24 Tahun Mengabdi, Pelepasan Masa Purna Bakti Ibu Latifa Diwarnai Rasa Haru dan Soliditas RT/RW

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Jajaran Ketua RT dan RW di lingkungan Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) Dua Palembang, menggelar acara pelepasan penuh kehangatan untuk menyambut masa purna bakti Ibu Latifa, S.Sos. Acara yang berlangsung penuh haru ini digelar di Cafe Natasha Hang Tuah, Jalan Hang Suro No. 12, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, pada Sabtu, 26 September 2026.

Ketua Panitia Acara, Ir. H. Syafiqurrahman, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah diberikan oleh Ibu Latifa selama puluhan tahun mengabdi.

“Terimakasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini, semoga menjadi amal ibadah, selalu diberi kesehatan dan keberkahan. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan dari RT/RW kepada Ibu Latifa sebagai pelayan masyarakat di Kelurahan Tangga Takat,” ujar Syafiqurrahman dalam sambutannya.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Drs. Edwin Effendi, M.Si, yang juga merupakan suami dari Ibu Latifa. Hadir pula Plt. Camat SU II, Oscar, S.Sos., M.Si, Lurah Tangga Takat, Devita Firadia, S.TP., MM, Seklur Tangga Takat, Rusdi, SH, serta Serka H. Martin Ilida, Babinsa Tangga Takat yang juga tengah bersiap pindah tugas ke Yonif 141/AYJP (sebelumnya tertulis Yonif TP 895/Kujur Cakti) Karang Endah.

Perwakilan Ketua RT/RW Kelurahan Tangga Takat, H. Muhammad Afla Rizazi, mengungkapkan bahwa acara perpisahan ini terlaksana secara spontanitas berkat soliditas dan hasil rapat bersama seluruh ketua RT dan RW. Ia mengenang sosok Ibu Latifa yang telah mengabdi selama kurang lebih 24 tahun di kelurahan tersebut sebagai figur pembina yang luar biasa.

“Ibu Latifa ini sosok pembina kami, mitra kerja kami. Beliau selalu mengingatkan kami untuk tertib administrasi laporan bulanan RT/RW. Kami berharap Ibu selalu ingat kepada kami RT/RW di Tangga Takat, dan mohon doanya agar kami senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas,” ungkap H. Muhammad Afla Rizazi.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Babinsa Tangga Takat, Serka H. Martin Ilida.

“Setiap bertugas ada pertemuan dan ada perpisahan. Kami juga mohon maaf jika dalam interaksi tugas bersama Ibu Latifa ada khilaf dan salah, kami RT/RW mohon dimaafkan. Selamat memasuki masa pensiun untuk Ibu Latifa,” tutupnya.

Suasana kekeluargaan begitu terasa hingga akhir acara, ditutup dengan pemberian cinderamata dan foto bersama sebagai simbol penghormatan atas pengabdian panjang para pelayan masyarakat tersebut.

Suasana haru sekaligus penuh kekeluargaan begitu terasa saat Lurah Tangga Takat, Devita Firadia, menyampaikan kata sambutannya. Ia mengungkapkan bahwa dedikasi Ibu Latifah selama kurang lebih sembilan tahun di Kelurahan Tangga Takat telah meninggalkan banyak kenangan mendalam bagi seluruh jajaran staf.

“Banyak sekali kenangan indah bersama Ibu Latifah selama sembilan tahun ini. Meski beliau telah memasuki masa purna bakti, kami sangat berharap jalinan silaturahmi dan hubungan baik ini tetap terjaga dengan erat. Mewakili seluruh staf kelurahan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan jujur, kami masih sangat membutuhkan bimbingan serta arahan dari Ibu Latifah selaku senior kami,” ujar Devita dengan nada emosional.

Apresiasi senada juga datang dari Plt. Camat Seberang Ulu (SU) Dua, Oscar, S.Sos., M.Si. Dalam arahannya, Oscar menegaskan bahwa sosok Ibu Latifah, S.Sos yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (Kasi PMK) merupakan salah satu pilar andalan di lingkungan Kelurahan Tangga Takat. Kehilangannya tentu akan sangat terasa bagi roda pemerintahan di tingkat kelurahan.

“Kami atas nama pemerintah kecamatan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdian tulus Ibu Latifah selama kurang lebih 24 tahun di Kelurahan Tangga Takat. Dedikasi seperti ini adalah teladan,” kata Oscar.

Dalam kesempatan yang sama, Oscar juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi. “Sebagai Plt. Camat, saya sangat memohon dukungan, kerja sama, dan bantuan dari seluruh Ketua RT dan RW di Kelurahan Tangga Takat demi kelancaran pelaksanaan tugas-tagus pemerintahan ke depan,” tambahnya.

Memasuki acara inti, Ibu Latifah, S.Sos diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesannya selama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia pun membagikan kisah perjalanan panjang kariernya yang membentang selama hampir seperempat abad. Setelah menyelesaikan pendidikan di APDN Palembang, ia langsung mengawali kiprahnya sebagai ASN di Kelurahan Gandus. Langkah kariernya kemudian berlanjut sebagai Sekretaris Lurah (Seklur) di 35 Ilir selama 5 tahun, sebelum akhirnya berpindah tugas ke Kecamatan SU Dua.

Sejak tahun 2002 hingga memasuki masa pensiun di tahun 2026 ini, Ibu Latifah menghabiskan sisa masa baktinya di Kelurahan Tangga Takat. Sebuah perjalanan yang penuh dengan loyalitas tinggi.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu Ketua RT/RW. Walaupun tugas akhir saya sebagai Kasi PMK, saya merasa sangat beruntung dan bahagia karena dikelilingi oleh orang-orang baik di sini. Jika ada perbedaan pendapat selama ini, itu adalah hal yang biasa dalam dinamika kerja. Saya berharap kekompakan yang telah kita bangun ini harus terus dipertahankan dan dilanjutkan,” ungkap Ibu Latifah penuh rasa syukur.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya melepas jabatan ini dengan hati yang lapang. “Saya meninggalkan Kelurahan Tangga Takat dalam keadaan senang dan bahagia. Saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya jika selama bertugas ada tutur kata atau tindakan yang kurang berkenan. Mohon keikhlasannya atas apa yang pernah saya makan dan apa yang pernah saya perbuat selama ini,” tuturnya menutup sambutan dengan khidmat.

Acara pelepasan purna bakti yang berlangsung penuh kesan ini kemudian ditutup secara resmi dengan pembacaan doa bersama, diikuti dengan sesi ramah tamah, foto bersama, serta pemberian cinderamata sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian panjang sang abdi negara. (Ags).

Tinggalkan Balasan