‎18 DPC PKS Palembang Resmi Dilantik, Windo: Kami Siap Turun Langsung Layani Warga

​PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎‎Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palembang resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Palembang untuk periode 2025–2030. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam agenda Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Sabtu, sekaligus menjadi tonggak awal dimulainya kepemimpinan baru PKS di tingkat kecamatan.

‎‎Sebanyak 18 pengurus DPC dilantik dalam kesempatan tersebut, sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Kota Palembang. Pelantikan ini menandai berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya dan dimulainya estafet kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran PKS di tengah masyarakat.

‎‎Ketua DPD PKS Kota Palembang, H. Windo Putra Wijaya, Lc., MA, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda seremonial rutin partai. Lebih dari itu, Muscab merupakan momentum strategis untuk melakukan regenerasi kepemimpinan serta penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

‎‎“Muatan utama Muscab hari ini adalah pelantikan pengurus DPC PKS se-Kota Palembang. Ini adalah proses estafet kepemimpinan dari pengurus lama kepada pengurus baru periode 2025–2030 agar dapat bergerak dan bekerja melayani masyarakat,” ujar Windo, Sabtu (13/12/2025).

‎‎Menurut Windo, keberadaan DPC memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur partai. DPC berada di garis terdepan dalam membangun komunikasi dan interaksi langsung dengan masyarakat. Di bawah DPC, terdapat struktur ranting yang berperan sebagai ujung tombak pelayanan serta komunikasi politik PKS hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan warga.

‎‎Ia menambahkan, kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat secara lebih konkret, karena aspirasi warga paling banyak terserap melalui aktivitas di tingkat DPC dan ranting. Oleh sebab itu, soliditas dan kesiapan pengurus DPC menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program-program partai di daerah.

‎‎Windo juga menekankan bahwa slogan “Tokoh Bersama Majukan Palembang untuk Indonesia” menjadi komitmen utama kepengurusan baru. Komitmen tersebut tidak hanya dimaknai dalam konteks politik elektoral, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan sosial yang berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

‎‎“Kami ingin PKS hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya saat kontestasi politik, tetapi juga melalui aktivitas sosial yang terus berjalan,” jelasnya.

‎‎Lebih lanjut, Windo memaparkan bahwa proses penetapan kepengurusan DPC dilakukan melalui tahapan yang berlapis dan melibatkan berbagai unsur internal partai. Aspirasi dari para kader menjadi pijakan awal, yang kemudian dibahas bersama pembimbing pembinaan anggota, sebelum akhirnya dimusyawarahkan secara struktural di tingkat Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Palembang.

‎‎“Kami memastikan proses ini berjalan partisipatif dan berlapis, sehingga kepengurusan yang terbentuk benar-benar mencerminkan kebutuhan organisasi serta kesiapan untuk melayani masyarakat,” tegas Windo.

‎‎Terkait program kerja ke depan, Windo menyebutkan bahwa perumusan agenda rinci akan dibahas dalam forum internal lanjutan. Namun secara garis besar, arah kebijakan dan program PKS Palembang tetap difokuskan pada pelayanan masyarakat berbasis komunitas.

‎‎Salah satu program yang telah berjalan dan dikenal luas oleh masyarakat adalah Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Program ini menjadi wadah berbagai kegiatan sosial, mulai dari edukasi keluarga, pembinaan masyarakat, hingga pemberdayaan warga di lingkungan sekitar.

‎‎“DPC dan ranting adalah garda terdepan PKS. Di sanalah masyarakat berinteraksi langsung dengan kami, mulai dari pengajian, majelis taklim, senam bersama, hingga kegiatan sosial lainnya. Aspirasi dan kebutuhan warga dari tingkat bawah inilah yang kemudian diteruskan ke pengurus daerah,” ujarnya.

‎‎Dengan dikukuhkannya struktur DPC yang baru, PKS Kota Palembang optimistis dapat memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus memperluas dampak program-program sosial di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks.

‎‎“Kami ingin memastikan PKS hadir sebagai mitra masyarakat, tidak hanya pada momentum politik, tetapi dalam keseharian warga Palembang,” pungkas Windo.(Ning)

‎Dispora Palembang Siapkan Atlet Masa Depan, Turnamen Basket Antar-SMP Pecah Rekor Peserta!

