TMMD 129 Bojonegoro: ‘Suntik’ Gizi Balita dan Ibu Hamil Demi Masa Depan Bebas Stunting

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan sebuah desa tak melulu soal kokohnya jalan beton atau megahnya fasilitas umum. Lebih dari itu, kekuatan sejati sebuah wilayah terletak pada kesehatan generasi penerusnya.

Kesadaran inilah yang dibawa dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pada Senin (3/8/2026), Satgas TMMD bersama UPTD Puskesmas Kesongo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar program non-fisik berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Adapun sasaran utamanya adalah para balita dengan risiko gizi kurang, anak yang berat badannya tak kunjung naik (serta stagnan di Posyandu), dan para ibu hamil di pelosok pedesaan.

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memutus rantai masalah gizi di wilayah kerjanya.

“Melalui TMMD ke-129 ini, kami melaksanakan kegiatan pengentasan masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi balita gizi kurang, anak yang berat badannya tidak naik setelah dua kali penimbangan di Posyandu, serta ibu hamil,” ujar dr. Bowo.

Ia menyoroti pentingnya perhatian ekstra bagi ibu hamil. Pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan adalah penentu utama kesehatan janin.

Dengan asupan yang memadai, bayi diharapkan dapat lahir selamat, sehat dengan berat badan normal, serta terhindar dari ancaman stunting maupun Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Tak hanya terbatas di Desa Kesongo, jangkauan program intervensi gizi dari Dinas Kesehatan Bojonegoro ini mencakup seluruh wilayah kerja Puskesmas Kesongo, seperti Desa Panjang, Tondomulo, Mojorejo, Dayukidul dan sekitarnya.

Meski paket makanan tambahan dan asupan bernutrisi disalurkan, dr. Bowo mengingatkan bahwa intervensi medis ini sifatnya adalah stimulasi awal.

Kunci keberhasilan utama perbaikan gizi dalam jangka panjang tetap berada di tangan keluarga.

“Pemberian makanan tambahan ini tidak bisa dilakukan selamanya. Harapan kami, masyarakat dapat mencontoh jenis paket makanan yang diberikan, lalu menerapkan pola konsumsi sehat tersebut mandiri di rumah,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa sasaran non-fisik seperti perbaikan gizi sama krusialnya dengan sasaran fisik.

“Pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan atau rumah, tetapi juga dengan membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui perbaikan status gizi,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Ia mengapresiasi kemitraan erat antara TNI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga tingkat Pemerintah Desa.

Menurutnya, anak-anak yang tumbuh sehat hari ini adalah fondasi generasi emas yang siap membawa Indonesia makin maju di masa depan.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia. Kami berharap kebiasaan memberikan makanan bergizi terus dilanjutkan oleh keluarga sehingga manfaat program ini dirasakan berkelanjutan,” pungkasnya.

il Demi Masa Depan Bebas Stunting

Wujud Nyata Gotong Royong: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Pacu Pembangunan Drainase demi Keawetan Jalan Desa

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat gotong royong, kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat kembali terus terpancar kuat di pelosok Bojonegoro.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun anggaran 2026, para personel Satgas bersama warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tancap gas memacu pengerjaan drainase jalan desa.

Pembangunan saluran air ini bukan sekadar pekerjaan fisik biasa, melainkan langkah strategis untuk menunjang ketahanan infrastruktur jalan serta menjamin kelancaran aliran air saat musim penghujan tiba.

Di lokasi kegiatan, tampak suasana penuh kehangatan dan kekompakan. Dengan mengandalkan semangat gotong royong serta dukungan alat berat (eksavator), prajurit TNI dan warga bekerja saling bahu-membahu.

Tahap demi tahap pengerjaan mulai dari penggalian tanah, penyusunan material semen dan batu, hingga penyempurnaan saluran dilakukan dengan ketelitian tinggi agar menghasilkan struktur yang kokoh dan berdaya guna jangka panjang.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan pentingnya keberadaan drainase yang representatif dalam mendukung keberhasilan pembangunan fisik TMMD.

