PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Seorang pria bernama DCA (40), warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala, Sabtu (23/5/2026) malam. Peristiwa itu diduga dipicu persoalan utang piutang antara korban dan pelaku.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah dikantongi penyidik.

“Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius. Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan,” kata Yuni, Minggu (24/5/2026).

Menurut Yuni, aparat kepolisian juga masih mendalami keterangan para saksi serta hasil autopsi guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara utuh.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan,” ujarnya.

Peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil. Saat kejadian, korban diketahui tengah duduk bersama sejumlah rekannya di lokasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban. Namun cara pelaku berbicara memicu ketegangan hingga terjadi cekcok mulut di depan lokasi kejadian.

Keributan kemudian berlanjut hingga ke pinggir jalan. Dalam situasi tersebut, korban sempat memukul kepala pelaku sambil menantangnya untuk menembak.

Tak lama kemudian, pelaku mengeluarkan benda yang diduga senjata api dari tas kecil yang dibawanya dan menembakkan ke arah korban hingga mengenai pelipis kanan.

Korban langsung terjatuh di badan jalan. Istri korban yang berada di lokasi sempat mencoba merebut senjata dari tangan pelaku, namun pelaku mengancam akan menembak saksi dan melepaskan dua kali tembakan ke udara sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Korban sempat dilarikan ke RS Mardi Waluyo Kota Metro sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ahmad Yani. Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.

Sekitar pukul 23.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Yuni menegaskan, kepolisian akan menindak tegas pelaku, termasuk mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

“Penggunaan senjata api secara melawan hukum merupakan tindak pidana serius. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada aparat kepolisian.

“Kami berharap dukungan masyarakat agar proses pengungkapan kasus ini berjalan cepat dan pelaku segera tertangkap,” kata Yuni.(red)

Fasilitas Komunikasi di Lapas Labuhan Ruku: Antara Hak Warga Binaan dan Tugas Negara Membina

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Keberadaan fasilitas komunikasi resmi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku kerap memicu perdebatan di masyarakat. Banyak yang menilai kehadiran fasilitas tersebut sebagai bentuk kemudahan berlebihan atau keistimewaan yang tidak sepantasnya diterima oleh warga binaan. Namun, pandangan ini ternyata bertolak belakang dengan landasan hukum dan tujuan besar sistem pemasyarakatan yang diterapkan di Indonesia.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Program Studi Ilmu Hukum Universitas Royal, Junaidi Sholat, S.H., M.H., menegaskan bahwa fasilitas yang dikenal sebagai Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) bukanlah kebijakan sembarangan, melainkan amanat undang-undang yang memiliki dasar hukum sangat kuat. Menurutnya, fasilitas ini adalah bukti nyata bahwa negara tidak hanya hadir untuk menghukum, tetapi juga bertanggung jawab membina warga binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang baik.

“Masyarakat perlu memahami satu hal penting: hak berkomunikasi bagi warga binaan adalah bagian dari hak pembinaan yang dijamin negara. Kehadiran Wartelsuspas bukan kebijakan liar, bukan pula ruang bebas tanpa aturan. Ini adalah fasilitas yang lahir melalui mekanisme hukum yang jelas dan diawasi secara ketat,” tegas Junaidi di Kisaran, Minggu (24/5/2026).

Dasar utama kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Di dalam peraturan tersebut, negara secara eksplisit mengakui hak warga binaan untuk tetap menjalin hubungan dengan keluarga atau pihak lain yang berkepentingan. Hak ini diberikan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial dan pembinaan karakter.

Penerapan teknisnya pun telah diatur secara rinci melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-06 OT.02.02 Tahun 2025. Peraturan itu mengatur mulai dari tata kelola, sistem pengendalian, hingga mekanisme penggunaan agar fasilitas ini tidak disalahgunakan.

