Aksi Kemanusiaan HUT RI ke-80: Ribuan Warga Sumsel Rela Antri Demi Selamatkan Nyawa ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatera Selatan berlangsung istimewa. Bukan hanya diwarnai dengan upacara atau seremoni semata, tetapi juga ditandai dengan aksi nyata yang sarat nilai kemanusiaan. Lebih dari 1.300 orang dari berbagai kalangan tumplek blek di YAP Ballroom Palembang, Minggu (24/8/2025), mengikuti donor darah massal yang diinisiasi oleh Paguyuban Tionghoa se-Sumsel.

‎‎Aksi sosial tersebut tidak hanya menjadi bukti kepedulian, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya semangat gotong royong masyarakat Sumsel. Acara ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, yang hadir bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumsel, Hj. Feby Deru. Kehadiran keduanya menambah semangat para pendonor yang rela menyumbangkan darah demi membantu sesama.

‎‎Pesan Kemanusiaan dari Gubernur

‎‎Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa donor darah adalah salah satu bentuk ibadah sosial yang mulia. Ia menilai kegiatan yang digelar Paguyuban Tionghoa ini menjadi teladan bahwa memperingati kemerdekaan tidak hanya cukup dengan simbol atau upacara, melainkan bisa diwujudkan melalui tindakan nyata.

‎‎“Kegiatan ini adalah contoh nyata gotong royong. Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan seremoni, tetapi juga dengan aksi sosial yang menyelamatkan nyawa,” ujar Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.

‎‎Menurutnya, setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi penentu hidup seseorang. “Kita tidak tahu siapa yang akan menerima darah itu, tapi yang pasti kebaikan yang kita tanam akan kembali pada kita sendiri. Itulah hakikat dari ketulusan,” tambahnya.

‎‎Peran Vital PMI dan Kepercayaan Publik

‎‎Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyoroti pentingnya peran PMI sebagai lembaga yang menjaga kredibilitas proses donor darah. Ia mengingatkan agar seluruh prosedur dilaksanakan sesuai standar medis dan dengan transparansi penuh.

‎‎“PMI punya tanggung jawab moral menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai ada isu negatif yang merusak niat baik ini,” tegasnya.

‎‎Ia berharap PMI tetap menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan donor darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan pendonor hingga distribusi darah kepada pasien yang membutuhkan.

‎‎Donor Darah sebagai Tradisi Positif

‎‎Kegiatan sosial ini mendapat apresiasi luas tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat. Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumsel, Joni Kesuma, menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan donor darah massal sebagai program berkelanjutan.

‎‎“Kami ingin kegiatan ini menjadi tradisi positif. Semakin banyak yang ikut, semakin banyak nyawa yang bisa tertolong. Ini bukan hanya untuk komunitas tertentu, tetapi untuk semua lapisan masyarakat,” jelas Joni.

‎‎Komitmen itu diperkuat dengan antusiasme ribuan pendonor yang hadir dari beragam latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga pegawai swasta dan aparatur pemerintahan turut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

‎‎Kepuasan Batin Para Pendonor

‎‎Bagi para pendonor, momen ini bukan sekadar formalitas atau acara seremonial. Ada kepuasan batin tersendiri saat mengetahui darah yang mereka sumbangkan akan digunakan untuk menolong pasien di rumah sakit.

‎‎Seorang pendonor yang hadir mengaku rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. “Saya merasa lebih sehat sekaligus bahagia karena bisa membantu orang lain. Rasanya luar biasa saat tahu darah kita bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

‎‎Kisah semacam ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat. Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membantu menjaga kesehatan pendonor karena memperbaharui sel darah.

‎‎Pesan Persatuan dari Sumsel

‎‎Lebih jauh, kegiatan donor darah massal ini menyampaikan pesan penting: keberagaman adalah kekuatan. Ribuan orang yang hadir berasal dari berbagai latar belakang etnis, agama, maupun profesi. Namun mereka menyatu dengan satu tujuan, yaitu menolong sesama tanpa pamrih.

