Sisir Wilayah Rawan, Periksa Kendaraan dan Jaga Kamtibmasi Patroli Perintis Polres Pagaralam Turun Malam Hari

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)- Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada malam hari, Patroli Perintis Presisi Polres Pagar Alam melaksanakan patroli mobile dan sambang dialogis di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Selasa malam (8/9/2026).

Kegiatan dimulai dengan apel dan pengecekan kesiapan personel, kendaraan dinas, perlengkapan serta administrasi patroli. Selanjutnya, personel bergerak menyusuri sejumlah titik, di antaranya Kawasan Gunung Dempo, Pasar Kota Pagar Alam dan Jalan Alun-Alun Utara, dengan mengedepankan tindakan preventif untuk mencegah potensi tindak kriminalitas.

Sekira pukul 22.00 WIB, personel Patroli Perintis Presisi juga melakukan pemeriksaan kendaraan secara selektif dan humanis, khususnya terhadap kendaraan yang ditemukan tidak dilengkapi kelengkapan sebagaimana mestinya. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelanggaran maupun tindak kriminalitas, termasuk dengan melakukan pengecekan pada bagian jok motor apabila diperlukan sesuai situasi di lapangan.

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas turut melakukan sambang dan dialogis dengan masyarakat serta memberikan imbauan Kamtibmas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi aksi tawuran, pungutan liar, pemerasan serta tindak pidana 3C (Curat, Curas dan Curanmor), sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan kegiatan patroli merupakan bentuk kehadiran Polri untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami mengedepankan langkah preventif dalam setiap pelaksanaan patroli. Pemeriksaan terhadap kendaraan dilakukan secara selektif dan humanis sebagai upaya pencegahan, khususnya terhadap kendaraan yang tidak lengkap atau ditemukan adanya hal yang perlu diperiksa. Kami berharap masyarakat dapat terus bekerja sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan enam kali imbauan dan tiga kali teguran kepada masyarakat. Dari hasil patroli dan pemantauan di lapangan, tidak ditemukan senjata tajam, minuman keras, narkoba maupun tindak pidana menonjol lainnya. Situasi di sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli terpantau aman dan kondusif.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Riyanto, S.E., M.M., mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga Kamtibmas dengan mematuhi aturan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Patroli ini merupakan upaya preventif untuk mencegah kejahatan sekaligus memastikan masyarakat merasa aman saat beraktivitas. Mari saling menjaga dan segera sampaikan kepada kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ungkapnya. (*)

85 Serdik Sespim Turun ke Sumsel, Kapolda Dorong Inovasi Penanganan Karhutla

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan sekaligus mendalami penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan, Selasa (9/9/2026).

Sebanyak 85 peserta didik tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 dan delapan Serdik SPPK. Kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) tersebut menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi para peserta didik untuk melihat secara langsung strategi dan praktik penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. mengatakan penanganan karhutla membutuhkan langkah yang menyeluruh dan berkesinambungan, mulai dari edukasi dan pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan.

“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” ujar Sandi.

Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi dilakukan verifikasi melalui berbagai sarana, baik menggunakan helikopter, drone maupun tim darat. Berdasarkan data pada 8 September 2026, tercatat 369 hotspot yang setelah dilakukan verifikasi ditemukan 31 titik api. Dari hasil penanganan tersebut, luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare dan sebanyak 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Selain memperkuat pengerahan personel, Polda Sumsel terus mengembangkan langkah penanganan di lapangan, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta pengecekan dan pendinginan hingga malam hari guna memastikan bara api benar-benar padam.

Kehadiran para peserta didik Sespim dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai sarana pembelajaran. Mereka juga diharapkan dapat memberikan masukan, inovasi dan rekomendasi yang konstruktif untuk memperkuat strategi penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” kata Sandi.

Dalam pelaksanaan PKDN dan KKP, para Serdik juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan serta dampak karhutla. Mereka diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan dan solusi yang berpotensi diterapkan di wilayah lain.

Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman operasional jajaran Polda Sumsel dengan perspektif akademik dan pembelajaran kepemimpinan para peserta didik Sespim. Pertukaran pengalaman dan gagasan diharapkan dapat memperkaya pendekatan penanganan karhutla, sehingga tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan sejak awal.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Para Serdik mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penanganan Karhutla, sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi PKDN dan KKP tersebut, Polda Sumatera Selatan berharap penanganan karhutla semakin kuat dari sisi operasional sekaligus edukasi, inovasi dan pengembangan praktik baik. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga lingkungan dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan. (Rls/Ags).

