Canangkan Panti GESIT, Dosen dan Mahasiswa IIB Darmajaya Gelar Pengabdian Masyarakat

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar pengabdian masyarakat Panti GESIT (Green Smart Independent Entrepreneur) di Rumah As Sakinah Bandarlampung.

Beberapa kegiatannya meliputi Pelatihan Budidaya Ikan Lele (19 Oktober–2 November 2022), Pelatihan Keuangan (28 November 2022), dan Pelatihan Pemasaran (28 Januari 2023).

Pengabdian masyarakat tersebut merupakan hibah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Lazis) IIB Darmajaya yang diketuai Rahmalia Syahputri, S.Kom, M.Eng.Sc., dan anggota Nurfiana, S.Kom., M.Kom., Ari Widiantoko, S.Kom., M.Tech., dan Jaka Darmawan, SE., M.Akt.

Kemudian, kegiatan itu juga diikuti tiga mahasiswa yaitu Juan Krisna Tanubrata dan Aldwi Mandak (Prodi Teknik Informatika) dan Muhammad Jinan (Prodi Sistem Komputer).

Rahmalia Syahputri mengatakan pengabdian masyarakat yang dilakukan bersama dengan rekan-rekan dosen dan mahasiswa berjudul Panti GESIT (Green Smart Independent Entrepreneur): Upaya dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Panti Asuhan Berkelanjutan Berbasis Teknologi Informasi.

“Kami ingin Rumah As Sakinah dapat mandiri dalam pengelolaan operasionalnya dengan memberikan keterampilan budidaya ikan lele, keuangan dan pemasaran yang berbasis komputer,” ungkap dia seperti dikutip dari http://darmajaya.ac.id.

Kegiatan yang berjalan dari November 2022 hingga akhir Januari 2023 ini meliputi berbagai kegiatan, antara lain pelatihan dan pendampingan budidaya ikan meliputi pembuatan kolam ikan (lebar, kedalam, dan tinggi air, dan alas dasar kolam).

Kapasitas ikan berdasarkan luas dan ketinggian air kolam, kapasitas ikan berdasarkan luas dan ketinggian air di ember, pengurasan kolam, masa panen dan perawatannya, masa tanam sayur seperti sawi, pakcoy, bayam, tomat, rampai, dan cabai. Kemudian, perawatan sayuran dari hama/kutu putih, tata letak sayuran/tanaman (polybag dan tanah), masa panen sayuran dan penyimpanan sayuran.

“Pelatihan dan pendampingan budidaya ikan lele ini kami dibantu oleh Dosen Polinela, Bapak Juli Nursandi, founder dari budidaya ikan dalam ember. Untuk peserta pelatihan terdiri anak asuh sebanyak 20 orang dan musyrif 2 orang. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara daring dan luring,” tuturnya.

Pelatihan dan pendampingan terkait dengan keuangan, lanjut dia, jenis muamalah terdiri dari jual beli, utang piutang, sewa menyewa, dan pinjam meminjam. Untuk jenis laporan keuangan terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

“Kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan pemasaran meliputi pembuatan konten, unggah konten, jadwal unggah, dan melayani pembeli,” imbuhnya.

Rahmalia–biasa dia disapa–menerangkan bahwa sudah beberapa kali panen sayuran dan keuntungannya disedekahkan baik secara langsung ke masyarakat maupun melalui LAZIS. Dimana salah satu tujuan kegiatan ini yang awalnya kelompok masyarakat tertentu menerima sedekah kemudian mampu memberikan sedekah. “Ahamdulillah, mulai terwujud (pemberian sedekah) perlahan-lahan,” pungkasnya. (**)

Kuliah Umum DPP Apindo Lampung – Aptisi Wilayah II B, Ronald Walla Bagikan Cara Berwirausaha

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Presiden Direktur Wismilak Group, Ronald Walla membagikan cara berwirausaha dalam Kuliah Umum dengan tema Strategi Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Millenial yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wilayah II-B di Aula Rektorat Lantai 3 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Sabtu, (14/1/23).

