BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Pengabdian kepada Masyarakat IIB Darmajaya di SMA Negeri 5 Bandar Lampung mendapat respons positif dari para peserta. Siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian pelatihan Design Thinking dan perancangan prototipe digital menggunakan Figma pada Selasa, (11/8/26).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Sekolah Binaan IIB Darmajaya tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memahami bagaimana sebuah permasalahan dapat diidentifikasi, dianalisis, kemudian dikembangkan menjadi sebuah gagasan dan solusi digital.
Tidak hanya menerima materi, para siswa juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui diskusi, pencarian ide, pemecahan masalah, hingga praktik membuat rancangan prototipe. Pendekatan tersebut membuat peserta dapat memahami bahwa teknologi tidak hanya digunakan sebagai perangkat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Salah satu peserta, TB Muhammad Arya Wiraguna, mengatakan pelatihan Design Thinking memberikan pengalaman baru baginya, khususnya dalam memahami proses berpikir kritis dan pemecahan masalah.
“Menurut saya, Design Thinking yang saya pelajari hari ini sangat seru. Banyak hal baru yang sebelumnya belum saya pahami, mulai dari berpikir kritis, memecahkan masalah, mencari solusi digital, hingga membuat prototipe menggunakan Figma. Kegiatan ini menambah wawasan saya tentang bagaimana sebuah permasalahan dapat dikembangkan menjadi solusi digital,” ucapnya.
Sementara itu, Davina Aurelia menilai kegiatan tersebut membantunya memahami proses pengembangan sebuah solusi secara lebih sistematis. Ia mendapatkan pengalaman bagaimana sebuah permasalahan yang diberikan dapat diolah hingga menjadi sebuah prototipe.
“Selama proses kegiatan berlangsung, saya jadi dapat memahami bagaimana proses mencari sebuah solusi dari permasalahan yang diberikan. Kemudian, solusi tersebut kami implementasikan ke dalam sebuah prototipe. Kegiatan pada hari ini sangat seru dan menambah wawasan baru bagi saya,” ujarnya.
Antusiasme siswa selama kegiatan juga mendapat perhatian dari pengajar Figma, Ahmadan Habibi Hidayat dan Muhammad Aqdam Setiawan. Keduanya melihat peserta mampu menunjukkan ketertarikan yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran, termasuk ketika menggunakan aplikasi Figma yang sebelumnya belum familiar bagi sebagian siswa.
“Kegiatan ini sangat seru. Adik-adik SMA Negeri 5 Bandar Lampung sangat antusias dalam memecahkan masalah yang mereka cari. Mereka juga cepat beradaptasi dengan aplikasi yang baru mereka pakai. Hal tersebut sangat keren karena dalam waktu yang relatif singkat, mereka sudah mampu mengikuti proses perancangan dan menuangkan ide ke dalam prototipe,” tutur Habibi diamini Aqdam.
Menurut para pengajar, kemampuan siswa dalam beradaptasi menjadi salah satu hal yang menarik selama kegiatan berlangsung. Proses pembelajaran tidak hanya memperkenalkan fitur dan penggunaan Figma, tetapi juga mendorong siswa untuk menghubungkan teknologi dengan proses berpikir dalam menghasilkan sebuah solusi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pendekatan pembelajaran berbasis praktik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Melalui Design Thinking, peserta tidak hanya diajak menghasilkan ide, tetapi juga memahami proses di balik sebuah solusi, mulai dari melihat permasalahan hingga merancang bentuk awal produk digital.
Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia inovasi digital. Sementara bagi IIB Darmajaya, antusiasme siswa menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan Program Sekolah Binaan dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan keterampilan digital generasi muda. (**)