Haornas ke-43, Korem 043/Gatam Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

METRO -(deklarasinews.com)- Korem 043/Gatam mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari untuk membentuk masyarakat yang sehat, bugar, tangguh, dan produktif. Olahraga tidak semata-mata dilakukan dalam kegiatan seremoni maupun pertandingan, tetapi perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Bendera memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Makorem 043/Gatam, Kota Metro, Rabu (9/9/2026).

Upacara dipimpin Kasi Ren Korem 043/Gatam Kolonel Inf Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan diikuti personel Korem 043/Gatam, Kodim 0411/KM, Kodim 0429/Lamtim, serta ASN Korem 043/Gatam.

Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, peringatan Haornas ke-43 menegaskan pentingnya perubahan pola hidup melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan Kolonel Inf Yogi Bahtiar, olahraga ditegaskan sebagai investasi bangsa, bukan sekadar aktivitas untuk mengejar prestasi.

«“Olahraga adalah investasi bangsa. Melalui olahraga, kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.”»

Amanat tersebut menekankan bahwa budaya olahraga harus dibangun secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan terdekat. Aktivitas fisik dapat dilakukan di sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik, maupun lingkungan keluarga.

Masyarakat juga tidak perlu menunggu terselenggaranya kegiatan besar untuk mulai berolahraga. Berjalan kaki, berlari, bersepeda, maupun aktivitas fisik lainnya sesuai kemampuan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kebugaran.

“Tidak perlu menunggu, tidak perlu mahal, tidak perlu rumit. Mulailah bergerak dari sekarang,” menjadi pesan yang ditekankan dalam peringatan Haornas tahun ini.

Pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, dan keluarga memiliki peran penting dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan.

Keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan maupun prestasi atlet. Indikator yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat, ditandai dengan semakin banyaknya masyarakat yang aktif bergerak, rutin berolahraga, dan memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik.

Budaya olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat diharapkan melahirkan generasi sehat dan produktif sekaligus atlet-atlet berprestasi. Untuk itu, budaya olahraga, olahraga prestasi, dan industri olahraga perlu dibangun sebagai satu ekosistem yang saling menguatkan.

Peringatan Haornas ke-43 di Korem 043/Gatam menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa upaya membangun Indonesia yang sehat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, bukan hanya satu pihak.

“Indonesia yang bugar tidak dibangun oleh satu kementerian. Indonesia yang bugar dibangun oleh seluruh bangsa,” menjadi pesan kuat dalam peringatan Haornas Tahun 2026.

Melalui peringatan Haornas ke-43, Korem 043/Gatam turut menggelorakan semangat “Ayo Bergerak, Ayo Berolahraga, Ayo Bugarkan Indonesia” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan produktif.

Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Komunikasi Terputus Setelah Berangkat dari Carita

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Hari Kedua, Pencarian Diperluas

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan.

Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

Polres Morowali Gencar Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Kepolisian Resor (Polres) Morowali melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Morowali.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko munculnya titik api di kawasan hutan maupun lahan.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K. Melalui Kasat Binmas IPTU Muh. Syaiful, S.H. mengatakan

Dalam setiap kegiatan sambang dan kunjungan ke wilayah binaan, Bhabinkamtibmas terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk saat membersihkan lahan maupun kebun. Ujar Kasat Binmas

Lanjut Ia menambahkan bahwa

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran,” ujarnya.

Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi Bhabinkamtibmas, aparat setempat atau melalui layanan Polri 110, apabila menemukan kebakaran sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat, Guna mencegah api tidak meluas. Tutupnya

Polres Morowali berharap agar masyarakat waspada setiap potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Morowali tetap terjaga.

Rpdm

Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi dan Bhabinkamtibmas Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Labota

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Serka Basri bersama Bhabinkamtibmas Polsek Bahodopi mengamankan seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Selasa (08/09/2026).

Pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan. Babinsa bersama Bhabinkamtibmas bersinergi dalam menangani dugaan tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

Terduga pelaku selanjutnya diamankan untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penanganan perkara dilakukan oleh pihak yang berwenang guna mengungkap lebih lanjut dugaan tindak pidana tersebut.

Kegiatan ini menunjukkan sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di Desa Labota dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor dan segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Rpdm

PKKMB Hari Kedua UNIMAL: Fasilitas Kampus, Riset, Hingga Pembekalan Bela Negara

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Universitas Malahayati gelar PKKMB hari kedua bagi 1.196 mahasiswa baru di Gedung Graha Bintang, Selasa. Kegiatan berlangsung runtut dari pagi hingga sore dengan dua sesi utama.