Di sisi lain, negara juga tegas melarang penggunaan alat komunikasi pribadi secara ilegal di dalam lingkungan lapas. Larangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lapas dan Rutan. Bagi Junaidi, kedua aturan ini—hak berkomunikasi resmi dan larangan alat pribadi—merupakan satu kesatuan sistem.

“Negara tidak menutup hak komunikasi, tetapi mengaturnya lewat jalur resmi. Inilah esensi negara hukum: hak tetap diberikan, namun harus berjalan dalam koridor pengawasan, keamanan, dan ketertiban. Jadi, yang dilarang adalah komunikasi yang tak terkontrol, bukan hak berkomunikasi itu sendiri,” jelasnya.

Ditinjau dari perspektif ilmu hukum, keberadaan Wartelsuspas menandai perubahan besar dalam cara Indonesia memandang sistem pemasyarakatan. Paradigma yang dulunya hanya berfokus pada penghukuman, kini telah bergeser menjadi sistem yang humanis, restoratif, serta berorientasi pada pemulihan atau rehabilitasi.

Menurut Junaidi, hubungan warga binaan dengan keluarga memiliki nilai strategis dalam keberhasilan pembinaan. Komunikasi yang terjalin baik dapat menjaga kestabilan psikologis warga binaan, mengurangi tekanan sosial, sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk kembali bersatu dengan masyarakat setelah masa pidana selesai.

Selain nilai kemanusiaan, fasilitas ini juga berfungsi sebagai alat pengendalian keamanan. Berbeda dengan alat komunikasi ilegal yang sulit dilacak, fasilitas resmi ditempatkan di lokasi yang mudah diawasi petugas, lengkap dengan sistem pemantauan. Dengan demikian, segala bentuk komunikasi dapat diketahui, dicatat, dan dikendalikan agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Jangan sampai publik salah menilai fasilitas ini sebagai bentuk kelonggaran hukum. Justru sebaliknya, fasilitas ini hadir agar negara bisa mengendalikan komunikasi secara legal, tertib, terukur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Oleh karena itu, Junaidi berharap masyarakat mulai melihat kebijakan ini dari kacamata hukum dan kemanusiaan, bukan sekadar prasangka atau opini sepihak. Bagi negara, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari seberapa ketat pintu penjara dikunci, tetapi dari seberapa baik warga binaan dibina agar tidak kembali melakukan tindak pidana.

“Negara hadir bukan hanya untuk menghukum kesalahan masa lalu, tetapi juga membina masa depan warga binaan. Pembinaan tak akan efektif jika hak-hak dasarnya yang sudah diatur undang-undang justru diabaikan. Di sinilah hukum, keadilan, dan kemanusiaan harus berjalan beriringan,” pungkas Junaidi Sholat.(Don)

Oknum Kuli Bangunan Diamankan Karena Narkoba

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Seorang pria berinisial MD (38), warga Kabupaten OKU Timur,yang kesehariannya sebagai kuli bangunan diamankan petugas saat diduga hendak melakukan transaksi narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Lapter/Bandara Atung Bungsu, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Jumat (22/05/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolres Pagar Alam Januar Kencana Setia Persada,S.IK melalui Kasat Narkoba Doris Pidriandi,S.H,M.Si didampingi Kasi Humas Mansyur,Amd,Kep,S.H menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Atung Bungsu kel Aung Bungsu Dempo Selatan Kota Pagar Alam.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat, anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi target operasi yang diduga sering mengedarkan narkotika jenis sabu,” ujar Iptu Doris Pidriandi.

Tim Satresnarkoba yang dipimpin langsung Kanit Idik II Satresnarkoba IPDA H Dobi Febriansyah SH kemudian melakukan teknik penyamaran atau under cover buy untuk memastikan keterlibatan pelaku.

“Setelah titik transaksi ditentukan di Jalan Bandara Atung Bungsu, pelaku datang menemui anggota yang menyamar sebagai pembeli dan langsung diamankan bersama barang bukti,” tambahnya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa:

1 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,10 gram;

1 unit handphone Oppo F11 warna Thunder Black;

Uang tunai sebesar Rp200 ribu.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Pagar Alam guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP terbaru.

