Edukasi Sederhana: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Membangun Kesadaran dan Karakter Peduli Lingkungan di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pengabdian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, tak hanya tentang pembangunan fisik semata.

Lebih dari sekadar meratakan jalan atau merenovasi fasilitas umum, personel Satgas TMMD juga menyentuh sisi fundamental pembangunan desa, kesadaran dan karakter masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembagian cenderamata berupa tempat sampah kepada warga Desa Kesongo, Kamis (6/8/2026).

Pembagian ini bukan sekadar memberi wadah penampung limbah rumah tangga, melainkan sebuah bentuk edukasi interaktif dan ajakan persuasif agar warga semakin disiplin menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Inisiatif pembagian tempat sampah tersebut disambut hangat dan penuh antusiasme oleh warga setempat.

Senyum gembira terpancar saat warga menerima tempat sampah baru dari tangan para prajurit TNI.

Bagi mereka, bantuan ini tak hanya berguna sebagai perlengkapan rumah tangga harian, tetapi juga menjadi simbol serta pengingat harian (daily reminder) pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dengan tersedianya tempat sampah di tiap penjuru pemukiman, masyarakat diharapkan makin terbiasa membuang sampah pada tempatnya, sehingga lingkungan Desa Kesongo tetap asri, sehat, dan nyaman untuk dihuni.

Komandan SST-1 Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan, penanaman kesadaran lingkungan merupakan prioritas penting yang berjalan beriringan dengan sasaran fisik.

“Melalui pembagian tempat sampah ini, kami ingin mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kehidupan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.

Ia menambahkan, tolok ukur keberhasilan program TMMD tidak berhenti saat infrastruktur selesai dibangun.

Nilai keberhasilan sejati justru diuji dari bagaimana masyarakat merawat hasil pembangunan tersebut, dan mengadopsi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keseharian mereka.

“Kami berharap budaya menjaga kebersihan ini dapat terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Kesongo, bahkan setelah seluruh rangkaian program TMMD ke-129 selesai dilaksanakan,” tegasnya.

Semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah terbentuk kuat antara prajurit TNI dan warga selama program TMMD menjadi modal utama dalam menciptakan tata lingkungan desa yang lebih rapi dan tertata.

Desa Kesongo pun berpotensi menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa sekitar dalam hal pengelolaan kebersihan berbasis kepedulian warga.

Aksi sederhana pembagian tempat sampah ini membuktikan tekad manunggalnya TNI bersama rakyat bahwa pengabdian yang tidak hanya membangun fondasi fisik desa, melainkan juga membangun mentalitas dan karakter masyarakat demi mewujudkan masa depan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Merajut Asa di Dusun Krebet: Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kompak Perkuat Drainase

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat terpancar hangat di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (6/8/2026).

Di bawah terik matahari, jajaran prajurit TNI bersama masyarakat setempat bergerak padu, tak kenal lelah memperkuat pembangunan saluran drainase sepanjang 330 meter.

Hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di tengah-tengah warga Desa Kesongo bukan sekadar agenda rutinitas tahunan.

Lebih dari itu, ini adalah wujud aksi nyata dalam menjawab kebutuhan infrastruktur krusial yang langsung menyentuh denyut nadi kehidupan warga sehari-hari.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa nilai gotong royong menjadi fondasi utama dalam seluruh pengerjaan proyek ini.

Menurutnya, pembangunan drainase tidak hanya berfokus pada hasil fisik semen dan batu semata, tetapi juga merawat ikatan kebersamaan, rasa kepedulian, serta menumbuhkan rasa memiliki di hati masyarakat.

“Pembangunan drainase sepanjang 330 meter ini dilakukan untuk memperlancar aliran air, agar saat musim hujan tiba nanti tidak ada lagi air yang menggenang di jalan maupun pekarangan rumah warga,” ujar Letda Inf Ady Yuniarto.

Ia menambahkan, berfungsinya saluran air yang memadai ini akan membawa dampak positif yang luas mulai dari meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, memberikan kenyamanan mobilitas warga, hingga mencegah kerusakan bahu jalan akibat kikisan air hujan.

Dukungan penuh dan dedikasi tinggi ditunjukkan oleh personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga Dusun Krebet dalam setiap tahapan.