Sesi Pagi, Diisi pengenalan fasilitas kampus yakni, UPT Balai Bahasa dan program unggulan & fasilitas pembelajaran bahasa asing. Perpustakaan, akses keanggotaan, katalog digital, ruang baca riset.

Selanjutnya dari LPPM, mengaajak mahasiswa terlibat penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Satgas PPKPT mengajak untuk komitmen kampus bebas kekerasan serta perundungan, jalur pelaporan.

Sementara itu, untuk Sesi sore menghadirkan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi beri pembekalan Bela Negara. Empat pilar ditekankan: Pancasila & NKRI, Profil Pelajar Pancasila, kesadaran bela negara, serta pencegahan paham radikal.

“Kalian calon pemimpin sekaligus benteng moral bangsa. Cintai tanah air, jaga toleransi, bentengi diri dari radikalisme. Teguh pada Pancasila demi keutuhan NKRI.”tegas Pangdam XXI/ Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi Pada, Selasa (8/9/2026).

Hadir mendampingi, Wakil Rektor I–IV Universitas Malahayati. Komitmen kampus: cetak generasi cerdas, berintegritas, berjiwa nasionalis.(Humas PWDPI).

Bukan Sekadar Seremoni, 21 Polwan Digarisbawahi dalam HUT Polwan ke-78

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Polwan dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tahun ini, apresiasi juga diberikan kepada 21 Polwan yang dinilai menunjukkan dedikasi dan kinerja dalam menjalankan tugas kepolisian.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT Polwan ke-78. Apresiasi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para Polwan yang selama ini turut mengambil peran dalam pelaksanaan tugas kepolisian, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun tugas-tugas lainnya.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, ., mengatakan keberadaan Polwan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan yang humanis dan responsif kepada masyarakat.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada 21 Polwan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi personel sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para Polwan dalam menjalankan tugas. Ini juga menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

Ia menegaskan, momentum HUT Polwan ke-78 tidak semata-mata dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan dan kontribusi Polwan dalam institusi kepolisian.

“Polwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Polri. Tantangan tugas ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan personel yang profesional, berintegritas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Pakor Polwan AKBP Susi Siregar menyampaikan bahwa pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para penerima maupun seluruh personel Polwan untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja rekan-rekan Polwan. Tentunya ini juga menjadi motivasi agar ke depan semakin meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas,” ujar AKBP Susi Siregar.

Menurutnya, perjalanan Polwan selama 78 tahun telah menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian. Peran tersebut terus berkembang seiring dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi masyarakat.

Polwan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menghadirkan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, seluruh Polwan dapat terus meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan momentum HUT Polwan ke-78 ini sebagai pengingat bahwa pengabdian harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Pemberian penghargaan kepada 21 Polwan menjadi salah satu catatan penting dalam peringatan HUT Polwan ke-78. Apresiasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak personel Polwan yang berprestasi, profesional dan konsisten memberikan pengabdian terbaik.

Memasuki usia ke-78, semangat pengabdian Polwan diharapkan tidak berhenti pada seremoni peringatan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat profesionalisme, soliditas dan kualitas pelayanan kepolisian yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, HUT Polwan ke-78 menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa perjalanan panjang Polwan bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang semakin besarnya kontribusi dan tanggung jawab dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Berikan Edukasi kepada Karyawan PTPN dan Masyarakat Tanjung Bintang

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor PTPN 1 Regional 7 Kebun Kedaton, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Hadir di antaranya Brigjen TNI Bangkit, Kolonel Adm Muhammad Sukirno, Kolonel Adm Heru, Kolonel Laut (PM) Suhirto, Mayor Czi Budi Wardoyo, Kapten Inf Khaerudin, Kapten Inf Rahmat Hidayat, Kapten Inf Saefudin Priyanto, Danramil 421-09/Tanjung Bintang Kapten Inf Tarekat, Pasiops Kapten Inf Edi Alpian, Camat Tanjung Bintang Heri Purnomo, Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan M. Sefri, Kapolsek Tanjung Bintang Kompol Edi Qorinas, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Tanjung Bintang.

Dalam sambutan nya Manajer PTPN I Regional VII Unit Kebun Kedaton, Luki Perdana Putra, mengatakan selamat datang kepada Tim penyuluh dari Mabes TNI, memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya atas penyuluhan yang akan dilaksanakan kami berharapkan menjadi bekal kami khusus nya di Kebun PTPN, sehingga nanti nya akan  menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap upaya pencegahan karhutla.

