Bikin Akses Jalan Lebih Layak: Satgas TMMD 129 Bojonegoro Kencangkan Pengecoran Jalan Dusun Mundu

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan progres menggembirakan.

Hingga Senin (27/7/2026), pekerjaan pengecoran jalan di Dusun Mundu berjalan lancar dan memasuki tahap bertahap pada ruas sepanjang 490 meter dan lebar 3 meter.

Pembangunan jalan tersebut menjadi kabar yang paling dinanti warga Dusun Mundu. Selama bertahun-tahun masyarakat berharap memiliki akses jalan yang lebih layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Harapan itu kini mulai terwujud melalui sentuhan program TMMD.

Antusiasme warga terlihat jelas di lokasi pekerjaan, mereka optimistis jalan yang sedang dibangun akan menjadi akses yang kuat dan tahan lama karena konstruksinya dilengkapi pemasangan besi strous sebagai penguat beton.

Di beberapa titik, proses pemasangan besi masih berlangsung, sementara pengecoran dilakukan secara bertahap.

Salah satu warga Dusun Mundu, Poernomo (55) warga RT.020 RW008, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, kehadiran TMMD sangat membantu kebutuhan akses masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Walaupun pekerjaan masih berlangsung dan sebagian masih pemasangan besi strous, kami yakin jalan ini nantinya akan kuat dan sangat bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari. Sekarang Dusun Mundu jalannya semakin bagus,” ujarnya penuh semangat.

Ucapan serupa disampaikan Kepala Dusun Mundu, Hariyono. Ia menilai program TMMD membawa perubahan nyata bagi lingkungan dusun yang sebelumnya memiliki kondisi jalan kurang baik.

“Alhamdulillah, jalan Dusun Mundu sekarang diperbaiki sehingga akses masyarakat menjadi lebih baik. Kami mewakili warga mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun Desa Kesongo, khususnya Dusun Mundu,” katanya.

Senyum dan optimisme masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran TMMD mampu menghadirkan perubahan positif bagi desa. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat.

Jalan Mulus Senyum Mengembang: TMMD 129 Bojonegoro Sulap Jalan Rusak Dusun Kedungpandan Jadi Cor Beton

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyum sumringah kini menyelimuti warga Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Keluhan bertahun-tahun terkait akses jalan yang buruk resmi berakhir seiring rampungnya pembangunan jalan cor beton sepanjang 550 meter dengan lebar 3 meter melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.

Sebelumnya, akses jalan utama desa tersebut masih berbahan paving yang kondisinya rusak parah, bergelombang, serta memicu debu tebal saat musim kemarau.

Kondisi ini acap kali menyulitkan mobilitas harian warga mulai dari petani yang mengangkut hasil panen, warga yang hendak bekerja, hingga anak-anak yang berjanji menuntut ilmu ke sekolah.

Kini, wajah infrastruktur di Dusun Kedungpandan berubah total. Permukaan beton yang kokoh dan mulus membuat arus lalu lintas masyarakat menjadi jauh lebih aman, nyaman, dan lancar.

Sulastri, warga Dusun Kedungpandan, tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat melintas menggunakan sepeda motor di atas jalan baru tersebut.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah bagus dan nyaman dilewati. Dulu kalau musim kemarau sangat berdebu, sementara saat jalan rusak kami harus lebih berhati-hati. Sekarang aktivitas sehari-hari jauh lebih mudah. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI serta semua pihak yang telah membangun jalan ini,” ungkapnya penuh haru.

Program TMMD ke-129 ini membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan juga membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Akses transportasi yang terhubung dengan baik menjadi urat nadi penting penyokong sektor ekonomi, sosial, dan pendidikan lokal.

Keberhasilan proyek ini menjadi potret nyata kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Dengan terbukanya akses jalan cor beton ini, Desa Kesongo diharapkan dapat terus berkembang pesat dan membawa kesejahteraan yang lebih merata di masa mendatang.

Dari Desa Menembus Pasar Digital: Langkah Nyata TMMD 129 Bojonegoro Bangun Ekonomi Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan jalan atau infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus menyentuh penguatan ekonomi warganya.