Dari pantauan di lapangan, pengerjaan berlangsung dengan ritme yang kompak dan penuh semangat.

“Mulai dari pengerjaan galian tanah, pemasangan struktur batu, hingga proses finishing, semuanya kita kerjakan bersama-sama secara gotong royong dan solid,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Kehangatan kemanunggalan ini pun tak hanya terlihat saat cangkul dan sekop diayunkan. Di kala istirahat sejenak untuk melepas lelah, suasana kekeluargaan begitu terasa.

Canda tawa, obrolan hangat, dan suguhan teh sederhana dari warga menjadi pelengkap yang mencairkan sekat antara prajurit dan masyarakat.

Kerja sama yang terjalin erat di Dusun Krebet ini menjadi contoh inspiratif bagi banyak pihak.

Semangat gotong royong yang terus dijaga ini membuktikan bahwa dengan bersatu padu, segala keterbatasan dan tantangan pembangunan di daerah dapat teratasi dengan baik.

Pembangunan drainase ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat fisik yang bertahan lama, tetapi juga mewariskan jalinan silaturahmi yang makin kokoh antara TNI dan rakyat.

Kini, Dusun Krebet Desa Kesongo siap melangkah menuju masa depan yang lebih sehat, nyaman, dan sejahtera.

Menganyam Kebersamaan di Teras Desa: Cara Babinsa Kesongo Rangkul Warga Sukseskan TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan desa sejatinya tak hanya diukur dari kokohnya fondasi semen atau luasnya pengecoran jalan. Di balik deru mesin dan kesibukan fisik program TMMD ke-129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, ada ruang-ruang hangat yang dibangun melalui dialog, keakraban, dan rasa kekeluargaan.

Hal itu tercermin jelas, pada Kamis (6/8/2026), di sela-sela waktu istirahatnya, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kesongo, Serka Lasmidi, tak memilih untuk sekadar melepas lelah sendirian.

Ia justru memanfaatkan momen berharga tersebut untuk duduk bersama, berbincang santai, dan menyapa warga setempat.

Suasana teras rumah warga yang sederhana berubah menjadi wadah komunikasi yang efektif.

Sambil bersenda gurih dan bertukar cerita, Serka Lasmidi menyelipkan sosialisasi mengenai berbagai program, target, serta capaian TMMD ke-129 yang sedang berlangsung di desa mereka.

Menurut Serka Lasmidi, pendekatan persuasif dan humanis seperti ini sangat penting. TMMD bukan sekadar proyek fisik menghadirkan jalan baru, rehabilitasi rumah, atau fasilitas umum semata, melainkan wadah untuk merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.

“Melalui komunikasi santai seperti ini, kami ingin masyarakat paham bahwa kehadiran TMMD adalah untuk membantu mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dukungan serta partisipasi aktif dari warga adalah kunci utama keberhasilan seluruh program ini,” ujar Serka Lasmidi.

Pendekatan hangat sang Babinsa mendapat apresiasi positif dari warga. Anggi, salah seorang warga Desa Kesongo, mengaku senang dan merasa lebih dihargai karena diajak berdiskusi secara langsung tanpa sekat.

“Kami jadi lebih paham tujuan dan manfaat TMMD ini. Ternyata bukan cuma soal membangun jalan, tapi juga membangun rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Momen seperti ini sangat menyejukkan, semoga kebersamaan ini terus berlanjut,” ungkap Anggi dengan wajah sumringah.

Kehadiran Satgas TMMD ke-129 di tengah-tengah warga Desa Kesongo menjadi bukti nyata bahwa manunggalnya TNI dan rakyat dibangun dari kepedulian kecil yang konsisten.

Pembangunan desa yang sejati tidak hanya dikerjakan dengan alat berat, tetapi juga disentuh dengan hati, kehangatan dialog, dan persaudaraan yang erat.

Lapas Pagaralam Gelar Donor Darah Peringati HUT RI ke 81

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Berbagai kegiatan sosial dilakukan oleh berbagai elemen dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 81.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pagar Alam Gelar Kegiatan Donor Darah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) NKRI Ke-81 Tahun 2026.

Pada Hari Jum’at, tanggal 07 Agustus 2026, pukul 08.00 s/d selesai Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pagar Alam Laksanakan kegiatan Donor Darah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) NKRI Ke-81 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari semarak peringatan HUT NKRI pada lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan Donor Darah tersebut diikuti oleh oleh para pegawai Lapas Kelas III Pagar Alam.