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina potensi olahraga usia dini. Selama dua hari, Kamis–Jumat (11–12/12/2025), Dispora menggelar Kejuaraan Bola Basket Antar SMP se-Kota Palembang yang dipusatkan di lapangan Canton Park, Jalan Sinaraga No. 110, Palembang.

‎‎Ajang kompetisi yang diikuti ratusan pelajar ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Edison S.Sos., M.Si.

‎‎Dalam sambutannya, Edison menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan antar pelajar, melainkan langkah strategis dalam membangun fondasi pembinaan atlet jangka panjang. Melalui kompetisi seperti ini, kata Edison, pemerintah kota berharap dapat menemukan bibit-bibit atlet muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Palembang di pentas nasional bahkan internasional.

‎‎” Tujuan kejuaraan ini adalah mencari atlet-atlet potensial sejak usia dini. Kami berharap dari ajang ini lahir atlet muda yang bisa dibina menjadi atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Edison di sela-sela kegiatan, Kamis (11/12/25).

‎‎Edison juga menuturkan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dispora Kota Palembang dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang. Sinergi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pembinaan olahraga yang lebih terarah, khususnya di cabang bola basket.

‎‎Tak hanya fokus pada prestasi, Edison turut mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, kompetisi antar-SMP ini harus menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang untuk meningkatkan kedisiplinan dan mental bertanding para atlet.

‎‎“Ikutilah pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan momen ini sebagai ajang mempererat silaturahmi atlet-atlet bola basket SMP di Kota Palembang,” pesannya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dispora Palembang, Ahmadi Damrah, mengungkapkan bahwa animo peserta pada kejuaraan tahun ini sangat tinggi. Tercatat 300 atlet pelajar dari 75 SMP negeri dan swasta turut ambil bagian.

‎‎Ahmadi menyebut, selain meningkatkan kualitas olahraga bola basket di tingkat pelajar, kegiatan ini juga bertujuan memperluas jejaring pertemanan antar siswa serta memperkuat karakter positif seperti sportivitas, kerja tim, dan motivasi berprestasi.

‎‎“Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi di cabang bola basket, tetapi juga memupuk persaudaraan, sportivitas, serta motivasi atlet-atlet muda di seluruh SMP di Palembang,” jelasnya.

‎‎Menurut Ahmadi, Dispora akan terus mendorong berbagai kompetisi berjenjang untuk memastikan proses pembinaan berlangsung berkelanjutan. Ia berharap kejuaraan ini menjadi titik awal lahirnya generasi baru atlet bola basket yang bisa bersaing secara profesional. (Ning)

Gubernur Herman Deru Tegaskan Keramahtamahan Sumsel dalam Sriwijaya International Taekwondo Championship 2025

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-
‎‎Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa penyelenggaraan Sriwijaya International Taekwondo Championship 2025 merupakan bukti nyata keramahtamahan masyarakat Sumsel kepada para tamu. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kejuaraan internasional tersebut di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (22/11/2025).

‎Menurut Herman Deru, kejuaraan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk menunjukkan budaya ramah dan bersahabat yang menjadi ciri khas wong kito galo. Ia berharap seluruh tamu dan peserta dapat merasakan sambutan hangat masyarakat Palembang selama berada di bumi Sriwijaya.

‎Gubernur menyebutkan, Sriwijaya International Taekwondo Championship 2025 adalah salah satu event bergengsi yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berarti bagi para atlet dari berbagai daerah dan negara. Kepercayaan dunia kepada Sumsel sebagai tuan rumah, menurutnya, merupakan kehormatan besar.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) yang telah memberikan mandat penyelenggaraan. Herman Deru mengaku optimistis bahwa Sumsel akan terus menjadi salah satu pilihan utama pelaksanaan event olahraga nasional maupun internasional.

‎Lebih jauh, Gubernur menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki multiplier effect yang positif bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, hingga UMKM dipastikan ikut bergeliat dengan hadirnya ribuan peserta dan tamu.

‎Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengingatkan para atlet agar menjaga sportivitas dan kehormatan selama bertanding. Menurutnya, prestasi hanya akan bernilai jika diperoleh dengan cara yang jujur dan terhormat.

‎Pesan serupa ditujukan kepada para wasit yang bertugas. Ia meminta agar mereka menjalankan tugas dengan objektif dan berpegang pada prinsip kebenaran. Sikap tegas dan adil dari wasit, katanya, akan memberikan teladan bagi para atlet muda.

