Menjaga “Napas” Pembangunan: Cerita Kemanusiaan dan Kesigapan Tim Kesehatan Satgas TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di balik kokohnya fondasi fisik dan mulusnya jalanan desa yang tengah dibangun dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026, ada raga-raga tangguh yang terus diperhatikan kondisinya.

Di tengah padatnya aktivitas mengabdi dan bergotong royong bersama warga Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, kesehatan para prajurit tetap menjadi prioritas utama.

Pada Selasa (4/8/2026), Tim Kesehatan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro menyisir Posko untuk menggelar pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh personel.

Dengan cekatan dan penuh kehangatan, Serma Edi Sujarmanto dan Praka Andi Aprianto, Tim Kesehatan Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, aktif memeriksa satu per satu prajurit.

Pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi fisik umum, hingga pembagian suplemen vitamin dan obat-obatan diberikan secara berkala.

Langkah ini menjadi fondasi penting agar semangat pengabdian di lapangan tidak terhalang oleh kondisi fisik yang menurun.

Serma Edi Sujarmanto, mengungkapkan bahwa mobilitas dan beban kerja prajurit Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di lapangan sangat tinggi.

Cuaca terik dan kerja fisik berat dapat menguras stamina, jika tidak diimbangi dengan perawatan tubuh yang baik.

“Kami ingin memastikan seluruh anggota Satgas tetap sehat, dan siap menjalankan tugas. Jika ada keluhan kesehatan sekecil apa pun, bisa segera diketahui dan ditangani. Dengan begitu, pelaksanaan program TMMD dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Serma Edi Sujarmanto.

Suasana kebersamaan pun terasa hangat saat tim medis duduk berhadapan dengan para prajurit di atas lantai teras rumah warga.

Pendekatan yang humanis ini tak hanya menyembuhkan atau mencegah penyakit fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi para personel yang jauh dari keluarga.

Prada M. Rizki, salah satu anggota Satgas TMMD, menyampaikan kepuasan dan rasa terharunya atas perhatian medis yang secara konsisten mereka terima.

“Pemeriksaan kesehatan rutin seperti ini memberikan rasa aman dan menambah semangat kami. Kami merasa sangat diperhatikan. Ketika kondisi tubuh terpantau prima, kami bisa terus bekerja maksimal bersama warga untuk menyelesaikan seluruh target pembangunan desa,” ungkapnya.

Melalui komitmen pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro memastikan bahwa pembangunan di Desa Kesongo tidak hanya cepat dan tepat waktu, tetapi juga dilandasi oleh stamina prajurit yang prima dan rasa kekeluargaan yang erat.

Kesiapan fisik para prajurit inilah yang menjadi kunci utama terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mengukir masa depan desa yang lebih sejahtera.

Ketika Gerobak Dorong dan Peluh Satgas TMMD 129 Bojonegoro Menyejahterakan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Terik matahari di pertengahan musim tak surutkan langkah para prajurit. Di balik debu material dan deru pengerjaan fisik, sebuah kisah tentang pengabdian dan kemanusiaan terus diukir di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, personel Satgas bergerak cepat menggenjot penyelesaian pembangunan akses jalan utama desa.

Pada Selasa (4/8/2026), fokus pekerjaan bergeser pada detail penting yang menentukan ketahanan jalan cor beton Dusun Kedungpadan yaitu perataan bahu jalan (berem).

Di lokasi pekerjaan, terlihat pemandangan yang menggerakkan hati. Tanpa canggung, para prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu memanfaatkan gerobak dorong atau yang akrab disebut arko.

Alat manual sederhana ini menjadi ‘senjata’ paling ampuh untuk menjangkau sudut-sudut bahu jalan yang masih ledok (cekung dan rendah).

Material berem yang menumpuk diusung perlahan, lalu disebar dan diratakan secara manual menggunakan cangkul serta sekop.

Langkah presisi ini dilakukan agar permukaan bahu jalan sejajar sempurna dengan badan jalan beton yang baru selesai dibangun.

