BUKIT KEMUNING –(deklarasinews.com)– Sebuah video pendek mendadak menyebar di berbagai pesan pribadi maupun grup WhatsApp pada Jumat (18/9/2026). Video tersebut memperlihatkan insiden kericuhan dan aksi adu jotos dalam turnamen sepak bola Persibu Cup yang digelar di lapangan Desa Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning.
Ajang turnamen yang seharusnya menjadi wadah olahraga serta tontonan hiburan yang menarik bagi masyarakat setempat justru tercoreng oleh aksi kekerasan. Kericuhan tersebut diketahui terjadi saat laga sengit yang mempertemukan tim AMC melawan tim Sidokayo.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, di sekitar lokasi lapangan tidak terlihat adanya pengawalan maupun pengamanan resmi dari aparat TNI maupun Polri. Hal ini memicu keprihatinan banyak pihak, mengingat turnamen sepak bola merupakan kegiatan masyarakat yang sangat rentan memicu gesekan dan keributan.
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi terkait izin keramaian dan pengamanan kepada Bhabinkamtibmas setempat, beliau mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi.
“Kalau ke saya tidak ada, Mang. Entah kalau (panitia) langsung mengurusnya ke Polsek,” ujar Bhabinkamtibmas saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamenanti selaku pimpinan wilayah tempat berlangsungnya turnamen tersebut menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejatinya berskala kecamatan.
“Kegiatan itu bersifat kecamatan, keberadaannya di desa kita ini hanya bersifat menumpang tempat. Soal perizinan, ketika ditanyakan kepada pihak panitia yang datang saat itu, mereka menyampaikan bahwa saudara Heri sudah mengurusnya,” terang Kepala Desa.
Sangat disayangkan, ajang olahraga yang menyedot perhatian warga ini terkesan mengabaikan standar pengamanan mendasar. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap panitia penyelenggara dan pihak terkait dapat bertanggung jawab serta mengevaluasi kelanjutan turnamen guna mencegah terjadinya insiden serupa.(Zainal)