‎‎Herman Deru menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dijaga dengan solidaritas antarwarga. “Ini adalah ibadah sosial yang tidak memandang suku dan agama. Inilah wajah Sumsel yang kompak, harmonis, dan peduli,” ungkapnya.(ning)

220 Karateka Sumsel Ikuti Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Goju Ryu di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 220 Karateka Do Association Indonesia Sumatera Selatan dari Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Gashuku dan ujian tingkat Gojuryu Tahun 2025.

Ujian kenaikan tingkat ini diselenggarakan Pengurus Willayah Goju AS Sumatera Selatan. Minggu (24/8/25) yang dipusatkan di Gedung Sons Jakabaring Palembang.

Dalam Kegiatan kenaikan sabuk dan ujian kenaikan tingkat ini dihadiri langsung oleh Ketua Goju AS Sumsel Supriajaya, A.Md, Korcab Palembang Serda Hambas, Korcab Banyuasin Armadi dan Korcab Ogan Ilir Yogi Darma Saputra

Menurut Korcab Palembang Serda Hambas pelaksanaan ujian ini dimaksudkan agar bisa membuat kohai (murid) menguasai teknis karate sesuai dengan kemampuan dan teknik per sabuk, dan diharapkan juga agar dapat mengembangkan kedisiplinan seorang karateka dalam melakukan pelatihan karate di setiap Dojo, khususnya di Sumsel. Disisi lain, kata Hambas, bertujuan untuk meraih prestasi kedepan, pungkasnya. (Ning)

 

Sinergi Media & Keterbukaan Informasi, PJS–KIP Sumsel Cetak Sejarah Baru di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)–  Dalam suasana santai namun penuh makna, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sumatera Selatan dan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumsel menggelar silaturahmi bersejarah di ruang rapat KI Sumsel, Palembang, Jumat siang (22/8/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi media siber dengan lembaga keterbukaan informasi di era digital yang semakin dinamis.

Hadir dari pihak PJS Sumsel, Ketua DPD Edi Triono bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Oyong Hairuddin, Sekretaris Wahyudi, serta Ketua DPC PJS Palembang, Suheri. Sementara dari Komisi Informasi Provinsi Sumsel, dipimpin Ketua Joemarthine Candra, didampingi Wakil Ketua Haidir Rohimin, Koordinator Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola Hadi Prayogo, serta Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, Muhamad Fathony.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PJS Sumsel Edi Triono menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan profesionalisme wartawan, salah satunya melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan digelar pada akhir November 2025 di Palembang. UKW tersebut akan menghadirkan lima kelas: tiga kelas muda, satu madya, dan satu utama.

“Tagline kami jelas, Jurnalis Kompeten. Karena itu, kami dorong anggota mengikuti UKW. Setelah sukses di Muara Enim, kami yakin pelaksanaan di Palembang bisa lebih baik,” ujar Edi.

Edi juga mengungkapkan bahwa PJS tengah berproses menjadi konstituen resmi Dewan Pers. Saat ini, sudah terbentuk 28 DPD PJS di Indonesia, termasuk 11 DPC di tingkat kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Ketua KI Sumsel Joemarthine Candra menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kolaborasi organisasi wartawan dengan Komisi Informasi merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan media yang sehat, profesional, dan kredibel.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PJS. Pertemuan ini adalah wujud komitmen bersama untuk membangun sinergi media dan keterbukaan informasi publik yang berdaya saing. Upaya PJS menjadi bagian Dewan Pers tentu kami dukung,” jelas Joemarthine.

Ia juga menambahkan, tantangan media digital saat ini bukan hanya kecepatan, melainkan juga akurasi, keberimbangan, dan etika. Karena itu, sinergi lintas organisasi menjadi kunci menghadapi dinamika jurnalisme dan keterbukaan informasi publik.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus melanjutkan komunikasi dan kerja sama. Agenda kerja sama ke depan mencakup pendidikan jurnalistik, diskusi kebijakan, hingga penguatan keterbukaan informasi di tingkat lokal.

