herman Deru: Pramuka Harus Jadi Garda Terdepan Perkuat Ketahanan Bangsa

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikannya saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-64 tingkat daerah di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang, Kamis (28/8/2025).

Dalam sambutannya, Herman Deru mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”. Tema tersebut, menurutnya, tidak sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang relevan dengan tantangan zaman.

“Tema ini bukan hanya menjadi slogan, tetapi tekad kita untuk memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap mengawal keutuhan NKRI,” ujarnya.

Herman Deru menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan global, disrupsi teknologi informasi, serta ancaman sosial yang kompleks. Dalam kondisi tersebut, peran Pramuka dinilai sangat strategis sebagai organisasi pendidikan nonformal untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.

“Pramuka harus hadir menjadi solusi, khususnya dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter,” tegasnya.

Selain itu, Herman Deru mengapresiasi peran aktif Kwartir Daerah Sumsel yang telah melaksanakan berbagai program, salah satunya kegiatan retret bagi pelajar di wilayahnya. Program tersebut nilainya sebagai langkah nyata dalam mendidik generasi penerus agar siap menjadi pemimpin masa depan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita mempersiapkan kader pemimpin bangsa yang berkarakter dan berdaya saing,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk konsisten melakukan pengabdian di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi krisis, bencana alam, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

“Keberadaan Pramuka harus dirasakan manfaatnya. Jadilah teladan dalam membangun, membina diri, dan masyarakat,” katanya.

Herman Deru menekankan pentingnya adaptasi di era digital. Ia mendorong anggota Pramuka untuk meningkatkan keterampilan teknologi, menyebarkan konten positif, dan menangkal hoaks yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Pramuka harus bertransformasi agar tetap relevan dan bermanfaat di era digitalisasi,” terangnya.

Di akhir sambutan, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan pembina yang telah mendukung eksistensi Gerakan Pramuka di Sumsel.

“Semoga upaya kita diridhoi Allah SWT, dan Pramuka terus jaya sepanjang masa,” pungkasnya.(Ning)

 

Kadisdik Cup Diproyeksikan Jadi Agenda Tahunan: Pembinaan Generasi Muda Palembang Lewat Mini Soccer

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– ‎Dunia pendidikan di Kota Palembang tak hanya berfokus pada pengembangan prestasi akademik, tetapi juga mengedepankan pembinaan minat dan bakat siswa di bidang non-akademik. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Turnamen Mini Soccer Kadisdik Cup 2025, yang digagas oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang.

‎‎Ajang olahraga bergengsi antar sekolah dasar (SD) tersebut resmi digelar pada 25–28 Agustus 2025, dengan memperebutkan Piala Bergilir Kadisdik Cup. Sebanyak 69 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, ikut ambil bagian. Antusiasme besar ini menunjukkan betapa kuatnya minat siswa Palembang terhadap olahraga, khususnya sepak bola mini.

‎‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa Kadisdik Cup bukan sekadar hiburan, melainkan wadah nyata pembinaan generasi muda.

‎‎“Siswa tidak hanya berprestasi di dalam kelas, namun juga di luar kelas. Melalui turnamen ini mereka belajar kerjasama, menaati aturan, serta menghormati pelatih dan pendidik,” ujar Amri.

‎‎Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Lebih dari sekadar pertandingan, mini soccer melatih disiplin, sportivitas, dan solidaritas antar teman sebaya. Bahkan, kegiatan ini juga dianggap sebagai persiapan bagi siswa SD sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, yaitu SMP.

‎‎Kadisdik Cup 2025 bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga membangun silaturahmi antar sekolah. Para peserta akan beradu keterampilan, strategi, dan sportivitas di lapangan hijau.

‎‎Ketua Pelaksana turnamen, Rizky Muhendry, menjelaskan bahwa selain perebutan Piala Kadisdik Cup, acara ini juga bertujuan menyalurkan bakat siswa.

‎‎“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan bakat siswa agar tersalurkan. Di sisi lain, ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antar siswa dan antar sekolah,” tuturnya.

‎‎” Nilai-nilai sportivitas, kerjasama tim, dan sikap saling menghargai diyakini mampu mencetak generasi muda yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (ning)

Aksi Kemanusiaan HUT RI ke-80: Ribuan Warga Sumsel Rela Antri Demi Selamatkan Nyawa ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatera Selatan berlangsung istimewa. Bukan hanya diwarnai dengan upacara atau seremoni semata, tetapi juga ditandai dengan aksi nyata yang sarat nilai kemanusiaan. Lebih dari 1.300 orang dari berbagai kalangan tumplek blek di YAP Ballroom Palembang, Minggu (24/8/2025), mengikuti donor darah massal yang diinisiasi oleh Paguyuban Tionghoa se-Sumsel.

