HUKUM HARUS PUNYA HATI

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Di ruang sidang, namanya disegani. Di tengah masyarakat, namanya dirindukan. Ahmad Basuki, S.H. dikenal sebagai salah satu pengacara kondang yang konsisten membela kaum lemah dan pencari keadilan.

Lahir dan besar di lingkungan sederhana, kecintaan Ahmad Basuki pada dunia hukum tumbuh dari keprihatinannya melihat banyak orang yang tidak mengerti hukum dan akhirnya dirugikan.“Saya berangkat dari keyakinan bahwa hukum harus berpihak pada kebenaran, bukan pada siapa yang paling kuat,” ujarnya.

Ahmad Basuki yang kerap di sapa Ibas menamatkan pendidikan hukum di salah satu Universitas ternama di Bandar Lampung. Karirnya dimulai dari bawah sebagai pengacara junior di salah satu kantor hukum di Bandar Lampung

Kasus pertamanya mendampingi warga kecil dalam gugatan tanah Pasar Talang Padang. Dari situlah ia belajar bahwa menjadi pengacara bukan hanya soal pasal, tapi juga soal nurani.

Nama Ahmad Basuki mulai dikenal luas setelah ia menangani sejumlah kasus besar yang menyita perhatian publik di Lampung.

Di antaranya

– Sebagai Kuasa hukum Koperasi Pasar Baru Pringsewu sejak tahun 2010 hingga saat ini tahun 2026.

-Kuasa hukum PT Realita Agung semesta,

– Kuasa hukum yang menangani perkara Pasar Gisting.

Dengan gaya beracara yang lugas, argumentasi yang tajam, dan keberanian membela kliennya, ia dijuluki “Pengacara Rakyat” oleh sebagian masyarakat.

Bagi Ibas, profesi advokat adalah panggilan. “Menang atau kalah di pengadilan itu biasa. Tapi jangan sampai kita mengkhianati sumpah profesi dan hati nurani,” ucapnya

Di luar kesibukan di pengadilan, Ibas aktif memberikan penyuluhan hukum  kepada masyarakat. Ia percaya, masyarakat yang melek hukum adalah benteng terbaik agar tidak ada lagi ketidakadilan.

Kepada rekan media yang  menemuinya saat berkunjung ke ke kantor KW-RI [Koalisi Wartawan Rangking Indonesia ] Kabupaten Pringsewu, senin 11/08/26 Ibas menyampaikan Harapan sederhananya: Semoga akan lahir generasi pengacara pengacara muda yang berani, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran.

 

“Karena keadilan tidak akan datang sendiri. Harus ada yang memperjuangkan,” Pungkasnya [ Tim KW-RI ]

Tinggalkan Balasan