“Drainase ini menjadi penunjang utama agar jalan yang dibangun tetap awet dan tidak cepat rusak akibat tergenang air. Karena itu, pengerjaannya terus kami percepat bersama Satgas TMMD dan masyarakat,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa sinergi dan kebersamaan yang terjalin erat antara TNI dan warga merupakan modal paling vital.

Semangat gotong royong ini diharapkan tidak berhenti saat program TMMD usai, melainkan terus mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembangunan saluran air baru ini disambut sukacita oleh warga Desa Kesongo. Selama ini, genangan air hujan kerap menjadi ancaman utama yang merusak permukaan jalan dan mengganggu mobilitas harian.

Warga berharap dengan hadirnya sistem drainase yang tertata rapi ini, risiko banjir dan genangan air dapat terminimalisasi, sehingga kondisi jalan tetap terjaga baik dan membawa manfaat nyata bagi peningkatkan perekonomian serta aktivitas sehari-hari warga setempat.

Melalui komitmen berkelanjutan dalam TMMD ke-129, jajaran TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat terus membuktikan peran nyatanya dengan menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Sentuh Hati Generasi Muda: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan DP3AKB Edukasi Stunting, serta Kesehatan Reproduksi di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu daerah tak semata-mata diukur dari kokohnya jembatan atau mulusnya jalan beton yang membentang. Lebih dari itu, membangun fondasi masa depan manusia menjadi kunci utama keberlanjutan sebuah peradaban.

Semangat inilah yang terus digaungkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, yang tidak hanya berfokus pada sasaran fisik, melainkan juga menyentuh aspek vital pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

Pada Rabu (5/8/2026) pagi, suasana di SMP Negeri Satu Atap Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro tampak begitu hangat dan berenergi.

Sebanyak 60 pelajar yang terdiri dari siswa-siswi SD kelas V dan VI, serta siswa SMP kelas VII hingga IX berkumpul dengan antusias mengikuti kegiatan non-fisik TMMD ke-129 berupa Edukasi Gizi, Pencegahan Stunting, dan Kesehatan Reproduksi Remaja.

Kegiatan yang diinisiasi atas kolaborasi Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro serta Forum GenRe (Generasi Berencana) ini berlangsung interaktif sejak dimulai pukul 09.00 WIB.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KPKS) DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, dr. Fitri Munira Pitaloka, Kepala SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Endang Palupi, M.Pd., jajaran Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, serta para fasilitator dari Forum GenRe.

Kepala SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Endang Palupi, M.Pd., menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas kepedulian prajurit TNI dan Pemkab Bojonegoro terhadap anak-anak didiknya di pelosok desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI melalui program TMMD yang telah membawa kegiatan edukasi tentang gizi, pencegahan stunting, dan kesehatan reproduksi. Pengetahuan ini sangat bermanfaat sebagai bekal bagi anak-anak kami untuk masa depan. Kami mewakili guru, siswa, dan seluruh wali murid sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Endang Palupi penuh haru.

Menjawab kebutuhan edukasi remaja, Kabid KPKS DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, dr. Fitri Munira Pitaloka, menjelaskan, intervensi gizi dan pemahaman kesehatan reproduksi sejak usia sekolah menengah merupakan langkah preventif yang paling efektif untuk memutus rantai stunting secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur dapat hadir bersama adik-adik semua. Hari ini kita belajar bersama mengenai pentingnya gizi seimbang, pencegahan stunting, dan kesehatan reproduksi. Materi disampaikan oleh teman-teman dari Forum GenRe agar lebih mudah dipahami dan menyenangkan,” tutur dr. Fitri.

Metode penyampaian yang dikemas secara terstruktur namun santai membuat para siswa tak canggung untuk bertanya.

Diskusi interaktif mengalir dua arah, membuka wawasan para peserta tentang pentingnya menjaga pola makan sehat, memahami perubahan fisik serta mental di usia remaja, hingga merencanakan masa depan yang berkualitas.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga Desa Kesongo atas kehangatan dan rasa kekeluargaan yang ditunjukkan selama personel TMMD beraktivitas di desa tersebut.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh adik-adik tentang gizi, pencegahan stunting, dan kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan. Generasi yang sehat adalah pondasi kemajuan bangsa,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Melalui sinergi lintas sektor ini, program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan hakikat sejati kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum mungkin memperlancar roda ekonomi, tetapi edukasi kesehatan dan pembentukan karakter generasi muda inilah yang akan menjaga denyut masa depan Desa Kesongo agar tetap tumbuh sehat, cerdas, dan sejahtera.