Bagi Prada M. Rizki, salah satu anggota Satgas TMMD di lapangan, arko bukan sekadar alat angkut, melainkan sahabat setia dalam mempercepat pengabdian.

“Arko kami gunakan untuk mengambil material berem dan memindahkannya ke bahu jalan yang masih ledok. Setelah itu material diratakan agar permukaannya sejajar dengan badan jalan. Cara ini membuat pekerjaan lebih cepat, efisien, dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Prada M. Rizki sembari menyapu keringat di dahinya.

Perataan bahu jalan mungkin terlihat seperti pengerjaan minor, namun di mata militer dan ahli konstruksi, tahap ini adalah pondasi keselamatan. Bahu jalan yang kokoh dan sejajar akan mencegah lereng jalan terkikis air hujan serta menghindarkan pengendara motor dari bahaya terperosok saat bersimpangan.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa ketelitian di setiap jengkal pembangunan adalah bentuk rasa tanggung jawab TNI kepada rakyat.

“Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan maksimal, termasuk perataan bahu jalan yang masih ledok. Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini sangat penting untuk memperkuat konstruksi jalan, menjaga ketahanan badan jalan, serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat saat melintas,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto penuh optimisme.

Ia juga menambahkan, kunci utama dari cepat dan rapinya pengerjaan ini tak lepas dari denyut gotong royong yang hidup antara prajurit TNI dan warga setempat.

Manunggalnya antara TNI dengan rakyat menjadi bahan bakar utama yang melipatgandakan semangat di lapangan.

Bagi warga Desa Kesongo, akses jalan yang mantap dan rapi bukan sekadar bentangan beton tipis di atas tanah, jalan ini adalah urat nadi kehidupan baru.

Pembangunan infrastruktur ini diyakini akan memangkas waktu tempuh, mempermudah pengangkutan hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat rural Kedungadem.

Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro optimistis seluruh target sasaran fisik dapat rampung tepat waktu.

Sebuah bukti nyata bahwa ketika peluh prajurit menyatu dengan harapan rakyat, jalan menuju kesejahteraan tak lagi sekadar impian.

Senyum Mengembang: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Grojok Air Bersih Door to Door di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Di bawah terik matahari kemarau yang memanggang kawasan Kedungadem, deru mesin truk tangki air milik TNI Kodim 0813 Bojonegoro memecah kesunyian Dusun Krebet, Desa Kesongo.

Bagi ratusan warga yang tengah berjuang melawan krisis air bersih, suara itu bukan sekadar raungan mesin kendaraan biasa, melainkan simfoni harapan dan helaan napas lega yang telah dinanti-nantikan.

Kepedulian terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat terus ditunjukkan secara nyata oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bergandengan tangan dengan Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, para personel Satgas TMMD menerjang terik musim kemarau untuk mendistribusikan air bersih langsung ke rumah-rumah warga di Dusun Krebet RT.013 RW.006, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (4/8/2026).

Distribusi air bersih secara door to door ini menjadi aksi tanggap darurat sekaligus solusi presisi bagi warga yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan memperoleh pasokan air bersih akibat dampak kemarau panjang.

Sumber air dan sumur warga yang kian menyusut kerap memaksa mereka menguras tenaga ekstra.

Menggunakan armada pengangkut air khusus, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro memastikan seluruh warga terlayani dengan adil.

Kehadiran truk air ini memangkas jarak dan lelah, masyarakat tak perlu lagi berjalan jauh memikul jeriken demi beberapa liter air.

Suasana kehangatan dan kebersamaan begitu menyengat saat armada tiba di lokasi. Warga menyambut kedatangan para prajurit dengan antusiasme tinggi.