Semangat inilah yang diusung dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro lewat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menggelar Pelatihan Wirausaha Baru Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (27/7/2026) hingga Jumat di Balai Desa Kesongo ini, menjadi langkah nyata mencetak SDM unggul di pelosok desa.

Sebanyak 20 peserta yang didominasi oleh generasi muda, antusias mengikuti pelatihan hasil kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) P4 SKJ ini.

Materi yang diberikan pun terbilang komprehensif, mulai dari teknik pengolahan pangan secara higienis, diversifikasi produk unggulan, pengemasan (packaging) modern, hingga strategi pemasaran digital.

Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menegaskan, pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan dampak jangka panjang.

Ia tidak ingin kegiatan pemberdayaan berhenti begitu lembar sertifikat dibagikan.

“Pelatihan ini bukan hanya menambah pengetahuan. Harus ada tindak lanjut. Harapan kami, setelah lima hari belajar, peserta benar-benar mampu membuka usaha sendiri atau bekerja di industri dengan bekal keterampilan yang dimiliki,” tegas Mahmudi.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha peserta, Disperinaker telah menyiapkan skema pendampingan pascapelatihan.

Pendampingan tersebut mencakup pengurusan Nomor Izin Berusaha (NIB), sertifikasi legalitas, pendaftaran merek dagang, hingga fasilitasi bergabung ke dalam jaringan Asosiasi Industri Kecil Menengah (IKM) Bojonegoro.

Dari sekitar 22 ribu IKM yang terdata di Bojonegoro, baru 2.300 pelaku usaha yang mendapatkan pembinaan intensif.

Bergabungnya wirausaha muda Kesongo ke asosiasi diharapkan membuka akses pemasaran dan pelatihan tingkat lanjut yang lebih luas.

Dukungan serupa disampaikan oleh Camat Kedungadem, Sahlan. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan anak muda dalam mengubah potensi pertanian desa menjadi produk bernilai jual tinggi.

Menurut Sahlan, di era digital saat ini, jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk sukses berbisnis.

“Kalau produknya bagus, kemasannya menarik, rasanya enak, sekarang memasarkannya jauh lebih mudah. Tidak lagi dibatasi wilayah karena sudah bisa dipasarkan secara online,” jelasnya.

Ia optimistis, geliat wirausaha baru ini secara perlahan akan mendongkrak pendapatan keluarga dan mewujudkan masyarakat yang mandiri serta sejahtera.

Dari sisi Satgas TMMD, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan, pelatihan keterampilan ini merupakan bagian vital dari sasaran non-fisik TMMD ke- 129 di Desa Kesongo.

Ia menjelaskan, TMMD memang membawa berbagai program fisik seperti pembangunan jalan, rehabilitasi sekolah, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga normalisasi sungai.

Namun, pembangunan manusia menjadi pondasi utama agar manfaat TMMD terasa berkesinambungan.

“TMMD hadir bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun manusia. Kami sangat mengapresiasi Disperinaker Bojonegoro yang menghadirkan pelatihan ini sebagai bekal bagi masyarakat agar lebih mandiri, produktif, dan mampu menciptakan lapangan kerja di desanya sendiri,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Melalui sinergi erat antara TNI, Pemkab Bojonegoro, pemerintah desa dan masyarakat setempat, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya sentra UMKM baru berbasis potensi lokal di Desa Kesongo.

Evaluasi Progjagar Semester 1, Pangdam XXI/RI Tekankan Beberapa Point Penting

LAMTENG -(deklarasinews.com)- Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), memimpin Rapat Evaluasi Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Semester 1 Kodam XXI/Radin Inten di PT Great Giant Foods (GGF), Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi kinerja organisasi, tetapi juga memperkuat sinergi strategis antara TNI AD dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Pangdam XXI/RI menegaskan bahwa evaluasi program harus berorientasi pada hasil, sehingga setiap kegiatan tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penguatan program ketahanan pangan. Pangdam menginstruksikan para Dandim untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong milik pemerintah daerah maupun PTP. Pengembangan komoditas pisang Cavendish dan peternakan ayam petelur juga didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor pangan di wilayah.

Selain itu, Pangdam menekankan pentingnya kehadiran para komandan di lapangan. Dandim dan Danramil diminta lebih aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mendukung stabilitas wilayah dan keberhasilan pembinaan teritorial.

