Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya Edukasi Guru dan Siswa SMKN 1 Bakauheni tentang Generative AI dan Kejahatan Siber

LAMSELĀ -(deklarasinews.com)- Sebanyak 25 guru dan 140 siswa SMKN 1 Bakauheni mendapatkan edukasi pemanfaatan Generative AI dan pencegahan kejahatan siber melalui dua workshop yang digelar dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Kamis (29/10/26).

Dua workshop tersebut menyasar kebutuhan berbeda di lingkungan pendidikan. Workshop Guru mengangkat tema Pembuatan Bahan Ajar Menggunakan Generative AI yang disampaikan Riko Herwanto, S.Kom., M.T.I. Sementara Workshop Murid membahas Mengenal dan Mencegah Kejahatan Siber yang disampaikan Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc.

Kepala SMKN 1 Bakauheni, Sukijo, menyambut baik kegiatan tersebut. Dia menilai materi yang diberikan bermanfaat bagi guru maupun siswa, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Dia juga berharap kegiatan berbagi pengetahuan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala.

Dalam workshop untuk guru, Riko Herwanto mengajak para pendidik mengenal dan memanfaatkan teknologi Generative AI untuk membantu pembuatan bahan ajar. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ide materi pembelajaran, menyusun bahan presentasi, membuat soal, hingga menghadirkan materi yang lebih menarik dan variatif.

Melalui pemanfaatan Generative AI, guru diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dalam menyiapkan materi pembelajaran. Namun, penggunaannya tetap perlu disertai kemampuan memeriksa kembali informasi, menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, serta memastikan hasil yang dihasilkan AI tetap akurat dan relevan. Selain materi, workshop juga diisi dengan praktik langsung pembuatan bahan ajar.

Sementara itu, workshop untuk siswa yang dipandu Rahmalia Syahputri membahas pentingnya mengenali dan mencegah kejahatan siber. Materi ini penting mengingat siswa merupakan salah satu kelompok yang aktif menggunakan internet, media sosial, dan berbagai platform digital dalam keseharian.

Ketua Tim PkM, Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc., mengatakan edukasi keamanan siber perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman mengenai risiko yang dapat muncul saat beraktivitas di dunia digital.

“Jangan sampai kemampuan menggunakan teknologi tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang cara melindungi diri. Siswa perlu mengenali berbagai modus kejahatan siber, menjaga data pribadi, serta lebih berhati-hati ketika menerima pesan atau tautan yang mencurigakan,” ujarnya seperti mengutip dari darmajaya.ac.id .

Rahmalia juga menekankan bahwa pencegahan kejahatan siber dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti tidak membagikan informasi pribadi sembarangan, menggunakan kata sandi yang kuat, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, dan selalu memastikan keamanan tautan sebelum mengekliknya. Workshop diisi juga group diskusi. Siswa dibagi 14 kelompok yang didampingi oleh Dosen dan Mahasiswa. Siswa menuangkan ide kreatifnya terhadap bagaimana mencegah kegiatan siber dikalangan siswa melalui pembuatan poster.

Kegiatan PkM ini melibatkan dosen lintas program studi IIB Darmajaya, yakni Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc. dan Riko Herwanto, S.Kom., M.T.I. dari Teknik Informatika; Jaka Darmawan, Ak., M.Ak. dari Akuntansi; Anggawidia Wibaselppa, S.E., M.M. dari Manajemen; Dr. Sri Karnila, S.Kom., M.Kom. dari Sains Data; Ayu Firdhayanti, S.Kom., M.T.I. dari Sistem Informasi; serta Nurfiana dan Melia Gripin dari Sistem Komputer.

Empat mahasiswa turut terlibat, yakni Muhammad Bilal Afghani dan Rakha Prabaswara dari Teknik Informatika, Na’ilah Salsabila dari Sistem Komputer, serta M. Ridho dari Akuntansi. Melalui dua workshop tersebut, IIB Darmajaya berupaya menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi digital. (**)

Tinggalkan Balasan