‎“Selamat bertanding. Jaga sportivitas dan jadilah contoh bagi generasi penerus olahraga taekwondo,” ujar Herman Deru menutup sambutannya.

‎Sementara itu, Wasekjen PBTI Master Irene Yosepine menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel atas dukungan dan kesiapan penyelenggaraan. Ia menyebut taekwondo Indonesia terus berkembang, dan event ini menjadi bukti bahwa Indonesia aman menjadi tuan rumah kompetisi internasional.

‎Irene menegaskan bahwa taekwondo bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan disiplin. Karena itu, ia berharap para atlet dapat menunjukkan mental juara sepanjang kompetisi.

‎Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos,.MM dalam laporannya menjelaskan bahwa kejuaraan ini sejak 3 tahun lalu di rencanakan dan baru terlaksana di tahun ini dan diikuti 3.500 peserta dari 24 provinsi dan 11 negara. Selain itu, hadir pula para master taekwondo nasional dan internasional dari 16 provinsi dan berlangsung mulai hari ini sabtu tanggal 22 hingga selasa 25 November 2025.

‎” Kalau saja pesertanya tidak dibatasi mungkin hampir mencapai angka 5000 lebih. Namun karena dari Pengurus Besar (PB) Taekwondo Indonesia (TI) dibatasi tidak boleh lebih dari 4000 jadi jumlah nya ada 3.500 atlet saja,” tuturnya.

‎” Kami ucapkan banyak terimakasih untuk Gubernur Sumsel H. Herman Deru
‎dan para sponsor BUMN dan BUMD yang telah mendukung dan mensupport kami dan Alhamdulillah semoga acara ini dapat berjalan dengan sukses dan kami mengucapkan selamat datang atau welcome to bumi Sriwijaya kepada tamu-tamu dari luar negeri,” tutupnya. (Ning)


Ketua Komisi III DPRD Palembang Apresiasi dan Dukung Marching Band Cakrawala Spensa berlaga di tingkat Nasional

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Dukungan datang dari DPRD Kota Palembang untuk Marching Band Cakrawala Spensa SMPN 1 Palembang yang bakal tampil di ajang Piala Menpora RI di GOR Ciracas, Jakarta, 20–23 November 2025.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, Rubi Indiarta, S.H., mengaku bangga dengan semangat para pelajar yang akan membawa nama baik kota Palembang ke level nasional. Ia menilai, perjuangan siswa-siswi SMPN 1 Palembang ini mencerminkan semangat generasi muda yang penuh dedikasi.

“Kita semua patut bangga. Anak-anak ini sudah menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya datang dari akademik, tapi juga dari kegiatan yang membentuk karakter dan disiplin,” kata Rubi, Rabu (12/11/2025).

Rubi menambahkan, keberhasilan tim marching band tersebut tidak lepas dari kerja keras para pelatih, dukungan sekolah, dan peran orang tua. Ia menilai, sinergi antara semua pihak menjadi kunci munculnya prestasi yang membanggakan seperti ini.

“Kalau pembinaan karakter di sekolah terus berjalan seperti ini, saya yakin banyak talenta muda Palembang yang bisa bersinar di tingkat nasional,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga mendorong agar Pemkot Palembang lebih aktif memberi dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang mampu mengharumkan nama daerah.

“Marching Band Cakrawala Spensa ini salah satu contoh positif. Kami berharap Pemkot terus memberi ruang dan fasilitas bagi anak-anak muda Palembang untuk berkembang,” tegasnya.

Rubi pun optimistis tim marching band kebanggaan “wong kito” itu bisa menorehkan hasil terbaik di Jakarta.

“Kita doakan bersama, semoga mereka tampil maksimal dan pulang membawa piala untuk Palembang,” tutupnya. (ning).

SMA Kristen IPEKA Palembang Gelar Dynamic-2 Excelsia 2025: Wadah Siswa Gali Bakat dan Sportivitas

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Untuk kedua kalinya, SMA Kristen IPEKA Palembang kembali menggelar ajang bergengsi bertajuk “Dynamic-2 Excelsia” yang mengusung tema “Explore Your Talent, Embrace The Challenge”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 12 hingga 15 November 2025, dan menjadi wadah bagi para pelajar di Kota Palembang untuk menunjukkan potensi, kreativitas, serta semangat kompetisi yang sehat.

