Dosen IIB Darmajaya Edukasi Pemasaran Digital kepada Santri Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Lamteng

LAMTENG -(deklarasinews.com)– Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Hidayatul Mubtadi’in Seputih Surabaya, Lampung Tengah.

Keempat dosen tersebut yakni Amnah, S.Kom., M.T.I. sebagai Ketua dan anggota terdiri dari Dr. Wasilah, M.T., Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M., dan Nursiyanto, S.Kom., M.T.I. Pengabdian masyarakat tersebut menekankan kepada “Digitalisasi Pemasaran Hasil Budi Daya Ikan Lele untuk Peningkatan Kesejahteraan Santri pada Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in”.

Ketua Pengabdian Masyarakat, Amnah mengatakan pengabdian masyarakat tersebut merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi. “Pengabdian masyarakat ini merupakan hibah dari kerjasama antara IIB Darmajaya dan Daarul Tauhid (DT) Peduli. Kita ingin Pondok Pesantren dapat mandiri dengan memanfaatkan pengelolaan budidaya ikan lele untuk operasional,” ungkap dia seperti dikutip dari http://darmajaya.ac.id.

Kegiatannya meliputi edukasi bagaimana berternak Ikan Lele melalui pakan dedaunan, lanjut dia, juga bagaimana melakukan pemasaran melalui media digital. “Untuk pesertanya merupakan santri dari Ponpes yang dilakukan pada 20 Oktober 2022 dan 8 Januari 2023,” ujarnya.

Masih kata dia, selama ini pembudidayaan Ikan Lele masih menggunakan pakan pur ataupun pelet. Begitu juga dengan potensi dari hasil panen lumayan besar dan berlebih setelah dikonsumsi sendiri di Ponpes.

“Harapannya santri dapat mengelola dengan baik dari awal pembenihan hingga panen serta pemasarannya,” tutupnya. (**)

Pidato Kebangsaan Menkopolhukam RI – Prof. Mahfud MD

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Demokrasi dan tata kelola pemerintahan hubungannya sedang tidak baik-baik saja, dalam arti tidak selalu proses demokrasi mendukung lahirnya tata kelola pemerintahan yang kondusif bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Demikian  disampaikan Menkopolhukam RI Prof. Dr. Mahfud MD dalam acara Dies Natalis Universitas Paramadina ke-25 di kampus Paramadina di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (10/1/2023).

Menurut Mahfud, hal itu disebabkan oleh konfigurasi politik yang tidak kondusif. “Konfigurasi politik yang lahir secara demokratis di negara kita tidak selalu kondusif untuk pembangunan. Bahkan dalam hal-hal tertentu menghambat transformasi pemerintahan yang baik. Misalnya, korupsi lahir dari banyak politisi yang dipilih secara demokratis, dan jalan untuk membuat korupsi terkadang diperoleh secara demokratis,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Namun demikian, lanjut Mahfud, demokrasi masih menjadi sistem politik terbaik bagi Indonesia. Sebab, demokrasi juga melahirkan sejumlah perubahan positif, kesetaraan, dan pembangunan yang terbuka. “Sistem demokrasi masih tetap yang terbaik. Jangan berfikir sistem lain. Adapun kekurangan-kekurangan, jebakan-jebakan konfigurasi politik yang korup tadi hendaknya kita perbaiki pelan-pelan. Karena, kalau mau jujur, demokrasi juga banyak menghasilkan kemajuan,” lanjut profesor hukum tata negara di Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut.

Mahfud MD mengatakan bahwa isu kecurangan akan selalu muncul di setiap Pemilu. Namun, kecurangan Pemilu pasca Reformasi terjadi bukan akibat pemerintah atau penyelenggara Pemilu, tetapi oleh perilaku curang antar pihak yang berkontestasi dalam Pemilu.

“Kalau dulu KPU tidak benar, ya pemerintah yang boleh disalahkan. Tapi sekarang, KPU-nya bebas, karena Parpol dan DPR sendiri yang memilih (KPU). Yang curang antar pemain (politisi),” kata Mahfud.

