Meilinda Cup Menggebrak Palembang, Taekwondo Sumsel Bidik Prestasi Lebih Tinggi

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 2.000 atlet taekwondo dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Meilinda Cup yang digelar Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan di GOR Ranau, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, pada 22–24 Oktober 2026.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga bertujuan mensosialisasikan peraturan pertandingan terbaru, meningkatkan jam terbang, serta membangun kepercayaan diri atlet sejak usia dini.

Peserta berasal dari Sumatera Selatan dan sejumlah provinsi lainnya, seperti Jambi, Lampung, serta Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran atlet dari berbagai daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memperkaya pengalaman bertanding para peserta.

Ketua Umum Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., mengatakan kejuaraan ini menjadi langkah penting agar atlet memahami dan mampu menerapkan regulasi terbaru dalam pertandingan taekwondo.

Menurutnya, masih ada atlet yang belum sepenuhnya memahami perubahan peraturan tersebut. Karena itu, kompetisi secara langsung diperlukan agar atlet terbiasa menghadapi situasi pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Di TI Sumsel, kami memang biasa menggelar event. Karena ada peraturan baru yang belum banyak diketahui atlet, kami mengadakan kejuaraan ini agar mereka bisa memahami dan menerapkannya saat bertanding,” ujar Meilinda.

Ia menjelaskan, Meilinda Cup yang berada pada kategori atau grade C juga menjadi sarana evaluasi bagi organisasi dalam mempersiapkan kejuaraan dengan skala lebih besar. Pengprov TI Sumsel bahkan membuka peluang menggelar kejuaraan bertaraf internasional pada masa mendatang.

Namun, menurut Meilinda, penyelenggaraan kompetisi harus dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan atlet maupun penyelenggara.

Selain pemahaman regulasi, peningkatan kepercayaan diri menjadi perhatian utama dalam pembinaan atlet taekwondo di Sumatera Selatan.

Meilinda mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya mendampingi atlet pada kejuaraan tingkat nasional, kemampuan teknik perlu diimbangi mental bertanding yang kuat.

“Saat mendampingi anak-anak mengikuti kejuaraan tingkat nasional, satu hal yang saya tangkap adalah rasa percaya diri mereka masih kurang. Karena itu, kami mengadakan berbagai kejuaraan agar anak-anak semakin percaya diri,” katanya.

Ia menegaskan, pembinaan perlu dimulai sejak usia dini, bahkan sekitar enam tahun. Dengan mengikuti kompetisi secara rutin, atlet diharapkan lebih berani, disiplin, mampu mengendalikan emosi, dan siap menghadapi tekanan pertandingan.

“Pembinaan harus dimulai dari usia pemula, bahkan anak-anak yang masih kecil, mulai sekitar usia enam tahun. Mereka perlu mendapatkan pengalaman agar semakin siap dan percaya diri,” ujarnya.

Meilinda berharap kejuaraan seperti ini terus menarik peserta dari berbagai daerah sehingga atlet Sumsel memiliki kesempatan lebih luas untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan kualitas permainan.

Ia juga menargetkan taekwondo Sumatera Selatan terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain, seiring meningkatnya prestasi taekwondo di tingkat nasional.

“Harapan kami, taekwondo semakin maju, terutama di Sumatera Selatan. Taekwondo di Indonesia sedang berkembang, sehingga Sumsel jangan sampai ketinggalan,” tegasnya.

Meilinda turut mengingatkan para atlet agar konsisten berlatih dan menjaga kedisiplinan. Menurutnya, prestasi tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan bakat, tetapi membutuhkan kerja keras dan latihan berkelanjutan.

“Yang pasti, atlet harus disiplin dan semangat berlatih. Tanpa latihan, kita tidak mungkin bisa berprestasi,” pungkasnya.

Melalui Meilinda Cup, Pengprov TI Sumsel berharap lahir atlet-atlet muda yang memiliki kemampuan teknik, mental kuat, dan rasa percaya diri tinggi untuk mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.

(Ning)

Tinggalkan Balasan