‎‎Kepala Sekolah SMA Kristen IPEKA Palembang, Kezia Margaret Wibisono, didampingi Ketua Pelaksana Vanessa Florethe Cristabel, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menyelenggarakan lima jenis kompetisi, yakni Basket, Badminton, Modern Dance, Solo Vocal, serta Olimpiade Akademik. Seluruh perlombaan tersebut diikuti oleh 36 sekolah tingkat SMP dan SMA, baik negeri maupun swasta, se-Kota Palembang.

‎‎“Kompetisi ini tidak semata-mata untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, kami ingin mengajak para siswa untuk berani mengeksplorasi bakat mereka, berkompetisi dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan integritas,” ujar Kezia saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (12/11/2025).

‎‎Kezia menambahkan, pihak sekolah berkomitmen menjaga objektivitas dalam setiap perlombaan. Untuk itu, panitia menghadirkan dewan juri profesional dari berbagai lembaga resmi dan kompeten di bidangnya.

‎‎Untuk cabang Basket, juri diambil dari Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), sementara cabang Badminton melibatkan juri dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Lomba-lomba lainnya pun tak luput dari penilaian juri eksternal yang berpengalaman.

‎‎“Untuk kompetisi akademik, kami bekerja sama dengan vendor penyusun soal profesional yang biasa menangani lomba-lomba olimpiade di tingkat nasional. Hasilnya akan dikoreksi oleh tim independen secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar kompetisi umum, bukan hanya standar internal sekolah kami,” tegas Kezia.

‎‎Selain menjadi ajang kompetisi, Dynamic-2 Excelsia juga berfungsi sebagai program tahunan sekaligus open house bagi SMA Kristen IPEKA Palembang. Melalui kegiatan ini, sekolah membuka diri bagi masyarakat dan sekolah lain di Palembang untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler, serta nilai-nilai pembelajaran yang diterapkan.

‎‎Menurut Kezia, kegiatan ini menjadi ruang positif bagi generasi muda Palembang untuk mengembangkan diri di bidang akademik maupun nonakademik.

‎‎“Anak-anak Palembang itu luar biasa. Mereka punya banyak talenta yang harus diasah dan diberi ruang. Kami berpesan agar mereka tetap percaya diri dan terus mengeksplorasi potensi agar tumbuh menjadi generasi muda yang maksimal dan berkarakter,” ujarnya penuh semangat.

‎‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Vanessa Florethe Cristabel menuturkan bahwa antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, tercatat sekitar 900 peserta dari berbagai sekolah SMP dan SMA se kota Palembang turut ambil bagian.

‎‎Olimpiade tersebut dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, dan Olimpiade Matematika, yang seluruhnya diperuntukkan bagi pelajar tingkat SMP.

‎‎“Sedangkan untuk lomba Vocal Solo, kategori usia peserta berkisar antara 12 hingga 17 tahun. Dengan pembagian usia ini, kami ingin memberi ruang yang adil bagi semua peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya,” jelas Vanessa.

‎‎Ajang Dynamic-2 Excelsia tidak hanya menjadi sarana unjuk bakat, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan nilai karakter, kolaborasi, dan kepemimpinan di kalangan pelajar. Dengan dukungan guru, orang tua, dan masyarakat, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan kompetitif di Kota Palembang.

‎‎Sebagai sekolah yang menjunjung nilai iman, integritas, dan keunggulan, SMA Kristen IPEKA Palembang berharap kegiatan tahunan ini dapat menjadi wadah pembinaan berkelanjutan yang melahirkan pelajar-pelajar berprestasi, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

‎‎” Kami ingin setiap peserta pulang dengan pengalaman berharga, bukan hanya piala. Mereka belajar menghargai proses, berani mencoba, dan menemukan potensi terbaik dalam diri mereka,” pungkas Kezia.(Ning)

Bapenda Palembang Genjot Realisasi PBB 2025, Target Rp264 Miliar Dikejar Lewat Program Pemutihan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Dalam upaya mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang menggelar Rapat Kerja Koordinasi dan Evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2025, bertempat di Kantor Bapenda, Rabu, 12 November 2025.

‎‎Rapat dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, yang menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran pemerintah kota, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat hingga lurah, dalam mendorong peningkatan PAD melalui sektor pajak.

‎‎“Kita harus terus mengevaluasi, membuat terobosan, dan bekerja dengan ikhlas. Jika tidak ada komitmen bersama untuk membangun Palembang, maka visi dan misi RDPS tidak akan terwujud,” tegas Aprizal.