Polres Pagar Alam menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika serta mengimbau masyarakat agar aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.(Rep)

Sat Brimob Polda Lampung Pengamanan Kompetisi Sepak Bola BRI Super League antara Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSBS Biak

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengamanan kompetisi Sepak Bola BRI Super League 2025/2026 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSBS Biak telah dilakukan dengan ketat oleh Personel Satbrimob Polda Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda pada hari Sabtu, tanggal 23 Mei 2026. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pertandingan berjalan dengan lancar dan aman, serta untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.

Pengamanan tersebut melibatkan Personel Satbrimob Polda Lampung yang telah terlatih dan bersiap untuk menghadapi berbagai situasi. Mereka melakukan penjagaan di sekitar stadion, memeriksa tiket dan barang bawaan penonton, serta memantau situasi di dalam dan di luar stadion. Dengan demikian, pertandingan dapat berlangsung dengan nyaman dan aman, sehingga penonton dapat menikmati pertandingan sepak bola dengan tenang.

Pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSBS Biak merupakan salah satu pertandingan penting dalam kompetisi Sepak Bola BRI Super League 2025/2026. Oleh karena itu, pengamanan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pertandingan berjalan dengan fair dan tidak ada gangguan keamanan. Dengan pengamanan yang baik, diharapkan pertandingan dapat berlangsung dengan sukses dan penonton dapat menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman.(Red)

Babinsa Enggal Jadi Sahabat Rakyat Lewat Aksi Sosial Penuh Kepedulian

BANDAR LAMPANG -(deklarasinews.com)– Kehadiran seorang Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar urusan teritorial dan pertahanan. Lebih dari itu, ia adalah pelindung, pembimbing, dan sahabat bagi warga. Hari Sabtu (23/5/2026) menjadi bukti nyata ketulusan tersebut melalui kegiatan Bakti Sosial yang digagas oleh Babinsa Kecamatan Enggal, Koramil 410-05/TKP, di bawah komando langsung Pelda Supranoto.

Dengan penuh kehangatan dan jiwa kepemimpinan yang rendah hati, Pelda Supranoto memimpin langsung jajarannya menyambangi rumah-rumah warga tidak mampu di wilayah Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian aparat kewilayahan terhadap kesulitan rakyat kecil yang seringkali luput dari sorotan.

“Kami tidak ingin hanya menjadi aparat yang menunggu laporan. Hari ini, kami turun, menggandeng tangan mereka, dan berbagi. Ini adalah panggilan jiwa seorang Babinsa,” ujar Pelda Supranoto dengan mata berkaca-kaca saat menyerahkan paket sembako dan bantuan kesehatan sederhana kepada seorang nenek renta yang sudah lama terbaring sakit.

Yang membuat kegiatan ini begitu istimewa dan layak menjadi berita terbaik adalah pendekatan humanis yang dilakukan. Para Babinsa tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga duduk bersama, mendengarkan keluh kesah, bahkan membantu membersihkan lingkungan rumah warga. Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika seorang Babinsa dengan sigap membantu memandikan ibu janda yang lumpuh, sementara rekannya memperbaiki atap bocor rumah warga yang sudah rapuh.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan aman ini disambut dengan tangis haru dan senyum bahagia dari puluhan keluarga penerima manfaat. “Kami tidak pernah menyangka, Bapak TNI mau datang ke gubuk kami. Ini bukan hanya bantuan materi, tapi hati mereka ikut datang,” ujar Sumiati (67), warga RT 02, dengan suara bergetar.

Danramil 0410-05/TKP melalui laporan yang diterima dari Ba Jaga Koramil setempat memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Ini adalah teladan. Pelda Supranoto dan anggota telah menunjukkan bahwa jiwa ksatria TNI adalah jiwa yang dekat dengan rakyat. Teruslah berbuat baik, karena setiap kebaikan akan kembali kepada satuan kita,” pesannya dalam arahan virtual.