Sebelum pemaparan, Ronald Walla mengapresiasi DPP Apindo Lampung dalam penyelenggaraan UMKM Merdeka dan Kuliah Umum. “Saya senang sekali dapat ikut bergabung dan diundang,” ucapnya.

Menurut dia, dalam berwirausaha harus rajin merefleksi diri. “Kita ingin maju atau menjadi orang yang lebih baik. Kita sebagai pengusaha memiliki aset banyak sekali bukan hanya pendanaan. Kita punya aset intelektual, keluarga, sosial, pertemanan dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk memulainya, sambung dia, dengan refleksi diri dan mensyukuri yang dimiliki tersebut. “Saya membaca buku dari Start with Why. Startnya itu Clarity of Why (Kenapa dilingkungan ini), Disiplint of How, dan Consistency of What. Kebanyakan whatnya jelas lalu whynya jelas dan hownya nanti akan datang dengan sendirinya karena dari keuletan itu akan datang dari kerja keras itu,” bebernya.

Di Apindo divisi UMKM, kata Ketua DPN Bidang UMKM ini, kita memiliki nilai-nilai ingin bekerja sama berusaha dan ingin maju dan berkontribusi ke masyarakat. “Dalam melakukan usaha nomor satu, mau maju dan berkontribusi, integritas tinggi (jujur transparan), Bersama Meraih Sukses (BMS)/ kolaborasi. Seperti hari ini kita bisa bertemu dengan organisasi besar berkolaborasi dengan IIB Darmajaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang UMKM DPP Apindo Lampung, Yayan Sopian mengatakan pihaknya mengapresiasi teman-teman perguruan tinggi berkolaborasi untuk membangun UMKM. “Karena UMKM juga bagian dalam membangun perekonomian bangsa dan penopang ekonomi Indonesia. Di UMKM, mahasiswa banyak belajar dan berbeda dengan di perusahaan besar,” ungkapnya.

UMKM, lanjut dia, banyak masalah yang harus dihadapi sehingga mahasiswa selama magang UMKM Merdeka mendapatkan banyak pembelajaran untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Sehingga UMKM tumbuh dan mahasiswa tangguh dalam mengatasi permasalahan. Satu sama lain tidak dapat hidup sendiri, dimana UMKM butuh kolaborasi dan perguruan tinggi juga membutuhkan laboratorium bagi mahasiswa atau tempat magangnya,” tuturnya.

Sementara, Ketua Aptisi Wilayah II B Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah Y Alfian, M.B.A., M.Sc., mengatakan Magang UMKM Merdeka menjadi solusi bagi UMKM dan mahasiswa di perguruan tinggi. Menurut dia UMKM banyak yang belum memiliki badan hukum serta permasalahan lainnya seperti yang diinformasikan oleh Kang Yayan (Wakil Ketua Bidang UMKM DPP Apindo Lampung). UMKM juga dapat naik kelas dan mahasiswa kita dapat mengaktualisasikan dirinya serta naik pentas. Dimana mahasiswa melihat bahwa memulai usaha tidak sulit, ribet dan njelimet,” ungkapnya.

Sehingga saat selesai magang, kata Rektor IIB Darmajaya ini, mereka akan memiliki keinginan menjadi wirausaha. “Goalsnya yang diharapkan Pak Menteri pun tercapai,” tuturnya.

Kuliah umum dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari enam perguruan tinggi yakni Universitas Mitra Indonesia, Universitas Teknokrat Indonesia, Institut Teknologi Sumatera , Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, STIE Gentiaras dan STT Nusantara. Turut hadir juga perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Palembang Kepala Bagian Umum Fansyuri Dwi Putra, S.E., M.Si., Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., Sekretaris DPP Apindo Sumatra Selatan Faisal serta perwakilan pimpinan perguruan tinggi di Lampung.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPP Apindo Lampung dengan LLDikti wilayah II Palembang, DPP Apindo Lampung dengan AMA Chapter Lampung, DPP Apindo Lampung dengan IMA Chapter Lampung, DPP Apindo Lampung dengan Komunitas TDA, DPP Apindo Lampung dengan IIBF, dan IIB Darmajaya dengan Wismilak Group. (**)

UKM DCFC IIB Darmajaya Roadshow FFL 2023, Kunjungi Dua Sekolah Ini

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Computer & Film Club (UKM DCFC) menggelar roadshow ke dua sekolah dalam mengenalkan Festival Film Lampung (FFL) 2023.