‎‎la juga mengajak seluruh aparatur memperkuat kolaborasi dan mempercepat Capaian target PBB yang hingga kini masih memiliki potensi besar untuk digenjot.

‎‎Dari data Bapenda, jumlah wajib pajak di Kota Palembang mencapai 374.826 SPT, dengan target realisasi PAD dari PBB sebesar Rp264 miliar.

‎‎“Kita masih punya waktu sekitar 40 harian untuk mengejar target ini. Dengan strategi yang tepat, seperti program pemutihan, saya optimistis target bisa tercapai,” tambahnya. Sementara itu,

‎‎Sementara itu Kepala Bapenda Kota Palembang, Marhaen, SH., M.Si. terus menggenjot realisasi penerimaan pajak daerah menjelang akhir tahun 2025. Hingga 11 November 2025, capaian pajak daerah telah menembus angka 72,5 persen dari total target sebesar Rp1,8 triliun, dengan nilai realisasi mencapai Rp1,035 triliun.

‎‎Marhaen menjelaskan, dari 14 jenis pajak daerah yang dikelola, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan capaian Rp246 miliar, atau sekitar 74,57 persen dari target yang ditetapkan.

‎‎“Kita masih punya waktu sekitar 40–50 hari hingga akhir tahun. Dengan sisa waktu tersebut, kami tetap optimistis target pendapatan daerah bisa tercapai,” ujar Marhaen.

‎‎Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mendorong peningkatan realisasi pajak adalah program penghapusan denda (pemutihan) PBB. Program ini berlaku untuk periode pajak 2002–2024, dengan rincian:

‎‎- Untuk tahun 2002–2019, penghapusan dilakukan 100 persen atas pokok dan denda.

‎- Untuk tahun 2020–2024, wajib pajak cukup membayar 50 persen dari pokok pajak, dengan syarat telah melunasi PBB tahun berjalan (2025).

‎‎“Program ini sangat membantu masyarakat. Selain meringankan beban wajib pajak, juga berkontribusi besar terhadap peningkatan penerimaan daerah,” kata Marhaen.

‎‎Bapenda juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu.

‎‎“Kami berharap masyarakat Palembang dapat memanfaatkan program penghapusan denda ini, karena kesempatan seperti ini jarang ada. Semakin banyak yang memanfaatkan, semakin besar pula dampaknya bagi pembangunan kota,” pungkasnya. (Ning)

‎Tak Sekadar Turnamen, Garuda Cup Jadi Wadah Emas Cetak Bintang Muda Indonesia

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Komunitas sepak bola usia dini Football Community Garuda Anak Nusantara (GAN) Sumatera Selatan kembali menggelar ajang bergengsi bertajuk Garuda Cup Sumsel Series 2025: Road to Milo National Championship 2025. Turnamen ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (8–9 November 2025), di Stadion Jasdam II/Sriwijaya, Jalan Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Palembang.

‎‎Koordinator GAN untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan meliputi Sumsel, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, dan Bengkulu, Hanief Djohan, menjelaskan bahwa Football Community Garuda Anak Nusantara merupakan wadah pembinaan sepak bola usia dini berskala nasional yang telah berdiri sejak tahun 2012.

‎‎Menurut Hanief, turnamen Garuda Cup 2025 diselenggarakan di 24 regional dari total 38 provinsi di seluruh Indonesia. Nantinya, setiap tim juara di masing-masing regional akan melaju ke Kejuaraan Nasional yang digelar pada awal tahun 2026.

‎‎“Setiap tahun, kejuaraan nasional Garuda Cup selalu dilaksanakan pada bulan Januari. Karena itu, babak kualifikasinya digelar di tahun sebelumnya untuk menentukan tim-tim terbaik yang berhak tampil di tingkat nasional,” ungkap Hanief.

‎‎Hanief juga menjelaskan bahwa Garuda Cup tahun 2025 mengalami perubahan regulasi penting dalam hal kategori usia peserta. Jika pada tahun-tahun sebelumnya (2015–2024) turnamen mempertandingkan kategori U-10 dan U-12, maka tahun ini berubah menjadi U-9 dan U-11.