Kegiatan berlangsung di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Besemah Kota Pagar Alam.

Dari peserta yang mengikuti, terdapat 7 orang yang dinilai layak setelah pemeriksaan dan melakukan donor darah.

Dari kegiatan tersebut, didapat hasil sebanyak 7 kantong darah dengan rincian:

Gol. A+ : 3 kantong

Gol. B+ :  2 kantong

Gol. AB+ : 0 kantong

Gol. O+ : 2 kantong

Kalapas menyampaikan apresiasi kepada jajaran petugas kesehatan Lapas Pagar Alam yang melaksanakan donor darah tersebut dalam rangka kepedulian pada kemanusiaan.

Pihak RSUD Besemah juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian petugas Lapas dalam membantu mengisi stok darah di RS Besemah Kota Pagar Alam.

Kolaborasi positif ini harus senantiasa terjalin antar instansi.”perlu  senantiasa kolaborasi positif seperti ini.”ungkap

Kepala Lapas Kelas III Pagar Alam

ANGKI SETYO ANDRIANTO (Rep)

Polda Lampung Berhasil Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di Lampung Tengah, Empat Terduga Pelaku Diamankan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Lampung mengamankan empat terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang diduga narkotika di Kabupaten Lampung Tengah.

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah gubuk yang berada di kawasan Jembatan Lama, Gang Mawar, Desa Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Keempat terduga yang diamankan masing-masing berinisial H, AS, DBS, dan AZP. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebut lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Saat dilakukan  penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa 47 plastik klip bening kecil berisi kristal yang diduga sabu, 15 butir tablet yang diduga ekstasi (inex).

Seluruh terduga beserta barang bukti kemudian diamankan ke Markas Subdit III Ditresnarkoba Polda Lampung guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun mengatakan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Lampung dalam menekan peredaran gelap narkotika hingga ke tingkat jaringan.

“Setiap informasi dari masyarakat menjadi perhatian serius bagi kami. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungannya,” ujar Kombes Pol. Yuni.

Saat ini, penyidik Ditresnarkoba Polda Lampung masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul barang bukti, kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, serta peran masing-masing terduga dalam perkara tersebut.

Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan penindakan terhadap peredaran narkotika sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan penyelamatan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Buka ToT “Paham AI”, Kapolda Sumsel Tekankan Sinergi Cegah Hoaks dan Kejahatan Digital

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat langkah preventif menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber di era digital. Melalui Program Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) “Paham AI” Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (6/8).

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 159 personel dari jajaran Polda Sumsel dan Polres, terdiri atas Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, personel Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, Biro SDM, hingga Bintara fungsi Reskrim, Lantas, Binmas, dan Humas. Mereka dipersiapkan menjadi trainer yang akan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membawa manfaat besar dalam dunia pendidikan. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, penipuan digital, deepfake, voice cloning, perjudian daring, hingga perundungan siber yang berpotensi mengancam generasi muda.

Menurut Kapolda, Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pendekatan yang lebih edukatif. Pencegahan menjadi langkah strategis agar masyarakat, khususnya pelajar, tidak menjadi korban kejahatan digital.

“Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” tegas Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kapolda juga memberikan tiga penekanan utama kepada seluruh peserta pelatihan. Pertama, memperkuat literasi digital dan pemahaman AI agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Kedua, membangun kolaborasi lintas fungsi, di mana fungsi Reskrim memberikan pemahaman aspek hukum siber, fungsi Lalu Lintas mengedukasi etika dan tanggung jawab digital, sementara fungsi Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi kepada masyarakat. Ketiga, memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan agar edukasi AI dapat menjangkau seluruh pelajar di Sumatera Selatan.

“Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi strategis, mulai dari pengantar Artificial Intelligence, teknik penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, hingga pengenalan dan pemanfaatan Platform Senopati. Kegiatan juga dilengkapi praktik penggunaan platform, simulasi penyampaian materi kepada pelajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Materi disampaikan oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Nuril Yunus, M.Kom., Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, S.E., Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, S.H., M.Si., serta Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah, S.I.K.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelatihan tersebut harus menghasilkan edukator yang mampu menyampaikan materi secara sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh para pelajar.

“Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum,” ujar Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Melalui Program Paham AI, Polda Sumsel memperkuat transformasi Polri Presisi dengan membangun jejaring edukator digital hingga tingkat kewilayahan. Program ini diharapkan menjadi benteng literasi digital bagi generasi muda sekaligus memperkuat upaya pencegahan kejahatan siber, sehingga perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Rls/Ags).

Senyum Warga Merekah: Jalan Beton TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo Terwujud

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Bagi warga Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, bulan Agustus tahun ini terasa sangat spesial.

Lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan bangsa, mereka merayakan ‘kemerdekaan’ dari belenggu aksesibilitas yang sulit.

Ini adalah wujud nyata dari sinergi tanpa sekat antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.

Visualisasi perubahan positif tersebut terekam jelas pada Rabu (5/8/2026) siang. Panas terik matahari seakan tak berarti dibanding kenyamanan jalan baru.

Dengan penuh mantap, seorang pengendara motor pembawa barang melintasi bentangan jalan cor beton yang gagah dan mulus.

Pemandangan ini seakan menjadi simbol runtuhnya isolasi dan terbukanya pintu mobilitas bagi warga lokal untuk urusan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Keberadaan bendera Merah Putih di kejauhan seolah menggarisbawahi semangat persatuan yang melatari pembangunan ini.

Melalui program TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini, sasaran fisik utama berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter telah rampung dikerjakan.

Jalan ini bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan merupakan urat nadi baru yang menghubungkan area permukiman yang sebelumnya terpencil dengan akses utama desa dan kecamatan.

Dahulu, jalan berpaving yang ada kerap sulit dilalui, terutama saat musim penghujan, menghambat segala aktivitas warga. Kini, cerita itu telah berubah.

“Kami sangat berterima kasih. Berpuluh tahun kami memimpikan jalan yang layak. Dulu kalau hujan, mau ke pasar atau ke sekolah susah sekali. Sekarang, anak-anak ke sekolah lancar, hasil panen juga bisa langsung dibawa dengan motor,” ungkap Warito, warga Dusun Kedungpandan, dengan rona wajah bahagia.

Keberadaan jalan yang kokoh ini secara langsung meningkatkan aksebilitas wilayah, menurunkan biaya logistik warga, serta mempercepat distribusi komoditas pertanian lokal.

Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dapat langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput.

Program TMMD ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo ini, secara terpadu dan lintas sektoral telah digulirkan sejak tanggal 15 Juli 2026 yang lalu.

Dengan pengerjaan yang intensif, program ini direncanakan akan ditutup pada pertengahan bulan Agustus mendatang.

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas TMMD ke-129, dalam keterangannya menegaskan, program dengan tema “TMMD Satukan langkah Membangun Negeri dari Desa” bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga tentang merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Ini adalah komitmen kami untuk hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat dan kami berharap infrastruktur ini dijaga bersama,” tuturnya.

Sebagai informasi, sasaran fisik program TMMD ke-129 tahun 2026 di Desa Kesongo tidak hanya berfokus pada jalan cor beton.

Secara komprehensif, target pembangunan mencakup Jalan Cor Beton, drainase, pembuatan Sumur Bor dan Perpipaan, normalisasi sungai, peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) bagi warga kurang mampu, serta rehabilitasi gedung sekolah.

Pengerjaan yang melibatkan ratusan personel TNI dari berbagai matra (AD, AL, AU) dibantu secara gotong-royong oleh warga setempat, menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci percepatan pembangunan di daerah.

Dengan sisa waktu yang ada, seluruh target diproyeksikan akan tercapai 100% pada penutupan nanti, meninggalkan jejak pembangunan yang inspiratif bagi Bojonegoro.

Jalan cor mulus ini menjadi ‘kado’ terindah bagi warga Dusun Kedungpandan, mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah dan mandiri.

Wujudkan Keluarga Berkualitas: TMMD 129 Bojonegoro Hadirkan Safari KB Gratis

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu wilayah tak hanya diukur dari kokohnya infrastruktur jalan atau bangunan, tetapi juga dari keharmonisan dan kualitas hidup masyarakat di dalamnya.

Semangat inilah yang terpancar dalam pelaksanaan program Safari Keluarga Berencana (KB) Gratis yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bojonegoro.