Tanpa canggung, tradisi gotong royong langsung tercipta secara alami, tua dan muda bahu-membahu membentangkan selang panjang, mengarahkan pancuran air, hingga mengisi gentong, ember, dan bak mandi di setiap rumah.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menegaskan bahwa aksi sosial ini berakar dari rasa empati mendalam prajurit terhadap dinamika kehidupan warga di lapangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan air bersih secara layak. Kehadiran Satgas TMMD bukan hanya fokus membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga hadir langsung membantu mengatasi kesulitan yang dirasakan warga sehari-hari. Semoga bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Dusun Krebet,” ujar Serka Lasmidi dengan hangat.

Langkah sigap Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro tersebut menuai apresiasi mendalam dari pihak pemerintah desa.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian yang terus dialirkan oleh jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD ke-129 dan Babinsa Desa Kesongo yang terus hadir membantu warga. Distribusi air bersih ini sangat vital dan dinantikan masyarakat, terutama di tengah puncak musim kemarau saat ini. Semoga sinergi yang terjalin erat antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat terus membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga,” tutur Kusnadi penuh rasa syukur.

Melalui guyuran air bersih yang kini memenuhi bak-bak rumah warga Dusun Krebet, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak lagi sebatas retorika atau slogan semata.

Kehadiran Satgas TMMD ke-129 di tengah-tengah masyarakat Desa Kesongo menjadi bukti otentik bahwa program TMMD bukan sekadar membangun jalan dan dinding beton, melainkan tentang merawat asa, memberikan solusi konkret, dan mengalirkan kehidupan bagi setiap jiwa yang membutuhkan.

Senyum Polos Anak-Anak Kesongo, dan Sentuhan Hangat Anggota Satgas di Sela TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Derap langkah dan deru mesin pembangunan infrastruktur memenuhi sudut-sudut Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di bawah terik matahari, para prajurit TNI bersama warga saling bahu-membahu menuntaskan sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.

Namun, di antara peluh dan beton jalan yang dicetak, ada pemandangan lain yang menyejukkan hati, Selasa (4/8/2026).

Sisi humanis prajurit hadir tanpa sekat. Di sela-sela padatnya pengerjaan jalan dan fasilitas umum, Prada Risqi, salah seorang anggota Satgas TMMD ke-129, memilih untuk menyapa dan meluangkan waktu bersama anak-anak Desa Kesongo.

Anak-anak yang mengenakan seragam olahraga serba kuning-merah itu semula hanya mengamati dari kejauhan.

Kehadiran tentara berseragam loreng yang ramah perlahan mengikis rasa canggung. Tak butuh waktu lama, keakraban tumbuh secara alami.

Prada Risqi berjongkok menyamai tinggi anak-anak, mendengarkan celoteh polos mereka, hingga dengan senyum hangat memangku dan mengangkat mereka penuh kegembiraan.

Salah satu momen paling menyentuh terlihat ketika seorang anak perempuan kecil dengan santun mencium tangan Prada Risqi.

Tradisi saling menghormati dan kehangatan bak keluarga sendiri tercipta begitu indah di teras desa.

Bagi Prada Risqi, momen-momen kecil inilah yang menjadi pengobat lelah sekaligus penyemangat utama di tengah tugas berat TMMD.

“Melihat mereka tersenyum dan tertawa bersama kami menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga kehadiran kami tidak hanya memberikan manfaat lewat pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan kenangan manis dan inspirasi bagi anak-anak di Desa Kesongo,” ujar Prada Risqi dengan senyum sumringah.

Ia menegaskan, kedekatan sosial dan emosional antara prajurit dan warga merupakan ruh utama dari TMMD.

Pembangunan semen dan batu mungkin akan lapuk oleh waktu, tetapi ikatan batin dan kenangan indah yang tertanam di hati generasi muda akan bertahan selamanya.

Melalui interaksi sederhana seperti bermain, bersenda gurau, dan bersalaman, hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat terpaut semakin erat.

Senyum polos anak-anak yang mengelilingi Prada Risqi menjadi bukti nyata bahwa nilai sebuah pembangunan terasa jauh lebih bermakna bila dibalut dengan rasa kekeluargaan dan kasih sayang.

Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo terus berpacu dengan waktu. Tak hanya menghadirkan jalan mulus dan infrastruktur yang lebih baik, program ini juga berhasil menenun kisah-kisah inspiratif yang humanis sebuah wujud nyata bahwa TNI hadir untuk merawat harapan dan masa depan rakyat.

Menyambung Asa di Brang Etan: Senyum Warga Kesongo Saat TMMD 129 Bojonegoro Bangun Jembatan Impian

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Impian warga RT.002 RW.001 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro untuk memiliki akses jalan yang aman dan layak akhirnya menjadi kenyataan.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, sebuah jembatan penghubung menuju kawasan Brang Etan kini terus dikebut pengerjaannya, Selasa (4/8/2026).

Jembatan ini bukan sekadar hamparan beton dan besi, melainkan urat nadi baru yang akan menghidupkan kembali harapan dan denyut perekonomian warga setempat.

Berpundak pada semangat gotong royong, prajurit TNI berseragam loreng bahu-membahu bersama warga mulai dari mengecat rangka pelindung, merapikan fondasi, hingga mengangkat papan kayu demi merampungkan sasaran fisik utama tersebut.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan bahwa pengerjaan jembatan ini mengedepankan kualitas konstruksi terbaik.

Menurutnya, jembatan yang kokoh akan menjadi modal berharga bagi mobilitas dan keselamatan warga hingga bertahun-tahun ke depan.

“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengerjaannya kami lakukan secara maksimal agar kokoh, aman, dan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Semangat gotong royong antara TNI dan warga juga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan sasaran fisik TMMD ini,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa manfaat jembatan ini akan dirasakan secara langsung oleh berbagai lapisan masyarakat. Keberadaannya akan memperlancar distribusi hasil pertanian ke luar desa, mempermudah anak-anak melangkah menuju sekolah, serta membakar semangat pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri.

Apresiasi tinggi datang dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas dedikasi dan kerja keras personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bagi warga Brang Etan, hadirnya jembatan ini merupakan jawaban atas penantian panjang mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI melalui Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Pembangunan jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena akan memperlancar akses transportasi dan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat. Kami berharap seluruh warga dapat bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini,” tutur Kusnadi penuh keharuan.

Melalui TMMD ke-129, Kodim 0813 Bojonegoro kembali membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar membangun fisik pedesaan, tetapi juga merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sentuhan pembangunan yang menyasar langsung pada kebutuhan mendasar masyarakat menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir sebagai solusi di tengah-tengah rakyat.

Kini, dengan jembatan Brang Etan yang berdiri makin megah dan kokoh, Desa Kesongo bersiap melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

TMMD 129 Bojonegoro: Ketika Babinsa Kesongo Menumbuk Singkong dan Mengukir Kebersamaan dengan Warga

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Suara alu kayu yang berbenturan secara ritmis dengan lumpang menembus keheningan dapur bersahaja bermandikan cahaya matahari pagi, Selasa (4/8/2026).

Di rumah salah satu warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pemandangan tak biasa terlihat di balik dinding anyaman bambu (gedek).

Seorang prajurit TNI berseragam loreng lengkap dengan ban lengan bertuliskan “Babinsa” tampak cekatan memegang alu.

Dengan penuh semangat namun tetap berhati-hati, ia membantu seorang ibu sepuh dan warga setempat menumbuk bahan olahan jemblem, makanan tradisional khas pedesaan berbasis singkong gurih berisikan gula merah nan manis.

Prajurit tersebut adalah Serka Lasmidi, Babinsa Desa Kesongo. Di tengah riuh rendah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, kehadiran Serka Lasmidi di dapur warga menjadi simbol nyata betapa kokohnya tali silaturahmi dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Program TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro memang dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Namun, bagi para prajurit di lapangan, pembangunan tidak berhenti pada pengecoran jalan atau perbaikan fasilitasi umum semata. Pembangunan sejati juga menyentuh aspek emosional dan sosial masyarakat.