Ia juga  menjelaskan bahwa saat ini, skema pengawasan Pemilu sangat kompleks. “Sekarang ada survei, ada pemantau di lokasi Pemilu, ada reportase media, ada Pengadilan Pemilu, mulai MK, Bawaslu, DKPP, semuanya lengkap dan diizinkan,” kata mantan Ketua MK tersebut.

Kendati demikian, Mahfud mengakui, kecurangan memang akan selalu ada. Namun, Mahfud menekankan penting melihat seberapa sistematis dan terstruktur tingkat kecurangan yang ada. Ke depan, Mahfud mengajak semua pihak untuk membangun konfigurasi politik yang sehat dalam sistem demokrasi.

“Jadi persoalannya bagaimana kita membangun ke depan demokrasi yang lebih berkeadaban. Mari keluar dari konfigurasi politik korup, melalui proses-proses politik yang demokratis dan tidak merusak kehidupan bersama,” ujarnya.

JK: Peran Umat Islam untuk Kemajuan Bangsa di bidang Ekonomi

Wakil Presiden Republik Indonesia  ke 10 dan 12 H.M. Jusuf Kalla menyatakan bahwa selama ini kita selalu bangga sebagai negara dengan penduduk Islam yang terbesar. “Kita juga harus mengembangkan pemikiran-pemikiran Islam di Indonesia. Kehidupan keagamaan  di Indonesia jauh lebih baik dari pada apa yang banyak terjadi di Timur Tengah atau dimanapun yang penuh gejolak, pertentangan dan konflik.” Katanya.

“Tantangan kita kedepan adalah bagaimana umat Islam mempunyai peranan yang besar dalam bidang kemajuan bangsa khususnya dalam bidang ekonomi.  Pemikiran-pemikiran entrepreneurship tentang kemampuan usaha umat Islam Indonesia.” Paparnya.

“Pandangan-pandangan positif itu sekarang ini kita imbangi pandangan entrepreneurship, pandangan ekonomi, karena itu menjadi bagian dari kemajuan ini. Jika kita tidak maju di bidang itu ada suatu ketimpangan yang mempunyai bahaya di masa depan.” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa universitas bukanlah museum, dalam banyak hal umat Islam berpikir seperti museum, bangga pada masa lalu masa keemasan Islam. “Riset harus menjadi bagian dari kesetiaan kita semua. Kita harus merubah universitas itu bukan barang mati tetapi harus dinamis. “

Anggota Dewan Pembina Yayasan Paramadina, Sofyan Djalil menyatakan bahwa ide menggerakkan bangsa, semua civilization dimulai dengan ide besar. ”Saya pikir ide-ide Indonesia yang lebih inklusif, toleran, Islam yang rahmatan lil ‘alamin harus terus kita gaungkan dan kita sebarkan. Universitas Paramadina harus menjadi laboratorium untuk itu, tidak perlu besar sekali tapi menjadi boutique university dimana ide dan pemikiran dikembangkan.” Ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Latief yang juga merupakan salah satu pendiri Universitas paramadina mengungkapkan ide pendirian Paramadina “Kita ingin melahirkan kelas menengah baru Islam, programnya sederhana yaitu mengislamkan orang islam, maka dari itu berdirilah Yayasan Paramadina yang berarti orang yang kaum yang hijrah, yang mau pembaharuan, yang butuh kesejukan.” tutupnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Rektor Prof. Didik J. Rachbini, Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina Jusuf Kalla, Abdul Latif, Sofyan Djalil, Ahmad Ganis, perwakilan kedutaan besar sahabat, Lembaga internasional, dan civitas akademika Universitas Paramadina. (*)

 

Duta Literasi Sumsel Workshop Literasi di SMK Negeri 3 Palembang 

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- SMK Negeri 3 Palembang menggelar workshop literasi dengan tema. ” Pencetak Generasi Penerus Bangsa Yang Siap Bersaing,” bersama Duta Literasi Provinsi Sumsel, Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Otoritas Jasa Keuangan Regional VII dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Selasa (10/01/23).

Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva ketika di wawancara menerangkan bahwa literasi bertujuan untuk meningkatan pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang diterima menjadi lebih baik.

” Selain itu untuk membantu berpikir secara kritis dengan tidak mudah terlalu cepat bereaksi, meningkatkan pengetahuan, prestasi dan kesejahteraan dengan cara membaca, memahami dan menerapkannya,” ungkap Ratu.

Dalam hal ini Leriva menuturkan bahwa para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang telah dipersiapkan untuk bekerja perlu diberikan edukasi literasi seperti literasi financial yang berguna dalam memanage keuangan.

“Juga membantu menumbuhkan serta mengembangkan nilai budi pekerti yang baik dalam diri seseorang, termasuk tidak cepat mempercayai hoax,” ujarnya.

Sebagai Duta Literasi, Ratu akan terus mengedukasi secara masif sehingga edukasi literasi tersebut dapat diberikan merata kepada anak-anak Sumsel.

“Literasi financial juga penting apalagi teman- teman SMK yang lulus bisa bekerja karena sudah ada penjurusan jadi sangat penting, kalau telah terliterasi secara finansial maka dapat memanage keuangan sendiri, saya mengajak temanteman betapa pentingnya literasi untuk mencapai prestasi,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi mengatakan anak-anak dalam menghadapi literasi harus cerdas, cermat, cekatan dan cepat tanggap, mempunyai jiwa entrepreneur, rajin membaca, disiplin dan berakhlak budi pekerti yang baik.

“Kami memberikan apresiasi atas kerjasamanya duta literasi, dinas perpustakaan dan disdik Sumsel, harapan kami jika literasi ini diimplementasikan maka Sumsel maju untuk semua akan tercapai,” pungkasnya. (Ning)

IIB Darmajaya Dukung Kolaborasi APINDO Lampung dalam Implementasi UMKM Merdeka Bersama Komunitas dan Organisasi

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Lampung bersama Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya merencanakan kolaborasi bersama organisasi dan komunitas di Lampung dalam implementasi program UMKM Merdeka.

Hal ini terungkap dalam pertemuan dengan Asosiasi Manajemen (AMA) Indonesia chapter Lampung, Indonesian Marketing Association (IMA) Lampung, dan Yuk Bisnis pada Senin, (9/1/23). Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPD Apindo Lampung Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., Rektor IIB Darmajaya Dr. Ir. H. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc., Ketua AMA chapter Lampung Dr. Alex Tribuana Sutanto, S.T., M.T., Presiden IMA Lampung Heri Andrian, S.E., M.M., dan Ketua Yuk Bisnis Wilayah Lampung Fadlan. Turut hadir juga Direktur MBKM IIB Darmajaya Dr. Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., dan Kepala UPT Inkubitek, Career Center dan Alumni IIB Darmajaya Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M.

Ary –biasa dia disapa – mengatakan pertemuan dengan beberapa pihak untuk membahas implementasi program UMKM Merdeka yang akan dilaksanakan di wilayah Sumatra. “Kami sebelumnya telah melaksanakan program UMKM Merdeka dengan IIB Darmajaya melalui Magang UMKM Merdeka yang sangat berhasil dengan antusias binaan UMKM dari naungan dibawah Apindo Lampung,” ungkap dia seperti dilansir http://darmajaya.ac.id

Menurut dia, selama pelaksanaan magang, UMKM menjadi berkembang baik secara pemasaran maupun dalam pengelolaan administrasi keuangan. “Mahasiswa juga dapat secara langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di dalam kelas. UMKM menjadi laboratorium mahasiswa untuk menerapkan strategi promosi, pengembangan produk, pengaturan keadministrasian dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Untuk menjangkau tujuan dalam kemandirian UMKM sebagai penopang perekonomian bangsa, kata Ary, Apindo akan mengembangkan program UMKM Merdeka hingga menyeluruh di Pulau Sumatra. “Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak termasuk omunitas seperti IMA, AMA dan Yuk Bisnis,” ujarnya.