‎‎Aksi sosial tersebut tidak hanya menjadi bukti kepedulian, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya semangat gotong royong masyarakat Sumsel. Acara ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, yang hadir bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumsel, Hj. Feby Deru. Kehadiran keduanya menambah semangat para pendonor yang rela menyumbangkan darah demi membantu sesama.

‎‎Pesan Kemanusiaan dari Gubernur

‎‎Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa donor darah adalah salah satu bentuk ibadah sosial yang mulia. Ia menilai kegiatan yang digelar Paguyuban Tionghoa ini menjadi teladan bahwa memperingati kemerdekaan tidak hanya cukup dengan simbol atau upacara, melainkan bisa diwujudkan melalui tindakan nyata.

‎‎“Kegiatan ini adalah contoh nyata gotong royong. Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan seremoni, tetapi juga dengan aksi sosial yang menyelamatkan nyawa,” ujar Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.

‎‎Menurutnya, setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi penentu hidup seseorang. “Kita tidak tahu siapa yang akan menerima darah itu, tapi yang pasti kebaikan yang kita tanam akan kembali pada kita sendiri. Itulah hakikat dari ketulusan,” tambahnya.

‎‎Peran Vital PMI dan Kepercayaan Publik

‎‎Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyoroti pentingnya peran PMI sebagai lembaga yang menjaga kredibilitas proses donor darah. Ia mengingatkan agar seluruh prosedur dilaksanakan sesuai standar medis dan dengan transparansi penuh.

‎‎“PMI punya tanggung jawab moral menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai ada isu negatif yang merusak niat baik ini,” tegasnya.

‎‎Ia berharap PMI tetap menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan donor darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan pendonor hingga distribusi darah kepada pasien yang membutuhkan.

‎‎Donor Darah sebagai Tradisi Positif

‎‎Kegiatan sosial ini mendapat apresiasi luas tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat. Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumsel, Joni Kesuma, menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan donor darah massal sebagai program berkelanjutan.

‎‎“Kami ingin kegiatan ini menjadi tradisi positif. Semakin banyak yang ikut, semakin banyak nyawa yang bisa tertolong. Ini bukan hanya untuk komunitas tertentu, tetapi untuk semua lapisan masyarakat,” jelas Joni.

‎‎Komitmen itu diperkuat dengan antusiasme ribuan pendonor yang hadir dari beragam latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga pegawai swasta dan aparatur pemerintahan turut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

‎‎Kepuasan Batin Para Pendonor

‎‎Bagi para pendonor, momen ini bukan sekadar formalitas atau acara seremonial. Ada kepuasan batin tersendiri saat mengetahui darah yang mereka sumbangkan akan digunakan untuk menolong pasien di rumah sakit.

‎‎Seorang pendonor yang hadir mengaku rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. “Saya merasa lebih sehat sekaligus bahagia karena bisa membantu orang lain. Rasanya luar biasa saat tahu darah kita bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

‎‎Kisah semacam ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat. Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membantu menjaga kesehatan pendonor karena memperbaharui sel darah.

‎‎Pesan Persatuan dari Sumsel

‎‎Lebih jauh, kegiatan donor darah massal ini menyampaikan pesan penting: keberagaman adalah kekuatan. Ribuan orang yang hadir berasal dari berbagai latar belakang etnis, agama, maupun profesi. Namun mereka menyatu dengan satu tujuan, yaitu menolong sesama tanpa pamrih.

‎‎Herman Deru menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dijaga dengan solidaritas antarwarga. “Ini adalah ibadah sosial yang tidak memandang suku dan agama. Inilah wajah Sumsel yang kompak, harmonis, dan peduli,” ungkapnya.(ning)

220 Karateka Sumsel Ikuti Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Goju Ryu di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 220 Karateka Do Association Indonesia Sumatera Selatan dari Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Gashuku dan ujian tingkat Gojuryu Tahun 2025.

Ujian kenaikan tingkat ini diselenggarakan Pengurus Willayah Goju AS Sumatera Selatan. Minggu (24/8/25) yang dipusatkan di Gedung Sons Jakabaring Palembang.