Di sela-sela kesibukan fisik TMMD, Serka Lasmidi memilih pendekatan yang humanis dan membumi: menyatu dalam rutinitas keseharian warga

“Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai program TMMD. Harapannya, warga ikut berpartisipasi dan bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujar Serka Lasmidi di sela-sela aktivitasnya menumbuk adonan.

Bagi Serka Lasmidi, suasana hangat di dapur warga sambil membuat adonan jemblem justru menjadi ruang dialog paling efektif, untuk menyampaikan pesan program pembangunan yang tidak selalu harus lewat forum formal.

Dalam gelak tawa dan canda gurau yang mengalir alami, pesan-pesan mengenai tujuan, manfaat, hingga pentingnya menjaga hasil-hasil TMMD dapat tersampaikan dengan lancar tanpa kesan menggurui.

Sembari ibu-ibu sibuk membentuk adonan bulat-bulat dan mempersiapkan minyak goreng, Serka Lasmidi mendengarkan aspirasi warga sekaligus menyelipkan edukasi tentang pentingnya semangat gotong royong dalam mendukung kelancaran TMMD ke-129.

Pendekatan lugas dan tanpa canggung dari Serka Lasmidi mendapat sambutan hangat dari warga Desa Kesongo.

Bagi mereka, kehadiran TNI di tengah-tengah kegiatan rumah tangga menciptakan rasa aman, nyaman, dan kekeluargaan yang mendalam.

“Senang sekali bapak Babinsa mau ikut kerepotan di dapur, ikut numbuk singkong buat buat jemblem. Rasanya seperti keluarga sendiri,” tutur salah seorang warga.

Kehadiran prajurit TNI yang mau merakyat dan membaur hingga ke dapur warga menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik tahunan, melainkan jembatan hati yang menyatukan TNI dengan rakyatnya.

Dari gurihnya jemblem Desa Kesongo, tumbuh semangat gotong royong yang kokoh untuk membangun desa demi masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Investasi Generasi Tangguh: TMMD 129 Bojonegoro Ajarkan Anak Kesongo Tanggap Bencana Sejak Dini

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan suatu daerah tak cuma soal beton yang mengeras atau jalan yang terbentang mulus. Pembangunan sejati juga menyentuh jiwa, membangun mentalitas, dan membentengi masa depan anak-anak bangsa.

Semangat inilah yang terpancar jelas dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Tak hanya menggerakkan alat berat untuk fisik desa, TMMD ke-129 ini juga menghadirkan warna yang lebih hangat dan humanis.

Melalui kolaborasi apik antara Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), keceriaan dan edukasi berpadu di SDN Kesongo 1 (SDN Satu Atap) lewat program Tagana Masuk Sekolah (TMS), Selasa (4/8/2026).

Sejak pagi, suasana kelas di SDN Kesongo 1 tampak berbeda. Puluhan siswa berdikari duduk rapi, memperhatikan setiap paparan dengan mata berbinar.

Didampingi prajurit TNI berpakaian loreng serta relawan Tagana berjaket khas, para siswa diajak belajar melangkah sigap saat alam sedang tak bersahabat.

Materi kebencanaan yang kerap dianggap berat disajikan secara interaktif, lugas, dan menyenangkan.

Anak-anak diajarkan bertindak tepat ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, hingga angin puting beliung.

Koordinator Tagana Kabupaten Bojonegoro, Ach. Mukafi, menyampaikan bahwa mengedukasi anak-anak adalah langkah krusial untuk menekan risiko saat situasi darurat terjadi.

“Melalui program Tagana Masuk Sekolah, kami ingin anak-anak mengenal berbagai jenis bencana dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Tujuan utamanya adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini sehingga mereka tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” ujar Mukafi.

Dalam sesi edukasi, Mukafi memberikan imbauan praktis yang akrab dengan keseharian anak-anak desa.