Sekolah tersebut adalah, SMAN 6 Metro dan SMAN 4 Kotabumi, Lampung Utara. Dalam roadshow juga panitia FFL 2023 menghadirkan pemateri terkait perfilman yaitu Irwan Wahyudi (Sinematografer) dan Dimas Luthfi Prayoga (Art Director).

Ketua Pelaksana FFL 2023, Subhan mengatakan untuk roadshow kemarin (18/1/22) dan (14/1/23) merupakan bagian dalam pengenalan FFL 2023. “Kita mengenalkan kepada para peserta adanya FFL 2023, menginformasikan pembacaan peraturan dan syarat ketentuan Festival Film Lampung 2023, pemaparan materi perfilman, dan penayangan film,” ungkap dia seperti dilansir dari http://darmajaya.ac.id.

Menurut dia, pelaksanaan FFL 2023 ini kembali menggelar roadshow ke sekolah. “Dua tahun sebelumnya tidak ada roadshow karena pandemi yang melanda Indonesia. Tahun ini kita kembali menggelar roadshow dan antusias dari peserta sangat tinggi terlihat dari mereka datang walaupun sedang hari libur,” bebernya.

Wakil Koordinator Divisi Pengembangan Teknologi Perfilman UKM DCFC ini menerangkan peserta juga aktif ketika materi menyampaikan terkait perfilman. “Mereka bilang sangat seru dan acara seperti ini jarang sekali diadakannya bahkan belum pernah ada. Mereka juga senang karena bisa mendapatkan ilmu ilmu baru dari pemateri,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, FFL 2023 kembali digelar dengan beberapa tahapannya meliputi sebagai berikut roadshow 18 Desember 2022 & 14 Januari 2023, open submission 28 Desember 2022 s.d. 1 Maret 2023, screening 13 – 17 Maret 2023, coaching clinic 5 Mei 2023, dan malam anugrah 6 Mei 2023.

Adapun 14 kategori diperebutkan dalam FFL 2023. Yaitu, Film Terbaik, Film Lampung Terbaik, Film Pelajar terbaik, Film Terfavorit Kategori Umum, Film Terfavorit Kategori Lampung, Sutradara Terbaik, dan Aktor Terbaik, Aktris Terbaik. Kemudian, Ide Cerita Terbaik, Penata suara Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Gambar Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. (**)

Dari Cetak Juara Sampai Pengusaha, IIB Darmajaya Mendunia dan The Best

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)–Menjelang usia ke 26 tahun pada 5 Juni, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya telah banyak mencetak juara, pengusaha, hingga mendunia dan menjadi The Best di Provinsi Lampung. Hal ini disampaikan Rektor IIB Darmajaya Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc., ketika mengenalkan jargon Juara, Mendunia, Pengusaha dan The Best dari Kampus Biru di ruang kerjanya.

“Juara, mendunia, pengusaha dan The Best menjadi tujuan kita (civitas academica) bersama.  Sudah bisa kita wujudkan dan terbukti banyaknya prestasi juara yang diraih Kampus ini selama 26 tahun baik dari bidang seni, olahraga, maupun akademik,” ungkap dia seperti dilansir dari http;//darmajaya.ac.id.

Teranyar, dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 4 – 13 Desember 2022 mahasiswa Kampus The Best yang tergabung dalam Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung berhasil meraih 16 medali dalam cabor yang dibela. Mulai dari medali perunggu, perak, hingga emas diperolehnya.

Tak hanya tingkat daerah, level nasional juga berhasil ditorehkan oleh mahasiswa/I IIB Darmajaya dalam even Kejuaraan Nasional Karate Shokaido bulan September lalu dengan raihan emas. Pencapaian juara dalam nonakademik juga sejalan dengan akademiknya.

Belum lama ini, empat mahasiswa IIB Darmajaya menjadi 1st Runner-up dan 2nd Runner-up dalam 2022 China-ASEAN Education Cooperation Week 2nd International Invitational Contest of Internet of Things Technology Desember 2022. “Banyak prestasi (achievement) yang diraih selama ini baik di bidang seni, olahraga maupun akademik. Itupun juga prestasi tidak hanya level Lampung tetapi juga level nasional maupun internasional,” kata Rektor.