“Ini bukan akhir, justru awal dari sinergi yang lebih konkret. Kami siap untuk kerja sama jangka panjang,” tandas Joemarthine.

Dari ruang rapat sederhana di Palembang, semangat besar membangun ekosistem media yang profesional dan keterbukaan informasi yang bermartabat di Bumi Sriwijaya kembali digelorakan.(ning)

Sejarah Baru di Unsri! Gubernur Sumsel Turut Diwisuda di Tengah Ribuan Lulusan

INDRALAYA -(deklarasinews.com)- ‎Suasana Auditorium Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (20/08/2025) dipenuhi rasa haru sekaligus kebanggaan. Unsri kembali menggelar wisuda ke-179, sebuah momen akademik yang selalu ditunggu-tunggu oleh ribuan mahasiswa dan keluarga mereka. Namun, kali ini ada sesuatu yang membuat suasana berbeda dan lebih istimewa: hadirnya Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sebagai salah satu peserta wisuda.

‎‎Orang nomor satu di Sumsel itu resmi menyelesaikan studi Program Doktor Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri. Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bukan hanya milik kalangan akademisi, tetapi juga bisa diraih oleh para pemimpin daerah yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan diri.

‎‎Rektor Beri Apresiasi Tinggi

‎‎Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. Taufiq Marwah, M.S., menyampaikan apresiasi mendalam atas pilihan Gubernur Sumsel yang mempercayakan Unsri sebagai tempat untuk menambah ilmu. Menurutnya, keberadaan sosok pemimpin daerah di tengah para akademisi menjadi kebanggaan tersendiri.

‎‎“Merupakan suatu kehormatan bagi kami, karena Bapak Gubernur telah menjadikan Unsri sebagai tempat menambah keilmuannya,” ujar Taufiq saat menyampaikan sambutan.

‎‎Ia menambahkan, banyaknya pejabat publik yang mempercayai Unsri sebagai tempat menimba ilmu menjadi dorongan bagi kampus kebanggaan masyarakat Sumsel ini untuk terus meningkatkan mutu akademik. “Berkat kepercayaan mereka, semoga ini menjadi semangat bagi kami untuk memperkuat kualitas dan proses pendidikan di Unsri,” imbuhnya.

‎‎Wisuda Terbesar Tahun Ini

‎‎Wisuda ke-179 Unsri tercatat sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun 2025. Total terdapat 2.189 wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi dari berbagai jenjang dan fakultas. Dari jumlah tersebut, 1.174 orang mengikuti prosesi wisuda pada Rabu (20/8/2025), sementara 1.015 orang lainnya akan diwisuda pada Kamis (21/8/2025).

‎‎“Periode Agustus biasanya memang menjadi momen dengan jumlah wisudawan terbanyak,” jelas Rektor.

‎‎Wisudawan kali ini datang dari hampir seluruh fakultas yang ada di Unsri, mulai dari strata sarjana, magister, hingga program doktor. Fakta ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi Unsri dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Sumatera Selatan dan Indonesia pada umumnya.

‎‎Pesan untuk Para Lulusan

‎‎Dalam pidatonya, Rektor juga menitipkan pesan khusus kepada para wisudawan dan wisudawati. Ia berharap seluruh lulusan Unsri mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan ke dalam kehidupan nyata, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

‎‎“Kami sudah berusaha maksimal memberikan ilmu sesuai standar kurikulum. Kini saatnya para wisudawan membuktikan kemampuan mereka di lapangan. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat dan membawa perubahan positif,” pungkas Taufiq.(Ning)

 

Peby Anggi Pratama Resmi Nahkodai HIPMI Palembang 2025-2028, Siap Sinergi dengan Pemkot dan Cetak Pengusaha Muda

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Momentum baru bagi kalangan pengusaha muda di Kota Palembang resmi dimulai. Peby Anggi Pratama, S.H., M.Kn. dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kota Palembang periode 2025–2028 dalam sebuah acara penuh khidmat di Gedung The Sultan, Selasa (19/8/2025).