Kegiatan Bakti Sosial ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat tidak pernah pudar. Di sela kesibukan tugas negara, Babinsa Kecamatan Enggal membuktikan bahwa senyum warga miskin adalah medali tertinggi seorang prajurit. (Red)

Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Laksanakan Komsos Bersama Warga Binaan Di Desa LeLe

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Dalam rangka menjaga keharmonisan serta mempererat hubungan dengan warga binaan, Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Sertu Muh. Jufri melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat di Desa Lele, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sabtu (23/05/2026).

Melalui kegiatan Komsos tersebut, Babinsa terus menjalin kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat guna mengetahui perkembangan situasi serta kondisi wilayah binaan secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan sinergitas antara TNI dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah desa binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Muh. Jufri juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan antarwarga serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Warga Desa Lele menyambut baik kegiatan Komsos yang rutin dilakukan Babinsa. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan rasa aman, mempererat hubungan emosional serta menjadi wadah bagi warga dalam menyampaikan berbagai informasi maupun permasalahan yang ada di lingkungan mereka.

Dengan adanya kegiatan Komsos secara rutin, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin solid sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan rakyat yang kuat demi mendukung pembangunan dan keamanan wilayah.

Rpdm

Penuh Kepedulian, Babinsa Kodim 0410/KBL Hadirkan Senyum di Panti Asuhan Qoroba Mulya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 410-01/Panjang Kodim 0410/Kota Bandar Lampung melalui pelaksanaan kegiatan Karya Bakti Satkowil Semester I TA 2026 yang berlangsung di Panti Asuhan Qoroba Mulya, Jalan Penghijauan RT 01/02 LK I, Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Sabtu (23/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 410-01/PJG Serka Riyatno tampil aktif dan penuh semangat memimpin serta menggerakkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, namun juga hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaannya.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB diawali dengan apel dan pengecekan personel, kemudian dilanjutkan registrasi peserta serta penyuluhan Bela Negara, Wawasan Kebangsaan dan cinta tanah air kepada masyarakat dan warga sekitar. Dalam penyuluhan tersebut, Babinsa mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan rasa nasionalisme serta memperkuat semangat gotong royong demi menjaga keutuhan NKRI.

Selain memberikan pembinaan wawasan kebangsaan, kegiatan karya bakti juga diwujudkan melalui rehabilitasi fasilitas sosial berupa pengecatan Masjid Al Hary Makmur yang berada di lingkungan Panti Asuhan Qoroba Mulya. Dengan penuh kebersamaan, personel TNI bersama warga bergotong royong mempercantik tempat ibadah agar menjadi lebih nyaman dan bersih untuk digunakan masyarakat.

Tidak hanya itu, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Babinsa bersama unsur terkait turut melaksanakan bakti sosial kesehatan di Puskesmas Sukarame Bandar Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Danramil 410-01/PJG, Lurah Way Dadi Baru, anggota Koramil, anggota Pendim, anggota Linmas Kelurahan Way Dadi Baru serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat tampak begitu kuat selama kegiatan berlangsung. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat apresiasi positif dari warga karena dinilai mampu memberikan motivasi, semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar, serta menjadi momentum mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat demi terciptanya kemanunggalan TNI bersama masyarakat.

Pembunuhan Pendulang Emas di Awimbon, Petugas Gabungan Fokus Evakuasi Korban dan Pengejaran Pelaku

PEGUNUNGAN BINTANG -(deklarasinews.com)- Petugas gabungan terus melakukan penanganan intensif terkait aksi pembunuhan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Hingga saat ini, aparat masih memprioritaskan proses evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku.

Berdasarkan data sementara yang diterima petugas, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 10 orang. Namun jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah karena sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil investigasi awal dan analisis terhadap video yang beredar, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel terus melakukan koordinasi untuk mendukung proses penyelidikan, pengamanan wilayah, serta percepatan evakuasi korban. Petugas juga melakukan pendalaman terhadap jaringan kelompok pelaku dan mengumpulkan berbagai petunjuk lapangan guna kepentingan penegakan hukum.