Mendunia, sambung dia, ini terbukti bahwa IIB Darmajaya secara kontinu menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. “Tidak hanya kerja sama tetapi bagaimana supaya mahasiswa kita juga mendapatkan international experience. Sudah berapa tahun kita lakukan dan puluhan kampus di luar negeri menjadi mitra kami,” bebernya.

Berikut perguruan tinggi mitra IIB Darmajaya di luar negeri yakni RSSU (Russian State Social University) Rusia, University of the West England (UWE) Bristol Inggris, Sharda University India, Nantong Vocational University (NTVU) China, Shih Chien University China, dan Cheng Shiu University Taiwan. Di Asia Tenggara IIB Darmajaya juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), University Malaysia Perlis (UniMAP), University Economics and Law (UEL) Vietnam, dan Prince of Songkla University (Thailand).

“Kita pernah dan terus mengirim mahasiswa ke Rusia, India, Turki, Taiwan, China, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan negara-negara lainnya. Setiap tahun ada puluhan mahasiswa kita yang memang beraktivitas melakukan student mobility, melakukan riset kemudian kita juga melakukan lecture exchange,” urainya.

Menurut dia, jauh sebelum dikumandangkan/digaungkan Kampus Merdeka, IIB Darmajaya sejak 2008 telah menjalani pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. “Ini menunjukkan bahwa kita Kampus yang Mendunia,” tuturnya.

Rektor menerangkan bahwa IIB Darmajaya juga konsisten dalam menciptakan technopreneur. “Menjadikan mahasiswa kita menjadi pengusaha karena mahasiswa saat ini mindsetnya juga sudah berubah bukan lagi menjadi pekerja, ASN, ataupun bekerja di perusahaan multinasional tetapi mereka juga berpikir untuk menjadi pengusaha,” imbuhnya.

Terlebih lagi, kata Rektor, saat ini kesempatan mendapatkan pekerjaan sulit karena kondisi ekonomi yang belum membaik pasca pandemi. “Kita buktikan juga dengan banyaknya alumni IIB Darmajaya menjadi pengusaha sukses. Ada program Darmajaya Startup Competition yang dicreate oleh Inkubitek (Inkubator Bisnis dan Teknologi), mungkin hanya satu-satunya PTS di Lampung yang memilikinya,” jelasnya.

Beberapa alumni IIB Darmajaya yang sukses mengawali karir di dunia usaha seperti Sri Wahono dengan PT Acosys Global Data, Yoga Adi Baskoro menjadi eksportir sabut kelapa melalui PT Tunas Kelapa Nusantara, dan Sahrul Sidik merupakan owner Apotik Indah Jaya serta banyak lainnya. “Ini menunjukkan komitmen kuat IIB Darmajaya untuk menjadikan mahasiswa menjadi pengusaha. Ditambah lagi program Magang UMKM Merdeka bersama Apindo Lampung yang bekerja sama dengan stakeholder juga bertujuan menciptakan alumni menjadi pengusaha,” kata Rektor

Firmansyah menekankan bahwa semua hal tersebut bukan hanya jargon. “Itu lah sebetulnya kita bilang Bersama Darmajaya menjadi Juara, Mendunia, Pengusaha, dan The Best. Itu bukan hanya jargon tetapi sudah kita wujudkan. Jadi kalau mau jadi Juara, Mendunia, Pengusaha, dan The Best bergabung dengan IIB Darmajaya,” tutupnya. (**)

Ngaku Jago Bikin Film! Daftar ke FFL 2023 Aja

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Festival Film Lampung (FFL) 2023 kembali digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer & Film Club (DCFC). Kali ini FFL 2023 mengusung tema “Mengukir Sejarah Melalui Sinema”.