Menyemai Benih-Benih Kecerdasan: Ketika Satgas TMMD 129 Bojonegoro Membuka ‘Jendela Dunia’ Anak-Anak Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pengabdian Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tak sekadar berurusan dengan semen, cangkul, atau pembangunan jalan desa.

Di balik seragam loreng yang tegap, tersimpan kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Suasana hangat, dan penuh keakraban mewarnai pendopo Balai Desa Kesongo pada Selasa (4/8/2026) pagi.

Kedatangan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD) dan program Pinjam Antar (Pintar) yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur disambut sorak gembira dan antusiasme puluhan anak desa setempat.

Namun, ada pemandangan menarik yang menyentuh hati. Para prajurit Satgas TMMD tidak sekadar berdiri mengawasi, tetapi ikut melebur, duduk merakyat di tangga pendopo, dan menjadi pengasuh sekaligus kawan membaca bagi anak-anak.

Salah satu momen paling menginspirasi terlihat saat Prada Adnan FZ, anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, memangku seorang bocah perempuan bergaun biru dengan penuh rasa kasih sayang.

Dengan telaten, jemari prajurit ini membimbing sang anak membalik lembar demi lembar buku cerita bergambar yang penuh warna.

Tak ada canggung, tak ada sekat. Gelak tawa dan celoteh riang anak-anak menyatu dengan ketenangan prajurit TNI yang sabar menjelaskan pesan moral di dalam bacaan.

“Membaca adalah jendela dunia. Kami sangat berterima kasih karena program perpustakaan keliling ini mampu menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini,” ujar Prada Adnan.

Bagi Prada Adnan, membiasakan anak-anak membaca buku adalah langkah awal menanamkan cita-cita tinggi.

Ia meyakini bahwa pembangunan desa yang sejati tidak hanya berhenti pada megahnya fasilitas fisik, melainkan juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kehadiran perpustakaan keliling dalam rangkaian TMMD ini menjadi bukti nyata bahwa kami juga berfokus pada pembangunan manusia, khususnya generasi muda. Harapannya, semakin banyak anak-anak yang gemar membaca sehingga memiliki referensi pengetahuan yang luas tentang dunia,” tambahnya penuh harap.

Kegiatan literasi terpadu ini pun disambut hangat oleh para orang tua dan warga Desa Kesongo.

Mereka terharu melihat bagaimana para prajurit TNI dengan tulus mendampingi putra-putri mereka belajar, menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh kasih.

Melalui interaksi sederhana namun bermakna ini, TMMD ke-129 di Desa Kesongo membuktikan bahwa filosofi Kemanunggalan TNI dengan Rakyat bukan sekadar slogan.

TNI hadir tidak hanya membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga ikut menyemai benih-benih kecerdasan, menanamkan semangat literasi, dan merajut fondasi masa depan anak-anak di pelosok daerah.

Kehangatan Pos 1 Kesongo: Ketika Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Menyatu Tanpa Sekat

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senja perlahan berganti malam di Pos 1 Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro Jawa Timur, tepatnya di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Setelah seharian penuh berpeluh keringat berjibaku membuka akses jalan, merehabilitasi rumah warga, serta merampungkan berbagai sasaran fisik lainnya, pemandangan hangat menyelimuti keheningan desa pada Rabu (5/8/2026) malam.

Di atas karpet sederhana yang tergelar di ruang tengah rumah warga, tak ada lagi sekat pembatas antara prajurit berseragam loreng dan masyarakat setempat.

Mereka duduk melingkar, menikmati sajian makan malam ala kadarnya dalam suasana yang dipenuhi canda tawa, gelak tawa riang, serta obrolan ringan yang mengalir hangat tentang dinamika kehidupan pedesaan.

Momen persaudaraan ini menjadi bukti otentik bahwa hadirnya program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata.