Di bidang teritorial, Pangdam juga mengarahkan inventarisasi kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan sumur bor di wilayah yang mengalami kesulitan air, sebagai dasar penyusunan program ke depan. Sementara itu, pengelolaan anggaran, termasuk rehabilitasi fasilitas satuan melalui swakelola, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Usai rapat, rombongan meninjau fasilitas produksi PT Great Giant Foods dan peternakan sapi perah. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan agribisnis modern sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara Kodam XXI/Radin Inten dan dunia usaha dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Melalui evaluasi Program Kerja dan Anggaran ini, Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Sinergi dengan dunia usaha diharapkan semakin memperkuat kontribusi bersama dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan daerah, serta terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Provinsi Lampung dan Bengkulu.

Rapat dihadiri Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol, Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, para pejabat utama Kodam, Komandan Satuan, Kepala Badan Pelaksana, serta jajaran manajemen PT Great Giant Foods yang dipimpin Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono.

Pangdam XXI/RI Cek Langsung Finishing KDKMP Tampang Muda

TANGGAMUS -(deklarasinews.com)- Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), meninjau langsung progres pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Senin (27/7/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Pangdam beserta rombongan di helipad Lapangan Dusun Sinar Ogan, kemudian dilanjutkan menuju lokasi pembangunan Gedung KDKMP. Di lokasi tersebut, Pangdam meninjau langsung progres pembangunan yang saat ini telah memasuki tahap penyelesaian (finishing), sekaligus menyerahkan tali asih dan berdialog secara hangat dengan masyarakat.

Dalam arahannya, Pangdam XXI/RI menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan pembangunan Gedung KDKMP berjalan sesuai perencanaan sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Keberadaan KDKMP di Pekon Tampang Muda dipersiapkan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan memperkuat perekonomian desa. Karena itu, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai tujuan pembangunan ini, sekaligus meluruskan berbagai informasi maupun isu negatif yang berkembang,” ujar Pangdam.

Pangdam juga menyoroti tantangan akses transportasi menuju wilayah Pematang Sawa yang masih sulit dijangkau melalui jalur darat. Untuk mendukung operasional dan pelayanan masyarakat, pihaknya telah mengusulkan penyediaan sarana transportasi air kepada pimpinan dan pihak terkait sebagai solusi yang lebih efektif dibandingkan kendaraan darat.

Lebih lanjut, Pangdam menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan KDKMP merupakan bagian dari dukungan percepatan pembangunan fisik. Setelah pembangunan selesai, pengelolaan dan pemanfaatan gedung akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah pekon untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan progres pembangunan KDKMP di wilayah Kodim 0424/Tanggamus telah mencapai sekitar 56 persen. Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat terus dipercepat sehingga target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.

Melalui kunjungan kerja ini, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, termasuk di wilayah terpencil, sehingga kehadirannya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marjuki, S.E., M.Han., Asops Kasdam XXI/Radin Inten Kolonel Inf Triyono, S.E., Kapendam XXI/RI Letkol Inf Ranoviandy Chairul, S.Sos., M.M., M.Han., Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., Kepala Pekon Tampang Tua Mat Basir, Sekretaris Desa Pekon Tampang Muda, serta aparat dan masyarakat setempat.

Dugaan Pencurian Ayam Tak Membenarkan Aksi Kekerasan, Keluarga Korban Berhak Cari Keadilan

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Kepala Biro Pers Deklarasi News, Arnandes, C.MY., menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang pria meninggal dunia setelah diduga dikeroyok massa di depan anaknya karena dituduh mencuri ayam untuk bertahan hidup.

Menurut Arnandes, tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menjelaskan bahwa penyelesaian perkara pencurian dengan nilai kerugian kecil memiliki mekanisme hukum tersendiri melalui restorative justice (keadilan restoratif), bukan dengan kekerasan.

“Kasus pencurian ayam dengan nilai kerugian yang relatif kecil pada prinsipnya dapat memenuhi syarat penyelesaian melalui restorative justice, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, hal tersebut bukan berarti seseorang dibenarkan untuk mencuri, melainkan penyelesaiannya ditempuh melalui jalur damai sesuai hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri,” ujar Arnandes.