Ia mengingatkan mereka agar tak bermain di aliran sungai, saluran air, atau gorong-gorong saat debit air meninggi atau ketika banjir melanda.

Tak berhenti di situ, siswa juga diajak mencintai lingkungan sekitar seperti rajin membersihkan selokan agar aliran air tak tersumbat.

Edukasi penting lainnya juga disampaikan, meliputi Konsep Tas Siaga Bencana (TSB), mengenalkan dokumen dan perlengkapan vital yang wajib disiapkan saat kondisi darurat.

Kemudian, Prosedur Kelistrikan, mematikan aliran listrik rumah sebelum mengungsi jika keadaan membahayakan, serta Mitigasi Gempa Bumi, Lindungi kepala, tetap tenang, jangan berdesakan, dan keluar secara teratur menuju titik kumpul sekolah.

“Jangan panik ketika terjadi bencana. Tetap tenang, lindungi diri, lalu ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul. Dengan pengetahuan yang benar, risiko menjadi korban dapat ditekan,” tegas Mukafi menyemangati para siswa.

Mukafi juga mengimbau warga dan siswa agar tak ragu atau takut bertindak jika harus mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Dinsos, BPBD, TNI dan Polri, telah menjamin kesiapan lokasi pengungsian beserta kebutuhan dasar yang layak bagi masyarakat.

Kepala SDN Kesongo 1, Suroto, menyambut hangat inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, edukasi kebencanaan langsung di ruang kelas memberikan bekal keterampilan hidup (life skill) yang sangat berharga bagi murid-muridnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Harapan kami kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan memahami prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan begitu mereka lebih siap dan dapat meminimalkan risiko saat menghadapi bencana alam,” tutur Suroto dengan senyum penuh apresiasi.

Integrasi program Tagana Masuk Sekolah ke dalam rangkaian TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini menjadi bukti nyata bahwa TNI dan Pemkab Bojonegoro tidak hanya membangun benteng fisik dari keterisolasian, tetapi juga membentengi sumber daya manusia dari potensi ancaman bencana.

Dari balik meja kelas sederhana di Desa Kesongo, benih-benih budaya sadar bencana telah ditanamkan.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas di atas kertas, namun juga tangguh, sigap, dan mampu melindung diri serta sesama saat badai datang menyapa.

Bangun Fisik dan Jiwa: TMMD 129 Bojonegoro ‘Nyalakan’ Jendela Dunia Lewat Literasi

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan sebuah desa tak melulu soal megahnya cor beton atau kokohnya dinding jalan. Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, semangat membangun itu juga menyasar ruang pikir dan masa depan warganya melalui lembaran-lembaran buku.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bergandengan tangan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perpustakaan Kabupaten Bojonegoro menggelar bimbingan literasi dan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD), Selasa (4/8/2026).

Bertempat di Balai Desa Kesongo sejak pukul 09.00 WIB, suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Sekitar 40 peserta hadir memadati ruangan, mulai dari kader PKK, perangkat desa, mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro), Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), hingga warga setempat.

Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan dan Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ida Tri Wulandari, S.H., M.E., menegaskan bahwa budaya membaca adalah benteng awal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Hari ini kami menghadirkan Layanan Terpadu Perpustakaan Desa (LTPD), program Pinjam Antar (PINTAR), serta bimbingan literasi. Tujuan kami adalah mendorong masyarakat agar semakin memanfaatkan perpustakaan desa sebagai pusat pengembangan literasi keluarga maupun masyarakat,” ungkap Ida.

Ia menambahkan, perpustakaan desa di era sekarang tak lagi sekadar tempat menyimpan buku yang berdebu, melainkan ruang inklusif untuk beraktivitas, berkreasi, dan memberdayakan ekonomi warga.

Melalui program PINTAR, Dinas Perpustakaan Provinsi Jatim menyalurkan sekitar 150 buku yang akan diperbarui secara berkala setiap enam bulan sekali, didukung pula oleh layanan mobil perpustakaan keliling dari Pemkab Bojonegoro.