Pelantikan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel M. Puri Andamas, serta para pengurus HIPMI Sumsel dan Palembang. Kehadiran tamu undangan dari berbagai kalangan juga menambah semarak perhelatan tersebut.

Harapan Besar dari HIPMI Sumsel

Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel, M. Puri Andamas, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelantikan pengurus HIPMI Palembang yang didominasi generasi muda. Ia menekankan pentingnya peran HIPMI dalam mendorong tumbuhnya iklim usaha di Palembang.

“Pengurus HIPMI Palembang ini diisi oleh anak-anak muda penuh energi. Kami berharap ke depan bisa bersinergi dengan Pemkot Palembang dalam menciptakan program-program luar biasa yang bermanfaat, baik untuk kader HIPMI maupun masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, program yang dijalankan HIPMI Palembang harus sejalan dengan arah kebijakan pemerintah kota dan pusat. “Ketua HIPMI Palembang ini juga seorang anggota DPRD, sehingga sudah memahami apa yang dibutuhkan masyarakat. Harapannya, program HIPMI bisa benar-benar memberi manfaat nyata,” tambah Puri.

Dukungan dari Pemerintah Kota

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, juga menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya jajaran pengurus baru. Ia berharap HIPMI Palembang semakin sukses dan melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perekonomian kota.

“Semoga ke depan HIPMI Palembang semakin solid, sukses, dan programnya bisa bersinergi dengan Pemkot Palembang. Kami menunggu kontribusi nyata HIPMI dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Program Nyata HIPMI: Dari Pasar Murah hingga Edukasi Kewirausaha

Dalam pidatonya, Peby Anggi Pratama menegaskan komitmen HIPMI Palembang untuk segera bergerak dengan program-program nyata. Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan adalah kerja sama dengan Dinas Perdagangan Kota Palembang dalam penyelenggaraan pasar murah.

“Kami telah menyalurkan subsidi hampir dua ton telur dan juga menyediakan voucher belanja murah bagi masyarakat. Ini bentuk nyata komitmen HIPMI untuk hadir langsung membantu,” jelas Peby.

Tak hanya fokus pada pasar murah, HIPMI Palembang juga memiliki program jangka panjang berupa edukasi kewirausahaan bagi siswa-siswi di Palembang. Menurut Peby, mindset menjadi pengusaha harus ditanamkan sejak dini.

“Semakin banyak pengusaha, semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang tercipta. Efeknya mungkin tidak instan, tapi ini investasi sosial dan ekonomi untuk masa depan,” tegasnya.

Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Menjawab pertanyaan media mengenai potensi pengusaha muda di Palembang, Peby optimistis bahwa peluang tersebut sangat besar. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang inklusif di mana semua anggota HIPMI bisa saling melengkapi.

“Kami ingin HIPMI menjadi wadah yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga membangun jiwa sosial. Di sini banyak jenis usaha, mulai dari perhotelan, laundry, hingga sektor lain. Jadi kalau mau belajar, semua ada. Prinsipnya, kita harus saling membesarkan, merangkul, dan tumbuh bersama,” papar Peby.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HIPMI Palembang tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah kota, perbankan, BUMN, dan pihak swasta lainnya sangat diperlukan.

“Kami punya semangat dan sumber daya. Tinggal bagaimana kita membangun jaringan kolaborasi yang kuat. Acara pelantikan ini pun bisa berjalan sukses berkat dukungan penuh dari pengurus dan sponsor,” ucapnya.

Komitmen Kepemimpinan Tiga Tahun ke Depan.

Menutup sambutannya, Peby mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya dipercaya memimpin HIPMI Palembang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bukan karena dirinya seorang, melainkan kerja sama seluruh pengurus.