Ary menerangkan dengan keterlibatan berbagai pihak untuk memberikan mentoring kepada mahasiswa ataupun UMKM dalam pelaksanaan program. “Keterlibatan komunitas dan organisasi ini adalah dalam hal penyediaan mentor dalam proses pembinaan UMKM,” terangnya.

Terpisah, Rektor IIB Darmajaya, Dr. Ir. H. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc., mendukung program UMKM Merdeka untuk menjangkau lebih banyak lagi dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. “Mahasiswa juga akan menerapkan ilmunya langsung kepada UMKM selaku objek laboratoriumnya di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia, program ini pertama kali IIB Darmajaya mendapatkan kesempatan langsung oleh Apindo Lampung untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM. “Program UMKM Merdeka juga sejalan dengan kebijakan Mas Menteri dalam program MBKM yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama satu semester,” ujarnya.

Firmansyah berharap program UMKM Merdeka dapat terus berjalan dengan tidak hanya dilaksanakan di Bandarlampung. “IIB Darmajaya juga siap untuk menerjunkan mahasiswa dalam implementasi UMKM Merdeka selanjutnya,” tutupnya. (**)

UKM KSR PMI IIB Darmajaya Gelar Diklat Kepalangmerahan Selama Dua Hari

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela (UKM KSR) Palang Merah Indonesia Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Pendidikan & Pelatihan (Diklat) Kepalangmerahan XVIII selama dua hari Sabtu– Minggu (7–8 Januari 2023).

Ketua Umum UKM KSR PMI IIB Darmajaya, Fauziah Zahra Ramadhani mengatakan Diklat Kepalangmerahan XVIII mengusung tema “Membentuk Relawan Tanggap Bencana yang Terlatih, Berjiwa Sosial Tinggi, dan Terampil”. “Diklat diikuti 15 peserta yang merupakan mahasiswa angkatan 2022,” ungkap dia seperti dilansir dalam laman http://darmajaya.ac.id

Diklat tahun ini, lanjut dia, digelar di dalam ruangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Untuk materi yang disampaikan tidak berbeda seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Menurut dia, untuk materi disampaikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Lampung Haditomko bersama Firmansyah. “Selama dua hari di ruangan D.3.3,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan sangat mendukung kegiatan positif dari mahasiswa untuk pengembangan diri baik akademik maupun nonakademik. “UKM KSR PMI IIB Darmajaya juga banyak melakukan kegiatan, baik sosial maupun kebencanaan,” ungkapnya.

Menurut dia, beberapa bencana yang terjadi di Provinsi Lampung juga anggota UKM KSR PMI IIB Darmajaya terlibat untuk membantu dalam penanganan. “Gempa bumi dan tsunami di Lampung Selatan beberapa waktu lalu juga turut membantu sebagai relawan penanganan bersama instansi vertikal,” ujarnya.

Muprihan Thaib berharap kegiatan ini juga dapat meneruskan aktivitas sosial yang dilakukan sebelumnya. “Semoga dapat menambah wawasan mahasiswa tentang kepalangmerahan dan kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya. (**)

Gelar FGD Peninjauan Kurikulum, Prodi MTI IIB Darmajaya Terima Masukan Stakeholder dan Alumni

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Program Studi Magister Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum secara hybrid (daring dan luring) pada Jumat (6/1/23).