Ketua Pelaksana FFL 2023, Subhan mengatakan tahapan FFL 2023 telah berjalan. Kini memasuki masa open submission karya film sineas muda Indonesia hingga 1 Maret 2023. “Untuk FFL 2023 ada 5 rangkaian. Tahapannya dimulai dari roadshow, open submission, screening, coaching clinic, dan malam anugerah,” ungkap dia seperti dikutip dari http://darmajaya.ac.id.

Panitia, lanjut dia, menargetkan 260 film dalam open submission FFL 2023. “Untuk mekanisme pendaftaran, kita ada dua cara yaitu via offline dan online dengan langkah-langkah pendaftaran yang sudah tertera di website https://lampungfilmfestival.info/,” ucapnya.

Adapun alurnya untuk offline, sambung dia, peserta memberikan film serta berkas-berkas penunjang dengan langsung datang ke stand FFL 2023 di pelataran Gedung F IIB Darmajaya. “Pendaftaran via online, peserta memberikan film serta berkas-berkas penunjang via google form yang telah disediakan oleh panitia,” tuturnya.

Mahasiswa Prodi Bisnis Digital ini menerangkan hingga 9 Januari 2023 sudah terdapat 26 karya film sineas muda open submission. “Terjauh peserta mengirimkan karya filmnya sejauh ini dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Semua berkas pendaftaran juga dapat diunduh di website,” ujarnya.

Adapun 14 kategori diperebutkan dalam FFL 2023. Yakni Film Terbaik, Film Lampung Terbaik, Film Pelajar terbaik, Film Terfavorit Kategori Umum, Film Terfavorit Kategori Lampung, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Ide Cerita Terbaik, Penata suara Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Gambar Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. (**)

PDHI Sumsel Vet Goes To Scholl di SMA Negeri 11 Palembang 

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Jurusan Fakultas Kedokteran hewan mungkin kurang familiar di telinga anak-anak di bangku kelas XII di tingkat SMA jika dibandingkan dengan Fakultas Kedokteran umum dan kedokteran gigi lebih di dambakan seperti menjadi dokter umum atau dokter gigi.

Hal tersebut di ungkapkan Drs Risman M.Si Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Palembang, dalam acara Vet Goes To Scholl yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel

di SMA Negeri 11 Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang. Jum’at (13/01/2023)

” Dengan acara ini, anak-anak bisa mendapatkan pencerahan dari para dokter hewan yang mengarahkan anak-anak kita untuk berminat melanjutkan sekolah nya ke jurusan fakultas kedokteran hewan,” ungkapnya.

” Banyak yang belum tahu apa sih dokter hewan ini, bagaimana cara masuk ke fakultas dokter hewan dan apa manfaatnya, karena selama ini anak- anak hanya tahu dengan dokter umum dan dokter gigi saja,” tambahnya.

Untuk pesertanya yakni siswa kelas XII IPA dan IPS dan di karenakan keterbatasan tempat, setiap kelas kita ambil hanya 6 siswa saja

” Saya menghimbau untuk menentukan masa depan, mereka harus bisa memilih untuk melanjutkan kuliah mereka yang sesuai dan cocok dengan kemampuan mereka masing masing dan jadi bisa saja nanti, di antara mereka ada yang kuliah nya di Jurusan Fakultas dokter hewan,” katanya.

Ditempat yang sama, Dr. drh Jafrizal MM Ketua PDHI Sumsel mengatakan kegiatan hari ini, memperkenalkan, memotivasi minat dan memberikan informasi kepada siswa bagaimana peran tugas dari dokter hewan apabila sudah ada di masyarakat.

” Profesi dokter hewan merupakan pekerjaan mulia yang bertugas untuk melindungi kehidupan dan kesehatan hewan,” kata nya

Lanjut kata Dr drh Jafrizal, pada hari ketiga ini ia membawa rekan-rekan nya dari beberapa instansi seperti dari rumah sakit hewan provinsi, dari laboratorium kota, praktisi hewan kecil, Puskeswan dan dari rumah potong hewan.

“Profesi sebagai dokter hewan memberikan peluang kerja di berbagai instansi pemerintahan, seperti Dinas Perikanan, Puskeswan, Rumah Potong Hewan serta instansi dinas terkait lainnya,” pungkasnya. (Ning)

DPP Apindo Lampung – Aptisi Wilayah II B, Besok Gelar Kuliah Umum “Strategi Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Millenial”

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Guna meningkatkan dan menumbuhkan jiwa entrepreneur dikalangan Mahasiswa, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah II-B akan menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Strategi Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Millenial” pada Sabtu, (14/1/23).