Dalam Kegiatan kenaikan sabuk dan ujian kenaikan tingkat ini dihadiri langsung oleh Ketua Goju AS Sumsel Supriajaya, A.Md, Korcab Palembang Serda Hambas, Korcab Banyuasin Armadi dan Korcab Ogan Ilir Yogi Darma Saputra

Menurut Korcab Palembang Serda Hambas pelaksanaan ujian ini dimaksudkan agar bisa membuat kohai (murid) menguasai teknis karate sesuai dengan kemampuan dan teknik per sabuk, dan diharapkan juga agar dapat mengembangkan kedisiplinan seorang karateka dalam melakukan pelatihan karate di setiap Dojo, khususnya di Sumsel. Disisi lain, kata Hambas, bertujuan untuk meraih prestasi kedepan, pungkasnya. (Ning)

 

Sinergi Media & Keterbukaan Informasi, PJS–KIP Sumsel Cetak Sejarah Baru di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)–  Dalam suasana santai namun penuh makna, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sumatera Selatan dan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumsel menggelar silaturahmi bersejarah di ruang rapat KI Sumsel, Palembang, Jumat siang (22/8/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi media siber dengan lembaga keterbukaan informasi di era digital yang semakin dinamis.

Hadir dari pihak PJS Sumsel, Ketua DPD Edi Triono bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Oyong Hairuddin, Sekretaris Wahyudi, serta Ketua DPC PJS Palembang, Suheri. Sementara dari Komisi Informasi Provinsi Sumsel, dipimpin Ketua Joemarthine Candra, didampingi Wakil Ketua Haidir Rohimin, Koordinator Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola Hadi Prayogo, serta Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, Muhamad Fathony.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PJS Sumsel Edi Triono menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan profesionalisme wartawan, salah satunya melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan digelar pada akhir November 2025 di Palembang. UKW tersebut akan menghadirkan lima kelas: tiga kelas muda, satu madya, dan satu utama.

“Tagline kami jelas, Jurnalis Kompeten. Karena itu, kami dorong anggota mengikuti UKW. Setelah sukses di Muara Enim, kami yakin pelaksanaan di Palembang bisa lebih baik,” ujar Edi.

Edi juga mengungkapkan bahwa PJS tengah berproses menjadi konstituen resmi Dewan Pers. Saat ini, sudah terbentuk 28 DPD PJS di Indonesia, termasuk 11 DPC di tingkat kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Ketua KI Sumsel Joemarthine Candra menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kolaborasi organisasi wartawan dengan Komisi Informasi merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan media yang sehat, profesional, dan kredibel.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PJS. Pertemuan ini adalah wujud komitmen bersama untuk membangun sinergi media dan keterbukaan informasi publik yang berdaya saing. Upaya PJS menjadi bagian Dewan Pers tentu kami dukung,” jelas Joemarthine.

Ia juga menambahkan, tantangan media digital saat ini bukan hanya kecepatan, melainkan juga akurasi, keberimbangan, dan etika. Karena itu, sinergi lintas organisasi menjadi kunci menghadapi dinamika jurnalisme dan keterbukaan informasi publik.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus melanjutkan komunikasi dan kerja sama. Agenda kerja sama ke depan mencakup pendidikan jurnalistik, diskusi kebijakan, hingga penguatan keterbukaan informasi di tingkat lokal.

“Ini bukan akhir, justru awal dari sinergi yang lebih konkret. Kami siap untuk kerja sama jangka panjang,” tandas Joemarthine.

Dari ruang rapat sederhana di Palembang, semangat besar membangun ekosistem media yang profesional dan keterbukaan informasi yang bermartabat di Bumi Sriwijaya kembali digelorakan.(ning)

Sejarah Baru di Unsri! Gubernur Sumsel Turut Diwisuda di Tengah Ribuan Lulusan

INDRALAYA -(deklarasinews.com)- ‎Suasana Auditorium Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (20/08/2025) dipenuhi rasa haru sekaligus kebanggaan. Unsri kembali menggelar wisuda ke-179, sebuah momen akademik yang selalu ditunggu-tunggu oleh ribuan mahasiswa dan keluarga mereka. Namun, kali ini ada sesuatu yang membuat suasana berbeda dan lebih istimewa: hadirnya Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sebagai salah satu peserta wisuda.

‎‎Orang nomor satu di Sumsel itu resmi menyelesaikan studi Program Doktor Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri. Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bukan hanya milik kalangan akademisi, tetapi juga bisa diraih oleh para pemimpin daerah yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan diri.

