OGAN ILIR -(deklarasinews.com)- Tim Satgas Operasi Aman Nusa II Polda Sumatera Selatan bergerak melakukan mitigasi dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (3/9/2026). Penanganan dilakukan setelah titik hotspot terpantau di wilayah hukum Polsek Pemulutan.
Berdasarkan laporan Padal Karhutla Aman Nusa II Posko Pegayut Polsek Pemulutan, AKP Suhendra, SH, M.Si., pengecekan hotspot dan pemadaman dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Titik kebakaran berada pada koordinat (-3.0873395, 104.7323891), dengan estimasi luas lahan terbakar lebih kurang 20 hektare.
Dari luasan tersebut, petugas berhasil memadamkan langsung sekitar 10 hektare. Sementara itu, sumber api awal belum diketahui secara pasti.
Petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Sumber air yang kering, lokasi yang sulit dijangkau, serta hembusan angin kencang sempat membuat api melebar dan mendekati permukiman warga serta jalur Tol Palindra.
Tim gabungan yang terdiri dari Kapolsek Pemulutan, personel BKO Ditsamapta Polda Sumsel Posko Pegayut, Tim Karhutla Polsek Pemulutan, personel Koramil Pemulutan, BPBD Provinsi Sumsel, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, serta Manggala Agni terus melakukan penanganan di lokasi.
Dengan dukungan tersebut, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan secara total pada pukul 21.00 WIB. Pemadaman juga didukung mesin pompa air dari BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumsel, Manggala Agni, BKO Ditsamapta Polda Sumsel, Polsek Pemulutan, serta satu unit Mobil Rantis Karhutla BKO Ditsamapta Polda Sumsel.
Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., menegaskan bahwa penanganan karhutla melalui Satgas Aman Nusa II terus digencarkan secara terukur di berbagai wilayah rawan di Sumatera Selatan.
“Operasi penanganan karhutla terus digencarkan secara terukur di berbagai wilayah rawan. Sinergi dan kecepatan bertindak di lapangan sangat krusial, terlebih ketika menghadapi hambatan seperti sumber air yang kering, medan yang sulit dijangkau, serta angin kencang yang membuat api mendekati pemukiman dan akses jalan tol. Kami mengerahkan seluruh potensi personel serta sarana prasarana taktis, termasuk mobil rantis, guna memastikan api dapat dipadamkan secara total dan melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Ridwan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen institusi dalam melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi penanganan karhutla berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kepolisian bersama instansi terkait akan terus bersiaga mengantisipasi potensi titik api di lapangan,” ujar Kabid Humas.
Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada posko atau aparat terdekat apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani secara cepat dan terukur. (Rls/Ags).