FGD menghadirkan Narasumber Dr. Ir. Ford Lumban Gaol, S.Si., M.Kom (Ketua Program Doktor Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara) secara daring melalui platform virtual meeting. Hadir secara langsung di Aula Pascasarjana Gedung Hj. Yoenidar Karim Wakil Rektor 1 Bidang Akademik RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D.; Dekan Fakultas Ilmu Komputer Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I.; dan Ketua Prodi Magister Teknik Informatika Joko Triloka, S. Kom., M.T., Ph.D.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 mengatakan kurikulum sangat penting dalam pengembangan ilmu dan prodi. ”Kalau kita bicara kurikulum dengan level S2 profilnya memang agak jauh ketika kita membandingkan dengan S1,” ungkap dia seperti dilansir dalam http://darmajaya.ac.id

Menurut dia, Prodi MTI IIB Darmajaya mencoba untuk menyusun kurikulum yang lebih baik, mengingat perubahan zaman dan perubahan Ilmu pengetahuan sangat cepat. “Orang sekarang menggunakan berbagai macam aplikasi yang telah banyak dikembangkan. Seperti aplikasi AI yang telah digunakan dalam berbagai bidang. Untuk itu kita tidak berdiam diri dan akan mengembangkan terus kurikulum,” ucapnya.

Abdul Aziz berharap agar semua pihak dapat memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum. “Dengan adanya masukan dari para stakeholder akan membuat kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman dan pasar kerja,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Dr. Ford Lumban Gaol mengatakan prodi ini harus sangat baik dan lebih baik lagi. Menurut dia, yang paling utama dilihat adalah bagaimana feedback dari pengguna lulusan. “Program S2 itu adalah program singkat tidak sama dengan S1 atau S3. Karena ada yang dapat diselesaikan dalam tiga semester,” ungkapnya.

Bang Ford–biasa dia disapa–menerangkan bahwa untuk konsentrasi keilmuan Teknik Informatika kini harus dapat mengikuti dalam konteks Xinformatics yang meliputi Data Science, Semantic eScience dan Data Frameworks. “Perkuliahan juga dapat mulai dapat berkolaborasi dengan Prodi Magister lainnya dalam satu kampus. Seperti yang dilakukan di Binus antara Magister Ilmu Komunikasi dengan Magister Teknik Informatika,” katanya.

Salah satu pengguna alumni Prodi MTI, Suparji, perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung Suparji mengatakan alumni Prodi MTI memiliki kemampuan dalam menganalisis dan menggabungkan beberapa metode dalam computer science. Sehingga, alumni Prodi MTI dapat mengambil keputusan dalam penyelesaian masalah di BMKG. “Alumni IIB Darmajaya di BMKG sangat membantu, khususnya dalam studi kasus dan prakiraan cuaca,” ungkapnya.

Sementara, alumni Prodi MTI, Aristi, S. Kom., MTI., mengungkapkan bahwa Artificial Intelligence (AI) sudah sangat pesat perkembangannya terutama dalam mendukung riset. “Sehingga, hal ini menjadi poin penting bagi pengembangan kurikulum Prodi MTI IIB Darmajaya,” ucapnya. (**)

Dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya ini Beri Materi “Bersinergi dengan Institusi” dalam LKMM-TD 2022

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Banyak kalangan terutama masyarakat awam beranggapan bahwa Public Relations (PR) atau Hubungan Masyarakat (Humas) bekerja sekedar penghubung antara suatu organisasi dengan masyarakat sekitarnya.

“Bahkan, banyak sekali timbul kesalahpahaman antara istilah humas dengan pers atau media massa. Padahal, ruang lingkup kegiatan humas atau PR sangat luas, bahkan melebihi kegiatan seorang wartawan,” kata Lukman Hakim, S.P., M.M., saat memberikan materi dalam Pelatihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2022, di Gedung Pascasarjana Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kamis (5/1/23).

Lukman Hakim yang juga Senior Staff Humas Kampus The Best IIB Darmajaya juga menjelaskan peran utama dan fungsi humas antara lain sebagai Image Maker, yaitu menciptakan, memelihara, dan meningkatkan citra positif dari sebuah organisasi atau perusahaan tempatnya bernaung atau tempatnya bekerja.

Selain itu, Communicator atau Mediator; yaitu melaksanakan kegiatan komunikasi dua arah kepada stakeholders atau lembaga vertikal, horizontal, internal, dan eksternal, sehingga terbina hubungan yang harmonis atau serasi antara organisasi atau perusahaan dan publiknya. “Dan, yang ketiga adalah back-up management; yaitu memberikan dukungan dan menunjang kegiatan setiap departemen dalam organisasi atau perusahaan untuk mencapai misi atau sasarannya,” kata dosen tetap Program Studi Manajemen IIB Darmajaya itu seperti dilansir dalam http://darmajaya.ac.id.