Lebih jauh dari itu, TMMD telah menjelma menjadi jembatan batin yang sangat kokoh, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di pelosok negeri.

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa nilai kebersamaan merupakan roh paling mendasar dari seluruh rangkaian kegiatan TMMD.

“Keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terbangunnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara prajurit dengan masyarakat. Inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan emosional dan hubungan kekeluargaan yang terjalin selama bermalam dan beraktivitas di Desa Kesongo diharapkan mampu mengobarkan semangat gotong royong warga. Dengan demikian, seluruh sasaran TMMD dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Rasa haru dan syukur juga terpancar jelas dari raut wajah para warga. Ketua RT.013 RW.006 Dusun Krebet, Sukadi, yang hadir mewakili warga masyarakat Kesongo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan oleh para prajurit TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas TMMD yang telah bekerja tanpa mengenal lelah untuk membangun desa kami. Makan malam bersama ini menjadi bukti bahwa TNI benar-benar hadir di tengah masyarakat, tidak hanya membangun jalan dan rumah, tetapi juga membangun persaudaraan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran kepada seluruh personel Satgas hingga tugas TMMD selesai,” tutur Sukadi dengan penuh kehangatan.

Suasana makan malam yang bersahaja itu pun menjadi penutup sempurna bagi deretan aktivitas pengabdian hari itu di Desa Kesongo.

Dari meja makan yang sederhana, telah lahir ikatan persaudaraan yang semakin mengakar kuat, sebuah nilai fundamental yang menjadi fondasi utama keberhasilan program TMMD di Kabupaten Bojonegoro.

Menyapa Hati di Teras Rumah: Cara Babinsa Kesongo Rajut Kebersamaan di TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana teras rumah warga di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tampak berbeda hari itu, Rabu (5/8/2026) pagi.

Tanpa sekat formal maupun mimbar pidato, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kesongo, Serka Lasmidi, memilih cara yang begitu menyentuh untuk menyapa warga, duduk bersila di ubin teras, menyapa seorang ibu yang tengah menggendong bayinya, sembari berdialog hangat.

Pendekatan dari hati ke hati ini dilakukan Serka Lasmidi sebagai bentuk sosialisasi intensif pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.

Melalui obrolan santai namun bermakna, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memahami bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan kebersamaan untuk membangun masa depan desa yang lebih cerah.

Menurut Serka Lasmidi, esensi TMMD terletak pada kekuatan gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pembangunan jalan, fasilitas umum, hingga program non-fisik seperti pelayanan kesehatan dan penyuluhan pemberdayaan warga tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri.

“TMMD adalah program bersama. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap warga dapat ikut mendukung, menjaga hasil pembangunan, serta memanfaatkan seluruh fasilitas yang dibangun demi kemajuan Desa Kesongo,” ungkap Serka Lasmidi.

Sosialisasi humanis yang dibawakan Serka Lasmidi membuktikan bahwa komunikasi yang baik dan penuh kehangatan mampu melunakkan jarak.

Senyum ramah warga serta sambutan hangat dari para ibu di pelosok desa menjadi penanda bahwa semangat gotong royong siap menyambut kehadiran TMMD ke-129.

Melalui langkah kecil di teras-teras rumah warga, harapan besar kini dirajut bersama untuk mewujudkan Desa Kesongo yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Komplotan Residivis Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Candipuro

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Unit Reskrim Polsek Candipuro bersama Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan dan Unit 4 Subdit III Ditreskrimum Polda Lampung berhasil membongkar komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor yang  telah beraksi di sejumlah lokasi di Kecamatan Candipuro dan sekitarnya.

Kapolsek Candipuro IPTU Ali Humaeni, S.H., M.M., mengatakan bahwa dalam pengungkapan pada Rabu (5/8/2026) tersebut polisi mengamankan empat tersangka, menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan, serta mengungkap sedikitnya delapan aksi pencurian kendaraan bermotor yang diakui para pelaku.

“keempat tersangka yang diamankan masing-masing K.S. (21), warga Desa Batu Liman Lama, Kecamatan Candipuro; R.A. (22), warga Desa Batu Liman Indah, Kecamatan Candipuro; Y.S. (21), warga Desa Batu Liman Lama, Kecamatan Candipuro; serta S. (41), warga Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan” ujar Ali.