“Saya berdiri di sini bukan karena saya hebat, tetapi karena ada dukungan teman-teman pengurus. Kita siap berkomitmen, berkolaborasi, dan InsyaAllah dalam tiga tahun ke depan, semua program kita bisa berjalan lancar serta memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat,” pungkasnya.(Ning)

Wagub Cik Ujang Serahkan Remisi HUT RI ke-80, 11.495 Napi di Sumsel Dapat Pengurangan Masa Hukuman

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa kepada narapidana dan anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palembang, Minggu (17/8/2025). Pemberian remisi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Remisi yang diberikan meliputi pengurangan masa pidana umum serta pengurangan masa pidana dasawarsa. Hal ini menjadi wujud apresiasi pemerintah kepada narapidana dan anak binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Wagub Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang menerima remisi. Ia berharap momen ini menjadi motivasi untuk memperbaiki diri dan berperilaku lebih baik di tengah masyarakat setelah kembali bebas nantinya.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang hari ini mendapat remisi. Jadikan kesempatan ini sebagai dorongan untuk terus berperilaku baik, menaati aturan, serta giat mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan,” tegasnya.

Selain memberikan sambutan pribadi, Cik Ujang juga membacakan amanat tertulis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto. Dalam amanat tersebut disebutkan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan bagi narapidana dan anak binaan yang disiplin serta sungguh-sungguh mengikuti program pembinaan.

Dikatakan Cik Ujang  remisi bukanlah pemberian semata dari pemerintah, melainkan sebuah penghargaan atas usaha nyata yang telah dilakukan para warga binaan.

“Program pembinaan yang diikuti dengan baik akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat ketika mereka kembali,” jelasnya.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menegaskan bahwa pembinaan narapidana adalah proses multidimensi yang mencakup pendidikan, pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, hingga interaksi sosial. Bahkan, berbagai lapas dan rutan juga menjalankan program ketahanan pangan untuk mendukung swasembada nasional.

“Lapas dan rutan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam pangan, mengembangkan perikanan, hingga melaksanakan panen raya. Hal ini sekaligus melatih keterampilan narapidana agar siap ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya

Di kesempatan yang sama, Cik Ujang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemasyarakatan yang terus bekerja keras dengan penuh integritas. Ia mengingatkan agar aparat pemasyarakatan menjauhi praktik penyimpangan serta menjaga komunikasi yang baik dengan warga binaan.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumsel, Erwendi Supriyatno, menyampaikan data penerima remisi di Sumsel. Dari total 15.692 narapidana dan anak binaan, sebanyak 11.495 orang mendapat remisi, dengan 461 di antaranya langsung bebas. Selain itu, terdapat 12.124 penerima remisi dasawarsa.

“Pemberian remisi ini diharapkan menjadi kesempatan bagi narapidana dan anak binaan untuk memperbaiki diri serta menyiapkan masa depan yang lebih baik. Pemerintah berharap mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Erwendi.

Acara penyerahan remisi ini turut dihadiri Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Drs H. Edward Candra, Ketua DWP Provinsi Sumsel Hj. Desy Kasnayati, serta jajaran Forkopimda Sumsel. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap upaya pembinaan warga binaan di Bumi Sriwijaya. (ning)

Tegakkan Pilar Sosial, Pusri Palembang Dorong Kebersamaan Warga di Momentum Kemerdekaan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kembali menegaskan komitmennya terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada momentum menyambut  geliat semangat kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang genap memasuki usia ke-80 tahun, khususnya pada pilar sosial menjadi penopang utama kesejahteraan warga.

‎‎Tahun ini, dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-80, Pusri menyalurkan bantuan dana kegiatan sebesar Rp300.000 untuk setiap lingkungan (RT) di Kota Palembang, sebagai langkah untuk menyongsong delapan puluh tahun Indonesia merdeka yang bukan hanya perayaan simbolik, tetapi juga momentum meneguhkan kembali cita-cita kemerdekaan menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.

