PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terutama solar dan Pertalite, yang mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi perhatian serius. Tak hanya berpotensi memicu kericuhan, antrean panjang kendaraan juga dikeluhkan warga karena kerap mengganggu akses jalan hingga ke depan rumah dan gang permukiman.
Persoalan ini tak luput dari perhatian Polres Pringsewu. Sejumlah personel diterjunkan untuk mengamankan pendistribusian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU, sekaligus mengantisipasi potensi keributan di tengah antrean hingga kemungkinan penyalahgunaan BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat tersebut.
Kehadiran polisi di lokasi bukan semata-mata untuk memastikan antrean tetap tertib. Lebih dari itu, langkah ini menjadi respons atas keresahan masyarakat yang menginginkan aktivitas pengisian BBM berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan warga di sekitar SPBU.
Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Sudirman, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, mengatakan pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
“Personel kami turunkan untuk melakukan pemantauan dan pengamanan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas,” ujar AKP Sudirman pada Kamis (22/10/2026)
Menurutnya, antrean panjang BBM perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan kendaraan bukan hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga bisa memicu gesekan antarpengendara dan mengganggu aktivitas warga yang tinggal di sekitar SPBU.
Keluhan mengenai kondisi tersebut sebelumnya juga mengemuka saat Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra melaksanakan kegiatan ngobrol bersama masyarakat di Pekon Wates. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan keresahan terkait antrean kendaraan yang memanjang hingga ke depan rumah dan gang jalan.
Bagi warga yang tinggal di sekitar SPBU, persoalannya bukan sekadar melihat deretan kendaraan yang mengular. Ketika antrean meluber ke jalan lingkungan, akses keluar-masuk rumah ikut terdampak. Aktivitas sehari-hari pun bisa terganggu oleh kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.
Aspirasi itulah yang menjadi perhatian kepolisian. Pengamanan diharapkan dapat membantu menjaga antrean tetap terkendali, sehingga kebutuhan pengendara untuk mendapatkan BBM tidak berbenturan dengan hak warga lain untuk menggunakan jalan dan beraktivitas dengan nyaman.
Selain mengantisipasi keributan, polisi juga melakukan pengawasan guna mencegah potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pengawasan ini penting agar pendistribusian BBM berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang mencari keuntungan dengan cara melanggar aturan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban. Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, silakan melaporkannya kepada petugas agar bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” jelasnya.
Polres Pringsewu berharap pengamanan di sejumlah SPBU dapat menciptakan situasi yang lebih tertib dan kondusif. Masyarakat diminta tetap bersabar saat mengantre, mematuhi arahan petugas, serta tidak memarkirkan kendaraan sembarangan hingga menghambat akses jalan.
Di tengah antrean BBM yang menjadi perhatian warga, kepolisian menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi BBM, ketertiban lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat di sekitar SPBU.(KW-RI)