Berlangsung di Puskesmas Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (5/8/2026), kegiatan ini menjadi salah satu agenda non-fisik utama dalam rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun anggaran 2026.

Sinergi apik antara Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro dan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro ini terbukti efektif dalam mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menegaskan, Safari KB merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merawat dan merencanakan kualitas generasi mendatang.

Menurutnya, keluarga yang memiliki perencanaan matang terkait jumlah dan jarak kelahiran anak akan lebih mampu mencurahkan perhatian, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, hingga emosional.

“Program KB bukan hanya sekadar pelayanan kesehatan rutin, melainkan upaya krusial menciptakan generasi yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Dengan perencanaan keluarga yang matang, orang tua dapat secara optimal memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak, sehingga jalan mereka untuk meraih cita-cita menjadi semakin terbuka luas,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, hadirnya Safari KB dalam wadah TMMD membuktikan integrasi nyata dalam pembangunan desa.

TNI dan pemerintah daerah tidak hanya bahu-membahu membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyentuh aspek fundamental keberlanjutan hidup warga.

Masyarakat menyambut program ini dengan penuh antusias. Tercatat sebanyak 50 akseptor memanfaatkan layanan KB gratis tersebut sepanjang hari kegiatan.

Bagi warga yang belum sempat hadir pada Safari KB kali ini, dr. Bowo mengimbau untuk tidak berkecil hati.

Pelayanan keluarga berencana tetap dapat diakses secara berkala melalui fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Kesongo, sesuai dengan jadwal pelayanan yang berlaku.

Melalui kolaborasi harmonis antara Dinas P3AKB, TNI, dan tenaga medis, Pemkab Bojonegoro optimistis kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga akan terus meningkat.

Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul di masa depan.

Wujudkan Generasi Sehat dan UMKM Naik Kelas: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Bersama Dinkes Edukasi Keamanan Pangan di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Membangun desa tak sebatas menghamparkan jalan beton atau memperkokoh infrastruktur fisik semata. Menjaga kualitas kesehatan masyarakat hingga ke meja makan adalah fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Semangat inilah yang terpancar kuat dalam pelaksanaan sasaran non-fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Satgas TMMD 129 menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Penjamah Pangan yang berlangsung hangat dan interaktif di Balai Desa Kesongo, Rabu (5/8/2026).

Puluhan pelaku UMKM kuliner, pedagang makanan keliling, hingga pembuat olahan kudapan lokal hadir memadati lokasi.

Mereka diajak menyelami pentingnya menyajikan kuliner yang tak sekadar lezat di lidah, tetapi juga aman, higienis, serta bebas dari bahaya bahan kimia terlarang.

Mewakili Seksi Kesehatan Lingkungan Bidang P2P Dinkes Bojonegoro, Hariono, S.T., menegaskan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif yang sangat strategis.

Pemahaman teori kesehatan harus berjalan selaras dengan praktik nyata di dapur produksi sehari-hari.

Hariono menyoroti masih maraknya penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya seperti boraks, formalin, hingga pewarna sintetis non-makanan yang sering diabaikan karena dampaknya tidak langsung terlihat.

“Dampaknya memang tidak seketika felt, namun zat kimia berbahaya ini akan menumpuk perlahan di dalam tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis di masa depan. Kami berharap seluruh pelaku usaha makanan di Desa Kesongo konsisten menghasilkan produk yang aman, sehat, dan bebas bahan berbahaya,” tegas Hariono.

Ia juga mengimbau para pengolah makanan agar lebih bijak mengontrol bahan tambahan, disiplin memantau masa simpan produk, serta menjadikan kebersihan sebagai budaya kerja yang mutlak.

Pada kesempatan yang sama, narasumber Dinkes Bojonegoro, Eni Purwaningsih, memaparkan bahwa standar higienitas tidak selalu rumit. Semuanya bermula dari penerapan etika sanitasi mendasar.

Eni menguraikan tiga jenis cemaran utama yang wajib dihindari pelaku usaha kuliner: Pertama, Cemaran Fisik, yaitu benda asing seperti rambut, kerikil, debu, atau klip kertas. Kedua, Cemaran Biologis, yakni mikroorganisme dan bakteri patogen akibat tempat penyimpanan yang lembap atau kotor. Ketiga, Cemaran Kimia, yakni residu boraks, formalin, pewarna tekstil, atau cairan pembersih keras.