‎‎Rektor Beri Apresiasi Tinggi

‎‎Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. Taufiq Marwah, M.S., menyampaikan apresiasi mendalam atas pilihan Gubernur Sumsel yang mempercayakan Unsri sebagai tempat untuk menambah ilmu. Menurutnya, keberadaan sosok pemimpin daerah di tengah para akademisi menjadi kebanggaan tersendiri.

‎‎“Merupakan suatu kehormatan bagi kami, karena Bapak Gubernur telah menjadikan Unsri sebagai tempat menambah keilmuannya,” ujar Taufiq saat menyampaikan sambutan.

‎‎Ia menambahkan, banyaknya pejabat publik yang mempercayai Unsri sebagai tempat menimba ilmu menjadi dorongan bagi kampus kebanggaan masyarakat Sumsel ini untuk terus meningkatkan mutu akademik. “Berkat kepercayaan mereka, semoga ini menjadi semangat bagi kami untuk memperkuat kualitas dan proses pendidikan di Unsri,” imbuhnya.

‎‎Wisuda Terbesar Tahun Ini

‎‎Wisuda ke-179 Unsri tercatat sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun 2025. Total terdapat 2.189 wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi dari berbagai jenjang dan fakultas. Dari jumlah tersebut, 1.174 orang mengikuti prosesi wisuda pada Rabu (20/8/2025), sementara 1.015 orang lainnya akan diwisuda pada Kamis (21/8/2025).

‎‎“Periode Agustus biasanya memang menjadi momen dengan jumlah wisudawan terbanyak,” jelas Rektor.

‎‎Wisudawan kali ini datang dari hampir seluruh fakultas yang ada di Unsri, mulai dari strata sarjana, magister, hingga program doktor. Fakta ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi Unsri dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Sumatera Selatan dan Indonesia pada umumnya.

‎‎Pesan untuk Para Lulusan

‎‎Dalam pidatonya, Rektor juga menitipkan pesan khusus kepada para wisudawan dan wisudawati. Ia berharap seluruh lulusan Unsri mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan ke dalam kehidupan nyata, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

‎‎“Kami sudah berusaha maksimal memberikan ilmu sesuai standar kurikulum. Kini saatnya para wisudawan membuktikan kemampuan mereka di lapangan. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat dan membawa perubahan positif,” pungkas Taufiq.(Ning)

 

Peby Anggi Pratama Resmi Nahkodai HIPMI Palembang 2025-2028, Siap Sinergi dengan Pemkot dan Cetak Pengusaha Muda

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Momentum baru bagi kalangan pengusaha muda di Kota Palembang resmi dimulai. Peby Anggi Pratama, S.H., M.Kn. dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kota Palembang periode 2025–2028 dalam sebuah acara penuh khidmat di Gedung The Sultan, Selasa (19/8/2025).

Pelantikan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel M. Puri Andamas, serta para pengurus HIPMI Sumsel dan Palembang. Kehadiran tamu undangan dari berbagai kalangan juga menambah semarak perhelatan tersebut.

Harapan Besar dari HIPMI Sumsel

Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel, M. Puri Andamas, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelantikan pengurus HIPMI Palembang yang didominasi generasi muda. Ia menekankan pentingnya peran HIPMI dalam mendorong tumbuhnya iklim usaha di Palembang.

“Pengurus HIPMI Palembang ini diisi oleh anak-anak muda penuh energi. Kami berharap ke depan bisa bersinergi dengan Pemkot Palembang dalam menciptakan program-program luar biasa yang bermanfaat, baik untuk kader HIPMI maupun masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, program yang dijalankan HIPMI Palembang harus sejalan dengan arah kebijakan pemerintah kota dan pusat. “Ketua HIPMI Palembang ini juga seorang anggota DPRD, sehingga sudah memahami apa yang dibutuhkan masyarakat. Harapannya, program HIPMI bisa benar-benar memberi manfaat nyata,” tambah Puri.

Dukungan dari Pemerintah Kota

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, juga menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya jajaran pengurus baru. Ia berharap HIPMI Palembang semakin sukses dan melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perekonomian kota.