Kuliah umum akan menghadirkan pembicara nasional Ronald Walla selaku Presiden Direktur Wismilak Group sekaligus menjabat sebagai Ketua DPN Apindo bidang UMKM Juga turut dihadiri Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Palembang Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc dan juga Rektor Darmajaya Dr. Ir. H. Firmansyah Y.Alfian, M.B.A., M.Sc selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) II-Bandar Lampung.

Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., mengatakan kuliah umum inidirencanakan dihadiri perwakilan dari masing-masing Perguruan Tinggi di Lampung diantaranya Universitas Mitra Indonesia, Universitas Teknokrat Indonesia, Institut Teknologi Sumatera, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, STIE Gentiaras dan STT Nusantara.

“Acara ini merupakan rangkaian kegiatan UMKM Merdeka batch-3 yang akan mulai berjalan Februari hingga Juni 2023,” ucapnya.

Sebelumnya, DPP Apindo Lampung bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia mewakili industri dan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan kunjungan ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Palembang dalam penjajakan kerjasama implementasi program UMKM Merdeka. (**)

Buka Pesta Minat Bakat dan Darmajaya Expo 2023, 16 Mahasiswa Kampus The Best IIB Darmajaya ini Raih Penghargaan dari Rektor

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan penghargaan kepada 16 mahasiswa berprestasi yang berhasil meraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi Lampung 2022 lalu. Penghargaan diberikan dalam pembukan Pesta Minat Bakat 2023 yang mengusung tema “Jadilah yang Terbaik dan Raihlah Impianmu di Kampus Biru” bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 Gedung Alfian Husin Kamis, (12/1/23).

Dalam sambutannya, Rektor IIB Darmajaya, Dr. Ir. H. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc., mengaku bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa Kampus The Best IIB Darmajaya. “Selamat para mahasiswa yang telah berprestasi di ajang Porprov 2022 atas raihan medali emas, perak, dan perunggu,” ungkap dia seperti mengutip dari http://darmajaya.ac.id.

Firmansyah meminta kepada peraih medali jangan berpuas diri atas hasil yang diraih. “Terus meningkatkan prestasinya bila di level daerah maka tingkatkan ke level nasional bahkan internasional. Juga jangan sampai kuliahnya menjadi terbengkalai,” ujarnya.

Rektor menerangkan bila ingin menjadi yang terbaik agar memberikan effort lebih sehingga dapat meraihnya. “Mereka semua melakukannya atas passion bukan dari materi begitu juga kita bila ingin menjadi terbaik dengan diiringi doa dari Allah Swt,” imbuhnya.

Hari ini, kata dia, terdapat tiga event yang dimulai dari Pesta Minat Bakat, Darmajaya Expo dan Dies Natalis ke 26 IIB Darmajaya. “Minat Bakat ini pertama kali digagas oleh almarhum Gunawan Syahmid yang namanya diabadikan di Gedung Orkem (organisasi kemahasiswaan). Kita masukkan dalam kurikulum walaupun tidak masuk dalam SKS,” ungkapnya.

Menurut dia, ketika ingin sukses juga terdapat empat hal yang harus dilakukan. “Yakni ketakwaan kita kepada Allah Swt. Maka di IIB Darmajaya ini kita semua mengamalkan agama yang dianut masing-masing,” ujarnya.

Rektor melanjutkan bahwa IIB Darmajaya satu-satunya perguruan tinggi swasta diluar keislaman yang pembelajaran agamanya dua semester. “Karena dengan mengamalkan agama kita memiliki pondasi untuk selalu berbuat baik dan menjauhi larangan-larangan yang diajarkan oleh agama masing-masing. Sehingga sukses akan diraih,” tuturnya.