Kasus ini bermula dari laporan pencurian yang terjadi di Desa Batuliman Indah, Kecamatan Candipuro, pada Jumat, 31 Juli 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Para pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel teralis pintu belakang, merusak pintu rumah, kemudian membobol pintu menuju ruang tengah sebelum mengambil berbagai barang berharga.

Barang yang dicuri meliputi dua unit sepeda motor, yakni Honda Beat BE 6774 OW dan Honda Revo BE 7429 NU, satu unit telepon genggam Oppo, uang tunai Rp1,3 juta, sepasang sepatu futsal, serta satu jeriken berisi BBM jenis Pertalite. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp16 juta dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Candipuro.

Dari penyelidikan polisi berhasil mengendus  keberadaan jaringan tersebut  dan menangkap tersangka Y.S. di wilayah Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur. Hasil pemeriksaan kemudian mengarah kepada tersangka R.A., yang mengakui melakukan pencurian bersama K.S.

Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku telah menjual salah satu sepeda motor curian di wilayah Balinuraga, Kecamatan Sidomulyo. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan satu unit Honda Beat milik korban. Pengembangan berikutnya mengarah pada keberadaan sepeda motor lainnya yang diduga telah dijual kepada seseorang berinisial R. Namun saat dilakukan penggerebekan, orang yang dicari bersama sepeda motor tersebut sudah tidak berada di lokasi.

“Saat dilakukan penangkapan terhadap R.A. dan K.S., keduanya berupaya melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur sesuai prosedur.” tegas Ali.

Hasil pendalaman polisi mengungkap bahwa R.A. dan K.S. merupakan pelaku spesialis curanmor yang telah beraksi di berbagai lokasi. Kepada polisi, keduanya mengakui sedikitnya delapan aksi pencurian di wilayah Candipuro, Way Gelam, Sidoasri, Karya Mulya Sejati, Banyumas, Batuliman, hingga pencurian sepeda motor di sebuah acara organ tunggal di wilayah Bulog Kalianda.

Dalam pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Oppo A3S, satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih-biru, serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang diduga berkaitan dengan rangkaian tindak pidana para tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477  KUHP  dengan ancaman  hukuman pidana penjara paling lama 7 hingga 9 tahun. Hingga saat ini, penyidik kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus guna memburu pelaku lain yang diduga kuat terlibat, termasuk melacak keberadaan penadah serta mengamankan barang bukti yang belum ditemukan. (*/Cak Ton)

 

Wujudkan Penegakan Hukum Holistik, Kejati Lampung Berhasil Selamatkan Keuangan Negara Hingga 1,14 Triliun Rupiah

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mewujudkan keterbukaan informasi publik serta bentuk akuntabilitas dan pertanggungjawaban institusi kepada masyarakat, Kejaksaan Tinggi Lampung menyelenggarakan kegiatan Coffee Morning bersama jajaran komunitas media cetak, elektronik, dan online se-Provinsi Lampung pada hari Rabu tanggal 05 Agustus 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung ini diselenggarakan di Aula Kejati Lampung pada Pukul 08.30 WIB dengan agenda utama penyampaian Rilis Capaian Kinerja Kejati Lampung dan Kejaksaan Negeri jajaran untuk periode Semester I (Januari–Juli 2026).

Satu capaian paling menonjol dan menjadi sorotan utama pada semester ini adalah kinerja luar biasa dari Bidang Tindak Pidana Khusus. Kejati Lampung menegaskan bahwa wajah penegakan hukum tindak pidana korupsi saat ini telah bertransformasi. Penegakan hukum tidak lagi sekadar berorientasi pada pemidanaan badan (pemenjaraan pelaku), melainkan bergerak maju dengan memaksimalkan strategi Follow the Money dan Asset Recovery (Pemulihan Aset).

Melalui strategi tersebut, Kejati Lampung beserta jajaran sukses mencetak sejarah dengan berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai total Rp. 1.145.448.982.370,- (Satu Triliun Seratus Empat Puluh Lima Miliar Empat Ratus Empat Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Tiga Ratus Tujuh Puluh Rupiah) atau lebih dari 1,14 Triliun Rupiah.