Sejalan dengan peran dan fungsinya itu, lanjut dia, humas juga merupakan bagian keseluruhan kegiatan bisnis perusahaan. Sebagai contoh, humas berfungsi perencanaan, finance, produksi dan marketing. “Humas juga menjembatani antara kegiatan perdagangan dengan lingkungannya yang tercermin pada produk atau jasa. Hal itu, terutama ditujukan untuk memenuhi keperluan pasar dan untuk memajukan kehidupan masyarakat,” kata mantan jurnalis di Lampung itu.

Dia juga menjelaskan kepada peserta yang merupakan pimpinan dan humas semua organisasi kemahasiswaan (Orkem) di IIB Darmajaya itu, beberapa humas yang dikenal dalam lingkungan masyarakat, yaitu Humas Pemerintahan (Government Public Relations), Humas Perusahaan atau Bisnis, Humas Non Government Organization (NGO) atau LSM.

Lukman Hakim juga mengatakan hubungan humas dengan media massa bukanlah musuh, tetapi lebih dikatakan sebagai mitra. Hubungan humas dan wartawan itu ibarat teman tapi mesra. Humas dan media massa merupakan dua elemen yang harus saling melengkapi. “Hubungan Humas dan wartawan biasa disebut sebagai media relations atau hubungan media,” ujar dia.

Oleh sebab itu, kata dia, humas harus menjadi sumber yang dipercaya bagi media atau publik. Humas juga harus mampu memahami karakter media massa, publik sasaran, serta penggunaan isu atau informasi dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan segmen pasar. “Selain itu, Humas juga harus memudahkan transfer informasi yang sangat diperlukan oleh masyarakat,” kata Bang Kim, panggilan akrabnya di kalangan wartawan di Lampung.

Salah satu tugas humas, kata dia, adalah membuat press release. “Press release tidak sebatas hanya penulisan dalam bentuk berita saja, tetapi juga dalam bentuk artikel ataupun foto-foto dan dokumen lain terkait kegiatan yang mempunyai nilai berita yang tinggi,” kata dia. (**)

 

Dihadiri Kabid Humas Polda Lampung dan Dandim 0410, LKMM-TD Dibuka Warek 3 IIB Darmajaya

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lima pemateri hadir sebagai pembicara dalam Latihan Keterampilan Menajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, di gedung Pascasarjana, kampus biru, Kamis (5/1/2023).

Kelima pembicara adalah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad S.H.,M.Si.; Dandim 0410/KBL Letkol Arm Tri Arto Subagio; Senior Staf Intrakurikuler Ambar Aditya S.Kom. M.T.I.; Kabag Humas IIB Darmajaya Lukman Hakim, S.P., M.M.; dan Staf Publikasi IIB Darmajaya Aji Saktiyanto, S.I. Kom.

Hadir dalam kegiatan itu, Bendahara Yayasan Alfian Husin, Ary Meizari Alfian, S.E., MBA.; Wakil Rektor 2 IIB Darmajaya Roni Nazar, S.E., M.M., Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., dan Presiden BEM IIB Darmajaya Riyan Fadilah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya Muprihan Thaib, Sos., M.M. mengharapkan BEM Darmajaya harus dapat berprestasi dalam kancah Nasional maupun Internasional. “Dalam kesempatan ini saya sampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan LKMM-TD yang digelar BEM sesuai dengan rencana,” kata dia.

Dia berharap seluruh organisasi kemahasiswaan (Orkem) IIB Darmajaya dapat melaksanakan tugas yang telah diamanatkan oleh ketentuan di Kampus Darmajaya. “BEM dan MPM berharap dapat eksis bersama dan berkolaborasi dalam rangka meningkatkan prestasi mahasiswa IIB Darmajaya,” ujarnya.