Komandan SST-1 SSKK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menekankan bahwa sasaran TMMD mencakup dua aspek penting yang saling melengkapi: fisik dan nonfisik.

“TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program nonfisik, termasuk penguatan budaya literasi ini,” tegas Ady.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Kesongo, Sumari, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor ini.

Kehadiran program literasi dipandang memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kemajuan warga Desa Kesongo.

Manfaat dan kehangatan acara ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Rowin, seorang kader PKK Desa Kesongo, membagikan pengalamannya dalam menanamkan minat baca pada buah hatinya sejak dini.

“Anak-anak sekarang tidak hanya bisa belajar dari buku, tetapi juga dari cerita-cerita edukatif seperti kisah para nabi yang dapat diakses melalui media digital. Yang terpenting adalah menumbuhkan kebiasaan belajar dan menambah pengetahuan mereka sejak dini,” tutur Rowin dengan tersenyum.

Sementara itu, Devi, warga lainnya yang gemar membaca, menyambut baik kehadiran ratusan buku baru di desanya. Bagi Devi, membaca adalah cara terbaik memperluas cakrawala tanpa harus bepergian jauh.

“Novel menjadi hiburan sekaligus menambah wawasan. Sementara buku pengetahuan umum membantu saya memahami dunia luar, mendukung pendidikan, dan memperluas pengalaman dalam kehidupan sehari-hari,” kata Devi.

Melalui kolaborasi manis antara TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan warga desa ini, TMMD ke-129 ini membuktikan bahwa kemajuan sejati sebuah desa dibangun dari dua sisi yakni infrastruktur yang memudahkan langkah kaki, dan literasi yang memerdekakan pikiran.

Di Balai Desa Kesongo hari itu, benih Generasi Emas 2045 resmi disemaikan bersama.

Lomba Lari 10K Meriahkan HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat kebersamaan dan jiwa kompetitif mewarnai Apel Gabungan yang dilanjutkan dengan rangkaian Lomba Pembinaan Satuan (Binsat) HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten berupa lari 10 kilometer di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Selasa (04/08/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) ini menjadi momentum memperkuat soliditas, meningkatkan kebugaran prajurit, sekaligus menumbuhkan semangat juang dan sportivitas di lingkungan Kodam XXI/Radin Inten.

Lomba lari 10K diikuti oleh satuan jajaran Kodam XXI/Radin Inten, di antaranya Yonif 143/TWEJ, Yonif 144/JY, Yonif TP 847/VS, Yonif TP 848/SPC, Yonif TP 891/MS, Yonif TP 892/VS, Yonif TP 943/DPC, Yonif TP 944/RSC, Yonif TP 945/PPC, Denzipur 14/GB, Gabungan Balakrem 041/Gamas, dan Gabungan Balakrem 043/Gatam.

Dalam sambutannya, Pangdam XXI/RI menekankan bahwa perlombaan bukan sekadar ajang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi wahana untuk mengukur kemampuan fisik, membangun mental juang, serta memperkuat kebanggaan terhadap satuan. Pangdam juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan mengutamakan faktor keselamatan selama perlombaan berlangsung.

“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan, meningkatkan prestasi, serta membuktikan semangat dan kebanggaan terhadap satuan. Tetap optimis, percaya pada kemampuan diri, dan berjuang dengan maksimal,” pesan Pangdam kepada seluruh peserta sebelum melepas lomba.

Perlombaan berlangsung kompetitif, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Pada kategori perorangan, Praka Budi dari Yonif 143/TWEJ tampil sebagai Juara I dengan waktu 36 menit 09 detik 0 secound. Posisi Juara II diraih Prada M. Hafiz dari Yonif TP 848/SPC dengan waktu 36 menit 09 detik 83 secound, sedangkan Juara III diraih Prada Asido Arianus Simbolon dengan catatan waktu 37 menit 39 detik 50 secound.