Meski lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, akses menuju lokasi diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Karena kondisi geografis yang berat dan berada di kawasan hutan lebat, proses evakuasi mengunakan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik lokasi.

Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.

Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, petugas juga melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap korban selamat yang hingga kini masih dilaporkan bersembunyi di kawasan hutan.

Diketahui kejadian pembunuhan terhadap Pendulang emas terjadi sejak tanggal 18 Mei 2026 bertempat di area hutan lindung lokasi penambangan distrik Awimbon Kab. Pengunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan seluruh personel akan memaksimalkan proses evakuasi serta penyelidikan guna memastikan situasi tetap terkendali dan korban dapat segera ditemukan.

“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Ia menambahkan bahwa kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan, sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi aksi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Senada dengan itu, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat dijumpai media (22/5/2026), mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari aparat.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Ia menegaskan bahwa aparat keamanan terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan proses evakuasi dan penyelamatan berjalan maksimal.

Menurut petugas, kejadian serupa telah berulang kali terjadi dan memiliki risiko ancaman keselamatan yang sangat tinggi. Selain berada di kawasan hutan lindung dan tidak terdapat aktivitas resmi, wilayah tersebut juga kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata sebagai upaya menunjukkan eksistensi keberadaan mereka di tingkat nasional maupun internasional.(red)

Rotasi Jabatan di Polresta Bandar Lampung, Kabag Ops dan 7 Kapolsek Berganti

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Polresta Bandar Lampung menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu (23/5/2026).

Mutasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Lampung Nomor ST/361/IV/Kep./2026, ST/362/IV/Kep./2026, dan ST/363/IV/Kep./2026 tertanggal 30 April 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Lampung.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, memimpin langsung upacara sertijab tersebut.

Dalam mutasi kali ini, sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polresta Bandar Lampung mengalami pergantian, diantaranya

Kompol I Made Indra Wijaya yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polresta Bandar Lampung digantikan oleh Kompol Edy Kurniawan yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polres Lampung Timur

Kompol Tony Apriadi yang sebelumnya menjabat Kapolsek Telukbetung Timur dimutasi sebagai Kapolsek Tanjungkarang Timur menggantikan Kompol Kurmen Rubitanto.

Posisi Kapolsek Telukbetung Timur kini dijabat AKP Daelami yang sebelumnya menjabat Kapolsek Terbanggi Besar, Polres Lampung Tengah.

Sementara itu, AKP Ono Karyono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tanjungkarang Barat dimutasi menjadi Kapolsek Labuhan Ratu. Jabatan Kapolsek Tanjungkarang Barat selanjutnya diisi AKP Martoyo yang sebelumnya menjabat Kapolsek Telukbetung Utara.

Kemudian, jabatan Kapolsek Telukbetung Utara kini diemban AKP Anton Saputra.

Untuk jabatan Kapolsek Sukarame kini dijabat Kompol Henry Dunan Pandiangan yang sebelumnya menjabat Kasi Laka Ditlantas Polda Lampung.

Sementara Iptu Edy Sabhara Purba yang sebelumnya menjabat Kanit Satreskrim Polresta Bandar Lampung dimutasi sebagai Kapolsek Tanjung Senang.

Adapun pejabat lama yang dimutasi di antaranya Kompol Kurmen Rubiyanto dari jabatan Kapolsek Tanjungkarang Timur menjadi Kabag Log Polres Tulang Bawang.

Kemudian Kompol Budi Harto dari jabatan Kapolsek Labuhan Ratu dimutasi menjadi Kasubbagrenmin Ditreskrimum Polda Lampung.