‎‎Perubahan ini dilakukan karena pertimbangan usia kompetitif di tingkat nasional. “Kalau anak U-12 ikut kejuaraan nasional di awal tahun berikutnya, usia mereka sudah 13 tahun. Itu sudah masuk kategori usia besar, bukan festival lagi. Karena itu, kami sesuaikan agar U-11 nanti ketika tampil di final nasional sudah pas berusia 12 tahun,” jelasnya.

‎‎Dengan perubahan tersebut, pihak penyelenggara berharap pembinaan dan pengukuran kemampuan pemain usia dini dapat berlangsung lebih optimal dan sesuai standar pembinaan internasional.

‎‎Hanief mengakui, jumlah peserta dari Zona Sumatera Selatan pada tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, Sumsel menjadi salah satu wilayah dengan peserta terbanyak di luar Pulau Jawa, mencapai 32 tim penuh.

‎‎Namun, karena perubahan kategori usia, jumlah peserta kini menjadi 24 tim untuk U-11 dan 10 tim untuk U-9. Meski demikian, Hanief menegaskan bahwa penurunan jumlah peserta tidak memengaruhi kualitas kompetisi. Sebaliknya, tingkat antusiasme dan semangat para peserta justru semakin tinggi karena mereka ingin menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa lolos ke tingkat nasional.

‎‎Garuda Cup, menurut Hanief, memiliki peran penting dalam memberikan wadah kompetitif bagi anak-anak pecinta sepak bola di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

‎‎“Selama ini, pembinaan usia dini di dunia sepak bola Indonesia belum tersentuh langsung oleh PSSI. Karena itu, komunitas seperti GAN hadir untuk mengisi ruang tersebut, menjadi mitra pembinaan yang membantu anak-anak berkembang sejak dini,” jelasnya.

‎‎Hanief menambahkan, turnamen seperti Garuda Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan pemain muda. Tanpa adanya turnamen semacam ini, anak-anak hanya akan berlatih tanpa tahu sejauh mana peningkatan mereka.

‎‎“Event seperti ini sangat penting. Ini tempat mereka menguji hasil latihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menambah jam terbang. Jadi, perkembangan mereka bisa terlihat secara nyata,” imbuhnya.

‎‎Dalam kesempatan itu, Hanief juga memberikan pesan khusus bagi para peserta dan orang tua mereka. Kepada para pemain muda, ia berpesan agar tidak takut untuk mengikuti turnamen apa pun dan tetap semangat bertanding.

‎‎“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Dari situ, kalian bisa belajar banyak hal tentang kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya memberi semangat.

‎‎Sedangkan bagi para orang tua, Hanief menekankan pentingnya memberi kebebasan bagi anak-anak untuk bermain dan berekspresi di lapangan tanpa intervensi.

‎‎“Biarkan anak-anak bermain dengan hati nurani mereka. Jangan di-remote dari pinggir lapangan. Kami ingin mereka berkembang secara alami,” tegasnya.

‎‎Untuk menjaga sportivitas dan kenyamanan, panitia juga memberlakukan aturan ketat. Orang tua tidak diperbolehkan mendampingi anak-anak di pinggir lapangan. Hanya pelatih yang diizinkan berada di area pertandingan. Bila ada orang tua yang melanggar, pertandingan akan dihentikan sementara hingga mereka naik ke tribun penonton.

‎‎“Kami ingin menciptakan suasana yang sehat, di mana anak-anak bisa bermain bebas tanpa tekanan. Kami juga memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan mulai dari lapangan yang layak, tim medis profesional, hingga wasit berlisensi,” tutup Hanief. (Ning)

‎Ratusan Bocah SD Berlaga di Liga Merah Putih Regional Palembang, Siapa yang Melaju ke Bandung?

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda kembali menggema di Kota Palembang. Melalui ajang Kejuaraan Liga Merah Putih Regional Palembang antar SD/MI, ratusan anak usia dini menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Kompetisi bergengsi ini digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9 November 2025), bertempat di Adofo Mini Soccer, Jalan Seduduk Putih, Palembang.

‎‎Ketua Pelaksana Liga Merah Putih Regional Palembang, Aulia Septian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Liga Merah Putih yang diadakan di 26 regional kabupaten/kota se-Indonesia. Dari setiap regional, juara pertama dan kedua akan mewakili daerahnya untuk berlaga di tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 6–7 Desember 2025 nanti.

‎‎“Liga ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tapi lebih kepada bagaimana anak-anak belajar berproses, berkarakter, dan menjunjung nilai sportivitas,” ujar Aulia.

