PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas menggunakan sepeda motor.
Selain berdampak terhadap kualitas udara, kondisi kabut asap juga berpotensi menurunkan jarak pandang pengendara. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak menyesuaikan kecepatan dan cara berkendara dengan kondisi lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Sumsel mengimbau para pengguna sepeda motor agar meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kondisi tubuh dan kendaraan benar-benar prima sebelum memulai perjalanan.
Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, mengatakan kabut asap membutuhkan perhatian ekstra dari pengendara karena jarak pandang dapat berkurang secara signifikan.
“Dalam kondisi udara yang dipenuhi asap, pengendara perlu lebih berhati-hati karena jarak pandang bisa menjadi terbatas. Jangan memaksakan diri untuk berkendara apabila kondisi tubuh sudah tidak fit atau situasi di jalan dirasa tidak aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Fathan. Rabu (19/08/26)
Untuk membantu masyarakat tetap menerapkan prinsip #Cari_Aman, Astra Motor Sumsel membagikan sejumlah tips keselamatan berkendara yang penting diperhatikan saat menghadapi kondisi kabut asap.
1. Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima
Sebelum berangkat, pengendara perlu memastikan tubuh dalam kondisi sehat dan fit. Jangan mengabaikan gejala seperti pusing, lemas, sesak, atau rasa tidak nyaman lainnya.
Apabila kondisi tubuh mulai menurun ketika berada di perjalanan, pengendara disarankan segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.
2. Periksa kondisi motor dengan prinsip BARELABA
Kondisi kendaraan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan. Sebelum melakukan perjalanan, pengendara dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan prinsip BARELABA, yaitu BAn, REm, LAmpu, dan BAhan Bakar.
Pastikan tekanan dan kondisi ban dalam keadaan baik, rem bekerja optimal, seluruh lampu berfungsi dengan baik, serta bahan bakar cukup untuk perjalanan. Pemeriksaan sederhana ini penting dilakukan, terlebih ketika kondisi jalan dan jarak pandang sedang tidak ideal.
3.Gunakan riding gear dan masker yang tepat
Pengendara tetap dianjurkan menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.
Untuk membantu mengurangi paparan partikel halus dari kabut asap, pengendara juga dapat menggunakan respirator N95 yang terpasang rapat dan nyaman selama berkendara.
4. Nyalakan lampu, kurangi kecepatan, dan perbesar jarak aman
Kabut asap dapat membuat objek di depan menjadi lebih sulit terlihat. Karena itu, pengendara perlu menyalakan lampu agar keberadaannya lebih mudah diketahui oleh pengguna jalan lainnya.
Selain itu, kurangi kecepatan dan tingkatkan jarak aman dengan kendaraan di depan. Dengan jarak yang lebih jauh, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang apabila kendaraan di depannya melakukan pengereman atau terjadi situasi tak terduga.
4. Segera berhenti apabila kondisi semakin tidak aman
Jika kabut asap semakin tebal hingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melaju.
Segera menepi di lokasi yang aman apabila kondisi memungkinkan. Hal serupa perlu dilakukan apabila pengendara mulai mengalami sesak, pusing, atau merasa tidak nyaman akibat paparan asap.
Astra Motor Sumsel kembali mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan. Pengendara perlu menyesuaikan kecepatan, jarak aman, serta keputusan untuk melanjutkan perjalanan berdasarkan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Jangan sampai keinginan untuk tiba di tujuan tepat waktu justru mengesampingkan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Intinya, jangan sampai mengejar waktu tetapi mengabaikan keselamatan. Kalau kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman sampai kondisi kembali memungkinkan,” tutup Fathan. (Ning)