Selain itu, Kompol Rohmawan dari jabatan Kapolsek Sukarame dimutasi menjadi Kasubbagrenmin Ditpamobvit Polda Lampung, sedangkan Iptu Andri Saputra dari jabatan Kapolsek Tanjung Senang dimutasi menjadi Kapolsek Terusan Nunyai Polres Lampung Tengah.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi.

“Pergantian jabatan ini bertujuan untuk pengembangan karier personel, memperluas pengalaman, serta meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas,” kata Kombes Pol Alfret.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polresta Bandar Lampung.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja dan kontribusi saudara dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung,” ujarnya.

Kepada pejabat baru, Kapolresta berharap seluruh personel dapat segera menyesuaikan diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya percaya pengalaman saudara di tempat tugas sebelumnya dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Upacara sertijab berlangsung khidmat dan diikuti pejabat utama, perwira, personel, serta Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung.

Respons Cepat Babinsa Kampung Baru Bantu Evakuasi Mahasiswa Unila Ditemukan Meninggal

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Cepat dan responsif. Itulah yang ditunjukkan oleh Sertu Kopka Ferdi Sopyansah, Babinsa Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, saat menerima laporan penemuan jenazah seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di sebuah rumah kos, Jumat (22/5/2026) malam.

Kecepatan informasi dan ketangkasan Babinsa dalam berkoordinasi bersama unsur aparat terkait, pemerintah kelurahan, serta Linmas menjadi bukti nyata sinergitas TNI dengan aparat kewilayahan. Kehadiran Kopka Ferdi Sopyansah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak hanya sebagai pelapor, tetapi juga sebagai pengendali situasi agar tetap kondusif.

Berdasarkan laporan yang diterima Posko Koramil 410-06/Kedaton, kejadian bermula pada pukul 18.12 WIB. Seorang tetangga kamar kos bernama Tazkii (22) melihat pintu kamar korban, Kristian Thomas Tefsele (24), tidak tertutup rapat. Setelah dipanggil berkali-kali tanpa respons, Tazkii pun membuka pintu dan menemukan korban sudah dalam keadaan kaku.

Tazkii segera memberitahu warga lainnya, yang kemudian melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat. Tanpa menunggu waktu, Bu RT langsung menghubungi Babinsa Kopka Ferdi Sopyansah dan aparat terkait di wilayah tersebut

Pada pukul 19.00 WIB, Kopka Ferdi Sopyansah sudah tiba di lokasi di Jalan Bumi Manti 2, RT 01 Lk I, Kelurahan Kampung Baru. Bersama unsur aparatur terkait diwilayah bandar lampung, Babinsa memastikan proses identifikasi dan evakuasi berjalan sesuai prosedur.

“Kami langsung melakukan pendataan, mengamankan lokasi, dan memastikan tidak ada gangguan kamtibmas. Keluarga korban juga telah kami hubungi melalui koordinasi dengan pihak kampus dan kelurahan,” ujar Kopka Ferdi di lokasi kejadian.

Jenazah Kristian Thomas Tefsele, mahasiswa Unila asal Rawajitu Timur, Tulang Bawang, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi yang merupakan tetangga kamar korban, yakni Tazkii (22) dan Ahmad Irvandi (24). Sementara itu, Tim Inafis kepolisian Bandar Lampung masih mendalami olah TKP.

Komandan Koramil 410-06/Kedaton memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kopka Ferdi Sopyansah yang dinilai sigap dan profesional.

“Ini yang kami harapkan dari seorang Babinsa: hadir pertama di tengah masyarakat, menjadi penenang, sekaligus koordinator di lapangan. Semoga ini menjadi contoh terbaik bagi seluruh Babinsa jajaran Kodim 0410/KBL,” ujar Danramil melalui pesan singkatnya.

Sementara itu, masyarakat sekitar mengaku merasa tenang dengan respons cepat aparat TNI. “Kami panik, tapi begitu Pak Babinsa datang, semuanya jadi terarah. Beliau yang mengatur evakuasi sampai komunikasi dengan pihak berwajib,” ujar salah seorang warga.