‎‎”Sebagai perusahaan yang menempatkan pilar sosial sebagai prioritas untuk memenuhi hak dasar manusia secara adil dan setara. ‎Hal itu dilakukan PT Pusri Palembang Sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN No. 01 Tahun 2023 tentang Program TJSL. Pusri Palembang berusaha hadir di tengah gempita masyarakat, yang bukan sekadar sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari solusi” kata Raka Aditya Comdev Officer TJSL.

‎‎Diketahui, bantuan ini dimaksudkan sebagai dukungan bagi masyarakat setempat dalam mengadakan berbagai agenda perayaan kemerdekaan.

‎‎Mulai dari lomba rakyat, pentas seni, hingga kegiatan kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar warga selaras dengan tema HUT RI ke 80 “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,”.

‎‎Untuk diketahui visi TJSL Pusri untuk menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

‎‎Dalam misi besarnya, Pusri berkomitmen memberdayakan potensi sumber daya lokal menuju kemandirian masyarakat, serta membangun sinergi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

‎‎Tak hanya bantuan kegiatan, Pusri juga konsisten mengadopsi standar global ISO 26000:2010 dalam pelaksanaan TJSL, memastikan setiap program terintegrasi, terukur dampaknya, terarah, dan akuntabel.

‎‎Pendekatan ini memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar seremoni.

‎‎*Pilar Sosial sebagai Nafas Kemerdekaan*

‎‎Pilar sosial dalam TJSL Pusri bertujuan memenuhi hak dasar masyarakat melalui pemerataan akses terhadap kebutuhan esensial.

‎‎Dalam konteks HUT RI ke-80, program bantuan dana kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan masih relevan meniadakan kesenjangan dan membangun solidaritas sosial.

‎‎Bantuan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan, dengan cara melanjutkan perjuangan mereka di medan yang berbeda yakni medan pemberdayaan dan kebersamaan di tingkat akar rumput.

‎‎Setiap rupiah yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi pesan bahwa perusahaan BUMN hadir dan berperan langsung dalam kehidupan warga.

‎‎Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

‎‎Dengan dukungan penuh pada pilar sosial, Pusri tidak hanya bergerak di ranah filantropi, tetapi juga mendorong percepatan tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

‎‎Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Indonesia yang berdaya saing, berkeadilan, dan sejahtera pada 2045 nanti.

‎‎Di usia ke-80 tahun kemerdekaan ini, Pusri Palembang mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama.

‎‎Pilar sosial bukan sekadar konsep, melainkan langkah konkret membangun bangsa dari lingkaran terdekat masyarakat sekitar.

‎‎Ketika semua warga negara dapat hidup layak, sejahtera, dan setara itulah kemerdekaan yang diperjuangkan, dan itulah yang ingin dijaga Pusri.(Yoga Pratama)

Meriah! AGRAPATI 2025 Buka Peluang Kerja, Pamerkan Seni, dan Hadirkan Bazar UMKM

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎‎Semarak kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter kembali menghiasi lingkungan SMK Negeri 7 Palembang. Pada Kamis (14/8/2025), sekolah ini resmi membuka Ajang Gerakan Pramuka Terlatih (AGRAPATI) III Tahun 2025, sebuah perhelatan tahunan yang menggabungkan kompetisi, pameran karya, serta wadah pengembangan bakat siswa. Pembukaan dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, di pelataran SMK Negeri 7 Palembang.

‎‎Kepala SMK Negeri 7 Palembang, Aliyas, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa AGRAPATI bukan sekadar lomba. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk gigi para siswa untuk memamerkan hasil karya kreatif dan inovatif yang telah mereka hasilkan sepanjang tahun ajaran 2024–2025. Lebih dari itu, acara ini juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya dan literasi, rekrutmen karyawan Indomaret, layanan servis motor gratis, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal.

‎‎“Ajang ini adalah wadah untuk menampilkan berbagai kegiatan sekaligus menunjukkan perkembangan bakat dan minat siswa. Tidak hanya diikuti oleh siswa SMK, tapi juga melibatkan pelajar dari SD dan SMP, sehingga mereka termotivasi untuk terus berprestasi hingga jenjang yang lebih tinggi,” jelas Aliyas.