Kedua, lanjut dia, kemampuan intelektual yang selama ini juga diberikan para dosen dalam memberikan pembelajaran yang terbaik dan berkualitas. “Itu semua belum cukup dengan dilengkapi juga oleh kecerdasan emosional, dimana kemampuan softskill kita dibentuk melalui Minat Bakat ini. Maka itulah kami buat minat bakat yang menjadi penunjang anak-anak dapat memecahkan masalah melalui kemampuan softskillnya,” terangnya.

Firmansyah juga meminta mahasiswa dapat memanage waktu dengan baik. “Jadi antara organisasi dan akademik serta beribadahnya sejalan semuanya. Dimana perintah agama menjadi hal yang utama,” urainya.

IIB Darmajaya, sambung dia, telah sampai di usia 26 tahun atas berkat kerja keras dan kerja ikhlas civitas academica. “Kami ucapkan terima kasih semua kita bisa sampai di usia 26 tahun. Selama usia tersebut Darmajaya menjadi perguruan tinggi terbaik di Sumatra Bagian Selatan berdasarkan pemeringkatan webometric dan perguruan tinggi terbaik di Sumatra. Banyak lulusan juga telah berkiprah diberbagai tempat baik sebagai pegawai pemerintah, swasta, maupun pengusaha sukses,” bebernya.

Rektor menambahkan tahun ini ataupun tahun depan IIB Darmajaya berencana akan membuka program studi doktoral. “Tahun ini kita sudah menambah prodi yakni Desain Interior dan terdapat dua prodi yang menunggu SK untuk membukanya dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yaitu Hukum Bisnis dan Pendidikan Teknologi Informasi. Beberapa prodi juga sedang kita lakukan pengajuannya. Mohon doanya agar diberikan kelancaran,” tutupnya.

Dalam pembukaan Pesta Minat Bakat 2023 juga diumumkan pemenang berbagai perlombaan. Terdiri dari Lomba Debat Himpunan Mahasiswa, Lomba Futsal, Lomba Solo Song, Lomba MTQ, Lomba Desain Poster, Lomba Fotografi, Lomba Atraksi Organisasi Kemahasiswaan, Lomba E-Sport (Mobile Legend), Lomba Proposal Bisnis, Lomba Kreasi Masakan, Lomba Cepat Tepat, Lomba Desain Produk, dan Lomba News Caster. (**)

Polemik 117 Guru Honorer yang Tidak Bisa Daftar P3K, Ini Kata Zulinto

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Terkait polemik 117 guru honorer di Palembang yang tidak bisa mendaftar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena ijazahnya tidak linier.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Zulinto mengatakan pihaknya akan tetap memantau karena ini menjadi PR nya.

“Saya sebetulnya sudah menjadwalkan hari ini untuk acara pertemuan dengan  honorer calon P3K yang tidak lanjut karena tidak linier,” ungkap Zulinto saat ditemui di ruang kerja nya. Rabu (11/01/23).

Namun dibatalkan disebabkan ia berkeinginan seluruh 117 guru honorer itu bisa hadir, sementara yang bisa datang hanya 50 orang.

“Saya akan cek yang bahasa Inggris yang mana, yang mungkin sudah tamat kuliah bisa kita di data, sehingga bisa di sampaikan urusan ini ke pusat, kalau hanya 50 orang ya tidak nyambung, maka akan di undang semua nya, minggu depan untuk datang kesini,” jelasnya.

Untuk guru yang mau membuat forum, atau komunitas ia mempersilahkan, itukan alat perjuangan tapi PGRI tetap memantau karena guru-guru kan bernaung di PGRI.

“Saya setuju dengan adanya komunitas,  agar mereka enak untuk berkomunikasi dengan saya tanpa perantara, karena jika melalui perantara ada plus minusnya,” katanya.

Ia menghimbau jangan pernah memberikan harapan palsu, jika emang tidak bisa di cari solusi nya bagaimana di tahun 2023 ini bisa, apa nanti masih menggunakan ijazah tersebut atau nanti di mutasi kan ke tingkat yang lebih tinggi

“Nanti kita audiensi ke Kepala Dinas Pendidikan bahwa ini perlu di akomodir, misalnya ia sudah tamat PGSD di dalam Dapodik harus di rubah, ” katanya.

Zulinto berharap kepala dinas pendidikan tidak memecat dan kepala sekolah juga jangan memberhentikan mereka tapi mencari solusi.