Penyelamatan kerugian keuangan negara berskala mega ini merupakan akumulasi dari penanganan sejumlah perkara korupsi besar. Penyumbang terbesar berasal dari penyelamatan uang titipan dan sitaan pada perkara dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan oleh PT P di wilayah Way Kanan, yang nilainya menembus angka Rp. 1,003 Triliun (Saat ini penanganannya telah diambil alih oleh Kejaksaan Agung RI guna efektivitas penanganan berdimensi nasional).

Selain itu, angka fantastis 1,14 Triliun tersebut juga digabungkan dengan penyelamatan dari penanganan perkara korupsi PT LEB, SPAM Pesawaran, pembayaran Uang Pengganti dan Denda, serta penyitaan berbagai mata uang asing (USD, SGD, EUR, AUD, MYR) dan 738 gram logam mulia.

Di samping prestasi fenomenal di bidang pemberantasan korupsi, kinerja holistik yang optimal juga ditunjukkan oleh seluruh bidang lainnya di lingkungan Kejati Lampung, yaitu :

  • Bidang Tindak Pidana Umum.

Berhasil mengedepankan sisi penegakan hukum yang humanis melalui penyelesaian 52 perkara berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Justice), lengkap dengan pembinaan keahlian bagi tersangka.

  • Bidang Intelijen.

Terus proaktif melakukan deteksi dini dan pengawalan pembangunan strategis, salah satunya dengan turun langsung (on the spot) mengawal Program Prioritas Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lampung.

  • Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Sukses memulihkan keuangan negara sebesar Rp.33,2 Miliar dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp.10,2 Miliar melalui pendampingan Jaksa Pengacara Negara.

  • Bidang Pemulihan Aset.

Mencatatkan tingkat keberhasilan spektakuler hingga 256,7% dengan memulihkan aset senilai Rp.16,2 Miliar dari target awal PNBP sebesar Rp.6,3 Miliar.

Kejaksaan Tinggi Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, tegas dalam memberantas korupsi, namun tetap humanis dan memberi manfaat finansial yang nyata bagi pemulihan kas negara.

Bandar Lampung,  05 Agustus 2026

KASI PENKUM KEJAKSAAN TINGGI LAMPUNG

RICKY RAMADHAN. S.H., M.H.

Keterangan Lebih Lanjut dapat menghubungi

Nomor Hanpdhone Penkum Kejaksaan Tinggi

Lampung 0811 7237 799.

Email : penkumkjtlampung@gmail.com

Goresan Kuas Pembawa Asa: TMMD 129 Bojonegoro Wujudkan Hunian Nyaman Mbah Samijan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Udara pagi di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Selasa (4/8/2026) terasa berbeda dari biasanya.

Di teras sebuah rumah yang bersolek cantik dengan kombinasi warna putih dan biru muda, tampak seorang pria sepuh duduk termenung.

Matanya berkaca-kaca, memancarkan rasa syukur yang mendalam. Pria itu adalah Bapak Samijan, warga RT.013 RW.006.

Dengan tenang, ia memperhatikan setiap ayunan kuas para prajurit TNI dari Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang tengah menyelesaikan tahap akhir rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya.

Bagi Mbah Samijan, setiap goresan cat tembok dan tiang bambu/kayu bernuansa hijau itu bukan sekadar mempercantik dinding, melainkan lambang hadirnya harapan baru.

Angan-angan memiliki hunian yang aman, kokoh, dan nyaman, yang dahulu terasa jauh di awang-awang kini menjelma menjadi kenyataan persis di depan matanya.

Proses pengecatan dinding dan pembersihan teras keramik yang mengilap menjadi tanda bahwa pembangunan fisik RTLH tersebut telah memasuki tahap finishing.

Para prajurit Satgas TMMD tak hanya mahir memegang senjata, tetapi juga cekatan mengayunkan kuas dan sapu demi memastikan hunian tersebut siap ditempati dengan layak.

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menjelaskan, percepatan tahap akhir ini dilakukan agar seluruh target fisik program TMMD selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.