‎‎Ia menambahkan, kompetisi ini dibagi berdasarkan kategori usia, yaitu usia 10 tahun maksimal di kelahiran 2015 dan usia 12 tahun maksimal di kelahiran 2013.

‎‎Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Palembang, yang melihat Liga Merah Putih sebagai sarana penting untuk membina dan menumbuhkan potensi siswa sejak dini. Aulia menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari dinas terkait, sekaligus berharap agar di tahun-tahun berikutnya dukungan dari Pemerintah Kota Palembang semakin kuat.

‎‎“Kompetisi ini diikuti oleh anak-anak sekolah dasar se-Kota Palembang. Kami berharap ke depan, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan mendapat perhatian lebih luas, karena selain meningkatkan kemampuan teknis anak-anak, juga membentuk karakter dan mental juara,” tambahnya.

‎‎Lebih jauh, Aulia menekankan bahwa esensi utama dari Liga Merah Putih bukan semata-mata pada hasil akhir atau trofi yang diraih, melainkan pada proses pembelajaran dan pembentukan sikap.

‎‎“ Menjadi juara itu hanyalah bonus. Yang paling penting, anak-anak bisa menikmati proses, belajar kerja sama tim, dan tumbuh dengan karakter yang baik. Kami ingin mereka berkembang menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan punya semangat pantang menyerah,” ujarnya.

‎‎Ajang Liga Merah Putih Regional Palembang ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia, di kancah nasional maupun internasional.

‎‎Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak tidak hanya dilatih dalam keterampilan bermain sepak bola, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas, yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

‎‎Aulia menegaskan, pembinaan usia dini harus terus digalakkan agar anak-anak memiliki ruang untuk mengasah bakatnya. “Kami ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain, bahwa pembinaan karakter dan prestasi bisa berjalan seiring. Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah dan orang tua, bukan tidak mungkin Palembang akan melahirkan bintang sepak bola masa depan,” tutupnya. (ning)

Sidak Komisi III DPRD Palembang ke Koat Coffee Ungkap Dugaan Pelanggaran Perizinan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Koat Coffee, kafe bergaya modern yang berlokasi di pusat Kota Palembang, ternyata beroperasi tanpa satu pun izin resmi. Temuan ini mencuat usai sidak yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Palembang pada Selasa (4/11/2025).

‎Hasil pemeriksaan menunjukkan, kafe tersebut tidak memiliki izin usaha, izin mendirikan bangunan (IMB), maupun tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

‎Ketua Komisi III DPRD Palembang, Rubi Indiarta, S.H., menilai kasus ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan koordinasi antarinstansi di lingkungan Pemkot Palembang.

‎“Koat Coffee bisa berdiri dan beroperasi tanpa izin apa pun. Ini tanda ada kebocoran dalam sistem pengawasan kita,” kata Rubi saat ditemui usai sidak.

‎Rubi menegaskan, pihaknya telah meminta Satpol PP untuk segera menutup sementara operasional Koat Coffee hingga seluruh izin dipenuhi.

‎“Hari ini kami minta Pol PP kirimkan SP3. Kalau besok belum ada perubahan, penyegelan harus dilakukan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Manager Store Koat Coffee, Wahyu P. Pradana, mengatakan urusan perizinan bukan kewenangannya.

‎“Kapasitas saya hanya di bagian operasional dan hospitality. Tim legal kami di Yogyakarta yang mengurus perizinan,” ujarnya singkat.

‎Sikap tersebut dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi antara manajemen pusat dan pelaksana di daerah.

‎Kasus Koat Coffee kini menjadi daftar panjang pemerintah Kota Palembang untuk  segera menindak tegas pelanggaran tersebut. (ning).

 

‎Akhirnya! Palembang Pecah Rekor Setelah 23 Tahun Puasa Gelar Sepak Bola

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎ Euforia kemenangan membuncah di Kota Palembang pada Senin (3/11/2025) sore. Suara klakson kendaraan berpadu teriakan penuh sukacita dari ratusan masyarakat dan atlet sepak bola yang mengarak piala serta medali emas keliling kota. Momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan penutup penantian panjang selama 23 tahun tanpa gelar cabang olahraga (cabor) sepak bola pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan.

