LAMSEL -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengajak para pelajar SMA Kebangsaan untuk berani mengenali keunikan dan potensi diri sebagai modal utama menghadapi perubahan zaman sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Pesan itu disampaikan Bupati Egi saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (PKD) SMA Kebangsaan Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Rabu (9/9/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama membawakan materi bertema “Nyalakan Daya Ungkitmu, Naik Kelas dan Kolaborasi untuk Negeri.”
Di hadapan para peserta PKD, Egi menekankan bahwa setiap manusia terlahir dengan kelebihan dan keunikan yang berbeda.
Karena itu, menurutnya, generasi muda tidak perlu berusaha menjadi sama dengan orang lain, melainkan fokus memahami serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kenali keunikan diri masing-masing dan berani menjadi diri sendiri. Dari sana, kita bisa memahami kelebihan yang kita miliki, kemudian menjadikannya kekuatan untuk bekerja sama,” ujarnya.
Menurut Egi, mengenali potensi diri bukan berarti merasa lebih unggul dari orang lain. Sebaliknya, kesadaran terhadap kelebihan dan kekurangan diri menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan diri sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Ia menilai kemampuan tersebut akan semakin penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Generasi muda, kata dia, dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dalam pemaparannya, Egi juga menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki setiap individu bukanlah sesuatu yang harus diseragamkan. Justru perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui semangat kolaborasi.
“Perbedaan dan keragaman itu bukan sesuatu yang harus diseragamkan. Justru keunikan setiap orang bisa menjadi kekuatan ketika kita mampu berkolaborasi,” katanya.
Lebih lanjut, Egi mendorong para pelajar untuk tidak sekadar mengenali potensi diri, tetapi terus mengasahnya melalui praktik, latihan, dan evaluasi secara konsisten hingga menjadi kemampuan yang memberi manfaat.
Menurutnya, setelah seseorang mampu memahami dan mengembangkan potensi dirinya, langkah berikutnya adalah membangun kerja sama dengan orang lain guna mencapai tujuan yang lebih besar.
Egi juga mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sebaliknya, perubahan lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Perubahan besar tidak dimulai dari hal yang ribet. Saya yakin Indonesia bisa berubah kalau kita yang mengubahnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan PKD tersebut, Egi berharap para pelajar SMA Kebangsaan dapat memperkuat karakter disiplin dan kepemimpinan, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menjadi diri sendiri serta semangat berkolaborasi dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan, daerah, dan bangsa.