Menurut Lucy, isu karhutla menjadi perhatian penting bagi perusahaan perkebunan karena pencegahannya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya petugas tertentu.

“Penyuluhan ini sejalan dengan pengelolaan perusahaan perkebunan, sebab pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi harus melibatkan seluruh stakeholder hingga masyarakat sekitar,” kata Lucy.

Sefri selaku Ka Damkar mengatakan pada saat ini mengalami keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Tim Damkar Kab. Lamsel.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya penanganan karena telah dilaksanakan secara sinergis TNI-POLRI, Pemda dan masyarakat turut membantu ketika terjadi kebakaran.

“Dengan pemikiran itu, mereka yang selama ini membantu kami menanganinya. Masyarakat harus peduli dalam mencegah dan menangani kebakaran, jangan biarkan kalau ada hal-hal yang membuat kebakaran,” ujarnya.

Selain karhutla, Damkarmat Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran permukiman akibat korsleting listrik dan penggunaan kompor gas.

Masyarakat diminta rutin memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah serta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat memasak.

Camat Tanjung Bintang, Heri Purnomo, menyambut baik kegiatan penyuluhan yang dilakukan Tim Karhutla Mabes TNI. Menurut dia, edukasi tersebut membantu pemerintah daerah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran.

“Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, maka kami terbantu dan masyarakat bisa mencegah atau menanganinya sejak dini,” kata Heri.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan karena aktivitas tersebut dapat terdeteksi melalui titik panas atau hotspot.

Heri berharap masyarakat semakin aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Tim penyuluh Mabes TNI kemudian menyerahkan 60 bingkisan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Penyuluhan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dilanjutkan dengan penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa sehingga potensi karhutla dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan. Mereka terdiri dari 16 orang  kepala desa se-Kecamatan Tanjung Bintang, 30 masyarakat, 4 orang sekuriti PTPN, dan 15 orang pekerja PTPN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari pihak terkait. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Manager PTPN 1 Regional 7 Kebun Kedaton, Camat Tanjung Bintang, dan Tim Penyuluh Mabes TNI.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 60 paket tali asih dari Mabes TNI secara simbolis kepada masyarakat peserta penyuluhan, kemudian foto bersama dan Ramah tamah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI-POLRI, pemerintah daerah, pengelola perkebunan, dan masyarakat semakin kuat dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Secara Nasional “ungkap Kolonel CPM Laut Suharto S.H.”

Bukan Sekadar Piagam, Kiprah Iptu Merry di Balik Pengungkapan Kasus Akhirnya Mendapat Pengakuan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasines.com)- Kerja di balik layar dalam mengungkap perkara tindak pidana umum akhirnya mendapat apresiasi. Iptu Merry, personel Ditreskrimum Polda Lampung, menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah Lampung atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus tindak pidana umum di wilayah hukum Polda Lampung.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi dan kontribusi Iptu Merry dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Tidak hanya sekadar simbol penghargaan, piagam tersebut menjadi catatan atas kinerja personel dalam mendukung pengungkapan perkara yang menjadi bagian dari tugas kepolisian.

Dalam piagam penghargaan, Iptu Merry tercatat menjabat sebagai PS. Panit II Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung dengan pangkat IPTU.

Penghargaan diberikan atas prestasi berupa keberhasilan anggota Polwan dalam mengungkap kasus tindak pidana umum di wilayah hukum Polda Lampung.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa peran Polwan dalam institusi kepolisian tidak sebatas pada fungsi pelayanan masyarakat. Di balik proses pengungkapan perkara, personel Polwan juga memiliki peran strategis dalam proses penegakan hukum yang membutuhkan ketelitian, kemampuan analisis, serta kerja sama tim.

Bagi Iptu Merry, penghargaan ini menjadi apresiasi atas tugas yang telah dijalankan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

Terlebih, keberhasilan mengungkap suatu perkara memiliki arti penting bagi masyarakat. Setiap kasus yang berhasil dituntaskan menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan kepastian hukum sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Hari ini, 8 September 2026, penghargaan tersebut menjadi penanda atas sebuah kerja yang mungkin tidak selalu terlihat di depan publik, tetapi memiliki peran penting di balik keberhasilan pengungkapan perkara di wilayah hukum Polda Lampung.(Diki)