Ia menjelaskan, secara umum syarat penerapan restorative justice antara lain nilai kerugian maksimal Rp2,5 juta, pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana tidak lebih dari lima tahun, serta adanya kesepakatan damai dan penggantian kerugian antara pelaku dengan korban.

Arnandes juga mengutip ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menurutnya memberikan ruang bagi hakim untuk mempertimbangkan keadaan terdesak, seperti kelaparan atau kemiskinan ekstrem, dalam menjatuhkan putusan.

Selain itu, ia menyebut beberapa regulasi yang menjadi dasar hukum penerapan restorative justice, di antaranya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2024, Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Meski demikian, Arnandes menegaskan bahwa dugaan pencurian tidak menghapus hak seseorang untuk hidup maupun menghilangkan tanggung jawab hukum terhadap pelaku kekerasan.

“Alasan pencurian ayam tidak menghapus hak hidup seseorang. Karena itu, ahli waris atau anak korban berhak, bahkan secara moral wajib, melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan kematian ayahnya kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap seluruh masyarakat mengedepankan penyelesaian melalui proses hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, karena setiap orang berhak memperoleh perlindungan hukum dan asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati.

 

 

Cegah Kenakalan Siswa, Polres Morowali Laksanakan Edukasi dan Sweeping di SMP Negeri 1 Bungku

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan taat hukum, Polres Morowali melalui Sat Binmas melaksanakan kegiatan Police Goes to School di SMP Negeri 1 Bungku, Senin (27/7/2026).

Menindak lanjuti aduan masyarakat Kasat Binmas Iptu Muh. Syaiful, S.H., yang bertindak sebagai pembina upacara mewakili Kapolres Morowali  menyampaikan berbagai pesan kamtibmas kepada seluruh siswa,

mulai dari pentingnya tertib berlalu lintas, Bahaya penyalahgunaan narkoba, Penggunaan lem fox yang berbahaya, Pencegahan tawuran serta pergaulan bebas, serta adanya siswa yang berkeliaran saat jam sekolah, hingga motivasi agar para pelajar terus belajar dengan disiplin dan semangat meraih cita-cita.

Selain itu, pihak sekolah juga diajak untuk terus memperkuat kegiatan positif melalui ekstrakurikuler dan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai instansi dalam pembinaan karakter peserta didik.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 1 Bungku MUH. RISAL, S.Ag.,M.M., Para Guru dan Tenaga Pendidik serta Seluruh Siswa-Siswi SMPN 1 Bungku.

Pihak sekolah apresiasi atas kepedulian Polres Morowali dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan (sweeping) terhadap tas dan barang bawaan para siswa guna mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya (seperti senjata tajam maupun obat-obatan terlarang).

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua semakin kuat dalam membina generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan bebas dari pengaruh negatif.(Rpdm)

Polres Pagar Alam Silaturahmi ke DPRD, Wujudkan Kolaborasi dan Sinergitas

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi antarinstansi, Polres Pagar Alam melaksanakan kegiatan silaturahmi ke DPRD Kota Pagar Alam pada hari ini. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Muhammad Roy Zulisrin, serta diikuti para Pejabat Utama (PJU) dan Brigadir Polres Pagar Alam.

Rombongan Polres Pagar Alam disambut hangat oleh Ketua DPRD Kota Pagar Alam Hj. Jenni Shandiyah, S.E., M.H., bersama Wakil Ketua I Hj. Dessy Siska, S.E. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi yang baik demi kemajuan Kota Pagar Alam.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas pentingnya memperkuat koordinasi antara unsur legislatif dan kepolisian dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan pelayanan publik. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menghadirkan kebijakan dan langkah nyata yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Silaturahmi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung berbagai program pemerintah, menyerap aspirasi masyarakat, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Hubungan yang harmonis antara Polres Pagar Alam dan DPRD diharapkan dapat terus terjaga sebagai modal penting dalam mewujudkan Kota Pagar Alam yang maju, aman, dan sejahtera.

Ketua DPRD Kota Pagar Alam Hj. Jenni Shandiyah, S.E., M.H. menyampaikan, “Kami mengapresiasi kunjungan silaturahmi Kapolres Pagar Alam beserta jajaran. Semoga komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik ini semakin memperkuat sinergi antara DPRD dan Polres dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga keamanan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Pagar Alam.”

Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, “Silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen Polres Pagar Alam untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan DPRD sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis seluruh program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal demi kemajuan Kota Pagar Alam.”

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pagar Alam AKP Yohan Wiranata, S.H. menambahkan, “Polres Pagar Alam akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh unsur Forkopimda dan stakeholder terkait. Sinergitas yang baik menjadi kunci dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Kota Pagar Alam”. (Rep)

Babinsa Bersama Komduk Perkuat Keamanan Dan Kondusifitas Wilayah

TANGERANG -(deklarasinews.com)- Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama Komponen Pendukung  (Komduk) melaksanakan patroli malam di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Ciledug Kota Tangerang dan Kecamatan Pondok Aren Kota Tangsel, Senin malam (27/07/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang terus dilakukan TNI AD melalui satuan kewilayahan untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Heru Susanto menjelaskan, patroli malam dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, serta lokasi-lokasi yang masih menjadi pusat aktivitas masyarakat pada malam hari.

“Selain memantau situasi keamanan wilayah, rombongan juga melakukan dialog langsung dengan warga sebagai bentuk pendekatan humanis guna mengetahui kondisi keamanan secara nyata di lapangan,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaannya, anggota Babinsa bersama Komduk menyambangi Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) yang masih aktif dijaga oleh warga. Kehadiran aparat kewilayahan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang sedang melaksanakan ronda malam. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada para petugas ronda agar tetap konsisten menjaga keamanan lingkungan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap ketertiban dan kenyamanan wilayah,” tambahnya.

Selain mengunjungi Poskamling, rombongan patroli juga bersilaturahmi dengan salah dengan masyarakat di wilayah binaan.

“Pada kesempatan tersebut, Babinsa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan melalui komunikasi yang baik antarwarga, menghidupkan kembali budaya gotong royong, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kejadian yang mencurigakan,” tegasnya.

Heru Susanto menegaskan bahwa keamanan lingkungan bukan semata menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Patroli malam tersebut merupakan salah satu upaya preventif untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempererat komunikasi dengan warga. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengaktifkan ronda malam dan menjaga kepedulian terhadap lingkungan masing-masing, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Mayor Inf Heru Susanto.(Nan)

Polda Lampung Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Medan–Bali, 6 Kilogram Ganja Digagalkan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Polda Lampung kembali berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika lintas provinsi dengan menggagalkan penyelundupan 6 kilogram ganja yang diduga merupakan bagian dari jaringan Medan–Bali.

Dalam operasi yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan dan dikembangkan hingga ke Provinsi Bali, polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka.

Pengungkapan bermula pada Sabtu (18/7/2026) di Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Petugas mengamankan seorang pria berinisial M.S.P. (26) yang membawa enam bungkus ganja seberat sekitar 6 kilogram di dalam koper saat menumpangi Bus ALS jurusan Medan–Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik kemudian melakukan pengembangan melalui metode controlled delivery bekerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.

Hasilnya, pada Senin (20/7/2026) petugas berhasil menangkap tersangka kedua berinisial AZ FRZ (28) di sebuah rumah kos di Denpasar Utara, Bali. Dari lokasi tersebut, polisi kembali menyita sekitar 500 gram ganja, delapan paket ganja siap edar, timbangan digital, telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hasil penyidikan sementara mengungkap bahwa M.S.P. berperan sebagai pembawa sekaligus pemilik ganja yang akan dipasarkan di Bali, sedangkan AZ FRZ merupakan pemesan yang selanjutnya akan mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Provinsi Bali.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarsatuan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika lintas provinsi.

“Pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara Ditresnarkoba Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, dan Ditresnarkoba Polda Bali berjalan efektif dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus menindak tegas seluruh pelaku, mulai dari kurir hingga pengendali jaringan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungannya. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana berat sesuai peran masing-masing. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti dengan nilai ekonomis sekitar Rp42 juta yang diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 24.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Polda Lampung menegaskan akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap jaringan narkotika melalui kolaborasi lintas kewilayahan serta mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang aman dan bebas dari peredaran gelap narkotika.(Red)