‎‎Perhelatan AGRAPATI III tahun ini diikuti oleh peserta dari Kota Palembang serta sejumlah kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan, termasuk Banyuasin dan Ogan Ilir. Menurut Aliyas, kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan mampu memperkuat jejaring silaturahmi antar sekolah dan memupuk rasa persaudaraan antar generasi muda.

‎‎“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mempromosikan SMK Negeri 7 Palembang di mata masyarakat. Bagi pemenang, kami telah menyiapkan trophy tetap dan trophy bergilir sebagai bentuk apresiasi,” tambahnya.

‎‎Pusat Pendidikan Vokasi dengan 8 Jurusan Unggulan

‎‎SMK Negeri 7 Palembang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi terkemuka di Sumatera Selatan. Sekolah ini memiliki delapan jurusan unggulan, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Mesin, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Seni Lukis, Kriya Batik, Kriya Kayu, dan Tekstil.

‎‎Aliyas berharap, melalui AGRAPATI, semakin banyak siswa yang tertarik bergabung dengan Gerakan Pramuka, menjadikannya pilihan wajib sebagai wadah pembinaan diri, penempaan mental, dan pengembangan keterampilan hidup.

‎‎“Semoga AGRAPATI dapat menjadi agenda rutin yang terus memberi kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan vokasi di Sumatera Selatan, serta mendorong para siswa untuk berinovasi dan berprestasi di berbagai bidang,” tutupnya. (Ning)

Meriahkan HUT RI ke-80, Disdik Palembang Gelar Lomba Unik untuk Pegawai, Guru, Tenaga Pendidik

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Suasana meriah menyelimuti halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang di kawasan KM 5, Kamis–Jumat (14–15/8/2025). Selama dua hari penuh, ratusan pegawai, guru, dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah di bawah naungan Disdik Palembang mengikuti beragam perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

‎‎Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini diinisiasi langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat kebersamaan, sportivitas, dan jiwa nasionalisme para insan pendidikan di Bumi Sriwijaya.

‎‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, menegaskan bahwa momen peringatan HUT RI harus dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan tenaga pendidik, sekaligus membangkitkan semangat berkompetisi secara sehat.

‎‎“Kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga ajang kebersamaan. Semoga semua peserta merasakan manfaatnya, baik pegawai, guru, maupun tenaga pendidik siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP di Kota Palembang,” ujar Adrianus.

‎‎Ia juga mengajak seluruh sekolah di Palembang untuk menggelar acara serupa di lingkungan masing-masing, agar para siswa dapat memahami makna sejati dari kemerdekaan.

‎‎“Bagi para guru, mari kita memaknai semangat kemerdekaan ini sebagai dorongan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menanamkan pendidikan karakter kepada siswa. Karakter yang kuat akan menjadi bekal bagi tercapainya visi Palembang Cerdas 2030,” tambahnya.

‎‎Ketua pelaksana kegiatan, Kapiatul Ahliah, menjelaskan bahwa perlombaan ini diikuti sekitar 300 peserta dari 18 kecamatan di Kota Palembang. Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan guru untuk mengikuti berbagai cabang lomba yang telah disiapkan panitia.

‎‎“Total ada 13 cabang lomba. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba bulutangkis khusus peserta laki-laki, tapi mereka harus bermain sambil mengenakan daster. Suasananya benar-benar mengundang tawa sekaligus mempererat kebersamaan,” ungkap Kapiatul sambil tersenyum.

‎‎Panitia menegaskan bahwa seluruh perlombaan digelar secara fair tanpa intervensi atau kecurangan. Penilaian dilakukan apa adanya, sehingga peserta tidak perlu khawatir dengan proses penjurian.