“Semoga ke depan HIPMI Palembang semakin solid, sukses, dan programnya bisa bersinergi dengan Pemkot Palembang. Kami menunggu kontribusi nyata HIPMI dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Program Nyata HIPMI: Dari Pasar Murah hingga Edukasi Kewirausaha

Dalam pidatonya, Peby Anggi Pratama menegaskan komitmen HIPMI Palembang untuk segera bergerak dengan program-program nyata. Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan adalah kerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Palembang dalam penyelenggaraan pasar murah.

“Kami telah menyalurkan subsidi hampir dua ton telur dan juga menyediakan voucher belanja murah bagi masyarakat. Ini bentuk nyata komitmen HIPMI untuk hadir langsung membantu,” jelas Peby.

Tak hanya fokus pada pasar murah, HIPMI Palembang juga memiliki program jangka panjang berupa edukasi kewirausahaan bagi siswa-siswi di Palembang. Menurut Peby, mindset menjadi pengusaha harus ditanamkan sejak dini.

“Semakin banyak pengusaha, semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang tercipta. Efeknya mungkin tidak instan, tapi ini investasi sosial dan ekonomi untuk masa depan,” tegasnya.

Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Menjawab pertanyaan media mengenai potensi pengusaha muda di Palembang, Peby optimistis bahwa peluang tersebut sangat besar. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang inklusif di mana semua anggota HIPMI bisa saling melengkapi.

“Kami ingin HIPMI menjadi wadah yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga membangun jiwa sosial. Di sini banyak jenis usaha, mulai dari perhotelan, laundry, hingga sektor lain. Jadi kalau mau belajar, semua ada. Prinsipnya, kita harus saling membesarkan, merangkul, dan tumbuh bersama,” papar Peby.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HIPMI Palembang tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah kota, perbankan, BUMN, dan pihak swasta lainnya sangat diperlukan.

“Kami punya semangat dan sumber daya. Tinggal bagaimana kita membangun jaringan kolaborasi yang kuat. Acara pelantikan ini pun bisa berjalan sukses berkat dukungan penuh dari pengurus dan sponsor,” ucapnya.

Komitmen Kepemimpinan Tiga Tahun ke Depan.

Menutup sambutannya, Peby mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya dipercaya memimpin HIPMI Palembang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bukan karena dirinya seorang, melainkan kerja sama seluruh pengurus.

“Saya berdiri di sini bukan karena saya hebat, tetapi karena ada dukungan teman-teman pengurus. Kita siap berkomitmen, berkolaborasi, dan InsyaAllah dalam tiga tahun ke depan, semua program kita bisa berjalan lancar serta memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat,” pungkasnya.(Ning)

Wagub Cik Ujang Serahkan Remisi HUT RI ke-80, 11.495 Napi di Sumsel Dapat Pengurangan Masa Hukuman

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa kepada narapidana dan anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palembang, Minggu (17/8/2025). Pemberian remisi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Remisi yang diberikan meliputi pengurangan masa pidana umum serta pengurangan masa pidana dasawarsa. Hal ini menjadi wujud apresiasi pemerintah kepada narapidana dan anak binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Wagub Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang menerima remisi. Ia berharap momen ini menjadi motivasi untuk memperbaiki diri dan berperilaku lebih baik di tengah masyarakat setelah kembali bebas nantinya.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang hari ini mendapat remisi. Jadikan kesempatan ini sebagai dorongan untuk terus berperilaku baik, menaati aturan, serta giat mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan,” tegasnya.

Selain memberikan sambutan pribadi, Cik Ujang juga membacakan amanat tertulis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto. Dalam amanat tersebut disebutkan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan bagi narapidana dan anak binaan yang disiplin serta sungguh-sungguh mengikuti program pembinaan.

Dikatakan Cik Ujang  remisi bukanlah pemberian semata dari pemerintah, melainkan sebuah penghargaan atas usaha nyata yang telah dilakukan para warga binaan.

“Program pembinaan yang diikuti dengan baik akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat ketika mereka kembali,” jelasnya.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menegaskan bahwa pembinaan narapidana adalah proses multidimensi yang mencakup pendidikan, pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, hingga interaksi sosial. Bahkan, berbagai lapas dan rutan juga menjalankan program ketahanan pangan untuk mendukung swasembada nasional.