“Keamanan pangan adalah kunci utama meraih kepercayaan konsumen. Jika produk UMKM diolah secara bersih dan aman, daya saingnya otomatis melesat. Bukan tidak mungkin kuliner dari desa ini bisa merambah swalayan besar hingga menembus pasar ekspor,” ujar Eni optimistis.

Pemerintah Desa Kesongo pun menyambut positif langkah nyata kolaborasi ini. Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, mewakili Kepala Desa Kusnadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Dinkes dan TNI.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga ilmu yang didapat para peserta dapat diterapkan langsung sehingga kualitas produk pangan desa kami meningkat pesat,” tutur Sumari.

Sementara itu, Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa kemanunggalan TNI bersama rakyat terwujud melalui keseimbangan pembangunan fisik dan non-fisik.

“Selain mempercepat pembangunan infrastruktur desa, TMMD berkomitmen meningkatkan kualitas SDM warga melalui edukasi kesehatan dan keamanan pangan,” pungkas Letda Inf Ady.

Melalui sinergi harmonis ini, para pelaku UMKM kuliner di Desa Kesongo kini semakin percaya diri dalam menyajikan olahan yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga sehat, aman, dan mendatangkan keberkahan bagi perekonomian warga lokal.

Derap Langkah Patriot Muda di Lintas Beton Kesongo: Pembuktian Sinergi TNI-Rakyat Lewat TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suasana penuh semangat, optimisme, dan keceriaan menyelimuti Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026) pagi.

Di bawah terik matahari pagi yang hangat, derap langkah kaki yang tegap dan serempak terdengar menggema ramah di sepanjang jalan desa.

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tim gerak jalan siswa-siswi SDN Kesongo II tampil penuh percaya diri.

Mereka menggelar latihan rutin di atas jalan cor beton yang baru saja selesai dibangun, sebuah lintasan mulus sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, akses jalan desa kerap menjadi tantangan fisik terutama saat berdebu di musim kemarau atau becek di musim hujan, kini wajah Dusun Kedungpandan telah berubah total.

Permukaan jalan yang kokoh, rapi, dan mulus memberikan rasa aman serta kenyamanan ekstra bagi anak-anak untuk mengasah kekompakan formasi baris-berbaris mereka.

Jalan beton ini merupakan buah manis dari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun 2026 Kodim 0813 Bojonegoro.

Pembangunan ini lahir dari kolaborasi yang apik dan wujud sinergi nyata antar pilar-pilar bangsa, yaitu jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, serta seluruh lapisan masyarakat setempat yang bahu-membahu bergotong-royong demi kemajuan desanya.

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas TMMD Ke-129, mengungkapkan bahwa kehadiran infrastruktur anyar ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan membawa dampak domino (multiplier effect) yang sangat positif dan berkelanjutan bagi masa depan desa.

Menurut Letkol Inf Dedy, ada tiga pilar utama dampak positif dari selesainya jalan cor beton ini yakni Pertama, Peningkatan Pembangunan dan Aksesibilitas: Jalur Dusun Kedungpandan kini semakin kokoh dan terhubung rapi, memangkas waktu tempuh serta mempermudah mobilitas harian warga.

Kedua, Penguatan Perekonomian: Mempercepat distribusi hasil pertanian, barang, dan jasa masyarakat lokal, sehingga roda perekonomian desa dapat berputar lebih cepat dan efisien.

Ketiga, Kesejahteraan dan Pendidikan: Membuka akses yang aman, bersih, dan layak bagi anak-anak sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

“Di sisi Kesejahteraan dan Pendidikan, hadirnya jalan ini membuka akses yang aman dan layak bagi anak-anak sekolah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Langkah-langkah tegap dan senyum riang para siswa SDN Kesongo II di atas jalan hasil TMMD Ke-129 ini menjadi simbol nyata optimisme generasi muda di pelosok negeri.

Pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa membuktikan bahwa ketika TNI, pemerintah, dan rakyat menyatu dalam semangat gotong royong, kesejahteraan rakyat dan cita-cita Indonesia Maju dapat terwujud nyata di bumi Angling Dharma.