‎‎Selain lomba fisik, ada pula lomba kebersihan, kerapihan, dan keindahan ruangan yang diikuti oleh pegawai kantor Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan di sekolah. Penilaian untuk kategori ini dilakukan melalui video pendek berdurasi lima menit, yang menampilkan aktivitas peserta didik serta kondisi kebersihan dan estetika sekolah mereka.

‎‎“Melalui lomba-lomba ini, kami ingin menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Momen HUT RI ini adalah saat yang tepat untuk menguatkan rasa kebersamaan. Dari kita, untuk kita,” tutup Kapiatul. (Ning)

 

‎270 Siswa Berebut 18 Kursi Emas Gala Seleksi Indonesia Tingkat SMP Kota Palembang Tahun 2025, Siap Cetak Bintang Sepakbola Nasional

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Dalam upaya mencari talenta muda sepakbola yang berprestasi, Dinas Pendidikan Kota Palembang menggelar seleksi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SMP tahun 2025. Ajang bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Agustus 2025, di Stadion Kamboja, Palembang.

‎‎Pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Edison, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM. Dalam sambutannya, Edison menegaskan bahwa GSI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah pembinaan mental dan karakter generasi muda melalui sportivitas.

‎‎ “Kita berharap dari sini akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu berprestasi, bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional bahkan internasional. Selain itu, anak-anak diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan mempererat tali silaturahmi. Terlebih, ajang ini sudah terhubung langsung dengan skala nasional,” ujar Edison. Selasa (12/08/25)

‎‎Ia juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga fair play, saling menghargai, dan menjadikan pertandingan ini sebagai momentum membangun persaudaraan.

‎‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi momen perdana pelaksanaan GSI khusus tingkat SMP di kota ini. Dari total 18 kecamatan yang ada, sebanyak 15 kecamatan turut ambil bagian, sementara 3 kecamatan tidak dapat berpartisipasi karena kendala teknis.

‎‎Sebanyak 270 siswa terjaring dalam tahap seleksi ini. Mereka akan memperebutkan 18 posisi untuk mewakili Kota Palembang di tingkat nasional. Posisi yang akan dipilih meliputi penjaga gawang (goalkeeper), bek, gelandang, dan penyerang (striker). Pemilihan akan dilakukan melalui proses talent scouting yang ketat, termasuk talent voting.

‎‎“Kami berharap seluruh siswa bersemangat mengikuti ajang ini. Jadikan sebagai pengalaman berharga, ajang menjalin persahabatan, sekaligus membangun prestasi yang akan bermanfaat ketika melanjutkan ke tingkat SMA atau jenjang yang lebih tinggi,” jelas Amri.

‎‎Ditempat yang sama Ketua Pelaksana GSI Palembang 2025, Firdaus Hidayatullah, M.Pd., menegaskan bahwa ajang ini merupakan program resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bersifat tahunan dan berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional.

‎‎Pada hari pertama, delapan pertandingan antar kecamatan langsung digelar di Stadion Kamboja. Tim talent scouting mulai melakukan penilaian terhadap setiap pemain untuk mengidentifikasi mereka yang memiliki potensi besar menjadi atlet sepakbola berprestasi.

‎‎“Harapan kami, kegiatan ini dapat berkesinambungan setiap tahun. Kami ingin ada siswa atau atlet dari Palembang yang mampu mengharumkan nama kota di tingkat nasional bahkan internasional. Ajang ini adalah pintu gerbang untuk menemukan bakat terbaik,” ujar Firdaus.

‎‎Kompetisi GSI 2025 menjadi wadah pembinaan generasi muda Palembang, tidak hanya untuk melahirkan pesepakbola hebat, tetapi juga membentuk pribadi tangguh, disiplin, dan menjunjung sportivitas. Lewat pertandingan, anak-anak belajar kerja sama, tanggung jawab, serta menghadapi tantangan dengan kepala tegak.

‎‎” Ajang ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar pelajar dari berbagai kecamatan, sekaligus memberikan mereka panggung untuk menunjukkan kemampuan dan mendapatkan peluang melangkah ke jenjang karier sepakbola yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Ning)