Warek 3 juga berpesan bahwa agar semua organisasi kemahasiswaan berlomba-lomba untuk berprestasi. “Semua Orkem yang ada di IIB Darmajaya ini memiliki potensi. Berlomba-lomba lah dalam menunjukkan prestasi dan menjaga nama baik kampus di mata masyarakat luas,” kata dia.

Sementara, Presiden BEM IIB Darmajaya, Ryan Fadila Akbar mengatakan LKMM TD digelar untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan organisator kampus dalam memanajemen waktu, mengambil keputusan serta membekali organisator kampus agar mampu memberikan yang terbaik dalam 1 periode. “LKMM TD kali ini lebih kompleks karena pelaksanaannya lebih awal sehingga sangat tepat untuk membekali teman teman organisator dalam menjalankan kepengurusan,” ucapnya.

LKMM TD tahun ini, lanjut dia, dihadiri oleh BEM se Bandarlampung dan TNI dan Polri. “Harapannya mampu melahirkan aktivis kampus yang berperan, berkarya dan berprestasi. Sehingga, teman-teman mahasiswa bukan hanya paham akan teori namun kemampuan manajerialnya pun sangat baik sehingga kompleks antara teori dan praktik,” tutupnya. (**)

Gelar Parade Budaya PMM 2, Mahasiswa asal Pulau Jawa dan Sulawesi Tampilkan Tarian, Lagu Hingga Cerita Daerah

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Parade Budaya “Kenali Budayaku Inilah Indonesiaku” dalam Pelepasan pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) modul Nusantara 2022 pada Kamis (5/1/23).

Dalam parade budaya tersebut mahasiswa yang berasal dari Pulau Jawa dan Sulawesi menampilkan pakaian daerah, tarian dan lagu serta cerita. Mulai dari penampilan Tari Bedana, Lagu Maredeng Marampa, dan pertunjukan Gareng.

Mahasiswa yang tampil sebanyak 22 mahasiswa yang berasal dari STMIK IKMI Cirebon, Universitas Kuningan, Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung, Universitas PGRI Madiun, Universitas Islam Blitar dan Institut Teknologi Nasional Bandung. Kemudian, STMIK Widya Pratama Pekalongan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Merdeka Madiun, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Selain itu, Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, Universitas Esa Unggul Jakarta, dan Universitas Komputer Indonesia Bandung. Selanjutnya, Universitas Sulawesi Barat serta Universitas Alma Ata Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta, Universitas Galuh Ciamis, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin Semarang, Universitas Islam Al-Azhar Makassar, dan Universitas Negeri Malang.

PIC PMM II IIB Darmajaya, Kurnia Fadila, S.E., M.Sc., mengatakan Program PMM 2 merupakan program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester di perguruan tinggi yang berbeda klaster pulau dengan PT pengirim peserta PMM. “Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kebinekaan dalam kelas Modul Nusantara, mata kuliah keilmuan, dan berbagai aktivitas terkait yang disetarakan hingga 20 SKS akademik,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kurnia Fadila juga melaporkan jumlah mahasiswa inbound Program PMM 2 sebanyak 22 mahasiswa. Menurut dia, mereka tersebar dalam 5 Prodi yaitu Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital. “Dengan matakuliah lintas prodi sesuai dengan program merdeka belajar yang ada di IIB Darmajaya, yang merupakan bagian dari platform besar Merdeka Belajar Kampus Merdeka kementrian Pendidikan RI,” bebernya.

Kurnia Fadilla juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Alfian Husin dan Rektor IIB Darmajaya atas support dalam pelaksanaan kegiatan Parade Budaya. “Hari ini program PMM 2 telah memasuki fase akhir program yaitu dengan menggelar 1 modul nusantara bertajuk parade budaya. Dan sebagai acara pelepasan secara resmi peserta PMM2 IIB Darmajaya yang akan kembali ke kampus asal masing-masing pada tanggal 29 Januari 2023 yang akan datang,” kata dia.