‎‎Rombongan konvoi memulai perjalanan dari Kantor Askot PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Dua unit mobil pick-up menjadi panggung kemenangan para punggawa tim sepak bola Palembang. Mereka berdiri gagah sambil mengangkat trofi dan medali emas, menunjukkan prestasi yang membanggakan kepada masyarakat.

‎‎Arakan itu kemudian melintasi rute protokol kota: Jalan A. Rivai, Jalan Merdeka dan singgah sejenak di halaman kantor Wali Kota Palembang, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Masjid Agung, lalu kembali ke Kantor Askot PSSI Palembang. Sepanjang perjalanan, masyarakat yang melihat turut melambaikan tangan, merekam momen, dan meneriakkan yel-yel dukungan.

‎‎Kemenangan ini seolah menegaskan kembali identitas Palembang sebagai kota olahraga, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan sepak bola “Wong Kito” yang sempat redup di level provinsi.

‎‎Harapan yang tertunda selama lebih dari dua dekade akhirnya terwujud. Tim sepak bola Palembang mengakhiri dahaga gelar setelah bekerja keras sepanjang turnamen Porprov XV di Musi Banyuasin (Muba).

‎‎“Ini bukan hanya kemenangan biasa. Ini simbol kebangkitan sepak bola Palembang,” ujar Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David dalam sambutannya.

‎‎David menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja sama banyak pihak—pemerintah kota, para pelatih, pemain, hingga dukungan masyarakat. “Medali emas ini sudah sangat kita nantikan selama 23 tahun. Akhirnya, Palembang kembali menunjukkan dominasinya, bukan hanya di Sumsel, tapi juga menjadi modal untuk bersaing di level nasional,” tuturnya.

‎‎Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan sepak bola Palembang sedang berada di jalur tepat. Banyak talenta muda kota yang kini berani bermimpi besar, bercita-cita meneruskan prestasi putra-putra terbaik daerah di lapangan hijau.

‎‎Perayaan kemenangan itu juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara Askot PSSI Palembang dan Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa, yang juga merupakan mantan Presiden PS Palembang.

‎‎David menyebut dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor kunci di balik keberhasilan ini. “Ini kolaborasi. Dalam pemerintahan Pak Ratu Dewa, kita melihat komitmen nyata terhadap pembinaan atlet. Beliau turun langsung memberikan motivasi, hadir di lapangan, dan mendukung para pemain bertanding,” ungkapnya.

‎‎Langkah pemerintah bukan hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut mengawal perkembangan sepak bola sejak level akar rumput. Program pelatihan, kompetisi usia dini, hingga dukungan fasilitas menjadi prioritas dalam beberapa tahun terakhir dan hasilnya kini mulai terlihat.

‎‎Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim sepak bola Palembang. Ia menyebut moment ini sebagai “awal kebangkitan” olahraga paling populer di kota ini.

‎‎“Sebagai Wali Kota, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, official, Askot PSSI, Dispora, dan tentu para orang tua atlet yang telah mendukung penuh. Ini bukan akhir, ini justru awal dari kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

‎‎Ratu Dewa bahkan memberikan tali asih senilai Rp20 juta sebagai bentuk apresiasi pribadi atas perjuangan tim. Gestur ini mendapat sambutan meriah dari para pemain, memperlihatkan kedekatan emosional antara pemimpin kota dan para atlet kebanggaan daerah.

‎‎Sebagai figur yang pernah merasakan dinamika kompetisi sepak bola dari dekat saat memimpin PS Palembang, Ratu Dewa memahami betul beratnya proses menuju prestasi. “Saya tahu betul suka dukanya. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.

‎Meski kemenangan ini terasa istimewa, baik pemerintah maupun Askot PSSI menegaskan bahwa prestasi ini bukan garis finis. Target lanjutan sudah menanti: menjaga konsistensi, memperkuat pembinaan usia dini, serta membawa Palembang lebih maju pada kompetisi tingkat nasional.

‎‎“Kita tidak boleh puas. Tantangan sejati adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” pungkas David.

‎‎Ratu Dewa pun menambahkan, “Kita akan terus perkuat fasilitas olahraga, penyaringan bakat muda, dan penyediaan kompetisi rutin. Palembang harus kembali menjadi barometer sepak bola Sumsel dan Indonesia.”

‎‎Arak-arakan pun ditutup dengan doa bersama di halaman Kantor Askot PSSI, sebagai bentuk syukur dan harapan untuk masa depan sepak bola Palembang. (Ning)