Sementara itu, Pada kategori beregu, Yonif TP 944/RSC berhasil meraih Juara I dengan catatan waktu 42 menit 30 detik, disusul Yonif TP 892/VS sebagai Juara II dengan waktu 45 menit 05 detik, serta Yonif TP 945/PPC sebagai Juara III dengan catatan waktu 45 menit 53 detik.

Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Lomba Binsat menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat soliditas, loyalitas, dan semangat kebersamaan antar prajurit. Selain sebagai pembinaan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan kesiapan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan.

Melalui kegiatan tersebut, Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk terus membangun prajurit yang profesional, tangguh, sehat jasmani, bermental kuat, serta memiliki jiwa kompetitif yang sehat dalam mendukung keberhasilan setiap pelaksanaan tugas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para PJU Kodam XXI/RI diantaranya, Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., Asren Kodam XXI/RI Kolonel Arh Aji Prasetyo Nugroho, S.Sos., M.M., para Asisten Kasdam, serta para Dankabalakdam XXI/RI.

 

Polri Kerahkan 372 Taruna Akpol Dampingi Siswa di 73 Sekolah Rakyat Bersama Taruna Akademi TNI

JAKARTA -(deklarasinews.com)-  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI untuk mendampingi siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui Program Taruna Bhakti Tahun 2026. Kehadiran para taruna merupakan wujud dukungan Polri terhadap Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan sejak dini.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan keterlibatan Taruna Akpol merupakan implementasi nyata arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, menegaskan bahwa para taruna harus menjadi role model bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Polri mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul. Sebagaimana arahan Bapak Menteri Sosial, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Kami ingin anak-anak di Sekolah Rakyat memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inspirasi untuk meraih cita-citanya,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Selasa (4/8).

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf sebelumnya menegaskan bahwa para taruna memahami kehidupan berasrama karena mereka sendiri telah menjalaninya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, serta membiasakan hidup disiplin. Menteri Sosial juga menekankan pentingnya menjadikan para taruna sebagai kakak pendamping yang penuh empati, sekaligus memastikan tidak ada praktik perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, maupun intoleransi selama proses pendampingan berlangsung.

Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, Polri mengerahkan 372 Taruna Akpol yang ditempatkan di 73 Sekolah Rakyat pada 29 Subsatuan Taruna (Subsattar). Pelaksanaan kegiatan didukung oleh 110 personel pendamping (Paping) yang terdiri atas 23 Perwira Menengah (Pamen), 77 Perwira Pertama (Pama), dan 10 Bintara, sehingga total personel Polri yang terlibat mencapai 482 personel.

 

Program Taruna Bhakti dilaksanakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yaitu masa orientasi bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta kehidupan berasrama. Selama lima hari pendampingan, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI berperan sebagai mentor dan kakak asuh melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter.

Kegiatan tersebut meliputi pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan asrama, pembiasaan bangun pagi dan manajemen waktu, penataan kamar, kerapian tempat tidur dan lemari, pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pelatihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, kerja sama dan gotong royong, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara, kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, inklusif, dan ramah anak, sesuai dengan semangat Program Sekolah Rakyat.

“Yang dibangun dalam Program Taruna Bhakti bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Para Taruna Akpol hadir untuk menginspirasi, membimbing, dan mendampingi adik-adik di Sekolah Rakyat melalui keteladanan. Mereka berbagi pengalaman hidup berasrama, mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, serta menumbuhkan rasa percaya diri agar setiap anak memiliki keyakinan bahwa mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Taruna Akpol dalam Program Taruna Bhakti juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon perwira Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sejak masa pendidikan.

“Melalui pengabdian ini, Taruna Akpol belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus mengasah kepemimpinan, empati, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon pemimpin Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat,” tutup Brigjen Pol. Trunoyudo.

Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, Akademi Kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat. Polri berharap kehadiran Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa sekaligus memperkuat pembentukan karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.