“Pengecatan dan pembersihan ini adalah bagian dari tahap finishing pembangunan RTLH yang terus kami kebut. Melalui program ini, kami berharap masyarakat khususnya Pak Samijan dapat merasakan manfaat nyata dan kehangatan dari kehadiran TMMD di tengah-tengah mereka. Kami akan terus bekerja maksimal hingga seluruh sasaran rampung 100 persen,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Tak banyak kata yang mampu diucapkan Bapak Samijan selain rasa terima kasih yang mendalam.

Sambil memegangi lututnya di sudut teras, senyum mengembang dari bibirnya saat melihat rumah beralas keramik bersih itu kini berdiri gagah menopang atap gentengnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya hanya bisa duduk di sini, melihat bapak-bapak TNI bekerja dengan sangat ikhlas mengecat dan merapikan rumah saya,” tutur Samijan dengan nada suara bergetar menahan haru.

“Terima kasih banyak kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu. Semoga seluruh anggota Satgas TMMD selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam setiap menjalankan tugas negara,” tambahnya.

Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat, program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya memperbaiki dinding rapuh menjadi tembok yang kokoh, tetapi juga merajut kembali rajutan asa dan kebahagiaan bagi warga pelosok desa.

Sentuhan Akhir: Progres Positif Bedah Rumah TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyum sumringah tersirat di wajah Ibu Wagini, warga Dusun Kesongo (Krisik), RT.010 RW.004, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Rumah impiannya yang layak huni, aman, dan sehat kini tinggal menghitung hari untuk bisa ditempati.

Hal ini berkat dedikasi dan kerja keras personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang terus menggenjot pengerjaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Memasuki tahap akhir, kesibukan di rumah Ibu Wagini semakin terlihat. Alih-alih mengendur, semangat juang para TNI, yang tergabung dalam Satgas TMMD, justru semakin membara.

Fokus mereka kini tertuju pada detail-detail akhir, atau finishing untuk memastikan hunian tersebut siap sepenuhnya, Selasa (4/8/2026).

Salah satu fokus utama pada tahap ini adalah pemasangan pintu. Di bawah pengawasan teliti dari Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, personel TNI nampak cekatan memasang kusen dan daun pintu.

“Saat ini, kami benar-benar fokus pada tahap penyelesaian atau finishing. Pemasangan pintu, jendela, dan penyempurnaan bagian-bagian rumah lainnya terus kami kebut agar Ibu Wagini bisa segera menempati rumah barunya dengan nyaman dan bahagia,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Kualitas pengerjaan pun menjadi perhatian utama. Meskipun waktu pengerjaan terus dipacu, para personel Satgas TMMD tetap mengedepankan ketelitian dan kerapian.

Hasil renovasi tidak hanya didesain kokoh secara struktur, tetapi juga memberikan kesan estetis yang mengundang kenyamanan.

Program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu pilar penting dalam kegiatan TMMD ke-129. Letda Inf Ady Yuniarto menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar membangun rumah, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Melalui penyediaan tempat tinggal yang layak, kami ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap rumah baru Ibu Wagini bukan hanya sekadar tempat berlindung, tetapi juga sumber semangat baru bagi keluarganya untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tambah Letda Inf Ady Yuniarto.

Keberhasilan program RTLH di Desa Kesongo ini tidak lepas dari sinergi yang harmonis antara Satgas TMMD dan masyarakat setempat.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia benar-benar terasa di lokasi pembangunan.

Progres positif pengerjaan rehabilitasi RTLH Ibu Wagini memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Kesongo.

Kehadiran TMMD ke-129 di tengah-tengah mereka memberikan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup.

Melalui program-programnya, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat merupakan kunci utama dalam membangun desa dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Selain program RTLH, TMMD ke-129 juga mencakup berbagai kegiatan pembangunan lainnya, seperti pembangunan jalan cor beton, pembangunan jembatan, drainase, normalisasi sungai, pembangunan tempat ibadah dan MCK, dan rehabilitasi gedung sekolah.

Tujuan utama program TMMD adalah untuk mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berupaya membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh bangsa Indonesia.