BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Di tengah kesibukannya memimpin SMAN 16 Bandar Lampung, Kusnadi, S.Pd. membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia maupun jabatan. Kusnadi berhasil menyelesaikan sidang tesis Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Rabu (5/8/26).
Sidang tesis yang berlangsung di Gedung Pascasarjana IIB Darmajaya menjadi tahapan akhir perjalanan akademik Kusnadi menuju gelar Magister Manajemen Teknologi (MMT). Dalam sidang tersebut, ia mempresentasikan tesis berjudul “Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, dan Penggunaan Media Online dalam Proses Pembelajaran terhadap Kinerja Guru SMA Negeri 16 Bandar Lampung.
Penelitian itu mengkaji pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja yang kondusif, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital terhadap peningkatan kinerja guru. Topik tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang di era transformasi digital.
Dalam penyusunan tesisnya, Kusnadi dibimbing oleh Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A., dengan tim penguji Dr. Wasilah, S.Kom., M.T. dan Dr. Khaidarmansyah, S.H., M.Pd.
Bagi Kusnadi, keberhasilan meraih gelar magister bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab sebagai pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi. “Belajar adalah investasi yang tidak pernah berhenti. Sebagai guru maupun kepala sekolah, kita harus terus memperbarui ilmu pengetahuan agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berubah. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki, karena peserta didik kita membutuhkan pendidik yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia berharap penelitian yang telah disusunnya tidak hanya menjadi syarat akademik, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah dan kinerja guru. Kusnadi juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan belajar sebagai budaya yang terus dipelihara sepanjang karier.
“Saya mengajak seluruh rekan guru untuk tidak berhenti belajar. Manfaatkan setiap kesempatan, baik melalui pendidikan formal, pelatihan, seminar, maupun penelitian. Semakin luas wawasan seorang guru, semakin besar pula dampak positif yang dapat diberikan kepada peserta didik dan sekolah,” ungkapnya.
Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat. Karena itu, kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi merupakan kunci peningkatan mutu pendidikan.
Keberhasilan Kusnadi menyelesaikan pendidikan magister menjadi inspirasi bahwa dedikasi seorang pendidik tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di sekolah, tetapi juga melalui komitmen untuk terus belajar, berkarya, dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan. (**)