LAMTIM -(deklarasinews.com)- Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sukorahayu di Labuhan Maringgai, Lampung Timur, kini jadi percontohan nasional. Betapa tidak, kampung nelayan ini mampu menyerap 50 tenaga kerja lokal dan memfasilitasi pengiriman ikan hingga 85 ton dengan nilai transaksi Rp 2 miliar.
Capaian fantastis itu yang membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memilih Sukorahayu sebagai salah satu dari 27 lokasi Bulan Bakti Nasional Tahun 2026 dari ribuan kampung nelayan di Indonesia.
Kegiatan Bulan Bakti KKP digelar meriah di KNMP Sukorahayu, Rabu (4/11/2026), sebagai puncak Bulan Bakti KKP 2026.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Prof. Dr. Yudi Nurul Ihsan, mengakui Sukorahayu layak jadi model.
“Capaian 85 ton ini bukti bahwa KNMP punya potensi besar untuk memperkuat rantai pemasaran dan memperluas akses pasar. Manfaatnya bukan hanya perdagangan ikan, tapi terbukanya lapangan kerja,” ujar Prof. Yudi.
Menurutnya, tema Bulan Bakti tahun ini “KKP untuk Kesejahteraan Nelayan” benar-benar terwujud di Sukorahayu. Kesejahteraan bukan hanya soal banyaknya ikan yang ditangkap, tetapi bagaimana ikan diolah menjadi produk bernilai tambah dan dipasarkan dengan harga layak.
Prof. Yudi menjelaskan, program KNMP sendiri merupakan mandat Presiden RI melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026. Targetnya ambisius, membangun 5.000 KNMP hingga 2029. Tahun 2025 sudah terbangun 100 lokasi, dan tahun 2026 ini ditargetkan 1.269 lokasi.
“Pada kesempatan ini, kami hadir di Sukorahayu untuk berbagi, berdialog, dan memperkuat komitmen bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.
Kemeriahan Bulan Bakti diisi dengan Senam Sehat, Lomba Mewarnai, Demo Masak Ikan, Bazar UMKM Produk Kelautan dan Perikanan, Gerai Layanan, PSDKP Mengajar, hingga pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan.
KKP juga menggelontorkan bantuan berupa 200 paket sembako untuk nelayan, 10.000 benih ikan kakap putih, bantuan sarana pengawasan berupa rompi dan HT, serta 200 voucher belanja untuk bazar UMKM.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi yang mewakili Bupati, menyebut sektor kelautan adalah tulang punggung ekonomi Lamtim.
Berdasarkan data 2025, Lamtim memiliki 4.738 nelayan dengan produksi tangkap 62.697.145 kilogram. Terdapat 237 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dengan produksi 8.096,95 ton, serta 162 unit usaha pengolahan dengan produksi 5.184.560 kilogram.
“Angka-angka tersebut membuktikan sektor kelautan dan perikanan adalah tulang punggung perekonomian masyarakat Lampung Timur,” kata Rustam.
Ia berharap dengan dukungan fasilitas optimal, KNMP Sukorahayu tidak hanya menjual ikan mentah, tapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang mendongkrak ekonomi pesisir.(Red)