Sementara, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan mahasiswa PMM 2 berkuliah satu semester di IIB Darmajaya dan akan menjadi alumni. “Darmajaya telah menjadi keluarga besar Anda semua. Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI yang juga telah memilih kegiatan ini,” ungkapnya.

Abdul Aziz–biasa dia disapa–menuturkan IIB Darmajaya beberapa tahun lalu telah mengikuti pertukaran mahasiswa dari dalam negeri dan luar negeri. “Kita juga menerima pertukaran mahasiswa dari Taiwan maupun Malaysia,” ujarnya.

Warek 1 menambahkan kesempatan yang Anda dapatkan merupakan sangat berharga. “Tidak hanya dapat meningkatkan keilmuan tetapi juga budaya daerah,” imbuhnya.

Abdul Aziz berharap mahasiswa yang akan kembali ke kampus masing-masing juga dapat memberikan testimoni yang baik dalam PMM 2. “Kami titip untuk sampaikan budaya yang telah diterima kalian ke kampus masing-masing,” pungkasnya. (**)

Milad ke-28, Yayasan Alfian Husin Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Yayasan Alfian Husin menggelar doa bersama dan tasyakuran milad ke-28, di Masjid Baitul Ilmi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Kamis (5/1/23).

Ketua Yayasan Alfian Husin, dr. Lyza Marfianita Rozalinda Alfian mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah banyak memberikan kontribusi dalam unit usaha di bawah Yayasan Alfian Husin.

“Awal mula pembentukan Yayasan Alfian Husin dimulai dari kegiatan dari ruko dan awalnya hanya tiga pintu. Mengajukan izin ke Palembang terus membuka sekolah tinggi,” ungkapnya.

Dr. Lyza–biasa dia disapa–memohon doa dari seluruh karyawan yang hadir di bawah naungan Yayasan Alfian Husin agar dapat terus bermanfaat bagi masyarakat. “Mohon doanya agar tahun ini atau tahun depan dapat membangun Gedung Serbaguna di IIB Darmajaya,” ucapnya.

Dalam acara tersebut juga, Yayasan Alfian Husin memberikan tali asih kepada tiga karyawan atas dedikasi dan loyalitasnya. Karyawan tersebut yakni Nisar Zaidal, S.Kom., M.T., Hariyanto Wibowo, dan Abdurrahim, S.Kom., M.Pd.I.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., mengatakan tidak terasa yayasan telah berumur 28 tahun. Saat itu, dia masih berada di luar negeri dalam keperluan studi. “Saya diminta untuk kembali ke Tanah Air membantu dalam dunia pendidikan. Saat itu pendirian Darmajaya,” ungkapnya.

Menurut dia, Darmajaya yang cikal bakal awalnya dari ruko dan berkembang hingga kini dibawah Yayasan Alfian Husin. “Jadi, almarhum mami mengumpulkan uang dan bangun gedung. Tidak langsung besar dan terus berkembang. Semua itu karena kesungguhan mami dan papi serta keridhoan Allah Swt,” ujarnya.

Firman–biasa dia disapa–mengaku keluarga besar Yayasan Alfian Husin memiliki komitmen untuk terus berkembang dan bermanfaat terhadap masyarakat sekitar khususnya di Provinsi Lampung.

“Yayasan Alfian Husin tidak bisa sebesar ini tanpa kerja keras dan kerja ikhlas bapak ibu semua. Kami juga berharap terus dibantu dan disupport untuk terus berkembang Yayasan Alfian Husin,” tuturnya.

Tasyakuran dan doa bersama Milad ke-28 Yayasan Alfian Husin “Berdiri dan Berkarya” juga dihadiri Sekretaris Yayasan Alfian Husin Rindu Amalia, S.E., M.M.; dan Bendahara Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., MBA.

Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan IIB Darmajaya, Ponpes Annida, SDIT Pelangi, serta unit usaha lainnya. Kegiatan Tasyakuran dan doa bersama ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Alfian Husin dr. Lyza Marfianita Rozalinda. (**)