“Apalagi mereka telah lama mengabdi,  15 sampai 20 tahun, cari solusinya dan saya berharap kepala sekolah bijaksana didalam mengurusi mereka yang tidak bisa lanjut,” pungkasnya. (Ning)

 

Wujudkan UMKM Merdeka DPP Apindo Lampung Bersama CCEP Indonesia dan IIB Darmajaya Kunjungi LLDikti Wilayah II Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Lampung, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia mewakili industri bersama Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan kunjungan ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Palembang dalam penjajakan kerjasama implementasi program UMKM MERDEKA pada Selasa, (10/1/23).

Dalam kunjungannya, Ketua Umum DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., didampingi Ketua Umum DPP Apindo Sumatra Selatan Sumarjono Saragih, para pengurus Bidang UMKM/IKM dan Bidang Pendidikan DPP Apindo kedua Provinsi, Direktorat MBKM IIB Darmajaya serta UPT Inkubitek, Career Center dan Alumni IIB Darmajaya. Adapun target UMKM Merdeka batch-3 yang akan berjalan bulan Februari – Juni 2023 melibatkan 150 UMKM/IKM dari 2 Provinsi, 90 mentor praktisi bisnis, 18 perguruan tinggi dengan 750 mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.

Ary mengatakan tujuan Apindo ke LLDikti wilayah II Palembang untuk mendorong pertumbuhan UMKM/IKM di Sumatra dan memberikan ruang kesempatan belajar kepada mahasiswa peserta program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam laboratorium kerja nyata bersama UMKM.

“UMKM memiliki peran strategis lebih dari 90% sebagai penyerap tenaga kerja dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan mahasiswa 5 tahun yang akan datang akan menjadi potensi pasar masa depan yang produktif sebagai calon pemimpin wirausaha yang akan datang,” ungkapnya.

Untuk tugas besar ini, lanjut dia, tidak bisa bekerja sendiri. “Kita perlu hand in hand, untuk mewujudkan UMKM tangguh dan mahasiswa tumbuh untuk hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Ary berharap kolaborasi ini mendapatkan dukungan dari semua stakeholder baik industri, perguruan tinggi, masyarakat, media dan pemerintah ditingkat lokal, regional dan nasional. “Kita semua berkepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra,” imbuhnya.

Sementara, Kepala LLDikti wilayah II Palembang Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menyambut baik kolaborasi masyarakat industri dan masyarakat kampus yang diinisiasi Apindo dalam kegiatan UMKM Merdeka untuk dapat diimplementasikan di wilayah Sumbagsel. “Kami siap mendukung inisiatif baik ini,” ujarnya.

Terpisah, Rektor IIB Darmajaya   Dr.Ir.H. Firmansyah YA., M.B.A., M.Sc., menyatakan bangga menjadi mitra kampus pertama yang dipercaya DPP Apindo Lampung dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia bersama-sama menjalankan pilot project UMKM MERDEKA batch 1 terlibat menjadi inisiator program UMKM Merdeka. “IIB Darmajaya dipercaya untuk memimpin bersama bidang UMKM/IKM dalam penyusunan silabus dan materi yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dua kelompok objek peserta pendampingan yang berbeda,” ungkapnya.

Diakui Firmansyah, yang juga sebagai Ketua bidang pendidikan, hal ini tidak mudah. “Mulai dari pembuatan modul, mempersiapkan para mentor, memotivasi, membangun minat mahasiswa serta melatih para mahasiswa untuk menjadi pendamping lapangan yang terampil,” ujarnya.

Rektor berharap kemanfaatan program UMKM Merdeka ini tidak hanya di Lampung tapi juga ditingkat regional sumatra dan bahkan nasional. “Untuk itu telah kami siapkan teknologi pembelajaran melalui LMS (learning management system) yang bisa diakses dengan mudah dimanapun untuk mendapatkan setiap materi pembelajaran oleh UMKM, Mahasiswa, Mentor dan Dosen Pendamping Lapangan. Kami percaya UMKM bisa tumbuh dan mahasiswa kita akan lebih tangguh sebagai calon pelaku usaha masa depan,” tutupnya. (**)