“Lapas dan rutan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam pangan, mengembangkan perikanan, hingga melaksanakan panen raya. Hal ini sekaligus melatih keterampilan narapidana agar siap ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya

Di kesempatan yang sama, Cik Ujang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemasyarakatan yang terus bekerja keras dengan penuh integritas. Ia mengingatkan agar aparat pemasyarakatan menjauhi praktik penyimpangan serta menjaga komunikasi yang baik dengan warga binaan.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumsel, Erwendi Supriyatno, menyampaikan data penerima remisi di Sumsel. Dari total 15.692 narapidana dan anak binaan, sebanyak 11.495 orang mendapat remisi, dengan 461 di antaranya langsung bebas. Selain itu, terdapat 12.124 penerima remisi dasawarsa.

“Pemberian remisi ini diharapkan menjadi kesempatan bagi narapidana dan anak binaan untuk memperbaiki diri serta menyiapkan masa depan yang lebih baik. Pemerintah berharap mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Erwendi.

Acara penyerahan remisi ini turut dihadiri Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Drs H. Edward Candra, Ketua DWP Provinsi Sumsel Hj. Desy Kasnayati, serta jajaran Forkopimda Sumsel. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap upaya pembinaan warga binaan di Bumi Sriwijaya. (ning)

Tegakkan Pilar Sosial, Pusri Palembang Dorong Kebersamaan Warga di Momentum Kemerdekaan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kembali menegaskan komitmennya terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada momentum menyambut  geliat semangat kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang genap memasuki usia ke-80 tahun, khususnya pada pilar sosial menjadi penopang utama kesejahteraan warga.

‎‎Tahun ini, dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-80, Pusri menyalurkan bantuan dana kegiatan sebesar Rp300.000 untuk setiap lingkungan (RT) di Kota Palembang, sebagai langkah untuk menyongsong delapan puluh tahun Indonesia merdeka yang bukan hanya perayaan simbolik, tetapi juga momentum meneguhkan kembali cita-cita kemerdekaan menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.

‎‎”Sebagai perusahaan yang menempatkan pilar sosial sebagai prioritas untuk memenuhi hak dasar manusia secara adil dan setara. ‎Hal itu dilakukan PT Pusri Palembang Sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN No. 01 Tahun 2023 tentang Program TJSL. Pusri Palembang berusaha hadir di tengah gempita masyarakat, yang bukan sekadar sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari solusi” kata Raka Aditya Comdev Officer TJSL.

‎‎Diketahui, bantuan ini dimaksudkan sebagai dukungan bagi masyarakat setempat dalam mengadakan berbagai agenda perayaan kemerdekaan.

‎‎Mulai dari lomba rakyat, pentas seni, hingga kegiatan kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar warga selaras dengan tema HUT RI ke 80 “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,”.

‎‎Untuk diketahui visi TJSL Pusri untuk menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

‎‎Dalam misi besarnya, Pusri berkomitmen memberdayakan potensi sumber daya lokal menuju kemandirian masyarakat, serta membangun sinergi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

‎‎Tak hanya bantuan kegiatan, Pusri juga konsisten mengadopsi standar global ISO 26000:2010 dalam pelaksanaan TJSL, memastikan setiap program terintegrasi, terukur dampaknya, terarah, dan akuntabel.

‎‎Pendekatan ini memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar seremoni.

‎‎*Pilar Sosial sebagai Nafas Kemerdekaan*

‎‎Pilar sosial dalam TJSL Pusri bertujuan memenuhi hak dasar masyarakat melalui pemerataan akses terhadap kebutuhan esensial.

‎‎Dalam konteks HUT RI ke-80, program bantuan dana kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan masih relevan meniadakan kesenjangan dan membangun solidaritas sosial.

‎‎Bantuan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan, dengan cara melanjutkan perjuangan mereka di medan yang berbeda yakni medan pemberdayaan dan kebersamaan di tingkat akar rumput.

‎‎Setiap rupiah yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi pesan bahwa perusahaan BUMN hadir dan berperan langsung dalam kehidupan warga.

‎‎Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

‎‎Dengan dukungan penuh pada pilar sosial, Pusri tidak hanya bergerak di ranah filantropi, tetapi juga mendorong percepatan tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

‎‎Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Indonesia yang berdaya saing, berkeadilan, dan sejahtera pada 2045 nanti.

‎‎Di usia ke-80 tahun kemerdekaan ini, Pusri Palembang mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama.

‎‎Pilar sosial bukan sekadar konsep, melainkan langkah konkret membangun bangsa dari lingkaran terdekat masyarakat sekitar.

‎‎Ketika semua warga negara dapat hidup layak, sejahtera, dan setara itulah kemerdekaan yang diperjuangkan, dan itulah yang ingin dijaga Pusri.(Yoga Pratama)